20240313

Kebaktian PA Imamat, Rabu 13 Maret 2024 Pdt. Handri Otniel Legontu


Salam damai sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

 

Ada 5 kutukan bagi orang yang tidak mau taat pada Firman Tuhan:

1.      Imamat 26:16,25 Penyakit

2.      Imamat 26:17,25,33,36-39 Pedang atau perang

3.      Imamat 26:19-20,26,29 Kelaparan

4.      Imamat 26:22 Binatang liar atau buas

5.      Imamat 26:30-32 Ibadahnya dihancurkan.

 

Ini yang sedang kita pelajari, bukan untuk kita lakukan sehingga kena kutukan, tetapi menjadi awasan bagi kita jangan sampai kena kutukan. Kita masih membahas poin kedua, pedang atau perang. Ini adalah akibat menolak pedang penyucian, pedang Firman.

Ibrani 4:12

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

Pedang penghukuman menimbulkan 5 hal:

1.      Berserak-serak

Imamat 26:33

26:33 Tetapi kamu akan 1Kuserakkan di antara bangsa-bangsa lain dan Aku akan menghunus pedang di belakang kamu, dan tanahmu akan menjadi tempat 3tandus dan kota-kotamu akan menjadi 2reruntuhan.

 

Kalau pedang penghukuman sudah dihunus, maka bangsa Israel terserak-serak di antara bangsa-bangsa yang lain. Suatu saat mereka akan menyatu dan itulah yang sedang terjadi sekarang.

 

2.      Kota-kota menjadi reruntuhan.

3.      Tanah menjadi tandus, itu sebagai akibat mereka melalaikan sabat tanah.

4.      Kecemasan atau ketakutan.

Imamat 26:36-39

26:36 Dan mengenai mereka yang masih tinggal hidup dari antaramu, Aku akan mendatangkan 4kecemasan ke dalam hati mereka di dalam negeri-negeri musuh mereka, sehingga bunyi daun yang ditiupkan angin pun akan mengejar mereka, dan mereka akan lari seperti orang lari menjauhi pedang, dan mereka akan rebah, sungguhpun tidak ada orang yang mengejar.

26:37 Dan mereka akan jatuh tersandung seorang kepada seorang seolah-olah hendak menjauhi pedang, sungguhpun yang mengejar tidak ada, dan kamu tidak akan dapat bertahan di hadapan musuh-musuhmu.

26:38 Dan kamu akan binasa di antara bangsa-bangsa lain, dan negeri musuhmu akan memusnahkan kamu.

26:39 Dan siapa yang masih tinggal hidup dari antaramu, mereka akan hancur lebur dalam hukumannya di negeri-negeri musuh mereka, dan karena kesalahan nenek moyang mereka juga mereka akan 5hancur lebur sama seperti nenek moyangnya.

 

5.      Hancur lebur

 

Kita pelajari poin pertama yaitu berserak-serak atau pecah belah. Sebenarnya pedang Firman pengajaran atau pedang penyucian tujuannya untuk membawa kita menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna. Tetapi karena ini ditolak maka pedang penghukuman datang sehingga kehidupan itu terserak atau terpecah belah, keluar dari Tubuh Kristus. Hati-hati, jangan sampai kita pikir kita ada di dalam Tubuh Kristus, ternyata ketika Yesus datang malah ada di luar. Sehingga perkataan yang didengar ‘Aku tidak kenal kamu, enyahlah pembuat kejahatan!’. Jangan sampai terjadi pada kita.

 

Dari akibat pertama yang ditimbulkan oleh pedang penghukuman, Tuhan menunjukan bagaimana karakter orang yang menolak pedang penyucian yaitu pengejek dan pemecah belah, makanya terserak dari Tubuh Kristus.

Yudas 1:18-19

1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."

1:19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

 

Orang yang menolak pedang penyucian inilah orang yang hidup menuruti hawa nafsu daging, yang tidak menghargai persekutuan Tubuh Kristus. Persekutuan Tubuh Kristus dimulai dari nikah. Ingat calon mantunya Lot, itu orang yang mengejek, pemecah belah. Waktu malaikat bertanya kepada Lot siapa lagi kaummu di sini, Lot menjawab masih ada bakal calon menantu. Malaikat suruh panggil supaya jangan binasa dengan Sodom dan Gomora. Ketika disampaikan bahwa Sodom dan Gomora akan ditunggang balikan oleh Tuhan, malah mereka mengejek Lot. Dan memecah belah, tidak jadi menikah. Mereka tidak mau ditolong, akhirnya kena penghukuman. Orang yang hidup menurut daging, tidak menghargai persekutuan Tubuh Kristus, mulai dari nikah tidak dihargai. Lebih besar lagi penggembalaan tidak dihargai, persekutuan antara penggembalaan juga tidak dihargai. Kesatuan Tubuh Kristus ini akan memuncak pada kesatuan bangsa Israel asli dengan kita bangsa kafir menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna. Semoga kita ada di dalamnya.

 

Hukuman Tuhan ini masih dalam bentuk ancaman. Jadi sebelum hukuman itu dijatuhkan, masih ada kesempatan bagi kita membenahi diri. Yang harus kita perbaiki adalah persekutuan, yang harus kita hargai adalah kesatuan Tubuh Kristus, mulai dari nikah, kesatuan dalam penggembalaan dan kesatuan antara penggembalaan, supaya tidak jatuh hukuman atas kita. Nikah-nikah yang sedang retak atau sudah hancur, ayo segera diperbaiki. Hubungan dalam penggembalaan, hubungan antara penggembalaan, segera diperbaiki.

 

Kita lihat apa yang bisa menyatukan dalam nikah, dalam penggembalaan, antara penggembalaan. Kita pelajari mulai dari kesatuan nikah.

1.      Kesatuan nikah. Pencobaan paling berat dalam nikah kalau nikah itu tidak bisa menyatu. Sebab tujuan utama menikah adalah menjadi satu daging. Kalau nikahnya tidak menyatu, tidak mencapai tujuan nikah, sia-sialah nikahnya. Maka di dalamnya hanya penderitaan dan air mata.

Efesus 5:31

5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

 

1 daging di sini artinya satu pikiran, 1 perasaan, 1 Firman pengajaran yang benar. Yang belum 1 pengajaran, berdoalah! 1 Firman pengajaran itu 1 kepala. 7 kesatuan tubuh itu dimulai dari 1 kepala, kepala kita adalah Yesus, 1 pengajaran. Yang belum menikah, jangan paksakan kalau tidak 1 pengajaran, doalah, gumuli, bawa dia mendengar Firman.

 

Nikah itu adalah pemberian Tuhan yang paling indah dan dan sungguh amat baik kepada manusia.

Kejadian 1:27,31

1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

 

Tidak ada kebahagiaan yang paling indah selain nikah yang menjadi satu. Tetapi kalau nikah itu tidak menyatu, itu merupakan suatu penderitaan, nikah itu dalam suasana neraka. Jadi pergumulan utama kita adalah gumuli supaya nikah kita bisa menyatu. Jangan dibiarkan, jangan masa bodoh.

 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan nikah supaya bisa menyatu.

a)      Perhatikan permulaan nikah. Orang tua mengawasi, menasihati dan mengingatkan anak-anaknya.

Kejadian 6:1-3

6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,

6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

 

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam masa pacaran dan masa tunangan.

1)      Jangan menikah sesuai selera daging atau pandangan daging. Seperti yang terjadi di zaman Nuh, melihat anak perempuan manusia yang cantik-cantik lalu diambil siapa yang disukai hatinya. Kalau seperti itu akan sulit menyatu, tidak akan bisa menyatu.

 

2)      Jangan kawin campur yaitu menjalin hubungan yang tidak satu iman, tidak satu pengajaran. Laki-laki dan perempuan itu sudah berbeda secara fisik, secara jasmani banyak perbedaan, lalu yang rohani beda lagi, kapan tujuan menikah tercapai menjadi satu daging! Jangan bilang nanti saya tarik kalau sudah menikah, yang ada orang itu yang ditarik keluar. Kalau bilang saya tarik itu bahasa sombong. Kalau memang sayang, cinta, bawa dulu 1 keyakinan, 1 pengajaran.

 

Kaum muda jangan hanya lihat selera daging lalu memaksakan kawin campur. Jangan berpikir kalau di sini tidak direstui, yah sudah diberkati di tempat lain saja, nanti balik lagi. Jangan begitu, nanti kehilangan berkat nikah.

 

3)      Menikah harus sesuai Firman, sesuai kehendak Tuhan.

 

Jadi modal utama masuk nikah supaya nikah itu bisa satu adalah satu pengajaran yang benar!

 

Dalam Kejadian pasal 6 dikatakan anak-anak Allah melihat anak-anak manusia cantik-cantik. Jangan berasumsi anak-anak Allah ini adalah makhluk dari sorga yang kawin dengan anak-anak manusia sehingga lahirlah raksasa, bukan! Yang dimaksud adalah keturunan Adam dari jalur Set.

Lukas 3:38

3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

 

Lalu siapa anak manusia? Keturunan Adam melalui jalur Kain. Ini disebut anak-anak kegelapan, sebab Kain berasal dari kegelapan. Jadi anak terang dan anak kegelapan tidak bisa menyatu!

II Korintus 6:11-14

6:11 Hai orang Korintus! Kami telah berbicara terus terang kepada kamu, hati kami terbuka lebar-lebar bagi kamu.

6:12 Dan bagi kamu ada tempat yang luas dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu.

6:13 Maka sekarang, supaya timbal balik — aku berkata seperti kepada anak-anakku —: Bukalah hati kamu selebar-lebarnya!

6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

 

Jangan dipaksa, kalau dipaksakan hanya air mata dan penyesalan. Lalu mau cerai lagi dengan alasan saya mau kawin lagi dengan orang yang sama-sama terang, itu sudah berlipat-lipat kesalahannya. Sebab itu sebelum terlanjur, berdoalah, minta kepada Tuhan supaya Tuhan sediakan yang terbaik. Jangan mengikuti selera daging, jangan kawin campur, biarlah semua sesuai kehendak Tuhan.

 

Kalau ini diabaikan maka lahirlah raksasa. Kawin campur terjadi, hasilnya adalah raksasa-raksasa, menunjukan nikah hawa nafsu daging yang besar! Kalau sudah terlanjur apakah harus diceraikan? Jangan, tetapi harus terus bergumul dengan keras supaya nikah itu menjadi satu dan harus rela bayar harganya. Ada konsekuensi yang diterima. Sebab itu sebelum terjadi berdoalah dengan sungguh-sungguh. Adam harus tidur baru Hawa diciptakan. Tidur itu artinya penyerahan sepenuh kepada Tuhan, nanti Tuhan berikan yang terbaik. Kalau terjaga terus, yang dilihat Adam hanya jerapah, singa, gajah. Kalau menyerah sepenuh, Tuhan sediakan penolong yang sepadan.

 

b)      Perjalanan nikah, jangan diisi dengan kekerasan hati.

Matius 19:7-8

19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"

19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

 

Kekerasan hati diwujudkan dengan kebenaran diri sendiri yaitu sudah salah lalu dia tutupi kesalahannya dengan menyalahkan orang lain. Salahkan suami, salahkan isteri, bahkan menyalahkan Tuhan, menyalahkan Firman, sampai menyalahkan setan, seperti Adam dan Hawa. Adam apa yang kau perbuat? ‘Perempuan yang Kau tempatkan’ Adam salahkan Tuhan. Hawa apa yang kau perbuat? ‘ular yang memperdaya aku maka kumakan’ Hawa salahkan setan. Ini yang membuat nikah tercerai. Kalau sudah ada kebenaran diri sendiri, nanti ada kepentingan diri sendiri di situ, egois!

 

Nikah itu harus diisi dengan kebenaran Tuhan, yaitu:

Roma 3:23-24

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

 

Kebenaran Tuhan itu kebenaran manusia berdosa yang didapat dengan jalan mengaku dosa kepada Tuhan dan kepada sesama sehingga diampuni dan dibenarkan dengan cuma-cuma oleh darah Yesus. Makanya rumus nikah 1+1=1. + itu berarti salib. Di tengah-tengah suami isteri hanya boleh ada salib Kristus.

 

Ayat ini bolak balik dibaca waktu pemberkatan nikah tetapi banyak kali dilanggar terus!

Matius 19:5-6

19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

 

Salib ini tempat untuk kita menyelesaikan dosa. Jadi ketika ada persoalan dalam nikah, solusinya datang pada salib Kristus. Masalahnya sangat berat, datang pada salib Kristus untuk saling mengaku dan saling mengampuni, beres, selesai, tidak akan ada perceraian. Yang benar mengampuni, yang salah minta ampun.

 

Dengan salib semua masalah selesai. Termasuk masalah orang tua dan anak, antara kakak dan adik. Selesaikan semua antara kakak adik, suami isteri, orang tua dan anak. Anak-anak mungkin pernah membuat hati orang tua terluka yang belum pernah diselesaikan, ayo minta ampun, selesaikan, datang pada salib Kristus. Sudahkah pernah berterima kasih kepada ibu, lewat kandungannya kita ada di dunia ini, oleh air susu ibu kita bisa bertumbuh, berterima kasih kepada bapak, dengan jerih payahnya, keringatnya, korbannya selama ini, membesarkan dan mendidik kita. Sudahkah berterima kasih? Atau yang ada malah disakiti. Kalau maunya tidak dituruti, mengamuk, sedikit-sedikit tinggalkan rumah, kabur dengan bawa lari motor orang tua. Bikin sakit kepala orang tua. Minta ampun, selesaikan.

 

Termasuk juga para orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak, saya tahu banyak yang didikannya dengan main tangan. Apakah pernah berpikir dengan saya buat ini anak saya terluka? Sebenarnya hatinya sudah pahit, cuma karena dia masih kecil, masih butuh saya makanya dia tidak berani lari, tidak berani kabur. Padahal di hatinya sudah luka sekali karena orang tuanya terlalu kejam. Dia pikir ini anak saya, berhak saya didik, saya injak dia, tendang, lempar dengan batu, lempar dengan kayu, kalau perlu lempar dengan parang, dengan pisau, itu anak saya! Apakah pernah terlintas dipikiran, baik-baik sajakah hati anak saya selama ini? Kelihatan dia bertumbuh, dia baik-baik, padahal hatinya sebenarnya dendam sama orang tua.

 

Ayo semua diselesaikan. Ada salib Kristus, tempat untuk saling mengaku dan mengampuni. Di depan kita ada perjamuan suci.

 

Jadi modal utama dalam nikah supaya nikah menjadi satu adalah salib Kristus, Korban Kristus. Modal ini kita dapatkan dalam ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, di sini ada Firman pengajaran dan juga perjamuan suci, salib Kristus.

 

2.      Kesatuan dalam penggembalaan.

Kalau nikah sudah satu pasti bisa mengarah satu dalam penggembalaan. Bawalah nikah kita untuk tergembala dengan benar dan baik. Ajak buah nikah sejak kecil untuk beribadah, apalagi kalau dia sudah usia 12 tahun. Itu pelajaran yang saya terima di Lempinel, 12 tahun itu usia paling ideal untuk menerima Firman pengajaran. Yesus umur 12 tahun di Bait Allah bercerita dengan alim ulama, bersoal jawab tentang Firman. Ajak anak 12 tahun untuk mencatat Firman, mendengar Firman dengan sungguh-sungguh, jangan biarkan keluar masuk. Kemudian usia 17 itu usia paling ideal untuk tergembala, Yusuf usia 17 tahun biasa menggembalakan domba. Jadi usia 12 sampai 17 tahun itu usia paling ideal membawa anak untuk tergembala dalam binaan Firman pengajaran yang benar. Kalau usia 12 sampai 17 dia sudah tergembala, usia selanjutnya tidak usah ragu, dia pasti mantap dalam penggembalaan.

 

Setan tidak mau kita tergembala, dia mau kita tetap seperti anjing dan babi. Makanya setan selalu berupaya menghancurkan sistem penggembalaan dengan 2 cara.

a)      Matius 26:31

26:31 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.

 

Yang pertama menanamkan roh pembunuhan = roh kebencian. Jemaat satu terhadap yang lain ada rasa tidak suka akhirnya membenci. Bagaimana kalau gembala benci jemaat, setiap dia khotbah jemaat itu yang dia bom dari mimbar. Dia tanamkan roh kebencian di dalam penggembalaan. Gembala khotbah dengan rasa benci, jemaat menerima dengan rasa benci juga. Hancurlah penggembalaan!

 

b)      Kisah Para Rasul 20:28-30

20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

20:29 Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.

20:30 Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

 

Yang kedua dengan serigala, ini menunjuk ajaran-ajaran palsu. Kalau sudah ada roh kebencian, sudah malas untuk tergembala. Tetapi seringkali masih tergembala tetapi yang dikonsumsi di dalamnya adalah ajaran palsu, ajaran yang tidak tertulis dalam Alkitab atau tertulis dalam Alkitab tetapi ditafsir sendiri berdasarkan logkia manusia, bukan pembukaan rahasia Firman dari Tuhan dan tujuannya hanya untuk perut, untuk kepentingan jasmani. Itulah ajaran-ajaran palsu, suara asing, suara yang tidak senada dengan Firman penggembalaan yang telah kita terima selama ini.

 

Serigala kalau menerkam, daging pasti terkoyak. Ciri orang yang menerima ajaran palsu, dagingnya terkoyak, daging terbongkar. Artinya dia hanya mengikuti keinginan hawa nafsu dagingnya yang amis dan busuk!

 

Supaya tidak disesatkan bagaimana jalan keluarnya?

Yohanes 10:3-5

10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

 

Supaya kita tidak kena suara asing, maka suara gembala harus kita kenal. Gembala di sini itulah Yesus, suara Yesus itulah Firman pengajaran yang benar. Artinya harus banyak mendengar Firman pengajaran dan praktekan sehingga Firman menjadi pengalaman hidup kita, mendarah daging, maka kita tidak bisa disesatkan suara asing.

 

Kalau Firman pengajaran itu sudah mendarah daging maka terhadap suara asing kita ada ketegasan untuk menolak, tidak mau mendengar, lari dari padanya. Suara asing itu kuat sekali pengaruhnya, kalau sudah terlanjur mendengar ajaran asing, maka ketika masuk dalam penggembalaan, suara Yesus malah dirasa asing. Akhirnya yang benar ditinggalkan, yang salah diambil. Makanya setan terus berupaya memasukan suara-suara asing, bisa dari keluarga, dari kenalan, dari teman, dari siapa saja. Sebab itu harus ada ketegasan hari-hari terakhir ini.

 

3.      Kesatuan antara penggembalaan.

Yohanes 10:16

10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

 

Tanggal 19 dan 20 Maret kita menggelar ibadah persekutuan. Mari kita menjadi tuan rumah yang baik, biarlah kita menggelar suatu ibadah untuk terjadi kesatuan antara penggembalaan. Tidak memandang ini organisasi A, organisasi B, oh sorga itu cuma untuk organisasi A, organisasi lain tidak boleh, bukan seperti itu. Kesatuan antara penggembalaan bisa tercipta kalau berdasarkan satu suara gembala. Tadi domba di kandangnya sendiri mendengar suara Yesus, Firman pengajaran. Domba-domba di kandang yang lain juga mendengar suara Yesus. Jadi supaya tercipta persekutuan antara penggembalaan, maka persekutuan itu harus berdasarkan 1 suara Gembala Agung, suara Yesus yaitu satu Firman pengajaran yang benar. Pengajaran ini bukan milik 1 organisasi tetapi karena tertulis dalam Alkitab maka ini milik semua gereja, tinggal mau dibuka atau tidak. Firman pengajaran yang benar tertulis dalam Alkitab, dibuka rahasianya oleh Tuhan, ayat menerangkan ayat, tajam menyucikan terutama menyucikan nikah dan dipraktekan dulu sebelum diberitakan.

 

Kita merindu terjadi kegerakan, semua mengarah pada kesatuan Tubuh Kristus. Dibuka dengan harus 1 pengajaran.

Efesus 4:3-6

4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

4:4 1satu tubuh, dan 2satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada 3satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,

4:5 4satu Tuhan, 5satu iman, 6satu baptisan,

4:6 7satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

 

7 kesatuan dibuka dengan 1 tubuh, berarti 1 kepala. Siapa kepala kita? Yesus. Pada mulanya adalah Firman. Jadi 1 tubuh = 1 kepala = 1 Firman pengajaran yang benar, ini yang akan mengarah ada kesatuan Tubuh Kristus. Kadang sudah 1 pengajaran tetapi belum bisa menyatu juga, karena belum 1 roh. Sudah 1 pengajaran, ayo  1 roh.

 

Ada Baryesus, ada Yesus Barabas, tetapi yang kita mau Yesus Kristus, bukan Yesus yang lain.

 

Ini yang kita gumuli, nikah satu, penggembalaan satu, antara penggembalaan satu, maka akan mengarah kepada kesatuan bangsa Israel asli dengan kita bangsa kafir dalam 1 tubuh Kristus yang sempurna. Kemudian menyatu dengan Yesus dengan kepala. TubuhNya sudah menyatu maka Yesus datang, kita siap menyambut Yesus. Syarat kesatuan itu Firman hidup, Firman pengajaran yang benar.

I Yohanes 1:1-4

1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup — itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

1:2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.

1:3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.

1:4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

 

Kalau sudah terjadi persekutuan Tubuh Kristus, baru kita bersekutu dengan Yesus sebagai kepala.

 

Ingat, waktu ini sudah mau habis, kedatangan Yesus sudah di ambang pintu. Jadi Tuhan Yesus sudah akan segera berpaling kepada umat pilihanNya, bangsa Israel. Mereka adalah cabang zaitun asli, tetapi karena keras hati tidak mau menerima Yesus maka mereka dipotong. Kita bangsa kafir hanya pokok zaitun hutan, zaitun liar yang dicangkokan pada pokok zaitun asli. Sekarang kita diberi kesempatan untuk mengalami penyucian dan pembersihan untuk menghasilkan buah-buah yang berkenan kepada Tuhan, kita beroleh kemurahan Tuhan. Kita bisa menikmati Firman pengajaran yang benar, kita menikmati pembukaan rahasia Firman. Orang Israel asli, kepada mereka dipercayakan Firman. Kita bangsa kafir tidak ada Firman, kita hanya diatur dengan aturan nenek moyang. Tetapi rahasia Firman justru dibuka kepada kita bangsa kafir, ini kemurahan Tuhan yang besar bagi kita, jangan kita permainkan kemurahan Tuhan ini! Sudah dapat pembukaan Firman lalu tidak menghargai, ingat saja, cabang asli saja dipotong, apalagi yang cuma dicangkok lalu mau macam-macam, berapa susah dikasih patah oleh Tuhan. Jangan main-main dengan Tuhan!

Roma 11:17

11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,

 

Akar pohon zaitun yang asli itu adalah Abraham, Ishak dan Yakub, kita menerima berkat dari mereka.

 

Roma 11:18-24

11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.

11:19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.

11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!

11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.

11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

11:23 Tetapi mereka pun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.

11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.

 

Tuhan akan segera beralih kepada mereka. Sekarang kita masih mendapat kemurahan Tuhan yang besar, masih diberi kesempatan untuk mendengar Firman pengajaran yang benar, diberikan kesempatan tergembala di dalamnya, diberikan kesempatan untuk menghasilkan buah-buah yang berkenan kepada Tuhan, kalau itu tidak dihargai, ingat ada kekerasan Tuhan! Akan berhadapan dengan itu, ada pedang penghukuman!

 

Jangan kita menjadi pengejek dan pemecah belah. Sudah dapat kemurahan, Firman malah tidak didengar, bermain-main, tidak fokus, tidak serius, itu sama dengan pengejek, pemecah belah. Jangan terjadi dalam kehidupan kita.

 

Di zaman Nuh, dia diejek waktu membangun bahtera. Akhirnya Nuh diselamatkan sekeluarga, yang mengejek binasa. Bagaimana solusinya supaya tidak menjadi pengejek dan pemecah belah? Kita harus masuk bahtera Nuh. Dulu bumi dihukum dengan air bah. Manusia zaman itu tampil sebagai pengejek dan pemecah belah, betul-betul hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa, menolak penyucian, menjalankan nikah yang rusak. Yang selamat hanya orang yang masuk dalam bahtera.

 

Jadi jalan keluar supaya tidak menjadi pengejek dan pemecah belah adalah kita harus masuk ke dalam bahtera Nuh secara rohani, yaitu:

1.      I Petrus 3:20-21

3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 

3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,

 

Pengertian rohani bahtera Nuh adalah masuk baptisan air yang benar. Benar sesuai Firman, seperti Yesus dibaptis begitu kita dibaptis. Waktu Yesus dibaptis ada istilah dia keluar dari air. Berarti sebelum keluar, dia masuk di dalam air. Pertanyaannya sedalam apa airnya? Sedalam kuburan.

Roma 6:4

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

 

Tidak usah diperdebatkan lagi, sudah jelas seperti itu Yesus dibaptis. Masuk baptisan air yang benar seperti Yesus dibaptis. Yesus sebenarnya tidak perlu dibaptis karena baptisan ini kuburan manusia yang berdosa, Yesus tidak berdosa. Lalu kenapa Yesus dibaptis? Memberi teladan baptisan air yang benar untuk kita ikuti, jangan bikin model sendiri. Dibaptis seperti Yesus dibaptis maka akan menghasilkan hati nurani yang baik, hati yang taat pada Firman Tuhan.

 

2.      Bahtera Nuh secara rohani adalah Tabernakel. Ada kesamaan antara Bahtera Nuh dengan Tabernakel.

a)      Sama-sama memiliki 3 ruang. Kalau Tabernakel ada halaman, ruangan suci dan ada ruangan maha suci. Bahtera Nuh terdiri dari tingkat bawah, tingkat tengah dan tingkat atas.

Kejadian 6:16

6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.

 

1)      Halaman itu tingkatan rohani paling bawah, kehidupan yang dibenarkan. Ada percaya (pintu gerbang), kemudian bertobat (mezbah korban bakaran), baptisan air (bejana pembasuhan) dan baptisan Roh Kudus (pintu kemah). Ini tingkatan rohani paling bawah, namanya rohani yang dibenarkan, daerah kebenaran.

2)      Ruangan suci, di situ ada 3 macam alat:

Ø  Meja roti sajian itu ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, kita bersekutu dengan Yesus Anak Allah di dalam Firman pengajaran dan kurbannya, kita diberi makan.

Ø  Pelita emas itu ketekunan dalam ibadah raya. Kita bersekutu dengan Roh Kudus dalam urapan dan karunianya, kita diberi minum.

Ø  Mezbah dupa emas itu ketekunan dalam ibadah doa penyembahan, kita bersekutu dengan Allah Bapa di dalam kasihNya, domba-domba bernafas.

 

Pada tingkat kedua ini kita disucikan. Kesucian adalah buah kebenaran yang telahh diuji

 

3)      Ruangan maha suci, ini tingkatan paling tinggi, daerah kesempurnaan. Di sana ada tabut perjanjian yang sudah menyatu dengan tutupnya. Tabut menunjuk kita Mempelai Wanita Tuhan dan tutup itu Yesus Mempelai Pria Sorga.

 

b)      Perintah pembuatannya sama yaitu harus dibuat sesuai kehendak Tuhan.

Kejadian 6:16 (Terjemahan Lama)

6:16 Maka hendaklah kauperbuatkan tingkap pada bahtera itu, sehasta dari atas hendaklah kauhabiskan dia, dan pintu bahtera itupun hendaklah kaukenakan pada sebelah iringannya, dan hendaklah kauperbuatkan bahtera itu dengan tingkap yang di bawah dan yang kedua dan yang ketiga.

 

Keluaran 25:8 (Terjemahan Lama)

25:8 Maka hendaklah mereka itu memperbuatkan Daku sebuah baitulmukadis, supaya Aku duduk di antara mereka itu.

 

Perintahnya sama, dibuat menurut kehendak Tuhan. Tabernakel secara jasmani yang dibuat oleh Musa sudah hancur. Sekarang wujudnya adalah pengajaran Tabernakel. Ini ada dalam Alkitab dan Tabernakel ini dibuka di Sorga.

Wahyu 11:19; 15:5

11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

15:5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci — kemah kesaksian — di sorga.

 

Jadi keliru kalau ada yang bilang Tabernakel ini Taurat. Kalau Taurat kita beribadah harus bawa lembu. Untuk ibadah raya kita harus buat dulu pelita emas dari 36Kg emas. Jadi bukan Taurat, sekarang dalam wujud pengajaran Tabernakel, pengajaran mempelai atau Kabar Mempelai.

 

Jadi sesudah masuk baptisan air, belum selesai pengikutan kita kepada Tuhan, itu baru halaman. Kita masih menuju ruangan atas, ruangan maha suci, kesempurnaan. Jadi yang kita lewati adalah satu ruangan yang namanya ruangan suci. Jadi sesudah dibaptis harus masuk ruangan suci, harus masuk penggembalaan, penggembalaan yang di dalamnya ada pengajaran Tabernakel, pengajaran Mempelai untuk membawa kita dibangun menjadi Tabernakel rohani, Tubuh Kristus yang sempurna menyatu dengan Yesus sebagai Kepala, Mempelai Pria Sorga.

 

Supaya kita tidak menjadi pengejek dan pemecah belah harus masuk baptisan air yang benar kemudian bawa hidup kita digembalakan. Di mana kita digembalakan? Di ruangan suci, kandang penggembalaan, penggembalaan yang dibina pengajaran Tabernakel dan pengajaran mempelai, Kabar Mempelai dalam terang Tabernakel. Firman pengajaran yang benar, ajaran yang sehat, Injil Kemuliaan, Injil sepenuh. Itu semua istilah-istilah dalam Alkitab.

 

Ayo tergembala dengan benar dan baik. Berbahagialah kita kalau kita sudah ada dalam Kabar Mempelai, ada dalam pengajaran ini. Bukan kita yang cari tetapi Tuhan yang mempertemukan kita dengan pengajaran ini. Ayo kita tekuni untuk kita terus disucikan dan dibaharui sampai sempurna, itu sama dengan kita sedang masuk dalam bahtera Nuh.

 

Waktu Nuh masuk ke dalam bahtera semuanya sepasang-sepasang. Nuh bersama isteri, anaknya Sem dan isteri, Yafet dan isteri, Ham dan isteri. Dan di dalam Bahtera Nuh itu dibuat berpetak-petak, ada kamar-kamar, supaya Sem tidak masuk nyelonong ke kamarnya Ham, Yafet tidak nyelong masuk ke kamar Sem, terjaga kesucian nikah. Dengan pengajaran Kabar Mempelai kesucian nikah kita mau dijaga untuk dibawa pada nikah yang rohani antara Yesus Mempelai Pria Sorga dan kita Mempelai Wanita yang sempurna. Jangan sampai tidak ada petak-petaknya, nanti bisa nyelonong. Hewan-hewan yang dibawa masuk juga berpasang-pasangan. Jadi keselamatan di dalamm bahtera Nuh ini menunjuk keselamatan mempelai. Ini yang ditawarkan kepada gereja akhir zaman ini, tinggal mau terima atau tidak. Kalau kita sudah menerimanya, tekuni, jangan lepaskan! Kita berdoa supaya semakin banyak orang menerima pengajaran ini, bukan untuk menjadi anggota gereja tetapi untuk menjadi anggota Tubuh Kristus yang sempurna. Makanya disiarkan langsung supaya supaya mereka di luar sana juga bisa mendengar Firman pengajaran ini. Kami siarkan di Tonusu, ada yang dari Korea Selatan mendengar juga dan selalu berkomentar. Jadi semangat menyebarkan, biar jiwa-jiwa bisa mendengarkan pengajaran ini.

Kejadian 7:16

7:16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.

 

Ini yang membedakan bahtera Nuh dengan bahtera yang lain. Kalau bahtera yang lain, pintunya ditutup sendiri. Kalau bahtera Nuh yang menutup pintunya adalah tangan Tuhan sendiri. Jadi dalam bahtera Nuh ada campur tangan Tuhan. Jika kita mau tergembala dalam pengajaran yang benar dan sehat, ada campur tangan Tuhan dalam hidup kita, kita berada di dalam tangan Tuhan. Makanya saya tidak ragu dan tidak takut menghadapi tantangan. Yakinlah, kita ini pegang pengajaran yang sehat, bukan ajaran yang palsu dan sesat tetapi yang sehat, pasti ada campur tangan Tuhan di situ, ada pembelaan Tuhan di situ, ada tangan Yesus Imam Besar.

 

Hasil tergembala dalam binaan Firman pengajaran yang benar, Kabar Mempelai adalah kita berada di dalam tangan Yesus Imam Besar untuk melakukan:

1.      Ibrani 2:17

2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

 

Yang pertama untuk mendamaikan dosa-dosa kita = menyucikan kita. Kita mengalami penyucian, dibersihkan dari dosa apapun yang melekat pada kita, terus dibersihkan. Sampai yang tidak terlihat oleh manusia tetapi ada di hati dan pikiran kita, tangan Tuhan tembus menyucikan sampai di dalam hati dan pikiran. Dosa disucikan maka tidak ada lagi yang menuduh dalam hati kita, itulah damai hati damai sejahtera. Begitu ada yang disembunyikan terhadap isteri, begitu isteri mau pinjam handphone, sudah langsung dag dig dug ‘tadi sudah saya kasih sandi atau bagaimana?’. Apalagi kalau sudah sembunyi gaji, isteri baru tanya di mana pakaian kotor tadi saya mau cuci, suami langsung tidak sejahtera ‘aduh dapa tau di mana saya sembunyi doi’.

 

Jadi perlu disucikan sampai ke dalam hati sehingga kita mengalami damai.

I Yohanes 3:20-21

3:20 sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.

3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,

 

Kalau kita dekat dengan Tuhan, kita mengalami damai sejahtera.

Mazmur 62:2

62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

 

2.      Ibrani 2:18; 4:16

2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

 

Dapat menolong pada waktunya. Kalau hati sudah damai, tenang, masalah diselesaikan. Jadi begitu cara kerjanya Tuhan. Begitu kita menghadapi persoalan, periksa dulu hati, periksa dosanya. Jangan hanya fokus dimasalahnya, dosanya diselesaikan dulu. Kalau sudah dapat, selesaikan itu, hati sudah tenang, sudah damai, masalah selesai pada waktunya.

 

Waktu saya sakit langsung periksa dosa dan berdoa ‘Tuhan ampuni’ sesudah obat jadi sarana. Kita berupaya untuk sembuh tetapi Tuhan yang menyembuhkan semuanya. Bukan langsung fokus mau selesaikan masalahnya tetapi dosanya tidak pernah diselesaikan. Sama seperti perempuan Siro-Fenesia ‘tolong anakku kerasukan setan’ tidak ditolong-tolong oleh Tuhan. Begitu dia berkata tolonglah aku dan dia bisa berkata benar aku anjing mau menjilat remah-remah roti, baru anaknya ditolong. Ibu itu mengalami penyucian maka anaknya sembuh. Jadi dosanya dulu dibereskan, hati damai dan tenang, baru ada pertolongan dari masalah, tepat pada waktunya.

 

3.      Tangan Yesus Imam Besar untuk membuka jalan baru.

Ibrani 10:19-21

10:19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

10:20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

 

Yesus membuka jalan baru. Jalan baru ke mana? Jalan baru melalui tabir, berarti jalan baru ke ruangan maha suci. Waktu Yesus mati di kayu salib di situlah Dia membuka jalan baru untuk kita masuk ruangan maha suci, daerah kesempurnaan. Dia mati, pintu tirai terobek dan terjadi gempa. Dengan terobeknya pintu tirai kita bisa masuk ke sana, bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan, bisa menyatu dengan Yesus Mempelai Pria Sorga yang sempurna. Ini kerinduan kita bersama, bisa menyambut Yesus. Ada jalan baru Tuhan buka bagi kita, kita mau dibawa masuk ke Yerusalem yang Baru. Jalannya itulah yang ada di depan kita yaitu Perjamuan suci. Yesus sudah merintis jalan bagi kita.

 

Jadi untuk mencapai kesempurnaan jangan heran kalau kita diperhadapkan dengan sengsara bersama Yesus. Kalau kita diperhadapkan dengan salib itu sudah betul, berarti kita sedang dibawa pada jalan menuju kesempurnaan. Jngan takut, pintu-pintu yang tertutup di dunia ini Tuhan sanggup bukakan bagi kita. Kaum muda, jalan ke masa depan yang indah Tuhan mampu bukakan. Jalan menuju kesempurnaan Tuhan bukakan, masa hanya jalan di dunia ini Tuhan tidak sanggup bukakan bagi kita, Tuhan mampu lakukan! Di depan ada perjamuan suci. Kita sudah menerima Firman Tuhan, kita akan menerima perjamuan suci, biarlah kita mengalami pembukaan jalan baru itu. Jamahan Yesus Imam Besar boleh kita alami pada malam hari ini, Dia menyucikan dan mendamaikan kita, Dia menolong tepat pada waktuNya, Dia membuka jalan baru bagi kita sekalian.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar