20161114

Kebaktian PA di Palu, Senin 14 November 2016 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Daniel 1:1-3
1:1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.
1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.
1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,

Ini adalah serbuan dari kerajaan Babel yang menyerbu Israel. Ini bukan yang pertama tetapi sudah diawali dengan serbuan raja Mesir yaitu Nekho. Tetapi orang Israel ini tidak pernah jera. Ini yang terjadi dalam kehidupan umat Tuhan, mereka tidak kapok untuk melawan Tuhan. Ditolong Tuhan kemudian melawan lagi, itulah yang silih berganti terjadi dalam kehidupan umat Tuhan.

Roma 15:4
15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

I Korintus 10:6,11
10:6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
10:11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

Ini pelajaran untuk kita, bukan untuk kita tiru seperti apa yang mereka lakukan. Tetapi yang terjadi justru ditiru oleh umat Tuhan. Bukankah berkali-kali Tuhan melawati mereka tetapi mereka tidak melihat bahwa lawatan Tuhan itu sebagai kasih sayang Tuhan.

Daniel disebut orang yang takut akan Tuhan tetapi tinggal minoritas, sehingga dia ikut dibuang di Babel selama 70 tahun. Ini adalah ganjaran Tuhan karena perlawanan yang terus menerus. Jadi perbuatan orang yang melakukan perbuatan yang jahat kena imbas pada orang lain. Sangat disayangkan kalau seperti itu. Untuk kita sekarang, Tuhan tidak akan melakukan lagi seperti itu. Kalau satu orang melakukan kejahatan maka dia sendiri yang kena dan orang lain tidak.

Walaupun Daniel dibuang dalam keberadaan yang tidak menguntungkan bahkan setiap saat nyawa mereka bisa melayang, tetapi mereka tidak tawar hati untuk mengikut Tuhan. Ini pesan yang Tuhan berikan kepada kita dalam surat Daniel. Sekalipun di tempat atau dalam situasi dan kondisi yang tidak menguntungkan tetapi empat pribadi ini sama sekali tidak kurang perhargaan mereka kepada Tuhan apalagi tawar hati mengikut Tuhan.

Walaupun suasana tidak menguntungkan mereka tidak ikut-ikut dengan kebanyakan orang, mereka punya komitmen tetap bersama dengan Tuhan. Prakteknya untuk kita sekarang, kalau kita melihat situasi tidak menguntungkan dan banyak umat Tuhan sudah tidak karu-karuan, jangan kita ikut-ikut.

Mereka tidak tawar hati dan tidak mempersalahkan Tuhan sekalipun mayoritas umat Tuhan yang lain menuduh “tindakan Tuhan tidak tepat” alias mempersalahkan Tuhan. Orang Israel sudah ada dalam pembuangan, justru di tengah-tengah suasana seperti itu seharusnya mereka sadar karena ulah dan perbuatan mereka sehingga mereka seperti ini, bukannya malah berbalik menyalahkan Tuhan.
Yehezkiel 18:25,29; 33:17,20
18:25 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?
18:29 Tetapi kaum Israel berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat?
33:17 Tetapi teman-temanmu sebangsa berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Padahal tindakan mereka yang tidak tepat.
33:20 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Aku akan menghakimi kamu, masing-masing menurut kelakuannya, hai kaum Israel."

Jadi sebagian orang menuduh tindakan Tuhan tidak tepat. Di kalangan umat Tuhan hari-hari terakhir ini ada presepsi seperti ini sehingga terbagi-bagi pandangan kita terhadap Tuhan. Inikan rancu namanya, inikan tidak tepat. Tetapi Daniel bersama teman-temannya tidak ikut-ikut seperti itu.

Ini gerakan Babel menghimpit umat Israel. Dan gerakan Babel ini akan memuncak dalam Wahyu pasal 17 dan 18. Gerakan Babel ini akan menyusup masuk dalam sendi-sendi gereja Tuhan. Kalau kita tidak waspada maka hancurlah kita.

Wahyu 17:9
17:9 Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,

Perempuan ini duduk di atas kepala. Jadi dia menjadi kepala di atas kepala. Intrik-intrik Babel ini masuk dalam gereja Tuhan. Kalau perempuan ini yang menjadi kepala dalam gereja Tuhan ini sudah celaka, artinya kehidupan itu menuju pada bencana.

Untuk sementara kelihatan dipakai, suaranya didengar, suaranya diperhitungkan, pelayannnya diperhitungkan, tetapi satu saat bencana yang dia alami.
Wahyu 17:16
17:16 Dan kesepuluh tanduk yang telah kaulihat itu serta binatang itu akan membenci pelacur itu dan mereka akan membuat dia menjadi sunyi dan telanjang, dan mereka akan memakan dagingnya dan membakarnya dengan api.

Jangan sampai suara kita seperti diperhitungkan, sepertinya kita berjaya, tetapi kalau sudah menjadi kepala di atas kepala maka harus hati-hati. Saatnya tiba Tuhan akan merubah hati dari yang menjunjung itu. Yang awalnyamengagung-agungkan itu, kelihatan seperti menghargai dan memuja-muja, kemudian dirubah hatinya dan akhirnya perempuan itu disembelih, dimakan dagingnya dan sisanya dibakar.

Jadi jangan kita ukur sekarang ini semuanya jalan baik, mulus dan baik. Tetapi kalau kita sudah merampas tempat yang bukan hak kita, sekalipun kita nampak di mata dipakai, tetapi awas! Kalau dipakai Tuhan, jangan cuma kita lihat dari perbuatan mujizatnya, kalau dia sudah menjadi kepala dan tidak peduli lagi dengan posisinya dalam pelayanan, maka kita harus hati-hati. Itu berarti roh Babel sudah masuk. Jangan kita hanya melihat orang itu dipakai, tetapi apakah dia mengerti posisinya, apakah mengerti kedudukannya? Jangan-jangan dia perempuan tetapi duduk di atas kepala.

Kalau hanya diukur dari sisi mujizat, dalam Wahyu 13:11-18 kita melihat antikristus juga membuat mujizat. Lihat tahbisan orang itu, lihat apakah dia menghargai kedudukan yang sudah Tuhan atur di dalam Firman.

Ingat laki-laki menyinarkan gambar kemuliaan Tuhan dan perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki, jangan dibalik. Kalau Roh Kudus ada pada kita maka Roh Kudus tidak akan membawa kita melawan Firman yang tertulis. Roh Kudus itu memuliakan Firman bukannya melawan Firman.

Jangan kita tergoda karena nampaknya orang itu dipakai oleh Tuhan, tetapi lihat dulu kalau itu benar pekerjaan Roh Kudus maka dia akan menghargai Firman yang tertulis. Mungkin orang itu tidak menghargai Firman tetapi terlihat dipakai Tuhan dengan mujizat, itu adalah  manuver iblis untuk membelokkan saudara. Jadi jangan diukur dengan mujizat.
Matius7:22-23
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Dalam Wahyu pasal 18 Tuhan memberikan hukuman kepada Babel dua kali lipat dalam tempo 1 jam. Kalau kita dalam melayani menghargai dua menjadi satu maka itu yang benar. Yohanes Pembaptis tidak pernah melakukan mujizat tetapi apa yang dia katakan tentang Tuhan Yesus itu benar dan banyak orang yang percaya. Yohanes ini adalah Pekabar Mempelai. Dalam Injil Yohanes dia menampilkan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga dan dia adalah sahabat mempelai.
Yohanes 10:40-41
10:40 Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
10:41 Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar."

Yohanes tidak melakukan satu tandapun tetapi bukan berarti dia tidak dipakai oleh Tuhan. Jadi jangan mengukur pemakaian Tuhan dengan melakukan tanda-tanda mujizat. Yohanes menghargai Firman dua menjadi satu yaitu berbicara nikah, sehingga dia berani menegur nikah raja Herodes. Jadi berita dua menjadi satu orientasinya pada pembenahan nikah.

Babel tidak menghargai dua menjadi satu berarti tidak menghargai nikah yang suci sehingga akhirnya menerima hukuman Tuhan dua menjadi satu. Babel ini melalui antikristus juga melakukan mujizat-mujizat.
Wahyu 13:13-15
13:13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
13:15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

Tuhan Yesus dalam perjalanan dari Galilea mau menuju ke Yerusalem, Dia mampir di Samaria. Namun Dia ditolak oleh orang Samaria. Hal itu mengakibatkan bangkit emosi dari Yohanes dan Yakobus. Mereka meminta izin kepada Tuhan Yesus untuk bisa menurunkan api dari langit kepada orang Samaria.
Lukas 9:51-53
9:51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Dulu dari Yerusalem ke Galilea, Tuhan Yesus mereka sambut. Tetapi ketika arah perjalanan menuju ke Yerusalem mereka tolak. Artinya kalau pelayanan itu hanya tentang penginjilan itu mereka terima, namun ketika arah pelayanan kita menuju Yerusalem Baru, berarti mengarahkan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan, banyak yang menolak.

Jangan sembarang kita mau membakar orang, ada waktunya hukuman Tuhan turun membakar orang yang menolaknya.
Wahyu 18:6,10
18:6 Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;
18:10 Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!"

Penghukumannya dua kali lipat dalam tempo satu jam, ini karena mereka menolak berita dua menjadi satu. Jangan mengukur pelayanan hamba Tuhan itu dipakai oleh Tuhan kalau ada mujizat. Kalau seperti itu maka kita akan menolak Yohanes Pembaptis. Dia tidak pernah melakukan mujizat tetapi apa yang dia katakan tentang dua menjadi satu itu tepat. Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga dan gereja Mempelai WanitaNya menjadi satu, Yohanes sebagai sahabat mempelai menjadi saksinya. Yang harus kita lihat ukurannya apakah berita itu berorientasi membawa gereja pada dua menjadi satu atau tidak.

Berita kita jangan lari dari II Korintus 11:2 yaitu berita dua menjadi satu (berita Kabar Mempelai). Kalau lari dari situ maka akan diterkam oleh dunia dan kenajisan. Penekanan-penenakan seperti ini benar-benar mengarahkan kita dua menjadi satu yaitu Tuhan Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga dan gereja sebagai Mempelai WanitaNya. Tidak usah lagi kita longgar leher melihat pengajaran yang lain.

Roh Babel ini bergerak mulai dari keturunan ketigabelas dari Adam yaitu Nimrod.
Kejadian 10:8-9
10:8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;
10:9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: "Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN."

Gagah perkasa di sini bukan berarti kehidupan yang dipakai oleh Tuhan tetapi dia gagah perkasa melawan Tuhan. Dialah yang menjadi kepala mendirikan menara Babel. Roh Nimrod ini kerja terus sampai sekarang. Ini menjadi pengalaman orang Israel yang diceritakan dalam kitab Daniel. Hal itu disimpulkan dalam kitab Daniel dan diakhiri dengan kedatangan Tuhan pada kali yang kedua yang diceritakan dalam Daniel 11 dan 12.
Daniel 11:35
11:35 Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan.

Kalau ada hamba Tuhan atau gembala sidang yang menukik, itu sebenarnya penyucian, penyaringan dan pemurnian bagi pelayan-pelayan.

Mari kita melihat pembangunan menara Babel yang diprakarsai oleh Nimrod.
Kejadian 11:3
11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.

Kita lihat bahannya dibuat dari bahan batu bata, berarti dicetak oleh tangan manusia. Gereja Tuhan juga bagaikan menara di mana ada nama Tuhan di situ tempat yang aman untuk kita lari. Gereja Tuhan dibangun dengan batu hidup.
I Petrus 2:3-6
2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.
2:4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
2:6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

Kemudian menara Babel memakai ter gala-gala digunakan sebagai bahan perekat. Padahal ter gala-gala ini yang menjadi jebakan bagi lima raja yang melarikan diri dalam peperangan melawan 4 raja. Jadi membangun menara Babel yang dalam Wahyu pasal 17 dan 18 digambarkan sebagai perempuan, itu adalah jebakan atau bagaikan perangkap. Dalam istilah terjemahan bahasa gerika, jebakan itu adalah skandalon.

Jadi hati-hati, Babel itu adalah jebakan iblis kepada kita. Jadi kalau kita hanya kagum melihat mujizat, jangan sampai itu hanya jebakan iblis. Iblispun bisa menyamar sebagai malaikat terang.
II Korintus 11:14
11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.

Kejadian 14:9
14:9 melawan Kedorlaomer, raja Elam, Tideal, raja Goyim, Amrafel, raja Sinear, dan Ariokh, raja Elasar, empat raja lawan lima.

Di atas kertas lima raja ini harusnya menang melawan empat raja tetapi malah empat raja ini yang menang. Angka 5 adalah angka kemurahan, angka 4 adalah angka dunia. Seharusnya kita umat Tuhan yang ada dalam kemurahan Tuhan yang menang tetapi kenapa dikalahkan oleh dunia.

Kejadian 14:10
14:10 Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan.

Abraham bukan membangun kota tetapi mencari kota yang dibangun oleh Tuhan. Kalau Nimrod membangun menara Babel dengan batu bata tetapi Tuhan membangun kota dengan batu hidup, itulah yang dicari oleh Abraham dan harus kita cari.
Ibrani 11:10; 12:22
11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.
12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,

Jadi kota ini yaitu Yerusalem baru, itulah yang dicari oleh Abraham. Bahannya dari batu hidup, bukan dari batu mati. Tuhan membangun dari hidup kita yang bagaikan batu-batu yang hidup. Prakteknya kita harus menyerahkan hidup kita untuk dibangun oleh Tuhan, bukannya untuk dipakai oleh Nimrod keturunan ke-13 dari Adam.

Itu sebabnya angka 13 itu adalah angka kecelakaanm, angka sial, angka pemberontakan. Yerikho hancur pada putaran ke 13 orang Israel berkeliling.

Nimrod ini mengajak kita memberontak kepada Tuhan. Jangan kita terjebak dengan roh Babel sehingga kita membelakangi rencana Tuhan.

Mazmur 122:3
122:3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,

Yerusalem yang dibangun oleh Tuhan dan dirindukan oleh Abraham adalah kota yang bersambung rapat, artinya satu pengajaran dan satu roh. Jangan satu pengajaran tetapi lain roh, atau lain pengajaran tetapi satu roh.

Kejadian 11:4
11:4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."

Jadi gerakan mereka hanya mencari nama. Padahal yang kita harus cari adalah nama Kristus, bukan mengedepankan kehebatan kita. Sebetulnya Tuhan Yesus berhak untuk mencari nama, tetapi dalam pelayananNya bukan diriNya yang dia kedepankan tetapi Bapa yang Dia kedepankan.
Yohanes 7:16-17
7:16 Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku.
7:17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.

Jadi bukan mengedepankan diri. Kalau mengedepankan diri berarti seperti ayat 18:
Yohanes 7:18
7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.

Kalau saya mengaku ada Roh Kudus, saya harus mempermuliakan Firman. Roh Kudus tidak bentrok dengan Firman, Dia pasti mengagungkan Firman. Tetapi kalau kedengaran berbahasa roh tetapi melawan Firman, jangan-jangan itu tinggal tahi burung merpati dan merpatinya sudah tidak ada.

Kalau mencari nama, ujungnya kebinasaan. Tetapi bagaimana dengan Tuhan Yesus.
Filipi 2:5-8
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Inilah Pribadi yang mendapatkan nama di atas segala nama, Dia tidak mencari nama tetapi Tuhan yang mengaruniakan. Bagaimana sampai Tuhan mendapatkan nama? Mulai dari mengosongkan dirinya, menghampakan diri sama sekali. Kalau kami hamba Tuhan harus rela dimaki.

1 Petrus 2:21-23
2:21Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
2:22 Ia tidak berbuat dosa,dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Filipi 2:9-10
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

Kalau nama diberikan oleh Tuhan karena akan menghadapi tritunggal iblis. Yang di langit itu iblis, yang di bumi itu nabi palsu dan yang di bawah bumi adalah antikristus tetapi semuanya akan ditaklukkan. Kalau mencari nama maka tidak akan bisa membedakan yang benar dan yang salah, mereka mengatakan semuanya sama saja. Mereka tidak akan bisa menaklukan tritunggal iblis. Kalau seperti ini maka roh Babel mudah merasukinya.

Sebabnya jemaat Tuhan jangan sampai tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang tidak benar, mana yang palsu, mana yang tidak sehat dan mana yang sehat. Kalau tidak bisa membedakan nantinya melayani-melayani tetapi hanya mencari nama dan akhirnya mengatakan “sama saja”. Kalau menganggap semua pengajaran sama saja maka ibadahnya tidak akan pernah berhasil.

Kalau saudara cari nama maka iblis justru akan lebih hebat dari saudara. Tetapi kalau saudara dikaruniakan nama dari Tuhan, yaitu Nama di atas segala nama maka iblis takluk. Iblis tidak akan bisa mengalahkan saudara karena saudara ada dalam pengaruh Nama di atas segala nama.

Filipi 2:11
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Akan berakhir dengan kemuliaan Kristus di dalam Bapa.

Bagaimana kita bisa disebut batu yang hidup? Oleh karena kebangkitan Kristus.
Kolose 3:1
3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Apakah kita tidak perlu mencari perkara di bumi? Selama kita masih hidup pasti masih kita cari tetapi prioritasnya perkara yang di atas. Sebab semua yang di bumi ini meterainya fana, tetap yang di atas itu kekal.
Kolose 3:2-4
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Arah pelayanan sebagai hamba Tuhan, marilah kita arahkan kepada Kristus. Adalah peran kami hamba Tuhan untuk mengarahkan umat Tuhan kepada Tuhan sehingga umat Tuhan benar-benar ada dalam kekudusan Tuhan.

Tuhan mengatakan akan merobohkan tembok mereka yang dari batu bata dan itu sudah terjadi dalam Kejadian pasal 11. Namun mereka mengatakan kalau tembok batu bata dirobohkan akan mereka bangun dengan batu pahat, itu adalah suatu kesombongan. Baik batu bata maupun batu pahat semua adalah buatan tangan manusia. Berarti mereka tidak mencari buatan tangan Tuhan. Buatan tangan Tuhan, itulah yang dicari oleh Abraham. 
Yesaya 9:9
9:9 "Tembok batu bata jatuh, akan kita dirikan dari batu pahat; pohon-pohon ara ditebang, akan kita ganti dengan pohon-pohon aras."

Oleh karena pekerjaan tangan Tuhan maka kita yang dulu adalah batu yang mati telah menjadi batu hidup. Apa yang harus kita katakan kepada Tuhan. Dulu kita adalah batu yang mati tetapi karena kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus maka kita bisa menjadi batu yang hidup dan dibangun menjadi Yerusalem Baru, menjadi mempelai Wanita Tuhan.

Amos 5:11
5:11 Sebab itu, karena kamu menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, -- sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya; sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya.

Akibatnya semua gagal, batu bata gagal lalu dibangun dari bata pahat tetapi juga gagal. Jadi apalah guna kita melayani kalau berujung pada kegagalan. Apa gunanya kita mengikut Tuhan tetapi berujung pada kegagalan.

Daniel, Misael, Hananya dan Azael memiliki nama Israel ketika sampai di Babel nama mereka dirubah dengan nama Babel. Dunia ini berupaya mau berubah kita. Dunia boleh merubah secara luar tetapi hati kita tidak boleh berubah kepada Tuhan. Perkara dunia yang kita miliki boleh berubah-rubah tetapi hati kita jangan pernah berubah kepada Tuhan.

Daniel mau diberikan asupan raja Babel tetapi Daniel tidak mau sebab kalau sudah makan makanan raja Babel maka hatinya akan berubah. Kalau kita mengkonsumsi perkara dunia maka hati kita akan berubah kepada Tuhan. Kalah hati kita mudah terombang-ambing berarti itu sudah masuk makanan Babel dalam hati saudara.

Daniel 1:3-5
1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,
1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang me/mahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.
1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.

Ini yang ditolak oleh Daniel, sebenarnya itu taruhan nyawa. Berani menolak perintah raja maka taruhanya adalah nyawa tetapi ada Raja di atas segala raja yang membela Daniel. Silahkan saudara diancam apapun, tetapi kalau hatimu melekat pada Raja di atas segala raja maka Dia pasti melindungimu. Ini sudah saya alami, jangan sampai hatiku berubah terhadap Dia.


Tuhan Memberkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar