20180328

Kebaktian PA Yeremia, Rabu 28 Maret 2018 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yeremia 4:5-8,14
4:5 Beritahukanlah di Yehuda dan kabarkanlah di Yerusalem: Tiuplah sangkakala di dalam negeri, berserulah keras-keras: "Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu!"
4:6 Angkatlah panji-panji ke arah Sion! Cepat-cepatlah kamu mengungsi, jangan tinggal diam! Sebab Aku mendatangkan malapetaka dari utara dan kehancuran yang besar.
4:7 Singa telah bangkit dari belukar, pemusnah bangsa-bangsa telah berangkat, telah keluar dari tempatnya untuk membuat negerimu menjadi tandus; kota-kotamu akan dijadikan puing, tidak ada yang mendiaminya.
4:8 Oleh karena itu lilitkanlah kain kabung, menangis dan merataplah; sebab murka TUHAN yang menyala-nyala tidak surut dari pada kita.
4:14 Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancangan kedurjanaanmu?

Kita dapat melihat tuntunan Tuhan makin jelas, apa yang sedang Tuhan lakukan dan bagaimana sikap kita menanggapi perbuatan-perbuatan Tuhan. Di sini langsung mencakup Yehuda, Yerusalem dan Sion. Secara akumulasi ketiga hal ini disebut seorang wanita yang disebut isteri yang tidak setia. Kemudian Israel yang 10 suku disebut juga seorang wanita yang disebut isteri yang murtad.

Jadi dua wanita yang ada di depan kita Tuhan perlihatkan. Dua wanita dan sekaligus dua orang dalam status isteri Tuhan diperhadapkan kepada kita dengan tujuan agar kita melihat dan belajar untuk mengkondisikan atau memposisikan diri di mana. Karena dua-dua ini adalah wanita atau perempuan. Dua-dua punya status isteri dan suami mereka adalah Tuhan.
Yesaya 54:5
54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Bukankah kita gereja Tuhan disebut bertunangan dengan Tuhan? Iya, berarti gereja Tuhan juga akan diangkat pada status isteri Anak Domba Allah. Tuhan tampilkan dua wanita ini yang juga dalam status sebagai isteri, agar kita belajar, jangan sampai kita yang disebut tunangan gagal mencapai status isteri (tubuh Kristus).

Kalau kita melihat dua wanita ini, yang satu 10 suku kerajaan Israel yang ibu kotanya Samaria, yang satu lagi 2 suku kerajaan Yehuda yang ibu kotanya Yerusalem. 10 suku yang statusnya isteri ini telah berbalik, statusnya disebut oleh Firman “murtad”. Kenapa isteri yang satu ini murtad? Tentu ada penyebabnya. Tidak mungkin mereka langsung murtad tanpa ada biang kerok atau penyebabnya. Ada dua penyebab yang Tuhan paparkan kepada kita. Agar kita berhasil mencapai status isteri maka jangan sampai kita seperti perempuan yang satu ini, perempuan yang murtad.

Pokok masalah pertama kenapa mereka murtad adalah peran pelayan (imam). Kenapa gereja murtad, itu disebabkan oleh pendeta-pendeta. Kalau saudara melihat satu contoh, terjadi konfrontir antara Yeremia dan Hananya. Andaikata Yeremia tidak mau cari persoalan maka dia biarkan saja, untuk apa dia harus konfrontir. Tetapi tidak seperti itu, sebab kalau Yeremia diam itu sama dengan dia tidak menghargai panggilan Tuhan. Itu sebabnya Yeremia perangi, dia menantang yang satu ini! Sebab apa? Karena akibat perbuatan mereka membuat umat justru percaya yang dusta sehingga mereka murtad kepada Tuhan.

Kalau Yeremia diam saja dari pada cari masalah, terserah mereka mau ujungnya di mana, mau ke neraka atau mau ketemu setan besar itu terserah mereka jika Yeremia berbuat seperti itu, berarti dia bukan hamba Tuhan yang benar! Kalau hamba Tuhan yang benar tahu sesuatu itu salah maka dia berani konfrontir! Saya sebagai hamba Tuhan harus belajar dan saya harus melihat teladan dalam Firman.

Ini penyebab murtad:
Yeremia 28:16
28:16 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN."

Kalau Yeremia berpikir secara rasio dan sayang dirinya, untuk apa dia menantang seperti ini. Tetapi karena panggilan Yeremia murni dari Tuhan untuk menolong umat Tuhan, masakan dia mau diam saja.

Yeremia 28:10-11
28:10 Kemudian nabi Hananya mengambil gandar itu dari pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya.
28:11 Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: "Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!" Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana.

Hananya tunjuk jago di depan umat padahal dia melawan Firman Tuhan. Tuhan sudah berfirman lewat Yeremia bahwa 70 tahun mereka akan dibuang. Kalau berita Hananya ini didengar orang banyak, jelas mereka gembira, sebab siapa yang mau dijajah dan dipecundangi bangsa lain. Padahal ini kebohongan, ini Firman yang tidak benar yang disampaikan Hananya.


Yeremia 28:12-13
28:12 Maka sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, datanglah firman TUHAN kepada Yeremia:
28:13 "Pergilah mengatakan kepada Hananya: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!

Secara daging sudah benar Yeremia undur, untuk apa dia peduli lagi dengan Hananya yang sudah mematahkan kuk yang dia buat. Tetapi Tuhan menyuruh Yerema supaya maju menghadapi Hananya.

Yeremia 28:14-15
28:14 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya."
28:15 Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.

Coba saudara berkata pada seseorang “Tuhan tidak mengutus engkau, bohong yang kau katakan tadi, berita yang tidak benar yang engkau sampaikan!”. Secara logika ini cari gara-gara, cari masalah. Kalau sifat daging cocok dengan ayat 11 yaitu Yeremia undur. Tetapi Firman Tuhan tidak seperti itu. Tuhan katakan bahwa dia sudah dipanggil dari kandungan, dipilih dari kandungan untuk melayani. Sampai Yeremia tidak diizinkan untuk menikah, banyak hal yang dilarang langsung oleh Tuhan. Sekarang dia disuruh konfrontasi dengan Hananya, berlawan-lawanan langsung dengan Hananya. Akhirnya benar Hananya yang mati.

Yeremia 28:16-17
28:16 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN."
28:17 Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.

Pada pasal 40an, Yeremia kembali menantang kelompok nabi-nabi dengan pengikut-pengikutnya “sekarang kita mau tahu, ucapanku yang benar atau ucapan kamu yang benar” ternyata perkataan Yeremia yang benar. Perkataan pelayan yang banyak yang didukung oleh umat itu tidak benar. Di sini status sebagai isteri bisa gagal, tidak terus sampai pernikahan gara-gara pelayan yang mengajarkan dusta dan membuat umat Tuhan murtad. Murtad berarti meninggalkan pengajaran yang sehat.

Yeremia 44:28
44:28 Hanya beberapa orang yang terluput dari pedang -- jumlahnya kecil -- yang akan kembali dari tanah Mesir ke tanah Yehuda. Maka seluruh sisa Yehuda yang telah pergi ke Mesir untuk tinggal sebagai orang asing di sana akan mengetahui perkataan siapa yang terwujud, perkataan-Ku atau perkataan mereka.

Tuhan cari hamba Tuhan yang seperti ini, harus tegas! Tidak boleh lembek-lembek.

Markus meninggalkan Paulus dan Barnabas, dia kembali ke Yerusalem. Kenapa kembali ke Yerusalem? Karena di Yerusalem ada rumah yaitu rumah ibunya. Artinya dia kembali kepada keenakan dagingnya.
Kisah Para Rasul 13:13; 12:12
13:13 Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.
12:12 Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.

Penyebab pertama umat Tuhan murtad sebab mereka mendapat pelayanan dari pelayan yang tahbisannya tidak benar, yang warna bahasanya hanya dusta, itulah Hananya. Hananya ini punya kawan bukan hanya satu tetapi sampai puluhan bahkan ratusan. Saudara bayangkan, di atas kertas Yeremia ini sendiri. Di sana ada puluhan orang. Sudah dapat dikatakan pandangan kasat mata jemaat “yang banyak itu yang benar, yang satu itu belum tentu benar”.

Yang menjadi penyebab murtad yang kedua adalah dari pribadi umat itu sendiri satu demi satu. Kita tinggal selangkah lagi duduk di pelaminan, sah menjadi isteri Anak domba, jangan sampai murtad.

Pemimpin yang tidak benar itu justru disenangi oleh orang banyak. Tetapi Tuhan katakan apa yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya.
Yerema 5:31
5:31 Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?

Yehezkiel berseru sampai tiga kali berkata kesudahannya tiba.
Yehezkiel 7:3,6
7:3 Kini kesudahanmu tiba dan Aku akan mencurahkan murka-Ku atasmu dan Aku akan menghakimi engkau selaras dengan tingkah lakumu dan Aku akan membalaskan kepadamu segala perbuatanmu yang keji.
7:6 Kesudahan datang, kesudahanmu tiba, seakan-akan ia terbangun melawan engkau, lihat datangnya!

Jangan sampai kita tidak selektif, tidak pandai-pandai memantau, apakah saya dilayani oleh hamba Tuhan model Hananya atau model Yeremia. Andaikata saudara datang di sini lalu mendapati hamba Tuhan model Hananya, rugi saudara datang, jangan saudara datang!

Jangan hanya mendengar pandai dia bicara, fasih lidah dia. Belum tentu itu benar. Lihat dulu orangnya, dia tegas atau tidak, dia ada dalam tahbisan yang benar atau tidak.

Kita perhatikan kembali, penyebab pertama yaitu karena pemimpin. Jumlah mereka banyak, siapa yang bisa mencurigai bahwa itu salah. Makanya ramai-ramai umat percaya dan berkata “iya”. Apa yang terjadi kalau kesudahannya tiba, kalau kesudahannya tiba maka mereka akan gigit jari. Dan bukan hanya gigit jari tetapi mereka dijadikan sate oleh antikris dan hadapi kesulitan dunia akhir zaman ini.

Itu sebabnya kita jangan sampai salah arah. Kita harus mengejar dan memburu status isteri Anak Domba Allah, itu yang harus kita kejar, jangan gagal. Jadikan kegagalan-kegagalan mereka sebagai pembelajaran bagi kita.

Penyebab yang kedua adalah pribadi itu sendiri yang membuat dia gagal. Tadinya ikrar setia kepada Tuhan, setia pada ajaran yang benar, setia pada berita mempelai, setia pada berita kepala. Tetapi sadar atau tidak sadar akhirnya murtad. Apa masalahnya? Persoalannya di sini secara pribadi, tidak ada hubungan dengan kesalahan orang lain.
Lukas 8:6
8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.

Ini masalahnya. Persoalan di sini karena tidak mendapat air. Artinya kehidupan itu menjauh dari siraman hujan Firman pengajaran. Sekalipun itu tanah di atas batu tetapi kalau selalu disiram maka bisa bertumbuh. Artinya kalau saja kehidupan itu terus menerus ada di tempat dia disirami, pasti dia tidak akan murtad. Jadi tolok ukurnya bukan awal-awalnya menggebu-gebu luar biasa. Kalau satu ketika anda menjauh dari siraman air Firman Tuhan, keringlah saudara. Dan apa kata Firman Tuhan? Murtad!

Lukas 8:13
8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

Siapa mau curigai, dia gembira sekali. Tetapi hanya awal-awalnya gembira, lama-lama tidak mau lagi disiram sehingga akhirnya kena penyakit 6 huruf yaitu murtad! Itulah penyebab mengapa isteri yang satu ini akhirnya ditolak oleh Tuhan dan dikirimkan surat cerai. Ini gambaran gereja Tuhan. Gereja Tuhan di hadapan Tuhan hanya ada dua. Gereja murtad akan berakhir di Babel dan gereja yang setia di Yerusalem.

Memang bisa dikatakan sekarang kita masih kadang tidak setia, tetapi kembalilah setia supaya bisa berada di Yerusalem. Kadang kita menyanyi setia tetapi sebenarnya tanpa kasih. Kalau kita benar mengasihi Tuhan pasti kita setia. Karena tidak setia untuk disirami sehingga layu, ketika layu dibiarkan akhirnya mati.

Itu sebenarnya masalahnya namun kadang dianggap bukan masalah. Yang kita anggap tidak masalah, itu yang nanti akan menjadi apa-apa bagi saudara. Jangan saudara main-main dengan Tuhan. Kami melayani bukan mencari sesuap nasi. Untuk apa cari gara-gara, harus marah-marah kelihatannya. Tetapi tujuannya hanya satu yaitu supaya saudara tampil sebagai Mempelai WanitaNya.

Jadi di mana praktek kasih itu?
I Yohanes 4:19-20     
4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Jika Yeremia tidak senang dengan mereka maka dia akan berkata “kalau mau mati, mati saja. Yang mau ke pedang, ke pedanglah”. Ini bukan maunya Yeremia tetapi Tuhan sendiri. Itu berarti Tuhan tidak menyayangi, Dia benci mereka. Tetapi karena kasih sayang maka mereka ditegur. Seringkali kita mengatakan seseorang itu mengasihi kita kalau dia memberikan sesuatu pada kita. Padahal kalau ditegur maka itu tanda bahwa kita dikasihi.
Yeremia 15:2
15:2 Dan apabila mereka bertanya kepadamu: Ke manakah kami harus pergi?, maka jawablah mereka: Beginilah firman TUHAN: Yang ke maut, ke mautlah! Yang ke pedang, ke pedanglah! Yang ke kelaparan, ke kelaparanlah! dan yang ke tawanan, ke tawananlah!

Sekarang buktikan bahwa saudara tetap disiram, mulai dari suami isteri, beri diri sama-sama disiram, sehingga akhirnya suami isteri itu sama dihentar masuk pada nikah yang rohani. Jangan sampai saudara murtad, kalau sudah murtad sudah susah untuk kembali.

Kurang lebih tahun 722 sebelum masehi ranting  yang 10 suku itu ditebas oleh Tuhan lewat bangsa Asyur lalu dibuang dan tidak pernah mereka kembali karena mereka ini murtad. Tahun 610 sebelum masehi ranting dari 2 suku ini ditebang oleh Tuhan dan dibawa ke Babel tetapi 70 tahun kemudian mereka kembali. Ini gambaran isteri yang tidak setia, dibuang dan mereka kembali. Kalau murtad, tidak pernah kembali lagi sampai zaman Yesus datang pertama kali. Kalau sekarang mereka mulai kembali untuk menggenapi Firman.

Kalau kita bangsa kafir tidak hati-hati, aduhai, kita akan mengalami kemalangan yang menyayat hati. Saudara akan melihat isterimu diperkosa di depanmu, anakmu diperkosa di depanmu sampai anak yang terakhir, itu mengerikan! Makanya biarlah kita disiram terus oleh air Firman Tuhan, jangan sampai murtad.

Kita sudah mendengar pembukaan rahasia Firman, hal-hal yang akan terjadi ke depan sudah disampaikan oleh hamba Tuhan, jangan sampai murtad.
Ibrani 6:5-6
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Yang murtad ini adalah gambaran dari kerajaan Israel yang 10 suku.
Yeremia 3:7-8
3:7 Pikir-Ku: Sesudah melakukan semuanya ini, ia akan kembali kepada-Ku, tetapi ia tidak kembali. Hal itu telah dilihat oleh Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia.
3:8 Dilihatnya, bahwa oleh karena zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai; namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi bersundal.

Murtad artinya meninggalkan ajaran yang benar, meninggalkan persekutuan yang benar dan mendukung persekutuan yang tidak benar. Meninggalkan ajaran yang benar dan mendukung ajaran yang tidak benar, itu murtad! Jangan sampai kita temukan diri kita seperti ini.

Kalau yang dua suku ini, yaitu kerajaan di selatan yang ibu kotanya Yerusalem, disebut isteri yang tidak setia. Karena ketidaksetiaanya maka akan membayar dengan dibuang 70 tahun di Babel. Kalau di depan ini kita tidak berhasil meraih status sebagai isteri Anak Domba Allah karena seperti 10 suku yang murtad, penyebabnya karena pelayan-pelayan Tuhan dan ulahnya sendiri, maka pasti terhilang.

Kepada 10 suku yang murtad itu Tuhan katakan “kalau engkau mau kembali” jadi tidak ada ajakan langsung dari Tuhan”. Cara Tuhan lain kepada dua suku yaitu isteri yang tidak setia ini.
Yeremia 4:1,14
4:1 "Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman TUHAN, kembalilah engkau kepada-Ku; dan jika engkau mau menjauhkan dewa-dewamu yang menjijikkan, tidak usahlah engkau melarikan diri dari hadapan-Ku!
4:14 Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancangan kedurjanaanmu?

Tidak setia ini digambarkan sebagai pasangan suami isteri, masih satu rumah tetapi tidak setia. Kadang satu minggu satu rumah, tetapi satu bulan di lain tempat. Itu gambaran tidak setia. Kadang makan semeja bersama-sama, tetapi kadang makan sendiri-sendirian, yang lain di dapur yang lain entah di mana.

Jika kita tidak setia, jangan kaget kalau angka 70 yang negatifnya seringkali saudara hadapi. Sebab angka 70 itu ada yang positif, ada yang negatif. Yang positif maka angka 70 itu adalah angka keberhasilan dan angka kemenangan. Kalau negatif seperti 70 tua-tua yang memberikan nasihat jahat/penipuan.

Ibrani 6:6
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Jika murtad maka Tuhan melihat orang itu sudah menghina salib Golgota di muka umum. Sekali lagi ini jangan terjadi di dalam diri kita.

Sekarang kita bicara isteri yang tidak setia. Kalau isteri yang murtad disebut dengan satu kata saja yaitu Israel. Tetapi isteri yang tidak setia ini tidak hanya disebut Yehuda namun disebut juga Yerusalem dan disebut juga Sion. Ketiga kata ini menunjuk tiga pribadi atau tiga suasana tetapi sesungguhnya satu.

Kalau Sion, Alkitab mengatakan di sana nama Tuhan selalu diserukan. Kalau di Yerusalem, memuja dan memuji Tuhan, itu bagus. Tetapi kalau namanya setia dua hal itu harus ada. Itu baru lengkap kesetiaan mereka. Kita gereja Tuhan di akhir zaman ini seringkali hanya suka Yerusalem yang memuja dan memuji Tuhan tetapi tidak ada Firman pengajaran di dalamnya.
Mazmur 102:22
102:22 supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem,

Nama Tuhan itulah Firman.
Wahyu 19:13
19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

Saudara setia memuji-muji tetapi itu baru 50%, di mana itu pengajarannya. Saudara setia dengan pengajaran tetapi di mana doa penyembahanmu. Ini berarti kesetiaanmu masih longgar. Apalagi kalau hanya memuji tanpa pengajaran.  Seharusnya baru lengkap:
Mazmur 149:6
149:6 Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

Makanya Sion dan Yerusalem ini keduanya disebut puteri-puteri. Sion disebut puteri yang jelita. Kalau kita gereja Tuhan hanya tampil setia tetapi hanya dalam memuji dan tidak ada Firman pengajaran maka Alkitab mengatakan justru dia akan disumpah-sumpahi oleh puteri Sion.

Kidung Agung 2:7; 5:16,9
2:7 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!
5:16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.
5:9 -- Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini?

Kalau hanya status puteri Yerusalem maka mereka disumpahi.

Kidung Agung 5:10
5:10 -- Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.

Dia mengenal mempelai Laki-laki itu putih bersih karena dia tidak menolak Firman pengajaran. Selaksa = 10.000.
I Korintus 4:15-16
4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
4:15 Karena meskipun kamu ada sepuluh ribu guru di dalam Kristus, tetapi kamu tiada banyak Bapa; karena di dalam Kristus Yesus aku ini telah memperanakkan kamu dengan Injil itu. (TL)

Sekalipun 10.000 ajaran tetapi hanya satu bapa. Artinya sekalipun ada 10.000 pengajaran namun  hanya satu yang menyolok mata yaitu Firman pengajaran mempelai. Itu berarti saudara merangkul Firman pengajaran.

Selanjutnya saudara melihat bagaimana harumnya bedeng rempah-rempah.

Sekalipun secara terpisah Yerusalem dan Sion tetapi kita harus kombinasikan, jangan dipisah. Kalau dipisahkan Yerusalem dan Sion akhirnya kita akan kena roh tidak setia. Roh pujian itu Yerusalem dan Firman pengajaran itu Sion.
Yesaya 2:2
2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,

Itu harus dikombinasaikan. Kadang kita hanya setia mendengar Firman pengajaran tetapi kalau diajak menyembah dan memuji Tuhan tidak gairah, apa lagi kalau diajak doa puasa. Israel yang murtad itu merasa lebih benar dari pada perempuan yang tidak setia. Bayangkan, sudah murtad tetapi masih merasa lebih baik dari isteri yang tidak setia. Ini jangan sampai terjadi, kita tinggal selangkah untuk meraih status isteri Anak Domba Allah, jangan sampai kita gagal.

Kalau kami hamba Tuhan cuma mau cari aman, untuk apa konfrontasi dengan pelayan yang salah. Tetapi bukan demikian, kami ini dipanggil untuk mempersiapkan umat yang layak diterima oleh Tuhan. Kalau demikian apakah saya biarkan saja saudara diganggu Hananya, apakah saya diam saja membiarkan saudara cenderung mendengar sauara Hananya-Hananya? Saya tidak mau demikian! Sebab nanti saya yang dumurkai oleh Tuhan.

Makanya harus hati-hati di penghujung akhir zaman ini. Kita harus membersihkan hati karena itu permintaan Tuhan.

Yeremia 4:8
4:8 Oleh karena itu lilitkanlah kain kabung, menangis dan merataplah; sebab murka TUHAN yang menyala-nyala tidak surut dari pada kita.

Kenapa Yeremia dan umat disuruh meratap? Karena ada ancaman murka Tuhan yang mengerikan yang akan terjadi di depan.

Kalau Tuhan lihat saya leha-leha tidak setia, lebih baik pencet saja hidung saya supaya habis. Kalau sekarang saya mati masuk sorga, dari ada hidup sampai 3,5 tahun aniaya antikristus saya tidak akan sanggup. Bisa terjadi penyangkalan.

Sion sudah digambar di telapan tangan Tuhan, berarti setiap Tuhan buka telapak tanganNya maka Dia melihat gambar umatNya, inilah Sion, ini Mempelai WanitaNya. Bukan digambar di punggung tangan, kalau antikristus capnya di punggung tangan. Tetap kita di tulis di telapak tangan Tuhan. Berarti kita sudah ada dalam gagasan, wacana bahkan tindakan untuk menciptakan kita menjadi mempelai wanitaNya.

Sebabnya marilah serius dengan Tuhan, jangan tunggu kita dibuang. Baik Yerusalem, Sion dan Yehuda punya pengalaman di buang 70 tahun di Babel. Tetapi Israel yang 10 suku dibuang untuk selanjutnya dan tidak pernah kembali. Ini jangan sampai terjadi pada diri kita. Jangan coba-coba saudara melangkah pada apa yang disebut murtad. Murtad artinya meninggalkan pengajaran Firman Tuhan yang sehat.  Pdt. Totaijs mengatakan meninggalkan pengajaran yang sehat itu sama dengan gugur dari iman, ini jangan sampai terjadi pada kita.

Tuhan memberkati.


GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar