20161126

Kebaktian Doa, Sabtu 26 November 2016 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Ini adalah ibadah penyembahan yang merupakan ibadah puncak, dalam terang Tabernakel kena pada Mezbah Dupa Emas. Penyembahan ini diambil dari bahasa Proskoneho yang artinya:
1.      Seperti anjing menjilat kaki tuannya
2.      Seperti seorang isteri menyerah sepenuh kepada suaminya

Yohanes 1:24-25
1:24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
1:25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"

Ini pertanyaan dari orang Farisi. Mereka sebenarnya tidak masuk dalam utusan yang dikirim dari pusat ibadah di Yerusalem, karena orang Farisi ini hanya membonceng. Karena ini dicatat oleh Firman Tuhan maka ada nilai-nilai rohani yang perlu kita pelajari. Ini pertanyaan yang harus dijawab bukan hanya oleh Yohanes Pembaptis tetapi juga bagi kita, utamanya saya sebagai hamba Tuhan.

Ada tiga figur yang diangkat oleh orang farisi ini yaitu:
1.      Mesias
2.      Elia
3.      Nabi yang akan datang

Artinya yang berhak untuk membaptis adalah ketiga figur ini, menurut pandangan mereka. Tiga pribadi yang disebutkan ini, disimpulkan menjadi satu, yang untuk kita di akhir zaman ini adalah pribadi yang diberi wewenang untuk menjalankan sakramen baptisan air.

Saya bukan Mesias, bukan Elia, bukan nabi yang akan datang itu, mengapa saya berani membaptis. Kita tidak melihat lagi sosok Mesias atau Almasih atau Yesus atau Kristus, kita tidak melihat lagi sosok Elia atau nabi yang akan datang itu, tetapi digabung dalam pribadi hamba Tuhan.

1.      Mesias
Jadi ciri kehidupan yang dipercaya untuk membaptis adalah hamba Tuhan yang harus paham siapa itu Mesias, apa yang dikerjakan oleh Mesias. Ini yang harus saya pahami supaya saya tidak asal membaptis orang. Sebab itu adalah pondasi atau landasan untuk titik start langkah ke depan.

Hanya dua kali Tuhan Yesus berterus terang bahwa Dialah Mesias, yang pertama adalah di depan perempuan Samaria. Dia adalah perempuan yang bejat moralnya tetapi dia mau dibenahi oleh Yesus. Nikahnya dikoreksi kemudian ibadahnya dibenahi. Tidak mungkin Tuhan Yesus mau membenahi perempuan itu kalau tidak mau mengikuti alur permikiran Tuhan Yesus. Itu sebabnya dia terlibat dalam pembicaraan dengan Tuhan Yesus, berarti dia membuka diri untuk dikoreksi. Memang awalnya ada perlawanan, dia berkata “masakan Engkau orang Yahudi, minta air kepada orang Samaria” sebab memang pada waktu itu orang Yahudi dan Samaria tidak sepaham, selalu bentrok. Tetapi disitulah Tuhan Yesus menampilkan diriNya sebagai Mesias.
Yohanes 4:25-26
4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

Jadi ciri hamba Tuhan yang dipercaya oleh Tuhan untuk dibaptis, dia harus paham status nikah. Dan dia sendiri harus paham arti kesucian dari nikah. Coba saudara jatuh ditangan orang yang nikahnya najis lalu membaptis saudara, itu sudah salah! Kalau seperti itu berarti hanya menjalankan ritual saja dan tidak terkait dengan selera Tuhan. Itu sebabnya harus ada pembenahan mulai dari yang melaksanakan. Kalau yang melaksanakan nikahnya amburadul dan tidak jelas, maka dipertanyakan mengapa dia berani membaptis.

Jadi kita harus paham bagaimana Kristus bekerja. OrientasiNya ada pada nikah dan ibadah. Apa gunanya kita beribadah tanpa mengalami pembenahan nikah. Kalau ada koreksi Firman Tuhan terhadap nikah yang adalah persekutuan yang kecil untuk berkembang pada persekutuan yang lebih besar mulai dari nikah, sidang jemaat sampai Tubuh Kristus yang sempurna, maka kita harus paham bahwa di situlah Mesias bergerak.

Kalau hamba Tuhan yang melayani saudara seorang yang najis lalu dia membaptis saudara atau menumpangkan tangan kepada saudara maka impertasinya turun kepada saudara, kenajisannya turun pada saudara! Jadi baptisan itu bukan sesuatu pemenuhan syarat sebagai orang Kristen sehingga sembarang dibaptis oleh siapapun.

Jadi baptisan itu bukan hanya sesuatu yang kita jalankan sebagai orang Kristen. Apakah yang membaptis itu paham Mesias yang benar atau tidak. Ini adalah satu contoh yang harus kami teladani sebagai hamba Tuhan. Makin jelas Firman Tuhan dibukakan kepada kita sebagai tanda Tuhan sangat peduli pada kita. Mari kita apresiasi apa yang kita terima dan tanggapi dengan serius.

2.      Elia
Penampilan Mesias dalam Yohanes pasal 4 ini digabung dengan penampilan Elia. Dalam cerita Alkitab mengkisahkan kepada kita, bagaimana kondisi Israel pada zaman Elia. Mereka sangat memilukan hati Tuhan. Bahkan raja Ahab yang menjadi raja pada waktu itu dikatakan menyakiti hati Tuhan. Tidak ada raja yang lebih jahat dari pada Ahab dan ditambah lagi dia mengambil anak raja Sidon yaitu Izebel menjadi isterinya.

Dalam pelayanannya, Elia selalu berkonfrontasi dengan raja Ahab dan isterinya Izebel. Dia menantang terus, bahkan tanpa segan-segan, tanpa takut dan gentar Elia menantang menghadapi nabi-nabi Baal dan nabi-nabi Asyera untuk membuktikan ibadah siapa yang benar. Sebenarnya satu kalimat dari Ahab diucapkan maka habislah Elia, cukup Ahab berkata “tangkap dia” tetapi Tuhan campur tangan sehingga bahasa itu tidak keluar dari mulut Ahab.

Selanjutanya Elia menyuruh mereka lebih dahulu sebab mereka banyak, lalu nabi-nabi Baal dan nabi-nabi Asyera meminta api dari langit namun tidak ada turun api. Menjelang petang yaitu saat imam besar masuk ke ruangan suci, di situlah Elia mengambil sikap lalu berseru dan api dari Tuhan menyambar korbannya bersama batu, kayu bahkan air di dalam parit. Akhirnya ibadah yang dikerjakan oleh Elia itulah yang diterima oleh Tuhan.

Ada 5 langkah yang dilakukan Elia pada waktu itu. Pertama Elia mengajak umat Tuhan “ayo dekat dengan aku”. Artinya umat jangan jauh dari hamba Tuhan yang seperti Elia. Dia yakin dengan benar bahwa apa yang dia kerjakan itu direstui oleh Tuhan. Dia tahu pasti bahwa dia adalah mitra kerjanya Tuhan. Dia tidak akan mungkin mengajak umat Tuhan dekat dengan dia kalau dia tidak yakin bahwa Tuhan dekat dengan dia.

Kemudian dia menyusun mezbah dari batu, menggali parit dan parit itu diisi air 12 buyung. Lalu disembelih lembu, dipenggal-penggal, di taruh di atas kayu, kemudian Elia berlutut bersamaan waktunya dengan imam besar masuk ke ruangan suci membakar pedupaan. Itu menunjukkan pelayanan Elia pada pukul 3 petang ini sama dengan pelayanan Petrus dan Yohanes pada pukul 3 petang. Petrus bisa berkata kepada orang lumpuh “berdiri!”.

Artinya, pelayanan Elia ada hubungannya dengan imam besar. Saya takut melayani kalau hubunganku tidak harmonis dengan Tuhan Yesus Imam Besar. Berarti saya harus memiliki roh perdamaian dengan Tuhan, dengan isteri dan sesama. Bukan berarti menutup kemungkinan untuk tidak dibenci. Memang pasti dibenci tetapi tidak boleh ada kepahitan hati kepada orang yang membenci kita.

Jadi yang membaptis ini harus mengerti getaran pelayanan Mesias dan mengerti pergumulan dalam pelayanan Elia. Tantangan yang dihadapi memang berat karena dia menghadapi orang nomor satu di Israel yaitu raja Israel ditambah dengan ratu yang beringas yaitu Izebel orang Sidon.
Yang dialami oleh Elia adalah suatu kemenangan. Bukan Elia yang ditangkap, namun setelah korbannya diterima oleh Tuhan maka umat Tuhan berseru “Tuhan Dialah Allah”. Setelah ucapan itu mereka serukan maka Elia berseru supaya menangkap nabi-nabi Baal dan nabi-nabi Asyera lalu disembelih di tepi sungai Kidron.

Elia ini adalah hamba Tuhan yang ada tanda kemenangan. Jangan menjadi hamba Tuhan yang kalah menghadapi ini dan itu. Bahkan Tuhan mengatakan kita bukan hanya menang tetapi lebih dari pemenang.
Roma 8:37
8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

3.      Nabi yang akan datang
Sebenarnya ini menunjuk pribadi Tuhan Yesus sendiri. Ini diangkat dalam khotbah Stefanus.
Kisah Rasul 7:37
7:37 Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu.

Ulangan 18:15,18
18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Tuhan akan menaruh Firman pada mulutnya. Itulah ciri orang yang dipercaya oleh Tuhan untuk membaptis. Imam itu ada Firman di mulutnya.
Maleakhi 2:6-7
2:6 Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.
2:7 Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam.

Bukan pengajaran yang salah, bukan pengajaran yang menyesatkan, bukan pengajaran yang palsu tetapi pengajaran yang benar. Ada pengajaran yang tidak sehat, ada yang sesat dan yang palsu.

Maleakhi 2:5
2:5 Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya -- pada pihak lain ketakutan -- dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku.

Dia punya roh gentar dan takut kepada Tuhan. Kalau saya punya roh gentar dan takut kepada Tuhan pasti saya akan terhindar dari perbuatan-perbuatan selingkuh dan perbuatan yang tidak benar.
Mazmur 119:120
119:120 Badanku gemetar karena ketakutan terhadap Engkau, aku takut kepada penghukuman-Mu.

Kesimpulannya, Mesias, Elia dan nabi yang akan datang itu harus dipahami dengan jelas oleh figur gembala. Kalau gembala tidak takut akan Tuhan dia akan pergi mengurus kebun coklat atau mengolah sawah. Kelihatan untuk membantu pekerjaan Tuhan tetapi itu keliru. Sebenarnya motivasinya salah karena dia juga mau memiliki perkara-perkara jasmani apalagi kalau melihat orang lain punya motor atau punya mobil. Pendeta seperti ini yang tidak takut akan Tuhan/ tidak mengerti tujuan tahbisannya.

Bukan berarti kita sok suci, tetapi bagaimana kita menerapkan Firman Tuhan dalam diri kita. Mulai dari saya sebagai hamba Tuhan, apalagi yang dipercayakan untuk membaptis. Ini yang lebih dahulu harus saya paham supaya jangan gereja Tuhan salah kaprah, salah arah, bermimpi ketemu Tuhan Yesus, sebaliknya bertemu dengan antikristus. Apakah tidak gawat kalau seperti itu. Saya sudah bawa perpuluhan, sudah rajin ibadah, kerja bakti banting tulang mengerjakan ini dan itu untuk gereja, ternyata tidak masuk dalam penyingkiran gereja karena dasarnya salah mulai dari baptisan air.

Ulangan 18:18,15
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:15 Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Penekanan terakhir “dialah yang harus kamu dengar” berarti dia yang harus kamu apresiasi pelayanannya, dialah yang harus kamu turuti pelayanannya. Ketika Tuhan Yesus dipermuliakan di atas gunung, terdengar suara “inilah Anak yang Ku kasihi, kepadaNya Aku berkenan, dengarkanlah Dia”. Sekarang kita tidak melihat lagi sosok Tuhan Yesus tetapi ada hamba Tuhan yang mendapat pengutusan Tuhan.

Ini tantangan buat saya, seperti cemeti buat saya, jangan saya melaksanakan pelayanan termasuk impertasi, kemudian saya menurunkan kepada saudara sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan. Penumpangan tangan itu tidak sembarang. Kalau yang menumpangkan tangan kepada saudara adalah orang pemabuk, nanti itu turun pada orang yang ditumpangkan tangan. Itu sebabnya impertasi ini harus dijaga, harus diperhatikan, tidak boleh asal.

Biarlah kita benar-benar menjadi belahan jiwanya Tuhan Yesus. Betapa bahagianya Tuhan mengulurkan tangan kepada kita “inilah belahan jiwaKu”. Tetapi betapa mengerikannya kalau Tuhan berkata “enyahlah dari hadapanKu”. Padahal yang dienyah itu berkata “kami sudah mengusir setan demi namaMu, menyembuhkan orang sakit demi namaMu, memecahkan roti di mana-mana demi namaMu”. Jangan sampai menemui pada langkah akhir justru dienyah oleh Tuhan.

Ini yang sedang Tuhan bangun, Tuhan membangun kita menjadi belahan jiwaNya. Kita ini sedang bertunangan dengan Tuhan Yesus. Pertunangan ini harus kita jaga sebab ada mata lain yang melirik untuk mengagalkan.
Ulangan 22:23-24
22:23 Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan -- jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia,
22:24 maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

Ternyata ada laki-laki lain yang kurang ajar yang mau meniduri saudara, itulah setan bin iblis, antikristus dan nabi palsu. Tadi disebut bertunangan tetapi kalimat berikutnya dikatakan “isteri sesamanya”. Berarti bertunangan ini beda tipis dengan pernikahan.

Kita ini bertunangan dengan Tuhan Yesus. Sebenarnya kita sudah menjadi isteri Anak Domba. Tetapi kalau saudara diganggu oleh perkara dunia, iblis, setan yang adalah laki-laki bejat yang menggoda saudara dan saudara menyerahkan hidup saudara seperti dalam Yehezkiel 16:25, yang merenggangkan pahanya untuk dinajiskan oleh Mesir, maka pertunangan pasti gagal. Memang nafsu dunia ini begitu besar untuk menajiskan kita. Jaga pertunangan kita dengan Kristus jangan sampai gagal.

Ulangan 22:25-26
22:25 Tetapi jikalau di padang laki-laki itu bertemu dengan gadis yang telah bertunangan itu, memaksa gadis itu tidur dengan dia, maka hanyalah laki-laki yang tidur dengan gadis itu yang harus mati,
22:26 tetapi gadis itu janganlah kauapa-apakan. Gadis itu tidak ada dosanya yang sepadan dengan hukuman mati, sebab perkara ini sama dengan perkara seseorang yang menyerang sesamanya manusia dan membunuhnya.

Kita ini diancam oleh dunia dan iblis, itulah laki-laki lain yang mau menajiskan kita. Sementara kita ini bertunangan dengan Kristus, iblis berupaya untuk mencemarkan kita sehingga batallah pernikahan dengan Kristus dan hanya merenungi nasibnya ketika dia dianiaya 3,5 tahun oleh antikristus. Ini jangan terjadi pada diri kita.

Berpikirlah 1000 kali kalau mau bertindak bahwa saudara adalah tunangannya Kristus/ isterinya Yesus. Kita ini adalah kekasihnya Tuhan Yesus, jangan kita main-main!

Itulah pekerjaan Mesias, pekerjaan Elia dan nabi yang akan datang yang harus satu di dalam diri gembala. Ketika dia mengadakan penumpangan tangan, dia tahu persis bukan yang buruk yang turun tetapi berkat Tuhan yang turun.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar