20240316

Kebaktian Doa Penyembahan, Sabtu 16 Maret 2024 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 12:1-8

12:1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.

12:2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.

12:8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

 

Kalau dalam Injil Markus dikatakan Maria meminyaki kepala, dalam Injil Yohanes meminyaki kaki.

Markus 14:3

14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

 

Jadi kalau digabungkan seluruh tubuh diminyaki oleh Maria sebagai persiapan penguburan Yesus. Secara rohani ini berarti pelayanan yang terakhir di bumi yaitu pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna untuk siap menyambut kedatangan Yesus sebagai kepala, sebagai Mempelai Pria Sorga. Kalau Mempelai Wanita Tuhan sudah siap, maka berakhirlah pelayanan di bumi. Jadi waktu kita ini adalah waktu yang sisa, kita sudah berada di penghujung akhir zaman. Kita sudah berada di Yobel yang ke-40. Kita sudah mendapat bonus 24 tahun. Kalau belajar peta zaman, zaman Allah Bapa 2000 tahun dari Adam sampai Abraham, sudah lewat. Zaman Anak Allah 2000 tahun dari Ishak anak tunggal sampai Yesus Anak tunggal Allah, sudah lewat. Sekarang kita berada pada zaman Allah Roh Kudus, mulai dari ketuangan Roh Kudus di Yerusalem sampai kedatangan Yesus kedua kali, sebenarnya sudah lewat 2000 tahun. Betul-betul waktu yang ada ini adalah waktu yang sisa, tinggal sedikit. Biarlah kita mau aktif di dalam pelayanan Tubuh Kristus yang sempurna.

 

Kalau di zaman Allah Bapa ada kesalahan, ada zaman Anak Allah untuk memperbaiki. Kalau di zaman Anak Allah salah, ada zaman Roh Kudus untuk memperbaiki. Kalau sekarang kita salah, tidak ada lagi zaman untuk memperbaiki, yang ada sudah mau masuk kerajaan 1000 tahun damai dan pindah ke kerajaan Sorga yang kekal. Jadi kita harus meminimalizir kesalahan-kesalahan. Diperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada dalam hidup pribadi, nikah, pelayanan, biarlah semua diperbaiki lewat Kekuatan Firman pengajaran yang benar.

 

Syarat untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, kita belajar dari Maria.

1.      Mengalami pendamaian atau penebusan oleh darah Yesus yang mahal.

I Petrus 1:18-19

1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,

1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

 

Darah Yesus itu darah yang mahal, makanya Maria memberikan minyak narwastu yang mahal untuk mengimbangi darah Yesus yang mahal. Itupun tidak akan bisa sepadan, darah Yesus terlalu mahal.

 

Jadi syarat dipakai adalah mengalami pendamaian atau penebusan oleh darah Yesus yang mahal, prakteknya:

a)      Lepas dari dosa warisan nenek moyang. Pegangan dari nenek moyang jangan ada lagi. Termasuk adat istiadat yang menyangkut keselamatan yang tidak sesuai Firman, kita harus lepas dari itu semua.

b)      Lepas dari dosanya kita sendiri, dosa yang sudah kita lakukan, dosa yang pernah kita pikirkan, yang pernah kita katakan, yang pernah kita lihat. Kita lepas dari itu semua lewat proses mengaku kepada Tuhan dan mengaku kepada sesama, setelah diampuni jangan diperbuat lagi, begitu diperbuat lagi pengampunan batal. Sudah ditutup oleh darah Yesus jangan kita buka lagi. Apa yang kita pernah perbuat dulu, kita pikirkan, kita pandang, timbul dalam hati, yang menyangkut dengan sesama kita selesaikan semuanya.

c)      Lepas dari dosa orang lain lewat proses mengampuni dan melupakan. Setelah diampuni lupakan, jangan diungkit-ungkit, jangan diingat-ingat lagi. Kadang dosa kita sendiri sudah lepas, dosa orang malah dibawa-bawa, tetap diingat, tidak mau diampuni. ‘Sampai Tuhan datang tidak mau saya ampuni!’ akibatnya dosa orang melekat pada kita, rugi sendiri kita.

Lepas dari dosa itulah yang disebut hidup dalam kebenaran.

I Yohanes 3:9,7

3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

 

Lepas dari dosa = hidup dalam kebenaran, sampai nanti kita bisa benar seperti Yesus benar. Ini syarat untuk dipakai, benar! Bukan kaya, bukan pandai, bukan hebat secara jasmani. Benar pribadinya, benar nikahnya, benar tahbisannya, pasti dipakai. Makanya yang menunggangi kuda putih adalah yang setia dan yang benar. Jadi yang dipakai itu yang benar.

Wahyu 19:11

19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

 

Kuda putih menunjuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Jangan berpikir pokoknya melayani, kalau tidak benar tidak akan diterima Tuhan! Hidup dalam kebenaran baru diterima oleh Tuhan pelayanan kita.

 

2.      Mengalami penyucian

Efesus 4:11-12

4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

 

Jadi syarat kedua mengalami penyucian. Apa yang sanggup menyucikan kehidupan kita? Belajar dari Maria. Maria ini adalah seorang yang suka duduk dekat kaki Yesus, suka berada dekat kaki Yesus. Maria ini duduk dekat kaki Yesus mendengarkan Firman, mendengarkan suara Yesus, mendengarkan Firman yang disampaikan oleh Yesus. Jadi yang sanggup menyucikan kita adalah Firman yang dikatakan oleh Yesus, itulah Firman yang dibukakan rahasianya oleh Tuhan, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Ayat itu adalah perkataan Yesus, diterangkan dengan ayat yang adalah perkataan Yesus, sampai dengan ayat terakhir, berarti seluruh pemberitaan Firman adalah perkataan Yesus. Inilah yang sanggup menyucikan.

Lukas 10:39

10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

 

Yohanes 15:3

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

 

Kalau diterangkan dengan logika manusia, itu ayat diterangkan dengan logika manusia. Diterangkan dengan pengetahuan dunia, filsafat dunia, berarti ayat diterangkan dengan sesuatu dari dunia. Mungkin hebat, tetapi tidak sanggup menyucikan. Bahkan dikatakan itu omongan kosong yang tidak suci kalau diterangkan dengan filsafat dunia.

I Timotius 6:20

6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,

 

Saya juga belajar bahasa-bahasa asli Alkitab, tetapi bukan untuk dijadikan kesombongan atau kebanggaan. Kalau ada ayat-ayat Alkitab, tidak akan bisa dibantah. Kalau pakai pengetahuan dunia, si A dan si B belum tentu sama. Tetapi kalau pakai ayat-ayat Alkitab sumbernya 1 yaitu Yesus Tuhan, pasti sama. Tidak akan timbul perdebatan soal baptisan, soal tahbisan dan lain-lain. Kalau semua berdasarkan ayat-ayat Alkitab itu sendiri. Mengapa timbul pertentangan? Karena pakai pengetahuan manusia. Si A bilang begini, si B bilang begitu, akhirnya terjadi perdebatan, tidak terjadi penyucian. Tuhan sudah mau datang, masakan ktia hanya mau berdebat soal Firman. Biarlah kita menyerah kepada Tuhan, terima Firman yang dibuka rahasianya oleh Tuhan.

 

Penyucian dimulai dari hati, yaitu:

a)      Keinginan jahat = keinginan akan uang.

I Timotius 6:10

6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

 

Bukan uangnya yang salah tetapi hati yang ingin uang itu, melekat pada uang. Bukti hati sudah disucikan dari keinginan jahat, keinginan akan uang:

1)      Bisa mengembalikan apa yang menjadi miliknya Tuhan dengan jujur, dengan benar, perpuluhan dan persembahan khusus. Perpuluhan itu pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan. Tatangan atau persembahan khusus ucapan syukur karena kita sudah diberkati oleh Tuhan. Kalau perpuluhan dasarkan kebenaran. Persembahan khusus dasarkan kerelaan hati. Kalau perpuluhan dikembalikan maka ada makanan Firman, ada pembukaan rahasia Firman. Mulai dari kami hamba Tuhan. Jangan sampai karena ulah saya tidak ada makanan Firman bagi sidang jemaat karena hamba Tuhan sendiri tidak jujur soal perpuluhan.

 

2)      Bisa berkorban apapun yang digerakan oleh Firman (bukan oleh dorongan daging) untuk pelayanan pembangunan Tubuh Kristus, sampai memberi seluruh hidup kepada Tuhan. Seperti Maria, bisa mempersembahkan minyak narwastu seharga 300 dinar. Upah kerja sehari saat itu 1 dinar, jadi 300 dinar itu upah kerja 1 tahun, dia korbankan untuk pekerjaan Tuhan.

Semoga kita mengalami penyucian hati dari keinginan jahat, sehingga kita bisa memberi sehingga lebih bahagia memberi dari pada menerima.

Kisah Para Rasul 20:35

20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

 

Ukurannya bahagia. Jadi bapak ibu membawa korban untuk pekerjaan Tuhan berbahagia atau tidak. Kalau tidak bahagia, bersungut-sungut, berarti afker pemberiannya, tidak ada guna. Termasuk mengembalikan milik Tuhan, ukurannya bahagia.

 

Keinginan jahat itu pasangannya keinginan najis. Makanya harus disucikan kalau tidak nanti gandeng dengan keinginan najis yang mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

 

b)      Kebanggaan dan harga diri yang membuat sulit menerima Firman. Seperti Maria digambarkan dengan menyeka kaki Yesus pakai rambutnya. Rambut itu bicara kebanggaan, harga diri. Biar rambut sudah mau habis masih tetap dipelihara! Kalau pertahankan kebanggaan dan harga diri pasti banyak menuntut, menuntut dihargai, menuntut dihormati, menuntut didengar dan sebagainya. Serta banyak bersungut-sungut. Dia sulit menerima Firman Tuhan. Firman Tuhan itu sering terasa sakit bagi daging, seperti merendahkan dan seperti menghina kita. Seperti perempuan Siro Fenesia datang kepada Yesus ‘tolong anakku yang kerasukan’ belum ditolong. Dia berseru lagi ‘tolonglah aku’ Yesus bilang tidak patut ambil roti untuk anak lalu dilemparkan kepada anjing! Dia datang minta tolong tetapi disebut anjing. Itu Firman pengajaran, rasanya sakit bagi daging. Tetapi kalau kebanggaan dan harga diri ditanggalkan, kita bisa menerima Firman.

 

c)      Kemunafikan. Rambut itu licin, itu bicara kemunafikan. Kemunafikan disucikan sehingga kita bisa menjadi pribadi yang jujur, apa yang di dalam dan di luar sama. Makanya Mempelai Wanita Tuhan berpakaian putih berkilau-kilau, suci dalam dan luar. Bukan cuma tampak luar suci tetapi di dalamnya kotor. Orang Farisi dan ahli Taurat tampak luar bersih padahal dalamnya kotor, itu kemunafikan! Ini harus disucikan sehingga kita menjadi pribadi yang jujur, dalam dan luar sama!

 

3.      Mengalami minyak urapan Roh Kudus, seperti Maria mencurahkan minyak narwastu yang harum baunya. Pekerjaan yang kita lakukan adalah pekerjaan Tuhan, bukan pekerjaan daging. Kalau kita pakai kekuatan daging, tidak akan bisa! Di awal mungkin tahan. Misalkan saya sebagai hamba Tuhan melayani 3 tempat, kalau kekuatan daging, di awal saja mampu, setelah itu minta ampun tidak mampu. Tinggal ganti orang saja khotbahnya, tetapi dia tidak mau lepas pelayanannya, nanti penghasilannya kurang, itu kalau daging! Tetapi kalau dengan kekuatan Roh Kudus mungkin fisik sudah lemah, usia sudah bertambah, tetapi urapan Roh Kudus yang membuat kuat, setia, menyala-nyala sampai garis akhir!

Roma 12:11

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

 

Jadi ini 3 syarat dipakai Tuhan, benar, suci, setia menyala-nyala sampai garis akhir kehidupan kita sekalian!

 

Bagaimana caranya supaya minyak urapan tetap ada pada kita, sehingga kita tetap setia berjaga-jaga sampai garis akhir.

a)      Imamat 21:12

21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

 

Caranya tetap tinggal di tempat kudus, ruangan suci! Di situ ada 3 macam alat. Sekarang menunjukan ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, ini kandang penggembalaan kita. Jadi supaya urapan tetap ada, bertekunlah dalam penggembalaan. Meja roti menunjuk ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci. Pelita emas menunjuk ketekunan dalam ibadah raya. Mezbah dupa ketekunan dalam ibadah doa. Tekun itu tidak bisa dihalangi dan tidak mau terhalang. Tekuni maka urapan ada atas kita. Semakin mantap dalam penggembalaan, semakin luar biasa urapannya.

 

Mantap dulu dalam penggembalaan baru melayani antar penggembalaan. Kalau di dalam  melimpah urapan, baru meluber bawa keluar antar penggembalaan. Antar penggembalaan minyaknya bertambah, pulang dalam penggembalaan semakin bergentong-gentong minyaknya.

 

b)      Rela menerima percikan darah!

I Petrus 4:12-14

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

 

Harus rela menerima percikan darah, percikan darah itu sengsara daging tanpa dosa karena Yesus, karena ibadah, karena Firman pengajaran. Kita rela menerima, bukan mengomel. Semakin luar biasa percikan darahnya, semakin luar biasa urapannya, semakin dipakai Tuhan. Bonusnya semakin luar biasa diberkati Tuhan. Tidak usah tolak pelayanan, kalau dipercayakan kerjakan. Cuma jangan ambisi! Biarpun secara daging sengsara tetapi Tuhan kasih kekuatan.

 

Kalau ada urapan, urapan Roh Kudus itu mengerjakan mujizat dalam hidup kita.

Titus 3:5

3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

 

Roh Kudus mengerjakan mujizat rohani yaitu keubahan hidup, dari manusia daging yang berbau busuk, menjadi manusia rohani yang berbau harum bagi sesama. Begitu Maria mencurahkan minyak itu, bau harum semerbak memenuhi seluruh rumah. Mulai dari nikah rumah tangga kita, bawa bau harum di situ, jangan bau busuk! Suami menyebarkan bau harum Kristus, isteri membawa bau harum Kristus, anak-anak membawa bau harum Kristus.

 

Yohanes 12:3

12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

 

II Korintus 2:14-16

2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.

2:16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?

 

Siapa yang bisa menyebarkan bau harum, daging tidak mampu! Hanya kekuatan Roh Kudus yang memberikan kemampuan. Mau tunduk pada suami, mungkin beberapa waktu bisa. Lama-lama dia merasa semakin tunduk semakin ditendang, semakin dikasari. Mulai berpikir saya juga tahu bela diri, kalau cuma main begitu saya juga bisa. Suami untuk mengasihi isteri, semakin disayang semakin melunjak, semakin menanduk, itu daging tidak mampu, hanya Roh Kudus yang memberikan kekuatan dan kemampuan. Sekalipun kita sampai sudah seperti Sara 2 kali mau diserahkan kepada laki-laki lain tetapi dia tetap bisa tunduk dan menamai Abraham suaminya sebagai tuannya. Itu hanya karena kekuatan Roh Kudus.

 

Biarlah kita bersikap seperti Maria yang suka berada di bawah kaki Yesus sehingga bisa menyebarkan keharuman Yesus di mana-mana. Jangan seperti Yudas, dia tidak mengalami penyucian, hidupnya tidak benar, keuangannya tidak benar, tidak setia, akhirnya dia mati menggantung diri, perutnya pecah, isi perutnya tertumpah keluar, membawa bau busuk! Jangan, biarlah kita mau seperti Maria menyebarkan bau harum di mana saja. Maka kita pasti diingat oleh Tuhan.

 

Markus 14:9

14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

 

Hasilnya kalau kita selalu diingat oleh Tuhan.

Yesaya 49:14-16

49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."

49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

 

Tuhan tidak melupakan berarti Tuhan selalu mengingat kita. Hasilnya kita ada di tangan Tuhan, di hati Tuhan, dipikiran Tuhan dan direncana Tuhan, sehingga kita tidak perlu ragu akan hidup sehari-hari. Dalam menghadapi persoalan tidak perlu takut. Dia selalu menolong, memelihara, melindungi secara ajaib. Kalau kita ada di tangan Tuhan, siapa yang bisa merebut, setanpun tidak bisa merebut. Sampai nanti kelak kita masuk penggenapan rencana Tuhan yaitu menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna utuk siap menyambut Yesus Mempelai Pria Sorga, masuk pesta nikah Anak Domba Allah sementara dunia ini dihukum. Kemudian kita bulan madu selama 1000 tahun damai, sampai masuk kerajaan sorga, bersama Yesus selama-lamanya.

 

Jadi selalu kita ingat, saya mau hidup benar, mau hidup suci, mau setia, maka kita selalu ada di tangan Tuhan, di hati Tuhan, di pikiran Tuhan, direncana Tuhan tidak pernah ditinggalkan.

 


Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar