20160811

Kebaktian PA Kitab Yunus, Kamis 11 Agustus 2016, Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yunus 1:8-12,15-16
1:8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?"
1:9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan."
1:10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" -- sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.
1:11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora."
1:12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
1:15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.
1:16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

Lewat kisah nabi Yunus ini mengingatkan dan membangkitkan ingatan kita bahwa sungguh Tuhan itu ada dan benar-benar Tuhan berdaulat atas hidup kita. Kita tidak dapat melawan atau menjauhkan Dia sebab Dia berdaulat atas kehidupan kita dan bisa melakukan apa saja seperti yang Dia mau seperti yang Tuhan lakukan kepada nabi Yunus. Tuhan memperlihatkan kepada Yunus keberadaanNya dan wibawa kekuasaanNya. Yunus sadar atau tidak sadar melawan keabsahan Tuhan.

Dalam kisah nabi Yunus ini kita diingatkan oleh Tuhan bahwa hidup kita ini ada yang mengatur, ada yang berdaulat. Apa yang kita kerjakan, kena pada selera Tuhan atau tidak itu semua ada pada pandangan Tuhan, ada dalam rekaman Tuhan. Jangan kita mengentengkan keberadaan Tuhan bahwa sungguh benar-benar Tuhan itu ada.

Kita melihat ada 6 pertanyaan awak kapal dan penumpang kapal ini:
1.      Karena siapa kita ditimpa malapetaka ini?
2.      Apa pekerjaanmu?
3.      Dari mana engkau datang?
4.      Apa negerimu?
5.      Bangsa manakah engkau?
6.      Apa yang telah kau perbuat?

Jawaban Yunus dia mengatakan “aku seorang Ibrani, aku takut akan Tuhan Allah Yang Empunyai langit dan telah menciptakan lautan dan daratan”. Yunus tidak mengatakan Tuhan yang empunya langit dan bumi, tetapi yang dia tampilkan di sini tentang bumi langsung dia bagi dua “lautan dan daratan”. Ini semua punya makna bagi kita sekalian.

Ø  Aku seorang ibrani
Berarti dia memiliki kebanggaan terhadap hal lahiriah. Pertanyaan “karena siapa kita ditimpa malapetaka ini? Apa pekerjaanmu? Dari mana engkau datang? Apa negerimu?” tidak dia jawab, tetapi pertanyaan “bangsa manakah engkau?” itu yang dia jawab. Orang Ibrani atau orang Yahudi mempunyai suatu kebanggaan. Mereka merasa manusia kelas satu di dunia ini. Dia percaya hal-hal yang lahiriah, itu yang dia tampilkan.

Yunus hanya mengangkat bahwa dia orang Ibrani. Dia tidak sadar bahwa yang dia tampilkan itu terjadi karena wibawa Tuhan. Karena kekuasaan Tuhanlah yang memilih mereka menjadi umat pilihan Tuhan, mengapa mereka harus bangga.

Kebanggaan Yunus ini hanya kebanggaan yang lahiriah. Dia tidak menampilkan bahwa yang lahiriah ini terjadi karena perkara yang rohani yaitu karena pilihan Tuhan kepada mereka. Dia menjauhkan dan membelakangi Tuhan itu sendiri yang membuat mereka merasa menjadi bangsa pilihan Tuhan.

Bukan cuma orang Yahudi atau bangsa Ibrani. Seringkali manusia di dunia ini, yang diangkat adalah perkara-perkara yang lahiriah. Manusia menonjolkan “saya ini dari mana, saya ini keluarga siapa, saya ini keturunan dari mana” tetapi dia tidak tahu eksistensinya di situ tidak lepas dari tangan Tuhan.  Boleh saja kita mengatakan kita ini keturunan siapa, tetapi tidak boleh kita lupa hak absolute ada di tangan Tuhan. Keberadaan kita ada di mana itu karena kehendak Tuhan.

Jadi yang sebenarnya bukan keberadaan yang lahiriah yang harus kita tonjolkan. Tetapi kita harus menampilkan bahwa kita adalah anak Tuhan, warga kerajaan Sorga, kita adalah keluarga Allah dan yang bisa kita banggakan lebih jauh adalah kita membawa diri untuk menjadi pilihannya Tuhan. Karena tanpa Tuhan tidak ada arti apapun. Apapun keberhasilan kita, kita lahir dari marga apa, status apapun kita di dunia ini, kita harus sadar dari mana kita berada, hanya kemurahan Tuhan.

Sadarlah, nafas kita ini dari mana, kita mau bangga apa. Tetapi ketika manusia ini merasa ada di atas angin maka mulai lupa Tuhan, mulai abaikan Tuhan, mulai lalai, mulai bertingkah. Padahal kalau Tuhan menyatakan kedaulatanNya maka habislah kita, mau apa kita!. Makanya banggalah kita sebagai umat Tuhan yang memiliki Yesus, berbahagialah karena kita adalah kekasihnya Tuhan. Apalah arti perkara-perkara yang lahiriah.
Rasul Paulus ada tujuh hal yang bisa dia banggakan tetapi tidak dia banggakan.
Filipi 3:4
3:4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:

Kalau saja rasul Paulus membanggakan persoalah yang lahiriah dan menaruh kepercayaan pada hal itu maka dia pasti gagal. Tetapi puji Tuhan dia jumpa dengan Tuhan Yesus dan dia menyerah sepenuhnya dan menaruh hidupnya pada tangan Sang Pencipta.

Filipi 3:5-6
3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.

Tujuh hal yang sebenarnya bisa dibanggakan oleh rasul Paulus.
1)      Di sunat pada hari kedelapan.
2)      Dari bangsa Israel.
3)      Dari suku Benyamin. Di kalangan orang Israel kalau dikatakan dari suku Benyamin, itu sudah menjadi kebanggan karena raja pertama datang dari suku Benyamin.
4)      Orang Ibrani asli.
5)      Orang Farisi. Kalau pada waktu itu dikatakan golongan Farisi maka itu adalah orang-orang yang tidak bisa dilawan pemahamannya tentang kitab suci.
6)      Dia punya ketegasan kalau merasa ada yang salah
7)      Tidak bercacat dalam mentaati hukum Taurat.

Filipi 3:7
3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

Kebanggaannya secara lahiriah itu akhirnya dia anggap rugi karena jumpa dengan Tuhan Yesus. Tetapi orang Kristen sekarang ini malah terbalik. Kita ini sudah jumpa dengan Kristus Yesus, tetapi setelah memiliki yang lahiriah lalu dijadikan kebanggaan bahkan lupa Tuhan Yesus. Jangan setelah yang lahiriah kita rebut justru kita lupa Tuhan. Soal yang rohani jangan kita lupakan, jangan bangga soal yang jasmani.

Setelah Yunus membanggakan hal yang lahiriah dia dilemparkan ke laut. Siapa yang melemparkan Yunus ke laut?
Yunus 2:3
2:3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.

Tuhan yang melempar Yunus (hanya seharga sampah). Kalau Tuhan melempar kita bisa Dia memakai tangan siapa saja untuk menghancurkan kita. Oleh sebab itu kita harus waspada. Apapun yang kita terima secara lahiriah jangan sampai kita lupa Tuhan sehingga gagal masuk di Sorga. Yang lahiriah itu hanya kemuliaan di dunia ini, itu tidak menunjang kita masuk Sorga.

Paulus setelah menjadi hamba Tuhan, dia sebut tujuh kehebatannya soal yang lahiriah. Tetapi setelah bertemu dengan Tuhan Yesus dia mengatakan semuanya itu sampah. Sekarang ini kita sudah ketemu Tuhan Yesus, jangan sampai ketika capai doktor, Yesus dianggap sampah. Itu terbalik!

Akhirnya Tuhan mendemonstrasikan bahwa Tuhan berdaulat, Dia mau mengapa-apakan kita itu ada dalam kekuasaan Tuhan! Jangan kita main-main dengan Tuhan. Saya sebagai hamba Tuhan sangat pilu hati bila melihat ada anak Tuhan yang lupa Tuhan. Jangan sampai sebelum kita memiliki yang lahiriah kita cinta Tuhan, setelah memiliki yang lahiriah di tangan, Tuhan dilupakan. Awas, Tuhan itu tidak bisa kita permainkan.

Filipi 3:7
3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

Jangan kita balik, yang rugi kita katakan untung, yang untung kita katakan rugi.
Filipi 3:8
3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

Karena kebanggaan Yunus bahwa dia adalah orang Ibrani dan dia melupakan Tuhan maka Tuhan menunjukkan kepada Yunus dirinya seharga sampah (semua yang dia banggakan itu sampah).

Filipi 3:9-11
3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Rasul Paulus masih bergumul untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Jangan sampai kita gagal dan tidak masuk pada kebangkitan pertama, kalau seandainya kita mati. Tetapi kita minta kepada Tuhan supaya membawa hidup kita dalam penggembalaan yang benar supaya Dia datang kedua kali, kita diangkat hidup-hidup.

Bicara kebangkitan ada hubungannya dengan kelahiran baru/ berbicara kelahiran baru tidak lepas dengan kebangkitan, itu menimbulkan tiga golongan:
Kisah Para Rasul 17:3-4,32
17:3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."
17:4 Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka.
17:32 Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."

1)      Menolak
2)      Berkata “Lain kali saja baru kami mau mendengar lagi”
3)      Yang percaya dan menerima

Kita ini miliknya Tuhan, yang seharusnya patut kita berbangga karena kita dimiliki oleh Tuhan. Bukan kita berbangga atau mempercayakan diri pada hal-hal yang lahiriah.

Keuntungan bagi rasul Paulus adalah karena bersama dengan Kristus.
Filipi 1:21-26
1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
1:23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus -- itu memang jauh lebih baik;
1:24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.
1:25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,
1:26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

Kemegahan mereka dalam Kristus Yesus makin bertambah karena pelayanan Paulus. Jadi ketergantungan umat dengan gembala tidak bisa diabaikan. Tidak boleh kita menganggap enteng pelayanan hamba Tuhan sebab itu menentukan mati hidupnya rohani kita.

Ø  Aku takut akan Tuhan Allah Yang Empunya langit dan menciptakan lautan dan daratan.
Wahyu 14:6-7
14:6 Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum,
14:7 dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."
Laut di sini hubungannya dengan Firaun dan orang Mesir yang ditenggelamkan di dalam laut karena mereka mau menghambat orang Israel yang diarahkan oleh Tuhan unuk datang beribadah kepada Tuhan. Jadi kalau kehidupan yang sekarang menghambat dirimu dan menghambat orang lain datang kepada Tuhan maka dia terancam dengan laut.

Cukup hebat cara orang Mesir menghambat orang Israel sehingga Tuhan harus menjatuhkan 10 hukuman kepada mereka. Ketika orang Mesir ditenggelamkan Tuhan di laut, orang Israel sudah ada di darat. Di darat itu ada tanaman. Orang Israel itu bagaikan tanaman yang dikatakan menghasilkan buah bungaran.
Yeremia 2:3
2:3 Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN.

Kalau bicara buah berarti menunjukkan pohon yang bisa menghasilkan buah yang ada di darat, bukan berada di laut. Yang ada di laut adalah Firaun. Itu sebabnya jangan sampai kita seperti laku Firaun dan orang-orang Mesir. Jangan kita menghambat orang lain dan jangan menghambat diri kita sendiri. Ketika Musa datang menghadap kepada Firaun dan bercerita bahwa mereka bertemu dengan Tuhan. Lalu Tuhan itu menyuruh orang Israel keluar dari Mesir supaya beribadah kepada Allah maka Firaun berkata “aku tidak kenal dengan Allah itu”. Jadi orang yang percaya pada yang lahiriah dan membanggakan itu, akhirnya arahnya akan menolak Tuhan dan akan tenggelam di laut.
Wahyu 20:14-15
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Yunus 1:13
1:13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.

Apa yang mereka peragakan dengan sekuat tenaga ini karena mereka mengasihi Yunus. Bukannya ini sudah terbalik. Yunus tidak mengasihi orang kafir yaitu orang Niniwe, sedangkan orang kafir yang tidak mengenalnya justru mengasihi Yunus. Ini templakan bagi Yunus, dia mengenal Tuhan tetapi tidak mengasihi orang kafir. Dia disuruh untuk melayani orang kafir tetapi dia tidak mau.

Baru saat itu mereka mengenal Tuhannya Yunus, tetapi mereka dengan sekuat tenaga untuk menolong Yunus. Tuhan mengajar kita untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatanmu.
Markus 12:30
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Mereka sekuat tenaga mendayung untuk menolong Yunus karena Yunuslah yang memperkenalkan tentang Tuhan kepada mereka walaupun hanya sepintas. Yunus yang sudah bertahun-tahun dengan Tuhan justru menjauh dari Tuhan. Kisah Yunus ini adalah pembelajaran bagi kita. Kita yang sudah lama bisa terlempar seperti Yunus. Orang yang baru bisa saja bertumbuh melejit rohaninya.

Yang membuang Yunus ke laut adalah orang kapal. Tetapi dalam doa Yunus di dalam perut ikan dia mengatakan bahwa Tuhanlah yang sudah melemparkan dia.
Yunus 2:3
2:3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.

Yunus dilempar ke laut dan Tuhan sudah menyediakan solusi. Ini mengajar kepada Yunus bahwa Tuhan yang dia layani itu adalah Tuhan yang benar-benar ada. Dan ini pembelajaran kepada kita bahwa Tuhan itu berdaulat atas kita.

Jadi apa yang dibanggakan oleh Yunus, itu semua hanya seharga sampah termasuk dirinya sendiri. Naaman bangga dengan 6 hal yaitu kedudukannya, kebesarannya, kehormatannya, kemenangannya, keperkasaannya, kekayaannya. Dengan kebanggaannya ini dia hampir menolak Tuhannya Israel.
II Raja-raja 5:10-11
5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."
5:11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!

Karena kebanggaannya, Naaman merasa seperti direndahkan. Dia lupa bahwa kedudukan yang tinggi itu, sebenarnya yang patut ditinggikan adalah Tuhan kita Yesus Kristus, bukan kedudukannya. Kebesarannya, yang patut kita besarkan adalah Tuhan. Kehormatannya, yang patut kita hormati adalah Tuhan. Kemenangannya, yang patut kita muliakan adalah Tuhan karena Tuhan yang memberikan kemenangan kepada kita. Keperkasaannya, hanya Tuhan yang perkasa. Kekayaannya, semua yang ada di dunia ini Tuhan yang punya. Apa yang mau kita banggakan, perkara lahiriah yang kita miliki harus kita kembalikan kepada Tuhan. Jangan kita salah terhadap Tuhan.

Orang kafir yang baru mengenal Tuhan ini mempraktekkan kasih. Yunus yang sudah mengenal Tuhan tidak mempraktekkan kasih, disuruh menolong orang kafir dia tidak mau. Orang kafir ini mau menolong Yunus tetapi tidak digubris oleh Tuhan sehingga Yunus dibuang ke laut. Mereka tidak tahu itu cara Tuhan untuk menyadarkan Yunus. Jangan tunggu cemeti Tuhan dengan keras jatuh pada kita baru kita sadar.

Tuhan Memberkati.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar