20150913

Kebaktian Kaum Muda Remaja Minggu 13 September 2015 Pdt. Handri Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus menyertai kita sekalian.

Keluaran 7:6-10
7:6 Demikianlah diperbuat Musa dan Harun; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada mereka, demikianlah diperbuat mereka.
7:7 Adapun Musa delapan puluh tahun umurnya dan Harun delapan puluh tiga tahun, ketika mereka berbicara kepada Firaun.
7:8 Dan TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:
7:9 "Apabila Firaun berkata kepada kamu: Tunjukkanlah suatu mujizat, maka haruslah kaukatakan kepada Harun: Ambillah tongkatmu dan lemparkanlah itu di depan Firaun. Maka tongkat itu akan menjadi ular."
7:10 Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu mereka berbuat seperti yang diperintahkan TUHAN; Harun melemparkan tongkatnya di depan Firaun dan para pegawainya, maka tongkat itu menjadi ular.

Ciri-ciri pemimpin/ gembala yang bisa diteladani:
1.      Bisa menyadari dan mengakui kekurangan diri sendiri dan berusaha untuk memperbaikinya Keluaran 6:29
2.      Jabatan pelayanannya ditetapkan oleh Tuhan sendiri Keluaran 6:25-26
3.      Dewasa rohani Keluaran 7:7
4.      Berbuat seperti yang Tuhan perintahkan → Keluaran 7:6,10

Kita pelajari ciri yang ke empat, berbuat seperti yang Tuhan perintahkan artinya taat dengar-dengaran pada Firman apapun resikonya, itu yang harus kita teladani.

Termasuk pelajaran bagi pemimpin pujian sebagai pembantu mimbar sekaligus sebagai pembaca hampir sama dengan pemberita Firman juga harus belajar taat dengar-dengaran pada firman, dimulai dari keluarga dalam nikah/ rumah tangga harus taat kepada orang tua. Bukan hanya di depan mimbar kelihatan suci, pakai dasi, baca alkitab. Kalau yang menyampaikan Firman dan pemimpin pujian, pembaca alkitab tidak satu roh maka tidak bagus, jadi pemberitaan Firman sepertinya tidak mantap kena pada sidang jemaat. Oleh sebab itu pemberita dan pemimpin pujian sekaligus pembaca harus berupaya untuk satu roh.

Jika tidak taat pada Firman maka tidak bisa menjadi berkat. Ayo kita semua teladani gembala yang taat pada Firman apapun resikonya.

Kalau kita bisa taat pada Firman, kita sedang bekerjasama dengan Tuhan. Kalau bekerjasama dengan Tuhan pasti ada jaminan keberhasilan. Pelayanan berhasil, pemberita bisa taat dengar-dengaran pada Firman maka pemberitaan Firman berhasil, Firman berhasil ditabur di tanah hati sidang jemaat. Pelayan Tuhan/  anak-anak Tuhan yang taat pada Firman, selain ada jaminan keberhasilan, ada jaminan kemenangan, menang menghadapi dosa dan ada jaminan mujizat. Mulai dari yang menyampaikan Firman taat, pemimpin pujian taat, pembaca alkitab taat pada Firman maka ada mujizat terjadi.

Ketaatan pada Firman itu permulaan keberhasilan, tidak taat itu permulaan kegagalan dan akan gagal terus.

Jika semua yang tampil di depan, yang berdiri di belakang mimbar dari pengkhotbah, pemimpin pujian, pembaca alkitab semua taat maka pemberitaan Firman mantap, ibadah kita berjalan dengan baik, ada hadirat Tuhan, ada urapan Tuhan kita rasakan dalam ibadah kita.

Kita belajar contoh orang yang taat yang bisa bekerjasama dengan Tuhan sekalipun ia dalam kekurangan bahkan kekurangan/ kelemahan yang permanen, seakan-akan mustahil untuk dirubah, tetapi ia mau belajar taat, ia berhasil, ada mujizat terjadi, ia mengalami kesembuhan, contohnya orang yang buta sejak lahir.
Yohanes 9:1,6-7
9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
9:7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Orang yang sudah buta, matanya diolesi lagi oleh lumpur, disuruh jalan ke Siloam tanpa dituntun. Coba kalau dia tidak taat, dia merasa sepertinya itu suatu penghinaan/ diejek, maka tidak akan terjadi mujizat. Tapi untung saat itu begitu dioles matanya dengan lumpur, Tuhan bilang pergi ke Siloam, dia langsung lakukan jalan ke Siloam tanpa dituntun, sampai di kolam Siloam ia membasuh mukanya sehingga matanya kembali sudah melihat.

Mungkin kita saat ini datang dengan kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan tetapi tidak ada yang seperti orang buta ini, semua masih bisa melihat. Kalau kita datang dengar Firman dan mau taat pada Firman maka Tuhan mampu menolong dan memulihkan kita dan kita akan diutus/ dipakai oleh Tuhan. Siloam artinya yang diutus.

Arti buta sejak lahir:
1)      Tidak mengalami kelahiran baru= tidak mengalami keubahan hidup.
Orang yang sudah dibaptis bukan menjadi ukuran dia tidak buta, belum tentu. Banyak orang yang sudah dibaptis/ diselamkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus, tapi matanya tetap buta sejak lahir, tidak mengalami keubahan hidup, sehingga hidupnya membabi buta, jatuh bangun dalam dosa, mengulang-ngulangi dosa, sudah diakui dilakukan lagi, sudah seperti anjing dan babi, anjing yang muntah menjilat lagi muntahnya, babi yang sudah dimandikan berkubang lagi dalam kubangannya bahkan kalau dibiarkan menjadi sama seperti setan. Hati-hati dengan buta sejak lahir, tidak mengalami kelahiran baru. Jika sudah dibaptis buktikan kita yang sudah dibaptis air harus ada keubahan hidup jangan pertahankan tabiat lama/ hidup lama, jangan membabi buta, jatuh bangun dalam dosa.

2)      Suka tidur saja= malas= tidak setia dalam melakukan kewajiban di dalam ibadah
Yesaya 56:10-11
56:10 Sebab pengawal-pengawal umat-Ku adalah orang-orang buta, mereka semua tidak tahu apa-apa; mereka semua adalah anjing-anjing bisu, tidak tahu menyalak; mereka berbaring melamun dan suka tidur saja;
56:11 anjing-anjing pelahap, yang tidak tahu kenyang. Dan orang-orang itulah gembala-gembala, yang tidak dapat mengerti! Mereka semua mengambil jalannya sendiri, masing-masing mengejar laba, tiada yang terkecuali.

Kewajiban utama gembala adalah memberi makan domba.
Jadi Firman itu harus benar-benar menjadi makanan bagi sidang jemaat, bukan hanya sekedar khotbah tetapi  memberi makan domba-domba lewat Firman Pengajaran yang benar. Makanan yang benar/ yang sehat itu menyatakan dosa jadi gembala harus berani sampaikan Firman yang menunjuk dosa, bukan hanya sekedar khotbah hanya cerita dongeng. Kalau gembala yang tidak bisa memberi makan domba itu  gembala yang buta.
2 Timotius 3:16
3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Gembala harus menggumuli Firman sesuai dengan kebutuhan sidang jemaat, kebutuhan kaum muda, apakah bisa dimakan atau tidak. Kalau cuma khotbah asal, walaupun enak didengar tapi tidak menjadi makanan, tidak menyembuhkan rohani.

Kewajiban utama domba adalah makan Firman artinya mau menerima penyucian.
Amsal mengatakan orang malas itu sedangkan mau angkat tangannya mau suap di mulut, malas/ capek, ia tidak mau. Itu yang terjadi sekarang di dalam gereja, gembala sudah bergumul, supaya ada Firman disampaikan, sudah tersedia makanan untuk domba-domba, jemaat tinggal mau sendok masukkan di mulut tetapi malas tidak mau makan, tidak mau dengar Firman, dengar Firman ngantuk-ngantuk.
Amsal 26:15
26:15 Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya.

Ini sudah keterlaluan sekali, tinggal mau suap tapi tidak mau, ini orang malas! jangan sampai menjadi kaum muda yang malas, kaum muda yang buta rohaninya. Sekalipun ganteng, cantik tapi kalau dia buta rohani malas dengar Firman, jangan mau! nanti rugi menyesal dikemudian hari. Tetapi yang paling baik kalau kaum muda yang rajin dengar Firman, rajin makan Firman dan mau disucikan itu yang mantap.

Orang yang malas ini juga sulit untuk dinasehati apalagi ditegor sebab ia merasa lebih pintar/ lebih hebat dari orang lain.
Amsal 26:16
26:16 Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana.

Kalau dalam ibadah sudah malas untuk dengar Firman, malas untuk makan Firman, malas untuk beribadah melayani Tuhan, di rumah  pasti malas, di mana saja pasti malas. Peribahasa orang dunia saja mengatakan “kecil teranjak-anjak, besar terbawah-bawah”.

Orang malas ini adalah kawan dari si perusak. Terutama merusak dalam rumah tangga, kalau anak merusak dalam keluarga, orang tua tinggal sapu-sapu dada, begitu juga kalau gembala melihat jemaat merusak dalam penggembalaan.
Amsal 18:9
18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

Kalau kita rajin dengar Firman, rajin menerima penyucian, di rumah juga pasti rajin. Kalau di dalam gereja tidak mau disucikan maka di rumah juga malas hanya makan tidur. Ini anak-anak yang hanya jadi perusak dalam rumah tangga.

Kaum muda yang sudah malas pasti jahat dan pasangannya najis. Hati-hati jangan sampai jatuh dalam kenajisan mulai dari tontonan-tontonan, dsb.
Matius 25:26
25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

Kalau sudah malas, jahat dan najis akibatnya hanya menangkap angin, hidupnya ditandai dengan kegagalan demi kegagalan.
Amsal 11:29
11:29 Siapa yang mengacaukan rumah tangganya akan menangkap angin; orang bodoh akan menjadi budak orang bijak.

Ayo kaum muda rajin ibadah, rajin juga sekolah. Kita bisa sekolah, bisa kuliah itu karena orang tua yang membiayai, apa-apa yang diperlukan semua masih minta sama orang tua.  Orang tua sudah banting tulang bekerja untuk cari biaya agar anak-anak bisa sekolah, jadi anak-anak jangan suka bolos sekolah/ malas sekolah, jangan menjadi kawan dari si perusak nanti akan menjadi jahat dan najis.


3)      Tidak bisa melihat Tuhan= tidak bisa menyembah Tuhan
Menyembah kering-kering, sulit untuk diajak menyembah. Dalam ibadah secara bersama-sama malas untuk menyembah apalagi di rumah, hanya sibuk dengan perkara yang jasmani, hanya untuk menyenangkan daging. Jangan sampai lupa menyembah Tuhan karena penyembahan ini yang memampukan kita untuk bisa merobek daging. Kalau tidak ada penyembahan maka dagingnya akan membengkak terus seperti Goliat akhirnya dipenggal kepalanya, putus hubungan dengan kepala/ Yesus.

4)      Menghadapi masalah yang mustahil dan masa depan yang gelap
Mungkin kaum muda remaja datang saat ini dalam keadaan buta, melayani tapi tidak ada keubahan hidup, malas, tidak setia dalam ibadah pelayanan, tidak mau menerima penyucian, hanya menjadi perusak/ pengacau, tidak bisa menyembah Tuhan bahkan menghadapi masalah-masalah yang mustahil sampai masa depan yang gelap, tidak tahu mau bagaimana, daftar ini gagal, semua gagal, keadaan buta dan buta ini artinya cacat. Mempelai wanita Tuhan itu sempurna tanpa cacat cela, kalau kita tetap buta rohani maka tidak akan bisa menjadi mempelai wanita Tuhan hanya akan menjadi mempelainya setan. Tetapi kemurahan Tuhan masih dibuka bagi kita. Dalam keadaan buta secara rohani, Tuhan masih mau bekerjasama dengan kita, masih mau menyembuhkan kita, tinggal kita mau bekerjasama dengan Tuhan atau tidak/ mau taat pada Firman atau tidak, kalau kita mau taat pasti sembuh.

Proses untuk taat pada Firman :
a.       Yesus meludah ke tanah dan mengaduk dengan jari
Tanah itu menunjuk kehidupan kita manusia daging,  
Ludah itu sesuatu yang keluar dari mulut Yesus menunjuk Firman yang dikatakan Yesus yaitu Firman yang dibukakan rahasianya, ayat menerangkan ayat.
Jari Yesus atau tangan Yesus itu adalah urapan Roh Kudus

Artinya kita mau mendengar Firman yang dibukakan rahasianya dalam urapan Roh Kudus sekalipun seperti menghina/ mempermalukan atau merendahkan kita.

b.      Tanah bercampur ludah yang diaduk menjadi lumpur dioles ke mata
Artinya Firman Pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus menunjukkan segala kejijikkan dosa kita tepat sasaran.

Segala kejijikkan dosa kita ditunjuk oleh Firman supaya kita akui dan kita berdamai dengan Tuhan. Kalau kita kena Firman jangan marah itu artinya Tuhan sedang bekerjasama dengan kita, Tuhan mau menyembuhkan kita.

c.       Disuruh pergi ke kolam Siloam tanpa dituntun
Ini merupakan ujian ketaatan pada Firman.
Setelah kita dengar Firman, ditunjuk dosa kita, kita akui dan kita diuji/ dites apakah kita  mau taat dengar-dengaran pada Firman atau tidak.

Memang Firman itu kadang kala tidak sesuai dengan logika kita, tidak sesuai dengan kehendak kita. Kita maunya begini Firman datang begitu, tidak sesuai tapi harus kita taati, kita mau dengar-dengaran pada Firman. Contohnya sudah tamat sekolah dan mau lanjut kuliah, Firman datang cari penggembalaan tapi tidak sesuai logika.

Jika kita bekerjasama dengan Tuhan, kita mau taat dengar-dengaran pada Firman, kita mau praktek Firman maka akan terjadi mujizat yaitu mata melek/ bisa melihat.

Jika kita mengalami kegagalan jangan putus asa karena ada maksud Tuhan agar kita tergembala. Jadi jangan kecil hati jika tidak lulus, tidak masuk di kampus yang kita sudah idamkan, tidak dapat pekerjaan dan kedudukan, jangan kecil hati karena Tuhan mau kita bisa tergembala dengan benar.

Mata melek/ melihat artinya:
Ø  Bisa melihat diri sendiri
Kalau kaum muda bisa melihat diri sendiri dengan segala kekurangan/ kelemahan = bisa mengoreksi diri itu sudah merupakan mujizat.

Kita bukan melihat mujizat jasmani tetapi yang utama mujizat secara rohani.

Jika kita sudah bisa melihat diri dengan segala kekurangannya, bisa mengoreksi diri dan bisa berdamai dengan Tuhan dan sesama maka pasti diutus/ dipakai oleh Tuhan masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Ø  Bisa melihat Yesus, prakteknya:
a)      Bisa melihat ladangnya Tuhan artinya bisa memperhatikan pekerjaan Tuhan, tekun dalam penggembalaan. Terutama yang makan ayapan Tuhan harus perhatikan pekerjaan Tuhan.

b)      Bisa menyembah Tuhan
Yohanes 9:34-38
9:34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
9:36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
9:37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
9:38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

Tuhan Yesus mengajarkan satu hari menyembah minimal 1 jam. Belajar untuk menyembah Tuhan, manfaatkan waktu 1 jam. Jangan cuma berjam-jam di game tapi susah untuk menyembah Tuhan.

Manfaatkan waktu menyembah Tuhan, kita bisa memandang Yesus dan kalau kita bisa memandang Yesus hasilnya dari wajahNya terpancar sinar kasih karunia dan sinar kemuliaan.
Bilangan 6:24-26
6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

Kalau kita bisa menyembah Tuhan sekalipun dalam keadaan sengsara seperti orang buta ini diusir sengsara bersama Yesus tetapi bisa menyembah Tuhan, kita bisa memandang wajah Tuhan.

Mungkin kaum muda di sini ada dalam keadaan menderita/ sengsara, orang tua belum bisa satu dalam pengajaran, ekonomi orang tua merosot, bahkan mungkin orang tua sakit, banyak penderitaan tetapi itu kesempatan kita bisa menyembah Tuhan dan saat kita menyembah Tuhan kita pandang wajah Yesus dan dari wajahNya terpancar sinar kasih karunia dan sinar kemuliaan.

Hasilnya:
Ø  Untuk memberi damai sejahtera, kita mengalami damai di sekolah, di rumah, di mana saja, tidak ada lagi dosa di dalam hati, tidak ada lagi kebencian/ kepahitan hati, tidak ada lagi masalah-masalah yang membuat kita menangis, kecewa, tetapi hati damai sejahtera.

Ø  Untuk mengubahkan kita sampai sama mulia sempurna seperti Yesus, kita menjadi mempelai wanita Tuhan, saat Dia datang kita bisa memandang Tuhan muka dengan muka, kita masuk Yerusalem baru.
2 Korintus 3:18
3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar