20180304

Kebaktian Umum, Minggu 4 Maret 2018 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 5:1-2
5:1 Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.
5:2 Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?"

Saya bersyukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan oleh Tuhan sampai usia sekarang ini untuk menyampaikan Firman Tuhan. Seorang yang menyampaikan Firman, kalau dia salah dalam menyampaikan maka hukumannya berat.
Yakobus 3:1
3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

Hukuman seorang hamba Tuhan sangat berat kalau dia salah mengajar. Makanya saya sebagai hamba Tuhan harus hati-hati, dalam usia seperti ini berusaha jangan sampai saya salah sasaran.

Yohanes melihat sebuah kitab yang ada di tangan Tuhan yang terbuka, berarti tangan yang siap memberi. Ada tangan terbuka dan di atasnya ada sebuah kitab yang terbuka, itu diperhadapkan di muka mata Yohanes. Mengapa hal ini dipercayakan kepada Yohanes? Kalau Tuhan mempercayakan ini kepada Yohanes, saya mau belajar supaya dipercayai oleh Tuhan.

Kitab Wahyu ini kalau saudara perhatikan kena mengena dengan persoalan akhir zaman. Apalagi sentuhan tentang kitab yang termeterai. Dalam Daniel 12:4, Tuhan perintahkan Daniel untuk memeteraikan kitab ini dan akan dibuka pada akhir zaman.
Daniel 12:4
12:4 Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Wahyu 1:3,9; 6:17; 16:5; 19:7; 22:7,10,12,20,21
1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.
6:17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?
16:5 Dan aku mendengar malaikat yang berkuasa atas air itu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
22:7 "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"
22:10 Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat.
22:12 "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

Ini menunjukkan bahwa benar 100% kitab Wahyu ini kena pada kehidupan saudara yang hidup pada akhir zaman. Sebagaimana Yohanes melihat ini, ketika mendengar suara bahwa tidak ada yang bisa membuka maka dia menangis. Ada kerinduan hati dari Yohanes untuk mengetahui. Walaupun kejadiannya ini 2000 tahun yang lampau tetapi semua ini kena mengena kehidupan kita sekarang.

Mengapa Yohanes ini dipercaya? Itu yang saya pelajari dari Yohanes supaya saya juga dipercaya oleh Tuhan. Sebab kitab itu bukan hanya monopoli Yohanes, karena tetap tangan Tuhan terbuka dan terulur memberikan, bukan hanya pada Yohanes. Tetapi orang yang mau menerima harus memiliki karakteristik seperti Yohanes.

1.      Dasar panggilan dari Yohanes ini benar.
Markus 1:16-20
1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
1:17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
1:18 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
1:19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Yohanes dipanggil dalam keadaan sibuk. Karena pencahariannya adalah sebagai nelayan bersama papa dan saudaranya. Tetapi dia bukan nelayan miskin, namun dia nelayan kaya karena memiliki banyak orang upahan.

Jadi dia ditemukan Tuhan bukan karena dia sementara nganggur. Bukan berarti yang nanggur tidak bisa dipakai. Karena ada perumpamaan dalam Matius 20 yang menceritakan orang nganggur di pasar juga dipanggil untuk kerja.

Yohanes dipanggil oleh Tuhan dan walaupun ada warisan dari orang tua, dia tidak peduli dengan warisan. Itu dasar panggilan yang benar. Kalau seseorang dipanggil untuk 100% berada di ladang Tuhan dan dipercayakan pembukaan rahasia Firman Tuhan maka dia tidak akan tertarik dengan warisan orang tua. Tetapi kalau orang itu kelihatan sibuk di ladang Tuhan tetapi masih ingat warisan orang tua maka dasar panggilannya belum pas. Yang seperti itu yang lebih banyak dan orang seperti itu sulit dipercaya oleh Tuhan pembukaan rahasia Firman. Saya tidak mau seperti itu, apalagi saya dipanggil untuk menggembalakan jiwa, bukan menggembalakan bangku. Itu sebabnya panggilan harus benar dan tidak mengharapkan warisan dari orang tua. Itulah Yohanes. Ini dasarnya betul.

Matius menceritakan bahwa orang nganggur di pasar dipanggil untuk bekerja. Boleh-boleh saja, tetapi coba saudara lihat yang nganggur ini. Akhirnya ketika Tuhan datang membagi berkat, bersungut orang seperti itu. Jadi silahkan melibatkan diri bekerja bagi Tuhan tetapi perhatikan dasar panggilan. Itulah Yohanes, makanya ketika dia sudah terlibat di ladang Tuhan, dia yang dipercaya Tuhan. Isi kitab Wahyu kena pada akhir zaman. Jadi akhir zaman Tuhan cari hamba Tuhan yang dasar panggilannya benar dan tidak menggandoli harta orang tua!

Di sini saya diajar, saya tidak mau untuk mengharapkan warisan. Tuhan mengetahui hati ini dan Tuhan tahu kerinduan hati ini. Bahkan sampai anak-anak saya berkata “kan untuk kami” tetapi saya berkata “tidak usah! Tuhan punya peduli kepada kamu”. Bukan karena sombong tetapi saya memperhatikan panggilan Tuhan di akhir zaman. Siapa yang mau bertanggung jawab kalau dasar panggilan tidak benar, mau ke mana jiwa-jiwa yang digembalakan!

Kalau dasar panggilannya tidak benar seperti orang-orang yang didapati nganggur di pasar, akhirnya dia akan bersungut dan mengomel, itu karena dasar panggilannya tidak baik. Kalau kita didapati oleh Tuhan dalam keadaan nganggur, Tuhan ajar kepada kita supaya jangan meneladani orang yang mengomel-mengomel itu, yang diceritakan dalam Matius. Sehingga Tuhan berkata “Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?”, karena mereka mengomel kepada Yesus, mengomel kepada yang punya kebun anggur, mengomel kepada Mempelai Laki-laki Sorga.

Mereka sudah didapati dari nganggur, ketika diberi upah malah menuntut. Mereka menuntut karena yang datang bekerja hanya satu jam dibayar sama dengan mereka yang datang lebih dahulu. Itulah kalau dasar panggilannya karena tidak ada kerja (nganggur). Seharusnya bersyukur karena ada yang mau upah mereka.

Saya dipanggil Tuhan ketika saya masih kuliah. Biaya kuliah ditanggung dan uang saku ditanggung. Kerja saya hanya dari jam 8 sampai jam 11, sore harinya saya kuliah. Makanya kaget yang menanggung uang kuliah saya ketika saya pamitan saya dipanggil Tuhan untuk kerja.

Pertama dasar panggilan harus benar dan tidak mengharapkan warisan, apalagi bersungut. Kalau mengharapkan warisan maka nanti bisa bertengkar kakak beradik.

2.      Yohanes ini dipercayai karena dia dilihat oleh Tuhan mengupayakan supaya Firman menjadi pengalaman hidupnya. Sehingga apa yang dia beritakan adalah Firman yang sudah menjadi pengalaman hidupnya.
I Yohanes 1:1-4
1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
1:2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.
1:3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
1:4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Wahyu 5:4
5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

Kemudian saudara lihat kerinduan hatinya sampai dia menangis karena dia memang sudah terlibat dalam Firman dan hidup dalam pengalaman Firman serta ingin tetap hidup dalam pengalaman Firman. Itu sebabnya kenapa dia dipercayai oleh Tuhan. Orang yang tidak hidup dalam pengalaman Firman sulit dipercaya sebab nanti yang dia kedepankan adalah kepentingan perutnya.

Puji Tuhan, untuk persoalan perut saya berhasil lolos sebab saya melayani buka mengedepankan persoalan perut. Kalau saja saya tidak memperhatikan model pelayanan,  saya pasti kembali ke organisasi lama ketika ditawari mau melayani di mana. Kalau saya hanya memikirkan bagaimana makanan saya, isteri dan anak-anak saya, maka habislah saya. Saya tidak akan dipercayai oleh Tuhan. Ini adalah kemurahan Tuhan.

3.      Dia tidak segan-segan meluruskan pendapat orang yang salah, sekalipun resikonya berat.
Puji Tuhan Petrus tidak mengamuk ketika Yohanes meluruskan pemahaman Petrus terhadap ucapan Yesus. Yohanes mendengar bahwa perkataan Petrus tidak benar dan dia luruskan dalam tulisannya. Ini menunjukkan bahwa Yohanes sebagai hamba Tuhan, tidak suka tanggapan yang bengkok-bengkok terhadap Firman. Dia suka meluruskan apa yang salah.
Yohanes 21:21-23
21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
21:22 Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."
21:23 Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."

Petrus saja bisa salah menanggapi Firman yang keluar dari mulut Yesus. Bahasa itu diluruskan oleh Yohanes. Hamba Tuhan seperti ini dibutuh oleh umat Tuhan di akhir zaman. Itu sebabnya dia menulis kitab Wahyu dan kitab Wahyu ini kena kepada kita pada akhir zaman. Kalau ada pemahaman yang salah tentang Firman Tuhan lalu tidak ada yang meluruskan maka habis semua orang mengikuti yang salah.

Puji Tuhan Petrus tidak mengamuk atau berkata: “Yohanes kau anak kemarin, saya ini sudah ubanan!” tidak seperti itu. Petrus dan Yohanes tetap jalan bersama, dalam Kisah Para Rasul pasal 3 mereka pergi bersama, di dalam penjara mereka berdua. Tidak ada Petrus berkata “gara-gara kau!” tidak seperti itu, dia mau dibenahi, sekalipun yang luruskan adalah anak muda.

Makanya Yohanes dipercayai, karena dia tidak dibawa arus, dia tidak di bawah pendapat yang salah, dia selalu membenahi yang salah. Itu yang dibutuh akhir zaman dan memang hamba Tuhan seperti ini pasti banyak tidak disenangi. Saya tidak peduli disenangi atau tidak disenangi, dari pada jemaat bisa berantakan dan nanti hancur sehingga tidak bertemu dengan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Siapa yang akan disalahkan Tuhan kelak, tentu gembala, kasihan umat kena hukuman.
Bilangan 18:5
18:5 Dan kamu ini haruslah melakukan kewajibanmu mengenai tempat kudus dan kewajibanmu mengenai mezbah, supaya orang Israel jangan lagi tertimpa oleh murka.

Kalau diberitakan seperti ini, seringkali ditanggapi miring “memangnya cuma dia yang benar!”. Tidak seperti itu, tetapi mau menurut Firman, mau mempraktekkan Firman, jangan sudah tahu itu keliru kemudian dibiarkan. Sebenarnya harus ditegur itu tanda dikasihi.

Juga di dalam nikah, kalau melihat pasanganmu salah melangkah, tunjukkan salahnya. Kita lihat dalam Wahyu pasal 5 ini, suami membuka rahasianya kepada calon isterinya, semuanya dia buka. Jadi kalau dalam gereja ada yang tutup-tutup rahasia, itu cukong yang curang. Kalau suami sembunyi-sembunyi rahasia itu suami yang curang. Kalau isteri sembunyi-sembunyi rahasia kepada suami itu isteri yang curang. Kalau isteri membuka rahasia kesalahannya kepada suami jangan suami berbalik memarahi isteri, begitu juga sebaliknya. Berarti Firman Allah sedang benahi nikah tersebut.

Yesus tidak pernah sembunyi rahasia. Karena apa? Untuk membersihkan gerejaNya, untuk mempersiapkan mempelai wanitaNya. Inilah yang ada pada Wahyu pasal 5 ini. Tetapi dibutuhkan hamba Tuhan yang model Yohanes. Yesus tidak kerja sendiri. Dia butuh hamba Tuhan yang bisa menjadi mitra kerjaNya yaitu tidak curang.

I Korintus 3:9
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Ini menunjukkan bahwa hamba Tuhan itu mitra kerja Tuhan. Apakah kami hamba Tuhan paham dan menempatkan diri sebagai mitranya Tuhan? Kalau kita paham dan mengerti maka kita harus meluruskan bahwa pendapat ini tidak sesuai dengan mitra kerja kita yaitu Tuhan, walaupun menanggung resiko tinggi.

Kalau berpikir ibadah itu hanya upacara belaka atau asal saja berjalan. Dia pikir tidak ada resikonya. Padahal sebagai guru hukumannya lebih berat.

4.      III Yohanes 1:9-10
1:9 Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.
1:10 Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.

Rasul Yohanes tegas terhadap orang yang tidak benar! Jadi bukan ia oo seperti kulit biak yang sebentar terbuka, sebentar tertutup. Hamba Tuhan ini tegas menghadapi orang yang tidak benar.

Coba andaikata Diotrefes ini kapten atau mayor jenderal atau camat atau bupati, apakah kita berani menegur? Semua yang nama Yohanes di Alkitab termasuk Yohanes Pembaptis, tegas menegur kesalahan orang. Dia menegur raja yang nikahnya tidak benar, dia tidak segan.

Makanya saya sebagai hamba Tuhan sekali-sekali harus ada ketegasan. Jangan sampai saudara salah menilai sebab tujuannya untuk menghentar orang itu menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Tuhan tidak menutup rahasia dan Dia memakai hamba Tuhan seperti ini. Jangan sampai gembala walaupun melihat seseorang yang isterinya dua setengah tetapi karena dia konglomerat, gembala tidak berani menegur.

Memang karakter seorang hamba Tuhan harus seperti ini. Tujuannya bukan membenci, bukan untuk membuat jemaat sakit hati, bukan untuk menghancurkan tetapi supaya kita bisa diterima menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Setidaknya orang yang sudah tidak benar itu bisa tertolong dan sadar.

5.      Dia siap memberikan pujian terhadap seseorang yang patut dipuji
III Yohanes 1:12
1:12 Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar.

Yohanes memuji Demetrius. Kepada jemaat yang mengikuti secara online, perhatikan waktu-waktu ibadah. Kalau dibilang jam 9 jangan setengah 10 baru datang, saya tidak bisa puji kalau seperti itu apalagi Tuhan.

Demetrius dipuji Yohanes, kalau Diotrefes katakanlah Yohanes umpat. Kalau Nehemia sampai dia tampar dan cabut janggut orang yang salah. Ketika dia temukan orang yang kawin campur, dia marah mereka, dia tampar dan dia cabut rambutnya.
Nehemia 13:25
13:25 Aku menyesali mereka, kukutuki mereka, dan beberapa orang di antara mereka kupukuli dan kucabut rambutnya dan kusuruh mereka bersumpah demi Allah, demikian: "Jangan sekali-kali kamu serahkan anak-anak perempuanmu kepada anak-anak lelaki mereka, atau mengambil anak-anak perempuan mereka sebagai isteri untuk anak-anak lelakimu atau untuk dirimu sendiri!

Kalau yang pantas dipuji dia puji. Yang pantas ditegur dan dimarahi. Hamba Tuhan yang hidup akhir zaman harus seperti ini tegas/ berani.

6.      III Yohanes 1:3-4
1:3 Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran.
1:4 Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.

Ini anak Tuhan yang menghibur hati hamba Tuhan, ikut bersukacita.

Inilah 6 poin mengapa Yohanes dipercaya oleh Tuhan, kitab yang termeterai itu.
Daniel 12:4
12:4 Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Pada kita rahasia itu sekarang dibuka, jadi benar-benar kita ada di ujung akhir zaman. Kalau itu rahasia dari Firman, bukan kita yang menyelidik tetapi Tuhan sendiri yang memberi tahu. Makanya rahasia Firman ini bukan karena kami selidik tetapi diberitahu oleh Tuhan. Kami hanya berdoa dan menangisi seperti Yohanes. Kalau kami selidik dan ditambah pengetahuan maka itu bukan pembukaan rahasia Firman tetapi itu akal. Dan itulah yang banyak sekarang ini.

Kalau Alkitab ini diselidik secara ilmiah atau dengan pengetahuan, akan menyebabkan manusia itu sombong. Sombong ini sifat dasarnya iblis. Ilmu pengetahuan hanya membuat sombong. Tetapi kalau pembukaan rahasia Firman apa yang bisa kita sombongkan karena itu datang dari Tuhan, itu pemberian Tuhan.
I Korintus 8:1
8:1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

Jangan bangga dengan ilmu pengetahuanmu dengan ilmiahmu, sebab itu hanya akan membuat imanmu kandas.
I Timotius 6:20
6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,

Kalau Alkitab diterjemahkan dengan pengetahuan akibatnya nanti omongan kosong dan tidak suci, berarti tidak mengalami penyucian dan hanya menimbulkan pertentangan. Akhirnya imannya menyimpang (kandas).
I Timotius 6:21
6:21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!

Kalau Alkitab harus diterjemahkan dengan Ilmiah, bagaimana menerangkan Yesus memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ketul ikan. Jadi Alkitab tidak bisa diterangkan dengan ilmiah. Makanya kalau memakai ilmiah itu menyebabkan iman kandas, akhirnya Yesus berkata kalau Dia datang kembali ke dunia ini apakah masih bisa menemukan iman di bumi?. Jadi kalau di dunia sekarang ini Alkitab butuh ilham/ pembukaan rahasia Firman bukan dengan pengetahuan, jangan sampai ketika Yesus datang tidak ada lagi orang beriman di dunia ini.

Meterai kitab ini harus dibuka. Siapa yang buka? Ilmiah? Pengetahuan? Tidak bisa. Yang membuka ini luar biasa.
Ayub 36:26
36:26 Sesungguhnya, Allah itu besar, tidak tercapai oleh pengetahuan kita, jumlah tahun-Nya tidak dapat diselidiki.

Jangan kita berbangga dengan pengetahuan yang tinggi. Untuk mendalami Alkitab, mintalah kepada Tuhan lewat air mata saat berdoa melipat lutut, maka pasti Tuhan bukakan.
Amos 4:13
4:13 Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi -- TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

I Korintus 8:1
8:1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

Pembukaan rahasia Firman itu karena karya kasih. Kalau saja Yesus Domba Allah tidak tersembelih maka kita tidak akan mengetahui pembangunan Tubuh Kristus.

Daniel 12:4
12:4 Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Hari-hari terakhir ini kita diperhadapkan dengan pengetahuan yang dikait-kaitkan dengan Alkitab. Pembukaan rahasia Firman itu datang dari Tuhan, itu paket kasih karunia Tuhan.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Yang duduk di atas takhta itu hanya pegang sebuah kitab, bukan dua buah kitab. Sekarang ini organisasi makin ketat, seakan-akan sudah ada dua kitab yaitu Alkitab dan anggaran dasar rumah tangga. Dulu pendiri GPT membuat sesederhana mungkin anggaran dasar. Itu bukan untuk menekan sesama hamba Tuhan tetapi tujuannya untuk hubungan timbal balik antara pemerintah dan organisasi.

Mazmur 37:28; 138:2
37:28 sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.
138:2 Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.

Yesaya 61:8
61:8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.

Tuhan sendiri menghargai Firmannya. Kalau Tuhan sendiri menghargai FirmanNya, kemudian diberikan kepada kita melalui hambaNya berarti hambaNya lebih dahulu menghargai persis seperti Tuhan menghargai FirmanNya. Kemudian hambaNya menyampaikan kepada umat dan umatpun harus menghargai Firman seperti hambaNya menghargai Firman sama seperti Tuhan menghargai FirmanNya.

Bagaimana bukti saudara menghargai FirmanNya? Orang yang mengagungkan Firman ditentukan oleh Tuhan menjadi milikNya.
Kisah Para Rasul 13:48
13:48 Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.

Jadi orang yang memuliakan Firman adalah orang yang ditentukan untuk hidup yang kekal. Hamba Tuhan ini memuliakan Firman, kemudian dia teruskan kepada jemaat yang juga ditetapkan untuk hidup yang kekal sehingga mereka juga memuliakan Firman. Kalau kita banyak berkomentar negatif terhadap Firman, tidak menyambut Firman dengan hati yang terbuka, maka saya kuatir Tuhan tidak menentukan kehidupan itu untuk hidup yang kekal.

Kalau Tuhan memuliakan Firman maka hamba Tuhan harus memuliakan Firman karena dia menerima dan tangan pertama dan jemaat yang menerima dari tangan kedua juga harus memuliakan Firman.

Yesaya 61:8
61:8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.

Jadi, Tuhan menghargai Firman di tanganNya, lalu secara estafet diberikan kepada hamba Tuhan yang juga menghargai Firman Tuhan. Kemudian hamba Tuhan itu akan menyampaikan kepada jemaat. Jemaat yang ditentukan oleh Tuhan untuk hidup yang kekal bersukacita dengan menyambut Firman Tuhan. Berarti berakhir pada sidang jemaat. Tetapi kalau Tuhan menghargai Firmannya kemudian hambaNya tidak menghargai, kasihan jemaat sebab Firman tidak akan sampai kepada mereka. Yang sampai kepada jemaat adalah firman yang sudah dipreteli oleh hamba Tuhan. Seperti rasul Petrus tadi sudah menanggapi salah, kasihan jemaat kalau menerima tanggapan yang salah. Untung ada rasul Yohanes meluruskan pandangan tersebut.

Sebabnya sidang jemaat hargailah Firman Tuhan.
Amsal 14:31
14:31 Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.

Kita ini orang-orang yang lemah. Siapa yang bisa menolong kita. Kalau kita ini orang lemah, kemudian kita tidak memuliakan lagi Firman, aduh kelemahan kita itu sudah bagaimana. Sebab itu ayo kita hargai Firman, terima Firman. Jangan sampai menista Firman.
Yang ditangisi oleh Yohanes itu adalah rahasia sebelah dalam, itu adalah nikah Kristus dengan gerejaNya. Olehnya harus ada kejujuran dalam nikah, harus terbuka satu dengan yang lain.

Tuhan mau membawa saya dan saudara agar kita tidak gagal bertemu Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Jangan sampai saudara disodorkan pemahaman yang salah sehingga membuat kita tidak sampai bertemu Yesus.

Tuhan Memberkati.




JADWAL IBADAH
Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan
Perjamuan Suci → Pk. 17.00
Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30
Minggu :         Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 07.30
            Ibadah Raya → Pk. 09.00
            Ibadah Kaum Muda Remaja → Pk. 16.00
 





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar