20180318

Kebaktian Umum, Minggu 18 Maret 2018 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 5:1-4
5:1 Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.
5:2 Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"
5:3 Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.
5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
Pasal 5 ini adalah tindak lanjut pasal 4 ayat 1, di mana Tuhan mengatakan “Aku akan memperlihatkan hal-hal yang akan terjadi sesudah ini”. Berarti begitu kita masuk pada pasal 5 dan selanjutnya, di sana ada bahasa Firman Tuhan, suatu peringatan bagi gereja Tuhan agar kita mengikuti alur Firman Tuhan, jangan sampai kita berseberangan dengan Firman Tuhan. Jika kita berseberangan dengan Tuhan maka kita tidak akan bertemu dengan Mempelai Laki-laki Sorga. Untuk bertemu dengan Mempelai Laki-laki Sorga maka dari sorga merasa bahwa pembukaan rahasia Firman itu adalah kebutuhan dan itu adalah jalur satu-satunya supaya gereja Tuhan mengenal rencana Tuhan.

Sorga berkepentingan membukakan Firman Tuhan kepada gerejaNya, tetapi aneh gereja Tuhan hari-hari terakhir ini malah mencemooh korban tebusan. Ini jangan sampai terjadi pada kita.
Amsal 14:9
14:9 Orang bodoh mencemoohkan korban tebusan, tetapi orang jujur saling menunjukkan kebaikan.

Pembukaan meterai yang identik dengan pembukaan rahasia Firman, itu lebih utama bagi kita gereja Tuhan di akhir zaman ini. Sebab selalu disebutkan rahasia bagian dalam, bahkan sampai tiga kali disebut “bagian dalam”. Tuhan berkepentingan, Tuhan sendiri merasa bahwa gereja Tuhan wajib untuk mengerti rahasia Tuhan. Dari pihak Tuhan telah terulur tanganNya.

Di tangan kananNya ini ada sebuah gulungan kitab. Tidak dua kitab, hanya satu. Sekalipun tangan Tuhan itu terulur siap memberi, tetapi bukan berarti pembukaan rahasia Firman itu enteng atau murahan. Pembukaan rahasia Firman tidak enteng dan tidak murahan. Sebabnya bagi kita gereja Tuhan mulai dari kami hamba Tuhan, harus memiliki kerinduan hati yang mendalam  untuk mengetahui perkara ini.

Jadi Tuhan siap memberi tetapi alamat yang akan menerima pemberian Tuhan itu harus jelas. Dalam Wahyu 5:4 benar-benar jelas, kitab itu disambut rasul Yohanes. Kerinduan hati dari rasul Yohanes yang sangat mendalam ini bisa dilihat dia menangis sangat sedih. Bukan hanya sekedar menangis, namun kerinduan hatinya untuk mengetahui  isi kitab bagian dalam itu dibayar Yohanes dengan ratap tangis.

Kata menangis dalam Alkitab ada dua yaitu dacro dan claio. Kalau dacro hanya menangis karena simpati. Namun kalau claio itu menangis dengan meraung-raung, meletup-letup bagaikan orang meratap. Ini harga yang harus dibayar oleh Yohanes. Yang dilakukan Yohanes untuk kepentingan kita. Dalam surat Ibrani dikatakan Yesus naik ke sorga demi kepentingan kita dan pembukaan rahasia Firman ini adalah bagian untuk kepentingan kita. Coba saudara bayangkan, siapa kita ini sehingga Yesus begitu besar perhatianNya, sangat besar peduli Tuhan kepada kita, Dia naik ke sorga demi kepentingan kita. Dia naik ke Sorga, Dia duduk di takhta dan Dia siap membuka rahasia Firman Tuhan.
Ibrani 9:24
9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Seandainya Dia tidak mengerjakan hal ini, bagaimana nasib kita. Kalau kita umat Tuhan yang hidup akhir zaman ini sadar dan paham bahwa apa yang dilakukan oleh Tuhan itu demi kepentingan kita maka kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita.

Tangan Tuhan sudah terulur dan siap memberi. Namun itu bukan murahan, harus dibayar dengan kerinduan hati yang mendalam. Kalau ada kerinduan hati yang mendalam seperti rasul Yohanes, tentu ketika dia menerima rahasia Firman, karena sudah dia bayar mahal maka dia tidak akan menyalah gunakan.

Di penghujung akhir zaman ini 71% Kristen sudah merosot, tinggal 29% yang eksis. Tinggal 2 sidang jemaat yang bertahan, itulah Filadelfia dan Smirna. Bahkan 2 sidang jemaat ini masih dilempar fitnah oleh jemaat iblis, hal-hal yang tidak dilakukan oleh Filadelfia dan Smirna mereka ekspose keluar hal yang negatif. Namun walaupun tinggal 29%, Tuhan tetap mempedulikan umatNya, dengan harapan yang 71% kembali sadar. Makanya pada pasal 5 ada pembukaan rahasia Firman.

Pembukaan rahasia Firman itu dibayar mahal oleh Yohanes dengan menangis meletup-letup agar nanti jangan dia salah menggunakan pembukaan rahasia Firman ini. Di akhir zaman ini banyak orang mengaku pembukaan rahasia Firman tetapi salah arah, salah sasaran.

Olehnya supaya rasul Yohanes tidak salah menggunakan maka dia sangat mempedulikan dan sangat merindukan agar rahasia Firman dibukakan dan lagi-lagi itu untuk kita. Apalagi bicara pembukaan meterai itu ada hubungannya dengan akhir zaman.
Daniel 12:4
12:4 Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Yohanes ini punya kerinduan hati untuk mendapatkan. Walaupun tadinya Tuhan sudah siap memberi tetapi dilihat dulu alamat kepada siapa bisa Dia percayakan. Dalam ayat 3 mengatakan baik di sorga, di bumi dan di bawah bumi, tidak ada yang bisa membuka meterai.
Wahyu 5:3
5:3 Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.

Untuk membuka pikiran rasul Yohanes bahwa pembukaan rahasia Firman itu mahal harganya. Jadi kalau kita dilawati Tuhan dalam pembukaan rahasia Firman yaitu rahasia nikah Kristus dan rahasia ibadah, kalau kita diarahkan dan dihentar pada kegenapan dua rahasia ini, itu mahal dan tidak murahan. Tetapi saya sebagai hamba Tuhan meraba sidang jemaat, masih ada yang kurang menghargai. Masih terasa ada yang menanggapi biasa-biasa saja. Ini membuat saya harus meratap dan menangis. Tuhan sudah percayakan pembukaan rahasia Firman Tuhan, kemudian disampaikan namun masih ada juga yang tampil dengan roh penolakan atau tidak percaya.

Kita ini menghadapi puncaknya dosa. Dan bukan hanya puncaknya dosa namun menghadapi kekuatan antikrist, itu yang sedang kita alami. Kalau kita mendapatkan pembukaan rahasia Firman Tuhan, itu tidak untuk selama-lamanya karena satu saat akan ditutup kembali oleh Tuhan. Jangan sampai itu terjadi kita baru sadar, baru mau mencari tetapi sudah ditutup oleh Tuhan, sementara kita berada pada puncaknya dosa. Itu sebabnya perlu pembukaan rahasia Firman.

Kita akan dibawa Tuhan pada satu contoh di dalam Firman Tuhan. Ada satu raja yang menghadapi musuh yang berada di satu tempat yang namanya puncak dan disitu juga disebut kekuatan, itulah raja Yoas menghadapi bangsa Aram.
II Raja-raja 13:14
13:14 Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!"

Elisa adalah nabi yang dipakai oleh Tuhan, dalam usia tua dia sakit dan dengan penyakitnya itu akhirnya dia mati. Elisa adalah pribadi yang punya Firman dan punya Roh Kudus. Jadi matinya Elisa mengandung nilai rohani bahwa Firman dan Roh Kudus segera diangkat. Sebelum diangkat maka Yoas diperhadapkan suatu kekuatan yang luar biasa.
Yoas menempatkan diri sebagai anak di hadapan Elisa. Artinya kita harus menempatkan diri sebagai anak di hadapan Bapa Sorgawi yaitu Firman dan Roh Kudus itu sendiri. Kereta itu adalah alat perang, dia menghadapi kekuatan musuh di depan, justru menjelang Firman dan Roh Kudus diangkat. Kalau kita baru mau mencari Firman sedang Firman dan Roh Kudus sudah diangkat maka itu sia-sia. Sementara kita diperhadapkan dengan puncaknya dosa bersama kekuatannya.

II Raja-raja 13:15-17
13:15 Berkatalah Elisa kepadanya: "Ambillah busur dan anak-anak panah!" Lalu diambillah busur dan anak-anak panah.
13:16 Berkatalah ia kepada raja Israel: "Tariklah busurmu!" Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja,
13:17 serta berkata: "Bukalah jendela yang di sebelah timur!" Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: "Panahlah!" Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: "Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap."

Busur itu menunjuk Alkitab, anak panah itu menujuk ayat-ayat Firman Tuhan.
Aram artinya puncak, Afek adalah kekuatan. Jadi kita akan menghadapi puncak kekuatan dosa di akhir zaman ini. Gereja sudah diancam, Firman dan Roh sudah mau diangkat, jangan kita santai-santai. Itu sebabnya Yoas berteriak “bapaku, bapaku” sebab dia menghadapi peperangan yang dahsyat. Kita ini menghadapi pemuncakan segala dosa kenajisan dan kejahatan dengan kekuatannya.

Aram ini bukanlah orang yang asing bagi Israel sebab nenek moyang mereka berasal dari Aram. Abraham itu berasal dari Aram.
Kejadian 25:20-21
25:20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya.
25:21 Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung.

Ulangan 26:5
26:5 Kemudian engkau harus menyatakan di hadapan TUHAN, Allahmu, demikian: Bapaku dahulu seorang Aram, seorang pengembara. Ia pergi ke Mesir dengan sedikit orang saja dan tinggal di sana sebagai orang asing, tetapi di sana ia menjadi suatu bangsa yang besar, kuat dan banyak jumlahnya.

Aram ini yang dihadapi oleh Yoas, justru menjelang Elisa meningal, berarti Firman dan Roh Kudus segera akan diangkat. Jadi, yang mengganggu gereja Tuhan yaitu masa lalu! Kalau rahasia Firman tidak dibuka maka kita disambar dengan cara hidup masa lalu kita sehingga hancurlah kita. Inilah yang sekarang sedang unjuk gigi. Tidak sedikit pendeta yang menyerah, takut menghadapi gerakan masa lalu ini. Kalau gereja Tuhan tanpa pembukaan rahasia Firman Tuhan maka akibatnya menyerah kepada Aram yang ada di Afek, menyerah pada kehidupan masa lalu. Tersandung oleh keadaan hidup masa lampau. Ini yang sekarang lagi mencuat, yaitu persoalan adat istiadat, sebab ini ciptaan nenek moyang dan kita ditebus dari sana.
1 Petrus 1:18
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

Saya kaget dengan orang-orang yang dulu menggebu-gebu dalam Kabar Mempelai sekarang menyerah pada kehidupan masa lalu. Ini yang kita jaga di penghujung akhir zaman, karena Firman dan Roh Kudus segera akan diangkat, sementara kita menghadapi serbuan yang luar biasa dari cara kehidupan masa lalu. Apa itu kehidupan masa lalu, apa yang mengganggu kita.

Saya heran dengan orang yang mengaku pekabar mempelai tidak paham. Ini karena dia tidak dengan ratap tangis memohon pembukaan rahasia Firman, dia hanya terima dari orang lain dan dia rasa itu murahan. Jika hasil pergumulannya, maka dia akan merasakan pembukaan rahasia Firman itu mahal harganya dan tidak mudah dia lepaskan.

Kami menghadapi gempuran Aram, siapa yang bisa menolong. Kalau Tuhan tidak membukakan rahasia Firman Tuhan maka kita hancur. Gempuran itu banyak orang yang merasa tidak berbahaya padahal justru itulah yang paling berbahaya.

I Petrus 1:18
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

Dalam Wahyu pasal 5 ini, Anak Domba Allah itu sudah berkarya lewat penyerahan diriNya untuk menebus dosa yang kita warisi dari nenek moyang, menebus perilaku yang kita warisi dari nenek moyang. Ini jangan kita anggap sepeleh sebab ini sangat berbahaya di akhir zaman ini.

Orang yang mempraktekkan cara hidup yang sia-sia ini disebut oleh Tuhan Yesus sebagai pemimpin buta. Bagaimana kalau seorang pemimpin kemudian dia buta. Ini yang Tuhan tekankan di ujung akhir zaman ini, sebab lika-liku perjalanan bangsa Israel dari nenek moyang sampai di dalam kitab Wahyu ini adalah pembelajaran bagi kita yang hidup akhir zaman. Kalau kita tidak menaruh perhatian yang serius akan hal ini, habislah kita. Kita sudah ditebus dari masa lalu yang kita warisi dari nenek-nenek moyang.

I Korintus 4:7
4:7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?

Ini yang harus saya bersihkan dari diriku. Ini Yohanes terima dari Tuhan. Kita juga menerima dari Tuhan. Untuk itu harus kita jaga! Yohanes menerima ini, dia harus waspada jangan sampai salah menggunakannya.

Mari kita lihat apa yang sedang terjadi bagi kita yang hidup akhir zaman ini.
Matius 15:1-39 itu terbagi 3 wilayah.
Ø  Matius 15:1-20 di wilayah orang Yahudi. Untuk kita sekarang adalah di wilayah orang Kristen. Sebab Yahudi yang sebenarnya bukan Yahudi lahiriah, tetapi yang rohani.
Roma 2:28-29
2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Ø  Matius 15:21-28 di wilayah orang kafir
Ø  Matius 15:29-39 di tapal batas wilayah Yahudi dan wilayah orang kafir.

1.      Apa yang terjadi di wilayah orang percaya? Ada masalah yang tidak disadari. Terjadi pelecehan korban Kristus! Masakan dosa mau dibayar dengan sapi yang dimakan orang sekampung, apakah korban Kristus itu sudah tidak berlaku? Ini yang justru terjadi di wilayah orang percaya. Yesus menghadapi ini begitu sulit rasanya. Itu juga pengalaman hamba-hamba Tuhan yang Tuhan percayakan rahasiaNya. Kecuali pelayan yang tidak dipercayakan rahasia Firman, dia mudah mengadopsi hal-hal yang duniawi (purbakala).

Salah satu tokoh Yahudi yang direkrut oleh Tuhan adalah rasul Paulus.
Galatia 1:14
1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.

Adat istiadat nenek moyang ini yang ada di wilayah orang percaya! Ini kendala terakhir. Menjelang Firman dan Roh Kudus diangkat, berarti gereja Tuhan akan gundul, maka ini yang kita hadapi! Terserah kepada saudara, tetapi saya mau katakan jangan coba lawan Firman! Sebab Tuhan mau menolong kita orang-orang yang percaya.

Galatia 2:18
2:18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat.

Banyak pelayan seperti ini, dulu mengaminkan Firman tetapi sekarang menjadi pelanggar hukum. Kira-kira orang seperti itu bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan? Untuk masuk sorga saja diragukan, apalagi menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
Rasul Paulus ini untuk ukuran kita sekarang, dia adalah seorang intelektuil, dia profesor doktor teologia. Dia seorang Farisi, dalam mengikuti Taurat dia mengatakan “aku tidak bercela” tetapi justru itu yang mengganggu dia.

Jangan sampai tatanan-tatanan hidup yang diajarkan di dalam gereja itu dibawa dari nenek moyang. Makanya saya kaget kalau mendengar ada orang berdoa ketika mau menggelar acara adat “Tuhan kami bersyukur engkau memberikan kami adat istiadat”. Berarti ada firman lain, ada kitab lain, padahal hanya ada satu kitab! Tidak ada yang lain. Justru kita bangsa kafir tidak pernah dipercayakan Tuhan Firman, hanya orang Yahudi. Itupun orang Yahudi dikoreksi habis-habisan karena mereka sudah salah menggunakan Firman.

Bila anakmu menikah nanti, jangan undang saya kalau kalian menggelar adat! Saya takut membangun apa yang sudah dirombak dan saya akan dicap oleh Tuhan pemimpin buta. Mereka tersinggung ketika Yesus katakan sebagai pemimpin buta.
Matius 15:10-13
15:10 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka:
15:11 "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.

Tidak ditanam oleh Bapa, berarti itu bukan dari Bapa. Yang dibicarakan di sini adalah tentang adat istiadat. Itu akan dicabut sampai ke akar-akarnya berarti tidak akan dibiarkan hidup lagi. Pada tanggal 17-6-1987, di Jember, dalam pemberitaan Firman Pdt. In Yuwono mengatakan gereja kehilangan bentuk karena adat istiadat.

Matius 15:14
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

Masakan saudara menyerahkan diri dipimpin orang buta. Di mana hati kita kalau seperti itu! Sudah tahu pemimpin itu buta tetapi saudara meminta “pimpin saya, karena kau fasih lidah kalau berkhotbah” tetapi ke mana arahnya nanti dia membawa saudara. Jangan sampai saudara keliru dalam hal ini. Firman dan Roh Kudus segera akan diangkat, peperangan yang paling dahsyat adalah ini. Kalau apa yang kamu beritakan itu sesuai selera Tuhan maka Tuhan akan memberikan pembelaan.

Matius 15:1,3,7-9
15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

2.      Apa yang terjadi di wilayah kafir?
Matius 15:21-24
15:21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

Bangsa kafir menghadapi cara Yesus menolak dambaannya sungguh menyayat hati. Ini satu penolakan yang keras, tetapi perempuan ini tetap memohon, tidak surut langkah.

Matius 15:25-27
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

Ternyata bangsa kafir ini sangat menghargai Firman. Karena penghargaannya terhadap Firman maka anaknya yang dirasuk setan itu Tuhan sembuhkan.
Matius 15:28
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Jadi di tengah bangsa kafir kita ini dipermainkan oleh iblis. Tetapi kalau kita menghargai Firman walaupun hanya remah-remah maka pertolongan Tuhan akan segera kita alami. Jadi di tengah bangsa kafir pertolongan Tuhan terjadi. Tetapi di tengah bangsa yang sudah percaya bukannya pertolongan, tetapi mereka menerima ancaman Tuhan. Sekalipun kita mengaku kita orang percaya namun kalau masih menggelar adat istiadat seperti yang dikatakan dalam Matius 15:1-20 maka akan menerima ancaman Tuhan bahwa dia akan jatuh dalam lubang yang ada kotoran dan akan berakhir pada lobang yang tidak tertuga dalamnya.

Bangsa kafir karena menghargai Firman maka masalahnya diangkat dan diselesaikan Tuhan. Makanya Yohanes begitu melihat tangan terulur dan mendengar suara bahwa tidak ada yang bisa membuka rahasia Firman Tuhan baik di sorga ataupun di bumi maupun di bawah bumi, maka menangislah Yohanes karena dia sangat merindukan. Apalagi bukan hanya remah-remah yang dia rindu tetapi pembukaan rahasia nikah Kristus dengan gerejaNya.

Kita ini sedang digiring oleh Tuhan untuk masuk pada kegenapan rahasia ini. Jangan sampai gerakan Firman dan Roh Kudus yang sedang beraksi di akhri zaman ini malah kita abaikan. Biarlah bangsa kafir menghargai Firman Tuhan, sebab itu seharga Korban Kristus maka segala masalah saya dan saudara pasti teratasi.

3.      Yang ketiga daerah tapal batas antara Yahudi dan bangsa kafir. Ini bagaikan dalam Efesus 2:14-15,  yang jauh sudah didekatkan dan yang dekat sudah jadi satu.
Efesus 2:14-15
2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Ditapal batas ini adalah persekutuan antara orang Yahudi dan bangsa kafir. Apa yang Tuhan kerjakan di sini? Tuhan membenahi pembangunan Tubuh Kristus. Baik orang Yahudi maupun orang kafir mendapat pembenahan.
Matius 15:29-31
15:29 Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ.
15:30 Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
15:31 Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.

Di sini terjadi pembenahan segala cacat cela dan kerut, itu terjadi di tapal batas.

Pembangunan dan pembenahan Tubuh Kristus ini terjadi di tapal batas kemudian diikuti dengan kegerakan 7 ketul roti. Apa yang kita bicarakan pada pasal 15 ini, sebenarnya sudah diapit oleh dua kegerakan yaitu kegerakan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan, kemudian diakhiri dengan kegerakan 7 ketul roti dan ikan kecil-kecil. Setelah itu tidak ada kegerakan lagi. Artinya Firman dan Roh Kudus diangkat oleh Tuhan.

Matius 14:13-21 Kegerakan Firman dengan 5 ketul roti = kegerakan Firman mula-mula (hujan awal).
Matius 15:32-39 Kegerakan Firman dengan 7 ketul roti = kegerakan Firman yang menyempurnakan (hujan akhir).
Kita sekarang sementara Tuhan lawati dengan siraman pengajaran Firman. Kita seakan-akan diunjuk-unjuk oleh Tuhan lewat pengajaran Firman mula-mula (5 ketul roti) dan pengajaran Firman yang menyempurnakan (7 ketul roti).

Dalam Wahyu pasal 5 terjadi kegerakan pembukaan rahasia Firman. Kalau kita tidak menghargai kegerakan Firman pengajaran mula-mula, bagaimana kita bisa masuk pada kegerakan Firman yang menyempurnakan. Pada kegerakan Firman mula-mula yang makan 5000 orang, pada kegerakan Firman yang mengarahkan pada kesempurnaan berkurang menjadi 4000 orang. Yang makan sudah merosot, rotinya bertambah banyak tetapi mana yang 1000? Angka 1000 adalah angka kesucian. Berarti hilang kesuciannya karena ditelan oleh dunia, ditelan oleh adat istiadat, ditelan oleh iblis, ditelan oleh berbagai masalah sehingga hilang kesuciannya. Ini jangan terjadi pada kita.

Sekarang ini kita diperhadapan dengan kegerakan Firman di dalam pembukaannya, setelah itu tidak ada lagi kegerakan Firman sebab sudah selesai. Olehnya jangan kita menjadi umat Tuhan dan hamba Tuhan mempermainkan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita ini.

Mengapa yang 1000 ini hilang? Karena mendengar Firman yang mengoreksi seperti dalam Matius pasal 15 dan mereka tersinggung.
Matius 15:12
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"

Matius 15:12 (Terjemahan Lama)
15:12 Lalu murid-murid-Nya pun datang, serta berkata kepada-Nya, "Tahukah Rabbi bahwa orang Parisi itu sakit hati, tatkala didengarnya perkataan yang demikian?"

Karena sakit hati akhirnya mereka tidak masuk lagi dalam kegerakan kesempurnaan. Dengar Firman tapi sakit hati, padahal koreksi Firman itu demi kepentingannya. Karena Yesus naik ke sorga untuk kepentingan saudara dan saya. Tetapi ketika Firman dibukakan kenapa justru tersinggung dan sakit hati?

Yohanes 6:60
6:60 Maka banyak orang daripada murid-murid-Nya, yang mendengar perkataan-Nya demikian, berkatalah, "Perkataan ini sukar diartikan, siapakah gerangan dapat mendengarnya?"

Ini terjadi di mana ada kegerakan Firman yang dimakan 5000 orang itu.

Yohanes 6:66
6:66 Sebab itu banyaklah murid-murid-Nya undur, dan tiada lagi berjalan dengan Dia.

Pasal 6 ayat 66. Berarti kehidupan yang tersinggung menerima Firman akan menerima cap 666, masuk antikristus. Ini jangan terjadi pada kita.
Banyak murid-muridNya meninggalkan Yesus, tetapi Dia tidak kecewa bahkan Yesus datang kepada 12 murid dan berkata “tidakkah kamu juga pergi”. Tetapi jawaban Petrus mantap, mereka tidak mau meninggalkan Yesus.
Yohanes 6:67-69
6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"
6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;
6:69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."

Kita di akhir zaman ini berhadapan dengan situasi seperti zaman Yoas dahulu. Elisa berkata bahwa anak panah yaitu anak panah kemenangan, tetapi harus ada prosesnya. Ketika Yoas datang menangis kepada Elisa, Elisa sudah tahu apa yang akan dia hadapi maka Elisa menyuruh Yoas mengambil busur dan anak panah. Yoas sudah memegang panah namun dia tidak tahu ke mana arahnya mau memanah. Makanya Elisa memegang tangan Yoas untuk mengarahkan dan dia menyuruh membuka jendela sebelah timur.

Apa yang dimaksud jendela sebelah timur? Adam dan Hawa jatuh dalam dosa lalu diusir ke Timur, Kain membunuh Habel lalu lari ke Timur, Babel ketika dibangun mereka ke sebelah timur, Ketura dan anak-anaknya pergi ke Timur. Artinya yang harus kita tembak dengan anak panah kemenangan adalah menghadapi puncaknya dosa hari-hari terakhir ini.

Kemudian Elisa memerintahkan Yoas mengambil anak panah itu dan diperintahkan untuk memukul ke tanah. Namun Yoas hanya memukul tiga kali. Memang sudah benar tiga kali, berarti yang dia pukul adalah iblis, daging dan dunia. Tetapi Elisa gusar, seharusnya Yoas memukul 5 atau 6 kali. Berarti kita harus memukul musuh sampai lumat, sampai habis lenyap. Sampai 6 kali = masuk dalam pembentukan tubuh Kristus terjadi pada hari ke 6.

Bapak ibu saudara sekalian, kita adalah calon mempelai wanita Tuhan. Ingat dosa segera datang menyerbu kita. Dia datang dari timur mau menyerbu kita.

Coba saudara bayangkan, Yesus sudah mati tetapi Dia masih mau melayani saudara. Di mana buktinya? Dengan 4 luka Dia sudah mati, tetapi Dia masih mau menerima luka kelima, berarti masih mau melayani kita. Maksudnya supaya  kita bangsa kafir bisa terekrut masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Semua itu untuk kepentinganku dan kepentingan saudara. Itu sebabnya dalam Wahyu pasal 5 tiga kali diucapkan “domba tersembelih”.

Olehnya mari kita perhatikan di akhir zaman ini ada kegerakan Firman dari angka 5 meningkat pada angka 7. Dari angka kemurahan sampai pada angka kesempurnaan, dari En-Gedi (pancaran anak domba) sampai ke En-Eglaim (pancaran anak lembu=kesempurnaan). Itu kegerakan yang sekarang ini yang lagi terjadi di dalam gereja Tuhan. Bagaimana tanggapan dan sambutan saudara.

Izinkan Tuhan mengoreksi dan merubah pandangan kita, izinkan Firman merubah hati dan perasaan kita, merubah perilaku hidup kita yang tidak berkenan supaya Firman membenahi. Ada pemecahan roti 7 ketul dan ikan kecil-kecil. Ikan kecil-kecil ini selalu melawan arus. Berarti orang yang terlibat dalam kegerakan Firman dia selalu melawan arus, tidak dibawa arus dunia ini.

Wahyu 5:6,9,12
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:12 katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"

Kita kadang belum tersembelih, baru ancaman sudah membuat kita ketakutan. Belum rela kita sengsara mengeluarkan darah. Masih nampak dalam perilaku kita, kita berupaya untuk menolak sengsara salib. Tidak bisa mengapresiasi salib Golgota dalam diri kita. Baru sengsara sedikit kita sudah lemah. Baru melihat masalah sedikit kita sudah menggerutu.

Terima kasih Yesus, Engkau rela menderita untuk kami. Dan Engkau naik ke sorga untuk kami. Apa tujuannya? Untuk membukakan rahasia Firman. Ada kitab yang termeterai di tangan Raja yang duduk di atas takhta, siapa yang bisa membuka? Yesus naik untuk membuka itu demi kepentingan umatNya.

Ayo jemaat, jangan belum apa-apa kita sudah mengeluh. Sengsara sedikit kita sudah mengomel. Bagaimana dengan Yesus? Seandainya Yesus juga berbuat seperti itu maka habislah kita, tidak ada sarana untuk keselamatan kita. Tetapi puji Tuhan, Yesus rela sengsara untuk kita.

Tuhan Memberkati.



GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar