20170824

Kebaktian PA Kitab Yehezkiel, Kamis 24 Agustus 2017 Pdt. Bernard Legontu




Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yehezkiel 3:16-27
3:16 Sesudah tujuh hari datanglah firman TUHAN kepadaku:
3:17 "Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.
3:18 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! -- dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
3:19 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
3:20 Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
3:21 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup, sebab ia mau menerima peringatan, dan engkau telah menyelamatkan nyawamu."
3:22 Maka di sana kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia berfirman kepadaku: "Bangunlah dan pergilah ke lembah, di sana Aku akan berbicara dengan engkau."
3:23 Aku bangun dan pergi ke lembah; sesungguhnya di sana kelihatan kemuliaan TUHAN seperti kemuliaan yang telah kulihat di tepi sungai Kebar, dan aku sujud.
3:24 Tetapi masuklah Roh ke dalam aku dan ditegakkannya aku, lalu Ia berbicara dengan aku, kata-Nya: "Pergilah pulang, kurunglah dirimu di dalam rumahmu.
3:25 Dan engkau, anak manusia, sesungguhnya, engkau akan diikat dengan tali dan akan dibelenggu, sehingga engkau tidak bisa keluar masuk di tengah-tengah mereka.
3:26 Dan Aku akan membuat lidahmu melekat pada langit-langitmu, sehingga engkau menjadi bisu dan tidak akan menempelak mereka, sebab mereka adalah kaum pemberontak.
3:27 Tetapi kalau Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu dan engkau akan mengatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan, sebab mereka adalah kaum pemberontak."

Harga nasihat itu seharga keselamatan jiwa orang yang dinasihati atau diperingati. Berarti nasihat atau peringatan itu nilainya mahal. Bukan hanya mahal karena seharga jiwa orang yang dinasihati itu tetapi juga mahal karena taruhannya adalah nyawa orang yang memberi nasihat.
Kolose 1:27-28
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

Tujuan akhir dari nasihat atau peringatan adalah mengangkat umat Tuhan itu sampai pada rohani sempurna.

Nasihat itu juga mahal sebab bisa saja yang diutus Tuhan menyampaikan nasihat itu membayar mahal karena taruhannya nyawa. Di dalam Alkitab kita menemukan orang yang menyampaikan nasihat atau peringatan itu justru dibunuh atau dipenjara.
II Tawarikh 24:19-20
24:19 Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.
24:20 Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu!"

Zakharia ini adalah anak dari orang yang pernah menyelamatkan raja Yoas. Namun Yoas malah mengadakan persepakatan untuk melontari Zakharia dengan batu.
II Tawarikh 24:21-22
24:21 Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN.
24:22 Raja Yoas tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: "Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!"

Harga nasihat itu justru dibayar oleh pemberi nasihat dengan nyawanya. Mereka lupa jasa-jasa dari orang tua Zakharia yang menyelamatkan raja Yoas yang diperingati supaya tidak melakukan perbuatan melawan Firman.

Yang menerima nasihat itu selamat, berarti nasihat seharga keselamatan orang itu. Yang tidak menerima nasihat maka harga nasihat itu seharga nyawa yang memberi nasihat.

II Tawarikh 25:15-16
25:15 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Amazia; Ia menyuruh seorang nabi kepadanya yang berkata: "Mengapa engkau mencari allah sesuatu bangsa yang tidak dapat melepaskan bangsanya sendiri dari tanganmu?"
25:16 Waktu nabi sedang berbicara, berkatalah Amazia kepadanya: "Apakah kami telah mengangkat engkau menjadi penasihat raja? Diamlah! Apakah engkau mau dibunuh?" Lalu diamlah nabi itu setelah berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa Allah telah menentukan akan membinasakan engkau, karena engkau telah berbuat hal ini, dan tidak mendengarkan nasihatku!"
Yeremia adalah nabi yang sampai diperas air matanya. Sampai dia mengeluh kepada Tuhan.
Yeremia 20:7-10
20:7 Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku.
20:8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari.
20:9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
20:10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!"

Nabi besar ini justru punya pengalaman pahit sampai putus asa untuk menyampaikan nasihat. Semestinya orang yang mendengar peringatan atau nasihat, harus menyambut seperti:
Amsal 3:11
3:11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.

Jadi harus buka lapang hati untuk menerima nasihat karena tujuan nasihat itu bukannya mengada-ada tetapi membawa umat yang dinasihati itu kepada kesempurnaan. Andaikata nasihat itu hanya tujuannya untuk hal yang sifatnya duniawi, itu lain hal. Di sini tujuan nasihat adalah untuk membawa orang yang dinasihati itu masuk pada kesempurnaan, tetapi banyak yang tidak menerima nasihat.

Kolose 1:27-28
1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

Ternyata nilainya luar biasa. Jadi kalau menerima nasihat maka yang dinasihati itu jiwanya selamat. Dan tidak hanya diselamatkan namun diberi arah menuju pada kesempurnaan. Ternyata penasihat ini paham persis isi dari nasihat. Kalau pelayan Tuhan menyampaikan nasihat tanpa mengerti tujuannya maka itu hanya sebatas kubur. Tetapi kalau pelayan itu mengerti tujuannya maka nasihat itu bukan hanya sebatas kubur tetapi menjadikan hidup yang dinasihati itu menjadi Mempelai Wanita Tuhan, alias tidak mati namun masuk pada penyingkiran gereja.

Tuhan ulang berulang memberikan pemahaman kepada kami supaya kami hamba Tuhan siap menanggung resiko. Sebab dua kali Tuhan menuntut nyawa orang itu kepada utusan Tuhan. Kalau dipikir kenapa hamba Tuhan yang menanggung resiko.
Yehezkiel 3:18
3:18 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! -- dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.

Kalau pelayan itu bisu, dia sudah melihat  bahwa hal itu mencelakakan orang itu tetapi tidak bicara maka Tuhan tuntut nyawa orang itu dari pelayan Tuhan itu. Itu yang jangan kami kerjakan.

Karena melihat cara mereka sudah menyeleweng, pekerjaannya sudah berseberangan dengan Tuhan maka kami nasihati agar jangan darah mereka dituntut Tuhan kepada kami dan tertanggung nyawanya pada orang itu sendiri.

Yehezkiel 3:20
3:20 Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.

Itu sebabnya beratnya tanggung jawab untuk menyampaikan Firman yang isinya peringatan dan nasihat. Apalagi dalam II Timotius 4:3-4 dikatakan akhir zaman ini penyelewengan hebat sekali. Coba bagaimana kalau tidak ada hamba Tuhan yang bisa melihat hal itu atau dia melihat tetapi bersikap sepi-sepi saja.

Tua-tua bersepakat untuk melawan dia dan ini menjadi pengalaman di akhir zaman ini. Orang yang dinasihati melontari batu kepada yang menasihati.
Mazmur 119:23-24
119:23 Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
119:24 Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.

Orang seperti ini ada harapan untuk sempurna. Bila kita menerima nasihat itu bukanlah rekayasa. Kalau hamba Tuhan melihat “hal ini bisa mencelakakan dia. Orang ini sudah bertindak berseberangan dengan kehendak Tuhan” lalu dia menyampaikan Firman dalam bentuk nasihat dan peringatan, seyogyanya kita sambut.

Itu sebabnya dalam Yehezkiel 3:27 dikatakan “siapa mau mendengar biarlah mendengar. Yang tidak mau mendengar, biarkanlah dia”. Jadi yang mau mendengar ini sebenarnya berbahagia. Jadi menerima nasihat itu selain ujungnya kesempurnaan, isinya juga kebahagiaan. Tidak hanya kebahagiaan, orang yang menerima nasihat atau mendengar peringatan Firman Tuhan itu juga akan ada dalam kemuliaan.

Iblis begitu licik. Dia tipu kita sehingga kita tidak bisa menerima nasihat. Ada apa sehingga orang tidak bisa menerima peringatan atau nasihat? Karena harga dirinya, dia merasa direndahkan. Dia merasa harga dirinya seperti diinjak-injak. Itulah sebabnya mengapa orang berat untuk menerima peringatan dan nasihat. Padahal tidak begitu, nilainya justru dibawa pada kesempurnaan, dia berbahagia dan ada dalam kemuliaan.

Wahyu 1:3
1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Makanya aneh sekali kalau orang diberi nasihat kemudian dia menolak padahal dia ditawari pesoalan kebahagiaan. Mendengar saja sudah berbahagia. Tadi dikatakan yang menerima dibawa pada kesempurnaan. Jadi sudah komplit, kemudian masih ditambah lagi dibawa pada kemuliaan.
Matius 17:5
17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

Jadi kita dibawa pada kebahagiaan, dibawa pada kesempurnaan dan bahasa yang didengarkan dalam kemuliaan adalah “dengarlah olehmu akan dia”. Jadi ketika kita mendengar suara Tuhan Yesus kita diangkat pada kebahagiaan, diangkat pada kesempurnaan dan kemuliaan. Kemuliaan di sini berarti tanpa cacat dan cela.

Aneh sekali orang yang menolak nasihat. Sangat gawat kalau orang menolak nasihat. Yang mendengar nasihat ini adalah orang yang berbahagia, ada dalam kemuliaan dan kesempurnaan. Itu adalah ciri orang yang ada di sebelah kanan yaitu domba. Menurut Yohanes pasal 10, domba-domba ini adalah orang yang suka mendengarkan Firman.

Domba walaupun hujan deras dia berada di padang dia tidak takut. Beda dengan kambing, bila hujan dia takut dan mengembik, maunya segera tuannya membawa ke kandang. Tetapi domba tidak takut. Itulah ciri domba, dia tidak takut pada hujan Firman pengajaran. Jangan kambing, begitu hujan Firman pengajaran turun, dia jadi ketakutan.

Kristen kambing itu di sebelah kiri dan domba itu di sebelah kanan.
Matius 25:31-33
25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Berarti domba dan kambing ini ada kaitannya dengan penggembalaan. Kambing ini tidak mau mendengarkan nasihat dan peringatan walaupuan ada di dalam penggembalaan, artinya ada dalam lingkup Kekristenan. Tetapi domba dia suka menerima nasihat Firman Tuhan. Karena dia suka menerima Firman, dia juga suka mempraktekkan.

Kalau berani menggunting bulu kambing maka tidak lama dia akan kurus dan itu bisa mati. Makanya kalau Kristen kambing ini jangan coba bicara korban apalagi bicara perpuluhan. Padahal perpuluhan itu adalah pengakuan bahwa diri kita adalah milik Tuhan.

Tetapi kalau domba, semakin lebat bulunya lalu tidak digunting maka itu justru menyusahkan dia. Makanya harus digunting tetapi cepat tumbuh lagi. Orang yang suka mendengar nasihat dan peringatan Firman, itu adalah ciri domba.

Yehezkiel sebagai utusan Tuhan sudah diperkenalkan pribadi Tuhan pada pasal 1. Pasal 2 dia benar-benar siap menerima komando. Pasal 3 dia sudah menerima komando tetapi belum tercurah penuh. Untuk menerima komando yang lebih hebat lagi dan menghasilkan dua sisi maka Yehezkiel dibawa oleh Tuhan ke lembah.
Yehezkiel 3:22
3:22 Maka di sana kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia berfirman kepadaku: "Bangunlah dan pergilah ke lembah, di sana Aku akan berbicara dengan engkau."

Walaupun pasal 3 dia sudah seperasaan dan sepikiran dengan Tuhan, tetapi Tuhan belum puas. Untuk lebih mantap lagi, maka Tuhan bawa di lembah. Artinya untuk menghadapi pelayanan yang menghasilkan dua sisi maka pelayan itu harus lebih mantap merendahkan diri. Kalau dia sudah sampai di sana maka dia akan lebih lagi dilengkapi oleh Tuhan dengan Roh Kudus.
Yehezkiel 3:23-24
3:23 Aku bangun dan pergi ke lembah; sesungguhnya di sana kelihatan kemuliaan TUHAN seperti kemuliaan yang telah kulihat di tepi sungai Kebar, dan aku sujud.
3:24 Tetapi masuklah Roh ke dalam aku dan ditegakkannya aku, lalu Ia berbicara dengan aku, kata-Nya: "Pergilah pulang, kurunglah dirimu di dalam rumahmu.

Ternyata ketika dia sudah ada di lembah, dalam suasana sungguh-sungguh merendahkan diri maka dia dilengkapi lagi oleh Tuhan dengan Roh Kudus. Kemudian Roh Kudus menyuruh dia pulang ke rumah. Tetapi ada wasiat di sini. Kalau hamba Tuhan sudah seperti ini maka akan terjadi pembiaran.
Yehezkiel 3:27
3:27 Tetapi kalau Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu dan engkau akan mengatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan, sebab mereka adalah kaum pemberontak."
Kalau utusan Tuhan itu benar-benar sudah ada pada kerendahan maka ini akan menghasilkan dua hal:
1.      Berbahagia, penuh kemuliaan dalam kesempurnaan → bagi yang menerima.
2.      Mengalami pembiaran, kalau dibiarkan maka itu bencana → bagi yang menolak.

Hamba Tuhan ini harus datang di tempat paling rendah yaitu di lembah, dan pada ayat 23 dikatakan dia melihat kemuliaan yang pernah dia lihat. Ketika kita merendahkan diri serendah-rendahnya maka kemuliaan Tuhan pasti kita nikmati.
Yeremia 3:23-24
3:23 Aku bangun dan pergi ke lembah; sesungguhnya di sana kelihatan kemuliaan TUHAN seperti kemuliaan yang telah kulihat di tepi sungai Kebar, dan aku sujud.
3:24 Tetapi masuklah Roh ke dalam aku dan ditegakkannya aku, lalu Ia berbicara dengan aku, kata-Nya: "Pergilah pulang, kurunglah dirimu di dalam rumahmu.

Ketika dia sudah dalam kondisi seperti ini, maka pelayanan hamba Tuhan ini, aktivitasnya di tengah-tengah umat Tuhan yang pemberontak, dibatasi Tuhan. Bahkan mulutnya menjadi bisu. Jadi ruang geraknya dibatasi oleh Tuhan, kemudian mulutnyapun disumbat oleh Tuhan. Inikan gawat, kalau ada hamba Tuhan di tengah kita kemudian ruang geraknya sudah tidak bebas dan dia menjadi bisu, itu mencelakakan jemaat yang ada di situ. Jangan terjadi pada kita. Ini menggambarkan yang sesungguhnya inilah keadaan Israel yang menyumbat mulut Hamba Tuhan yang diutus untuk sampaikan Firman Allah.

Kita lihat pada pasal 24 mulut Yehezkiel dibuka kembali. Jadi cukup lama Yehezkiel harus membisu.
Yehezkiel 24:24-27
24:24 Demikianlah Yehezkiel menjadi lambang bagimu; tepat seperti yang dilakukannya kamu akan lakukan. Kalau itu sudah terjadi maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan ALLAH.
24:25 Dan engkau, anak manusia, bukankah begini akan terjadi? Pada hari Aku mengambil dari mereka benteng mereka, perhiasannya yang menggirangkan hatinya, kenikmatan matanya dan yang dirindukan jiwanya, anak-anak mereka lelaki dan perempuan,
24:26 pada hari itu juga akan datang seorang yang terluput membawa berita kepadamu.
24:27 Pada hari itu mulutmu akan terbuka dan engkau akan berbicara kepada orang yang terluput itu dan tidak lagi tetap bisu. Dengan demikian engkau menjadi lambang bagi mereka dan mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN."

Di saat Yehezkiel membisu, di saat Yehezkiel tidak ada ruang untuk bergerak. Maka ada enam hal yang dikuras oleh Tuhan dari orang Israel.
1.      Benteng diangkat.
2.      Perhiasan diambil.
3.      Kenikmatan diambil.
4.      Yang dirindukan jiwanya diambil.
5.      Anak laki-laki diambil.
6.      Anak perempuan diambil.

Jadi kalau hamba Tuhan sudah membisu di dalam sidang jemaat, kalau sudah Tuhan kurung, hamba Tuhan tidak ada lagi pembukaan rahasia Firman, ini malapetaka bagi jemaat.

1.      Benteng diambil oleh Tuhan, berarti tidak ada perlindungan lagi oleh Tuhan. Kalau jemaat menolak nasihat dari hamba Tuhan maka dia kehilangan perlindungan.

2.      Bukan hanya kehilangan perlindungan tetapi kehilangan perhiasan. Bagaimana kalau perhiasan diambil, padahal gereja Tuhan digambarkan bagaikan Yerusalem yang berhias bagi Suaminya. Berarti kalau perhiasan diambil maka dia tidak bisa menjadi Mempelai Wanita Tuhan, artinya dia kehilangan kemuliaan.
Wahyu 21:11
21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

Kalau perhiasan diambil berarti orang itu tidak ada harapan untuk menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

3.      Kenikmatan diambil. Yang dimaksud di sini bukan kenikmatan jasmani. Tetapi yang nikmat di sini adalah Firman Tuhan. Berarti dia tidak akan lagi menikmati nikmatnya Firman. Makanya tidak heran Tuhan katakan “kalau mereka tidak mau mendengar biarkan saja” sebab sudah dicabut kenikmatannya. Kalau gereja Tuhan sudah tidak mau menikmati Firman maka satu waktu akan Tuhan cabut kenikmatannya.
Mazmur 16:11
16:11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Yang nikmat yang ada di tangan kanan Tuhan adalah Firman Tuhan. Bila tidak mau mendengarkan suara Tuhan, kekasihmu dan kekasihku, maka dicabut hak untuk menikmati Firman.

Yesaya 55:2
55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

4.      Yang dirindukan jiwamu. Menurut Kidung Agung yang dirindukan hati itu adalah kekasih.
Kidung Agung 5:2-6
5:2 Aku tidur, tetapi hatiku bangun. Dengarlah, kekasihku mengetuk. "Bukalah pintu, dinda, manisku, merpatiku, idam-idamanku, karena kepalaku penuh embun, dan rambutku penuh tetesan embun malam!"
5:3 "Bajuku telah kutanggalkan, apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula?"
5:4 Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku.
5:5 Aku bangun untuk membuka pintu bagi kekasihku, tanganku bertetesan mur; bertetesan cairan mur jari-jariku pada pegangan kancing pintu.
5:6 Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya.

Baru bangkit kerinduan hatinya tetapi kekasih sudah pergi, itu sama dengan dicabut kerinduan. Jadi kalau sekarang ini masih ada kesempatan untuk meningkatkan minat kasih kita kepada Tuhan kekasih kita, maka itu yang ditunggu oleh Tuhan.

Coba bayangkan kalau sekarang kita bertunangan dengan Tuhan lalu kemudian batal pernikahan kita dengan Tuhan dan Tuhan menikah dengan orang lain lalu kita hanya menjadi saksi mata. Sementara menjadi saksi mata, mata kita dicungkil antikrist. Itu menyakitkan!

5.      Anak laki-laki diambil
Berarti kita tidak ada hak mewarisi sebab hak waris diambil oleh Tuhan

6.      Anak perempuan diambil, berarti kesenangan diambil.

Kalau tidak mau mendengar Firman, tidak mau mendengar nasihat, tidak mau menerima peringatan maka akan terjadi enam perkara ini. Nanti Tuhan membuka mulut Yehezkiel tetapi yang enam ini sudah hilang.

Saya yang lebih dahulu bergumul, jangan sampai saya menjadi hamba Tuhan yang hanya ngomong doang lalu kehilangan 6 perkara ini.

Jangan sampai putus kasih kita dengan Tuhan. Untuk tidak putus maka dengarkan nasihat Tuhan.
Yehezkiel 3:27
3:27 Tetapi kalau Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu dan engkau akan mengatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan, sebab mereka adalah kaum pemberontak."

Jadi Tuhan tidak ada unsur pemaksaan, mau dengar silahkan, tidak mau dengar silahkan. Sebenarnya ini adalah uluran kasih Tuhan kepada kita. Seringkali kita hanya mengukur kasih Tuhan dengan Dia lahir di kandang Betlehem, tersalib di Golgota karena mengasihi kita. Itu memang benar, tetapi kasih Tuhan itu berkelanjutan dengan menjaga dan memelihara kita lewat FirmanNya, mari kita sambut sebab Dia mau bawa kita di pelaminan jangan tunggu kita diumbar oleh Tuhan.

Galatia 6:7-8
6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Tuhan tidak mau dipermainkan. Itu sebabnya kita yang ada sore hari ini, biarlah kita ada pada posisi merendahkan diri. Kalau hamba Tuhan pada posisi merendahkan diri lalu nasihatnya tidak ditanggapi maka itu justru mencelakakan orang yang menolak nasihat itu.

Untuk menerima Firman, Yehezkiel diberikan Tuhan persyaratan.
1.      Dia pergi ke lembah berarti merendahkan diri
2.      Dia diberikan kuasa Roh Kudus.

Ini berarti Yehezkiel tidak sembarangan lagi bergerak dan berbicara.

Israel ini sudah disebut kaum pemberontak. Ini jangan terjadi pada kita. Kita ini bukan kaum pemberontak. Kita bukan kambing tetapi kita adalah domba.

Tuhan Memberkati.

GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar