20180313

Kebaktian PA, Selasa 13 Maret 2018 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

I Yohanes 5:19
5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

Rasul Yohanes adalah orang kedua dalam perjanjian baru yang diangkat Tuhan melihat kerajaan sorga. Yang pertama adalah rasul Paulus dan yang kedua adalah rasul Yohanes. Di dalam perjanjian lama ada nabi Musa yang diangkat Tuhan melihat Sorga. Musa menulis 5 kitab dan Yohanes juga menulis 5 kitab.

Kita ini berasal dari Allah, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita berasal dari Allah? Alkitab memberi jawaban.
I Petrus 1:22-23
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Di sini kita bisa mengetes apakah kita ini berasal dari Tuhan. Kalimat yang berikut dari I Yohanes 5:19 adalah bahwa bumi ini ada di bawah kekuasaan si jahat. Saudara dan saya di atas bumi, saya berpijak di bumi menjunjung langit. Dikatakan tadi bumi ini telah dikuasai si jahat. Olehnya menghadapi si jahat yang menguasai bumi ini, caranya kita harus mengerti bahwa kita berasal dari Allah. Kalau kita berasal dari Allah berarti kita berada di dalam Tuhan maka si jahat yang menguasai bumi ini boleh menggonggong kita, boleh mencoba menggaruk kita, tetapi kalau saudara adalah dari Allah, milik Tuhan karena kita dilahirkan oleh Firman, tidak mungkin Tuhan berdiam diri dan membiarkan saudara dilumatkan oleh penguasa bumi ini. Kita harus mengimani ini.

I Yohanes 5:18
5:18 Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.

Kalau kita terlibat dalam dosa maka ada kesempatan bagi iblis untuk memegang kita. Inipun akan menjadi pengalaman gereja Tuhan ketika anak-anak Tuhan disingkirkan di padang belantara pada peristiwa Pharusia. Sebab di depan ini akan terjadi pemisahan. 2 di tempat tidur, satu diangkat. 2 orang di ladang satu diangkat. Yang sedang mengisar gandum, satu diangkat. Jangan sampai kita tidak masuk bagian yang diangkat. Yang diangkat atau disingkirkan ini adalah kehidupan yang tidak bisa dijamah oleh iblis, tetapi yang tertinggal itu yang berat.

Iblis bukan iblis kalau dia tidak menipu, dia akan menipu. Sebab dikatakan tadi oleh Firman Tuhan bahwa bumi ini telah dikuasai si jahat. Karena iblis merasa dunia ini ada dalam genggamannya, maka sebelum Yesus memulai pelayanan maka salah satu ujian yang Yesus hadapi adalah iblis tawarkan kemegahan dunia ini asalkan mau menyembah dia. Ini salah satu kebohongan iblis. Apakah Yesus menyembah? Tidak!
Matius 4:8
4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

Ini kemunafikan iblis, padahal bumi ini sudah dia buat rusak, kenapa dia bilang megah. Bahkan dikatakan dialah yang membuat bumi ini menjadi padang gurun. Memang ketika awal Yesus mau melayani, Dia dibawa roh ke padang gurun lalu dicobai iblis di sana. Dan inilah cobaan yang ketiga. Yaitu tawaran diberikan kerajaan dunia dengan kemegahannya.

Matius 4:9-10
4:9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Kapan iblis itu dienyahkan? Ketika dia mau memaksa kita untuk menyembah dia, ketika dia mau memaksa kita untuk takluk kepadanya. Kita harus mengenyahkan dan mengusir dia.

Coba lihat yang ditawarkan oleh iblis ini adalah padang gurun. Tetapi banyak orang yang terpikat kepada padang gurun dan akhirnya menyembah iblis, padahal bumi ini adalah padang gurun. Bagaimana situasi padang gurun?
1.      Padang gurun itu tandus. Jadi di dunia ini semua serba tandus. Tidak ada pengharapan untuk hidup kekal di sana.
2.      Suasana padang gurun itu kehausan. Makanya kasihan kehidupan manusia di dunia ini. Karena hausnya, dia tidak tahu solusinya mau ke mana dan dia cari solusinya sendiri. Padahal rasa haus ini hanya bisa dipenuhi oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
Yohanes 4:14
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Olehnya Tuhan Yesus harus datang ke dunia untuk memperbaiki kembali bumi yang sudah dirusak oleh iblis ini. Lebih dahulu kita lihat sikap iblis yang merusak itu.
Yesaya 14:17
14:17 yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

Padang gurun inilah yang ditawari kepada Yesus dan Yesus menolak. Kalau kita sekarang ini begitu ditawari padang gurun, banyak yang melihat seperti onggokan emas, melihat sangat menyegarkan, padahal itu tipuan iblis!

Mazmur 104:30
104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Kristus Yesus membaharui padang gurun melalui pekerjaan Roh Kudus. Jadi kalau kita di dalam Kristus Yesus maka kita akan melihat pekerjaan Ilahi yang membaharui padang gurun. Berarti dari diri kita dulu harus mengalami pembaharuan di dalam kuasa Roh Kudus. Jangan sampai kita ditawari padang gurun, tetapi kita melihat megah karena sudah ditipu oleh iblis. Jangan menyembah kepada iblis, jangan kita menyerah kepada iblis, kita harus hancurkan dia! Jangan mau kita terima bujuk rayunya, itu adalah kebohongan iblis. Sebab iblis bapa pembohong.

Ayo kita perhatikan kembali agar kita menjadi umat Tuhan yang walaupun ada di padang gurun tetapi kita merasa telah dirubah permukaan bumi ini oleh Tuhan Yesus. Kalau kita mau merasa nyaman itu hanya ada pada Yesus, kita tidak akan dapatkan di tempat lain. Tidak ada rasul atau nabi di dunia ini yang bisa berbuat seperti itu, hanya Yesus!

Olehnya itu, karena di dalam Yesus yang telah membaharui permukaan bumi ini, gereja Tuhan dilihat oleh kekasihnya. Kekasih kita adalah Yesus karena Alkitab menyebukan bahwa kita bertunangan dengan Yesus. Orang Kristen banyak yang tidak mengerti bahwa sedang bertunangan dengan Yesus. Kekristenan itu digambarkan seperti perempuan yang bertunangan dengan Kristus.
II Korintus 11:2
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Bahkan dalam Yesaya 54:5, Tuhan belum memiliki gereja yang sempurna namun Dia sudah berkata “Aku suamimu”.
Yesaya 54:5
54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Kita yang menjadikan Yesus kekasih kita, suami kita, maka kita harus memulai dengan Firman, kita lahir di dalam Firman, oleh Firman.

Sekalipun kita ada di padang gurun, tetapi orang Kristen sudah tidak melihat lagi dunia ini seperti padang gurun sebab sudah dibaharui oleh Tuhan Yesus permukaannya. Kehidupan Kristen yang seperti itu, dilihat kembali oleh Tuhan Yesus “siapa yang datang dari padang gurun itu”. Coba saudara lihat bagaimana pandangan Tuhan melihat orang Kristen yang meyakini bahwa bumi ini sudah dirubah oleh Tuhan permukaannya, bukan lagi padang gurun, berarti dia terkait dengan yang menciptakan dia. Kehidupan seperti ini yang dicari dan dirindukan oleh Yesus. Salomo adalah gambaran Tuhan Yesus dan Sulamit adalah gambaran gereja Tuhan dari bangsa kafir, karena Salomo adalah bangsa Israel dan Sulamit adalah bangsa kafir.
Kidung Agung 3:6
3:6 Apakah itu yang membubung dari padang gurun seperti gumpalan-gumpalan asap tersaput dengan harum mur dan kemenyan dan bau segala macam serbuk wangi dari pedagang?

Karena dia merasa padang gurun sudah dirubah oleh Tuhan lewat Firman dan kuasa Roh Kudus dan hidupnya sudah diciptakan oleh Tuhan maka dia selalu menaikan doa penyembahan bagaikan asap yang naik. Ini kehidupan Kristen yang nanti akan dilindungi oleh Tuhan dan tidak bisa dijamah oleh tangan antikristus. Ini adalah kehidupan Kristen yang paham dia diciptakan oleh Tuhan dan dia melihat dunia yang tadinya seperti padang gurun tetapi dia melihat tangan Tuhan membaharui permukaan. Jadi dia tidak melihat lagi derita sengsaranya tetapi dia hanya melihat Yesus yang menciptakan dia.

Yang membumbung itu adalah doa-doa penyembahan dari orang Kristen. Ini yang harus ada pada kita. Kalau ini ada maka ini yang akan saudara lihat dan ini akan memuncak pada Kidung Agung 6:10:
Kidung Agung 8:5
8:5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? -- Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.

Ini orang Kristen yang bagaikan Sulamit yang bersandar di dada Salomo. Inilah kehidupan saya dan saudara yang selalu bersandar dan berharap pada Tuhan. Bukan bersandar pada kekuatan, bukan bersandar karena duit banyak, bukan bersandar karena kedudukan tinggi, tetapi kita bersandar pada Yesus maka semuanya kita peroleh.

Sampai dikaitkan dengan persoalan kelahiran, persoalan kandungan. Inilah cara Firman Tuhan merawat kehidupan saya dan saudara. Ada seorang ibu yang selalu menimang-nimang kita. Siapa yang dimaksud dengan seorang ibu? Itulah gembala.
I Tesalonika 2:7
2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

Bagaimana saya bisa tampil elok seperti ini kalau tidak ditangani tangan gembala yang terampil, yang mengerti Firman, yang dalam tahbisan yang benar. Bagaimana kalau gembala pemabuk, isterinya ganti-ganti dan sebagainya. Bukan seperti itu gembala yang harus merawat kita! Tugas gembala untuk merawat jemaat. Satukah jemaat, sepuluh atau seratus jemaat, tanggung jawab gembala, sebab akan menghasilkan Kidung Agung 6:10. Semua itu ada hubungannya dengan padang gurun, berarti ada hubungannya dengan bumi di mana kita berpijak yang sudah dirusak oleh iblis tetapi diperbaiki oleh Tuhan permukaannya dan kita diciptakan oleh Dia.

Makanya sebagai orang percaya kita harus merasakan pekerjaan Firman mencipta kembali, dari hari ke hari terasa perubahan hidup. Kalau seseorang sungguh-sungguh di dalam Tuhan, saudara tidak bisa mengukur orang itu seperti tahun yang lampau atau seperti 10 tahun yang lampau. Kalau dia adalah kehidupan Kristen yang menghargai tangan pencipta Tuhan, pasti hari ini, besok dan tahun depan ada perubahan karena dia dicipta oleh tangan Tuhan. Bumi saja dibaharui permukaannya mana mungkin saudara dan saya tidak dibaharui.

Coba kita lihat hasilnya kalau dirawat oleh ibu.
Kidung Agung 6:10
6:10 "Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya?"

Itulah yang dipertontonkan Tuhan di dalam Wahyu 12:1
Wahyu 12:1
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Gereja Tuhan diselubungi oleh matahari itulah surya, gereja Tuhan telah berpijak di atas bulan itulah bulan purnama, gereja Tuhan dahsyat seperti bala tentara itulah pekerjaan Roh Kudus yang memimpin kita. Itulah hasil pekerjaan gembala, itulah hasil pelayanan hamba Tuhan yang benar tahbisannya.

Tentu saudara tidak mau tertinggal untuk disiksa oleh antikristus. Dan sudah dekat masa itu. Akhirnya nanti akan mengarah pada 666 antikristus. Tubuh dicap 6, jiwa dicap 6, roh juga dicap 6. Sebab angka 6 adalah angka manusia. Sebabnya beri diri ditangani oleh Tuhan lewat tangan gembala yang terampil.

Lebih dahulu hamba Tuhan/gembala harus merasakan bahwa dia dicipta oleh Tuhan. Dia melihat padang gurun itu bukan lagi padang gurun. Artinya dia tidak melihat lagi derita sengsara, dia tidak peduli dengan derita sengsara, yang dia lihat adalah permukaan bumi yang dibaharui oleh Tuhan. Bukan berarti kita tidak sengsara lagi, tetapi sengsara itu tidak akan membuat kita terhambat dalam melayani, karena kita melihat tangan Tuhan menciptakan kita.

Dalam kerajaan 1000 tahun memang kita masih di bumi ini tetapi bumi sudah dibaharui oleh Tuhan permukaannya. Itu sebabnya dalam Daniel dan kitab Wahyu adalah selisih 75 hari. 75 hari kita di angkasa, Yesus bersama gerejanya secara total kuasai markas iblis di angkasa. Selama 75 hari itu Tuhan membaharui permukaan bumi ini lalu kita turun berkerajaan 1000 tahun. Setelah itu baru masuk Yerusalem Baru, langit dan bumi yang baru.

Oleh sebab itu jangan sampai kita salah langkah. Siapa yang menangani kita.
Kidung Agung 8:5
8:5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? -- Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
Rasul Yohanes adalah pribadi yang suka bersandar di dada Yesus.
Yohanes 21:20
21:20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"

Ini contoh dan teladan bagi saya. Jadilah kehidupan Kristen yang suka melipatkan lutut di kaki Tuhan dan kita berharap bersandar penuh kepada Tuhan.

Menghadapi suasana padang gurun, perlu ada ibu yang menangani, perlu ada gembala yang menangani.
I Tesalonika 2:7
2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya.

Merawati anaknya supaya mencapai kedewasaan sehingga bisa mengisi Kidung Agung 6:10, inilah mempelai wanitamu Tuhan, inilah gerejaMu, inilah umatMu Tuhan. Seperti kata-kata rasul Paulus:
Roma 15:16
15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

Rasul Paulus tidak malu sekalipun diutus untuk melayani bangsa kafir. Sebab bangsa Yahudi bersekutu dengan bangsa kafir itu tabu, dan memalukan/ menjijikkan. Tetapi  rasul Paulus special diangkat oleh Tuhan untuk melayani kita bangsa kafir. Rasul Paulus mau membawa bangsa kafir supaya menjadi persembahan yang diterima oleh Tuhan. Siapa yang menangani sehingga bisa seperti itu? Ibu yaitu gembala dalam sidang jemaat. Berapapun jiwa yang Tuhan percayakan, saya sebagai gembala bertanggung jawab di hadapan Tuhan. Sebagai hamba Tuhan saya harus mengasuh dan merawat sidang jemaat lewat Firman, Roh dan Kasih Tuhan.

Itu sebabnya tugas gembala bukan memimpin upacara, nyanyi sedikit, khotbah sedikit, kemudian amin-amin, bukan seperti itu! Mau ke mana hidup kita dibawa? Jangan sampai nanti kecele ketika Tuhan Yesus datang pada peristiwa pharusia saudara tertinggal. Kasihan kehidupan seperti itu, dia akan menjadi mangsa binatang buas/ antikristus. Ini jangan terjadi dalam kehidupan saudara dan saya.

Hidup di padang gurun ini bukan sesuatu yang mulus. Yesus perlu datang ke dunia ini sebab ada 6 ciri atau suasana keadaan kita di padang gurun ini.
Lukas 4:18-19
4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Lukas 4:18-19 (Terjemahan Lama)
4:18 Roh Tuhan ada di atas-Ku, sebab Ia sudah mengurapi Aku, akan memberitakan kabar kesukaan kepada orang miskin, dan menyuruhkan Aku mengabarkan kebebasan bagi orang yang tertawan, dan menyembuhkan penglihatan orang buta, melepaskan orang yang tertindih,
4:19 dan mengabarkan tahun karunia Tuhan.

1.      Manusia keadaannya miskin, miskin kemuliaan Allah. Mungkin secara jasmani saudara berkata “saya tidak miskin” tetapi secara rohani saudara miskin karena sudah hilang kemuliaan Tuhan.
2.      Manusia hidupnya tertawan, tertawan oleh iblis. Inilah yang menawan kita makanya perlu Yesus datang:
Yesaya 14:17
14:17 yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

Manusia yang ditawan oleh iblis sulit dibebaskan. Namun bagi Yesus tidak ada yang sulit, tidak ada yang mustahil.

3.      Manusia buta (gelap)
4.      Manusia tertindas
5.      Manusia hatinya pecah, tidak ada kenyamanan dalam hidupnya
6.      Manusia itu sengsara

Dengan keadaan manusia seperti ini, siapa yang bisa menolongdan membebaskan kita? Hanya Yesus. Sebabnya jangan cari jalan lain.

Kata-kata yang kita baca dalam Lukas 4:18-19 itu diucapkan Yesus di rumah ibadah di Nazaret. Nazaret ini 3 kali Yesus lawati;
1.      Pertama ketika Yesus masih kanak-kanak, ketika kembali dari pengungsian di Mesir. Yesus masih bayi ketika dibawa oleh orang tuanya mengungsi ke Mesir. Setelah dari Mesir mereka ke Nazaret. Nazaret dilawati oleh Yesus tetapi masih dalam suasana kanak-kanak.
Matius 2:22-23
2:22 Tetapi setelah didengarnya, bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea.
2:23 Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Jadi Yesus menyandang julukan Yesus orang Nazaret. Itulah yang digunakan oleh Petrus dan Yohanes ketika menyembuhkan orang lumpuh di pintu elok.
Kisah Para Rasul 3:4-6
3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Tetapi sayang Nazaret hanya menyandang nama tetapi menolak Yesus. Jangan sampai saudara menyandang nama orang Kristen tetapi Yesus tidak ada bersama dengan saudara.

2.      Lukas 4:16
4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Ketika itu Yesus tampil belum diceritakan bersama murid-muridNya. Dia masuk ke rumah ibadah dan membaca kitab nabi Yesaya. Setelah dibaca, Yesus berkata "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya". Orang Nazaret tersinggung ketika Yesus memaparkan bahwa banyak orang kusta di Israel tetapi tidak ada yang disembuhkan oleh Tuhan kecuali Naaman, seorang bangsa kafir, banyak janda di Israel tetapi tidak ada satupun yang ditolong kecuali seorang janda orang Sidon. Orang Nazaret tersinggung, akhirnya mereka menghalau Yesus dari rumah ibadah dengan maksud supaya Yesus dijatuhkan di tebing. Tetapi Yesus menghilang.

Pada lawatan kedua ini orang Nasaret punya niat jahat untuk membunuh Yesus. Ini jangan terjadi dalam diri kita, jangan sampai terjadi penolakan. Kalau terjadi penolakan maka itu niat membunuh. Yesus adalah Firman, jadi kalau menolak Firman berarti ada niat membunuh Yesus. Ini jangan terjadi pada kita! Jangan sampai ketika Firman tampil mengoreksi kita, kita malah tersinggung. Akhirnya orang seperti itu nanti akan menjadi pembunuh.  

Sebenarnya ini mau menolong orang Nazaret yang dalam kondisi yang enam keadaan tadi. Tidak ada yang bisa menolong mereka kecuali Yesus. Yesus tampil mengulurkan tangan mau menolong tetapi mereka tolak. Bahkan mereka berniat menghalau Yesus. Kata halau sama seperti menghalau binatang buas yang masuk ke kebun lalu mereka halau. Berarti Yesus mereka anggap sebagai binatang buas yang harus dihalau.

3.      Markus 6:1 (perikop: Yesus ditolak di Nazaret)
6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.

Kalau Yesus datang dengan murid-muridNya berarti Yesus bersama dengan Firman pengajaran. Orang-orang Nazaret takjub mendengar pengajaran Yesus.

Markus 6:2-3
6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.

Mereka tersandung karena melihat latar belakang Yesus secara manusia. Yang ketiga kali Yesus datang melawati orang di Nazaret, tetapi Nazaret tetap menolak. Yesus tidak kecewa diriNya ditolak. Sekalipun ditolak, Dia rela menerima penolakan. Tetapi awas, ketika Dia datang pada kali yang kedua, bukan Yesus yang akan ditolak tetapi Yesus yang akan menolak. Kalau sekarang kita ditolak karena Yesus, karena Firman pengajaran biarkan saja, asal jangan Yesus menolak kita.

Lawatan Tuhan Yesus yang terakhir bagi Nazaret, bagi gereja Tuhan, Dia datang  dengan Firman pengajaran. Puji Tuhan kita yang hadir di tempat ini tidak ada yang menolak Yesus dengan Firman pengajaranNya. Jangan kita menolak Firman pengajaran, sebab kalau menolak maka ketika Yesus datang kedua kali, Dia yang balik akan menolak orang yang seperti itu.
Lukas 13:22-23
13:22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
13:23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"

Ini dikaitkan dengan Yesus sedang mengajar. Sementara Yesus mengajar ada yang bertanya “sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”, berarti pengajaran ini ada hubungannya dengan keselamatan.
Yesaya 42:21
42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;

Lukas 13:24
13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

Yesus tidak menjawab sedikit atau banyak, namun Yesus katakan “berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu”. Nyanyian anak sekolah minggu “ di dalam dunia ada dua jalan, lebar dan sempit, mana kau pilih”.

Banyak yang berusaha tetapi tidak bisa masuk. Berjuang itu sudah tingkat atas lebih dari berusaha. Apa yang terjadi kalau tidak berjuang?

Lukas 13:25-27
13:25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
13:26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
13:27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!

Dienyah oleh Tuhan karena tidak serius, karena tidak berjuang. Berjuang itu Zeloo artinya memiliki kerinduan hati yang mendalam untuk mendapatkan sesuatu, ada kesungguhan hati untuk mendapatkan, dsb.

Kita ada di padang gurun, tetapi ingat padang gurun yang kita miliki sudah dibaharui oleh Tuhan permukaannya. Kalau saudara merasa bahwa Tuhan membaharui padang gurun sekarang ini maka tandanya kita diciptakan kembali.
Mazmur 104:30
104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Apakah saudara pernah melihat angin? Tentu tidak, tetapi angin ada. Kita tidak pernah melihat Tuhan tetapi kita yakin Dia ada. Kita tidak lihat angin tetapi kita rasa, begitu juga Tuhan tidak kita lihat tetapi kita rasa. Sekalipun kita tidak melihat Tuhan tetapi kita tahu Dia nyata, Dia real. Dia bukan Tuhan yang abstrak tetapi nyata kehadiranNya. Dia ada di antara kita sekarang ini.

Percayalah, walaupun padang gurun, tetapi sudah Tuhan rubah permukaannya lewat kuasa Firman, Roh dan KasihNya. Dengan Tuhan segala sesuatu bisa terjadi. Sekalipun kita dapat tantangan kita pasti menang karena Yesus adalah pemenang bagi saudara.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar