20161105

Kebaktian Doa, Sabtu 5 November 2016 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Yohanes 1:23
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."

Yang kita baca dalam injil Yohanes 1:23 adalah kesimpulannya, tetapi dalam Injil Lukas 3:4-5 ada perinciannya dan dikunci dengan ayat 6 di mana kita akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.

Ayat yang diucapkan oleh nabi Yesaya kurang lebih 2700 tahun yang lampau, digenapi ketika Yohanes Pembaptis hadir mendahului kedatangan Yesus yang hanya terpaut 6 bulan. Ayat ini bernubuat dan akan digenapkan pada zaman kita ini. Jadi kita sebenarnya penggenap dari ayat-ayat ini. Kalau kita terlibat dalam penggenapan berarti kita akan dipromosikan Tuhan menjadi Mempelai WanitaNya.

Yesaya 40:11
40:11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Promosi Tuhan terhadap Mempelai WanitaNya itu tidak bisa lepas dengan penggembalaan. Jadi kita bisa tampil sebagai Mempelai WanitaNya tanpa cacat cela dan kerut oleh karena pekerjaan Firman pengajaran dalam penggembalaan yang bukan hanya kita dengar tetapi juga kita praktekkan.

Untuk mencapai hal ini kita tidak boleh mengabaikan atau meremehkan penggembalaan. Apalagi kami hamba Tuhan, tidak boleh kami menggangap enteng penggembalaan yakni pelayanan Firman di tengah-tengah umat Tuhan. Itu suatu pergumulan ekstra bagi kami hamba-hamba Tuhan.

Coba kita lihat hasilnya kalau kita mau meluruskan jalan ini.
Yesaya 40:5
40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."

Penekanan kata “sungguh” di sini supaya umatNya jangan meragukan. Apalagi Tuhan mengatakan bahwa kemuliaan Tuhan akan disaksikan oleh semua umat manusia. Kemuliaan itu ada pada gereja Tuhan.
Yesaya 40:9
40:9 Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"

Tuhan langsung memberikan kepastian bahwa pemberita-pemberita itu mengajak untuk melihat Tuhan.

Yesaya 40:10
40:10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.

Ia datang dengan kuasa dan kekuatan berarti El-Shaday. Dia datang dengan upah jerih payahNya, berarti ini adalah hasil dari pelayanan hamba Tuhan yang seharga dengan Korban Kristus. Kami sebagai hamba Tuhan harus tahu nilai pelayanan kami. Makanya seorang gembala harus menjadi hamba Tuhan fulltimer, jangan menjadi hamba Tuhan fifty-fifty atau 50% kerja untuk Tuhan dan 50% kerja untuk dunia. Kalau kita dilayani pelayan yang fifty-fifty maka akibatnya orang itu akan nol, dia tidak akan ada dalam kemuliaan Tuhan. Tidak akan dia dipertontonkan Tuhan sebagai hasil jerih payahNya.

Ini pukulan untuk saya agar 100% kerja buat Tuhan dan taruhannya adalah iman. Yakin sungguh bahwa Tuhan yang memanggil, Tuhan pasti melengkapi segala kebutuhan.

Dikunci pada ayat 11, diingatkan nilai dari penggembalaan.
Yesaya 40:11
40:11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Pada kesempatan ini kita akan berbicara gunung yang diratakan. Ini bukan berbicara gunung-gunung secara jasmani di dunia ini.

1.      Kondisi tentang gunung ini dialami oleh Tuhan Yesus. Dalam Matius pasal 4 ketika dicobai oleh iblis, Yesus dibawa ke gunung yang tinggi. Di situ diperlihatkan kekayaan dunia dan ada anjuran dari iblis supaya menyembah dia maka dia akan memberikan semuanya itu. Jadi yang akan diratakan di sini adalah penyembahan kita, jangan sampai penyembahan kita salah. Ketika iblis menawarkan kekayaan dunia dan akan dia berikan asalkan Yesus menyembah dia maka saat itulah Yesus langsung berkata “enyahlah engkau”. Itu berarti diratakan, putus hubungan dengan roh jahat.
Di atas gunung iblis menawarkan kekayaan dunia kepada Yesus. Sekarang ini juga iblis menawarkan kemuliaan dunia kepada kita dan banyak kali ibadah pelayanan kita terganggu hanya karena melihat kemuliaan dunia. Itulah yang harus dibenahi dari kita sebab kalau tidak dibenahi kita akan dikalahkan oleh iblis. Melihat kemuliaan dunia hari-hari terakhir ini, jangan sampai kita dipikat. Padahal itu adalah siasat iblis untuk menghancurkan kita.

Gunung ini harus diratakan, jangan sampai kita kepincut. Anak muda juga perhatikan, jangan sampai karena kemuliaan dunia yang ditawarkan sehingga melepaskan kemuliaan yang disebutkan dalam Yesaya 40:5. Jangan tukar kemuliaan Tuhan yang dijanjikan Tuhan kepada kita dengan kemuliaan dunia.

Kalau ada roh yang berbisik seperti itu maka berdoalah kepada Tuhan dan usir iblis! Kapan iblis diusir oleh Tuhan Yesus? Ketika dia menawarkan kemuliaan dunia ini.

Banyak orang yang gugur imannya karena ditarik oleh kemuliaan dunia. Biarlah bukan kemuliaan dunia ini yang menjadi tujuan kita, tetapi kemuliaan Allah yang harus kita kejar. Kemuliaan ini yang dipaparkan lewat pengembalaan. Kalau saya sebagai gembala hanya mengejar kemuliaan dunia, menggarap ladang dan sebagainya, memang bisa berhasil. Tetapi saya mendapatkan kemuliaan dunia namun kemuliaan Allah hilang. Itu sebabnya sidang jemaat harus mengerti penggembalaan, saudara harus ada dalam penggembalan Tuhan lewat hamba Tuhan yang fulltimer yang mengerti tanggung jawabnya.

2.      Ketika bangsa Israel mau melewati wilayah Moab, ada Balak yang sedang risau. Karena Balak memakai kaca mata hitam sehingga melihat semua orang Israel hitam, artinya dia penuh dengan kecurigaan. Padahal Tuhan sudah mengatakan kepada Harun dan Musa “jangan kamu mengambil air minum dan makanan mereka, semuanya harus kamu bayar”. Namun Balak menyewa Bileam untuk mengutuk dari atas gunung baal, Pisga sampai di gunung Peor. Gunung kutukan inilah yang harus kita ratakan.

Jangan ada saling mengutuk satu dengan yang lain apalagi di dalam nikah. Itu yang harus kita ratakan lewat pekerjaan Firman, Roh dan Kasih agar kita tampil dalam kemuliaan dan Tuhan bangga mempromosikan “ini kekasihKu dalam kemuliaan”. Sebagai mana raja Ahasyweros bangga untuk mempertontonkan Wasti isterinya yang cantik, tetapi Wasti tidak mau. Akhirnya Wasti digantikan oleh Ester yang lebih cantik dari Wasti.

Sekarang ini Tuhan merindu untuk mempertontonkan saudara. Tetapi kalau kita tidak mau ditampilkan menjadi Mempelai Wanita Tuhan lalu menarik diri, maka akan ada orang lain yang akan menggantikan posisi saudara. Tuhan tidak akan kekurangan orang.

Olehnya itu jangan kita mengeluarkan bahasa kutuk sumpah serapah. Jangan roh Balak ada pada kita, gunung itu harus diratakan.

3.      Sialnya lagi, ada gunung yang lebih bebahaya.
Wahyu 17:9
17:9 Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,

Ada 7 gunung kemudian di atas gunung itu ada perempuan duduk di situ. Kalau saudara mengikuti sejarah dunia, Roma itu dibangun di atas tujuh gunung. Makanya julukannya adalah Urbaseptacollis. Ada perempuan duduk di situ.

Iblis menghentar gereja perlahan-lahan menuju ke sana, kalau salah arah kita akan jatuh di sana. Ini yang sedang kita hadapi dan lebih hebat dihari-hari terakhir ini. Kalau kita tidak mengerti rencana Allah kita bisa terjebak. Ini gerakan iblis yang hebat yang harus kita ratakan.

Roma artinya kekuatan, mereka bersandar pada kekuatan dan kemampuan manusia. Kalau kita tidak bersandar pada kekuatan Tuhan tetapi bersandar pada kekuatan kita manusia maka nanti bukannya didirikan di atas gunung yang paling tinggi yaitu Yerusalem Baru tetapi akan menemukan dirinya di urbaseptacollis.

Ternyata manusia dimanja dengan kekuatan ini sebab segala-galanya diberi, semuanya gratis asalkan berpihak kepada mereka. Tetapi Alkitab mengatakan itu hanya sesaat. Orang yang tadinya dimanja-manja akhirnya disembelih dan sisanya dibakar.

Kalau kita tidak mengerti gunung-gunung yang mencelakakan ini maka kita bisa terperangkap di dalamnya. Makanya kita mengikut Tuhan, beribadah dan melayani Tuhan motivasinya adalah “saya mau memiliki kemuliaan Allah”. Itu yang harus kita kejar, bukan kemuliaan dunia.

Mereka ini mengandalkan kemampuan manusia, bukan lagi mengandalkan kuasa Tuhan. Roma ini dulu ada dan akan datang lagi. Kekuasaan itu memang akan berjalan terus. Kalau gereja Tuhan tidak dicelikan matanya oleh Tuhan, maka akan jatuh ke sana.

Kepengurusan administrasi yang ketat itu juga berasal dari bangsa Romawi. Bukan berarti salah, itu bagus. Tetapi kalau sudah menekan orang lain itu sudah salah karena sudah seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus.
Markus 10:42
10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

Ini dunia, tetapi kalau ini ditarik masuk dalam gereja ini bahaya! Organisasi gereja manapun sekarang sedang mengarah ke sini dan sudah banyak yang menjalankan ini. Bila salah sedikit dipecat atau diberikan surat peringatan. Ini sudah lari dari Alkitabiah. Ini harus kita ratakan.

Kepengurusan yang disentralisasi itu juga berasal dari bangsa Romawi. Memang itu bagus kalau dipraktekkan di dunia karena berangkat dari bagaimana pengawasan dengan kekuatan sendiri. Namun kalau masuk dalam gereja itu sudah salah, sebab sumber inspirasi kita dalam gereja adalah Tuhan. Dialah yang mengatur kita lewat FirmanNya.

Tulisan latin yang kita gunakan juga berasal dari bangsa Romawi. Persoalan tulisan ini jangan sampai kita salah. Tuhan Yesus selalu mengajar “apa yang tertulis dan yang kau baca”.
Lukas 10:25-26
10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"

Yang ditulis dan dibaca itu harus jelas. Kalau ini tidak jelas maka harus diratakan.

Bahasa ini sudah dijadikan bahasa kejuruan. Contohnya saudara masuk dalam fakultas kedokteran, roh Roma sudah masuk di sana. Fakultas hukum, juga dasarnya dari sana. Maksudnya bahasa yang kita miliki ini jangan sampai salah kita gunakan. Roh Romawi ini masuk di mana-mana, di wilayah apapun dia masuk. Dan kelak akan muncul dalam penampilan Babel.

Di bidang militer adanya latihan terus menerus untuk mendapatkan ketahanan yang mantap itu berasal dari cara Romawi. Prajurit harus taat kepada komandannya, kata komandan ini berasal dari bahasa Romawi. Pangkat-pangkat itu juga berasal dari kata Romawi (kapten, mayor, jenderal).

Maksudnya ini disampaikan untuk menunjukkan bahwa roh Romawi ini merambat di mana-mana. Kalau kita tidak waspada maka kita dirangkul oleh roh Romawi ini. Kita harus hati-hati, jangan sampai kita beribadah mencari yang enak karena mendapat suplai perkara-perkara jasmani. Angka 666 ini harus kita waspadai.

Ini gunung yang terakhir yang dibicarakan oleh Tuhan yang membawa bencana bagi gereja.
Wahyu 17:7,9
17:7 Lalu kata malaikat itu kepadaku: "Mengapa engkau heran? Aku akan mengatakan kepadamu rahasia perempuan itu dan rahasia binatang yang memikulnya, binatang yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh itu.
17:9 Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk,

Dikatakan dulu sudah ada, kemudian tidak ada dan akan datang kembali. Gunung ini bergerak dengan tangan besi. Organisasi gereja boleh ada tetapi kalau dijalankan dengan tangan besi berarti itu sudah disusupi roh romawi.

Yang berikut adalah jalan yang berliku-liku. Jalan berliku-liku ini nuansanya penipuan. Kalau Tuhan sendiri berkata “jangan bergaul dengan penipu” berarti Tuhan sendiri tidak melirik lagi penipu.
Amsal 21:8
21:8 Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.

I Korintus 5:11
5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

Sebabnya jangan kita memiliki jalan yang suasananya penipuan. Kalau Tuhan menjauh dari kita karena melihat jalan kita adalah jalan penipuan, jangan kita kaget. Akhirnya orang seperti itu akan masuk dalam keadaan hidup segan mati tak mau.

Jangan sampai kita punya jalan berliku-liku. Bukan cuma menipu suami, menipu isteri, menipu anak, menipu orang tua, Tuhanpun berani dia tipu. Di mana Tuhan mengatakan “kamu telah menipu Aku”. Dalam persoalan mengembalikan perpuluhan. Yang tidak tahu mengembalikan perpuluhan dengan jujur jangan heran keadaannya hidup segan mati tak mau. Ketika saudara tidak mengembalikan perpuluhan dengan jujur maka saudara penipu di hadapan Tuhan. Saya harus terang-terangan sekarang ini! Karena kasihan kehidupan sauadara kalau menjadi penipu terus, kapan tertolong.
Maleakhi 3:8-9
3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

Firman ini datang pada orang Israel. Akhirnya mereka disamakan dengan bangsa-bangsa lain yang disebut Gowi (bangsa kafir).

Maleakhi 3:10
3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Perpuluhan itu kunci untuk saudara diberkati. Kalau saudara mau didampingi Tuhan dan Tuhan bergaul dengan saudara, jangan miliki roh penipuan. Kembalikan yang Tuhan punya. Jangan malah berkata “nanti gembala menjadi kaya” itu bukan urusanmu! Bagaimana mau masuk Sorga atau mau menjadi Mempelai Wanita Tuhan kalau penipu.

Saudara-saudara penipu, berhenti menipu Tuhan kalau mau diberkati Tuhan. Jangan saudara berpikir “saya akan menjadi kurang kalau mengeluarkan perpuluhan”. Justru engkau akan lebih miskin kalau tidak mengeluarkan yang 1 itu. Bukan karena yang 9 ini yang membuat saudara miskin, tetapi karena yang 1 itu yang membuat saudara miskin kalau tidak dikembalikan. Hanya dalam persoalan perpuluhan ini Tuhan izinkan “cobailah Aku”. Di sisi yang lain Tuhan melarang kita mencobai Tuhan. Mengapa kita tidak berani.

Mulai sekarang jangan kita menempuh jalan yang berliku-liku. Kalau menempuh jalan berliku-liku maka akan jatuh ke dalam lobang.
Amsal 28:18
28:18 Siapa berlaku tidak bercela akan diselamatkan, tetapi siapa berliku-liku jalannya akan jatuh ke dalam lobang.



Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar