20150909

Kebaktian PA Yehezkiel, Rabu 9 September 2015 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Pada tanggal 3 November 1985 bapak Pdt. In Yuwono mengatakan “pemberita Kabar Mempelai harus mendasari beritanya dari II Korintus 11:2. Bila bukan itu dasarnya maka pemberita itu gampang diterkam oleh pengajaran yang lain yakni pengajaran yang sesat alias palsu”. Dan dilanjutkan oleh beliau “pemberita Kabar Mempelai harus berani memberitakan dengan cuma-cuma”. Itu ada dalam:
II Korintus 11:7
11:7 Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?

Ini sesuai dengan perintah Tuhan Yesus:
Matius 10:8
10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Itulah resiko pekabarmempelai. Kalau pemberita Kabar Mempelai motivasinya pada perkara yang duniawi itu berarti orang yang kehilangan pengharapan karena pengharapannya pada hal-hal yang duniawi. Ini jangan terjadi pada diriku, utamanya kami hamba-hamba Tuhan.

Yehezkiel 48:30-31
48:30 "Inilah pintu-pintu keluar kota itu: di sisi sebelah utara, yang ukurannya adalah empat ribu lima ratus hasta,
48:31 terdapat tiga pintu gerbang, yaitu pintu gerbang Ruben, pintu gerbang Yehuda dan pintu gerbang Lewi -- sebab pintu-pintu gerbang kota itu disebut menurut nama suku-suku Israel --.

Seorang pemberita salah satu meterainya adalah penyataan Tuhan dalam dirinya. Itu bukan berangkat dari manusia tetapi itu adalah keabsahan seorang hamba Tuhan dari Sorga bahwa ada penyataan-penyataan Allah.

Kalau si B tidak punya kemudian menjauh dari orang yang dipercaya oleh Tuhan ada penyataan maka si B akan tambah gagal dan tidak akan berhasil masuk dalam kesempurnaan. Sebab dalam II Timotius 4:1 itu ditekankan.
II Timotius 4:1
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
Rasul Paulus adalah pribadi yang banyak mendapatkan penyataan. Tujuan dari penyataan adalah untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan orang itu. Kalau si B ada penyataan Allah kepadanya kemudian dia melayani untuk kepentingan Tubuh Kristus dan di situ ada satu dua orang yang berpikir miring tentang si B maka itu bukan untuk kepetingan mereka.  Mereka tidak termasuk kehidupan yang dilawati oleh Tuhan.
I Korintus 12:7
12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

Bukan pernyataan tetapi penyataan. Artinya Tuhan menyatakan diri kepadanya.
I Korintus 14:6,26
14:6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?
14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

Kalau bahasa roh tanpa penyataan Allah maka itu tidak ada gunanya lagi orang lain, hanya untuk kepentingan orang itu sendiri. Kalau ada penyataan Allah itu untuk kepentingan bersama. Jadi penyataan itu tidak lepas dengan pengajaran, itu sudah satu paket dengan pengajaran.
I Korintus 14:30
14:30 Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri.

Betapa tinggi harganya penyataan Allah sehingga yang berbahasa roh dan yang bermazmur harus berdiam diri kalau ada yang mendapat penyataan Allah.

Dalam Yehezkiel pasal 48 diceritakan kota kudus yang memiliki 12 pintu. Kota ini segi empat. Pada tiap sisi ada tiga pintu, lebar ukuran sisi itu adalah 4500 hasta. Setiap pintu dimiliki oleh satu suku jadi setiap suku mendapat wilayah 1500 hasta.

Angka 1500 adalah angka suasana Taurat. Taurat ini adalah pelatih, dia melatih kita untuk datangnya Tuhan Yesus.
Galatia 3:24-25
3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.

Galatia 3:24-25 (Terjemahan Lama)
3:24 Dengan hal yang demikian syariat Taurat itu sudah menjadi suatu pelatih yang membawa kita kepada Kristus, supaya kita dibenarkan oleh sebab iman.
3:25 Tetapi setelah datang iman itu, maka tiadalah lagi kita di bawah perintah pelatih itu.

Angka 1500 adalah angka suasana Taurat. Berarti itu adalah suasana pelatihan. Kita ada di dalam pelatihan. Namun lebih dahulu kita lihat bahwa kota kudus ini memang adalah rancangan Tuhan yang tidak boleh dirubah oleh siapapun.

Yesaya 14:24 ;55:8
14:24 TUHAN semesta alam telah bersumpah, firman-Nya: "Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana:
55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Rancangan Tuhan bukan rancanganmu itu sebabnya jangan berani dirubah. Apa yang telah dirancang oleh Tuhan, apa yang telah tertuang dalam Alkitab dari Kitab Kejadian sampai Wahyu jangan ada satu tanganpun yang berani merubah. Kalau ada yang berani merubah sama dengan merasa lebih pandai dari Tuhan, sama dengan mengganggu gugat keabsahan Tuhan. Apakah kita lebih kuat dari pada Tuhan? Kita hanya ciptaan dan Dia adalah Pencipta, tetapi ulah banyak pelayan Tuhan dan umat Tuhan juga ikut serta, mereka merubah rancangan Tuhan. Jangan kita berani merubah rancangan Tuhan.

Taurat berasal dari kata Tora artinya pengajaran, diambil dari kata Hora artinya mengajar. Jadi kalau mengajar berarti ada pengajaran. Pengajaran adalah alat peraganya dan orang yang mengajar adalah pelatihnya yang melatih kita lewat ajaran Tuhan.

Jangan rancangan Tuhan kita gugat. Ketika seseorang menampilkan ekspresi, penampilan dan tanggapan yang miring terhadap ajaran yang kadang kala ditujukan kepada pengajar, walaupun pengajar telah berupaya bagaimana untuk mengangkat umat Tuhan lewat pengajaran dan pelatihan-pelatihan yang dia lakukan, maka kehidupan itu kalau tidak berubah sikap tidak ada harapan untuk masuk dalam kota yang kudus.

Torat itu dikenal ada tiga hukum:
Ø  Sepuluh hukum yang disebut Aseret Had Barim.
Ø  Hukum ibadah yang disebut Misypatim.
Ø  Hukum sipil atau hukum perdata yang disebut Chuqqim.
Ketiga hal ini sokong menyokong dan tidak bisa lepas satu dengan yang lain.

Sepuluh hukum diringkas oleh Tuhan Yesus menjadi dua.
Matius 22:34-40
22:34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
22:35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Jadi saling sokong menyokong. Kitab Taurat secara umum ada pada dua hukum tadi dan kitab para nabi juga ada pada hukum itu. Mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi. Di mana letak pelatihannya? Kalau saudara mengatakan mengasihi Allah maka saudara tidak akan menghindar di mana saudara menerima pelatihan.
I Timotius 4:7-8
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Kalau seseorang mengatakan mengasihi Allah, apakah orang itu suka berada di dalam ibadah? Jadi mengasihi Allah itu sama dengan kita membawa diri untuk beribadah dan melayani Tuhan. Jangan cuek! Ketika tidak datang beribadah atau datang beribadah, sifat cuek itu berarti orang tersebut sudah diganggu oleh roh antikristus.

Saya sebagai gembala kalau sampai berteriak menyampaikan Firman itu bukan karena saya membenci atau sakit hati tetapi karena saya melihat kehidupan itu sudah dipegang oleh tangan antikristus, kasihan dia perlu dilepaskan. Tetapi acap kali banyak salah tanggap, bagi orang yang ditegur itu malah pelatih yang disalahkan, si pemberita yang salah, padahal tujuannya supaya orang itu dilepaskan dari cengkeraman roh antikristus. Jika tidak dilepaskan dari tangan antikristus kasihan dia akan dirangkul oleh antikristus sehingga tidak bisa lagi dilepaskan.

Latihlah dirimu beribadah, jangan cueki ibadah sebab di situ kita dilatih. Coba kalau dalam latihan bela diri ada yang salah, tentu pelatih itu akan datang menendang orang itu. Pelatihan itu membutuhkan keseriusan utamanya dari pelatih. Ada dua hasil dari pelatihan, ada dua berkat yang diterima oleh orang yang dilatih. Tentu ada keseriusan dari pelatih dan juga bagi yang dilatih harus serius. Akhirnya mereka akan mendapatkan dua berkat yang luar biasa. Itu sebabnya jangan tolak pelatihan.

Tadi dikatakan pintu keluar, bukan pintu masuk. Dikatakan pintu keluar berarti kita sudah di dalam. Walaupun belum sampai di Yerusalem Baru tetapi secara rohani kita sudah ada di dalam Yerusalem Sorgawi.
Ibrani 12:22-23a
12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga,

Pintu keluar yang ditunjukkan ini adalah pintu sebelah utara. Pintu sebelah utara ini adalah pintu yang bernuansa penyembahan. Penyembahan itu adalah ibadah yang ditandai dengan penyerahan sepenuh kepada Tuhan.
Yehezkiel 46:9
46:9 Tetapi kalau penduduk negeri pada perayaan-perayaan yang tetap berkumpul di hadapan TUHAN, dan yang masuk melalui pintu gerbang utara untuk turut sujud menyembah biarlah mereka keluar melalui pintu gerbang selatan, dan yang masuk melalui pintu gerbang selatan, biarlah keluar melalui pintu gerbang utara. Janganlah seorang kembali melalui pintu gerbang kemasukannya, tetapi masing-masing harus keluar dari pintu gerbang yang di depannya.
Artinya bagi orang yang suka menyembah pasti ada keubahan.

Jadi ditekankan di sini, inilah pintu gerbang yang nuansanya penyembahan. Itu sebabnya pintu gerbang di sebelah utara yang pertama disebutkan adalah pintu gerbang Ruben. Ruben artinya lihatlah. Siapa yang kita lihat?
Ibrani 13:12-13
13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.
13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.

Wujud yang harus kita sembah yaitu Tuhan Yesus yang sudah berkorban bagi kita dan Dia akan datang pada kali yang kedua sebagai Mempelai Laki-laki Sorga.

Bagaimana kita bisa jumpa dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga kalau saudara dari sekarang tidak suka menyembah? Kalau tidak suka menyembah tidak akan bisa lengket Kepala yaitu Mempelai Laki-laki Sorga dengan kita TubuhNya. Hanya slogan menjadi Mempelai Wanita sebab orang itu tidak ada penyerahan, tidak ada penyembahan. Di dalam ibadah penyembahan itulah kita dilatih. Rajinkanlah dirimu untuk dilatih oleh Firman di dalam ibadah lewat Firman Pengajaran.

Kita tidak lagi kembali kepada karakter Taurat seperti dulu tetapi kepada nilai-nilai rohaninya. Kalau kita datang pada perjanjian baru, lebih keras perjanjian baru dari pada Taurat. Kalau Taurat orang bisa menikah lebih dari satu tetapi dalam perjanjian baru tidak boleh menikah lebih dari satu.

Olehnya itu perhatikan baik-baik, sejauh mana kita membawa diri dalam pelatihan. Sebagai seorang hamba Tuhan apakah saya mengerti jurus-jurus melatih jemaat. Apakah dia mahir mengajar?
1 Timotius 3:2
3:2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang,

Salah satu syarat gembala dia harus mahir mengajar, artinya mahir melatih. Kalau gembala itu sendiri tidak mahir pengajaran kemudian mau mengajar paling-paling dia hanya memimpin upacara saja dan tidak akan bisa mengarahkan jemaat menjadi Mempelai Wanita Tuhan dan dia sendiri tidak akan sampai ke sana. Itu sebabnya gembala harus lebih dahulu dibekali supaya mengerti.
I Timotius 4:7-8
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Ternyata kita masuk dalam latihan ibadah itu berguna dalam segala hal. Sebenarnnya kalau hanya pergumulan yang lahiriah ini, semuanya sudah dijawab di dalam ibadah, tetapi ada yang lebih istimewa. Yang akan datang ini yang menjadi priortias, ini kita jadikan hal yang utama dalam ibadah supaya kita dilatih dan dibina menjadi Mempelai Wanita dan siap menyambut Mempelai Laki-laki Sorga.

Sama seperti Ester yang 6 bulan dimandikan dengan minyak mur dan 6 bulan dimandikan dengan minyak kasai. 6 bulan dan 6 bulan berarti 66. 66 itulah jumlah kitab dalam Alkitab. Itulah minyak yang harum yaitu Firman Allah yang kita pakai mandi untuk bertemu dengan Ahasyweros kita yaitu Tuhan Yesus. Namun seringkali orang tidak mau dan banyak kali cuek dengan Firman. Tetapi tunggulah kalau antikristus datang baru orang itu ingat “kenapa dulu aku tidak mau mendengar apa yang diajarkan kepada saya”, namun sudah terlambat.
Amsal 5:11-13
5:11 dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa,
5:12 lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;
5:13 mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?

Itu sebabnya sebelum terlambat mari kita memberi diri dilatih dalam ibadah. Sebab dalam latihan ibadah ini hasilnya luar biasa. Ibadah ini dikunci dengan janji yang akan datang. Kalau hanya janji untuk yang sekarang ini dan tidak ada janji yang akan datang maka terlalu enteng janji Tuhan. Tetapi Tuhan tidak memberikan yang ringan. Janji Tuhan itu berguna bukan hanya untuk sekarang tetapi yang akan datang. Apalagi yang akan datang ini ada masa 3,5 tahun aniaya antikristus yang terjadi atas seluruh dunia. Bagi yang tidak mau dilatih maka selamat tinggal, dia akan bertemu dengan antikristus. Bagi yang mau dilatih mari kita terbang bersama Tuhan Yesus di padang gurun.
Wahyu 12:6,14
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Ketika kami mengikuti konfrensi Kabar Mempelai International yang pertama, saya kaget ternyata peserta yang datang ada dari Siria, Irak dan Iran. Tadinya saya tidak berpikir bahwa banyak orang Kristen di sana tetapi mereka bersaksi ternyata banyak orang Kristen di sana. Sama-sama orang Kristen tetapi pengajaran Tabernakel ini mereka tidak tahu padahal ada di dalam Alkitab. Nanti di Indonesia, di Surabaya baru mereka tahu sehingga mereka mengatakan Surabaya adalah Yerusalemnya Indonesia. Itu dulu tetapi sekarang dirusak oleh penerus/ pemberita yang tidak bertanggung jawab.

 Ada juga datang dari Arab Saudi dan dari Mesir. Dari Mesir datang 8 orang dan mereka bersaksi “kami datang ke sini satu satu, tetapi kami akan pulang bersatu. Dan kami rindu kabar ini juga akan melawati Mesir”.

Itu yang terjadi dulu dan itu masih terpatri dalam pikiran saya. Sebagai seorang hamba Tuhan yang mengenyam masa silam, saya geleng-geleng kepala melihat sekarang ini orang yang tidak tahu hal-hal yang lalu malah itu yang paling banyak merusak dan merasa tahu Firman pengajaran.

Rekan-rekan hamba Tuhan, mari kita belajar melatih umat Tuhan, ke mana arah kita membawa mereka. Ke mana kita arahkan sidang jemaat, mau bertemu antikristus atau Tuhan Yesus.

Mengasihi Tuhan latihannya dalam ibadah. Mengasihi sesama di mana latihannya? Sudah ada teori, di mana prakteknya?
Lukas 10:25-26
10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"

Jangan datang beribadah mencatat Firman tetapi tidak pernah dibaca. Jangan mencatat Firman tetapi tidak dibaca lagi, tidak dipeduli. Mari kita perhatikan Firman supaya tidak menjadi anak Tuhan yang unjuk diri tetapi tidak ada prakteknya.

Lukas 10:27-28
10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."

Baru berucap benar saja kita sudah dekat dengan kerajaan Sorga, apalagi kalau prakeknya benar.

Lukas 10:29,33-37
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Jadi belas kasihan itu adalah perbuatan kasih yang tidak mengharapkan imbalan. Jadi mengasihi sesama manusia, prakteknya yang tertinggi adalah belas kasihan. Memberikan pelayanan tanpa mengharapkan imbalan. Itu yang dicari oleh Tuhan. Kenapa Tuhan cari? Sebab pengadilan yang tidak berbelas kasihan akan dimenangkan oleh yang berbelas kasihan. Itu yang dicari oleh Tuhan.

Kalau kita mengasihi sesama dengan mengharapkan balas jasa atau mengharapkan imbalan atau paling tidak mendapatkan pujian, itu bukan pelayanan yang mempunyai dasar belas kasihan.

Seandainya orang Samaria itu berpikir dengan resiko dan melihat keadaan orang yang babak belur dan sudah berbau amis maka dia tidak akan mempedulikan. Tetapi begitu hatinya ada belas kasihan maka itu adalah pintu gerbang baginya untuk melayani sesama.

Matius 9:13
9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Daniel pernah membujuk raja Nebukadnesar agar berbuat belas kasihan tetapi sayang dia tidak mempraktekkan. Akhirnya dia manusia, dia seorang raja tetapi menjadi seperti lembu makan rumput, kuku-kukunya seperti burung nazar.

Artinya orang yang menolak belas kasihan sama dengan menolak Raja di atas segala raja. Nebukadnesar adalah raja tetapi menolak Tuhan Yesus Raja di atas segala raja. Nebukadnezar manusia dan dia menolak penampilan Yesus sebagai manusia yang ditampilkan dalam Injil Lukas. Nebukadnezar manusia tetapi makan rumput seperti lembu berarti menolak Tuhan Yesus sebagai hamba yang ditampilkan dalam injil Markus. Kuku Nebukadnesar seperti burung nazar berarti dia menolak Yesus sebagai Anak Allah yang ditampilkan dalam injil Yohanes. Kenapa? Sebab tidak punyak belas kasihan.

Jangan tolak praktek belas kasihan. Bila menolak praktek belas kasihan sementara Tuhan Yesus mencari itu maka nanti orang itu berseberangan dengan Tuhan Yesus dan melawan Tuhan Yesus.

Daniel 4:27
4:27 Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!"

Itu adalah tujuan, tetapi karena dia tolak maka ini yang terjadi:
Daniel 4:33
4:33 Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung.

Manakala diadili, orang yang mempunyai belaskasihan akan menang.
Yakobus 2:13
2:13 Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.
Orang yang tidak berbelaskasihan akan masuk dalam penghakiman yang tidak berbelaskasihan. Tetapi orang yang punya belas kasihan sekalipun diadili di mana-mana dia pasti menang.

Kita perlu pelatihan. Praktek mengasihi sesama ini lengkap dalam Lukas pasal 10 karena di sana dikaitkan dengan dua hukum kasih. Kita harus waspada, biarlah kita mempunyai roh belas kasihan. Saya sebagai hamba Tuhan pun masih belajar tentang hal ini. Saya merasa masih jauh dari kesempurnaan, tetapi kita semua bergumul dalam pelatihan ini sampai tamat, sampai lulus, sehingga kita semua berhasil.
Lukas 6:40
6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Kita mengasihi Allah latihannya dalam ibadah dan pelayanan. Jangan kita menjauh dari ibadah. Mengasihi sesama, penekanannya kita harus punya roh belas kasihan. Artinya melayani sesama tanpa mengharapkan imbalan, tanpa mengharapkan balas jasa apalagi mau menuntut.

Ini adalah pintu gerbang utara yang nuansanya menunjuk penyembahan. Pintu gerbang itu namanya pintu gerbang Ruben, Ruben artinya lihatlah atau tengoklah. Yang kita sembah itu ditunjuk “lihatlah yang telah berkorban dua ribu tahun yang lampau”. Kemudian tengoklah, menunjuk kedatanganNya pada kali yang kedua sebagai Mempelai Laki-laki Sorga”.

Ada pintu keluar untuk kita melihat pengorbanan Yesus.
Ibrani 13:12-13
13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.
13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Matius 25:6 (Terjemahan Lama)
25:6 Sekonyong-konyong pada tengah malam kedengaranlah seruan: Tengok, pengantin itu datang! Keluarlah kamu mengelu-elukan dia.

Pada kedatanganNya yang pertama Dia mencurahkan darahNya supaya kita bisa beribadah. Jadi kehidupan yang tidak mau beribadah sama dengan menginjak-injak darah Anak Domba Allah! Orang yang tidak mau beribadah berarti tidak menghargai darah Anak Domba Allah, berat hukumannya. Tidak ada pengampunan baginya kalau menginjak-injak darah Anak Domba Allah.

Bagaimana bisa menyongsong kedatanganNya pada kali yang kedua kalau kedatangan Tuhan Yesus pada kali pertama yang tujuannya membuat dia bisa beribadah tetapi dia tidak mau beribadah. Itu sama dengan menginjak-injak darah Yesus. Ngeri benar nasib orang seperti itu! Jangan ini terjadi pada kehidupan saya dan saudara.
Ibrani 10:26-31
10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
10:28 Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.
10:29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?
10:30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya."
10:31 Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.

Selanjutnya di sisi utara ini ada pintu Yehuda dan pintu Lewi. Lewi itu berarti kepala dan tubuh diikat menjadi satu. Yehuda datangnya Yesus (kepala) dan Lewi siapkan umat unutk jadi tubuh sehingga tercipta nikah yang rohani.

Kita lihat bagaimana kita mengasihi Tuhan dan larangan-larangan yang jangan kita lakukan.
Ulangan 4:16-18,23-24
4:16 supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apa pun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan;
4:17 yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara,
4:18 atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi;
4:23 Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian TUHAN, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang oleh TUHAN, Allahmu, dilarang kauperbuat.
4:24 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.

Di dalam ibadah jangan kita sandingkan Tuhan dengan berhala. Begitu Tuhan berbicara tentang berhala langsung Tuhan tampilkan namaNya adalah Cemburuan. Itu sebabnya jangan sampai kita membuat patung yang berbentuk binatang yang merayap di muka bumi atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi.

1.      Yang merayap di atas bumi berarti dia merangkul bumi. Ingat! Ini adalah roh penyesatan. Jangan sampai kita terlibat menjadi pelayan yang menyesatkan. Akhir zaman orang akan menyesatkan dan disesatkan.
II Timotius 3:12-13
3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
3:13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.

Sudah menyesatkan disesatkan lagi, berarti tambah parah kesesatannya.
II Timotius 3:14
3:14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.

Maka jangan tinggalkan pengajaran yang diterima dari pendahulu. Jangan buat ajaran lain. Kalau dikembangkan tidak apa-apa tetapi kalau sudah berseberangan itu salah, apalagi sampai merubah.

Yang menerima ilham pembangunan Bait Allah adalah Daud.
I Tawarikh 28:19
28:19 Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

Kemudian dia memanggil anaknya yaitu Salomo untuk membangun sesuai ilham yang telah diterima Daud dari Tuhan.
1 Tawarikh 22:19
22:19 Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian TUHAN dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama TUHAN."

Salomo ini lebih pandai dan lebih berhikmat dari pada Daud dan tidak ada yang bisa menyaingi Salomo. Tetapi sepandai apapun Salomo dia tidak berani merubah ilham yang diterima oleh Daud.

Daud itu banyak kekurangan tetapi ilham itu tidak ada kekurangannya. Bapak Pdt. Van Gessel itu banyak kekurangannya tetapi Ilham Tuhan tentang pengajaran Tabernakel tidak ada kekurangannya. Orang yang merubah itu malah bersikukuh dan mencari pendukung! Yang merubah harus bertanggung jawab kepada yang merancang. Rancangan Tuhan tidak boleh dirubah oleh siapapun!
Yesaya 14:24
14:24 TUHAN semesta alam telah bersumpah, firman-Nya: "Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana:

Yakobus 1:17
1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

2.      Yang ada di air di bawah bumi berarti dia betul-betul sudah dikuasai oleh bumi. Yang ada di atas saja sudah disesatkan, yang ada di dalam bumi ini lebih disesatkan lagi. Kalau kita meninggalkan ajaran yang benar kemudian berpaling pada ajaran yang lain, sulit untuk kembali.

Kalau sudah ada di dalam air di bawah bumi itu benar-benar sudah menyatu dengan roh antikristus sehingga pikirannya hanya tentang persoalan ekonomi, tentang yang duniawi.

Kesimpulan dari hasil pelatihan ini maka anak Tuhan yang dilatih mendapatkan dua berkat besar, apalagi bagi yang melatih. Hal itu dipuji oleh Tuhan.
1.      Ibrani 12:10-11
12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Ternyata di dalam pelatihan ini, hasilnya berbuahkan kekudusan dan damai sejahtera. Tidak rugikan? Kalau berbuahkan kekudusan maka saudara layak memandang wajah Tuhan! Sebab tanpa kekudusan tidak ada seorangpun bisa melihat wajah Tuhan.
Matius 5:8
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Lewat Firman, lewat pelatihan, anak Tuhan itu berbuahkan kekudusan, tidak mungkin dia akan kaku duduk bersanding dengan Mempelai Laki-laki Sorga sebab dia bisa memandang wajahNya.

Buah yang kita temukan dalam diri kita adalah kekudusan. Itulah permintaan Tuhan dari dahulu sampai sekarang ini tidak pernah berubah.
Imamat 11:44-45
11:44 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi.
11:45 Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.

I Petrus 1:15-16
1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Makanya kami hamba Tuhan harus bergumul bagaimana hidup dalam kekudusan sehingga ketika kami menyampaikan kepada jemaat, jemaat mendapatkan pelayanan dan mereka menikmati hidup dalam kekudusan. Sekarang ini sarana untuk membuat kita tidak kudus terlalu banyak. Saya selalu berkoar-koar sebab kasihan kehidupan yang tidak hidup dalam kekudusan. Saya tidak mau kita ada di dalam hukuman yang berat selama-lamanya.

2.      I Raja-raja 3:9-10
3:9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"
3:10 Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.

Memohon untuk mengerti yang baik dan yang jahat. Dulu iblis tawarkan hal ini kepada Adam dan Hawa tetapi jalurnya salah, bukan jalannya Tuhan sebab memang iblis tidak mau jalannya Tuhan.
Kejadian 3:5
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Karena Adam dan Hawa ini mendengar bahasa ular yang begitu indah dan muluk maka mereka ikuti, Bukannya mereka mengenal yang baik dan yang jahat tetapi malah ketakutan dan telanjang. Ada dua model pemberita. Yang berangkat dari yang benar hasilnya adalah kekudusan dan damai sejahtera. Tetapi yang dilatarbelakangi oleh iblis akibatnya adalah telanjang dan ketakutan.

Ibrani 5:14
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Pancaindera yang terlatih, utamanya dua indera yang pegang perang yaitu mata dan telinga. Ini yang harus dilatih, harus terus menerus ada pelatihan supaya gereja Tuhan benar-benar hidup dalam kekudusan dan merasakan damai sejahtera. Kemudian dia bisa mengerti sehingga begitu ditawarkan yang jahat dia tolak dan ketika ditawarkan yang baik dia terima. Kepada tawaran dosa dia katakan tidak dan kepada Firman Allah dia katakan ya. Itu orang yang mengerti Firman, itu kehidupan Kristen yang mahir dalam pelatihan.

Kalau kebenaran ditunjukkan pasti yang salah akan nampak. Kalau tidak mau ditunjukkan kesalahan berarti tidak mau dipulihkan. Nafas Allah itu menyatakan yang salah. Kalau tidak mau ditunjukkan kesalahan berarti menolak nafas Allah berarti menolak untuk kehidupan berarti mati saja orang seperti itu sebab dia tidak cinta kehidupan.

Ternyata di dalam Alkitab ada pelatih yang salah.
Roma 2:19-21
2:19 dan yakin, bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan,
2:20 pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran.
2:21 Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri?

Jadi saya sebagai pengajar lebih dahulu kemudian isteri saya dan anak-anak saya. Itu sebabnya anak isteri saya kalau saya bersuara besar menegur jangan kalian marah. Di sini ada dicacat 21 dosa,
Roma 1:29-32
1:29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
1:30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,
1:31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
1:32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

kalau tidak mau ditegur sama dengan menerima 21 murka Allah di dalam kitab Wahyu. 7 hukuman Roh Kudus, 7 hukuman Puter Allah, 7 hukuman Allah Bapa.

Roma 2:21-24
2:21 Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri?
2:22 Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala?
2:23 Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu?
2:24 Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain."

Ini pelatih yang salah. Sudah benar bahannya, sudah benar literaturnya, sudah besar pelajarannya tetapi pelaksanaannya mengajarnya yang tidak benar.

Titus 2:9-10
2:9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,
2:10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

Kalau tadi nama Tuhan dihujat, pada ayat di atas ini tujuannya supaya ajaran Tuhan dimuliakan. Bagiku ini sesuatu yang sangat saya butuh, saya membutuhkan kekuatan dari Tuhan.

Kita masih berbicara angka 1500 sebab 1500 adalah angka suasana Taurat yang ada di dalam Tabernakel. Layar yang mengelilingi halaman Tabernakel panjangnya 300 hasta, tinggi layar adalah 5 hasta. 5x300 adalah 1500. 1500 juga adalah angka pengurapan.
Keluaran 30:22-24
30:22 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
30:23 "Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal,
30:24 dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin.

Jumlah seluruhnya adalah 1500 syikal, itulah minyak urapan. Minyak urapan ini yang akan mematahkan kuk. Minyak urapan ini yang akan merusak kuk. Apakah minyak urapan itu ada pada saudara sehingga anda aman dari beban Taurat zaman dahulu.

Yesaya 10:27
10:27a Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap."

Yesaya 10:27 (Terjemahan Lama)
10:27 Maka akan jadi pada hari itu juga tanggungannya akan lepas dari pada bahumu dan kuknyapun dari pada tengkukmu, maka kuk itu akan rusak kelak oleh minyak.

Taurat itu diberitakan dari zaman Musa sampai zaman Yohanes. Setelah itu kerajaan Sorga diserbu tetapi banyak orang menyelewengkan.
Lukas 16:16
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Lukas 16:16 (Terjemahan Lama)
16:16 Adapun hukum Taurat dan surat segala nabi tetap sehingga sampai pada zaman Yahya; kemudian daripada itu dimasyhurkan kerajaan Allah, dan tiap-tiap orang berebut-rebut masuk ke dalamnya.

Apakah pelatihan yang kita lakoni mengarahkan kita kepada Tuhan Yesus. Apakah benar kita sudah mahir dan kita melihat pribadi Yesus. Apakah kita merasakan kehadiran Tuhan Yesus dalam urapanNya sehingga kuk itu sudah dipatahkan?

Petrus mengatakan “kenapa kita letakkan lagi kuk kepada bangsa kafir sedangkan yang kita dan nenek moyang kita tidak mampu menanggungnya?”.
Kisah Para Rasul 15:7-11
15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
15:9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
15:10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
15:11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."

Ini minyak yang menghancurkan kuk. Nilai rohaninya sudah kita serap. Untuk menjalani dan menapaki hidup ini lewat binaan Firman Allah maka kita butuhkan minyak urapan supaya kita tidak tertunduk-tunduk dan tidak terbongkok-bongkok dalam menjalani hidup yang ada ini tetapi mata kita tengadah ke atas memandang Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga yang akan datang. Biarlah telinga kita tajam mendengar “Tengoklah Mempelai Laki-laki datang”.

Jangan kita dijejali dan menjejali orang lain dengan berhala karena berhala ini yang memberatkan dan membuat kehidupan itu tidak bisa tengadah. Berhala itu adalah serakah dan kekerasan hati.
I Korintus 8:5-6         
8:5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi -- dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian --
8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

Kita hidup untuk Dia. Dengan catatan kita hidup untuk Dia maka kita mengasihi Tuhan lewat ibadah dan pelayanan, masuk dalam pelatihan. Kalau kita mengatakan mengasihi Tuhan maka kita akan mengasihi sesama dengan roh belas kasihan yaitu melayani tanpa mengharapkan balas jasa.

Jangan ada kekerasan hati karena itu akan berseberangan dengan belas kasihan. Orang yang ada kekerasan hati jangan harap ada belas kasihan. Bila dia memberi pasti akan ada tuntutannya.

Pintu gerbang utara nuansanya adalah penyembahan. Kalau pintu gerbang timur di sana kita akan melihat Raja yang mengelolah korban bakaran, mengelolah korban keselamatan, mengelola korban syukur. Untuk apa? Supaya kita tampil seperti Yusuf memiliki roh mempelai, supaya kita tampil seperti Benyamin yaitu wujud anak laki-laki dalam Wahyu pasal 12 dan supaya kita tampil seperti Dan yang akan menghakimi dunia, bukan kita yang menghakimi dunia. Biarlah kita bisa membedakan mana yang baik dan yang benar.

Satu hal yang mengerikan yaitu di pintu gerbang timur ada nongkrong 25 orang penasihat-penasihat jahat. Ini harus kita waspadai sebab ini akan menganggu hubungan kita dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga sehingga kita tidak bisa mewujudkan anak laki-laki yang tampil dalam Wahyu 12:4
Wahyu 12:4
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Mari kita gereja Tuhan yang hidup pada akhir zaman ini memuliakan nama Tuhan dan ajaranNya.

Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar