20161103

Kebaktian PA Kitab Yunus, Kamis 3 November 2016 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Lewat pola ibadah yang diberikan Tuhan kepada gereja, kita mengenal ada tiga macam ibadah. Bicara macam berarti ibadah pendalaman Alkitab beda dengan ibadah raya, beda dengan ibadah penyembahan. Ini adalah pola Sorga yang diberikan Tuhan kepada Musa dan secara rohani untuk kita yang hidup di akhir zaman dan penerapannya sekarang ini. Tanpa pola Sorga maka membuat Tuhan muak. Tuhan muak berarti akan dimuntahkan berarti keluar dari pembentukan Tubuh Kristus maksudnya tidak menjadi Mempelai Wanita. Kita ini rindu untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan berarti luput dari aniaya antikristus yang akan menimpa dunia ini.

Gembala adalah suami bayangan dari sidang untuk menghentar sidang jemaat kepada Suami yang sesungguhnya. Berarti dalam kapasitas saya sebagai gembala, saya adalah suami bayangan bagi sidang yang saya layani. Tugas saya adalah untuk menghentar sidang jemaat yang adalah isteri bayangan dari gembala untuk dihentar pada Tuhan Yesus suami yang sesungguhnya. Supaya tidak salah maka gereja diberi Tuhan pola ibadah dengan tiga macam ibadah.

Tiga macam ibadah itu ditunjukkan dengan alat dalam ruangan suci:
·         Di sebelah utara ada Meja Roti Sajian menunjuk ibadah pendalaman Alkitab yaitu persekutuan kita dengan Anak Allah di dalam Firman pengajaran dan perjamuan suci. Yesus adalah Firman yang menjadi daging berarti ada daging dan darah, itu sebabnya ada perjamuan suci. Satu saat apa yang ada di sebelah utara ini akan kosong, artinya pemberitaan Firman Allah akan berakhir dan tidak ada lagi.
·         Di selatan ada kaki dian emas yang menunjuk persekutuan kita gereja Tuhan dengan Roh Kudus dan karunia-karuniaNya. Penerapannya dalam ibadah Raya atau ibadah rumah tangga. Karena Roh Kudus tidak ada tubuh dan darah maka tidak ada anjuran untuk perjamuan kudus.
·         Di sebelah barat ada Mezbah Dupa Emas. Itu menunjuk persekutuan kita dengan Bapa Sorgawi dalam kasihnya. Bapa Roh adanya, tidak punya daging dan darah. Penyembahan adalah tempat kita menjunjung tinggi dan mengagungkan Tuhan dan bukannya meminta atau memohon ampun. Untuk Mezbah dupa Emas justru Firman Tuhan yang melarang ada korban curahan di situ, artinya perjamuan kudus bukan di situ tempatnya. Kalau Firman Tuhan melarang mengapa kita memaksa.
Keluaran 30:9
30:9 Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya.

Jangan ada ukupan lain berarti penyembahan itu semata-mata diarahtujukan kepada Allah Bapa sesembahan kita. Korban bakaran ini menunjukkan penebusan, kita sudah ditebuskan tinggal mengarahkan puji syukur terima kasih serta memuji memuja Tuhan. Jangan ada korban sajian berarti disitu kita tidak memohon meminta berkat jasmani. Korban curahan menunjuk perjamuan kudus, tidak boleh ada di mezbah dupa emas. Ini jangan kita lawan. Yang dilarang Tuhan jangan kita langgar.
Bilangan 15:31
15:31 sebab ia telah memandang hina terhadap firman TUHAN dan merombak perintah-Nya; pastilah orang itu dilenyapkan, kesalahannya akan tertimpa atasnya."

Kita jangan lari dari pola ibadah yang benar. Pada tahun 1986, dalam doa semalam suntuk sekitar jam 3 subuh saya mendengarkan suara “umatKu membutuhkan pola ibadah yang benar agar terhindar dari kekacauan ibadah akhir zaman”. Ketika suara ini datang seperti dihampar di hadapanku mulai dari pintu gerbang sampai ruangan maha suci. Ini kemurahan Tuhan kepada kita jangan kita main tabrak dengan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Yunus pasal 3 dan pasal 4 dalam terang Tabernakel kena mengena dengan Mezbah Dupa Emas yang menunjuk penyembahan atau penyerahan penuh. Dalam terjemahan aslinya adalah proskoneho yang artinya:
1.      Seperti anjing menjilat kaki tuannya.
2.      Seperti isteri menyerah sepenuh kepada suaminya.

Yunus 3:1-4
3:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:
3:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."
3:3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.
3:4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."

Pada pasal tiga ini Tuhan mengulangi panggilanNya kepada Yunus. Berarti poin pertama ini adalah peduli Tuhan kepada Yunus. Itu artinya Tuhan tetap sayang Yunus. Karena kesayangan Tuhan kepada Yunus maka ada panggilan kedua. Pada panggilan pertama dia menghindar. Menghindar dari panggilan Tuhan justru bencana yang dia terima.

Ada 21 bencana di depan ini yang akan menimpa dunia. Kalau kita menghindar dari Tuhan berarti kita siap untuk dilibas oleh 21 bencana itu. Apakah saudara mau meminum air yang sudah menjadi darah orang mati yang berbau busuk? Nantinya tidak ada lagi air seperti yang kita minum sekarang ini. Sebelum hal itu menimpa dunia, Tuhan sudah mengingatkan kita. Solusinya supaya kita terhindar adalah mari kita terlibat dalam ibadah pelayanan dalam tiga macam ibadah. Bila tidak maka bencana nanti yang akan kita terima.

Telah diperlihatkan keadaan Yunus kepada kita dan itu tamparan bagi kita gereja Tuhan. Ini adalah peringatan Tuhan kepada saya dan saudara, jangan sampai kita kena. Tuhan sudah mengingatkan jauh-jauh hari ada 3,5 tahun aniaya antikristus. Tidak ada sejengkal tanah di dunia ini yang tidak akan diterjang oleh kuda merah, kuda hitam dan kuda hijau kuning. Kita tidak bisa lari lagi ke mana-mana. Jangan kita merasa gagah sekarang ini kemudian kita mengabaikan perkataan Tuhan. Rencana Tuhan jangan kita abaikan.

Yunus masih disayang oleh Tuhan. Seandainya Tuhan tidak sayang lagi kepada Yunus bisa saja Yunus diganti dengan orang lain. Masakan Tuhan sayang orang Niniwe yang adalah bangsa kafir lalu umat Tuhan ini tidak Tuhan cinta. Ketika Yunus membelakangi Tuhan, Tuhan kejar dan panggilan kedua terjadi. Kalau Tuhan cinta kepada Yunus maka ada beban yang Tuhan percayakan kepada Yunus. Jadi kalau Tuhan masih menolong saya dan saudara berarti Tuhan memberikan beban tanggung jawab kepada kita.

Maksud Tuhan untuk Niniwe yang menunjuk bangsa kafir yaitu kita sekarang ini, tidak pernah berubah. Rencana Tuhan untuk menyelamatkan bangsa kafir tidak bisa dirubah dan dihalangi oleh siapapun. Itu sebabnya Tuhan tetap mengejar Yunus untuk membawa berita untuk keselamatan orang-orang kafir ini.

I Korintus 9:15-16
9:15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satu pun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada ...! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapa pun juga!
9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Rasul Paulus merasa beban yang ada di atas pundaknya yang dipercayakan oleh Tuhan adalah suatu keharusan. Kalau Yunus dalam pasal 1 dia mengelak, dia lepaskan tanggung jawab pikulan di atas pundaknya. Berbeda dengan rasul Paulus, rasul Paulus ini justru rasul untuk kita bangsa kafir. Tuhan spesial mengangkat seorang rasul hanya untuk kita bangsa kafir. Kita bangsa kafir berbahagia karena ada figur yang Tuhan angkat untuk menolong kita bangsa kafir. Rasul Paulus adalah pribadi yang bertanggung jawab.

Kita perhatikan bagaimana hati nurani rasul Paulus begitu kuat dijamah oleh Tuhan untuk menjadi pemberita bagi kita bangsa kafir. Tujuan akhir pelayanannya adalah:
Roma 15:16-18
15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.
15:17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.
15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,

Dahulu ini baru dalam wacana dan belum ada buah. Kegenapannya ada di zaman kita sekarang ini.

Pekerjaan pelayanan yang diemban oleh rasul Paulus begitu serius dia lakukan sampai dia berkata “celaka kalau aku tidak memberitakan injil”. Itulah rasul yang special Tuhan utus untuk kita bangsa kafir. Itu teladan bagi kami.
I Korintus 11:1
11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

Jadi kami hamba Tuhan yang melihat kecekatan dan ketangkasan rasul Paulus harus meneladani itu. Kami harus melayani tanpa memikirkan apa yang kami makan dan kami pakai sebab itu urusannya Tuhan.

Perhatian Tuhan kepada bangsa kafir ternyata tidak bisa dihalang-halangi oleh siapapun. Boleh Yunus membantah dan tidak sudi, tetapi rencana Tuhan terhadap bangsa kafir tidak berubah. Praktek wujud kasih Tuhan untuk menolong kita bangsa kafir adalah dengan membayar mahal selama tiga hari berada di perut bumi untuk mendapatkan kita bangsa kafir. Yunus harus ada tiga hari tiga malam di dalam perut untuk mempersiapkan agar bangsa kafir yaitu orang-orang Niniwe tertolong.
Efesus 2:13
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Yang membuka jalan kita menjadi dekat adalah darah Yesus. Kita ini bangsa kafir yang ditolak oleh bangsa Yahudi karena mereka merasa adalah bangsa pilihan Tuhan. Tetapi bangsa yang tidak dilirik oleh orang Yahudi, justru dilihat oleh Tuhan. Dia rela mati untuk saya dan saudara. Kita sudah diselamatkan oleh Korban Kristus, apa tanggapan kita. Kita telah dibayar mahal oleh Tuhan, apa yang kita balas kepada Dia?.

Efesus 2:14-17
2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",

Kita sudah diperdamaikan dengan Tuhan lewat korban Kristus. Setelah itu dipercayakan kepada rasul Paulus dan seterusnya secara estafet dipercayakan kepada hamba Tuhan sebagai gembala. Tegakah kita mengkhianati pengorbanan Kristus, sampai hatikah membelakangi Yesus. Kalau seperti itu berarti menginjak-injak kasih Tuhan dan menganggap kasihNya tidak ada apa-apanya, sehingga orang seperti itu tinggal menunggu Tuhan datang dengan murka. Ini jangan terjadi pada kita, oleh sebab itu hargai Korban Kristus.

Kita masih hidup, masih ada kesempatan untuk berdamai dengan Tuhan.
I Yohanes 2:1-2
2:1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

Walaupun kita sudah jatuh dalam dosa tetapi Tuhan Yesus masih siap untuk menjadi pengantara kita dengan Bapa dan Dia menjadi pendamai. Sekarang ini masih ada, jangan tunggu pintu tertutup. Nilai pelayananNya supaya terbuka pintu bagi kita bangsa kafir supaya sewaris dengan orang Yahudi. Mengapa kita sendiri yang menutup pintu bagi diri kita. Korban Kristus mencakup seluruh dunia, bagi yang mau menerima.

Yunus dipanggil kedua kali, ini adalah tanda kasih Tuhan kepada nabi Yunus, tetapi semuanya itu berakhir pada bangsa kafir. Sayangnya Tuhan kepada kita bukan hanya untuk kita, tetapi ada orang lain yang membutuhkan uluran tangan kita.

Kasih sayang Tuhan itu dalam bentuk pembukaan rahasia Firman Tuhan.
Daniel 2:28,16-18
2:28 Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:
2:16 Maka Daniel menghadap raja dan meminta kepadanya, supaya ia diberi waktu untuk memberitahukan makna itu kepada raja.
2:17 Kemudian pulanglah Daniel dan memberitahukan hal itu kepada Hananya, Misael dan Azarya, teman-temannya,
2:18 dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel.

Jadi kalau dalam gereja ada pembukaan rahasia Firman Tuhan, itu adalah kasih sayang Tuhan kepada kita. Kalau kita beribadah tanpa dilayani pembukaan isi hati Tuhan yaitu rahasia nikah Kristus dan rahasia ibadah, maka ibadah itu dipertanyakan. Ciri kasih sayang Tuhan kepada orang yang beribadah itu adalah ada pembukaan rahasia Firman Tuhan.

Ternyata pembukaan rahasia Firman Tuhan itu bermuara pada keselamatan yang akan datang. Kalau kita tidak mau menerima pembukaan rahasia Firman Tuhan maka akan masuk dalam masa 3,5 aniaya antikristus.

Kasih sayang Tuhan juga dalam bentuk pengutusan hamba Tuhan. Olehnya itu pengutusan Yunus kepada orang Niniwe adalah kasih sayang Tuhan kepada orang-orang Niniwe. Pengutusan Tuhan kepada kami hamba Tuhan kepada sidang jemaat, adalah kasih sayang Tuhan kepada sidang jemaat.
II Tawarikh 36:15
36:15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.

Jadi kalau ada utusan Tuhan dan lewat utusan itu diberikan pembukaan rahasia Firman Tuhan berarti double kasih sayang Tuhan kepada jemaat. Makanya kita beribadah jangan asal-asal. Ibadah itu bukan hanya upacara saja tetapi tempatnya kita dibentuk dibina lewat orang yang dipercaya Tuhan, yang diberikan pembukaan rahasia Firman Tuhan.

Berita yang disampaikan oleh Yunus adalah berita yang mendengingkan telinga yaitu “empat puluh hari lagi Niniwe akan ditunggang balikan oleh Tuhan”. Mereka belum melihat hukuman Tuhan tetapi baru dalam bentuk kata dan mereka sudah percaya perkataan Firman itu. Kalau kita bukan hanya dalam bentuk kata satu kalimat seperti orang Niniwe. Kita sudah mendengarkan bergudang kata-kata dan tanda-tanda juga sudah kita lihat, tetapi luar biasa kepala batunya orang Kristen sekarang ini.
Yunus 3:3-4
3:3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.
3:4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."

Sekarang ini sudah jelas tanda-tanda kedatangan Tuhan Yesus dan penghukuman terhadap dunia ini sudah di depan hidung kita lewat tayangan televisi dan lewat pengalaman kita sendiri, tetapi kenapa masih kepala batu. Ini yang saya kuatirkan, tidak ada rasa gentar. Mestinya melihat situasi dunia ini kita sudah harus makin prihatin dengan keselamatan jiwa kita. Kita sudah harus berseru kepada Tuhan “saya tidak mau binasa, Tuhan tunjukkan solusinya”.

Orang Niniwe 120.000 jiwa semuanya berpuasa karena takut akan hukuman Tuhan. Orang Niniwe ini adalah gambaran segelintir orang Kristen sekarang. Semoga saudara adalah orang yang terserap seperti ini. Jangan kita menjadi orang yang tidak percaya bahkan menantang Tuhan.
II Petrus 3:2-4
3:2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.
3:3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
3:4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."

Jangan jadi kristen kepala batu, sudah mendengar tetapi kenapa tidak gentar. Kehidupan yang tidak gentar dan tidak ada perasaan takut, dia lebih rendah dari setan, karena setan itu takut untuk dihukum oleh Tuhan.
Matius 8:29
8:29 Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"

Sekarang kita datang beribadah dan semuanya dicatat oleh Tuhan. Jadi kita tidak tampil dengan asal saja.
Maleakhi 3:16
3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."

Dua kali disebutkan “takut akan Tuhan” dan dikunci dengan “menghormati nama-Nya.

Wahyu 19:13
19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

Nama Tuhan adalah Firman Tuhan. Takut akan Tuhan berarti menghormati FirmanNya. Ini yang dibutuhkan oleh gereja Tuhan. Kalau kita masih diberi kesempatan mendengarkan Firman berarti Tuhan masih sayang kepada kita. Jangan sampai kasih sayang Tuhan berakhir dan kehidupan itu akhirnya gigit jari dalam penderitaan.

Firman ini baru dalam bentuk ancaman. Bila orang yang diancam itu tidak berubah maka terpaksa Tuhan akan melaksanakan eksekusiNya. Salah satu contohnya adalah Rehabeam.
II Tawarikh 12:1
12:1 Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum TUHAN, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh.

Waktu lemah dia mencari Tuhan, setelah kuat dia lupa Tuhan. Kadang ketika kita belum memiliki apa-apa kita mencari Tuhan, begitu sudah kokoh malah melupakan Tuhan. Itu adalah Rehabeam akhir zaman.

Sisak ini adalah nubuatan datangnya antikristus.
II Tawarikh 12:2-7
12:2 Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem -- karena mereka berubah setia terhadap TUHAN --
12:3 dengan seribu dua ratus kereta dan enam puluh ribu orang berkuda, sedang rakyat yang mengikutinya dari Mesir, yakni orang Libia, orang Suki dan orang Etiopia, tidak terhitung banyaknya.
12:4 Ia merebut kota-kota benteng yang di Yehuda, bahkan mendekati Yerusalem.
12:5 Nabi Semaya datang kepada Rehabeam dan pemimpin-pemimpin Yehuda yang berkumpul di Yerusalem berhubung dengan ancaman Sisak, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Aku pun meninggalkan kamu juga dalam kuasa Sisak."
12:6 Maka pemimpin-pemimpin Israel dan raja merendahkan diri dan berkata: "TUHANlah yang benar!"
12:7 Ketika TUHAN melihat bahwa mereka merendahkan diri, datanglah firman TUHAN kepada Semaya, bunyinya: "Mereka telah merendahkan diri, oleh sebab itu Aku tidak akan memusnahkan mereka. Aku segera akan meluputkan mereka dan kehangatan murka-Ku tidak akan dicurahkan atas Yerusalem dengan perantaraan Sisak.

Kasih sayang Tuhan yang kedua datang. Jadi cara untuk kita mendapatkan kasih sayang Tuhan adalah merendahkan diri, mengakui bahwa kita sudah salah, maka Tuhan datang dengan kasih sayangNya. Jangan sampai hal ini kita lupakan.

Yunus disayang oleh Tuhan, tetapi Yunus ini ternyata belum patuh 100%. Kepatuhan Yunus hanya nampak secara lahiriah dan batinnya sebenarnya tidak patuh. Ini peringatan kepada kita. Jangan sampai kita kelihatan patuh secara lahiriah, sekarang ini hadir beribadah, tetapi belum tentu batin saudara. Ini jangan sampai terjadi.

Sebab ternyata dalam pasal 4 Yunus debat dengan Tuhan, dia melawan Tuhan. Sebab apa? Karena hanya secara fisik dia patuh tetapi hatinya berseberangan/ dia tidak patuh. Jangan sampai hanya secara fisik saya berdiri di belakang mimbar tetapi Tuhan melihat hati saya apakah saya patuh. Secara fisik kita hadir dalam ibadah tetapi Tuhan ingin melihat hatimu apakah sama seperti kehadiran fisikmu. Kita harus patuh lahir dan batin.

Firman Tuhan mengatakan kota itu jauhnya 3 hari perjalanan luasnya. Bukti ketidakpatuhan Yunus kepada Tuhan dia hanya berjalan 1 hari perjalanan jauhnya, berarti masih ada 2 hari baru seluruh Niniwe dia jalani. Berarti hanya 1/3 nya saja yang dia lalui.

Penerapannya dalam pelajaran Tabernakel berarti Yunus baru sampai di halaman, dia tidak mau terus ke ruangan suci apalagi sampai di ruangan maha suci. Ini pelajaran bagi kami hamba Tuhan, jangan sampai pemberitaan Firman hanya sampai di daerah halaman, kapan pemberitaan tentang yang 2/3nya yaitu ruangan suci sampai ke ruangan maha suci.

Rencana Tuhan kepada kita mau dibawa ke ruangan maha suci, berarti menjadi Mempelai WanitaNya. Yunus tidak menghentar sampai di sana. Banyak pelayan Tuhan hanya memberitakan Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, Tabib yang ajaib tetapi tidak memberitakan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga. Memang Tuhan Yesus adalah Tabib yang ajaib, tetapi jangan berhenti di sana. Kita harus sampai pada pengenalan Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga yang merindukan Mempelai WanitaNya. Untuk memproses kita sampai ke sana kita membutuhkan Firman lewat tiga macam ibadah.

Yunus hanya bekerja 1 hari yang 2 hari dia sisakan. Jangan kita bekerja hanya 1/3 yaitu jangan hanya sampai di halaman. Kita harus masuk ke ruangan suci sampai di ruangan maha suci. Dalam ruangan suci ada Mezbah Dupa Emas dan ada perukupan yang setahun sekali manunggal di dalam ruangan maha suci. Kita diarahkan oleh Tuhan untuk sampai pada penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Jangan kita gagal sampai di sana sebab antikristus yaitu manusia tanpa hukum sudah dekat. Dia tidak mengenal hukum, yang ada hanya hukum rimba.

Berita yang disampaikan oleh Yunus adalah berita ancaman yang jangka waktunya tinggal 40 hari. Cukup lama jangka waktunya tetapi mereka tidak menunggu nanti hari ke 39 baru mereka bertobat. Hari pertama sampai hari ke 39 mereka tidak berbuat dosa dan menunggu nanti dekat hari ke 40 baru bertobat.

Angka 40 adalah angka penyaliban daging, angka penghabisan daging. Kalau diperkenalkan angka 40 berarti “ayo salibkan dagingmu”. Buktinya mereka seluruh rakyat berpuasa.
Yunus 3:5-6
3:5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
3:6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.

Oleh berita Firman yang disampaikan oleh Yunus, terjadi kegerakan besar di Niniwe. Semoga malam ini terjadi kegerakan yang besar di dalam diri saudara dan saya.
Yunus 3:7
3:7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.

Hewan ini dalam pengertian rohani menunjuk daging kita, harus puasa. Artinya kadang kita mengatakan kita berpuasa tetapi daging kita ini masih bergerak. Puasa itu artinya pantang yang berasal dari bahasa gerika nistia atau nistio. Harus pantang semuanya, pantang hawa nafsu daging. Berteriak kepada Tuhan “Tuhan tolong saya, saya masih dikuasai oleh hawa nafsu daging”.

Yunus 3:8-10
3:8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
3:9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."
3:10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Yeremia 18:6-8
18:6 "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
18:7 Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut, merobohkan dan membinasakannya.
18:8 Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka.

Ini yang terjadi bagi Niniwe. Niniwe bertobat maka Tuhan menyesal akan ancamanNya.

Yeremia 18:9-10
18:9 Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan membangun dan menanam mereka.
18:10 Tetapi apabila mereka melakukan apa yang jahat di depan mata-Ku dan tidak mendengarkan suara-Ku, maka menyesallah Aku, bahwa Aku hendak mendatangkan keberuntungan yang Kujanjikan itu kepada mereka.

Kita lihat di sini Tuhan datang dalam 2 penampilan. Menerima berarti selamat, kalau menolak berarti binasa.

Kita hidup di akhir zaman ini, ingat kita ini bangsa kafir. Tadinya orang Yahudi tidak peduli pada kita. Tetapi mata Tuhan tertuju kepada kita bangsa kafir, ada rencana Tuhan bagi kita. Tuhan tidak pernah merubah rencanaNya, Dia buktikan cintaNya kepada kita bangsa kafir lewat pengorbananNya di Golgota, jangan kita khianati.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar