20180310

Kebaktian Doa, Sabtu 10 Maret 2018 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 3:22-24
3:22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
3:23 Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
3:24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.

Ini adalah pergerakan penginjilan dari Yesus Kristus bersama murid-muridNya. Pergerakan Firman penginjilan mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Itu adalah titipan Tuhan yang harus dikerjakan oleh gereja Tuhan. Kemudian di penghujung akhir zaman berbalik arah, dari ujung bumi berbalik ke Yerusalem. Sekarang ini adalah masanya di mana Firman pengajaran dari ujung bumi yang dikatakan bagaikan kilat yang memancar dari Timur ke Barat.
Matius 24:27
24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

Kita melihat penginjilan seperti yang diteladankan oleh Yesus mulai dari Yerusalem, ke Yudea dan dalam Yohanes pasal 4 itu diberitakan di Samaria. Dalam Matius 4:16-17 dikatakan wilayah bangsa kafir.
Matius 4:16-17
4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Firman penginjilan adalah penyajian Firman kepada orang yang ada di dalam kegelapan dosa. Dia diinjili dan bila dia buka hati maka dia berpindah dari gelap kepada terang. Setelah ada di dalam terang ada tindak lanjut. Kita sudah menerima injil keselamatan, dulu kita dalam kegelapan dosa dan kita membuka hati menerima kabar baik ini dan kita tinggalkan suasana gelap dan pindah pada suasana terang. Suasana gelap itu ada pemimpinnya, ada rajanya yang disebut raja kegelapan. Setelah pindah di dalam kerajaan terang maka ada Rajanya, itulah Raja segala terang yaitu Yesus.

Biarlah kita lebih mantap dan lebih memahami penjabaran Injil yang disebut dalam Alkitab ini, itu kita kenal dalam perjanjian baru.
1.      Injil Keselamatan
Efesus 1:13
1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Ketika kita menerima Injil keselamatan maka kita dimetarai, ada panjar itulah Roh Kudus, bahasa gerika panjar adalah araboun. Kalau panjar berarti belum penuh, kemudian baru kita akan menerima sepenuhnya. Ketika kita menerima injil keselamatan kita diyakinkan. Siapa yang bergerak untuk meyakinkan? Ialah Roh Kudus, itulah panjar, itulah araboun.

Jadi kalau orang mendengar Injil Keselamatan, mendengar berita baik ini lalu dia tidak diyakinkan berarti Roh Kudus tidak bekerja padanya. Namun ketika dia membuka hati maka Roh Kudus leluasa bergerak untuk meyakinkan dia. Inilah yang disebut araboun, baru sebagian kita terima. Belum dikatakan penuh Roh Kudus tetapi jamahan Roh Kudus sudah kita alami. Karena tidak ada orang yang mengaku Yesus adalah Tuhan kalau bukan pekerjaan Roh Kudus.
I Korintus 12:3
12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.

Ketika kita diyakinkan berarti kita pindah dari gelap dan datang kepada terang. Dari cengkraman raja kegelapan kita dibebaskan dan pindah di tangan Raja segala terang. Sesudah kita di dalam terang jangan merasa puas “aku sudah di dalam terang, aku sudah percaya Yesus, aku sudah dipegang oleh tangan Tuhan”. Itu baru langkah pertama, tetapi  di sinilah banyak orang keseleo kakinya, tidak bisa maju. Karena pemahamannya “aku sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat” padahal tidak hanya sampai di situ tujuan Raja sorga.

2.      Injil Kerajaan
Setelah kita diselamatkan oleh Injil Keselamatan dari gelap kepada terang maka ada tindak lanjut yang disebut Injil Kerajaan. Kalau ada kerajaan berarti ada peraturan. Peraturan kerajaan itulah yang diajarkan, sehingga Injil Kerajaan ini identik dengan Firman pengajaran. Jangan kita berhenti dengan injil keselamatan.

Injil Kerajaan ini mengatur dan mengajar orang-orang yang sudah menerima Injil Keselamatan tadi, bagaimana dia berperilaku sebagai anggota kerajaan Allah, sebagai anggota keluarga Allah.
Matius 24:14
24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Injil Kerajaan itu diajarkan, Firman Pengajaran ini membawa gereja Tuhan mendekati akhir nasib dunia ini. Sekarang inilah Injil Kerajaan ini harus kita pegang, kita harus diajar bagaimana berperilaku sebagai anggota kerajaan Allah, sebagai suami, sebagai isteri, sebagai anak, kita diatur oleh Firman pengajaran atau Injil Kerajaan. Kalau ini sedang diperdengarkan berarti kita sedang melangkah menuju pada kegenapan, mau berakhir pada kesudahannya.

Kalau Firman pengajaran ini dikumandangkan dari mimbar ini berarti saudara sedang didorong masuk pada kesudahan, akhir perjalanan gereja Tuhan di dunia yang fana ini. Kalau kita tidak menaruh perhatian serius pada Injil Kerajaan dan hanya berpegang pada injil keselamatan maka bisa kena pada teologia prestisinasi. Sekali percaya Yesus tetap selamat, biarpun berbuat dosa tetap selamat, itu adalah teologia prestisinasi. Kalau hamba Tuhan tidak bisa memantau dan mendeteksi maka hancurlah kita semua.

Perjanjian baru dibuka dengan nama Yesus dan dikunci dengan nama Yesus. Sekarang ini ada yang tidak mau lagi menyebut nama Yesus. Kalau hamba Tuhan tidak jeli dan tidak memantau maka kita semua bisa disergap habis.

Jadi Injil Kerajaan dikumandangkan supaya anak Tuhan yang sudah pindah dari gelap datang kepada terang, diajar bagaimana berperilaku sebagai anggota keluarga Allah. Di situ dibicarakan oleh Tuhan tentang rahasia ibadah. Jadi di dalam Firman pengajaran ini kita melihat tujuan kita beribadah dan apa makna kita melayani.
I Timotius 3:14-15
3:14 Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau.
3:15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

Jadi Injil Kerajaan ini adalah Firman pengajaran yang mengajarkan kita bagaimana berperilaku sebagai anggota kerajaan Allah. Sementara kita diajar berperilaku sebagai anggota keluarga Allah maka di dalamnya ada makna (rahasia) yang lebih dalam lagi.
I Timotius 3:16
3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Jadi waktu kita beribadah kita diajar bagaimana kita beribadah dan melayani. Karena nanti akan datang pada poin yang ketiga.

3.      Injil Kemuliaan
Dalam membentuk anggota keluarga Allah ini, ada rahasia di dalamnya yang disebut rahasia ibadah. Di dalam ibadah kita, di mana Firman pengajaran diajarkan, kita akan diarahkan pada satu titik yang paling utama yaitu Kemuliaan mempelai atau duduk bersanding menjadi Mempelai Wanita. Tidak akan kita sampai di sana kalau tidak mau kita diajar dulu bagaimana berperilaku sebagai warga kerajaan Allah, sebagai anggota keluarga Allah. Itu lebih dahulu diajarkan untuk kita menerima kemuliaan, agar kita memiliki kemuliaan seperti yang Yesus miliki.

Yesus berdoa di taman Getsemani “Bapa, berikanlah Aku kemuliaan yang pernah Aku miliki sebelum dunia diciptakan. Kemuliaan yang Engkau berikan kepadaKu, juga akan Aku berikan kepada mereka”. Itu adalah status Yesus Mempelai Laki-laki Sorga dan kita gerejaNya sebagai mempelai wanita. Lewat Injil Kemuliaan kita ditata bagaimana berperilaku dan akan menghasilkan sidang jemaat mempelai wanita yang sama mulia dengan Kristus. Dalam Yohanes pasal 3 kita juga akan menjumpai bahwa Yesus adalah Mempelai Laki-laki yang mempunyai Mempelai Wanita.
Yohanes 3:29
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Jadi, Gereja harus mau diatur lewat Injil Kerajaan. Suami harus begini, isteri harus begitu, anak-anak harus seperti ini, ibadah mesti begini, pelayanan mesti begini, itu semua diatur oleh Injil Kerajaan, bukan diatur oleh aturan gereja. Gembala harus ada syaratnya, diaken ada syaratnya, semua ada tahbisan-tahbisannya. Kalau ini sudah ada pada kita dan kita jalani maka kita akan sampai pada Injil Kemuliaan di mana kita menjadi sama mulia, segambar dengan Yesus.
II Korintus 4:3
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,

“injil yang kami beritakan” ini menunjuk injil poin 1 dan poin 2.

II Korintus 4:4
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Disinilah kita mulai digambarkan lewat Injil Keselamatan, kemudian ditingkatkan pada Injil Kerajaan. Bagaimana bisa mencapai kemuliaan bersama Kristus yang adalah gambaran Allah? Lewat Injil Kemuliaan.

Yesus bergumul untuk ini.
Yohanes 17:4-5
17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Yesus minta “kembalikan kemuliaan yang pernah Dia miliki sebelum dunia diciptakan”. Di dalam doa imamat Yesus. Tetapi jangan lupa ayat 4 yaitu “menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan”. Prakteknya sekarang untuk kita, itulah ibadah pelayan. Ibadah pelayan kita bukanlah ibadah yang sepenggal-sepenggal. Yang diteladankan Yesus adalah menyelesaikan pekerjaan, bukan sepenggal, Dia bekerja sampai garis akhir. Untuk kita sekarang adalah bekerja sampai garis akhir. Garis akhir bisa sampai kita meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang pada kali yang kedua. Kita harus bekerja terus supaya kita bisa menerima kemuliaan yang Tuhan Yesus dambakan dalam Yohanes 17:5
Yohanes 17:22
17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Di sini Yesus meminta tetapi sebenarnya sudah Dia miliki. Karena diajarkan apa yang kia minta, kita harus percaya bahwa kita sudah terima.
Markus 11:24
11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Yesus meminta kepada Bapa dan Dia yakini sudah Dia terima maka Dia berikan kepada murid-muridNya. Itulah orang yang menerima Firman pengajaran, orang yang mau diajar menerima kemuliaan yang sama. Ini yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita gereja Tuhan.

Makanya ibadah itu bukan kalau lagi senang maka saya beribadah, kalau hati saya kurang nyaman tidak usah ibadah. Padahal teladan kita adalah Yesus mengerjakan pekerjaan Bapa sampai menyelesaikan. Ini teladan, utamanya bagi saya sebagai hamba Tuhan harus bekerja sampai garis akhir. Entah garis akhir ketika Yesus datang maka saya terangkat. Atau sebelum peristiwa Ephipani, saya sudah diambil oleh Tuhan Yesus. Tetapi jangan sampai ketika saya diambil saya dalam keadaan vakum, tidak beribadah.

Siapa yang mau tahu usia saudara. Lihat saja sekarang anak muda, hari ini ngomong-ngomong, besoknya sudah tidak ada. Juga hamba Tuhan, siapa yang mau menyangka garis akhirnya besok atau lusa. Tetapi kalau kita ada dalam suasana ibadah dan melayani, kapanpun garis akhir kita akan ada dalam pelukan Tuhan di dalam kemuliaanNya. Ini yang kita rindukan.

Yesus dalam injil kemuliaan, Dia rindu kita nikmati.
Yohanes 17:22
17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Kemuliaan yang Tuhan berikan kepada kita itu tujuannya supaya kita searah, sepenanggungan, menjadi satu. Kepada yang dipercayakan, ayo kita jadi satu. Kalau kepercayaan Tuhan salah kita gunakan, ini bagaikan bumerang bagi dirinya (kebinasaan).

Untuk menerima injil kemuliaan ini ada pembayaran harga. Injil keselamatan kita terima, dari gelap kita dipindahkan kepada terang. Ketika di dalam terang kita diajar Injil Kerajaan, bagaimana berperilaku sebagai anggota kerajaan Allah dan sebagai anggota keluarga Allah. Setelah itu kita diatur untuk mencapai hasil yaitu lewat injil Kemuliaan di mana gereja mengalami kemuliaan sama dengan Kristus.

Kalau gereja sudah diangkat dalam kemuliaan bersama Kristus, ingat doa Yesus. Doa Yesus dalam Yohanes pasal 17 ayat 4 dan 5 serta ayat 22 itu masih dalam kaitan doa Yesus tetapi penggenapan waktunya beda. Ayat 22 Yesus sudah mendoakan “Aku telah berikan”. Berarti kita harus yakin bahwa apa yang Yesus ucapkan itu sudah seharusnya menjadi bagian kita. Tetapi ada pembayaran harga. Sebagaimana Yesus berdoa “berikanlah kemuliaan yang pernah Aku miliki sebelum dunia diciptakan” untuk itu ada pembayaran harganya. Pembayaran harganya Yesus harus masuk dalam Yohanes pasal 18 dan 19, itulah penderitaan untuk menerima kemuliaan. Pasal 20 Yesus dibangkitkan dan benar fakta kemuliaan itu nyata. Pasal 21 Yesus naik ke sorga.

Kalau dalam doa Yesus mengatakan “Aku telah memberikan” berarti kita tidak bisa menerima dengan enteng. Jangan berpikir menerima kemuliaan dengan murahan, tetapi kita harus membayar juga lewat ibadah pelayanan walaupun ditandai dengan derita sengsara. Coba saudara, banyak pekerjaan dan tugas yang harus saudara kerjakan namun bisa hadir dalam ibadah, itu penderitaan. Belum lagi kita di nista karena Firman Pengajaran, dsb.

4.      Injil Kekal
Wahyu 14:6-7
14:6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,
14:7 dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

Ini Injil Kekal yang dikumandangkan malaikat di tengah-tengah langit. Berarti orang yang tadi mendambakan kemuliaan itu untuk dibawa pada kemuliaan, benar-benar gravitasi bumi tidak bisa menarik dia lagi, sebab Injil Kekal itu ada di tengah langi. Itu sebabnya orang yang sudah mendengarkan Injil Keselamatan, Injil Kerajaan, Injil Kemuliaan, kita sudah tidak bisa lagi dikuasai oleh dunia ini, sebab Mempelai Wanita itu ada di langit.
Wahyu 12:1
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Jadi Mempelai Wanita yang awalnya telah menerima Injil Keselamatan dan dibina oleh Firman pengajaran, maka dia berpakaian pakaian kemuliaan dan alamatnya sudah jelas. Hidup itu benar-benar hatinya 100% telah dipikat oleh Mempelai Pria Sorga.

Jangan kita berkata “kalau begitu sekarang ini tidak usah lagi mencari” tidak seperti itu. Silahkan saudara bekerja banting tulang, silahkan sekolah setinggi-tingginya, tetapi jangan sampai perkara rohani terabaikan. Selalu jadikan perkara rohani itu nomor satu dari segala-galanya. Karena itu yang akan menjamin saudara kekal bersama dengan Tuhan. Dari pada kita kekal bersama iblis di neraka.

Wahyu 20:10
20:10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Jadi, kalau ibadahmu itu ibadah pelayanan palsu karena digarap oleh pengajaran yang palsu, maka alamat orang itu ada di lautan api. Tetapi kalau ibadah kita adalah ibadah yang digarap oleh Injil Keselamatan, firman penginjilan dan dilanjutkan Firman pengajaran sehingga kita sampai pada kemuliaan maka kemuliaan itu mengarahkan kita pada kekekalan bersama Kristus, bukan bersama nabi palsu dalam neraka.

Sekarang ini lebih parah lagi, sekarang orang melarang menyebut Haleluya saat berdoa dan menyembah Tuhan. Padahal di sorga, dalam penyembahan 24 tua-tua itu berkata “haleluya”.
Wahyu 19:4
19:4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."

Doa dari raja Daud dibuka dengan haleluya dan ditutup dengan haleluya.
Mazmur 106:1,47
106:1 Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
106:47 Selamatkanlah kami, ya TUHAN, Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu.

Bangsa-bangsa yang dikumpulkan adalah persekutuan Tubuh Kristus yang disebutkan dalam Matius 24:30.
Matius 24:31
24:31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Mazmur 106:48
106:48 Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, dan biarlah seluruh umat mengatakan: "Amin!" Haleluya!

Haleluya ini memang bahasa ajakan menyembah Tuhan sekaligus bahasa penyembahan. Tetapi sekarang ini malah diplintir!

Kekekalan ini alamatnya di langit. Berarti anak Tuhan yang menerima Firman penginjilan, dilanjut Firman Pengajaran sehingga mencapai kemuliaan maka dia akan mencapi kekekalan karena dia tahu posisinya ada di langit dan isinya adalah takut akan Tuhan. Itulah Mempelai Wanita Tuhan.

Tetapi semua ini hanyalah injil kasih karunia.
Kisah Rasul 20:24
20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Tetapi ada satu injil yang harus kita waspadai yaitu injil manusia.

5.      Injil manusia
Galatia 1:6,11
1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.

Berarti yang ditunjuk oleh Tuhan melalui rasul Paulus dalam Galatia 1:6-11 ini, injil manusia yang dominan, bukan injil dari Tuhan. Injil manusia itu sifatnya selalu menyenangkan telinga orang yang mendengar, selalu mengikuti selera orang yang mendengar. Ini yang sedang marak sekarang ini.
Galatia 1:10
1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Injil manusia itu sifatnya selalu menyenangkan telinga orang yang mendengar, sehingga penekanannya perkara yang duniawi yang menyenangkan telinga orang yang mendengar. Inilah injil manusia.
2 Timotius 4:3-4
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Rasul Paulus memberitakan Injil bukan untuk menyenangkan telinga orang yang mendengar.
I Tesalonika 2:3-4
2:3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya.
2:4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.

Jadi, kalau berita dari mimbar itu hanya menyenangkan telinga yang mendengar, hanya bicara berkat-berkat jasmani, hati-hati! Itu injil tetapi injil manusia, injil yang hanya memanjakan daging.

Apalagi kalau saya menyampaikan Firman lalu di depan saya ada orang yang perpuluhannya 100 juta, walaupun isterinya 2,5 saya tidak berani tegur karena nanti hilang 100 juta. Bahaya kalau saya seperti itu. Akhirnya yang saya sampaikan teologia prestisinasi atau teologia liberal lalu ditambah lagi teologia kemakmuran sehingga hancurlah kita. Kalau seperti itu kita tidak akan ada di atas, kemuliaan tidak akan kita capai. Dijauhkan Tuhan jangan sampai terjadi dalam kehidupan sidang jemaat.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar