20161127

Kebaktian Umum, Minggu 27 November 2016 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Wahyu 1:16-20
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Kita lihat di sini bagaimana penampilan Tuhan menghadapi 7 sidang jemaat di Asia Kecil. Hamba Tuhan yang pergi memberitakan Firman kepada mereka, bagaikan masuk dalam hukuman mati. Jadi lahirnya 7 sidang jemaat ini dibayar oleh hamba Tuhan, terasa masuk pada hukuman mati.

Tuhan tidak ingin jemaat yang sudah lahir lewat pergumulan hamba-hamba Tuhan dan tentu teladannya adalah Kristus, lewat Korban Kristus lahirlah 7 sidang jemaat. Tetapi dimakan perjalanan waktu rohani mereka menukik. Karena itulah Tuhan tampil kembali dengan cara yang unik untuk mengingatkan 7 sidang jemaat ini yang menggambarkan gereja Tuhan yang hidup pada akhir zaman ini.

Dikatakan pada setiap sidang jemaat ada satu bintang, tidak lebih dari satu. Ini adalah aturan Sorga. Kemudian dijelaskan pada ayat ke-20 bahwa bintang itu adalah malaikat atau gembala sidang jemaat.

Kita telah mengikuti bahwa ada 3 hal yang perlu diperhatikan supaya jangan gembala atau malaikat itu ditarik oleh Tuhan dari sidang jemaat. Kalau gembala diambil oleh Tuhan maka itu bencana bagi jemaat.
1.      Jemaat sudah tidak punya gembala.
2.      Ada gembala tetapi jemaat tidak menghirau. Jemaat santai saja dan tidak patuh kepada gembala. Bisa Tuhan mengambil gembala dan diberikan kepada yang lain yang bisa menyambut/menghargai.
3.      Ada gembala namun gembala yang berulah. Kalau seperti ini, kasihan jemaat.

Ini adalah hikmat sorga, hanya menetapkan satu malaikat atau gembala pada satu sidang jemaat. Pada jemaat Efesus hanya satu gembala, jemaat Laodekia juga hanya satu gembala, secara umum tujuh sidang jemaat ini masing-masing hanya memiliki satu malaikat sidang jemaat.

Tujuan dari malaikat sidang jemaat Tuhan ini memberi makan jemaat. Tentu yang dia berikan adalah makanan malaikat itu sendiri. Malaikat ini yang lebih dahulu mengkonsumsi setelah itu dia sodorkan kepada jemaat. Itulah sistem Sorga. Jangan sampai gembala menyampaikan Firman padahal dia sendiri tidak makan, tidak ada persekutuan dengan Firman.

Dalam Wahyu pasal 5, di tangan yang sama yaitu di tangan kanan Tuhan ada 7 bintang atau 7 malaikat dan juga ada Firman. Jadi malaikat sidang jemaat ini yang lebih dahulu menikmati Firman itu. Bagaimanapun rasanya, lezat atau pahit, dia harus menikmati lebih dahulu baru disajikan kepada jemaat agar tidak menjadi bintang yang hanya sekedar nama. Hanya menyampaikan Firman tetapi dia sendiri tidak melakukan.

Itu sesuatu yang tidak pantas dan itu bukan sistem Sorga. Sebab tugas dari malaikat adalah memberi makan. Untuk apa kita makan? Firman yang disampaikan itu adalah Firman kehidupan, jadi kita makan supaya rohani kita hidup. Kalau kita mengkonsumsi Firman hidup namun rohani kita mati, maka pertanyakanlah itu pada dirimu.

Ini adalah hikmat Sorga dan tidak ada yang bisa menandingi hikmat dari Sorga. Manusia bisa merasa pandai dan berhikmat di dunia ini tetapi Firman Tuhan mengatakan, itu hanya bodohnya Tuhan. Bukan berarti Tuhan itu bodoh, tetapi itu standar di bawahnya Tuhan, dianggap bodoh oleh Tuhan.
Amsal 21:30
21:30 Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN.

Jangan mengganggu gugat hikmatnya Tuhan. Hikmat dari Tuhan mengatakan bahwa malaikat dalam sidang jemaat itu hanya satu. Jadi kalau sudah lebih dari satu gembala dalam sidang jemaat itu sudah salah karena Alkitab mengatakan hanya satu. Kenapa hanya satu? Supaya makanan yang disampaikan dalam sidang jemaat tidak bercorak ragam, kalau bercorak ragam maka akhirnya sidang jemaat hanya mengkonsumsi makanan campur. Makanan campur hanya dikonsumsi oleh orang yang diluar pembangunan Tubuh Kristus, yang terbuang dari Tubuh Kristus.
Saudara tidak usah risau atau galau, Tuhan pasti memberikan perpanjangan umur! Kalau seandainya gembala diambil oleh Tuhan, maka bintang dalam sidang jemaat itu tetap hanya satu. Namun harus menjadi penerus yang tidak neko-neko, jangan merubah pengajaran pendahulu.

I Korintus 1:25
1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

I Korintus 1:25 (Terjemahan Lama)
1:25 Karena kebodohan Allah itu lebih besar hikmatnya daripada manusia; dan kelemahan Allah itu lebih gagah daripada manusia.

I Korintus 3:18-19
3:18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."

Jangan coba ganggu gugat hikmat Sorga dan sistem Tuhan di mana dalam satu sidang jemaat hanya ada satu bintang. Satu bintang berarti satu malaikat, satu malaikat berarti satu gembala dalam satu sidang jemaat. Kalau lebih itu terserah mereka, tetapi awas. Alkitab mengatakan kalau menambah berarti ditambah kesusahannya, mengurangi berarti haknya diambil dari pohon kehidupan. Ini jangan terjadi pada sidang jemaat ini.

Tugas malaikat untuk memberi makan sidang jemaat. Tentu lebih dahulu malaikat itu yang makan. Makanya disebut makanan malaikat.
Mazmur 78:24-25
78:24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
78:25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

Roti malaikat ini menunjukkan Firman penggembalaan. Kalau malaikat itu tidak limpah makan dalam penggembalaan, itu dipertanyakan. Kalau gembala tidak dipercayakan pembukaan Firman dalam kelimpahannya maka gembala itu patut dipertanyakan. Saya sebagai gembala harus menkonsumsi dulu baru saya sampaikan. Artinya saya harus bersekutu dan digarap dulu oleh Firman Tuhan baru saya sampaikan kepada sidang jemaat.

Kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh malaikat sidang jemaat adalah hanya tahu mengajar tetapi dia tidak melakukan, bahkan yang dia lakukan lain dengan yang dia beritakan. Apakah hal seperti ini tidak mengundang petaka dalam jemaat. Apakah orang seperti ini yang harus kita responi jadi panutan? Mungkin ada orang yang mengatakan tidak apa-apa, tetapi kalau ada yang merubah itu berarti sudah apa-apa.

Kalau Firman Tuhan yang turun itu dikatakan adalah gandum dan roti malaikat dari Sorga, berarti itu lebih dahulu dinikmati oleh gembala. Ada roti dari Sorga dan ada roti yang tidak berasal dari Sorga tetapi berasal dari Mesir.

Ketika orang Isrel keluar dari Mesir menuju ke Kanaan, ada bangsa kacauan yaitu bangsa lain yang ikut serta dengan bangsa Israel keluar dari Mesir. Mereka ini ingin makan roti Mesir sehingga roh mereka mempengaruhi orang Israel yang asli. Akhirnya mereka datang berkumpul kepada Musa dan mengingat makanan mereka di Mesir yaitu roti Mesir. Kalau kita hanya memikirkan soal-soal yang lampau yang sebenarnya sudah kita tinggalkan namun dikenang kembali, berarti menikmati roti dari Sorga tidak punya manfaat. Bahkan mereka inilah yang menghujat roti dari Sorga. Mereka sudah muak dengan roti dari Sorga dan membuat Tuhan murka sehingga mengirimkan ular tedung memagut mereka.

Jangan kita kepincut lagi dengan roti Mesir. Roti Mesir itu adalah kepuasan-kepuasan dunia, kepuasan hawa nafsu daging. Di dalam gereja, jangan kita hadirkan suasana dunia yang kelihatan memuaskan padahal itu adalah buatan dunia! Ini yang mengerikan masuk dalam gereja. Selagi Tuhan percayakan saya untuk menggembalakan, saya tidak akan setuju dengan cara-cara duniawi sebab itu hanya mengundang nafsu daging.

Kita ini sekarang menuju pada kesempurnaan itulah keselamatan yang akan datang. Kalau kita mati sekarang kita sudah selamat. Tetapi bagaimana kalau kita hidup saat antikrist datang. Kalau saudara disingkirkan berarti menikmati keselamatan yang akan datang, tetapi kalau tidak disingkirkan berarti masuk dalam aniaya antikristus. Kalau sekarang kita bermain-main dan menghadirkan kepuasaan dunia di dalam gereja, awas! Keselamatan yang akan datang jauh dari kehidupan itu. Ini menjadi keprihatinan saya sebagai gembala. Jemaat jangan mencari kepuasan di dunia, itu roti Mesir.

Saya bertanggung jawab soal ini. Saya tidak mau dipukul oleh Tuhan nantinya, sebab gara-gara saya saudara tidak masuk dalam penyingkiran. Tetapi kalau sudah saya beritakan dan saudara tidak mengapresiasi atau tidak menanggapi, itu salahmu sendiri. Ini jangan terjadi pada diri kita.

Banyak ayat dalam Alkitab yang berbicara keselamatan yang akan datang.
I Petrus 1:5,2:2
1:5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

Efesus 4:30
4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

Roma 13:11
13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.

Apakah sekarang saudara belum selamat? Sekarang ini kita sudah selamat. Kalau mati sekarang kita selamat yang penting kita tidak mati karena berbuat dosa. Kalau kedapatan mencuri lalu dibunuh orang maka masuk neraka karena berbuat dosa. Atau mati karena minum minuman keras, itu pasti masuk neraka. Pada waktu saudara percaya Tuhan Yesus saudara sudah selamat. Tetapi bagaimana dengan keselamatan yang akan datang.

Bagaimana sikap kita dalam menerima makanan dari sorga yang dikonsumsi lebih dahulu oleh malaikat dan diberikan pada kita.
Bilangan 11:8-9
11:8 Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
11:9 Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ.

Ini sikap kehidupan yang bijak, sebab waktunya sangat singkat. Jangan tunggu matahari terik, jangan coba cari lagi manna. Olehnya itu anjuran Firman jangan kita buang-buang waktu. Kita harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mengumpulkan manna yang adalah makanan malaikat ini yang diberikan kepada kita.

Efesus 5:16-17
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Mengerti kehendak Tuhan dihubungkan dengan penggunaan waktu, sebab dalam memungut roti manna, dalam penyajian Firman Tuhan, hari pertama seorang memungut 1 gomer sampai pada hari yang kelima. Tetapi hari yang keenam 2 gomer untuk satu orang.

Jadi kehendak Allah supaya jangan kita bodoh, hendaklah kita mengerti kehendak Allah. Pada hari yang keenam Alkitab mengajar supaya kita memungut dua gomer untuk satu orang, itu kehendak Allah. Kita sekarang ada pada hari keenam dalam minggu ketebusan dan sudah mau berakhir. Kita butuh Firman dua gomer untuk satu orang, itulah Firman Mempelai yang membawa kita dua menjadi satu, artinya menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Ini adalah roti malaikat, jadi saya sebagai gembala sidang jemaat beserta isteri yang duluan dibina. Saya harus mengatakan isteriku adalah belahan jiwaku dan isteriku mengatakan saya sebagai belahan jiwanya sehingga tidak ada orang ketiga yang bisa masuk.

Kita ada pada hari yang keenam dan mau masuk pada hari yang ketujuh yaitu kerajaan 1000 tahun. Sekarang kesempatan kita mengumpulkan Firman. Artinya konsumsi Firman yang mengarahkan kita untuk masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus dua menjadi satu. Ini yang harus saudara minati, bukan ibadah asal. Jangan kita asal beribadah, apa minat saudara, apa kehendak Tuhan dalam ibadahmu? Seharusnya kita punya minat yang mendalam untuk dibawa masuk dalam pengalaman dua menjadi satu, masuk pada nikah yang rohani dengan Kristus.

Sekarang ini kita masih terpisah, kita di dunia dan Tuhan Yesus di Sorga. Supaya bisa menjadi satu, konsumsilah makanan malaikat yang hanya ada satu dalam satu sidang jemaat. Jangan sampai kita kena pedang antikristus. Lebih baik kena pedang Firman Tuhan tetapi itu menyenangkan kita nanti dari pada kelak kena pedang antikristus. Dunia semakin runyam tetapi Tuhan akan melindungi saudara asal saudara mengerti kehendak Tuhan dua menjadi satu.

Ada minggu kejadian dan ada minggu ketebusan.
 
Minggu ketebusan dimulai sejak Adam jatuh dalam dosa. Dari Adam sampai Abraham disebut zaman Bapa, Adam bapak manusia pertama dan Abraham bapak manusia percaya. Dari Ishak anak tunggal sampai Yesus Anak Tunggal Allah, itu disebut zaman Anak. Kita sekarang ada pada zaman Roh dan kita ada di ujung hari yang keenam, sudah mau masuk 3,5 tahun aniaya antikristus.

Minggu kejadian ketika Tuhan menciptakan bumi. Sebenarnya ini adalah renovasi bumi sebab bumi yang pertama dirusak oleh iblis. Hari pertama minggu kejadian Tuhan menciptakan terang. Hari pertama minggu ketebusan ada kulit binatang itulah kebenaran Allah, itulah terang.

Minggu kejadian hari kedua Tuhan memisahkan air di atas dan air yang di bawah. Hari kedua minggu ketebusan Tuhan pisahkan Nuh dengan orang-orang lain. Nuh air di atas dan yang lain air yang di bawah.

Minggu kejadian hari ketiga Tuhan memisahkan daratan dan lautan. Minggu ketebusan hari ketiga Tuhan memisahkan orang Israel di darat dan orang Mesir di laut Kolsum.

Minggu kejadian hari keempat Tuhan menciptakan benda-benda terang yaitu matahari, bulan dan bintang. Matahari, bulan dan bintang menunjuk Allah Bapa, Anak Allah dan Roh Kudus. Minggu ketebusan hari keempat Yesus lahir sebagai wujud Allah yang tidak kelihatan berlembaga dalam manusia Yesus.
Kolose 2:9 (Terjemahan lama)
2:9 karena di dalam Dialah terhimpun segala kelimpahan wujud Allah berlembaga,

Minggu kejadian hari kelima Tuhan menciptakan binatang dan ikan-ikan yang berenang di air. Minggu ketebusan hari kelima Tuhan curahkan air Roh Kudus dan lahirnya jiwa-jiwa yang bagaikan ikan-ikan berenang dalam kemurahan Tuhan.

Hari keenam pada minggu kejadian, Tuhan menciptakan sepasang nikah. Hari keenam dalam minggu ketebusan Tuhan menciptakan sepasang nikah yaitu gereja Tuhan yang sempurna dengan Tuhan Yesus. Hari yang ketujuh Tuhan beristirahat, dalam minggu ketebusan kita masuk dalam kerajaan 1000 tahun dan kita beristirahat bersama dengan Tuhan.

Waktu kita tinggal sedikit. Makanya ditunjukkan bagaimana menggunakan waktu dalam memungut makanan malaikat ini kepada orang-orang Israel pada waktu itu. Kita ada di ruas jalan yang terakhir, biarlah kita serius. Kemuliaan gereja Tuhan di ruas jalan akhir ini sudah Tuhan nubuatkan dalam kitab Hagai, akan lebih mulia gereja Tuhan di akhir zaman dari pada gereja mula-mula.
Hagai 2:10
2:10 Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."
Keluaran 16:21-25
16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.
16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.
Ini hari yang keenam. Bukan suatu kebetulan, di Republik Indonesia yang kita cintai inilah muncul pekabar Mempelai yaitu bapak Pdt. Van Gessel. Beliau dikuburkan di Abepura. Dengan Kabar inilah yang bisa membuka mata saya apa sebenarnya kehendak Tuhan di penghujung hari yang keenam ini. Itu sebabnya makanan malaikat ini harus kami lempar kepada sidang jemaat. Bawalah hidupmu dan nikahmu bemar-benar dibenahi oleh Tuhan untuk masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus yang sempurna.

Keluaran 16:20
16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

Jadi kalau Firman itu tidak kita taati maka itu hanya menghadirkan kebusukan, hanya menghadirkan ulat. Bahkan lebih busuk dari bangkai. Makanya jangan sampai kita main-main dengan makanan Malaikat ini, untuk kita sekarang Firman pengembalaan. Kalau bermain-main maka saudara aakan menjadi lebih busuk, aromanya tidak sedap. Pertahankan apa yang sudah ada dan kembangkan. Yang sudah mau mati segera bangkit. Kita ini dilirik oleh manusia banyak yang seperti awan.

Keluaran 16:21-23
16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.
16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.
16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."

Semua insan dianjurkan untuk mempersiakan diri. Tidak ada satupun manusia Kristen yang tidak dianjurkan untuk mempersiapkan diri masuk pada hari esok. Ayo kita perhatikan waktu yang tinggal sedikit ini.
Ibrani 10:37
10:37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.

Jangan tunggu tidak ada yang mengejar, saudara sudah lari ketakutan.
Imamat 26:36
26:36 Dan mengenai mereka yang masih tinggal hidup dari antaramu, Aku akan mendatangkan kecemasan ke dalam hati mereka di dalam negeri-negeri musuh mereka, sehingga bunyi daun yang ditiupkan angin pun akan mengejar mereka, dan mereka akan lari seperti orang lari menjauhi pedang, dan mereka akan rebah, sungguhpun tidak ada orang yang mengejar.

Manusia pada waktu itu akan dihinggapi roh takut yang sangat mendalam. Tadinya mereka berlari untuk memungut manna, berarti memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mendapatkan roti malaikat. Tetapi jangan tunggu lari karena perkara yang lain.

Hari Tuhan sudah dekat, apa yang harus kita lakukan?
II Petrus 3:11
3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

Ini yang harus kita gumuli. Mulai dari diriku sebagai gembala, sebagai bintang, sebagai malaikat sidang jemaat saya harus berjuang dalam kesucian terus menerus sampai sempurna. Kalau hanya ada satu malaikat berarti hanya mendengar satu suara. Artinya kita hanya mendengar satu suara dan tidak lain-lain. Kalau ada suara yang lain, Alkitab mengatakan kita harus lari, jangan pasang telinga di situ. Jadi satu gembala di sini artinya kita harus menganut Firman pengajaran yang satu, jangan ajaran campur.
Yohanes 10:3-5
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

Kalau suara yang ada di situ sudah lain kita harus lari. Jangan katakan “saya cuma mengambil dagingnya, tulangnya saya buang”. Tidak pernah Alkitab mengajarkan seperti itu. Waktu kita sekarang ini rawan. Sedikit saja ragi masuk dalam sidang jemaat Galatia, hancur jemaat ini. Padahal awalnya sidang jemaat ini menggebu-gebu, Roh Kudus bekerja luar biasa. Tetapi masuk sedikit saja ragi jemaat ini langsung menukik. Jadi tidak boleh kita anggap enteng, sedikit saja ragi diinjeksi kepada kita, kita bisa hancur.
Galatia 5:9
5:9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

Kasih sayang Tuhan melalui rasul Paulus, diibaratkan seperti ibu yang sakit melahirkan lagi. Kenapa? Sebab jemaat Galatia ini sudah dirusak hanya karena sedikit ragi (ajaran lain).
Galatia 4:19
4:19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.

Ini tanggung jawab saya sebagai gembala, sebagai bintang, sebagai malaikat sidang jemaat. Saya tidak mau sidang jemaat ini menjadi rusak karena kena ragi. Oleh sebab itu hanya satu Firman pengajaran yang kita pegang, tidak boleh bercabang ke mana-mana.

Yesaya 2:2
2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Gunung Tuhan ini akan lebih menjulang dibandingkan gunung yang lain. Sehingga ada gunung yang melirik cemburu.
Mazmur 68:17
68:17 Hai gunung-gunung yang berpuncak banyak, mengapa kamu menjeling cemburu, kepada gunung yang dikehendaki Allah menjadi tempat kedudukan-Nya? Sesungguhnya TUHAN akan diam di sana untuk seterusnya!

Tujuan pengajaran ini:
Yesaya 2:4
2:4 Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.

Jadi tujuan Firman pengajaran, mulai dari nikah adalah untuk meredam peperangan supaya tidak ada pertikaian lagi dalam nikah. Kalau pedang dirubah menjadi mata bajak dan tombak menjadi pisau pemangka berarti tidak ada lagi perang sebab mata bajak dan pisau pemangkas itu bukan alat perang tetapi alat pertanian. Berarti nilai Firman pengajaran yang kita terima untuk meredam pertikaian dan perbantahan di dalam nikah kita sehingga arah kita jelas dua menjadi satu menuju pada Kristus. Itu sebabnya Firman pengajaran sangat penting di dalam gereja Tuhan yang hidup pada akhir zaman.

Iblispun bisa menyamar seperti malaikat. Dia tampil gagah di muka jemaat padahal hatinya iblis. Saya takut membaca Firman ini, jangan sampai saya yang ditolak oleh Tuhan.
I Korintus 9:27
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Ini bisa saja terjadi. Rasul Paulus tahu persis, kalau dia salah langkah dia bisa ditolak. Tuhan tidak pandang bulu! Itu sebabnya dia waspada. Jangan sampai sudah memberitakan Firman Tuhan kepada orang lain dan orang lain selamat tetapi dia malah ditolak. Ini jangan terjadi pada diriku sebagai hamba Tuhan.
Wahyu 1:17
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

Pengalaman ini dialami oleh rasul Yohanes. Ketika Tuhan tampil, dia memberi suatu penilaian “ini penampilan yang luar biasa” sehingga dia tersungkur di depan kaki Tuhan. Tetapi Tuhan menyentuh dan berkata “jangan takut”.

Jadi penampilan Tuhan terhadap tujuh sidang jemaat ini menubuatkan penampilan Tuhan kepada kita sidang jemaat di akhir zaman ini. Tuhan tampil dengan luar biasa. Jadi penampilan Tuhan lewat gebrakan pembukaan rahasia Firman Tuhan ini harus kita tanggapi dengan roh takut dan menyerah sebab itu adalah penampilan Tuhan yang luar biasa. Kenapa Tuhan tampil dengan penampilan yang luar biasa? Karena tanganNya terulur rindu merangkul, rindu mau meraih saudara dan saya yang sudah terpuruk! Dalam Wahyu ada sidang jemaat yang terpuruk, sidang jemaat Efesus, Sardis, Pergamus, Tiatira yang sudah terpuruk, lebih-lebih lagi jemaat Laodekia.

Penampilan Tuhan lewat gebrakan Firman dalam pembukaannya, tanggapilah itu sebagai penampilan Tuhan yang luar bisa sebab Dia cinta kepada saya dan saudara.

Pribadi yang tampil dalam Wahyu 1:17 itu juga pernah ketakutan dalam taman Getsemani. Ketka Yesus disalib, manusia Ilahinya sudah tidak ada dalam dirinya, tinggal manusia insani. Itu sebabnya di taman Getsemani Dia ketakutan dan Tuhan kirim malaikat.
Lukas 22:44
22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Kalau kita meneladani Tuhan Yesus dan melihat aniaya di depan, seharusnya kita memiliki  rasa takut di dalam doa. Bukannya kita malah santai-santai saja.

Lukas 22:43
22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

Allah tidak membiarkan Yesus dalam ketakutan, sampai peluhnya menjadi darah. Yesus sudah mengalami ini supaya saudara jangan mengalami, supaya saudara jangan kena. Teladanilah Yesus dengan datang di kaki Tuhan dengan rasa takut akan Tuhan.

Malaikat Allah diutus untuk menguatkan Yesus. Jadi tugas kami hamba Tuhan adalah memberi kekuatan kepada jemaat. Hamba Tuhan bukan untuk membuat umat Tuhan lemah. Dalam ketakutan mari kita berdoa sungguh-sungguh. Dengan doa yang sungguh-sungguh itu maka Tuhan mengirim malaikat dari sorga untuk menguatkan kita.
Apapun pergumulan yang kita alami jangan kita takut. Perkataan “jangan takut” mulai dari Kejadian sampai Wahyu ada 360 kali. Kalender Yahudi ada 360 hari. Jadi setiap hari Tuhan menjamin kita supaya tidak takut. Mengapa Tuhan mengatakan “jangan takut” sebab Tuhan tahu kita takut. Supaya jangan kita takut maka Tuhan datang menyentuh kita, Dia menjamah kita. Malaikat itu harus lebih dahulu menikmati sentuhan Tuhan ini sehingga bisa melemparkan kepada sidang jemaat perkataan Tuhan “jangan takut”.



Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar