20230125

Kebaktian Doa Semalaman Sesi 1, Rabu 25 Januari 2023 Pdt. Handri Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Salah satu tujuan doa penyembahan adalah memantapkan panggilan dan pilihan Tuhan kepada kita. Kita mau melayani Tuhan dalam kegerakan yang besar yang akan semakin membesar. Kalau kita tidak menyerahkan diri kepada Tuhan terutama lewat doa-doa penyembahan kita maka kita hanya merasa dipakai tetapi sesungguhnya bukan Tuhan yang memakai. Tetapi kalau kita menyerah kepada Tuhan, Tuhan pasti memakai kita. Apapun kelemahan dan keterbatasan kita, Tuhan yang akan mengatasi semuanya.

kita akan melanjutkan pelajaran Tabenakel dalam setiap ibadah doa semalaman. Kita sudah membahas tentang mezbah korban bakaran. Keluaran 27:1-8 itu adalah perintah pembuatan mezbah korban bakaran dan dalam Keluaran  38:1-7 ini adalah pelaksanaannya.

Keluaran 27:1-8

27:1 "Haruslah engkau membuat mezbah dari kayu penaga, lima hasta panjangnya dan lima hasta lebarnya, sehingga mezbah itu empat persegi, tetapi tiga hasta tingginya.

27:2 Haruslah engkau membuat tanduk-tanduknya pada keempat sudutnya; tanduk-tanduknya itu haruslah seiras dengan mezbah itu dan haruslah engkau menyalutnya dengan tembaga.

27:3 Juga harus engkau membuat kuali-kualinya tempat menaruh abunya, dan sodok-sodoknya dan bokor-bokor penyiramannya, garpu-garpunya dan perbaraan-perbaraannya; semua perkakasnya itu harus kaubuat dari tembaga.

27:4 Haruslah engkau membuat untuk itu kisi-kisi, yakni jala-jala tembaga, dan pada jala-jala itu haruslah kaubuat empat gelang tembaga pada keempat ujungnya.

27:5 Haruslah engkau memasang jala-jala itu di bawah jalur mezbah itu; mulai dari sebelah bawah, sehingga jala-jala itu sampai setengah tinggi mezbah itu.

27:6 Haruslah engkau membuat kayu-kayu pengusung untuk mezbah itu, kayu-kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan tembaga.

27:7 Kayu-kayu pengusungnya itu haruslah dimasukkan ke dalam gelang-gelang itu dan kayu-kayu pengusung itu haruslah ada pada kedua rusuk mezbah itu waktu mezbah itu diangkut.

27:8 Mezbah itu harus kaubuat berongga dan dari papan, seperti yang ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu, demikianlah harus dibuat mezbah itu."

 

Dulu mezbah korban bakaran merupakan tempat membakar hewan kurban sebagai keperluan ibadah bagi Tuhan. Dulu ada lembu, domba, burung merpati atau burung tekukur. Kita tidak perlu lagi membuat mezbah korban bakaran dan mempersembahkan hewan kurban karena semua hewan kurban itu sudah digenapkan oleh Korban Kristus, korban yang sempurna. Jadi korban Kristus adalah dasar ibadah pelayanan kita. Kalau kita beribadah melayani lalu rasa menderita, itu sudah betul. Yesus menderita sampai mati di kayu salib untuk ibadah pelayanan kita.

 

Pengertian umum mezbah korban bakaran:

1.      Percaya Yesus dan bertobat, kita selesaikan dosa. Dulu bawa korban dan dibakar, sekarang kita tidak perlu begitu, cukup hati percaya, mulut mengaku dosa, itu berarti kita sudah mendirikan mezbah kepada Tuhan.

 

2.      Dibenarkan oleh iman kepada Korban Kristus. Dengan kita percaya bahwa Yesus telah berkorban bagi kita maka kita dibenarkan.

Roma 3:23-24

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

 

3.      Pengampunan dosa. Dulu bangsa Israel mempersembahkan lembu, domba jantan, kambing jantan, tekukur atau berung merpati sebagai penebus salah, korban penghapus salah dan korban pendamaian. Kita tidak perlu lagi seperti itu, cukup manfaatkan Korban Kristus untuk mengalami pengampunan dosa.

 

Alkitab Perjanjian Baru teks aslinya berbahasa Yunani. Kalau Perjanjian Lama teks aslinya bahasa Ibrani dan Aram. Dalam bahasa Yunani mezbah itu disebut altare terdiri dari 2 kata yaitu altar dan ara. Altar artinya tempat yang ditinggikan dan ara artinya api yang membara. Ini menunjukan pribadi Yesus yang ditinggikan di kayu salib. Bagaimana Yesus rela menerima api kebencian dari orang-orang yang menyalibkan Dia dan Dia menanggung api penghukuman Tuhan. Yesus menggantikan kita, yang seharusnya dihukum itu kita manusia berdosa.

 

Dalam bahasa Ibrani disebut Mezbach artinya tempat penyembelihan. Menunjukan Yesus Anak Domba Allah yang rela tersembelih bagi kita untuk menebus dosa kita, sekaligus mengangkat kita menjadi imam dan raja, kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan.

 

Wahyu 1:5-6

1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya — 

1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

 

Oleh Korban Kristus kita ditebus dan oleh Korban Kristus juga kita diangkat menjadi imam dan raja, orang yang melayani. Jadi kalau disimpulkan mezbah korban bakaran adalah korban Kristus atau salib Kristus yang menjadi dasar kita beribadah. Bisa saja kita beribadah karena sungkan diajak orang atau karena mau ketemu dengan siapalah di gereja. Sekarang kita periksa apakah kita beribadah atas dasar korban Kristus atau yang lain.

 

Tanda-tanda orang beribadah melayani Tuhan atas dasar Korban Kristus.

1.      Altar = tempat yang ditinggikan. Artinya kita beribadah selalu meninggikan Korban Kristus lewat praktek hidup dalam pertobatan. Tidak ada gunanya kita beribadah melayani Tuhan kalau tidak dalam tanda pertobatan, masih mempertahankan dosa bahkan mengulang-ulang dosa. Kalau Firman menunjuk dosa malah marah. Ibadah seperti itu tidak ada gunanya. Biar melayani berjam-jam kalau tidak bertobat tidak ada artinya.

 

Bertobat itu adalah berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan. Orang berbuat dosa itu membelakangi Tuhan dan dia berjalan semakin jauh dari Tuhan.

Roma 6:2

6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

 

Bertobat itu berhenti berbuat dosa dan berbalik kembali kepada Tuhan = mati terhadap dosa. Maka ibadah kita pasti berkenan kepada Tuhan.

I Tesalonika 1:9-10

1:9 Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,

1:10 dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.

 

Jadi bertobat dulu baru melayani Tuhan. Sekarang ini banyak digampangkan pelayanan, orang tidak bertobat sudah disuruh melayani. Karena dilihat skillnya bagus, pintar nyanyi, pintar main musik, pintar khotbah tetapi tidak bertobat. Itu menista, menghina Korban Kristus! Makanya tidak ada hasil apa-apa dirasakan, kering semuanya! Gembala tidak bertobat lalu berkhotbah akibatnya kering, imam-imam melayani tanpa bertobat juga kering, menyanyi dan main musik tanpa bertobat seperti melihat festival band saja, cuma seperti nonton konser. Mari kita bertobat sungguh-sungguh.

 

Proses bertobat:

a)      Mendengar Firman yang menyatakan dosa. Bagaimana tahu itu dosa kalau tidak ditunjuk Firman. Sikap mendengar Firman menentukan kita bisa bertobat atau tidak.

II Timotius 4:2

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

b)      Setelah ditunjuk dosa menyadari dan menyesali.

c)      Mengaku kepada Tuhan dan sesama dengan jujur, jangan dibuat-buat, dengan penyesalan. Dan setelah diampuni jangan diulangi lagi.

d)      Mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Dosa kita sudah kita selesaikan namun dosa orang lain kita simpan. Orang yang mencuri kita ingat-ingat terus, benci pada orang itu, tidak diampuni, tidak dilupakan, yah rugilah.

 

2.      Ara = api yang membara. Tanda orang beribadah melayani Tuhan dengan dasar korban Kristus adalah ada api Tuhan yang tidak dibiarkan padam dalam dirinya.

Imamat 6:12-13

6:12 Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana.

6:13 Harus dijaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, janganlah dibiarkan padam."

 

Ini api dari Tuhan, bukan yang dibuat oleh manusia.

Imamat 9:24

9:24 Dan keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan korban bakaran dan segala lemak di atas mezbah. Tatkala seluruh bangsa itu melihatnya, bersorak-sorailah mereka, lalu sujud menyembah.

 

Prakteknya supaya api tidak padam kayu harus dibakar terus menerus, jadi prakteknya daging ini harus rela dibakar oleh api Firman, api Roh Kudus dan api kasih di dalam 3 macam ibadah pokok. 3 alat dalam ruangan suci itu semua ada apinya:

a)      Meja roti sajian, di atas roti kemenyan yang dibakar, berarti ada api. Itu menunjuk api Firman. Kalau kita tekuni ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci kita dibakar oleh api Firman.

b)      Pelita emas. Mau menyalakan pelita harus ada api. Ini ibadah raya, kita dibakar oleh api Roh Kudus.

c)      Mezbah dupa emas, ada dupa yang dibakar dengan api. Ini ketekunan dalam ibadah doa penyembahan, kita dibakar oleh api kasih Allah.

Semua api ini berasal dari api mezbah korban bakaran.

 

Nadab dan Abihu pernah membawa api asing. Padahal api yang dipasang di meja roti, pelita emas dan mezbah dupa emas itu dari mezbah korban bakaran, jangan bikin api sendiri. Daging kita harus dibakar dalam 3 macam ibadah pokok sehingga kita bisa setia dan berkorbar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir. Malam ini kita mau berdoa semalaman sampai session terakhir. Bergumul kita membakar daging, memang sakit, tetapi kalau daging kita dibakar berbau harum di hadapan Tuhan. Apa yang kita lakukan malam ini tidak sia-sia, berbau harum bagi Tuhan.

 

3.      Mezbach = tempat penyembelihan. Kalau seekor hewan disembelih ada darah yang mengalir. Jadi tanda ketiga kita beribadah melayani Tuhan atas dasar korban Kristus adaah rela sengsara daging untuk beribadah melayani Tuhan dan untuk melakukan Firman. Malam ini doa semalaman, betul-betul daging kita disembelih sampai keluar darah, kita sengsara daging untuk beribadah melayani Tuhan dan melakukan Firman.

II Timotius 3:12

3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

 

Ini bukan sekedar beribadah tetapi hidup beribadah, memang harus sengsara bagi daging.

 

Kisah Para Rasul 14:22

14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

 

Filipi 1:29

1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

 

Lihat baik-baik kalimat ini “kepada kamu dikaruniakan” jadi kalau kita sengsara karena Yesus itu karunia dari Tuhan, jangan malah kita tolak. Kadangkala kasih karunia Tuhan itu kita ukur dengan yang jasmani, saya dikaruniai kendaraan ini dikasih itu, puji Tuhan, Tuhan Yesus luar biasa. Tetapi waktu diajak doa semalaman malah mengomel “aduh doa semalaman lagi, padahal jumat nanti mau kerja bakti” itu berarti dia menolak kasih karunia.

 

Kita nikmati kasih karunia Tuhan, ini bukti kita sudah siap menyambut Yesus, orang yang siap menyambut Yesus itu hidup dalam kasih karunia.

Wahyu 22:21

22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

 

Kalau malam ini Tuhan Yesus datang sudah siap, kapanpun Yesus datang sudah siap. Jadi jangan hanya mau yang enak-enak bagi daging. Bukan berarti kita mau sengsara terus, tetapi Tuhan pasti akan hiburkan juga, Tuhan itu tidak kejam. Kadangkala kita sudah mengomel sekali kalau menderita, maunya yang enak bagi daging, kalau ada masalah maunya begitu berdoa langsung dijawab oleh Tuhan, itu tidak menikmati kasih karunia Tuhan.

 

Lalu bagaimana supaya kita kuat menghadapi sengsara? Mengeluh mengerang kepada Tuhan, jangan kepada manusia. Mengeluh mengerang = menyembah Tuhan. Mempelai Wanita Tuhan itu tidak ketawa-ketawa. Sementara hamil hendak melahirkan, dia berteriak kesakitan. Kemudian di depannya ada lagi naga yang siap menelan anaknya yang mau dia lahirkan. Sudah betul-betul tidak berdaya lalu diperhadapkan lagi dengan kebuasan, kebengisan dan kebencian setan yang memperalat sesama manusia. Sudah tidak mampu, tinggal angkat tangan dan mengerang kepada Tuhan.

 

Penderitaan apa yang kita alami karena ibadah, karena Yesus, karena pengajaran? Sudah tidak mampu, semakin buas setannya, sudah mau menelan kita, tinggal mengeluh dan mengerang. Mungkin sangking beratnya penderitaan, sudah tidak bisa lagi bersuara, tinggal bahasa air mata, Tuhan dengar.

Wahyu 12:1-4

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

 

Sudah tidak mampu berbuat apa-apa, tinggal berseru kepada Yesus. Kita hamba Tuhan dan pelayan Tuhan dalam kegerakan rohani ini perlu kegerakan. Istirahatnya apa? Menyembah Tuhan. Tabut itu waktu dipikul tidak selamanya berjalan, ada waktunya istirahat juga. Kapan istirahatnya? Waktu menyembah. Malam ini kita menyembah mengistirahatkan batin kita. Terlalu banyak tekanan-tekanan, tinggal menyembah “haleluya”. Kalau menyembah ngantuk-ngantuk atau tertidur, tekanannya tetap ada bahkan bisa malah semakin berat.

 

Saat kita mengalami tekanan yang semakin berat dan sepertinya Tuhan belum menolong berarti masih banyak waktu untuk kita untuk menyembah. Yesus berkata pada murid-muridNya tetapi bagi kamu selalu ada waktu.

Yohanes 7:6

7:6 Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.

 

Pergumulannya sudah bertahun-tahun belum ditolong, berarti banyak waktu untuk kita menyembah. Tidak usah bergosip, tidak usah salahkan orang, tidak usah cerita orang, ini kesempatan untuk menyembah. Kalau Tuhan belum tolong selalu ada waktu bagi kita menyembah.

Yohanes 16:19-22

16:19 Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?

16:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.

16:21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

16:22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.

 

Kapan waktu Tuhan menolong kita? Saat kita sudah menyerah sepenuh kepada Tuhan. “Terserah Engkau Tuhan” sudah tidak mikir yang lain-lain. Itulah yang dimaksud tinggal sesaat saja Tuhan menolong kita. Itu kadang terjadi waktu masalahnya sudah semakin berat. Ada 2 kemungkinan saat menghadapi masalah yang semakin berat:

a)      Menyerah menyembah Tuhan.

b)      Bersungut-sungut sampai akhirnya meninggalkan Tuhan.

 

Kalau sudah tidak ada lagi suara daging, terserah Tuhan saja, maka saat itulah Tuhan menolong kita. Siapa tahu malam ini waktu kita untuk ditolong Tuhan. Kalau belum ditolong tetap menyembah Tuhan, itulah waktu untuk kita menyembah.

Yohanes 7:6

7:6 Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.

 

Sesi 1 ada waktu kita menyembah. Kalau belum ditolong, sesi 2 ada waktu menyembah. Belum ditolong juga, sesi 3 menyembah lagi. Belum ditolong menyembah terus sampai kita hanya menyerah sepenuh kepada Tuhan. Itulah waktu kita ditolong Tuhan. Yakin Tuhan menolong tidak terlambat dan tidak terlalu cepat. Kalau Tuhan sudah menolong kita merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dirampas dari kita, terutama kebahagiaan masuk pesta nikah Anak Domba Allah.

 

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar