20161116

Kebaktian PA Yeremia, Rabu 16 November 2016 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Kita ikuti gerakan Firman hari-hari terakhir ini dan kita referensikan dengan perkembangan dunia di akhir zaman ini. Kita lihat di mana-mana timbul kekacauan, negara adidaya kacau, negara miskin kacau, negara berkembang juga kacau. Biarlah kita menjadi umat Tuhan yang tanggap membaca situasi untuk membawa diri lebih dekat kepada Tuhan karena itu adalah alarm bahwa Tuhan sudah mau datang.

Yeremia 2:8-13
2:8 Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.
2:9 Sebab itu Aku akan berbantah lagi dengan kamu, demikianlah firman TUHAN, dan dengan anak cucumu Aku akan berbantah.
2:10 Menyeberang sajalah ke tanah pesisir orang Kitim dan lihatlah; suruhlah orang ke Kedar dan perhatikanlah dengan sungguh-sungguh! Lihatlah apakah ada terjadi yang seperti ini:
2:11 pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya meskipun itu sebenarnya bukan allah? Tetapi umat-Ku menukarkan Kemuliaannya dengan apa yang tidak berguna.
2:12 Tertegunlah atas hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat, demikianlah firman TUHAN.
2:13 Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

Kita diberi Tuhan Firman ini untuk belajar bagaimana menyikapi keadaan yang sedang terjadi. Apa yang diceritakan di sini bernubuat dan nubuatan ini juga sedang digenapkan. Zaman sekarang ini kita sedang diarahkan menuju pada Yeremia 2:2-3.
Yeremia 2:2-3
2:2 "Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya.
2:3 Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN.

Kita diarahkan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan yang dilindungi. Dulu Israel seperti itu tetapi mereka gagal total dan membuat hati Tuhan pilu, sakit dan Tuhan tidak bisa menahan lagi sehingga murkaNya turun. Kita ambil ini menjadi satu pembelajaran bagi kita.

Israel dahulu sudah eksis, sudah tampil menjadi mempelai. Tetapi zaman sekarang, kita sedang diarah oleh Firman menuju pada status itu. Apa yang terjadi pada bangsa Israel, yang menjadi penyebab putus hubungan Tuhan, itulah yang menjadi pelajaran bagi kita. Agar dalam perjalanan kita menuju pada kedudukan menjadi isteri Anak Domba Allah atau menjadi Mempelai Wanita untuk Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga, kita harus waspada karena ada intrik-intrik atau manuvernya iblis. Dalam Yeremia 2:8 kita melihat iblis berhasil memakai pribadi-pribadi yang seharusnya mempertahankan kedudukan mereka sebagai mempelai wanita Tuhan tetapi mereka gagal.

Dalam kitab Ulangan hal ini sudah diingatkan Tuhan kepada orang Israel. Tuhan berbicara kepada Musa dan didengar oleh seluruh orang Israel, Tuhan jauh-jauh hari sudah mengingatkan kepada orang Israel.
Ulangan 31:16
31:16 TUHAN berfirman kepada Musa: "Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan mereka.

Bahasa Firman ini disampaikan Tuhan kepada Musa tetapi diperdengarkan kepada seluruh umat Tuhan. Perjanjian ini bisa kita baca dalam Yeremia dan perjanjian ini adalah perjanjian nikah antara Tuhan dan Israel. Tuhan sebagai suami dan Israel adalah isteriNya, namun mereka ingkar.

Ulangan 31:17
31:17 Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga mereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malapetaka serta kesusahan. Maka pada waktu itu mereka akan berkata: Bukankah malapetaka itu menimpa kita, oleh sebab Allah kita tidak ada di tengah-tengah kita?

Ini hal yang sangat memprihatinkan untuk kami para gembala dan seluruh umat Tuhan, apalagi yang terlibat dalam pelayanan. Ini keprihatinan saya dan juga keprihatinan Tuhan. Yang menjadi penyebab sehingga hubungan Tuhan Mempelai Laki-laki Sorga atau Suami dengan Israel sebagai isteriNya menjadi retak karena mereka ingkar janji. Ingkar janji ini bermula dari Yeremia 2:8.

Dari Ulangan 31:16 adalah 3 hal yang harus kita perhatikan dengan serius. Kenapa Israel ini gagal menjadi isterinya Tuhan? Karena tiga faktor ini.
1.      Musa akan mendapat perhentian
Berarti pelayan, pemimpin atau gembala diambil dari umat Tuhan. Yang berat di sini kalau umat Tuhan tanpa pemimpin, tanpa gembala, tanpa pelayan. Ini berat dan sangat-sangat berbahaya. Bahasa ini mengajar saya dan saudara supaya sebagai umat Tuhan dan sebagai hamba Tuhan, kita harus mengupayakan menyesuaikan diri/membawa diri kita untuk berada pada pelayan, pemimpin atau gembala yang bertanggung jawab.

Bukan berarti Musa tidak ada kemudian tidak ada pelayan. Ada, setelah Musa meninggal dilanjutkan oleh Yosua dan setelah Yosua ada yang melanjutkan. Tetapi sudah tidak seelok seperti waktu Musa ada.

Ketika Yosua menjadi pemimpin Israel, dia juga sampai pada keprihatinan. Itu sebabnya dia menantang umat Israel.
Yosua 24:15-16
24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"
24:16 Lalu bangsa itu menjawab: "Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!

Setelah bangsa Israel menjawab Yosua, ada bahasa ujian yang dikatakan oleh Yosua.
Yosua 24:19
24:19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: "Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.

Hal ini yang membuat banyak umat Tuhan undur dari penggembalaan yang bertanggung jawab. Bukan karena tidak ada gembala tetapi karena dia yang  undur. Ini jangan terjadi pada diriku dan saudara.

Saya tidak sembarang berfellowship, apakah yang melayani dalam ibadah itu adalah figur yang bertanggung jawab atau tidak, apakah dia berpegang teguh pada pengajaran atau tidak. Kalau tidak malah itu akan membuat saya jauh dari Tuhan. Saya pikir saya masih dipimpin, masih digembalakan padahal sudah jauh dari Tuhan. Ini jangan terjadi pada diri kita bersama.

Siapapun kita, tanpa pemimpin yang bertanggung jawab, kita masih berpikir kita beribadah, kita pikir masih dalam pelayanan, kita pikir kita masih melangkah menuju hadirat Tuhan, ternyata kita sudah salah langkah. Itu sebabnya dibutuhkan pemimpin yang bertanggung jawab, eksistensinya harus jelas, firman Tuhan dia pegang teguh.

Ini yang menjadi keprihatinan saya dan saya berdoa jangan sampai saya salah. Itu sebabnya saya selektif untuk masuk dalam fellowship. Mengapa? Sebab ada jemaat di belakang saya, jangan sampai arah kita salah. Saya yang bertanggung jawab di hadapan Tuhan. Itu sebabnya jemaat, dukung kami hamba Tuhan di dalam doa. Rasul Paulus hebat dipakai oleh Tuhan, tetapi dia tidak entengkan doa dari jemaat, dia selalu minta dukungan doa jemaat.

Yang bahaya kalau hubungan jemaat dan pemimpin putus. Makanya jemaat jangan coba jalan sendiri tanpa penggembalaan. Jangan berpikir ibadah akan diterima oleh Tuhan tanpa gembala yang benar. Itu sebabnya kita membutuhkan pemimpin yang bertanggung jawab. Dalam hal ini adalah pemimpin yang dipercaya oleh Tuhan.
I Korintus 4:1
4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.

Dipercaya rahasia Tuhan berarti rahasia nikah dan rahasia ibadah. Dalam Alkitab ada banyak rahasia tetapi rahasia yang terbesar adalah rahasia ibadah dan rahasia nikah. Jadi pemimpin yang benar itu harus nampak nikahnya dan nampak ibadahnya. Saya sebagai gembala harus terbuka dalam persoalan nikah dan ibadah. Bagaimana saya sebagai gembala mengatakan mengasihi jemaat bila nikahku tidak saya kasihi, saya harus bertanggung jawab terhadap isteri.

Pemimpin di sini bukan bertanggung jawab terhadap kursi tetapi terhadap jiwa saudara, mau ke mana kami arahkan. Jangan sampai tidak berhasil untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Dulu Israel sudah menjadi isterinya Tuhan tetapi akhirnya putus. Kita sedang diarahkan ke sana, jangan sampai kita tidak berhasil. Saya sebagai gembala bergumul untuk hal itu. Yang utama adalah bagaimana meraih status sebagai Mempelai Wanita Tuhan. Kalau tidak berada pada kondisi itu berarti alamat dipecundangi oleh antikristus.

2.      Pemimpin atau gembala tetap ada, tetapi umat yang tidak menghargai.
Segala-galanya disiapkan oleh Tuhan karena ada gembala, ada pelayan yang bertanggung jawab. Tetapi yang dipertanyakan jangan-jangan umat yang tidak menghargai. Jadi keduanya harus saling percaya. Gembala harus bermegah karena umat dan umat harus bermegah karena gembala.

Bagaimana kalau gembala sudah bertanggung jawab tetapi umat tidak mau diarahkan. Semoga kita semua mau diarahkan. Jangan nanti di dorong-dorong baru bergerak, seharusnya ada kesadaran sendiri. Kalau jemaat ada inisiatif sendiri maka itu membuat hati gembala berbunga-bunga dan dia bermegah di hadapan Tuhan.

II Raja-raja 6:1-3
6:1 Pada suatu hari berkatalah rombongan nabi kepada Elisa: "Cobalah lihat, tempat tinggal kami di dekatmu ini adalah terlalu sesak bagi kami.
6:2 Baiklah kami pergi ke sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu balok dari sana, supaya kami membuat tempat tinggal untuk kami." Jawab Elisa: "Pergilah!"
6:3 Lalu berkatalah seorang: "Silakan, ikutlah dengan hamba-hambamu ini." Jawabnya: "Baik aku akan ikut."

Di sini ada inisiatif jemaat, tanpa komando mereka ada gerakan. Elisa memberikan kebebasan untuk bekerja. Elisa ikut tetapi berawal ada inisiatif dari jemaat yang ingin memperbesar tempat mereka. Elisa berkata “Pergilah!” tetapi ini jangan diartikan bebas. Perintah ini harus ada kontrol. Tuhan melihat bahwa umat Tuhan yang dipimpin oleh Elisa ada inisiatif.
1 Korintus 10:23-24
10:23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
10:24 Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

3.      Pelayan atau pemimpin atau gembala itu ada tetapi sudah menyimpang/sudah menyeleweng.
Bukankah ini yang terjadi pada orang Israel?
Yeremia 2:29
2:29 Mengapakah kamu mau berbantah dengan Aku? Kamu sekalian telah mendurhaka kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Yang mendurhaka di sini adalah gembala!
Yeremia 2:8
2:8 Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.

Tiga hal ini harus kita waspadai, kalau kita salah melangkah kita akan gagal untuk duduk di pelaminan dengan Tuhan.
1.      Jemaat harus mencari pemimpin yang bertanggung jawab.
2.      Kalau sudah ada gembala yang benar di hadapan Tuhan, jemaat harus menghargai dan menghormati agar kita bisa mencapai status menjadi mempelai wanita Tuhan.
3.      Para gembala juga harus waspada menjaga dirinya, jangan sampai salah.

Semua ini adalah suatu keprihatinan saya secara pribadi. Saya melihat diriku, saya mengerti tanggung jawab ini tidak enteng atau mau dimudah-mudahkan sebab sasarannya sudah jelas. Tuhan sudah tunjuk arah kita ke mana, jangan sampai kita tidak jumpa dengan Tuhan Yesus.

Hati-hati jangan sampai kita ada kekeliruan baik pada poin pertama berarti sudah tidak merasa perlu gembala, pada poin kedua gembala sudah bertanggung jawab tetapi jemaat  tidak menghargai gembala dan poin yang ketiga gembala yang sudah tidak benar.
Yang paling rawan adalah poin pertama yaitu merasa tidak butuh gembala sehingga putus hubungan dengan gembala dan poin yang ketiga yaitu gembala sendiri yang sudah menyeleweng dari pengajaran. Kalau gembala yang menyeleweng maka hancur total semuanya. Kalau poin yang kedua, Tuhan sudah memfasilitasi dan hanya satu dua jemaat yang tidak menghargai.

Yeremia 2:9
2:9 Sebab itu Aku akan berbantah lagi dengan kamu, demikianlah firman TUHAN, dan dengan anak cucumu Aku akan berbantah.

Peran dari para pemimpin dalam Yeremia 2:8 sudah membuahkan hasil yang negatif yaitu putus hubungan antara isteri yaitu umat Tuhan dengan suami yaitu Tuhan.
Yeremia 54:5
54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Israel adalah isterinya Tuhan dan Tuhan adalah suami mereka, tetapi mereka sudah putus hubungan. Kita ini sedang mengarah untuk menjadi isterinya Tuhan. Sekarang ini kita masih bertunangan dengan Kristus. Pelajaran yang ditinggalkan oleh Tuhan untuk kita lewat kitab nabi Yeremia ini sangat kuat untuk memagari dan melindungi saya dari keterpurukan rohani dan acaman putus hubungan dengan Kristus. Jangan sampai tidak jadi menikah dengan Kristus dalam arti yang rohani.

Olehnya itu jangan kita main-main, mulai dari anak muda remaja perhatikan ibadah dan pelayanmu, jangan anggap enteng. Kalau saja saya sebagai gembala di sini hanya leha-leha dan tidak punya tanggung jawab soal kerohanian saudara maka kita sama-sama salah, kita sama-sama cempulung dalam 3,5 tahun aniaya. Tetapi saya tidak mau ke sana, makanya saya berjuang. Perjuangan ini bukan hanya untuk diriku semata bersama isteri, tetapi untuk kita semua agar kita berhasil masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah.

Roh perbantahan orang Israel ini tidak pernah pupus. Yeremia tampil mengingatkan pelayan Tuhan yang ada di tengah-tengah orang Israel tetapi mereka bantah. Sampai generasi ke generasi roh berbantah itu ada terus. Kehidupan yang menggalakkan membantah Firman, membantah pelayan Tuhan yang benar, yang dipakai oleh Tuhan, akibatnya kehidupan itu akan hilang lenyap.
Yesaya 41:11
41:11 Sesungguhnya, semua orang yang bangkit amarahnya terhadap engkau akan mendapat malu dan kena noda; orang-orang yang membantah engkau akan seperti tidak ada dan akan binasa;

Bukan berarti Tuhan anggap sepi orang yang berbantah itu, tetapi orang itu akan lenyap, hilang dan binasa.

Kita mengatakan tidak marah kepada Tuhan, tetapi mungkin utusan Tuhan yang bertanggung jawab mengingatkan kita malah kita bantah. Itu sama saja membantah Tuhan. Sebab Tuhan tidak langsung hadir di sini dalam wujud berjubah putih dan sebagainya, tetapi Tuhan tampil melalui hambaNya.  

Orang ini tidak ada dan akan binasa, berarti tidak akan mungkin ada di hadirat Tuhan. Ini jangan terjadi pada kita. Contohnya nabi pembantah yaitu Yunus. Dia mendapatkan kemurahan Tuhan sampai dua kali, tetapi dia membantah Tuhan bahkan marah kepada Tuhan. Tuhan katakan “layakkah engkau marah” Yunus malah menjawab “layak aku marah sampai mati!”. Artinya tidak ada lagi perdamaian dengan Tuhan.

Kita ini sedang diarahkan, sedang dituntun, sedang dibimbing untuk bertemu dengan Mempelai Laki-laki Sorga dan kita menjadi Mempelai WanitaNya, jangan sampai kita gagal karena suka membantah Tuhan.

Yunus 4:8-9
4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."
4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."

Pohon jarak ini melambangkan orang Niniwe yang ternyata bertobat, itu menunjukkan kelahiran baru. Jadi apalah arti kelahiran baru orang Niniwe bagi Yunus. Orang Niniwe mengalami kelahiran baru tetapi Yunus hilang dari hadirat Tuhan.

Tuhan tahu sumbernya perbantahan ini. Dari mana munculnya perbantahan? Dari pikiran manusia yang tidak bertobat. Jadi kalau kita hanya menggunakan logika/ pikiran kita dan tidak mau menundukan pikiran kita kepada Kristus, inilah yang menjadi sumber perbantahan. Ini jangan terjadi pada diriku dan saudara.
I Korintus 1:20
1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?

Orang seperti ini akan menganalisa dengan akalnya, tidak akan tenggelam di dalam kebenaran Firman, tidak mau berdamai dengan Tuhan, akhirnya tidak akan pernah dia mengakui bahwa dia salah, karena memakai logikanya/ akalnya.
Yeremia 2:35
2:35 engkau berkata: Aku tidak bersalah! Memang, murka-Nya telah meninggalkan aku! Sesungguhnya Aku akan membawa engkau ke pengadilan, oleh karena engkau berkata: Aku tidak berdosa!

Ini karena logika/ pemikirannya. Apakah Tuhan yang salah, apakah Tuhan yang bodoh? Hal seperti inilah yang membuat hubungan Israel dengan Tuhan di mana mereka menjadi isteriNya, akhirnya putus. Apalagi kita ini baru sampai pada status tunangan, jangan sampai putus hubungan kita dengan Tuhan sehingga tidak menjadi Mempelai Wanita Tuhan dan hanya menjadi mangsa binatang buas. Ini jangan terjadi bagi sidang jemaat. Saya tidak berpikir dan tidak mengarahkan saudara untuk menjadi mangsa binatang buas yang datang dari laut, dari bumi dan dari udara. Tetapi biarlah kita menjadi hiasan Mempelai Laki-laki Sorga.
Amsal 31:10
31:10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.

Ini bukan hanya ditujukan kepada isteri secara jasmani, tetapi juga Mempelai Wanita Tuhan.

Amsal 31:10 (Terjemahan Lama)
31:10 Siapakah yang boleh mendapat seorang bini yang berbudi? maka adalah harganya amat lebih besar dari pada harga menikam.

Hubungan gembala dengan jemaat yang digembalakan diibaratkan seperti suami bayangan bagi jemaat dan jemaat adalah isteri bayangan dari gembala untuk membawa jemaat pada suami yang sesungguhnya.

Kalau mau berbudi maka harus ada di sini:
Ulangan 4:5-6
4:5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.
4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

Jadi kita umat Tuhan harus tenggelam dan memahami nilai-nilai Firman di dalam kebenaran yang diangkat oleh pelayan Tuhan. Jangan kita bersikap dan bertingkah laku tanpa diatur oleh Firman. Jangan sampai logika yang jalan tanpa dituntun oleh kesantunan.

I Samuel 2:10
2:10 Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya."

Biarlah kita mau diatur oleh Firman Tuhan. Tuhan mengatur kita dengan Firman Tuhan lewat pemimpin, pelayan atau gembala yang bertanggung jawab.

I Samuel 2:10 (Terjemahan Lama)
2:10 Barangsiapa yang berbantah-bantah dengan Tuhan, ia itu akan dibinasakan kelak; Tuhanpun akan berguruh atasnya dari langit; Tuhan menghukumkan segala ujung bumi; hendaklah dikaruniakan-Nya kemuliaan kepada Raja-Nya dan ditinggikan-Nya tanduk Almasih-Nya!

Almasih itulah Mesias. Siapa Almasih? Itulah Yesus. Jangan sampai kita memiliki roh membantah Firman karena berangkat dari logika kita sehingga tidak mau mengakui kesalahan kita dan tetap merasa tidak bersalah, tidak berdosa sehingga akhirnya hilang dari hadirat Tuhan. Ini jangan sampai terjadi.

Keadaan bangsa Israel ini sudah dinubuatkan lewat nyanyian Hana setelah dia mendapatkan Samuel. Itu ada dalam I Samuel pasal 2. Dalam nyanyiannya dia ingat persis siapa yang suka membantah di dalam keluarga Elkana. Elkana mempunyai dua isteri, yang satunya adalah Penina. Penina selalu menekan Hana sehingga hati Hana gundah gulana. Ketika dia pergi ke Bait Allah di Silo, dilihat oleh imam Eli dia seperti orang mabuk yang berkata-kata sendiri. Tetapi Hana berkata dia tidak mabuk, dia menyatakan isi hatinya kepada Tuhan. Hati pilu dari Hana akhirnya dikaitkan dengan Mesias. Apakah kita tidak prihatin melihat keadaan sekarang? Mestinya kita prihatin dan keprihatinan kita itu kaitkanlah dengan Mesias, kaitkan dengan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Yeremia 2:10-11
2:10 Menyeberang sajalah ke tanah pesisir orang Kitim dan lihatlah; suruhlah orang ke Kedar dan perhatikanlah dengan sungguh-sungguh! Lihatlah apakah ada terjadi yang seperti ini:
2:11 pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya meskipun itu sebenarnya bukan allah? Tetapi umat-Ku menukarkan Kemuliaannya dengan apa yang tidak berguna.

Tuhan mengajar mereka untuk belajar pada orang Kitim dan Kedar. Apa yang mereka pelajari di sini. Mereka belajar seperti perkataan Tuhan Yesus supaya cerdik seperti ular.
Matius 10:16
10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Kecerdikan orang Kitim berakhir binasa, kecerdikan orang Kedar kemuliaannya hilang. Tetapi kita disuruh belajar pada mereka. Keteguhan mereka pada ilah mereka itu yang membuat Tuhan cemburu melihat mereka. Kalau ilah penduduk asli tanah Kanaan itu meminta anak mereka dan mereka ini tidak tanggung-tanggung menyerahkan anaknya. Tuhan melihat sedangkan kepada ilah/ iblis mereka bisa mengabdi luar biasa. Mengapa umatNya yang jelas-jelas beribadah kepada Tuhan yang nyata, yang menciptakan langit dan bumi, yang sudah menyatakan diri sebagai Suami mereka, mereka tidak serius dengan Tuhan. Ini pelajaran bagiku dan bagi saudara. Arah perjalanan kita sudah jelas, marilah kita serius dengan Tuhan.

Yeremia 2:13
2:13 Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

Sekalipun mengaku anak Tuhan atau hamba Tuhan tetapi kalau beribadah dengan membangun kebenaran diri sendiri maka hidup itu sudah dicap oleh Tuhan “meninggalkan Tuhan”. Kalau logika berjalan dan tidak tunduk pada kebenaran maka di hadapan Tuhan, orang itu sudah meninggalkan Tuhan. Nasib orang yang meninggalkan Tuhan pasti dipermalukan.
Yeremia 17:13
17:13 Ya Pengharapan Israel, TUHAN, semua orang yang meninggalkan Engkau akan menjadi malu; orang-orang yang menyimpang dari pada-Mu akan dilenyapkan di negeri, sebab mereka telah meninggalkan sumber air yang hidup, yakni TUHAN.

Yeremia 17:13 (Terjemahan Lama)
17:13 Bahwa Tuhan itulah pengharapan orang Israel! Segala orang yang meninggalkan Dikau itu kelak akan dipermalukan! Barangsiapa yang undur dari pada-Ku itu tersuratlah namanya dalam tanah, karena mereka itu sudah meninggalkan mata air hidup, yaitu Tuhan.

Orang seperti itu namanya sudah ditulis di dalam di tanah. Ketika Tuhan Yesus diperhadapkan dengan perempuan yang kedapatan berzinah yang diseret oleh orang farisi dan ahli Taurat ke Bait Allah dan mau dilepari batu, Tuhan Yesus hanya menunduk dan menulis di tanah.
Yohanes 8:6
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

Itulah sebenarnya keadaan mereka sebab mereka telah meninggalkan Tuhan seperti dalam Yeremia 17:13. Akibatnya mereka dipermalukan. Padahal Tuhan tidak bermaksud untuk mempermalukan kita tetapi supaya kita dipermuliakan.
Roma 10:11
10:11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."

Percaya di sini artinya mempercayakan diri kepada Tuhan. Banyak orang percaya tetapi tidak mempercayakan diri kita kepada Tuhan. Orang yang mempercayakan diri kepada Tuhan, tidak akan dipermalukan.

Tuhan telah berikan dalam benakku sebagai hamba Tuhan untuk bertanggung jawab. Bukan bertanggung jawab karena keluar masuk rumah saudara, tetapi bertanggung jawab untuk menyiapakan apa yang kita butuh agar kita melihat sasaran ke mana yang harus kita tuju.

Apakah saudara termasuk isteri yang cakap dan berakal budi? Isteri yang cakap lebih mahal dari permata. Sebab yang akan menjadi perhiasannya Tuhan Yesus adalah gerejaNya yang lebih mahal dari permata.

Tuhan memberkati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar