20161123

Kebaktian PA Imamat, Rabu 23 November 2016 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.


Imamat 19:11-12,15-18,35
19:11 Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.
19:12 Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.
19:15 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.
19:16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.
19:17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.
19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.
19:35 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan, mengenai ukuran, timbangan dan sukatan.

Sebagaimana Tuhan menyatakan kepada kita bahwa dalam kitab Imamat pasal 19 dibagi 7 bagian:
1.      Imamat 19:1-3,30,32 Menceritakan agar anak-anak segan kepada ibu dan bapanya, kemudian berbicara sabat.
Jadi kembali diingatkan hubungan anak dengan orang tua, penghargaan anak terhadap orang tua, itu adalah hubungan horisontal. Sabat adalah hubungan umat Tuhan dengan Tuhan, berarti vertikal. Hadirnya kita di dunia ini karena melewati pintu nikah yaitu ibu dan bapa, makanya Tuhan mengajar kita untuk menghormati. Mulai dari menghormati ibu karena dialah yang menderita untuk melahirkan kita serta menyusui kita. Bagi yang masih mempunyai orang tua, jangan coba melawan mereka. Karena kehadiranmu di dunia ini karena melalui pintu nikah.

2.      Imamat 19:5-8 Soal mempersembahkan syukur atau ibadah keselamatan.
Diberikan penekanan agar umat Tuhan jangan sampai tidak tahu menggunakan waktu. Karena kita memiliki tubuh, jiwa dan roh maka kita mengucap syukur kepada Tuhan karena kita diberi kesempatan untuk masuk ke Sorga melalui pintu yaitu lewat kelahiran baru. Olehnya itu tidak dapat dibenarkan kalau  kehidupan Kristen tidak tahu mengucap syukur.
3.      Imamat 19: 9,23 Hidup ini sudah diberkati oleh Tuhan dalam usaha pencaharian kita dan jangan lupa kita melihat sesama. Kita harus menolong sesama tanpa melihat latar belakang hidupnya. Sekalipun dia orang asing, diberi kesempatan untuk menyabit pinggir ladang kita yang harus sengaja kita tinggalkan.

4.      Oleh karena kita sudah berhasil maka kita harus ingat dari mana berkat itu kita peroleh. Keberhasilan itu bukan nanti memiliki rumah mewah dan makanan lezat. Tetapi kita ini sudah hidup di dunia dan menikmati berkat-berkat Tuhan. Dan dalam keberhasilan itu jangan kita lupa dari mana asal berkat-berkat yang kita peroleh itu.

Kalau kita sudah merasakan dan menikmati berkat Tuhan, jangan lupa dari mana itu kita peroleh. Olehnya itu dimulai dengan “jangan mencuri” artinya mengambil hak orang lain. Kemudian disebut “jangan berbohong, jangan berdusta, jangan menjadi saksi dusta”.

Ingat, pencuri dan pendusta adalah sponsor utama ketika Yesus di salib. Jadi, pada poin pertama ini kita dibawa oleh Tuhan untuk melihat pengorbanan Kristus Yesus di Golgota. Pencuri yaitu Yudas Iskariot dan juga saksi dusta adalah orang-orang yang mensponsori sehingga Yesus di salib di Golgota. Kalau kita menjadi pencuri, pembohong, pendusta dan saksi dusta, sama dengan kita meyalibkan kembali Tuhan Yesus!

Kalau melihat Imamat19:15 dan 35 kita melihat suasana ketika Tuhan Yesus diadili di pengadilan Kayafas, Herodes dan Pilatus.

Kalau sudah diberkati, jangan lupa siapa pemberi berkat itu.
Ulangan 8:17
8:17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.

Apa yang dicuri pada ayat di atas? Yang dicuri adalah hak kedaulatan Tuhan yang sudah memberkati kita karena merasa semua itu diperoleh karena kemampuan sendiri. Kalau seperti itu berarti orang itu tidak melihat bahwa segala sesuatu yang dimiliki itu datang dari Tuhan.

Di sini  belum bicara harta yang dicuri tetapi yang dicuri di sini adalah hak kekuasaan dan kekuatan Tuhan. Mencuri dalam hal ini adalah mengabaikan hak dan kedauluatan Tuhan. Kehidupan ini merasa mampu sehingga akhirnya hak Tuhan tidak dikembalikan, yaitu perpuluhan tidak dia kembalikan, disitulah penekanan orang itu sebagai pencuri!

Kalau itu dilakukan terus menerus, sama dengan melecehkan korban Kristus. Sama dengan menghina dan menista Salib Kristus. Karena pencuri itu adalah sponsor utama penyaliban Yesus.

Yohanes 12:6
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Dia banyak komentar, kalau bicara seperti memperhatikan orang lain, tetapi suasananya bohong. Kalau orang yang tidak mau mengembalikan milik Tuhan lalu diingatkan, dia akan banyak berbicara, pandai bersilat kata, pandai membuat alibi. Seakan-akan dia rohani tetapi di dalam dirinya ada roh Yudas Iskariot. Kalau ada di sini yang tidak tahu mengembalikan miliknya Tuhan, suka mencuri, mengambil haknya Tuhan, maka anda adalah kerabatnya Yudas Iskariot!

Beribu kali orang itu mengatakan Yesus Kekasihku, Yesus Tuhanku, tetapi kalau pencuri dia sama seperti Yudas! Yudas ini menyebut Yesus adalah Tuhan, bahkan ketika pulang dari pengutusan Tuhan mereka bersaksi telah menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, tetapi hatinya tidak berubah, dia tetap pencuri.

Biarlah kita semua bersih dari roh Yudas Iskariot. Kalau tetapi mempertahankan roh Yudas yang suka mencuri milik Tuhan yaitu perpuluhan, akhirnya apa yang orang itu peroleh hanya akan dia pakai untuk membeli kubur! Bukankah uang yang diambil oleh Yudas Iskariot hanya dipakai untuk membeli tanah pekuburan. Dalam arti rohani orang itu hanya bersekutu erat dengan bumi sehingga tubuh, jiwa dan rohnya akhirnya dibuang di api neraka. Sebabnya jangan sampai kita memiliki roh Yudas. Saya sebagai hamba Tuhan juga harus waspada.

Yang paling berat adalah ini:
Imamat 19:17
19:17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.

Kalau yang ditegur itu tidak mau, ini resiko bagi yang menegur. Ini tidak enteng dan ini sudah menjadi pengalaman saya. Ketika saya menyampaikan Firman dan menegur seseorang karena saya mengasihi orang itu, orang itu tidak mau mendengar dan di luar sana saya dinista. Jangan saudara marah mendengar Firman, itu tanda Tuhan mengasihi saudara supaya saudara dibersihkan supaya menjadi kekasihNya Tuhan Yesus. Saudara ditegur supaya menjadi Mempelai Wanita Sorga untuk Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Disaat Tuhan datang dan tingkat rohani saudara seperti itu maka saudara akan dibawa ke pelaminan bersama dengan Dia. Lebih baik kita terima ditegur dari pada masuk dalam aniaya antikristus selama 3,5 tahun.

Tuhan itu dari generasi ke generasi tidak berubah. Ketika Tuhan berbicara soal pencuri, lebih dahulu Dia membuka diriNya dan berkata “Aku Allah yang tidak pernah berubah”.
Maleakhi 3:6
3:6 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.

Tuhan belum bicara tentang Israel, masih nama Yakub. Tetapi nama Yakub inilah yang menyandang berkat sulung. Artinya “bani Yakub, tidak akan lenyap” berarti orang yang memiliki berkat sulung tidak akan binasa.

Maleakhi 3:8-10
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Jangan kita melandasi mengembalikan perpuluhan supaya kita kaya. Landasilah mengembalikan perpuluhan karena melakukan Firman. Urusan Tuhan mau memberikan apa kepada kita. Urusan kita adalah jujur kepada Tuhan.

Maleakhi 3:8-10 (Terjemahan Lama)
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Maka kamu hendak menipu Aku! Jikalau katamu: Dengan apa gerangan kami hendak menipu Engkau? Yaitu dengan segala perpuluhan dan persembahan tatangan!
3:9 Bahwa laknat, bahkan, laknat itu kamu datangkan atas dirimu, hai segenap bangsa ini, sebab kamu hendak menipu Aku!
3:10 Bawalah olehmu akan segala perpuluhanmu ke dalam perbendaharaan rumah-Ku, supaya adalah makanan dalam rumah-Ku; dan cobailah akan Daku dengan demikian, kalau-kalau tiada Aku membukai akan kamu segala pintu langit dan mencurahkan kepadamu berkat yang tiada sempat kamu taruh; demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam!

Roh penipuan ini identik dengan merampok. Terjemahan lain kata menipu ini adalah merampok (rob).
Maleakhi 3:8
3:8 Will a man rob God? Yet ye have robbed me. But ye say, Wherein have we robbed thee? In tithes and offerings.

Kalau gembalanya perampok maka sidang jemaat juga ikut roh perampok, ini jangan terjadi pada diri kita.

Tuhan tidak berubah dari generasi ke generasi. Apa yang diajarkan olehNya dahulu itu juga yang diajarkan kepada kita zaman sekarang ini.
Yesaya 41:4; 48:12
41:4 Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia 1juga.
48:12 "Dengarkanlah Aku, hai Yakub, dan engkau Israel yang Kupanggil! Akulah yang tetap sama, Akulah yang terdahulu, Akulah juga yang terkemudian!

Pada bagian keempat ini Tuhan buka dengan koreksi terhadap pencuri, pembohong, pendusta dan saksi dusta. Ini adalah sponsor penyaliban Tuhan Yesus.
Matius 26:59-61
26:59 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,
26:60 tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,
26:61 yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari."

Kalau kita ada dalam kondisi pencuri dan saksi dusta, itu hanya menyakiti Tuhan Yesus, hanya membuat Tuhan menderita batin. Ini jangan kita lakukan. Bagi orang yang melakukan ini mungkin sekarang belum mendapat pembalasannya tetapi kelak akan menerima balasannya. Ini jangan terjadi pada kita. Bagaimana kita mau masuk dalam Sorga kalau di dunia ini kita menyakiti hatiNya, menyayat hatiNya dan membuat Dia menderita batin. Jangan sampai kita ditolak oleh Tuhan, berarti ibadah kita menjadi nihil hasilnya.

Kutuk itu sekarang sedang terbang. Ke mana alamat yang dia cari? Ke rumah pencuri!
Zakharia 5:1-2
5:1 Aku melayangkan mataku pula, maka aku melihat: tampak sebuah gulungan kitab yang terbang.
5:2 Berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat sebuah gulungan kitab yang terbang; panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta."

Ini adalah ukuran ruangan suci yang panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta. Sebenarnya ruangan suci adalah tempat kita diproses dalam penyucian. Namun disayangkan bukan penyucian yang diterima tetapi laknat! Sebab tidak pernah orang itu lepas dari roh pencuri dan dusta.

Zakharia 5:3
5:3 Lalu ia berkata kepadaku: "Inilah sumpah serapah yang keluar menimpa seluruh negeri; sebab menurut sumpah serapah itu setiap pencuri di sini masih bebas dari hukuman, dan setiap orang yang bersumpah palsu di sini juga masih bebas dari hukuman.

Pencuri di sini kelihatan masih bebas. Jangan kita angkuh dan merasa tetap sehat sedangkan yang menjaga kesucian kena kutuk tiap hari. Seperti bahasa pemazmur “sia-sia aku menjaga kesucian padahal setiap hari kena tulah, padahal orang fasik tetap sehat dan gemuk” akhirnya dia terkejut melihat mereka tiba-tiba hancur.
Mazmur 73:13-14
73:13 Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.
73:14 Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi.

Zakharia 5:4
5:4 Aku telah menyuruhnya keluar, demikianlah firman TUHAN semesta alam, supaya itu masuk ke dalam rumah pencuri dan ke dalam rumah orang yang bersumpah palsu demi nama-Ku, dan supaya itu bermalam di dalam rumah mereka dan memusnahkannya, baik kayunya maupun batu-batunya."

Jangan kita ada dalam ruangan suci, ada dalam suasana penggembalaan tetapi mempertahankan roh pencuri! Itu sebabnya lewat pelajaran kitab Imamat ini kita mau dibersihkan supaya jangan kita kena sumpah serapah.

Yang bersumpah palsu ini sama seperti dalam Imamat 19:17.
Imamat 19:12
19:12 Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.

Kutuk itu menhancurkan baik kayu maupun batu.
Yeremia 2:26-27
2:26 Seperti malunya pencuri, apabila kedapatan, demikianlah malunya kaum Israel, yakni para rajanya, pemukanya, para imamnya dan nabinya,
2:27 yang berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: Bangkitlah menyelamatkan kami!

Itu sebabnya dihancurkan nikah itu sebab penghuni rumah itu bapa yang adalah kayu dan ibu yang adalah batu. Artinya bapa di situ kedagingan dan ibu di situ keras hati.

Zakharia 5:1-4
5:1 Aku melayangkan mataku pula, maka aku melihat: tampak sebuah gulungan kitab yang terbang.
5:2 Berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat sebuah gulungan kitab yang terbang; panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta."
5:3 Lalu ia berkata kepadaku: "Inilah sumpah serapah yang keluar menimpa seluruh negeri; sebab menurut sumpah serapah itu setiap pencuri di sini masih bebas dari hukuman, dan setiap orang yang bersumpah palsu di sini juga masih bebas dari hukuman.
5:4 Aku telah menyuruhnya keluar, demikianlah firman TUHAN semesta alam, supaya itu masuk ke dalam rumah pencuri dan ke dalam rumah orang yang bersumpah palsu demi nama-Ku, dan supaya itu bermalam di dalam rumah mereka dan memusnahkannya, baik kayunya maupun batu-batunya."

Kutuk itu bermalam, berarti penghuni rumah itu adalah orang-orang gelap semuanya.

Mungkin sekarang orang yang tidak mengeluarkan perpuluhan merasa aman-aman saja. Tetapi jangan kita mengundang murka Tuhan.
I Korintus 10:22
10:22 Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?

Kita manusia ciptaan Tuhan, kita tidak ada nilai apa-apa kalau berhadapan dengan Tuhan.

Selanjutnya dalam kitab Imamat pasal 19 berbicara suasana pengadilan. Hal itulah yang dialami oleh Yesus dalam suasana pengadilan karena pengadilan itu disponsori oleh pencuri dan saksi dusta.
Imamat 19:15-16
19:15 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.
19:16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.

Pengadilan itu Tuhan yang punya, jadi Tuhan yang berhak untuk mengadili. Di dalam pengadilan itu adalah tempat orang bersalah diganjar oleh Tuhan. Kalau kita memperhatikan suasana Yesus diadili, benar-benar tidak adil dan Dia direndahkan. Kalau tadi dibicarakan yang kecil harus begini dan yang besar harus begitu, artinya jangan pandang bulu terhadap siapapun.

Saudara tidak membawa ke pengadilan, tetapi kadang sudah tampil seperti seorang hakim atau jaksa sehingga apa yang kita kerjakan itu pandang bulu. Itu sudah mengadili. Ini yang jangan terjadi.

Pengadilan itu Tuhan punya, kita mau belajar bagaimana Tuhan mengadili.
Ulangan 1:17
1:17 Dalam mengadili jangan pandang bulu. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan. Jangan gentar terhadap siapa pun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu, harus kamu hadapkan kepadaku, supaya aku mendengarnya.

Kalau kita menilai orang dengan memandang rupa, itu berarti sudah tampil seperti hakim. Kadang tidak sadar kita sudah mengadili dan tidak seperti pengadilan Tuhan karena sudah memandang rupa. Biarlah kita melakukan pelayanan semaksimal mungkin dengan sama rata, sama rasa.

Yang sialnya pengadilan pandang bulu ini justru Tuhan temukan di kalangan imam-imam.
Maleakhi 2:9
2:9 Maka Aku pun akan membuat kamu hina dan rendah bagi seluruh umat ini, oleh karena kamu tidak mengikuti jalan yang Kutunjukkan, tetapi memandang bulu dalam pengajaranmu.

Kalau orang yang punya ini dan itu, manis dia menyampaikan Firman agar isi dompet orang itu keluar, kalau orang hina malah dicerca. Pandang bulu ini paling berat, makanya Tuhan mengajar kita seperti ini:
Roma 2:11
2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu.

Efesus 6:9
6:9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Kolose 3:25
3:25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

Surat Roma kena Mezbah Korban Bakaran= pertobatan.
Surat Efesus kena Meja Roti Sajian= persekutuan dengan Firman Pengajaran dan perjamuan suci.
Surat Kolose kena Mezbah Dupa Emas= penyembahan/penyerahan diri sepenuh.

Mengadili dengan kebenaran, ukurannya adalah Firman. Tetapi Yesus mereka perlakukan sadis. Tetapi Dia rela menjalani itu semua demi saya dan saudara. Kalau Dia tersalib demi saya dan saudara, tegakah saudara untuk mencuri, untuk berbohong, untuk menjadi saksi dusta dan kembali menjadi sponsor penyaliban Kristus? Katakan kepada Tuhan “tidak Tuhan, saya tidak tega melihat Yesus sengsara, saya ingin menyenangkan hati Tuhan”.

Kapan kita membuat Tuhan bahagia dan girang. Ketika selesai kita beribadah mungkin kita berkata “saya puas beribadah” tetapi apakah Tuhan Yesus girang. Tuhan bergirang atas kita kalau kita disucikan dan tampil seperti anak dara untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan Yesus.
Yesaya 62:5
62:5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

Kalau saudara mau disucikan lewat pekerjaan Firman, kalau saudara pencuri segera lepaskan, kalau saudara berbohong dan berdusta di hadapan Tuhan namun saudara mau disucikan itu berarti membuat hati Tuhan girang melihat saudara. Tetapi kalau hati keras seperti batu dan penuh hawa nafsu berarti seperti kayu, itu yang akan dilumat oleh Tuhan sebab itu tidak membuat Tuhan girang. Oleh sebab itu saudara yang kekasih, berilah hidupmu disucikan oleh Tuhan. Jangan saudara menjadi sponsor penyaliban Yesus, jangan ada roh Yudas dalam diri saudara, jangan ada roh saksi dusta yang tampil dalam pengadilan agama.

Justru dalam rana ibadah, dalam gereja yang tampil adalah dusta, itulah antikristus! Sebab pendusta itu adalah antikristus. Jangan sampai ini terjadi pada diriku dan pada diri bapak, ibu, kekasih dalam Tuhan.
I Yohanes 2:22
2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

Setajam dan sekeras apapun Firman Tuhan yang datang, sambut itu sebab dibaliknya ada kemuliaan. Semanis apapun bujuk rayu dari iblis, tolak! Sebab dibaliknya kebinasaan.

Yesaya 11:3-4
11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.

II Tesalonika 2:8
2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

Saya tidak mengundang Yesus untuk membunuh dan membinasakan saya. Kami mengundang Yesus bukan untuk memusnahkan kami. Tetapi kami mau bertemu dengan Tuhan Yesus karena dalam ibadah pelayanan kami mau ditegur dan disucikan sehingga membuat hati Tuhan girang melihat Mempelai WanitaNya.

Marilah kita menjadi anak Tuhan dan hamba Tuhan, jangan seperti Maleakhi 2:9 yaitu memandang rupa dalam menyajikan pengajaran. Jangan kita menjadi sponsor penyaliban Tuhan Yesus. Yesus ampunilah kami yang seringkali menyakitiMu karena masih menjadi suami yang tampil seperti kayu (hawa nafsu daging) dan isteri yang tampil seperti batu (keras hati).

Berdoa kepada Tuhan supaya diberi kemampuan yang ajaib untuk merubah diri kita, dari pikiran dan pandangan kita sehingga ketika Tuhan Yesus datang, Dia girang melihat kita.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar