20180317

Kebaktian Doa, Sabtu 17 Maret 2018 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 3:25-26
3:25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
3:26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."

Seorang Yahudi berselisih paham soal pembasuhan atau soal penyucian.
Yohanes 3:25 (Terjemahan Lama)
3:25 Tatkala itu terbitlah suatu perselisihan antara beberapa murid Yahya dengan seorang Yahudi dari hal perbasuhan.

Perselisihan ini coba dia bawa pada nabi besar yaitu Yohanes Pembaptis bahwa Dia yang dibaptis oleh Yohanes yaitu Yesus, telah membaptis juga dan banyak orang datang kepadaNya.

Pembasuhan ini kena dengan kolam basuhan. Perintah untuk membuat kolam basuhan kemudian pelaksanaannya, ada pada Keluaran pasal 30. Pasal ini kena pada pasal penyembahan yang dalam terang Tabernakel kena Mezbah Dupa Emas, tetapi disisipkan kolam basuhan. Sebab bagaimana seseorang mau menyembah Tuhan kalau hidupnya tidak berawal dari kolam basuhan, dia tidak mengalami baptisan. Kolam basuhan atau baptisan ini adalah titik start untuk kita berada di tangan Penjunan. Kehidupan yang dijamah oleh tangan Penjunan berarti mengalami penyucian untuk sampai pada puncaknya yaitu penyerahan sepenuh yang disebut penyerahan Mempelai.

Perikop Keluaran 30:1 → Mengenai mezbah pembakaran ukupan
Diperinci bagaimana membangun mezbah dupa dan bagaimana cara membuat ukupan itu. Diantaranya pembuatan mezbah dupa dan minyak atau ukupan dan bejana pembasuhan diapit di dalam pasal ini.

Keluaran 30:17-21
30:17 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
30:18 "Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga, untuk pembasuhan, dan kautempatkanlah itu antara Kemah Pertemuan dan mezbah, dan kautaruhlah air ke dalamnya.
30:19 Maka Harun dan anak-anaknya haruslah membasuh tangan dan kaki mereka dengan air dari dalamnya.
30:20 Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan, haruslah mereka membasuh tangan dan kaki dengan air, supaya mereka jangan mati. Demikian juga apabila mereka datang ke mezbah itu untuk menyelenggarakan kebaktian dan untuk membakar korban api-apian bagi TUHAN,
30:21 haruslah mereka membasuh tangan dan kaki mereka, supaya mereka jangan mati. Itulah yang harus menjadi ketetapan bagi mereka untuk selama-lamanya, bagi dia dan bagi keturunannya turun-temurun."

Dalam pasal pembuatan mezbah dupa, di situ dimasukan tentang pembuatan bejana pembasuhan. Ini tentu bukan kebetulan. Kalau mau menyembah Tuhan, mau menyerahkan tubuh, jiwa dan roh kita kepada Tuhan, apalagi sampai pada puncak penyerahan yaitu penyerahan mempelai, kita harus lebih dahulu ada pada kolam basuhan di mana kita dibasuh. Ini adalah titik awal kita menyerah di tangan Penjunan. Untuk apa tangan Penjunan? Untuk membentuk kita yang adalah tanah liat ini menjadi wadah yang mulia. Sebab baptisan air itu adalah penyerahan diri.

Kita ini tanah liat. Kapan kita berserah di tangan Tuhan? Ketika kita bersentuhan dengan kolam basuhan, itulah baptisan air. Itulah yang dipertanyakan oleh Nikodemus kepada Yesus. Itu persoalan kelahiran baru atau baptisan air.  

Jadi kalau kita mau mencapai pada penyembahan yang kelak diterima yaitu penyerahan diri kita sampai pada penyerahan mempelai, maka awalnya harus benar. Diawali dengan memberi diri atau menyerahkan diri ditangani oleh tangan Penjunan. Itu sebabnya untuk masuk dalam baptisan air selalu dikatakan “beri diri”. Berarti memberi diri di tangan Penjunan supaya kita dibangun menjadi wadah yang mulia. Di sinilah kita lihat peran dari kolam basuhan untuk mengarahkan kita pada penyerahan kepada Tuhan.

Tidak mungkin seseorang memberi diri dibaptis kalau dia tidak menyerah kepada Tuhan. Makanya kolam basuhan ini masuk dalam pasal  mezbah dupa emas. Mezbah dupa adalah alat paling ujung di dalam ruangan suci, tinggal selangkah kita masuk di ruangan maha suci, tinggal selangkah kita sudah menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Dalam pembangunan Bait Allah yang dibangun oleh Salomo, kolam basuhan yang mereka bangun itu disebut laut dan itu cukup besar ditempatkan di halaman Bait Allah. Itu bisa diisi 3000 bat air.
II Tawarikh 4:5
4:5 Tebal "laut" itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. "Laut" itu dapat memuat tiga ribu bat air.

1 bat = 36 liter. Bayangkan 3000x36liter = 10.800L
Sekalipun bisa memuat 3000 bat namun yang diisi hanya 2000 bat.

I Raja-raja 7:26
7:26 Tebal "laut" itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. "Laut" itu dapat memuat dua ribu bat air.

Mestinya Laut itu bisa memuat 3000 tetapi yang digunakan hanya 2000, yang 1000 bat tidak. Saudara perhatikan, sejak kapan pembasuhan itu mulai dilaksanakan di dunia Kristen, sejak kapan kolam basuhan itu dipraktekkan dalam gereja, sejak kapan memberi diri dibaptis dipraktekkan oleh gereja? Ketika Roh Kudus turun kepada 120 murid, kemudian orang Yerusalem tercengang-cengang melihat perbuatan ajaib Tuhan dan akhirnya mereka bertanya “apa yang harus kami buat supaya kami selamat?”. Rasul Petrus langsung berkata “hendaklah kamu bertobat” itu menunjuk Mezbah Korban Bakaran dan beri diri dibaptis.

Kisah Para Rasul 2:38
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Jadi sejak Roh Kudus turun. Kalau sekarang menurut kalender international kita sudah ada di tahun 2018. Tetapi nubuatan Firman Tuhan mengatakan bahwa waktu manusia diberi kesempatan untuk memberi diri masuk dalam pembasuhan hanya 2000 tahun. Sebenarnya ada waktu 3000 tahun tetapi 1000 tahun yang terakhir tidak dipakai. Sebab yang 1000 ini, itulah kerajaan 1000 tahun. Kita sekarang ada di ujung tahun yang ke 2000 dan setelah masuk kerajaan 1000 tahun damai maka tidak ada lagi kesempatan untuk dibaptis di sana. Di sana bukan baru orang mau dibaptis, sekarang inilah waktunya sejak Roh Kudus turun di Yerusalem. Katakanlah sekarang kita sudah mau masuk pada masa penutupan waktu.

Yohanes 3:25 (Terjemahan Lama)
3:25 Tatkala itu terbitlah suatu perselisihan antara beberapa murid Yahya dengan seorang Yahudi dari hal perbasuhan.

Pembasuhan ini adalah awal seseorang pindah dari gelap kepada terang, pindah dari tangan iblis kepada tangan Tuhan/ tangan Penjunan, ditandai dengan memberi diri dibaptis. Pembaptisan itu bukan hanya mengikuti pikiran manusia. Itu bukan ajaran gereja tetapi ajaran sorga. Kalau mengikuti cara gereja, ada banyak macam cara dibaptis. Ada yang hanya di bawah bendera. Ada yang memakai hanya sedikit air di kepala. Ada lagi yang berkata tidak perlu. Itu ajaran-ajaran gereja, tetapi ajaran Alkitab beri diri dibaptis tentu sebagai pengikut Kristus, ikut cara Kristus dibaptis.

Kalau mau kita disucikan, mau sampai pada penyembahan penuh, penyerahan penuh sampai pada penyerahan mempelai, itu berawal dari baptisan. Itu sebabnya satu pasal yaitu Yohanes pasal 3 ini bicara kolam basuhan sampai penampilan Mempelai Laki-laki dan penampilan Mempelai Wanita.

Jika Keluaran pasal 30, berbicara tentang penyembahan. Tetapi di sana disisipkan tentang pembuatan kolam basuhan. Karena kolam pembasuhan atau pembaptisan itu hubungan erat dengan penyerahan diri. Itu maksud dari kolam basuhan, itu maksud dari baptisan yaitu penyerahan diri sekaligus terlibat dalam pelayanan. Sebab sebelum melayani tangan dan kaki harus dia cuci. Kaki adalah perjalanan hidup dosa nenek moyang, berarti dosa keturunan dan tangan adalah dosa perbuatan, itu yang dikubur dalam baptisan air. Di situ awalnya kita masuk menjadi manusia seperti seonggok tanah liat di tangan Penjunan. Tidak ada jalan lain yang Tuhan ajarkan, inilah ajaran sorga.

Ketika Yohanes Pembaptis dikonfrontir oleh orang Yahudi yang berselisih paham tentang penyucian dengan murid-murid Yohanes, Yohanes tidak terpancing emosi, dia menanggapi dengan penuh hikmat bijaksana. Karena dia tahu semua itu dilakukan atas pemberian sorga, bukan maunya manusia.

Waktu atau kesempatan kita memberi diri untuk masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus sudah dekat tertutup. Untuk ukuran bat sudah mencapai 2000 bat. Sebab dalam kerajaan 1000 tahun, tidak ada lagi orang bertobat dan tidak ada lagi orang yang memberi diri dibaptis. Makanya Laut itu bisa memuat 3000 bat tetapi pemanfaatannya hanya 2000. Berarti dipotong 1000. Yang 1000 itu adalah kerajaan 1000 tahun damai. Tidak ada lagi bicara baptisan air di situ, tidak ada lagi bicara tentang pembasuhan di situ. Sekarang inilah waktunya untuk kita.

Yohanes 3:25
3:25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.

Perselisihan itu tidak ada akhirnya maka mereka datang pada Yohanes.
Yohanes 3:26
3:26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."

Jadi sudah dua sosok yang mengerjakan pekerjaan pembaptisan yaitu Yohanes Pembaptis dan Yesus. Kedua sosok ini memang bagaikan dua mata rantai yang tidak terpisahkan. Yohanes Pembaptis adalah orang yang mendahului Yesus untuk membuka jalan bagi Yesus. Kemudian Yesus datang untuk melakukan seperti yang dilakukan Yohanes. Bukan berarti tidak rampung dan tidak benar yang dilakukan Yohanes. Yang dilakukan Yohanes itu benar, tetapi ada tindak lanjut. Yohanes berkata “biarlah dia bertambah-tambah dan aku semakin berkurang”. Jadi dalam pelayanan Yohanes yang dikatakan dia diutus untuk mendahului, membuka jalan bagi Yesus, satu waktu akan berakhir. Sebelum Yohanes berakhir maka Yesus sudah menindaklanjuti, tidak ditunggu putus dulu baru dilanjutkan.

Ini ajaran kepadaku dan kepada saudara. Jangan sampai waktu bagi kita sudah putus baru kita sambung. Tidak demikian sorga, Tuhan tidak menginginkan cara seperti itu. Tuhan punya mau, selagi ada proyek itu, jangan tunggu putus, harus ditindaklanjuti dengan cepat.

Dalam membangun dan membentuk karakter rohani kita, sorga tidak ingin dingin dulu baru ada tindakan lanjut, putus dulu baru kita sambung. Bukan begitu cara sorga bergerak, sebelum berakhir sudah ada tindak lanjut berikutnya. Ini yang harus ada pada diri saya utamanya. Jangan tunggu dingin baru mau berangkat lagi, jangan tunggu putus baru mau aktif lagi. Sorga tidak demikian. Kalau kita ini adalah umat Tuhan yang bercita-cita dan punya pengharapan bertemu Yesus dan membawa kita ke dalam sorga, maka ayo kita mengerjakan keselamatan.
Filipi 2:12
2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Kita lihat walaupun orang Yahudi itu datang untuk menghasut dan mengadu domba, namun dia tidak berhasil. Jadi di tengah perjalanan kita menuju ke sorga, akan muncul orang-orang yang menghasut seperti orang Yahudi ini supaya langkah kita bisa terhenti. Tetapi Yohanes menjawab dengan bijaksana, dengan penuh hikmat. Berarti di dalam jawaban itu ada muatan bahwa proyek pekerjaan sorga itu tidak boleh putus ditengah jalan, harus berjalan sampai selesai. Berarti harus ada tindak lanjutnya.
Yohanes 3:26
3:26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."

Di sini ada dua hal, pertama orang Yahudi ini mencoba menggagalkan dengan cara memprovokasi, dengan cara menghasut. Dalam perjalanan gereja Tuhan, penghasut-penghasut ini bersileweran di mana-mana. Penghasut-penghasut ini sifatnya memutar balikkan fakta. Dia mau membawa kebenaran tetapi kebenarannya terbalik.
Kisah Para Rasul 6:11
6:11 Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: "Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah."

Mana ada Stefanus menghujat Musa dan Allah, justru mereka ini yang menghujat tetapi mereka memutarbalikkan fakta.

Jangan saudara berpikir roh penghasut ini hanya terjadi dulu. Hari-hari terakhir ini di mana-mana ada roh penghasut untuk membuat putus dan mengagalkan rencana Tuhan di dalam diri saudara. Dia usahakan supaya stop. Kalau bisa nyambung syukur, tetapi kalau tidak bisa nyambung amblas sudah kita. Itu sebabnya sebelum berakhir tugas Yohanes, sebelum dipancung kepalanya, Yesus sudah tindak lanjut. Yesus tidak mau proyek ini berhenti di tengah jalan, seperti itulah cara sorga.
Kisah Para Rasul 13:50
13:50 Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu.

Roh penghasut itu jalan terus. Setelah berakhir masa yang 2000 itu, maka tidak ada lagi kesempatan di tahun 1000 untuk kita bertobat, menyesal dan memberi diri kita dibaptis. Justru menjelang akhir dari yang 2000 itu, roh ini bekerja keras untuk mengagalkan rohani saudara, untuk mengagalkan pengikutan dan pengiringan saudara. Bagaimana jawabannya, bagaimana solusinya, bagaimana jalan keluarnya?

Kita lihat bagaimana pemutarbalikkan fakta ini. Stefanus sampai dirajam batu karena fakta mereka balik. Hebatnya roh penghasut ini. Olehnya ini jika kita bercakap-cakap dengan seseorang dan nadanya merugikan rohani, jangan saudara tanggapi, itu mau menghancurkan saudara. Mungkin dia seorang pelayan yang namanya terkenal di masyarakat, tetapi kalau mendengar nadanya sudah lain, jangan pasang telinga. Dia itu sudah dipakai oleh iblis menjadi penghasut. Siapa yang menjadi latar belakangnya? Itulah iblis.

Sebelum Yohanes berakhir tugasnya, sudah ditindaklanjuti oleh Yesus. Sebelum Yesus berarkhir tugasNya di dunia dan diangkat ke sorga, sudah ditindaklanjuti oleh rasul-rasul. Dan ditindaklanjuti sampai sekarang ini, sampai berakhir angka 2000. Jangan kita lengah tentang hal ini.

Makanya kita datang beribadah bukan untuk datang menonton orang lain. Seakan-akan kita lebih rohani dari pada orang yang datang di depan untuk berlutut lalu kita hanya nonton. Kemudian kita lihat orang itu “oh karena dia begini dan begitu” lalu kita merasa lebih baik, hati-hati! 10 suku kerajaan di utara merasa lebih baik dari 2 suku kerajaan yang di selatan. Padahal kerajaan di selatan itu disebut perempuan tidak setia, tetapi yang 10 suku disebut perempuan murtad, jadi mereka lebih tidak baik. Tetapi mereka merasa “kami lebih baik dari Yehuda”. Ini yang jangan terjadi pada kita. Jangan kita tertipu oleh cara pikir kita. Mari kita singkirkan pikiran kita dan taklukkan kepada Kristus Yesus.

Ketika orang datang berlutut di depan mimbar, jangan saudara hanya nonton. Apakah saudara tidak butuh! Apakah saudara lebih baik dari orang itu! Tidak! Kita harus ada tindaklanjut. Kita datang beribadah bukan untuk menonton orang. Kita butuh Firman, kita butuh Yesus, Dialah tangan penjunan. Ketika kita sudah masuk pada pengalaman kolam basuhan, kita dibaptis, kita sudah ada di tangan Penjunan. Di situ kita mulai digarap oleh Tuhan sehingga penyucian berjalan dan penyucian itu kemudian bergerak di ruangan suci untuk tembus ke ruangan maha suci. Inilah tujuannya.

Yohanes 3:27
3:27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.

Ini pukulan telak kepada penghasut itu yang berupaya mau menghasut. Dia berpikir tadi Yohanes akan emosi, marah dan mau mencari siapa yang menyaingi dia. Tetapi tidak seperti itu.

Efesus 4:7
4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

Sorga yang memberikan dan menganugerahkan kepada Yesus untuk melakukan, apa alasan Yohanes mau mencegahNya. Inikan tindaklanjut, berarti melanjutkan menuju pada kesempurnaan. Jadi jawaban Yohanes dalam Yohanes 3:27 adalah pukulan telak kepada sipenghasut.

Kita masing-masing dikaruniakan oleh Kristus. Tetapi kalau Tuhan sudah memberikan karunia kepada kita maka itu harus kita kobarkan. Jadi karunia yang kita terima bukan untuk kita stop tetapi harus kita kobarkan. Dikobarkan berarti selalu libatkan diri dan bertanggung jawab dalam pekerjaan Tuhan.

Roma 12:6
12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika 1karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.

Bernubuat standarnya iman. Berarti iman di dalam pengalaman hidupnya. Mau bernubuat tetapi tidak ada pengalaman hidup dengan iman di dalam Firman, maka itu adalah nubuatan yang tidak benar. Nubuatan yang paling besar adalah pembukaan rahasia Firman seperti yang saya sampaikan sekarang ini. Kalau saya tidak hidup dalam pengalaman Firman, saya pembohong di muka Tuhan dan dimuka saudara. Harus ada sebab itu karunia Tuhan. Jadi kita harus mengerti.

Roma 12:7
12:7 Jika 2karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika 3karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;

Karunia melayani dan karunia mengajar ini dipisah oleh Tuhan. Padahal mengajar itu termasuk melayani. Melayani ini sisinya luas. Bawa pundi itu termasuk pelayanan, ngepel gereja itu termasuk melayani, buka jendela dan membersihkan gereja itu pelayanan, berdoa termasuk melayani. Namun mengajar ini dibedakan. Mengajar ini adalah tugas gembala. Makanya syarat seorang gembala adalah jangan bertengkar karena dia harus cakap mengajar.

Melayani ini antara lain berkorban.
II Korintus 8:4-5
8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Ini pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Pelayanan mereka luar biasa, tidak dihalangi dengan keadaan mereka yang miskin dan papah, tetapi mereka malah memaksa supaya diberi kesempatan untuk melayani. Orang Makedonia belum dikaruniakan sudah mendesak untuk melayani. Kalau saudara sudah dikaruniakan kemudian tidak melayani itu keterlaluan!

Salah satu syarat seorang gembala harus cakap mengajar.
I Timotius 3:2
3:2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang,

II Timotius 2:24
2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

Seorang hamba Tuhan harus sabar, makanya Yohanes Pembaptis tidak terpancing hasutan orang Yahudi.

Seorang gembala haruslah suami, berarti seorang pria bukan wanita.

Roma 12:8
12:8 jika 4karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang 5membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang 6memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang 7menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Ada orang-orang yang dibekali Tuhan karunia, kalau dia menasihati mantap. Kalau dia bijaksana menasihati berarti dia dikaruniai Tuhan. Kalau menasihati kita malah memaki-maki, itu bukan menasihati dengan bagus, itu malah memancing bogem.

Kemudian karunia membagi itu termasuk membagi waktu untuk beribadah. Sudah merata kepada semua orang diberikan waktu kepada kita. Dalam membagi termasuk membagi waktu kita harus melakukan dengan ikhlas.

Memberi pimpinan ini tidak bisa lari dari keteladanan. Seorang pemimpin mempunyai keteladanan sampai akhir hidupnya.
Ibrani 13:7
13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

Yang menunjukkan kemurahan harus melakukan dengan sukacita. Ini Firman Tuhan, bukan dari diriku. Lebih baik kita sekarang disorot oleh Firman Tuhan dari pada nanti kita sudah ada di pengadilan Tuhan dan baru mau minta ampun, grasi, amnesti atau abolisi sudah terlambat.

Ini adalah jawaban Yohanes Pembaptis kepada orang yang mau datang menghasut dia. Untuk kita sekarang sudah lengkap. Kalau Yohanes lalu baru menerima kitab nabi-nabi dan kitab Musa. Kepada kita sekarang sudah komplit, tidak ada kurangnya lagi.

Marilah kita menjadi orang Kristen bukan jadi penonton. Biarlah kita datang beribadah karena kebutuhan “saya ingin bertemu Yesus Mempelai Laki-laki Sorga”. Mulai kapan penyerahan itu? Mulai dari kolam basuhan yaitu baptisan air, berarti kita menyerah di tangan Penjunan maka Penjunan itu akan menghentar kita ke ke ruangan suci. Di sana kita digodok oleh meja roti pertunjukkan yaitu Firman pengajaran dan perjamuan kudus, di sana ada pelita emas yaitu Roh Kudus dan karunia-karuniaNya dan mezbah dupa emas yaitu kasih Allah, untuk menembusi ke ruangan maha suci kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Tidak ada lagi yang kurang. Sebenarnya tuntunan Tuhan kepada kita sudah terlalu jelas, tinggal bagaimana kita menjalankan. Makanya dalam ibadah itu kita mendengar Firman untuk dipraktekkan bukan untuk jadi penonton. Kita ini butuh Tuhan, butuh tangan Penjunan untuk membaharui kita. Kalau tidak butuh tangan Penjunan maka itu urusan orang itu, dia tinggal menunggu tangan yang lain untuk menggarap itulah tangan antikristus untuk menyiksa dan menganiaya kehidupan seperti itu. Itu jangan terjadi. Makanya Tuhan berupaya untuk menghindarkan, jangan kita jatuh di tangan yang menghancurkan. Tetapi di tangan Penjunan yang benar untuk kemuliaan bagi kita.

Beri dirimu dibasuh oleh Firman, yang awalnya dibasuh adalah baptisan air. Makanya pembicaraan dalam Yohanes pasal 3 ini bicara tentang kelahiran baru yaitu baptisan air.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar