20160824

Kebaktian PA Imamat, Rabu 24 Agustus 2016 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.


Pdt. In Yuwono mengatakan “konsekuensi pekabar mempelai adalah nikahnya sendiri”. Jadi pekabar itu sendiri akan melihat ada arah nikah yang jelas sehingga jemaat yang digembalakan juga merasakan hidupnya dibawa pada penggembalaan. Jadi kalau nikahnya tidak benar maka kasihan jemaat yang dia layani akan merana. Pentingnya fellowship sehingga kalau dapat di daerah-daerah ada tempat untuk persekutuan. Ciri khas dari kabar mempelai adalah persekutuan.

Di tempat-tempat di mana mengadakan fellowship konsekuensinya yang mengundang harus menyediakan makanan dan semuanya harus gratis. Dua makanan yang disiapkan yaitu makanan yang rohani dan juga makanan yang jasmani, semuanya cuma-cuma. Jadi berani kita mengadakan fellowship maka saya harus juga siap merogoh kocek untuk berkorban secara cuma-cuma. Setiap orang menunggu waktunya Tuhan, jangan seperti pisang masak dikarbit. Jangan masak paksa sehingga tidak enak.

Imamat 18:1-3
18:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
18:2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu.
18:3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka.

Bahasa Firman Tuhan ini disampaikan oleh Tuhan dari dalam kemah pertemuan setelah kemah pertemuan dibangun oleh bangsa Israel kurang lebih setahun mereka di kaki gunung Torsina. Berarti mereka ada di tengah perjalanan. Ada dua suasana yang Tuhan ingatkan kepada mereka.
Ø  Tuhan perlu mengingatkan masa lalu mereka di Mesir.
Ø  Tuhan mengingatkan masa yang akan datang di Kanaan.

Mengapa Tuhan perlu mengingatkan? Sebab kalau kita sudah tidak diganjal oleh masa lalu, hati-hati dengan masa depan. Sialnya lagi kalau kedua-duanya menghimpit. Itu sebabnya Tuhan perlu mengingatkan Musa, Harun dan umat pilihanNya. Setelah Tabernakel dibangun, Firman Tuhan beruntun datang terus menerus. Kita tahu kitab Imamat adalah kitab yang memberi tatanan soal ibadah. Agar hubungan kita dengan Tuhan jangan terganggu karena ada yang berinisiatif untuk mengganggu yaitu iblis, maka dua hal ini diingatkan oleh Tuhan.
Imamat 18:1
18:1 TUHAN berfirman kepada Musa:

Jadi Tuhan tidak langsung berseru-seru dari Tabernakel tetapi Tuhan berfirman lebih dahulu kepada Musa dan Musa harus meneruskan. Di sini Musa beruntung karena dia lebih dahulu dikoreksi dan diingatkan oleh Tuhan. Kalau kita terkoreksi Firman berarti kita beruntung. Tetapi seringkali ketika kena Firman yang mengoreksi, kita merasa tidak beruntung/menganggap itu suatu kerugian sebab sakit bagi daging.

Imamat 18:2-3
18:2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu.
18:3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka.

Musa Tuhan panggil supaya Tuhan berfirman kepadanya lalu dia bisa berbicara kepada umat Tuhan. Jadi dia beruntung sebab dia yang lebih dahulu diwanti-wanti oleh Tuhan. Keberuntungannya ini harus dia salurkan kepada umat Tuhan. Tetapi bagaimana kalau hamba Tuhan yang diberikan keberuntungan oleh Tuhan kemudian menganggap itu sebagai suatu kerugian, bagaimana dia bisa menyampaikan keberuntungan kepada jemaat. Adalah suatu hal yang tidak indah kalau pelayan itu sendiri yang justru menolak koreksi bahkan marah, bagaimana dia mau meneruskan Firman Tuhan kepada jemaat.

Tuhan memperlihatkan masa lalu supaya kita tidak mengulangi hal-hal yang terjadi di masa lalu. Itu sebabnya adalah sesuatu yang salah kalau diberi keberuntungan oleh Tuhan tetapi justru salah tanggap. Ini jangan terjadi dalam diriku dan dalam diri kekasih-kekasih Tuhan yang diberkati dan diberi keberuntungan oleh Tuhan.

Kita berada di ruas jalan akhir di mana gereja Tuhan yang merindukan akan disempurnakan, yang tidak mau dan tidak suka akan tinggal 3,5 tahun sengsara di tangan antikristus. Ibadah itu bukan sekedar gegap gempita nyanyian dan pujian, tetapi apakah kita sedang dibenahi oleh Tuhan untuk mempersiapkan kehidupan kita tanpa cacat cela dan kerut lewat Firman pengajaran dan Perjamuan Kudus, Roh Kudus dan kasih Tuhan yang kita nikmati dalam tiga macam ibadah.

1.      Masa lalu
Jadi masa lalu ini perlu diingatkan.
Imamat 18:3a
18:3a Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu;

Kalau mendengar ini harusnya mereka berpikir bahwa 400 tahun mereka ada di Mesir, mereka dibelenggu oleh berhala Mesir. Selama 400 tahun di Mesir mereka tidak pernah membangun mezbah untuk Tuhan karena mereka dijajah secara fisik dan secara rohani.

Tuhan berkata “ketika kamu di Mesir, kamu menjerit dan Aku mendengar. Sekarang Aku turun dan mengirim Musa kepadamu untuk membebaskan kamu. Sekarang Aku berbicara dari atas gunung Torsina supaya kamu membangun Tabernakel” Setelah Tabernakel dibangun Tuhan terus berbicara dari dalam ruangan maha suci. Salah satunya adalah dalam Imamat pasal 18.

Firman Tuhan ini mengingatkan agar mereka benar-benar terlepas dari belenggu. Secara fisik mereka sudah bebas dan tidak dijajah oleh Firaun, tetapi secara rohani mereka masih dibuntuti oleh rohnya Firaun, rohnya orang Mesir yaitu penyembahan berhala.

Orang-orang Mesir ini mengenal tiga macam ilah dan ilah-ilah ini yang merasuk hati orang Israel. Sudah di Kanaan, ilah ini masih merasuk orang Israel.
Yeremia 43:13;44:8
43:13 Ia akan memecahkan tugu-tugu berhala Bet-Syemes yang ada di Mesir dan akan menghanguskan kuil para allah Mesir itu dengan api."
44:8 Mengapa kamu mau menimbulkan sakit hati-Ku dengan perbuatan tanganmu, yakni membakar korban kepada allah lain di tanah Mesir yang kamu masuki untuk tinggal sebagai orang asing di sana? Mengapa kamu mau menjadi kutuk dan aib di antara segala bangsa di bumi?

Jangan kita sudah ditebus dari Mesir, ditebus dari dunia, tetapi masih membawa rohnya Mesir.

Ilah yang disembah bangsa Mesir, itu juga sudah disembah oleh bangsa Israel. Sehingga kalau menanam sesuatu dan tidak menghasilkan, bukannya mereka mengoreksi hubungannya dengan Tuhan tetapi malah mengoreksi bagaimana hubungan mereka dengan ilah-ilah Mesir.

Firman Tuhan ini datang berarti dalam kehidupan kita masih ada hal-hal seperti ini. Tuhan tidak ingin hubungan kita dengan Tuhan diganggu hal-hal semacam ini. Tuhan ingin hubungan kita dengan Tuhan itu murni.

Orang-orang Israel yang ada di Mesir, semuanya kena ilah-ilah ini. Itu sebabnya ketika Musa datang melawat mereka, maka mereka kaget dan terkejut bahwa ada Allanya Abraham, Ishak dan Yakub karena selama ini tidak pernah mereka mendengar. Allahnya Abraham, Ishak dan Yakub inilah yang menyelamatkan orang Israel dari Mesir dan juga yang menyelamatkan saudara dan saya.

Tuhan ingatkan lagi kepada kita tentang berhala Mesir ini supaya jangan kita terjebak. Jangan kita kena perangkapnya iblis sebab kalau terjebak bukannya masuk di Sorga melainkan masuk neraka.

Kalau bosnya berhala Mesir ini masih ada berarti ada Firaun maka itu menimbulkan keributan sebab Firaun adalah si tukang ribut.
Yeremia 46:17
46:17 Sebutlah nama Firaun, raja Mesir: Tukang ribut yang membiarkan kesempatan berlalu!

Mungkin sudah tidak ada berhala-berhala Mesir tetapi kalau ada kekerasan hati itulah yang menyebabkan keributan.

Sebetulnya diberikan kesempatan oleh Tuhan kepada Firaun tetapi dia tidak mau sehingga akhirnya orang Israel tambah dia siksa dan dia jajah. Kalau orang tua diberi kesempatan oleh Tuhan untuk terlepas lalu ia tidak mau, akhirnya nanti anak-anak yang dia jajah. Kalau suami diberikan Tuhan kesempatan untuk dilepaskan tetapi dia tidak mau maka akhirnya isteri dan anaknya dia jajah. Kalau isteri diberi kesempatan oleh Tuhan tetapi dia tidak mau, nanti suami dan anaknya dia jajah.

Keluaran 5:1-2
5:1 Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun."
5:2 Tetapi Firaun berkata: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi."

Ini konsekuensi kepada hamba Tuhan:
Keluaran 5:20-21
5:20 Waktu mereka meninggalkan Firaun berjumpalah mereka dengan Musa dan Harun, yang sedang menantikan mereka,
5:21 lalu mereka berkata kepada keduanya: "Kiranya TUHAN memperhatikan perbuatanmu dan menghukumkan kamu, karena kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk membunuh kami."

Maksud baik Tuhan kepada Firaun tetapi dia tidak menyambut dengan baik.
Roma 9:17
9:17 Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi."

Umat Tuhan seharusnya menyambut lawatan Tuhan ini. Tetapi ketika Firaun tambah beringas pada orang Israel, maka Musa dan Harun menjadi sasaran umpatan.
Keluaran 5:22-23
5:22 Lalu Musa kembali menghadap TUHAN, katanya: "Tuhan, mengapakah Kauperlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kauutus?
5:23 Sebab sejak aku pergi menghadap Firaun untuk berbicara atas nama-Mu, dengan jahat diperlakukannya umat ini, dan Engkau tidak melepaskan umat-Mu sama sekali."

Musa sebagai hamba Tuhan tidak lari mencari solusi yang lain tetapi ketika kesulitan yang dia hadapi dia lari kepada Tuhan.

Hidup yang lampau yang Tuhan katakan jangan lagi seperti itu, salah satu cirinya adalah tidak peduli terhadap Tuhan, tidak hirau Tuhan, tidak hirau ibadah, tidak hirau lagi pelayanan. Yang ada hanya selalu suka ribut. Orang-orang seperti ini Tuhan katakan “Aku sudah siapkan pedang bagimu”.
Yeremia 46:10-19
46:10 Hari itu ialah hari Tuhan ALLAH semesta alam, hari pembalasan untuk melakukan pembalasan kepada para lawan-Nya. Pedang akan makan sampai kenyang, dan akan puas minum darah mereka. Sebab Tuhan ALLAH semesta alam mengadakan korban penyembelihan di tanah utara, dekat sungai Efrat.
46:11 Pergilah ke Gilead mengambil balsam, hai anak dara, puteri Mesir! Sia-sia engkau memakai banyak obat, kesembuhan tidak akan kaudapat!
46:12 Bangsa-bangsa telah mendengar tentang celamu, bumi telah penuh dengan teriakmu, sebab pahlawan yang satu tersandung kepada pahlawan yang lain, keduanya rebah bersama-sama."
46:13 Firman yang disampaikan TUHAN kepada nabi Yeremia tentang datangnya Nebukadnezar, raja Babel, untuk memukul kalah tanah Mesir:
46:14 "Beritahukanlah di Mesir, dan kabarkanlah di Migdol! Kabarkanlah di Memfis dan di Tahpanhes! Katakanlah: Ambillah tempat dan bersiaplah, sebab sekitarmu habis dimakan pedang!
46:15 Mengapa Apis melarikan diri, tidakkah sanggup sapi jantanmu bertahan? Sungguh, TUHAN telah menundukkan dia!
46:16 Banyak dari padamu yang tersandung dan rebah, mereka berkata seorang kepada yang lain: Marilah kita pulang kepada bangsa kita, ke negeri kelahiran kita, untuk mengelakkan pedang yang merajalela ini!
46:17 Sebutlah nama Firaun, raja Mesir: Tukang ribut yang membiarkan kesempatan berlalu!
46:18 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Raja yang nama-Nya TUHAN semesta alam, ia akan datang seperti gunung Tabor yang menjulang di antara gunung-gunung lain, seperti gunung Karmel yang menganjur ke laut.
46:19 Siapkanlah bagimu barang-barang untuk perjalananmu ke pembuangan, hai puteri Mesir yang sudah lama menetap! Sebab Memfis akan menjadi sunyi sepi, dijadikan reruntuhan yang tidak berpenduduk lagi.

Tuhan ingatkan masa lalu di Mesir jangan sampai diulangi, jangan sampai dibawa-bawa. Kemudian Tuhan ingatkan masa yang akan datang. Kalau yang masa lalu itu dibawa-bawa dan ditambah lagi dengan apa yang ada di Kanaan, apakah ini tidak akan semakin berat. Jadi kedua hal itu maksud Tuhan supaya dijauhkan. Bagaikan Tuhan mendorong dengan tangan kiri hal-hal yang lalu jangan sampai terulang dan Tuhan mendorong dengan tangan kanan hal-hal yang akan terjadi di depan kita. Ini adalah kemurahan Tuhan kepada bangsa Israel dan juga ditujukan kepada kita yang hidup di akhir zaman ini.

Dalam Imamat pasal 18 hanya ayat 3 yang berbicara masa lalu yaitu perbuatan orang Mesir. Pada ayat-ayat selanjutnya berbicara daftar perbuatan orang-orang di tanah Kanaan sehingga tanah Kanaan itu memuntahkan mereka dan orang Israel di tempatkan di sana.

Hal-hal di masa lalu yang masih kita pegang dan masih kita bawa-bawa harus segera kita lepaskan karena Tuhan tidak suka. Hal-hal itu Tuhan ibaratkan seperti perzinahan rohani. Masa lalu ini yaitu berhala. Untuk kita sekarang berhala itu berbicara keras hati, kepala batu, keras tengkuk. Inilah kehidupan yang selalu ribut, suka menghadirkan keributan. Keributan ini bukan hanya ketika orang mau tidur lalu ada yang ribut menyanyi. Istilah ribut di sini adalah selalu menghadirkan perselisihan, pertentangan, peperangan. Itulah yang namanya ribut. Ini jangan sampai terjadi dalam diri kita.

Secara rohani kita sudah ada di Yerusalem Sorgawi tetapi secara lahiriah kita sedang berjalan ke sana. Jangan sampai kita dimuntahkan. Kalau dimuntahkan lalu diganti orang lain, tidak bisa lagi kita mengusur orang itu. Oleh sebab itu perhatikan supaya kita benar-benar bisa mengalahkan daging kita. Jangan sampai kita selalu tampil dengan kekerasan hati.

Kita mendengar lawatan Tuhan, mendengar ajaran Tuhan, mendengar teguran Tuhan tetapi mengeraskan hati. Itu sebabnya kenapa selalu ribut, karena tidak merealisasikan, tidak mempraktekkan Firman yang didengar. Kalau hamba Tuhan, mendengar Firman hanya dijadikan bahan untuk khotbah, itu suatu kesalahan.

Imamat 18:3a
18:3a Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu;

Tuhan ingatkan apa yang dahulu kita lakukan sebelum kita dibebaskan oleh Korban Kristus, sebelum kita mengalami pekerjaan penebusan secara pribadi. Mungkin kita berpikir “saya dulu sudah ditebus” padahal belum secara pribadi. Hanya karena papa mamamu Kristen makanya ikut masuk gereja. Penebusan itu harus dinikmati secara pribadi bukan karena menggandoli papa dan mama. Itu sebabnya dalam Alkitab tidak boleh diwakilkan, harus setiap pribadi mengerjakan itu.

Sekali lagi ditekankan, penebusan itu harus dialami secara pribadi. Jangan mengatakan “saya ini orang Kristen, saya orang percaya”. Harus dikoreksi percayamu itu bagaimana, apakah percaya secara pribadi atau hanya karena ikut papa dan mama. Oleh karena itu Tuhan mengajar kita untuk menerima Dia secara pribadi.

2.      Masa yang akan datang
Ini diingatkan sebab akibatnya fatal!
Imamat 18:29
18:29 Karena setiap orang yang melakukan sesuatu pun dari segala kekejian itu, orang itu harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.

Membaca ayat 6 sampai 20 itu mengerikan, makanya kita tidak usah baca dan renungkan saja sendiri.
Imamat 18:7-9
18:7 Janganlah kausingkapkan aurat isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu; dia ibumu, jadi janganlah singkapkan auratnya.
18:8 Janganlah kausingkapkan aurat seorang isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu.
18:9 Mengenai aurat saudaramu perempuan, anak ayahmu atau anak ibumu, baik yang lahir di rumah ayahmu maupun yang lahir di luar, janganlah kausingkapkan auratnya.

Kalau membaca lebih jauh ini soal kecemaran dan kenajisan. Tanah yang mereka tuju itu penduduknya hidup seperti ini sehingga akibatnya:
Imamat 18:25
18:25 Negeri itu telah menjadi najis dan Aku telah membalaskan kesalahannya kepadanya, sehingga negeri itu memuntahkan penduduknya.

Negeri itu memuntahkan penduduknya dan Tuhan memberikan tanah itu menjadi milik orang Israel.

Kenajisan inilah warna hidup banyak orang di Kanaan. Alkitab mengajarkan orang Israel supaya jangan seperti itu, tetapi apakah mereka dengar? Tidak! Contoh konkritnya adalah Ruben. Apa yang dilakukan oleh Ruben ini menyebabkan dia kehilangan hak dan berkat sulung.
Kejadian 35:22a
35:22a Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel.

Ketika itu Yakub membawa mereka ke negeri Kanaan. Ruben tidur dengan isteri papanya (Bilha). Hal ini berakibat fatal bagi Ruben dan keturunannya.

Ini berkat yang diucapkan oleh Musa.
Ulangan 33:6
33:6 Biarlah Ruben hidup dan jangan mati, tetapi biarlah orang-orangnya sedikit jumlahnya."

Ini berkat yang diucapkan oleh Yakub.
Kejadian 49:3-4
49:3 Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku dan permulaan kegagahanku, engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan.
49:4 Engkau yang membual sebagai air, tidak lagi engkau yang terutama, sebab engkau telah menaiki tempat tidur ayahmu; waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku!

Dia seperti air yang membual, seperti air yang menggelembung, seperti busa yang kosong. Ini nasihat Tuhan yang tajam untuk kita. Tuhan sudah memberikan isteri bagi yang sudah menikah, kenapa mau melirik lagi yang lain. Karena hal seperti inilah yang dikaitkan dengan masa lalu yaitu roh Firaun dan yang masa datang sehingga hebatlah keributannya.

Kejadian 49:4 (Terjemahan Lama)
49:4 bergelembunglah seperti dari air; maka tiada engkau lagi yang terutama, sebab engkau telah menaiki peraduan bapamu, engkau telah menajiskan peraduan nikahku, sebab engkau telah menaikinya.

Kalau menggelembung berarti hanya berisi angin. Orang yang hidup dalam kecemaran, nampaknya besar tetapi kosong di dalamnya kalau tidak berubah. Jangan terjadi hal seperti ini sebab akhirnya kehilangan hak dan berkat sulung.

I Tawarikh 5:1-2
5:1 Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung.
5:2 Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf.

Semuanya ini masih ada jalan keluarnya. Tuhan tidak hanya menunjuk kesalahan kita dan tidak ditunjukkan jalan keluarnya. Tuhan Yesus berkata “Akulah jalan kebenaran dan kehidupan”. Jadi Tuhan akan membuka jalan keluar dan berakhir dengan kehidupan.

Hidup orang Kanaan itu antara lain: perempuan berkelamin dengan binatang, laki-laki bekelamin dengan binatang, laki-laki bersetubuh dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan.
Imamat 18:22-23
18:22 Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.
18:23 Janganlah engkau berkelamin dengan binatang apa pun, sehingga engkau menjadi najis dengan binatang itu. Seorang perempuan janganlah berdiri di depan seekor binatang untuk berkelamin, karena itu suatu perbuatan keji.

Bahasa ini tidak enak didengar tetapi Tuhan mau meraih saudara dan saya. Kita sudah dari lumpur dosa tetapi Dia mau membenahi dan menolong. Dia mau kembali memulihkan kita sehingga bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Yang ada di dalam Wahyu 12:1, di sana terdiri dari pemabuk, pembunuh, pezinah tetapi yang sudah bertobat dan memberi diri dibaptis, kemudian memberi diri disucikan sehingga bisa masuk dalam persekutuan Tubuh Kristus. Berarti masih ada harapan.

Ayub 14:7-9
14:7 Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh.
14:8 Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu,
14:9 maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai.

Ayub 14:7 (Terjemahan Lama)
14:7 Bahwa bagi pohon yang sudah ditebang adalah lagi harap ia boleh bertumbuh pula dan tiada ia berhenti dari pada bertunas.

Ayat 7 ini baru tahap pengampunan. Ayat 8 ini adalah penyucian. Air itu berbicara Firman pengajaran.
Ayub 14:8 (Terjemahan Lama)
14:8 Jikalau akarnya menjadi tua di dalam tanah dan batangnya mati di dalam duli sekalipun,
14:9 apabila ia mendapat bau air, niscaya ia berpucuk pula, dan bertumbuh daunnya seperti pokok muda.

Berarti masih ada harapan, tetapi jangan kita hanya sampai pada pengampunan, harus ditingkatkan sampai pada penyucian. Pengampunan itu awal dan ditingkatkan dengan penyucian. Penyucian itu justru lebih menekankan hebatnya pengharapan di dalamnya. Walaupun sudah mati dan akarnya sudah busuk di dalam tanah tetapi bisa bersemi kembali. Secara ilmu botani tidak mungkin kalau akar sudah busuk dan batangnya sudah mati lalu mau hidup kembali. Tetapi ini menggambarkan manusia, walaupun hidupnya sudah hancur tetapi kalau masih mendengar Firman dan mau berdamai dengan Tuhan maka ada harapan penyucian terjadi dalam dirinya.

Tuhan tidak ingin kita kehilangan berkat sulung. Tuhan tidak ingin kita kehilangan tempat di mana persekutuan anak-anak sulung yang meriah yang ada di Yerusalem Sorgawi. Secara rohani kita sudah ada di sana. Makanya ayo tinggalkan perbuatan Ruben, itu jangan ada pada kita. Juga tinggalkan sifat Amnon yang menginginkan saudaranya sendiri yaitu Tamar, adik dari Absalom.

Ketika seorang natsir Allah yaitu Simson menikah dengan perempuan Timna, dia melihat ternyata isterinya itu lebih tunduk kepada 30 sahabatnya dari pada dia yang adalah suami yang luar biasa. Akhirnya Simson marah kepada isterinya dan dia kembali kerumah orang tuanya. Beberapa hari kemudian dia terkenang kembali pada isterinya dan dia ingin rujuk dengan isterinya dengan membawa anak kambing. Ini gambaran Korban Kristus. Kalau mau berdamai satu-satunya sarana kita adalah Korban Kristus.

Ketika sampai di rumah isterinya dan Simson mencoba untuk masuk ke kamar isterinya, bapak mertua melarang dia dan berkata bahwa isterinya telah diberikan kepada laki-laki lain lalu bapaknya itu menawarkan adik isterinya untuk dijadikan isteri Simson. Jadi ini cara orang Kanaan mudah menceraikan dan mudah untuk mengkawinkan lagi.
Hakim-hakim 15:1-4
15:1 Beberapa waktu kemudian, dalam musim menuai gandum, pergilah Simson mengunjungi isterinya, dengan membawa seekor anak kambing, serta berkata: "Aku mau ke kamar mendapatkan isteriku." Tetapi ayah perempuan itu tidak membiarkan dia masuk.
15:2 Kata ayah perempuan itu: "Aku telah menyangka, bahwa engkau benci sama sekali kepadanya, sebab itu aku memberikannya kepada kawanmu. Bukankah adiknya lebih cantik dari padanya? Baiklah kauambil itu bagimu sebagai gantinya."
15:3 Lalu kata Simson kepadanya: "Sekali ini aku tidak bersalah terhadap orang Filistin, apabila aku mendatangkan celaka kepada mereka."
15:4 Maka pergilah Simson, ditangkapnya tiga ratus anjing hutan, diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor.

300 ekor menjadi 150 pasang, ini nikah serigala. Jadi perilaku orang Kanaan adalah nikah serigala yang suka kawin-cerai lalu dikawinkan lagi. Saya mau berseru dalam nama Tuhan Yesus Kristus kepada pasangan suami isteri di sini, jangan nikah kita nikah serigala! Kita tahu serigala itu binatang buas yang sulit dikendalikan dan dia suka berteriak di tengah malam.

Angka 150 ini adalah angka penghukuman. Pada zaman Bapa telah terjadi, 150 hari bumi ditenggelamkan oleh Tuhan.
Kejadian 7:24
7:24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Pada zaman Anak itulah yang terjadi dalam Hakim-hakim 15:4. Pada zaman Roh Kudus penghukuman akan terjadi, 5 bulan mau cari mati tetapi tidak bisa mati.
Wahyu 9:5
9:5 Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

Alkitab ini memakai kalender Yahudi, dalam kalender Yahudi setiap bulan itu 30 hari. 5 bulan = 150 hari. Ini nanti akan dihadapi manusia di dunia ini, 150 hari mau mencari mati tetapi tidak bisa mati. Itu sebabnya jangan kita main-main dengan persoalan ini. Kalau Tuhan masing mengingatkan akan masa lalu terimalah! Kalau Tuhan ingatkan tentang masa yang akan datang, alangkah eloknya kalau kita melangkah untuk bertemu dengan Tuhan. 

Secara negatif angka 150 ini adalah angka kebinasaan, tetapi biarlah ini menjadi angka keberuntungan kepada kita. Biarlah ini menjadi angka pemeliharaan dan perlindungan Tuhan kepada kita.
Nehemia 5:17
5:17 Duduk pada mejaku orang-orang Yahudi dan para penguasa, seratus lima puluh orang, selain mereka yang datang kepada kami dari bangsa-bangsa sekeliling kami.

Seharusnya kita ada di sini, kita masuk dalam perjamuan. Jadikanlah angka 150 itu dari kutuk menjadi berkat untuk kita.

Wahyu 9:9-10
9:9 dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.
9:10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

Aniaya ini terjadi di zaman Roh Kudus dan kita hidup di zaman ini. Hati-hati, sebab ada menanti 150 hari, jangan sampai kita kenak itu. Supaya kita tidak kena itu jangan kita terima angka 666. Tetapi itu akan terjadi pada masa aniaya antikristus 3,5 tahun. Kalau sudah dicap 666 maka habislah orang itu, inilah orang yang sudah disengat oleh kalajengking.

Tetapi kenapa kita harus masuk pada aniaya antirkistus 3,5 tahun? Sebab keras hati dan tidak mau berdamai dengan Tuhan. Sehancur apapun hidupmu, berilah dirimu berdamai dengan Tuhan dan Tuhan akan mengampuni dan menyucikan sehingga siksaan yang terjadi di ujung zaman ini tidak kena pada saudara. Lihatlah hidupmu masa lampau. Apakah hidupmu seperti di zaman Mesir? Hidup seperti Firaun?

Kita sekarang sudah ada di Yerusalem Sorgawi.
Ibrani 12:22-23
12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

Jemaat anak-anak sulung, tidak ada lagi roh Ruben dan roh Esau di situ.
Ibrani 12:16-17
12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.
12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Imamat 18:3
18:3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka.

5 Pasal Imamat ini menekankan kekudusan:
Imamat pasal 18: Kudusnya pekawinan
Imamat pasal 19: Kudusnya hidup
Imamat pasal 20: Kudusnya umat Tuhan
Imamat pasal 21: Kudusnya para imam
Imamat pasal 22: Kudusnya kebaktian Korban

Mari sidang jemaat tinggalkan yang lampau dan waspadalah melangkah ke depan. Berdamailah dengan Tuhan, ciumlah bau air.



Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar