20240303

Kebaktian Umum, Minggu 3 Maret 2024 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 13:16-18

13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,

13:17 dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.

13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

 

Antikristus mau menguasai manusia seutuhnya dengan memberi cap 666. Jadi manusia mau dikuasai tubuh, jiwa dan rohnya. Supaya kita tidak dicap oleh antikristus ada 3 hal yang harus kita lakukan:

1.      Menerima meterai Tuhan. Hidup kita jangan kosong, harus ada meterai darah penebusan, meterai Firman dan meterai kasih Tuhan, meterai nama Tuhan. Kita harus berkeluh kesah menghadapi keadaan dunia ini, bukan ikut-ikutan berbuat dosa. Tetapi ada rasa prihatin keselamatan jiwa kita, keselamatan keluarga kita supaya luput dari cap antikristus.

2.      Memiliki hikmat Tuhan.

3.      Memiliki kasih kepada Tuhan dan sesama.

 

Hikmat dan kasih itu tidak bisa dipisah, kalau ada kasih kepada Tuhan pasti ada kasih kepada sesama.

Markus 12:32-34

12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." 

12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

 

Sekarang kita akan membahas poin kedua, kita harus memiliki hikmat Tuhan. Baik dia sudah tua maupun masih muda, sama-sama harus memiliki hikmat Tuhan. Ada 2 tokoh dalam Alkitab yang sama-sama merindukan hikmat Tuhan, yang pertama orang tua dan yang kedua orang muda.

1.      Mazmur 90:12,1

90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

90:1 Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.

 

Musa seorang tua, yang dia mohonkan kepada Tuhan adalah hikmat Tuhan.

 

2.      Salomo mewakili orang muda. Yang dia minta kepada Tuhan bukan kekayaan, bukan kemenangan atas musuhnya atau perkara duniawi tetapi yang dia minta adalah hikmat Tuhan.

I Raja-raja 3:7,9,12-13

3:7 Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.

3:9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"

3:12 maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.

3:13 Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.

 

Jadi baik dia orang tua maupun orang muda harus memiliki hikmat Tuhan, maka berkat-berkat yang jasmani merupakan bonus dari Tuhan. Salomo minta hikmat dia diberi kekayaan, kekuasaan, kejayaan. Jadi tidak perlu cari yang jasmani, hikmat Tuhan yang utama. Kalau Tuhan masih memberikan perpanjangan umur kepada kita, gunakan untuk memperoleh hikmat Tuhan. Jika manusia bisa umur panjang, umur 70, 80, 90 bahkan lebih dari itu, itu hal yang luar biasa. Tetapi dalam doanya Musa katakan hari-harinya penuh kesukaran dan penderitaan.

Mazmur 90:10

90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

 

Seringkali umur panjang itu disertai kesukaran. Kebanyakan orang kalau umur seperti itu sudah dialami kesukaran dan penderitaan. Kenapa diusia lanjut ditandai kesukaran dan penderitaan?

1.      Sebab perpanjangan umur hanya digunakan untuk mencari perkara daging, berkat-berkat jasmani. Bahkan beribadahpun untuk mendapatkan berkat-berkat jasmani, tujuannya supaya diberkati. Itu kekeliruannya sehingga diusia lanjut menderita dan sukar.

2.      Sebab perpanjangan umur hanya digunakan untuk berbuat dosa.

 

I Petrus 4:3

4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.

 

Cukup banyak waktu untuk berbuat dosa, akibatnya menderita sampai masuk aniaya antikristus. Beda menderita karena ibadah, menderita karena Yesus, bukan itu yang dimaksud. Orang muda masuk aniaya antikristus itu sudah sangat mengerikan. Masih kuat lalu dia harus dianiaya, betul-betul sangat mengerikan. Saya selalu ingat pesan papa ‘hai anak-anak muda, di masanya kalianlah itu antikristus nanti berkuasa, kami yang sudah tua tidak tahu kapan dipanggil Tuhan’. Betapa mengerikan, masih kuat sudah dianiaya, apalagi kalau sudah tua secara fisik, sudah lemah, lalu masuk aniaya antikristus lagi. Mau lari sudah tidak bisa. Jangankan lari, bangun dari tempat duduknya saja sudah tidak bisa, lalu mau dianiaya antikristus, sangat menderita! Sebab itu gunakan perpanjangan umur kita untuk mendapatkan hikmat Tuhan.

 

Bagaimana caranya untuk mendapatkan hikmat Tuhan?

1.      I Korintus 1:18,23-24

1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

 

Yang pertama lewat berita salib atau Korban Kristus. Kita bisa tahu tentang berita salib, tentang Korban Kristus lewat Injil Keselamatan. Nenek moyang kita dahulu bukan orang Kristen, mereka penyembah berhala. Mereka tahu salib, tahu korban Kristus lewat Firman penginjilan. Sudah 100 tahun lebih Injil masuk tanah Poso dan kita keturunannya sekarang sudah menerima Yesus lewat berita salib, Firman penginjilan, Injil Keselamatan.

Efesus 1:13

1:13 Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

 

Hikmat yang kita dapat dari berita salib adalah hikmat Tuhan yang menyelamatkan. Ini tidak bisa diterima akal manusia. Saya banyak kali membaca orang di luar sana berkata ‘Tuhan koq disalib, koq mati dibunuh oleh ciptaanNya?’ bagi manusia tidak masuk akal, kenapa mati, koq aneh? Inilah hikmat Tuhan yang menyelamatkan.

 

Proses mendapatkan hikmat Tuhan yang menyelamatkan.

a)      Percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Tidak ada lagi pegangan-pegangan yang lain. Banyak yang sudah Kristen tetapi masih ada kepercayaan-kepercayaan yang lain. Ayo lepaskan semuanya, hanya Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa yang rela mati untuk menyelamatkan manusia yang berdosa.

 

Roma 10:17

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

 

Iman yang benar timbul dari mendengar Firman, bukan karena melihat. Banyak kali orang Kristen percaya Yesus hanya karena melihat. Kalau ada mujizat ‘Yesus dahsyat, luar biasa’. Begitu tidak ada mujizat jasmani, mulai dia ragu ‘betulkah Yesus Tuhan?’. Itu iman karena melihat, iman seperti Tomas, iman yang dicela Yesus. Biarlah iman kita dari mendengar Firman, itu proses mendapatkan iman yang menyelamatkan. Mendengar Firman itu menentukan kita punya hikmat dari Tuhan. Kalau malas dengan Firman itu orang bodoh di hadapan Tuhan. Mungkin sekolahnya tinggi, ijazahnya banyak, tetapi kalau tidak suka dengar Firman, bosan dengar Firman, itu tidak punya hikmat Tuhan.

 

b)      Bertobat! Apa itu bertobat?

1)      Mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama oleh dorongan Firman. Dan setelah diampuni tidak melakukannya lagi. Berhenti merokok, berhenti narkoba, berhenti minum minuman keras, berhenti lakukan yang najis, itu dapat hikmat Tuhan!

2)      Mengampuni dan melupakan dosa orang lain. Lupakan, jangan ingat-ingat lagi, jangan ungkit-ungkit lagi. Mengampuni oleh dorongan Firman. Kalau dorongan kita sendiri bisa mengampuni tetapi untuk melupakan itu berat, masih diingat-ingat. Tetapi oleh pekerjaan Firman bisa kita ampuni dan lupakan sekalipun betapa kita telah disakiti dan dirugikan.

 

Jadi bertobat itu mati terhadap dosa, biar digoda, dipaksa, diancam, tidak mau lagi! Coba orang mati digoda, dipaksa berbuat dosa, dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa, sudah terbujur kaku. Orang yang bertobat itu adalah orang berhikmat. Orang yang mempertahankan dosa adalah orang bodoh. Sekolahnya mungkin tinggi, tetapi dihadapan Tuhan dia bodoh. Orang bodoh ini cenderung mempersalahkan orang. Dia berbuat dosa tetapi mempersalahkan orang lain.

Pengkhotbah 10:2-3

10:2 Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

10:3 Juga kalau ia berjalan di lorong orang bodoh itu tumpul pikirannya, dan ia berkata kepada setiap orang: "Orang itu bodoh!"

 

Sudah selingkuh malah salahkan isteri, gara-gara kau tidak masak yang enak, gara-gara kau kurang perhatian. Sudah salah malah salahkan suami, sudah salah malah salahkan gembala, salahkan pembina dan seterusnya. Ini orang yang mempertahankan dosa, cenderung mempersalahkan orang lain. Yudas seperti itu, Firman Tuhan datang dengan keras ‘alangkah lebih baik kalau orang itu tidak dilahirkan’. Yudas bilang ‘bukan aku!’ berarti dia tuduh murid-murid lain yang berbuat dosa mau menyerahkan Yesus. Bukan dia, berarti Yesus yang salah. Ini orang bodoh, salah-salahkan orang. Di sini jangan ada lagi. Kita mau mengejar hikmat Tuhan, harus ada hikmat Tuhan.

 

c)      Lahir baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus sehingga kita mendapatkan jenis kehidupan sorga. Apa itu jenis kehidupan sorga?

II Petrus 3:13

3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

 

Sorga itu tempatnya kebenaran. Jadi jenis kehidupan sorga adalah hidup benar sesuai Firman. Orang yang benar adalah orang yang berhikmat. Tidak hidup benar berarti orang bodoh, tidak punya hikmat Tuhan. Mari kita berupaya mengejar hikmat Tuhan. Silahkan sekolah segiat-giatnya, tetapi kejar lebih dulu hikmat Tuhan. Banyak setelah mendapat hikmat dunia malah tidak selamat, malah tinggalkan Tuhan, tinggalkan kebenaran. Waktu masih sekolah hikmat Tuhan ada padanya, benar! Begitu dapat hikmat dunia malah sudah tidak benar. Malah hamba Tuhan ikut-ikutan kejar hikmat dunia dengan cara yang tidak benar. Apa artinya saya dapat gelar tetapi tidak benar. Gara-gara gelar sarjana lalu saya mau tinggalkan kebenaran, saya tidak mau!

 

Teman saya menelpon ‘saya dikasih tahu sama pengurus, sudahlah ikuti saja, nanti 5 tahun berikut baru kembali yang awal’. Saya bilang jangan ikut karena mau cari aman, kalau dalam 5 tahun itu Tuhan Yesus datang, neraka kita! Jangan korbankan kebenaran hanya untuk mendapatkan ketenaran atau sesuatu yang jasmani, buat apa! Kebenaran dikorbankan kehilangan hikmat Tuhan, kehilangan sorga.

 

Kadang ketika kita sudah hidup benar, bisa jatuh lagi dalam dosa sehingga kehilangan keselamatan. Benar itu selamat, tidak benar tidak selamat. Sebab itu setelah hidup benar, sudah mendapat hikmat Tuhan yang menyelamatkan, harus tergembala dengan benar dan baik. Penggembalaan itu harus, tidak bisa tawar menawar, itu sesuatu yang mutlak kita kerjakan untuk bisa sampai ke kerajaan Sorga ketemu Yesus Mempelai Pria Sorga. Yesus datang pertama kali kaitannya dengan penggembalaan, gembala-gembala di padang Efrata melihat kemuliaan Tuhan. Yesus datang kedua kali Dia menjemput pengantin Anak Domba. Jadi penggembalaan ini sangat penting, sesudah hidup benar tekuni penggembalaan.

Amsal 12:26

12:26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

 

Penggembalaan adalah tempat memantapkan kebenaran.

Mazmur 23:1-3

23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

 

Praktek tergembala dengan benar dan baik.

1)      Yohanes 10:1-3

10:1 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

 

Praktek pertama masuk kandang penggembalaan. Kalau tidak di dalam kandang, nanti bisa diklaim setan ‘ini punyaku’. Kandang penggembalaan secara jasmani bisa berbeda-beda yaitu organisasi gereja yang legal. Kita saja sekalipun 1 gembala tetapi kandangnya secara jasmani berbeda-beda, di sini Kristus Penebus Tentena, di Diora Gosyen Diora, di Tonusu Kristus Penebus Tonusu. Secara rohani harus sama yaitu di dalam ruangan suci, itulah ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:

Ø  Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan suci. Di situ kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman dan Kurbannya. Kita mendapat makanan rohani, domba-domba diberi makan.

Ø  Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya, kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karuniaNya, kita diberi minum, ada air kehidupan.

Ø  Mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya dan kita mendapat udara segar untuk bernafas

 

Jadi dalam penggembalaan kita dapat makanan, dapat minum dan dapat udara segar sehingga rohani pasti bertumbuh. Untuk bisa masuk kandang penggembalaan harus melalui pintu yang sempit yaitu penyaliban daging, makanya banyak yang tidak mau. Hanya orang yang mau menyalibkan dagingnya bisa masuk kandang penggembalaan, bertekun dalam 3 macam ibadah pokok, mau makan Firman.

Yohanes 10:9-10

10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

 

Harus lewat pintu, jangan melompat tembok. Pintu ini menunjuk Yesus yang disalibkan, masuk proses penyaliban daging. Salib adalah kebodohan bagi orang yang akan binasa, bagi orang yang tidak mau tergembala.

I Korintus 1:18

1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

 

Bagi mereka ngapain 3 macam ibadah, lebih baik kerja dapat ini dapat itu. Tetapi bagi kita yang mau tergembala, salib itu adalah hikmat Tuhan bagi kita. Jangan tolak salib, masuk kandang penggembalaan itu sudah penyaliban daging. Untuk kami gembala mau melayani 3 macam ibadah di 1 tempat saja sudah penyaliban daging, apalagi 2 sampai 3 tempat, sakit bagi daging, tetapi mendapatkan hikmat Tuhan. Kita yang tergembala mendapat hikmat Tuhan sehingga tidak bisa dikalahkan oleh siapapun di dunia ini.

I Korintus 1:23-25

1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

 

Jadi jangan kecewa, jangan putus asa, jangan pesimis bagi yang tidak punya hikmat dunia, sekolahnya mungkin terbatas. Yang penting mau tergembala, mau menyalibkan daging, maka kita memiliki hikmat Tuhan, kita tidak bisa dikalahkan oleh siapapun. Contohnya Petrus, menghadapi orang-orang pintar di dalam sidang Mahkamah Agama, lalu orang di dalam Mahkamah Agama itu terheran-heran karena mereka tahu Petrus tidak terpelajar, tetapi bisa mengeluarkan kata-kata hikmat.

 

Bersyukur yang punya hikmat dunia, ada gelar adn lain-lain, ditambah hikmat Tuhan luar biasa. Pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir Tuhan pakai orang tidak terpelajar seperti Petrus dan juga orang pandai seperti Nikodemus dan orang kaya seperti Yusuf Arimatea.

 

Di dalam penggembalaan kita mendapat tudung perlindungan, ada 4 lapis tudung. Ruangan suci itu kandang penggembalaan, ditudungi 4 lapis tudung.

Ø  Tudung Tabernakel yang kelihatan menunjuk gembala di bumi ini, dia terus menaikan doa penyahutan bagi keselamatan jemaat.

Ø  Tudung bulu kambing, ini menunjuk Allah Roh Kudus melindungi kita.

Ø  Tudung bulu domba celupan merah, ini menunjuk Yesus Anak Allah menudungi kita.

Ø  Tudung mina gajah menunjuk Allah Bapa melindungi kita dari hukuman atas dunia ini.

 

Yang menjadi penentunya adalah gembala. Kalau gembala tidak sungguh-sungguh melayani Tuhan, tidak serius menggembalakan domba-domba yang ditebus oleh darah Yesus, maka tidak ada 3 lapis tudung di atasnya. Jika tudung Tabernakel tidak ada maka tudung bulu kambing, tudung kulit domba dan tudung mina gajah tidak ada.

I Timotius 4:16

4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

 

Doakan saya sebagai gembala. Jangan salah tergembala. Sudah masuk kandang, lihat gembalanya bagaimana. Kita masuk kandang tetapi ditangani gembala yang malas memberi makan, kasihan domba dalam kandang mengembik terus minta makan tetapi tidak dikasih makan, namun diperas terus susunya, diguntingi bulunya, di makan dagingnya, kasihan! Berdoa dan minta kepada Tuhan, Tuhan akan tunjukan alamat yang tepat untuk tergembala.

 

2)      Mendengar suara gembala = taat pada Firman penggembalaan apapun resikonya. Jangan takut, kalau kita mendengar suara Gembala maka kita ikut dari belakang dan Gembala berjalan di depan. Jadi resikonya Tuhan Yesus yang tanggung. Kita hanya taat saja pada Firman, nanti Tuhan yang tanggung. Tetapi kalau tidak mau mendengar suara Gembala, tanggung sendiri resikonya!

Yohanes 10:4

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

 

Ikut Yesus maka rohani kita maju. Kalau di depan ada serigala maka gembala yang hadapi, domba di belakang aman terlindungi. Gembala Agung kita adalah Yesus. Jangan ragu untuk tergembala. Tuhan pelihara, kita ada di tangan Yesus Gembala Agung.

Yohanes 10:27-28

10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

 

Jadi tergembala itu bukan untuk menyiksa kita. Justru di dalam penggembalaan kita mendapat segalanya dari Tuhan, hidup kekal Tuhan berikan, masa hidup sehari-hari, masa depan tidak Dia beri? Semua Tuhan berikan. Kami suami isteri tidak bekerja lagi di dunia, tidak dapat gaji. Ada bulanan dari organisasi tetapi kami tidak ambil itu, tetapi kami hidup. Saya yakin hidup kekal Tuhan berikan. Kalau domba-domba saja mendapat hidup kekal masa gembala tidak Tuhan berikan hidup kekal. Domba-domba diberikan hidup jasmani masakan gembala tidak mendapatkan hidup jasmani. Dombanya gemuk, lalu gembalanya kurus kering, tidak masuk akal! Dan tidak ada yang bisa merebut dari tangan Tuhan, kemenangan Tuhan berikan. Jadi dalam penggembalaan kita dapatkan segalanya, keselamatan kita dapatkan, garansi selamat sudah kita dapat. Kalau rusak uang kembali. Yang jasmani hanya bonus. Yang jasmani itu efek dari yang rohani. Tidak usah kita ragu!

 

Sudah dapat keselamatan, dapat yang jasmani, dapat ketenangan dan damai sejahtera. Apa lagi yang kurang? Daud mengatakan Dia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, di tepi air yang tenang, ada ketenangan. Biasanya untuk menghilangkan stress ada suara-suara di pedesaan, suara seruling, suara air mengalir. Begitulah domba, dia berbaring = damai sejahtera. Inilah manfaat tergembala, jangan kita ragu, nikmati penggembalaan. Istilah berbaring itu kita menikmati penggembalaan. Sebagai gembala saya juga harus menikmati bagaimana menggembalakan jemaat Tuhan yang telah dibeli dengan darah yang mahal, darahnya Yesus.

 

2.      Kolose 1:27-28

1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!

1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

 

Dari Yesus yang adalah pengharapan akan kemuliaan. Kita tahu Yesus akan datang kedua kali sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga lewat Injil tentang kemuliaan Kristus, Firman pengajaran. Jadi kita mendapat hikmat Tuhan lewat Firman penginjilan dan Firman pengajaran. Firman pengajaran ini adalah hikmat Tuhan yang menyempurnakan.

II Korintus 4:3-4

4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,

4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

 

Ini hikmat Tuhan yang menyempurnakan = Firman pengajaran yang benar, Firman yang lebih tajam dari pedang bermata 2. Kita sudah menerima penginjilan, lanjutkan pada kesempurnaan. Sudah menerima berita salib, lanjutkan pada berita kesempurnaan.

Ibrani 6:1 (Terjemahan Lama)

6:1 Sebab itu baiklah kita berhenti daripada menerangkan pengajaran Kristus yang mula-mula itu, langsungkanlah kepada kesempurnaan: Janganlah lagi kita membubuh alas, yaitu dengan pengajaran hal tobat daripada perbuatan yang membawa kepada mati, dan iman kepada Allah,

 

Firman pengajaran yang benar lebih tajam dari pedang bermata 2. Tajam yang pertama adalah pengajaran Tabernakel, ilham Tuhan kepada Pdt. Van Gessel tahun 1935. Ada tertulis di dalam Alkitab. Tajam kedua itu pengajaran mempelai, Matius 25:6. Jadi Firman yang yang lebih tajam dari pedang bermata 2 adalah Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel, milik semua gereja karena tertulis di dalam Alkitab, tinggal mau menerima atau tidak, mau dibukakan atau tidak. Berbahagialah kita karena kepada kita sudah dibukakan, kita tinggal mentaati pengajaran yang diteruskan kepada kita. Kita tinggal terima, tinggal mentaati, tidak usah diutak atik tambah kurang.

 

Pengajaran ini untuk menyucikan. Jadi untuk mendapatkan hikmat Tuhan yang menyempurnakan, harus menerima penyucian. Tidak bisa kita tawar menawar, harus menerima penyucian.

Ibrani 4:12

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

a)      Yang pertama mau ditusuk, mau disucikan adalah hati. Hati manusia itu adalah gudangnya dosa! Sesama tidak tahu, tetapi Tuhan tahu, setanpun tahu makanya dia mendakwa dan menuduh kita. Sebab itu perlu ditusuk dengan pedang Firman.

Matius 15:19

15:19  Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

 

Markus 7:21-23

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,

7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

 

Di sini dibeberkan apa yang ada di hati manusia. Kalau dikelompokan menjadi 3 yaitu keinginan jahat, keingnan najis dan kepahitan. Keinginan jahat mengarah pada cinta uang sehingga menjadi kikir dan serakah, tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, tidak bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan, malah merampas dan mengambil miliknya Tuhan. Keinginan najis mengarah pada dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Ini keinginan najis:

Matius 5:27-28

5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.

5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

 

Ingat Hawa, waktu ular datang kepada Hawa dengan bujuk rayunya, Hawa lihat itu buah pohon terlarang dan hatinya ingin, akhirnya dia makan. Dikatakan menarik hati, hatinya ingin, akhirnya dimakan. Begitulah dosa makan minum ini, dosa kawin mengawinkan. Ini perlu disucikan.

 

Kemudian kepahitan hati, itu mengarah pada kebencian tanpa alasan, mau dia benar atau salah, mau baik tetap dia benci karena sudah ada kepahitan di hati. Hati ini perlu ditusuk lewat pedang Firman pengajaran yang benar. Apa artinya punya hikmat dunia tetapi sering pahit hati kepada sesama, di hadapan Tuhan kita orang bodoh. Punya hikmat dunia tetapi jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan, punya hikmat dunia tetapi terikat dengan uang, itu orang bodoh di hadapan Tuhan.

 

Jangan tukar hikmat Tuhan dengan rokok, dengan minuman, dengan pria idaman lain, wanita idaman lain, jangan tukar hikmat Tuhan dengan dosa! Biarlah hati kita disucikan. Kalau hati sudah suci maka penyucian berjalan terus sampai pada kesempurnaan.

 

b)      Yang berikut disucikan adalah mata kanan.

Matius 5:29

5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

 

Tidak ada lagi pandangan daging, tetapi pandangannya tertuju kepada Yesus Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.

Ibrani 8:12; 12:1

8:1 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

 

Kita periksa mata sudah disucikan atau belum. Praktek memandang Yesus Imam Besar adalah ada perhatian dalam pelayanan. Banyak orang bisa melayani, tetapi tidak perhatian. Kalau ada perhatian untuk pelayanan, alat-alat untuk ibadah itu terjaga, tidak akan hancur, tidak akan rusak.

 

Yesus Imam Besar pelayanannya adalah pelayanan pendamaian. Jadi kita harus melayani dalam roh perdamaian serta rela berkorban. Yesus Imam Besar bukan membawa darah lembu atau domba tetapi darahNya sendiri, itu rela berkorban. Itulah praktek mata disucikan, ada perhatian dalam pelayanan, melayani dengan roh pendamaian serta rela berkorban. Apapun yang Tuhan minta semua kita korbankan.

 

c)      Tangan kanan disucikan.

Matius 5:30

5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

 

Perbuatan disucikan dari perbuatan dosa, perbuatan yang merugikan orang lain. Perbuatan disucikan itu hanya berbuat baik, sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Dan bisa memberi kepada sesama anggota Tubuh Kristus yang membutuhkan. Dan juga memberi untuk pekerjaan Tuhan. Tangan kanan itu hubungannya dengan memberi.

Matius 6:3

6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

 

d)      Nikah disucikan

Matius 5:31-32

5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.

5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

 

Periksa nikah kita, banyak yang salah dalam nikah kita, ada Firman pengajaran yang mampu memperbaikinya. Kesalahan apapun, mungkin sudah fatal sekali, tetapi kalau masih ada pengajaran masih bisa diperbaiki. Tidak ada kata terlambat kalau kita mau menerima penyucian Firman. Sebelum Tuhan datang, selagi Firman masih ada, bawalah nikah kita, bawa nikah kita kepada Tuhan. Saya isteri yang dominan mau jadi kepala. Saya suami yang kasar. Saya orang tua yang kasar mendidik anak. Saya anak yang tidak hormat kepada orang tua. Firman datang menyucikan nikah kita, sampai puncaknya nanti mulut disucikan.

 

e)      Mulut disucikan

Matius 5:37

5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

 

Ya katakan ya, tidak katakan tidak, selebihnya itu dari setan. Mulut disucikan menjadi jujur, ya diatas yang ya, tidak diatas tidak. Terutama jujur soal pengajaran. Jujur soal pengajaran ini banyak orang tidak mampu, rasanya berat. Mau bilang ‘ini benar, ini salah, hindari!’ masih pakai perasaan daging. Disucikan terus sampai mulut tidak salah dalam perkataan, itulah orang yang sempurna.

Yakobus 3:2

3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

 

Ini hikmat Tuhan yang menyempurnakan, sakit bagi daging tetapi membawa pada kesempurnaan. Jadi biarlah kita memanfaatkan perpanjangan umur yang diberikan oleh Tuhan untuk mendapatkan hikmat Tuhan lewat praktek:

1.      Hidup benar

2.      Tergembala

3.      Disucikan oleh Firman pengajaran yang benar.

 

Kalau dapat kemurahan Tuhan bisa dapat hikmat dunia, puji Tuhan, tetapi bukan menjadi kebanggaan dan kesombongan. Saya berdoa buat anak-anak muda yang sekolah dan kuliah bisa lulus memuliakan Tuhan, bisa dapat gelar, tetapi jangan sampai kehilangan hikmat Tuhan. Tetap hidup benar, tetap hidup tergembala, tetap hidup suci. Dalam Tabernakel hidup benar dan suci itu kena pada warna putih. Sejak muda, sampai tua, sampai putih rambut hiduplah dalam kebenaran, tergembala dengan benar dan baik serta hidup dalam kesucian, itu mahkota kita.

Amsal 16:31

16:31 Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.

 

Hasilnya kalau kita ada di jalur yang benar:

1.      Amsal 20:29

20:29 Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.

 

Uban adalah keindahan orang tua. Bagi yang masih muda, masa tua itu berarti masa depan kita. Jadi hasilnya kalau kita dijalur yang benar kita memiliki masa depan yang indah. Kaum muda jangan takut, saya terbatas segalanya, orang tua cuma punya sawah 1 petak, kebun 1 petak, ijazah terbatas. Jangan takut, yang penting hidup benar, tergembala dengan benar dan baik, hidup suci, itu sudah dapat hikmat Tuhan yang menyelamatkan dan hikmat Tuhan yang menyempurnakan, sudah dapat keindahan, masa depan yang indah. Hidup benar, tergembala dan hidup suci, itu jaminan keindahan hidup kita. Bukan nanti banyak uangnya, besar gajinya, bukan itu yang menjamin keindahan hidup kita. Saya punya kenalan orang kaya betul-betul kaya, tetapi tidak menjamin keindahan, tidak pernah bahagia dalam nikah, satu rumah tetapi seperti tidak baku kenal. Jadi bukan itu yang menjamin keindahan. Yang menjamin keindahan hidup kita adalah hidup benar, tergembala, hidup suci. Makan nasi tambah nasi tidak ada lauknya tetapi indah karena hidup dalam kebenaran.

 

2.      Yesaya 46:4

46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

 

Sudah indah hidupnya, digendong lagi oleh Tuhan. Yang penting kita dijalur yang benar, jangan ragu, Yesus menggendong kita. Artinya:

a)      Yesus menyelamatkan kita.

b)      Yesus menanggung segala beban hidup kita dan menyelesaikannya. Kalau belum selesai persoalannya, periksa kebenarannya. Saya tidak benar dalam hal ini, ayo perbaiki. Tambah berat beban ini, periksa penggembalaan. Periksa kesucian. Kalau sudah benar, tergembala dan suci, kita digendong oleh Tuhan, semua beban kita ditanggung oleh Tuhan, Tuhan berikan kuk yang enak dan ringan bagi kita. Ini enaknya dalam penggembalaan, semua menjadi enak dan ringan. Ada Yesus Gembala Agung yang menggendong kehidupan kita. Dia memangku anak-anak domba, induk domba Dia tuntun. Betapa bahagianya dalam penggembalaan.

c)      Yesus membawa kita pada keselamatan penuh, selamat dari antikristus, selamat dari penghukuman atas dunia ini.

 

3.      Amsal 16:31

16:31 Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.

 

Mendapat mahkota mempelai untuk masuk pesta nikah Anak Domba Allah. Yesus Mempelai Pria sorga mengenakan mahkota, kita Mempelai WanitaNya juga memakai mahkota.

 

Awasan bagi kita:

I Raja-raja 2:5-6

2:5 Dan lagi engkau pun mengetahui apa yang dilakukan kepadaku oleh Yoab, anak Zeruya, apa yang dilakukannya kepada kedua panglima Israel, yakni Abner bin Ner dan Amasa bin Yeter. Ia membunuh mereka dan menumpahkan darah dalam zaman damai seakan-akan ada perang, sehingga sabuk pinggangnya dan kasut kakinya berlumuran darah.

2:6 Maka bertindaklah dengan bijaksana dan janganlah biarkan yang ubanan itu turun dengan selamat ke dalam dunia orang mati.

 

Jangan sampai kita seperti Yoab, orang ubanan yang dibinasakan. Kenapa Yoab dibinasakan? Dia tidak hidup benar, apa yang diperintahkan oleh Daud dia lawan, Abner dia bunuh. Dia tidak tergembala, Daud pemimpinnya, gembalanya, dia lawan. Dan Yoab tidak hidup suci. Ini awasan bagi kita, kalau tidak hidup benar, tidak mau tergembala, tidak disucikan, maka menjadi seperti Yoab, orang ubanan yang dibinasakan. Jangan terjadi dalam kehidupan kita.

 

Bawalah hidup kita untuk mendapatkan hikmat Tuhan, hikmat yang menyelamatkan, hikmat Tuhan hikmat yang menyempurnakan. Semua kita dapat dari Firman, Firman penginjilan itu hikmat yang menyelamatkan, Firman pengajaran itu hikmat yang menyempurnakan. Firman yang Agung itu yang menjamin kita mendapatkan hikmat dari Tuhan.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar