20180324

Kebaktian Doa, Sabtu 24 Maret 2018 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 3:28-29
3:28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

Yohanes Pembaptis sebagai pemberita dan Yesus pun dalam kapasitas sebagai pemberita. Perlu kita perhatikan karena pemberitaan Yohanes menampilkan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga. Ketika berita ini ditampilkan maka ada aksi di luar untuk mempertentangkan antara pemberita kabar Mempelai. Nabi besar Yohanes Pembaptis memberitakan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga dan yang dia beritakan adalah yang ada saat itu di antara mereka yang juga sedang aktif dalam pelayanan.

Ketika ada pelayan Tuhan mengangkat kabar ini maka akan ada orang-orang tampil untuk mengadu pribadi-pribadi yang memberitakan. Jika hanya kabar keselamatan, jarang ditemukan di dalam Alkitab orang mau mengadu pemberita keselamatan yang satu dengan yang lain. Juga kalau memberitakan Yesus sebagai pembuat mujizat secara jasmani, kita tidak menemukan dalam perjanjian baru ada pemberita-pemberita yang diadu. Juga jika menampilkan Yesus sebagai pembaptis Roh Kudus, kita tidak menemukan ada pemberita yang diadu. Tetapi ketika Yesus diangkat dalam kapasitasNya sebagai Mempelai Laki-laki Sorga maka di sini muncul reaksi dari iblis untuk mengadu pemberita yang menampilkan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga.

Itu dibuktikan dipermukaan hari-hari terakhir ini. Gembala yang hanya berita dasar tidak ada yang mau ganggu. Tetapi coba pekabar mempelai, kenapa yang di sana lain yang disitu lain. Karena apa? Karena berita yang disampaikan adalah berita puncak. Di sini kami harus waspada dan jemaat juga harus waspada. Pandai-pandailah kita, mohon kebijakan dari Tuhan agar jangan sampai dikotori pikiran kita, jangan sampai diadu.

Kita lihat teladan di sini, ketika diadu Yohanes berkata seperti ini:
Yohanes 3:27
3:27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.

Ini jalan pintas untuk menepis upaya-upaya manusia untuk mengadu domba. Ini cara untuk membungkemkan mulut orang yang suka cari-cari soal. Berarti Yohanes mengakui pemakaian Tuhan kepada pelayan lain. Untuk saya berarti mengakui pemakaian Tuhan kepada hamba Tuhan lain, namun warnanya harus satu. Bagaimana mau mengakui kalau warnanya sudah beda.

Tugas Yohanes untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus. Kemudian dalam Yohanes 3:29 ini, ada tiga status atau tiga golongan yang dia tampilkan di situ.
Yohanes 3:29
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.

1.      Mempelai laki-laki Sorga
Itu nyata saat itu dan bisa diraba, dilihat, didengar oleh mereka.

2.      Mempelai Wanita
Kelompok kedua ini belum nyata, belum bisa diraba, belum bisa dilihat. Tetapi Yohanes Pembaptis telah melihat dengan mata rohani, dia sudah meraba dengan tangan iman percaya bahwa ada mempelai wanita, walaupun saat itu belum nyata secara kasat mata. Yang nyata saat itu adalah Mempelai Laki-laki Sorga itulah Yesus, bisa diraba dan didengar suaraNya.

3.      Sahabat Mempelai
Itu nyata, yaitu Yohanes.

Kita melihat dulu tentang sahabat Mempelai Laki-laki Sorga (Yohanes pembaptis) yang didengar suaranya dan dilihat pelayanannya, yang saat itu diupayakan oleh iblis mau diadu, itulah Yohanes. Dua hal yang sudah nyata yaitu Mempelai Laki-laki dan sahabat mempelai. Yang nyata ini yang mau diadu, walaupun saat itu keduanya ada dalam kapasitas sebagai pemberita. Yang menyatakan pertama kali dalam perjanjian baru bahwa Yesus adalah Mempelai Laki-laki Sorga adalah Yohanes Pembaptis. Kemudian Yesus sendiri menyatakan bahwa dia Mempelai Laki-laki. Lalu rasul Paulus juga menyatakan bahwa Yesus adalah Mempelai Laki-laki Sorga dan dia mempertunangkan dengan gereja. Yang terakhir Malaikat juga menyatakan Yesus Mempelai Laki-laki dan gerejaNya sudah siap untuk masuk dalam pesta nikah.  

Sahabat Mempelai ini yang dipakai oleh Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi Mempelai Laki-laki Sorga sekaligus menyiapkan umat yang layak bagi Tuhan Yesus. Untuk kami hamba Tuhan dan untuk sidang jemaat, mari kita mengatakan dan mengajak jiwa kita,  biarlah kita berkarya dengan nyata bahwa kita menyiapkan tempat untuk Yesus datang. Itu harus nyata. Jangan kita hanya ngomong tetapi tidak ada kenyataan bahwa kita sedang mempersiapkan diri atau mempersiapkan rohani kita untuk menerima Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Itu dulu yang harus kita karyakan, jangan cuma ngomong.

Dalam hal ini, di sinilah peluang iblis mau mengadu. Karena ada yang benar-benar serius dalam pemberitaannya dan ada fakta yang nyata dalam pelayanannya, ada iman yang bisa diteladani. Sedangkan yang lain tidak ada fakta dan ini membuat kisruh dan memberi kesempatan dirinya diadu oleh iblis.

Yang membuat kita tidak bisa goyah maka lihat sahabat yang mendahului untuk mempersiapkan umat untuk menyambut Mempelai Laki-laki Sorga. Kalau ada fakta, apa lagi yang mau kita ragukan. Jangan hanya berkata beriman-beriman tetapi bersandar pada manusia. Orang yang bersandar pada manusia bukan orang yang beriman, dia bukan orang yang dipercayakan mempersiapkan jalan untuk hadirnya Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Jadi berbicara sahabat punya keyakinan bahwa dia diutus mendahului untuk mempersiapkan sesuatu fakta, bukan rekayasa. Yohanes ini beriman dan benar-benar ada fakta.
Lukas 1:17,76
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
1:76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,

Baik ucapan Gabriel maupun ucapan Zakharia  sama nilainya, itu menyangkut sahabat, menyangkut tugas Yohanes. Dia berjalan menurut roh Elia. Ketika hujan tidak turun selama 3,5 tahun, Elia diperintahkan ke tepi sungai Kerit dan dia berangkat. Dia nikmati pemeliharaan Tuhan, Pagi dan petang datang burung gagak memberi dia makan. Itu berarti dia ada iman kalau dia melaksanakan perintah Tuhan. Ketika sungai Kerit kering maka dia diperintah Tuhan pergi ke Sidon, di sana dia akan bertemu seorang janda yang akan memelihara dia. Ini adalah karakteristik seorang sahabat yang dipercaya untuk mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan, dia punya iman. Bukan utang sana dan utang sini.

Saya diajar oleh Tuhan untuk hidup seperti itu. Tidak pernah saya nebeng minta beras dari kampung. Malah dalam suasana seperti itu, kalau saya ada berkat dan pergi mengunjungi tempat teman, saya berjalan memikul beras.

Sahabat ini harus ada fakta. Yohanes Pembaptis datang dengan roh Elia, hidup di padang gurun sendirian, hanya makan belalang dan madu hutan serta berpakaian bulu unta. Sebagai pendahulu, yang mendahului dan mempersiapkan jalan dia harus hidup dengan iman. Walaupun taruhannya sangat berat yaitu lehernya dipenggal. Itulah resiko kehidupan orang yang mau mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
           
Ini tujuannya untuk mempersiapkan umat. Untuk mempersiapkan umat dipercayakan kepada sahabat yang punya roh Elia. Elia dipelihara oleh burung gagak. Pagi burung gagak membawa roti dan daging yang dijatuhkan di depan Elia, petang juga burung gagak datang membawa roti dan dendeng untuk Elia. Kemudian Elia dipelihara oleh janda Sarfat. Itu adalah tindakan iman yang nyata. Diriku dibimbing oleh Tuhan untuk belajar dalam hal ini.

Kembali kita melihat bagaimana pengalaman Yohanes Pembaptis ini.
Yohanes 3:30
3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Sahabat ini memang punya resiko. Orang yang dipercaya oleh Tuhan untuk menyiapkan umat yang layak bagi Tuhan, resikonya dia harus makin kecil. Berangkat dari dirinya dan datang dari luar, pasti orang akan meremehkan/ mengecilkan dia. Tetapi itu sudah wajar, sudah pas kalau dia adalah kepercayaan Tuhan mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan.

Ini pengalaman dari pelayanan seseorang yang dipanggil untuk mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan. Itu yang ada dalam Lukas 3:4-6. Luruskan lorong, lembah ditimbung, bukit harus diratakan, lekak lekuk diratakan. Tugas ini bukan tugas yang mudah. Kalau jalan yang bengkok yang mau diluruskan, jalan itu tidak mengamuk. Tetapi jalan yang bengkok itu adalah kelakuan manusia. Lembah yang harus ditimbun itu adalah sifat manusia. Itu sebabnya manusia itu berontak ketika mau diluruskan. Kalau jalan bengkok mau diluruskan maka kita berhadapan dengan orang yang bengkok itu. Kalau dia tidak mau diluruskan habislah kita. Kalau dia mau ditimbun maka mudah diatur, tetapi kalau tidak mau pasti ada reaksi.

Fakta di lapangan, kalau ada sahabat yang mau mempersiapkan jalan bagi Tuhan, dia pasti tidak akan nyaman mempersiapkan hal-hal ini. Tetapi karena tugas maka harus dia jalankan. Ketika ada benturan bukan berarti orang itu jahat. Orang yang tidak mau diluruskan itu yang jahat, bukannya orang yang mau meluruskan itu yang jahat. Sebabnya jangan sampai kita salah memberikan penilaian.

Tugas Yohanes untuk menyaksikan Mempelai Laki-laki Sorga dan mempersiapkan jalan untuk Mempelai Laki-laki Sorga itu.
Lukas 3:4-5
3:4 seperti yang tersurat di dalam kitab Nabi Yesaya, bunyinya, "Suara orang yang berseru-seru di padang belantara: Sediakanlah jalan Tuhan, dan luruskanlah lorong-lorong-Nya.
3:5 Tiap-tiap lembah akan ditimbun, dan tiap-tiap gunung dan bukit pun akan direndahkan; dan yang bengkok akan diluruskan, dan yang lekuk-lekak akan diratakan;

Kalau ini benda mati, tidak ada masalah. Sebab yang mau diluruskan di sini adalah meluruskan lorong yang lekak-lekuk dalam hati manusia. Ini tidak gampang, tetapi itu tugas dari Yohanes Pembaptis sebagai sahabat untuk mempersiapkan umat agar sahabatnya yaitu Yesus Mempelai Laki-laki Sorga bisa memiliki mempelai wanitaNya.
Makanya kita mendengar suara dari sana yang mengatakan harus diluruskan jalan yang bengkok. Lembah itu hawa nafsu daging, itu harus ditimbun. Maka arus balik datang. Kepada siapa? Kepada yang berseru tadi, yang ngomong tadi, yang bicara tadi, dia dianggap sok, itu pasti terjadi! Makanya Yohanes berkata “biarlah aku makin kecil dan dia makin besar” itu resiko.

Kita kadang salah memberi label. Inilah yang harus kita pahami dan kita hadapi. Kalau kita mempersiapkan diri untuk menyambut Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga, tidak usah kita menghitung tantangan. Bisa suami mengolok, bisa isteri mengolok, bisa orang tua yang mengolok. Itu tidak menjadi masalah yang penting kita bersikap seperti sahabat. Jangan dulu bicara Mempelai, bersikap dulu seperti sahabat, siapkan dulu dirimu.

Dalam Yohanes 3:29 ada tiga kelompok manusia dalam status yang berbeda. Pertama adalah Yesus, Dia adalah Mempelai Laki-laki Sorga yang saat itu bisa dilihat dan dapat di raba. Tetapi sekarang kita tidak bisa melihat, tidak bisa lagi langsung meraba. Namun kita lebih hebat dari mereka, sebab:
I Petrus 1:7-8
1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,

Mereka dulu tidak perlu beriman karena sudah melihat Yesus secara kasat mata. Tetapi kita mengasihi yang belum kita lihat itu adalah kasih yang dasarnya iman.

I Petrus 1:9
1:9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

Ini yang kita miliki sekarang. Kita tidak melihat tetapi kita mengasihi Dia. Ini lebih dari tingkat iman dibandingkan saat itu. Mereka melihat, mereka raba, tetapi kita tidak. Kita belum melihat tetapi kita berkeyakinan bahwa Yesus adalah Mempelai Laki-laki Sorga. Ini dapat diraba dengan tangan iman. Dengan penuh kasih kita mengasihi Dia dan itu harus nyata. Apakah benar saudara mengasihi Dia dengan nyata, dengan fakta. Kalau benar saudara mengasihi Dia sekalipun tidak kita lihat, maka buktikan iman yang jauh lebih tinggi nilainya.

Status kedua adalah Mempelai Wanita. Di sini belum nyata siapa Mempelai Wanita, tetapi Yohanes sudah bicara tentang Mempelai Wanita. Dia sudah melihat dengan mata rohaninya bagaimana Mempelai Laki-laki dan Mempelai Wanita berhadap-hadapan, sehingga dia bersukacita mendengar suara Mempelai Laki-laki Sorga. Dengan iman dia mendengar Mempelai Wanita memuji Mempelai Laki-laki Sorga. Dan dia sudah mendengar dengan telinga rohaninya Mempelai Laki-laki memuji Mempelai WanitaNya.

Kita yang mau diangkat oleh sahabat dengan bekerja keras untuk tampilkan gereja Tuhan untuk menjadi mempelai wanita mengapa kita tidak gairah mendengar suaraNya, tidak ada gairah untuk bercumbu rayu dengan Yesus lewat doa penyembahan. Mestinya kita datang kepada Yesus menyembah Dia, bagaikan cumbu rayu kita kepada Dia.

Pemberita yang tidak menampilkan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga, tidak ada yang mengadu mereka. Tetapi  kalau kita menampilkan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga, disitu iblis berupaya untuk mengadu pemberita. Tetapi sikap Yohanes paling jempolan menghadapi roh adu domba ini. Yohanes berkata “tidak ada orang yang dapat berbuat kalau bukan dari atas. Aku bukan Mesias tetapi aku dipanggil untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias”.

Itu tugas hamba Tuhan, sekaligus dia sendiri akan masuk dalam tubuh Mempelai Wanita. Pelayanannya ialah bertugas mempersiapkan gereja untuk menjadi Mempelai sekaligus dia sendiri akan masuk. Jadi dia bertugas menangani dirinya dan bertugas melayani umat yang Tuhan percayakan. Kalau dirinya sendiri tidak ada tindakan-tindakan untuk menampilkan diri menjadi mempelai, bagaimana bisa membawa jemaat menjadi mempelai. Ada dua kemungkinan, pertama karena dia sendiri tidak tahu hal ini dan kedua dia tahu tetapi tidak ada upaya untuk itu (masa bodoh).

Jadi ada tiga golongan yaitu Mempelai Laki-laki, Mempelai Wanita dan sahabat Mempelai. Mempelai wanita diapit oleh Mempelai Laki-laki dan sahabat Mempelai. Mempelai laki-laki dan sahabat mempelai sudah nyata, mempelai wanita belum nyata dan sedang menuju untuk diwujudkan. Kita sedang melangkah ke sana dan tugas kami hamba Tuhan untuk mempersiapkan. Dalam tugas mempersiapkan inilah beresiko berat sebab meluruskan lorong-lorong, mau menimbun lembah, bukit diratakan, jalan yang bengkok diluruskan, lekak-lekuk harus diratakan. Kalau itu benda mati maka tidak ada reaksi, tetapi ini yang mau diluruskan adalah manusia.

Kadang saya tiba pada perenungan, mengapa saya bodoh mau mengurus orang. Tetapi itu berarti mengelak dari panggilan.
Yeremia 20:9
20:9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.

Mengapa harus meluruskan yang bengkok, pusing amat dengan mereka, biarkan saja bengkok-bengkok. Tetapi sebagai sahabat tidak demikian, sahabat itu berkata “biarlah aku makin kecil dan Yesus makin besar”. Olehnya permohonan  rasul Paulus kepada jemaat supaya membantu dalam doa agar dia berani memberitakan rahasia injil. Kalau bicara rahasia injil, butuh dukungan doa dari jemaat. Kalau memberitakan injil belum ada permohonan, tetapi kalau menyangkut rahasia butuh dukungan sebab arus balik yang pasti akan ditemui.

Jemaat Tuhan, terima kasih bila saudara menyisipkan kami dalam doa. Namun jika tidak, tetapi kami tidak akan urung niat, kami tetap akan bekerja sampai garis akhir atau sampai Tuhan datang. Tugas hamba Tuhan ini bukan sesuatu yang enteng.
Amsal 17:17
17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

Yohanes sebagai sahabat Yesus. Kalau sekarang hamba Tuhan yang menjadi sahabat.
Yohanes 15:14-15
15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Umat Tuhan yang sedang digarap oleh Firman Allah sebenarnya harus menempatkan diri sebagai sahabat, pendukung dalam pekerjaan untuk mempersiapkan hidup menjadi Mempelai Wanita.

Sikap sahabat mempelai ini mendengar Firman mestinya menjadi pendorong bagi kita. Aneh kalau sahabat mempelai ini bersukacita mendengar suara Mempelai kemudian calon Mempelai wanita malah tidak bersukacita, mukanya muring-muring, mukanya seperti muka kriminal. Mari kita bersukacita mendengar suara Mempelai.
Kisah Rasul 13:48
13:48 Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.

Di dalam penyembahan mari kita bercumbu rayu dengan Tuhan. Di dalam Kidung Agung, mempelai laki-laki memuji mempelai wanita dan mempelai wanita memuji mempelai laki-laki. Prakteknya dalam rumah tangga kita. Betapa indahnya suami memuji isteri dan isteri memuji suami, bukannya saling mencela.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar