20150114

Kebaktian PA Imamat, Rabu 14 Januari 2015 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Imamat 11:1-8 (binatang yang haram dan tidak haram)
11:1 Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka:
11:2 "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi:
11:3 setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan.
11:4 Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.
11:5 Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu.
11:6 Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu.
11:7 Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.
11:8 Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.

Ini adalah penjabaran tentang makan daging. Kita lihat lebih dahulu beberapa ruas waktu dari kehidupan manusia yang ada hubungannya dengan makanan. Yang kita baca ini terjadi pada zaman Taurat. Kita diperhadapkan dengan catatan Firman Allah tentang binatang yang haram dan yang halal.

Imamat 11:1-23 dan Ulangan 14:3-21, ada 3 penggolongan:
1.      Binatang yang ada di bumi baik berkaki empat, berkaki dua maupun yang melata.
2.      Burung-burung yaitu binatang di udara atau di langit.
3.      Binatang yang ada di bawah bumi (laut).
Di sana semuanya ada binatang yang halal ada yang haram.

Lebih dahulu kita melihat pembagian zaman tentang makanan mulai dari Adam sampai zaman gereja Tuhan sekarang ini.

1.      Sebelum manusia jatuh dalam dosa Tuhan memberikan makanan buah-buahan dan biji-bijian.
Kejadian 1:29
1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

Ini makanan nenek moyang kita yaitu Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa. Buah-buahan dan biji-bijian adalah ransum yang diberikan oleh Tuhan kepada Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa. Makanan ini untuk memberikan kekuatan kepada mereka sehingga mereka bisa menikmati berkat-berkatTuhan ada diatas mereka. Ada 6 hal yang mereka nikmati ketika mereka memakan makanan ini:
Kejadian 1:28
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

1)      Mereka diberkati
2)      Beranak cuculah
3)      Bertambah-tambahlah
4)      Penuhilah bumi
5)      Taklukkanlah itu
6)      Berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

Makanan itu adalah kekuatan yang diberikan Tuhan kepada mereka, itu adalah berkat supaya mereka beranak cucu, supaya bertambah-tambah, supaya memenuhi bumi dan untuk menaklukkan serta berkuasa. Jadi nilai makanan itu sangat luar biasa. Tidak mungkin mereka mampu untuk beranak cucu, tidak mungkin mereka mampu bertambah banyak dan memenuhi bumi, menaklukkan bumi dan berkuasa atasnya kalau mereka tidak mendapat makan (kekuatandariTuhan).

Mereka makan untuk hidup bukan hidup untuk makan, jangan dibalik. Kenyataannya sekarang di dunia ini dibalik, manusia hidup untuk makan bukan makan untuk hidup.

Itu adalah suasana manusia sebelum jatuh di dalam dosa. Mereka makan, diberkati dan supaya mereka beranak cucu, supaya bertambah, supaya memenuhi bumi, menaklukkan bumi dan berkuasa atasnya, tetapi mereka gagal dan tidak bisa meneruskan hal ini. Mengapa mereka bisa gagal? Karena ada pihak lain yang menyelinap masuk dan berhasil menghancurkan mereka. Ini kegagalan manusia pertama. Mereka sudah diberikan enam hal tetapi mereka tidak waspada sehingga ada yang menyelinap masuk dan mengakibatkan kegagalan dalam hidup mereka.

I Yohanes 3:8
3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

Kita mengatakan kita percaya Tuhan. Yesus datang untuk membinasakan perbuatan-perbuatan iblis. Apakah kita harus santai-santai saja? Adam dan Hawa ketika itu mereka ada di taman Eden toh mereka masih bisa berantakan, apalagi kita sekarang ini. Kita mengatakan sudah percaya Yesus dan Yesus sudah membinasakan perbuatan-perbuatan iblis tetapi kita santai-santai saja dan tidak mempunyai kewaspadaan sehingga iblis menyelinap dan akhirnya kita gagal dan hancur. Ini jangan sampai terjadipadadirikita.

Ketika akan masuk dalam pemberitaan Firman seringkali kita berkata “saatnya tiba kita akan mendapatkan pelayanan Tuhan”. Tetapi ketika Tuhan melayai kita, kita tidak memberikan respon yang positif. Ketika kita mendengar Firman kita mendengar pelayanan Tuhan, tetapi seringkali ketika mendapatkan pelayanan Tuhan tidak kita tanggapi dengan serius bahkan mukanya tidak enak saat mendengar Firman. Kalau sidang jemaat bisa dimaklumi tetapi kalau hamba Tuhan mendengar Firman lalu marah maka dia bukan hamba Tuhan! Hanya slogan dia hamba Tuhan! Mestinya dia mengerti ketika mendengar Firman berarti sedang dilayani Tuhan, masakan malah menampar/ marahterhadap yang sedang melayanikita.

Padahal ketika kita menerima Firman kita sedang menerima asupan dari Tuhan, kita sedang menerima buah-buahan dan biji-bijian supaya kita bisa menaklukkan bumi dan berkuasa atasnya. Dijauhkan Tuhan jangan sampai ketika kita mendengar Firman kita malah menista. Ketika mendengar Firman biarlah kita terima dengan hati merendah.
Amsal 23:26
23:26 Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.

Seharusnya ketika kita mendengar Firman kita menyerahkan hati kepada Tuhan maka kita akan merasakan enam berkat ini. Kita akan diberkati, kita beranak cucu artinya rohani berkembang, kita bertambah banyak berarti ada sesuatu yang kita penuhi dalam diri kita sampai sempurna dan kita berkuasa serta menaklukkan berarti mendapatkan kemenangan. Itu ada kaitannya dengan makanan buah-buahan dan biji-bijian yang adalah makanan Adam dan Hawa sebelum jatuh di dosa.

Jangan berkata “kalau saya dulu yang ada di taman Eden seperti Adam dan Hawa, saya tidak mau digoda oleh iblis”. Lebih baik kita mengaku kita sama saja dengan Adam dan Hawa. Ini yang banyak kali terjadi dalam diri kita, sudah salah malah mempersalahkan orang lain. Seringkali kita juga gagal karena ketika Tuhan melayani kita, kita tidak mengambil sikap yang sangat hormat kepada Dia akhirnya kita gagal.

2.      Makanansesudah jatuh dalam dosa, maka inilah makanan Adam dan Hawa: (berlangsung 1500 tahun)
Kejadian 3:17-19
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Duri atausirpat artinya sengat. Tidak ada duri yang tidak menyengat. Setelah manusia jatuh di dalam dosa maka makanannya sudah sejajar dengan binatang  yaitu daun-daunan dan dari hasil usaha dirinya sendiri. Ini akibat manusia jatuh dalam dosa, makanannya daun-daunan dan dari hasil usahanya atau kekuatannya sendiri. Sebab itu kembali kepada debu. Kalau kita menikmati sesuatu atas dasar kekuatan kita sendiri dan tidak merasa itu ada hubungannya dengan Tuhan maka tidak heran orang itu kembali kepada debu, kembali pada asalnya. Padahal Allah maualihkanpada:
Filipi 3:20-21
3:20 Karenakewargaankitaadalah di dalamsorga, dandari situ jugakitamenantikanTuhanYesusKristussebagaiJuruselamat,
3:21 yang akanmengubahtubuhkita yang hinaini, sehinggaserupadengantubuh-Nya yang mulia, menurutkuasa-Nya yang dapatmenaklukkansegalasesuatukepadadiri-Nya.

Sudah jelas nenek moyang kita ini jatuh dalam dosa, memang mereka dikutuk untuk berusaha bantingtulang(usahanya sendiri). Tetapi kita melihat keseluruhan dari Alkitab, memang kita ada usaha tetapi jangan sampai kita bersandar pada kekautan kita karena kalau bersandar pada kekuatan kita maka dikatakan kita terkutuk, itu sebabnya kembali kepada debu. Tetapi kalau kita tahu kita sudah jatuh dalam dosa lalu kita berusaha di dalam kekuatan Allah, kita kembali kepada Tuhan dan memohon kepada Tuhan maka kita tidak akan kembali menjadi debu.

Kalau memang kita berpikir kita akan kembali kepada debu maka dalam usaha dan pekerjaan kita tidak usah kaitkan dengan Tuhan, kerja saja dengan kekuatan kita sendiri maka pasti akan kembali kepada debu.
I Tesalonika 4:14-17
4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.
4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

Apakah ada kalimat yang kita baca pada ayat di atas bahwa mereka kembali pada debu? Tidak, mereka dikumpulkan kepada Tuhan. Kita sudah jatuh dalam dosa dan sudah penuh dengan kesalahan, jangan kita berusaha dengan kekuatan sendiri dan sudah tidak mau tahu lagi akan Tuhan. Kalau merasa berkat yang diterima diperoleh karena kekuatan sendiri maka tidak heran kalau kembali kepada debu (debuartinyasia-sia) karena kena duri, kena sengat. Sengat dosa adalah maut.

Kita melihat akibat manusia jatuh dalam dosa maka mereka makan daun seperti binatang dan makan hasil usahanya sendiri.
Kejadian 1:30
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

Waktu Tuhan berkata dalam kejadian pasal 3 ini bukan berarti Tuhan tidak bertindak. Satu waktu Tuhan datang mencabut duri, mencabut sengat itu. Untuk melepaskan bangsa Israel dari Mesir, Tuhan memakai Musa dan Musa harus terlebih dahulu mengalami pengalaman duri. Untuk melepaskan kita dari belenggu dosa maka Tuhan Yesus harus mengalami pengalaman duri. KepalaNya memakai mahkota duri. TanganNya kena paku, itu duri. KakiNya dipaku, itu juga duri. LambungNya ditombak, itu duri. Sekujur tubuhNya kena cambuk, pada cambuk itu ada timah yang yang tajam seperti duri.

Kalau kita sudah menghayati dimana kita sudah diberi kemenangan oleh Tuhan, sengat maut itu dicabut oleh Tuhan. Maka kita bekerja bukan lagi dengan dasar kekuatan kita untuk memperoleh berkat sehingga kita tidak lagi berkata “ini berkat karena upayaku sendiri”. Kalau merasa itu karena hasil kekuatan sendiri maka pasti akan lupa akan Tuhan. Kalau merasa apa yang diperoleh itu karena kekuatan sendiri berarti kehidupan itu masih ada di bawah naungan kutukakankembalipadakesia-siaan.

Itu sebabnya berkali-kali diberitahu supaya jangan saudara berpikir ini karena hasil kekuatansaya sendiri. Kalau bertahan seperti itu maka saudara seperti debu di hadapan Tuhan dan akan kembali kepada debu sebab tidak ingat bahwa kekuatan dan kemampuan itu datang dari Tuhan.

Oleh sebab itu seberapa banyak kita menerima berkat Tuhan, katakanlah berkat itu kita terima karena kemurahan Tuhan. Buktikanlah bahwa saudara ada miliknya Tuhan, kembalikanlah miliknya Tuhan. Jangan saudara makan sendiri dan tidak mengembalikkan milik Tuhan, sebabbilatidak sama dengan mengundang kutuk.
Kejadian 3:17-19
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Di sini diajarkan kepada kita, kalau bersandar pada kekuatan sendiri berarti kita berada di bawah naungan kutuk.
Maleakhi 3:8-10
3:8 Bolehkahmanusiamenipu Allah?NamunkamumenipuAku.Tetapikamuberkata: "Dengancarabagaimanakah kami menipuEngkau?" Mengenaipersembahanpersepuluhandanpersembahankhusus!
3:9 Kamutelahkenakutuk, tetapikamumasihmenipuAku, yakamuseluruhbangsa!
3:10 Bawalahseluruhpersembahanpersepuluhanitukedalamrumahperbendaharaan, supayaadapersediaanmakanan di rumah-Ku danujilahAku, firman TUHAN semestaalam, apakahAkutidakmembukakanbagimutingkap-tingkaplangitdanmencurahkanberkatkepadamusampaiberkelimpahan.

Makanan yang dimakan manusia setelah jatuh di dalam dosa yaitu makanan daun-daunan dan dengan kekuatannya sendiri berlangsung selama 1500 tahun sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa sampai pada air bah. Cukup panjang waktunya manusia memakan makanan ini. Di sana duri atau sirpat itu bekerja keras dan memuncak pada zaman Nuh masuk dalam bahtera.

3.      Sesudah Nuh keluar dari Bahtera maka makanan manusia berubah, ini berlangsung selama 1000 tahun sampai zaman bangsa Israel keluar dari Mesir dan menerima Taurat di gunung Sinai.
Kejadian 9:1-4
9:1 Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.
9:2 Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.
9:3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau.
9:4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.

Perkataan Tuhan kepada Nuh ini kembali seperti perkataan Tuhan kepada manusia pertama sebelum jatuh dalam dosa. Seakan-akan Nuh dan keluarganya sudah tidak berdosa lagi. Sesudah air bah baru manusia diizinkan oleh Tuhan untuk makan daging. Ini terjadi setelah air bah.

6 hal yang diterima oleh Adam dan Hawa ini disuarakan lagikepada Nuhbahkanmakananbertambahjenisnya. Tetapi sayang mereka tidak bisa mempertahankan apa yang Allah telah berikan kepada mereka.

Mereka telah diperbolehkan makan daging hanya jangan dimakan bersama dengan darah. Jadi soal darah itu bukan nanti zaman Taurat tetapi sebelum zaman Taurat. Di dalam darah ada jiwa itu sebabnya dilarang Tuhan untuk di makan.

4.      Zaman Taurat
1000 tahun setelah zaman Nuh baru datang Taurat. Jadi setelah manusia jatuh dalam dosa ada 2500 tahun baru Musa menerima Taurat. Yang kita baca dalam Imamat pasal 10 itu adalah zaman Taurat. Ada dua hal yang Tuhan tonjolkan pada zaman itu yaitu yang halal dan haraml. Kalau berbicara halal dan haram itu menunjuk pemisahan. Yang dikatakan halal dan haram ini bukan terhadap buah-buahan tetapi terhadap daging baik yang di bumi, di udara dan di bawah bumi.Bahasa haram dan halal= bahasapemisahan.

Bicara tentang makan itu sama dengan berbicara persekutuan. Saudara makan dagingbuaya berarti bersekutu dengan buaya, saudara makan dagingayam berarti bersekutu dengan ayam.

Taurat itu berasal dari kata Tora yang artinya ajaran. Ada yang halal ada yang haram, halal artinya ajaran yang benar, haram berarti ajarantidakbenar (palsu).

Yang halal menunjuk kehidupan Kristen yang menerima Firman pengajaran, yang haram menunjuk kehidupan Kristen yang menolak pengajaran. Kalau berkata menerima pengajaran sehatmaka saudara pasti akan bersekutu dengan orang yang modelnya sama. Masakan saudara bersekutu dengan orang yang haram (yang menolakajaransehat).

Pembagian yang haram ini ada 3 hal:
1)      Tidak memamah biak dan berkuku ganjil.
Ini adalah kehidupan yang asli kafir, kafir tulen. Dia tidak peduli dengan Firman apalagi Firman pengajaran.
Ayub 21:14-15
21:14 Tetapi kata merekakepada Allah: Pergilahdari kami! Kami tidaksukamengetahuijalan-jalan-Mu.
21:15 Yang Mahakuasaituapa, sehingga kami harusberibadahkepada-Nya, danapamanfaatnyabagi kami, kalau kami memohonkepada-Nya?

Yesaya 30:11
30:11 menyisihlahdarijalandanambillahjalanlain, janganlahsusahi kami dengan Yang Mahakudus, Allah Israel."

2)      Berkuku belah tetapi tidak memamah biak.
Ini adalah Kristen setengah-setengah, berkata ada pendirian tetapi tidak memamah biak. Orang seperti ini mengaku ada pendirian tetapi ketika mendengar Firman dia malas untuk mengunyah, apalagi ketika pulang di rumah. Bahkan reaksi yang ada malah ada penolakan, bagaimana bisa memamah biak. Kepada kehidupan seperti itulah yang dikatakan jangan kita bersekutu. Boleh kita bersilahturahmi tetapi itu tindak menunjang kerohanian kita bahkan akan mengganggu rohani kita.

Apa yang ada di udara? Roh pendurhaka. Apa yang ada di bumi? Pemalsuan dan penipuan. Apa yang ada di atas bumi? Roh penghujatan.Yang ada di bawah bumi yang haram adalah belut karena tidak bersisik, belut ini licin. Ini menunjuk kelicikan yang ada di dalam gereja, itulah roh penghujatan.

Yang ada di udara yang haram adalah burung-burung yang besar, tidak dikatakan burung-burung yang kecil.

3)      Ada yang memamah biak tetapi tidak berkuku belah.
Orang seperti ini mengaminkan Firman tetapi pendiriannya tidak betul (tidakjelas/ labil).
Ibrani 12:8 (Terjemahan Lama)
12:8 Tetapi jikalau kamu tiada diajari, padahal semua orang mendapat bahagian itu, maka kamu anak haram, bukannya anak halal.

Ibrani 12:11-12
12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
12:12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;

Yang duluan dikuatkan adalah tangan. Mengapa tangan? Karena tangan ada hubunganya dengan pelayanan, ada hubungannya dengan makan.
Amsal 19:24
19:24 Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut.

Kelihatan seperti mau makan, ada hadir dalam ibadah tetapi tidak makan, tidak memahbiak.

Amsal 26:15
26:15 Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya.

Ini orang-orang yang tidak mau memamah biak tetapi kalau melihat gerakannya seperti mau makan. Contohnya saya hadir dalam ibadah tetapi hanya mencelup tangan di dalam pinggan tetapi tidak mau makan, kalau saya seperti itu berarti saya dikategorikan haram.

Kita harus seperti sapi yang berkuku belah dan memamah biak, memiliki pendirian yang benar dan mau makan Firman.

Dalam Ibrani pasal 12 setelah dikatakan persoalan haram maka Tuhan berbicara persoalan tangan yang ada kaitannya dengan makan (memamah biak) dan berbicara tentang kaki yang ada hubungannya dengan pendirian (kuku belah)

Inilah 3 ciri khas binatang yang haram.

5.      Dalam Konfrensi hamba-hamba Tuhan yang pertama pada tahun ±52 yang diadakan di Yerusalem dan dipimpin oleh Santo Petrus apa yang dikatakan persoalan makanan ini?
Kisah Para Rasul 15:7
15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.

Andaikata saat itu ada yang mendengar perkataan rasul Petrus ini lalu menanggapi miring, bisa saja ada yang berkomentar bahwa Petrus sombong dan mengedepankan dirinya tetapi pada waktu itu tidak ada yang berpikir begitu karena memang tidak bolehseperti itu dan semuanya menerima. Ketika konfrensi ini digelar yang boleh masuk hanya rasul-rasul dan penatua-penatua, jemaat ada di luar. Jadi kalau membicarakan kemurnian pengajaran tidak boleh dicampur dengan sidang jemaat, hanya hamba-hamba Tuhan.
Kisah Para Rasul 15:8-12,14
15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
15:9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
15:10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
15:11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."
15:12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.
15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.

Ternyata ada secara spesial bangsa kafir yang tadinya haram kemudian dipilih oleh Tuhan untuk menjadi umat bagi namaNya. Kalau kita adalah bangsa kafir yang dipilih oleh Tuhan demi namaNya maka dia akan mencelup tangannya dalam pinggan dan dengan gagah membawa makan itu ke mulutnya. Berarti dia tidak akan menolak penampilan Firman pengajaran karena hatinya bersukacita. Sebab atas diri kita sudah diserukan nama Tuhan.
Yeremia 15:16
15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Kisah Para Rasul 10:9-10
10:9 Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.
10:10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.

Ini terjadi ketika Petrus mau makan. Lagi-lagi disebutkan tentang persoalan makan.

Kisah Para Rasul 10:11-16,26-29
10:11 Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.
10:12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.
10:13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"
10:14 Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir."
10:15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."
10:16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.
10:26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja."
10:27 Dan sambil bercakap-cakap dengan dia, ia masuk dan mendapati banyak orang sedang berkumpul.
10:28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.
10:29 Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku."

Binatang-binatang ini menggambarkan manusia. Pada zaman Taurat ditunjukkan yang halal (boleh dimakan) dan yang haram (tidak boleh dimakan). Tetapi semuanya itu hanya gambaran.
Kolose 2:16-17
2:16 Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.

Jadi apa yang diceritakan oleh Imamat itu adalah bayangan. Yang halal itu adalah Kristen yang mempunyai pendirian kuat terhadap Firman dan dia memamah biak, dia tidak menolak Firman dan dia ulang-berulang menikmati Firman. Tetapi Kristen haram adalah kehidupan yang suka memamah biah, suka mengulang Firman tetapi pendiriannya tidak kuat, atau kehidupan yang sekalipun pendiriannya kuat tetapi tidak mau memamah biak, tidak mau makan Firman. Sialnya lagi kalau pendiriannya tidak kuat dan tidak mau lagi makan Firman.

Terhadap orang seperti itu Tuhan mengatakan jangan kita bersekutu, jangan kita ikutmenikmati apa yang dia nikmati. Boleh bersilahturahmi tetapi jangan bersekutu. Akhir zaman ini kita harus tegas!

Ketika bangsa kafir pengiringTuhanlewatpelayanan Petrus dan teman-temannya hanya ada 4 larangan yang berhubungandenganhalmakanan.
Kisah Para Rasul 15:20
15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.

1)      Jangan makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Berhala itu apa?
I Korintus 10:17-21
10:17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.
10:18 Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?
10:19 Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu?
10:20 Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.
10:21 Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.

Jadi berhala-berhala itu adalah roh-roh jahat dan bukan Tuhan. Makanya jangan kita bersekutu dengan berhala-berhala. Berhala ini disebut roh jahat dan ini ditaruh pada urutan yang pertama karena bangsa kafir memang ada sentuhan dengan itu. Itu sebabnya kita harus putus hubungan dengan itu.

2)      Percabulan
3)      Binatang yang mati dicekik
4)      Darah

Hal ini diulangi lagi:
Kisah Para Rasul 15:29
10:29 Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain?

Kita adalah umat Tuhan yang sangat berbahagia dari bangsa kafir lalu direkrut oleh Tuhan. Tuhan mengatakan “Aku akan memilih dari bangsa kafir suatu umat bagi namaKu”. Biarlah kita membawa diri kita ke sana. Jangan sampai kita menjadi anak Tuhan yang sukar memamah biak, sukar menerima Firman Allah.  Orang Kristen walaupun pendiriannya kuat tetapi tidak memamah biak, tidak mau makan Firman berarti dia sama dengan babi! Biarpun suka memamah biak tetapi pendirian tidak kuat berarti sama dengan keledai!

Itu yang harus kita waspadai di penghujung akhir zaman ini. Biarlah kita mencelup tangan kita ke dalam pinggan dan angkat dengan gagah perkasa ke dalam mulut. Pakai tangan untuk melayani sekaligus untuk makan, biarlah kita mempunyai pendirian yang tidak goyah.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar