20230122

Kebaktian Umum, Minggu 22 Januari 2023 Pdt. Handri Otniel Legontu

Salam damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 13:2

13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.

               

Ini penampilan antikristus yang tampil dengan kombinasi 4 binatang buas yaitu naga, macan tutul, beruang dan singa. Masih bicara tentang beruang. Beruang ini punya cakar dengan daya cengkeram yang kuat sehingga mangsanya sulit melepaskan diri. Juga punya daya cabik yang kuat sehingga mangsanya dicabik-cabik. Sebagai contoh beruang punya cakar yang kuat:

II Raja-raja 2:23-25

2:23 Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: "Naiklah botak, naiklah botak!"

2:24 Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak.

2:25 Dari sana pergilah ia ke gunung Karmel dan dari sana pula kembalilah ia ke Samaria.

 

Ada 2 ekor beruang mencabik-cabik 42 anak yang mengolok-olok kepala Elia. Elia, pendahulu dari Elisa menunjukan kegerakan Roh Kudus hujan awal. Kemudian Elisa menunjukan Roh Kudus hujan akhir, Roh Allah yang ada pada Elia itu juga ada pada Elisa. Peristiwa ini terjadi di Betel. Betel artinya rumah Tuhan. Kemudian yang diolok adalah kepala. Kepala menunjukan Yesus, Firman pengajaran yang benar. Jadi 42 anak di Betel yang mengolok-olok kepala Elisa menunjukan gereja Tuhan yang masih kanak-kanak rohani karena menolak bahkan mengolok-olok Firman pengajaran yang benar. Kita sudah kenyang dengan olokan, kita yang dalam pengajaran juga diolok-olok.

 

Akibatnya dicabik-cabik beruang = dikuasai antikristus, sehingga tidak bisa masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna. Di depan ini akan ada kegerakan Roh Kudus yang besar dan itu waktunya singkat, bahkan sangat singkat. Kita bergumul bersama-sama, supaya saat kegerakan itu terjadi kita ada di dalamnya.

 

Tanda dicabik-cabik oleh antikristus adalah bukan Yesus yang menjadi kepala dalam hidupnya tetapi serigala dan burung, itulah roh jahat dan roh najis. Sehingga dia hidup di dalam dosa sampai puncaknya dosa. Dagingnya tercabik-cabik, berbau amis dan busuk di hadapan Tuhan. Yesus mengeluh serigala ada liang, burung ada sarang, tetapi Anak Manusia tidak ada tempat untuk meletakan kepalaNya. Itulah keadaan gereja akhir zaman ini yang menolak pengajaran. Yesus tidak menjadi kepalanya tetapi serigala dan burung yang menjadi kepalanya. Serigala berbicara roh jahat dan burung berbicara roh najis, dia hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa. Kehidupan seperti ini nanti akan dicabik-cabik sesungguhnya pada masa antikristus. Kalau sekarang dia berbuat dosa katanya pesta, pesta miras, pesta narkoba, pesta seks. Enak dia lakukan tetapi nanti dia akan dicabik-cabik dalam arti sesungguhnya oleh antikristus pada masa aniaya antikristus 3,5 tahun.

 

Lalu bagaimana jalan keluarnya supaya kita tidak dicabik-cabik oleh antikristus. Kita harus masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna yaitu kegerakan yang dipimpin oleh Kabar Mempelai, Firman pengajaran yang benar.

 

Pemberitaan Firman dibagi 2:

1.      Kabar Baik itulah Firman penginjilan. Kepada orang berdosa dan haus di padang gurun dunia ini diberikan air sejuk sehingga selamat.

2.      Setelah selamat tingkatkan pada Kabar Mempelai, Firman pengajaran, untuk disucikan dan disempurnakan.

 

Kegerakan Kabar Mempelai ini digambarkan dengan kegerakan Tabut Perjanjian. Tabut itu punya 2 kayu pengusung. Tujuan kayu pengusung untuk dipikul untuk bergerak maju, tidak diam di tempat.

Keluaran 25:13-15

25:13 Engkau harus membuat kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan emas.

25:14 Haruslah engkau memasukkan kayu pengusung itu ke dalam gelang yang ada pada rusuk tabut itu, supaya dengan itu tabut dapat diangkut.

25:15 Kayu pengusung itu haruslah tetap tinggal dalam gelang itu, tidak boleh dicabut dari dalamnya.

 

Dulu Musa disuruh membuat Tabernakel, salah satu alat di dalamnya adalah Tabut Perjanjian. Tutupnya disebut tutup pendamaian dengan 2 kerub yang terbuat dari emas murni menunjukan pribadi Allah Tritunggal. Kerub pertama itu Allah Bapa, kerub kedua adalah Allah Roh Kudus, muka mereka menghadap tutup. Pada tutupnya ada 7 percikan darah, itu menunjukan Yesus yang rela menderita sampai mati di kayu salib. Allah Bapa dan Roh Kudus menjadi saksinya. Jadi tidak perlu kita ragu, Yesus sungguh-sungguh mati di kayu salib, bangkit dan naik ke sorga untuk menyelamatkan kita. Kepenuhan Allah ada pada pribadi Yesus. Jadi tutup pendamaian ini adalah pribadi Yesus Mempelai Pria Sorga.

 

Kemudian ada peti dari kayu penaga yang hitam, bergetah, bengkok-bengkok dan keras. Itu diambil dan dibentuk menjadi peti yang ukurannya sama dengan tutup lalu disalut dengan emas bagian dalam kemudian bagian luar sehingga tidak kelihatan lagi warna kayunya, yang kelihatan hanya warna emas, menjadi saja dengan tutup. Jadi peti ini menunjukan gereja Tuhan, manusia darah daging kita ini yang mau disucikan dan diubahkan untuk sama mulia dengan Yesus. Kemudian tutup dan peti disatukan, ini penyatuan Mempelai, nanti terjadi pada pesta nikah Anak Domba. Ini belum terjadi tetapi sekarang kabarnya kita dengar. Jadi tabut ini juga bicara Kabar Mempelai.

 

Tabut ini punya kayu pengusung berarti ada bobotnya. Kalau enteng tidak usah dipikul, dijinjing saja. Ini menunjukan Kabar Mempelai punya bobot rohani untuk meningkatkan kualitas rohani gereja Tuhan sampai sempurna.

 

I Timotius 6:20

6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,

Firman yang hanya disampaikan dengan logika, itu omongan kosong yang tidak suci. Kalau hanya pengetahuan yang disampaikan di situ, rugi kita datang. Kita percaya dan yakin Kabar Mempelai yang kita dengar ini punya bobot yang meningkatkan kualitas rohani kita sampai sempurna.

 

Dengan adanya kayu pengusung maka Tabut Perjanjian itu bisa dipikul untuk bergerak maju. Arti rohaninya:

1.      Dipikul itu ditaruh di pundak. Pundak atau bahu itu menunjuk tanggung jawab. Jadi Kabar Mempelai itu bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya sebab tertulis di Alkitab. Kalau orang pertanyakan ada ayatnya, soal baptisan ada ayatnya, soal kedudukan perempuan dalam nikah dan ibadah ada ayatnya, nikah yang benar itu ada ayatnya, semua bisa dipertanggung jawabkan. Kalau tidak ada ayatnya orang bisa ragu, tetapi kalau ada ayatnya tidak bisa dibantah!

 

2.      Hamba Tuhan bertanggung jawab untuk mempraktekan dan memberitakan Kabar Mempelai. Jadi saya sebagai hamba Tuhan supaya Firman itu punya bobot dan ada wibawa Kristus di situ harus dipraktekan dulu baru diberitakan, sehingga punya bobot untuk meningkatkan kualitas rohani sidang jemaat.

 

3.      Sidang jemaat bertanggung jawab mempraktekan baru menyaksikan. Perempuan Samaria praktek dulu, jadi pengalaman hidup, nikahnya dibenahi baru dia saksikan. Jadi gembala dan sidang jemaat sama-sama tanggung jawab praktek dulu baru diberitakan dan menyaksikan. Kalau ini kita lakukan maka akan terjadi kegerakan yang dahsyat, jiwa-jiwa dimenangkan masuk dalam pengajaran ini menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna. Bukan untuk dijadikan anggota jemaat, itu salah. Sekalipun organisasinya lain tetapi sudah menerima Kabar Mempelai, puji Tuhan. Kita berdoa supaya terjadi kegerakan menembusi tembok-tembok organisasi, tidak ada lagi yang namanya sekat organisasi, semua satu tubuh Kristus, satu pengajaran, satu kepala. Itulah tujuan kegerakan ini.

 

4.      Tanggung jawab kita untuk bergerak maju menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Ayo gerak maju, jangan mundur. Mungkin tahun lalu sempat stagnan diam di tempat, ayo tahun ini bergerak maju. Bertanggung jawab untuk masuk di dalam kegerakan Kabar Mempelai. Minggu depan ada kegerakan di sini, ayo tanggung jawab masuk di situ. Jangan cuma menonton melihat yang lain aktif di dalam kegerakan. Saya sampaikan kepada grup hamba Tuhan, siapa yang mau membantu silahkan, saya membuka diri untuk semua terlibat.

 

Kayu pengusung tidak boleh dikeluarkan dari tabut, kalau dikeluarkan itu melanggar Firman berarti dosa. Sebab salah satu pengertian dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah.

I Yohanes 3:4

3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

 

Kayu pengusung itu jangan dilepaskan dari tabut. Artinya:

1.      Kita harus selalu siap sedia di dalam kegerakan Kabar Mempelai. Makanya kayu pengusung standby di situ, kapanpun harus dipikul harus siap kita pikul. Minggu depan ada kegerakan Kabar Mempelai, bulan 3 atau bulan 4 Paskah, begitu dikomando harus siap sedia semua, jangan menggerutu. Kami hamba Tuhan harus siap sedia memberitakan Kabar Mempelai kapanpun dipercayakan melayani. Sidang jemaat siap sedia menyaksikan Kabar Mempelai. Siap sedia itu baik atau tidak baik waktunya. Kapan itu waktu yang tidak baik? Aduh belum panen, belum gajian. Tetap harus siap sedia baik atau tidak baik waktunya.

II Timotius 4:1

4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

 

Kita ini beritakan Firman lewat kegerakan ini. Bukan kita khotbah tetapi kita undang pembicara dalam penggajaran yang benar dan kita sebagai tuan rumah.

II Timotius 4:2

4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

 

Kami hamba Tuhan kadang diizinkan sakit. Guru kami ajarkan kalau hanya kakinya sakit atau perutnya sakit, mulut masih bisa khotbah yah khotbah. Kecuali mulutnya sudah sakit tidak bisa bersuara, jangan dihakimi juga, itu urusannya Tuhan.

 

2.      Setia dalam mengikuti kegerakan Kabar Mempelai ini. Kita tidak tahu setelah ini apakah bisa lagi menggelar KKR, Paskah atau natal. Kalau mengikuti tema di GPT Kristus Kasih Malang ini tahun pengangkatan. Kita di sini tahun mujizat. Jadi kalau mengalami mujizat keubahan hidup sampai sempurna pasti terangkat. Apalagi dengan keadaan dunia yang semakin tidak jelas dan tidak menentu. Tetapi saya tidak mengajarkan untuk masa bodoh dengan pekerjaan dan pendidikan. Silahkan kerja dengan baik, sekolah dengan baik, tetapi selalu setia mengikuti kegerakan Tabut Perjanjian, kegerakan Kabar Mempelai.

 

Begitu kita tinggalkan, melepaskan kayu pengusung, maka jatuh dalam dosa. Kapanpun bergerak komando harus siap bergerak semua. Bulan depan KKR di Wawondula, siap bergerak semuanya baik ikut serta dirinya, doinya dan doanya. Kalau nganggur, tidak mau ikut serta dalam kegerakan maka jatuh di dalam dosa.

 

Kalau kita bertanggung jawab dan setia dalam kegerakan Kabar Mempelai maka ada hasilnya:

1.      Imamat 26:11

26:11 Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu.

 

Tuhan hadir di dalam setiap ibadah kita, Tuhan selalu menyertai setiap langkah kita. Sebaliknya tanpa pengajaran Kabar Mempelai, Tuhan muak melihat kita. Pengajaran ini bukan milik 1 organisasi gereja tetapi milik semua gereja karena tertulis di dalam Alkitab. Tinggal mau menerima atau tidak. Ayo jangan sampai Tuhan muak. Kenapa Tuhan muak? Karena sudah tidak punya kepala, tidak ada yang mengontrol hidupnya. Hidupnya bebas mengikuti dagingnya dan hawa nafsunya.  

 

Saya lihat orang yang meninggalkan pengajaran betul-betul ngeri. Tidak usahlah Tuhan yang muak, kita yang melihat saja muak. Tetapi bukan berarti kita biarkan, tetap doakan, siapa tahu masih mendapat kemurahan. Bapak Pdt. Pong Dongalemba mengatakan kalau ada yang meninggalkan pengajaran ini kalau bisa kembali itu kemurahan, 1 banding 1.000. Kita sungguh-sungguhlah di dalam Kabar Mempelai.

 

2.      Bilangan 10:33

10:33 Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya, sedang tabut perjanjian TUHAN berangkat di depan mereka dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya untuk mencari tempat perhentian bagi mereka.

 

Kabar Mempelai membawa kita mengalami suasana perhentian, damai sejahtera. Kita yang ibadah tatap muka langsung, kadang menghadapi masalah sampai kita tidak mampu dan kadang sudah tidak mau beribadah. Seharusnya terbuka mata, yang tergembala jarak jauh itu sungguh-sungguh. Ada tantangan dihadapi tetapi tetap maju sebab ada perhentian, kalau tidak ada perhentian sudah gila. Orang lain sudah hina-hina “memangnya sudah tidak ada gereja di sini!”. Kabar Mempelai ini membawa kita dalam suasana perhentian, ketenangan sampai nanti masuk kerajaan sorga yang kekal.

Memang ada musuh yang kita hadapi tetapi kita tidak sendirian.

Ulangan 10:34-35

10:34 Dan awan TUHAN ada di atas mereka pada siang hari, apabila mereka berangkat dari tempat perkemahan.

10:35 Apabila tabut itu berangkat, berkatalah Musa: "Bangkitlah, TUHAN, supaya musuh-Mu berserak dan orang-orang yang membenci Engkau melarikan diri dari hadapan-Mu."

 

Jangan heran kalau kita diperhadapkan dengan musuh, tantangan yang luar biasa dan orang yang membenci, tetapi jangan balas membenci. Kita punya Kabar Mempelai, ada Yesus beserta kita, tidak perlu kita takut, tidak perlu kita ragu. Jangan mundur, pikul tabut dan bergerak maju. Sasaran akhir kita sudah jelas yaitu Yerusalem Baru.

 

Dulu perjalanan bangsa Israel untuk masuk tanah Kanaan dari kaki gunung Sinai dipimpin oleh Tabut Perjanjian. Sekarang kegerakan rohani kita menuju Yerusalem Baru dipimpin oleh Kabar Mempelai Firman pengajaran yang benar. Kalau masuk dalam kegerakan tetapi tanpa pengajaran yang benar itu adalah kegerakan yang nekat. Jangan gerak sendiri, lihat tabut dan dengarn komando pemimpin. Dalam kitab Yosua ada komando pandang tabut, lihat imam yang memikul, jangan gerak sendiri. Bangsa Israel pernah bergerak sendiri tanpa Tabut Perjanjiian, itu gerakan nekat, mereka kalah dan tercerai berai.

Bilangan 14:44-45

14:44 Meskipun demikian, mereka nekat naik ke puncak gunung itu, tetapi tabut perjanjian TUHAN dan Musa juga tidaklah meninggalkan tempat perkemahan.

14:45 Lalu turunlah orang Amalek dan orang Kanaan yang mendiami pegunungan itu dan menyerang mereka; kemudian orang-orang itu mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma.

 

Bergerak sendiri tanpa Kabar Mempelai dan gembala itu nekat. Kaum muda persekutuan Tubuh Kristus mulai dari nikah, menikah tanpa pengajaran dan tanpa Kabar Mempelai itu nekat. Bukannya menyatu tetapi malah kalah dan tercerai berai. Kita mengikuti suatu persekutuan kalau tanpa pengajaran Kabar Mempelai itu kegerakan nekat dan pasti tercerai berai. Bukan kita diajar eksklusif tetapi diajar ketegasan, jangan nekat. Istilah tercerai itu untuk nikah, nanti terganggu nikah. Tidak mengarah pada kesatuan Tubuh Kristus tetapi malah tercerai berai.

 

Cerita dalam Bilangan pasal 14 ini adalah buntut persungutan Israel. Sebelumnya mereka bersungut-sungut dan belum tuntas diselesaikan mereka sudah mau bergerak.

Bilangan 14:1-3

14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu.

14:2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!

14:3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?"

 

Kadang-kadang kita juga seperti itu, bersungut-sungut untuk hal yang belum terjadi. Belum di jalani sudah langsung bersungut. Nanti bagaimana konsumsinya, akomodasinya bagaimana, siapa yang mau datang. Nanti lihat, pasti ada yang datang! Ini pekerjaan Tuhan, kita hanya diikut sertakan, kita tidak usah bersungut-sungut.

 

Penyebab bersungut-sungut.

Bilangan 13:2,27-28,30-33

13:2 "Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka."

13:27 Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.

13:28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

13:30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"

13:31 Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita."

13:32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

13:33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami."

 

Belum dijalani sudah takut duluan. Ini penyebab bersungut, lebih membesarkan pencobaan dari pada kuasa Firman, dari pada janji Tuhan. Tuhan sudah janji kamu pasti menang menduduki Kanaan. Merek malah berkata “besar-besar orangnya, dorang raksasa aduh torang cuma belalang”. Kadang kita begitu, belum dijalani sudah bicara “aduh tidak mungkin, tidak bisa!” jalani dulu dan lihat pembelaan Tuhan. Masalah apapun yang dihadapi kalau kedepankan ketakutan daging pasti bersungut-sungut. Orang seperti itu tidak bisa dipakai dalam kegerakan. Cuma waktu sekolah minggu saja kelihatan hebat “beranilah seperti Daniel!”.

 

Bilangan 13:27-28

13:27 Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.

13:28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

 

Bangsa Israel sudah tahu Firman, sudah mengerti Firman. Ini menunjuk orang yang sudah dalam pengajaran tetapi begitu sudah diperhadapkan dengan masalah dia bimbang, ragu, kuatir. Kenapa bisa bimbang? Karena pengajaran ditambah suara daging. Betul ini kegerakan, hanya, tapi. Maju saja, tidak usah kita ragu. Ayo semangat, tetapi jangan nekat, jangan gerak sendiri-sendiri. Kalau gerak sendiri itu nekat.

 

Kalau sudah bimbang pasti membesarkan suara daging dari pada suara Firman. Bimbang itu suara daging.

Bilangan 13:32

13:32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

 

Kalau Kabar Mempelai ditambah suara daging kita malah menjadi kabar busuk. Makanya orang tidak mau dan jadi alergi. Apa itu pengajaran, katanya begini begitu, coba lihat dia sendiri! Ayo suara-suara daging dimatikan. Maju saja, mujizat terjadi. Tidak usah ragu, kalau orang mau hambat tetap maju. “Kalau iblis berseru maju saja, katanya jangan maju, maju saja, percaya pasti menang oleh darah Tuhanku” anak sekolah minggu saja tahu. Tidak usah lihat tantangan apalagi kalau tantangan dari dalam. Tidak usah kita urus, tidak usah urus omongan orang, yang kita mau urus rohani kita maju. Apalagi kalau Kabar Mempelai dicampur dengan kabar-kabar lain, berita-berita lain, ajaran-ajaran lain, itu sudah busuk dan berulat. Celakanya kabar yang busuk ini cepat menyebar untuk melemahkan rohani. Hati-hati dengan kabar-kabar yang lain. Biarlah Kabar Mempelai saja yang kita dengar, tidak usah suara-suara sumbang itu kita dengar, nanti kita jadi lemah.

 

Bilangan 14:1

14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu.

 

Begitu mendengar kabar busuk menyebar dengan cepat langsung loyo dan lemas. Saya bersyukur Firman ini datang pas kita diperhadapkan dengan pengalaman seperti ini. Kita mau mengalami kegerakan malah ada suara-suara lain muncul. Tidak usah dengar suara-suara itu, ikuti saja kegerakan Tabut, Kabar Mempelai. Kalau kita ikuti suara daging kita malah jadi kabar busuk, jadi lemah.

 

Kita yang sudah dalam Kabar Mempelai lalu menjadi bimbang menghadapi masalah malah membuat orang lain menjadi lemah. Seharusnya kita tunjukan kita ada di pengajaran puncak, dalam Kabar Mempelai, kita kuat sehingga orang lain tertarik mendengar Kabar Mempelai. Kalau kita lemah, lalu orang di luar Kabar Mempelai yang menguatkan, itu terbalik. Yang dalam Kabar Mempelai kalau sering bimbang menghadapi masalah hanya melemahkan orang lain, tidak mungkin dipakai Tuhan.

 

Akibat bersungut-sungut:

1.      Bilangan 14:35

14:35 Aku, TUHAN, yang berkata demikian. Sesungguhnya Aku akan melakukan semuanya itu kepada segenap umat yang jahat ini yang telah bersepakat melawan Aku. Di padang gurun ini mereka akan habis dan di sinilah mereka akan mati."

 

Bersepakat melawan Tuhan. Artinya kelihatan bersekutu tetapi melawan Tuhan. Ini yang saya tidak mau terjadi, kita kelihatan bersekutu menjadi panitia KKR tetapi bersungut-sungut. Itu kelihatan bersekutu tetapi sebenarnya melawan Tuhan! Tidak usahlah bersungut-sungut, tidak ada guna kita gelar KKR kalau bersungut-sungut, tidak dapat apa-apa malah rugi. Namanya daging dengan daging dikasih baku gesek pasti akan muncul riak-riak tetapi diupayakan diredam, jangan sampai bersungut, apalagi sampai bertengkar dan berbantah-bantahan sampai bertengkar gara-gara bawang, tomat, kayu dan segala macam.

 

Bilangan 14:4

14:4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir."

 

Akibatnya pulang ke Mesir, artinya kembali pada hidup lama. Selesai KKR malah kembali ke hidup lama karena ketika KKR ribut, gontok-gontokan. “Kalau begini lebih baik masih di gereja besar, lebih baik di gereja bawang putih” jangan! Ini kita harus jaga. Ini Firman sudah datang, semoga kita bisa dengar dan terima semuanya supaya bisa membuka hati. Kalau ada suara-suara masuk tidak usah dicampur, nanti jadi kabar busuk, biarkan saja. Aktif, kerja saja! Layani Tuhan dengan sungguh-sungguh.

 

2.      Bilangan 14:29

14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

 

Disebut bangkai, bangkai itu sebutan untuk binatang. Artinya rohaninya merosot dari bintang jadi binatang. Ini akibat kalau diisi persungutan dan perbantahan, tidak menjadi sama dengan Tuhan tetapi menjadi sama dengan setan, binatang buas. Tanda-tanda bangkai yang jangan ada pada kita.

a)      Lidahnya buas.

Yakobus 3:8

3:8 tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

 

Lidah kalau tidak dikuasai Firman dia buas, perkataan jahat dan najis, hanya melemahkan dan mematikan rohani orang lain. Nanti namanya tim dekor, tim konsumsi, tim sound sistem namanya ada banyak kepalanya, masing-masing ada usulnya tetapi jangan sampai lidah kita buas! Begitu usulnya tidak diterima langsung mencak-mencak ba veto di situ. Mari ambil keputusan bersama dengan kepala dingin. Itulah kalau ada Firman Tuhan sehingga bisa berkepala dingin, berpengertian, menahan kata.

 

b)      Perilakunya juga buas, sulit terkontrol. Jangan sampai kita izinkan iblis masuk, jangan buka cela, jangan berikan keunttungan kepada iblis. Tuhan baik, Tuhan sayang kita, Firman selalu diperdengarkan karena kita mau dipakai pada kegerakan ini.

 

3.      Bilangan 14:30

14:30 Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun!

 

Tidak bisa masuk negeri perjanjian = Yerusalem Baru. Berarti apa artinya kalau tidak masuk? Binasa selamanya dihukum Tuhan!

 

Persungutan itu kelihatan kecil tetapi akibatnya dahsyat sekali. Jadinya melawan Tuhan, rohani merosot dan tidak bisa masuk Yeusalem Baru. Terhadap orang Israel Tuhan sampaikan peringatan yang keras bahkan hajaran Tuhan. Waktu mendengar peringatan yang keras dari Tuhan dan melihat hajaran Tuhan responnya bagaimana?

Bilangan 14:29

14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

 

Bangsa Israel berkabung dengan sangat. Kelihatan sadar dan menyesal tetapi tidak sungguh-sungguh. Banyak kali kita seperti itu, mendapat peringatan keras dari Tuhan lewat Firman, bahkan mungkin sudah kena hajaran, minta-minta ampun, menangis, bahkan mungkin minta didoakan oleh gembala, kelihatan sadar dan menyesal tetapi tidak sungguh-sungguh. Buktinya mereka melakukan tindakan nekat.

 

Saya banyak kali diperhadapkan dengan orang seperti itu. Datang menangis minta didoakan tetapi tidak sungguh-sungguh. Lihat besok lusa dia lakukan lagi!

 

Bilangan 14:44-45

14:44 Meskipun demikian, mereka nekat naik ke puncak gunung itu, tetapi tabut perjanjian TUHAN dan Musa juga tidaklah meninggalkan tempat perkemahan.

14:45 Lalu turunlah orang Amalek dan orang Kanaan yang mendiami pegunungan itu dan menyerang mereka; kemudian orang-orang itu mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma.

 

Orang Israel bertindak nekat, tidak mau mendengarkan Firman pengajaran, tidak mau mendengar nasihat dari pemiimpin. Ini juga sikap yang banyak dilakukan orang Kristen, waktu mendengar Firman yang keras, waktu sudah dihajar kelihatan sadar dan menyesal,  tetapi mau memperbaiki kesalahan tanpa pengajaran, tanpa Kabar Mempelai, mereka cari jalan keluar sendiri. Dan tidak mau mendengar nasihat pemimpin dan gembala. Orang-orang seperti inilah orang-orang yang ditentukan untuk dihukum. Sampai Tuhan katakan cuma Yosua dan Kaleb yang boleh masuk.

Ulangan 14:32-33

14:32 Tetapi mengenai kamu, bangkai-bangkaimu akan berhantaran di padang gurun ini,

14:33 dan anak-anakmu akan mengembara sebagai penggembala di padang gurun empat puluh tahun lamanya dan akan menanggung akibat ketidaksetiaan, sampai bangkai-bangkaimu habis di padang gurun.

 

Yudas 1:4

1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

 

Dia ada dalam penggembalaan tetapi menyelusup. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang ditentukan untuk dihukum tetapi menjadi orang-orang yang menjadi Mempelai Wanita Tuhan, orangnya Tuhan.

 

Membaca ini saya ngeri, bayangkan 603.550 laki-laki berumur 20 tahun ke atas, yang keluar dari Mesir. Yang masuk Kanaan hanya Yosua dan Kaleb jadi 603.548 banding 2. Betapa banyak yang merosot. Jadi kalau melihat cuma sedikit yang teguh di dalam Kabar Mempelai itu sudah betul, itu penggenapan Firman. Ini menunjukan bahwa kegerakan Kabar Mempelai ini adalah kegerakan penyaringan. Di dalam Kabar Mempelai ini kita disaring, dalam persekutuan antara penggembalaan juga disaring, yang boleh masuk Yerusalem Baru cuma beberapa. Ini jadi awasan untuk saya, saya sebagai gembala, kita tuan rumah lalu ditentukan untuk tidak masuk Yerusalem Baru, aduh jangan! Orang lain dapat berkat lalu kita tidak dapat apa-apa, jangan sampai terjadi demikian!

 

Sikap yang benar terhadap pengajaran supaya kita berhasil tembus masuk Yerusalem Baru.

Bilangan 13:30; 14:6-9

13:30  Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"

14:6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya,

14:7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.

14:8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.

14:9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."

 

1.      Tetap pegang teguh Kabar Mempelai, praktekan Kabar Mempelai. Perintah Tuhan bangsa Israel akan masuk Kanaan sebab negeri itu sudah Tuhan berikan kepada bangsa Israel. Memang untuk masuk Kanaan bangsa Israel harus hadapi peperangan. Untuk pegang teguh pengajaran ini, mau praktekan Firman pengajaran harus siap menghadapi peperangan. Ada musuh-musuh yang mau menghalangi kita harus siap sedia. Firman ini praktis, setelah kita dengar akan langsung diperhadapkan dengan tantangannya. Jangan heran ada tantangannya, tetapi kita sudah dikuatkan oleh Firman Tuhan harus berani menanggung resikonya. Jangan takut, Tuhan beserta kita. Tuhan yang berperang ganti kita.

 

2.      “Jika Tuhan berkenan kepada kita” ini sikap percaya dan mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Percaya Kabar Mempelai sehingga kita tidak takut menghadapi tantangan apapun. Tantangan akan semakin luar biasa, tetapi kita percaya saja. Jangan takut, pegang teguh Firman pengajaran yang benar. Kita percaya FirmanNya, pegang teguh Firmannya, kita tidak takut karena yakin Tuhan beserta, berarti kita mengikut Tuhan sepenuhnya. Berangkat, siap! Maju, siap! Kalau berkata nanti dulu, tunggu dulu, setengah-setengah, nanti malah jadi setengah mati.

Bilangan 14:24

14:24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.

 

Ayo ikut Tuhan sepenuhnya, jangan setengah-setengah, jangan ragu-ragu. Melangkah maju ikut kegerakan, ada tantangan dan rintangan ada Tuhan beserta, Tuhan berperang ganti kita. Jangan lihat besarnya tantangan, lihat Yesus Mempelai Pria Sorga dengan kuasaNya yang besar lewat Kabar Mempelai, mujizat Tuhan nyata. Kalau pandangan kita selalu kepada Yesus maka kita tidak akan gagal masuk ke Yerusalem baru. Rencana Tuhan tidak akan pernah gagal, yang gagal itu orangnya kalau tidak sungguh-sungguh. Ikutlah Tuhan sepenuh, buktinya ikut Tuhan sepenuh kita tergembala dengan benar dan baik.

Yohanes 10:4

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

 

Ikuti kegerakan Firman ini, ikuti pengajaran, ikuti nasihat dari gembala. Tergembala dengan benar dan baik maka kita mencapai sasaran akhir Yerusalem Baru. Jangan takut, Tuhan kita adalah Tuhan Yang Maha Besar, Pengajaran ini besar, kuasanya besar, tidak usah kita takut.

 

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar