20180113

Kebaktian Doa, Sabtu 13 Januari 2018 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 3:7-10
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."
3:9 Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?"
3:10 Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?

Menyangkut lahir baru, itu adalah pelajaran dasar. Ada 6 pelajaran dasar dan yang ketujuh adalah pelajaran kesempurnaan. Atau ada 6 pelajaran mula-mula dan ada satu yaitu yang ketujuh merupakan pelajaran kesempurnaan. Jadi kelahiran baru ini masuk dalam pelajaran mula-mula.

Kita sudah sampai pada poin keempat yaitu penumpangan tangan. Ternyata penumpangan tangan ini bukan pelajaran yang dapat diremehkan. Sebab bila salah menerapkan berarti kelanjutan untuk sempurna hanya angan-angan. Jadi 6 pelajaran dasar itu harus tepat. Mulai dari iman, pertobatan, baptisan air dan penumpangan tangan.

Kali ini kita bicara poin kelima yaitu kebangkitan orang mati. Poin keenam adalah hukuman kekal. Hal ini harus dimengerti oleh gereja Tuhan. Apalagi kami hamba Tuhan. Kalau kami tidak matang soal ini bagaimana kami bisa meneruskan dan menjabarkan kepada jemaat. Dan bagaimana jemaat bisa mengerti apa kebangkitan orang mati ini.

Kebangkitan orang mati ini juga diberi tanda dengan kebangkitan Yesus. Kebangkitan Yesus itu adalah bukti bahwa akan ada hukuman. Jadi kebangkitan dan hukuman yang kekal itu digandeng. Bukan hanya kebetulan itu disebutkan bersamaan di dalam Ibrani pasal 6.
Ibrani 6:1-2
6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
6:2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.

Kebangkitan orang mati dan hukuman kekal itu berurutan dalam Ibrani pasal 6. Kebangkitan Yesus Kristus itu sebagai bukti bahwa ada hukuman kekal.

Kisah Para Rasul 17:31
17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."

Jadi kebangkitan orang mati dan di sini disebut kebangkitan Kristus, sebagai bukti bahwa ada satu hari yang sudah Tuhan tentukan bagi hukuman atau penghakiman bagi manusia. Jadi kebangkitan Kristus adalah bukti bahwa ada penghakiman Tuhan. Itu sudah Tuhan tentukan oleh Yesus yang dibangkitkan itu.

Jadi penghakiman atau penghukuman ada di tangan Yesus Kristus. Kekuasaan ini dibuktikan lewat kebangkitanNya, maka supaya kita tidak dihukum dan tidak dihakimi, oleh kebangkitan Yesus Kristus inilah yang membuka kesempatan bagi saya dan saudara untuk dilahirkan kembali.

Tanpa kebangkitan Kristus tidak ada kelahiran baru. Jadi kebangkitan Kristus memberi kesempatan kita lahir baru supaya kita tidak dihukum. Karena hukuman atau pengadilan itu dipegang oleh Yesus. Bukti Dia berhak memegang kekuasaan ini adalah kebangkitanNya.
I Petrus 1:3
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

Kalau mau luput dari hukuman kekal dan penghakiman, harus lahir baru. Lahir baru kita peroleh karena adanya kebangkitan Kristus.
Matius 3:7
3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Mungkin siapapun yang namanya pengikut Kristus mengatakan “saya mengakui kebangkitan Kristus Yesus”. Tetapi di mana buktinya. Bukti kita mengakui Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati adalah saudara memberi diri dilahirkan kembali atau lahir baru (dibaptis).

Kalau anda tidak memberi hidup lahir baru, dilahirkan kembali oleh kebangkitan Kristus maka saudara sama dengan orang Saduki. Makanya orang Saduki tidak percaya tentang kelahiran baru dan tidak percaya tentang kebangkitan orang mati. Walaupun ada orang Saduki yang memberi diri dibaptis, tetapi paham Saduki pada umumnya tidak percaya kebangkitan orang mati.

Paham Stoa dan Epikuros juga tidak mengakui kebangkitan orang mati. Sehingga ketika rasul Paulus di panggung areopagus, dia menceritakan pribadi Yesus. Ketika sampai pada kebangkitan Kristus, mereka berkata “nanti lain kali baru kami mau dengar” karena Paulus berbicara tentang kebangkitan orang mati. Kemudian mereka bubar semua, tetapi ada juga beberapa orang yang percaya antara lain Damaris, Dionisius, dll.

Jadi bicara tentang kebangkitan orang mati ini adalah berita yang dilawan iblis mati-matian. Itu sebabnya soal kelahiran baru ini begitu kuat iblis menghadang manusia, sehingga tidak mau dilahirkan baru dan tidak mau dibaptis sesuai Firman Tuhan. Itu jangan saudara anggap enteng, itu kerjanya iblis. Karena iblis menipu (sebarkan kebohongan) bahwa Yesus tidak bangkit, Dia hanya dicuri murid-muridNya. Iblis memprovokasi imam besar dan serdadu-serdadu.
Matius 28:11-15
28:11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
28:12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
28:13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
28:14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
28:15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Dulu kita juga begitu berat untuk bicara kelahiran baru dan masuk dalam kelahiran baru, itu karena back groundnya iblis. Iblis tidak mau kita dilahirkan kembali dan tidak diizinkan mengalami kebangkitan bersama Yesus dan tetap dalam penghukuman Tuhan.

Rasul paulus mengatakan kalau Yesus tidak dibangkitkan maka sia-sialah iman kita dan kitalah yang paling celaka dari semua manusia. Syukur Kristus dibangkitkan dari antara orang mati. Dengan kebangkitanNya ini maka Dia memegang wewenang atau mandat untuk menghakimi manusia yang tidak percaya kebangkitan Yesus karena orang itu tidak percaya
keIlahian Yesus. Orang yang tidak percaya keTuhanan Yesus makanya dia tidak percaya kebangkitan Yesus.

I Korintus 15:12-22
15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
15:13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus -- padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
15:16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
15:18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
15:21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Kalimat terakhir ini ada dua hal pengertiannya:
1.      Kelahiran baru.
2.      Kebangkitan golongan pertama.

Kebangkitan orang mati kelak akan terjadi dalam dua golongan. Kebangkitan orang mati di dalam Kristus Yesus adalah menjelang kerajaan 1000 tahun atau sesudah aniaya 3,5 tahun. Kebangkitan yang kedua adalah untuk orang yang tidak percaya Kristus Yesus terjadi sesudah kerajaan 1000 tahun. Makanya oleh kebangkitan Yesus, menentukan satu hari untuk menghakimi orang yang tidak percaya kepadaNya

Bicara tentang kebangkitan orang mati ini, kita harus punya pandangan yang lebih jauh. Harus ada usaha kalau benar kita ini percaya bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati. Kita harus ada usaha untuk hidup benar di hadapan Tuhan.

Di pengadilan rasul Paulus bercerita:
Kisah Para Rasul 24:15
24:15 Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.

Orang benar ini adalah orang yang percaya Yesus dan lahir baru. Inilah orang yang dibenarkan. Orang yang tidak percaya Yesus maka dia tidak memperoleh kebenaran, tidak dibenarkan.

Kisah Para Rasul 24:16
24:16 Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

Ini adalah kesaksian rasul Paulus. Kalau benar saudara dan saya percaya ada kebangkitan orang mati dan kita ada peluang untuk dilahirkan kembali, maka setelah kita dilahirkan kembali oleh kebangkitan Kristus Yesus maka ada tindak lanjut kita bagaimana menata hidup ini dengan hati nurani yang murni, menjalani hidup ini dengan hati nurani yang murni. Itu dimulai ketika kita lahir baru.

Sebabnya lahir baru atau baptisan air itu bukan akhir perjalanan kita. Jangan berkata “selesai sudah, saya sudah lahir baru, saya sudah anak Tuhan maka otomatis sorga terbuka”. Tetapi mana tindak lanjutnya. Untuk memelihara dengan hati nurani yang murni ini adalah lewat pelajaran Firman Tuhan. Jangan kita merasa puas kalau sudah sampai lahir baru.

Sebabnya tentang kebangkitan orang mati, itu menjadi masalah besar. Kenapa disebut masalah besar? Sebab banyak orang yang menolak. Dia tidak menolak secara langsung kebangkitan orang mati, tetapi tidak memberi diri dibaptis itu sama dengan menolak. Sama dengan tidak percaya di dalam perbuatan. Mulut percaya tetapi perbuatannya tidak. Ini yang berbahaya.

Golongan Stoa dan Epikuros adalah ahli-ahli pikir yang tidak percaya tentang kebangkitan Kristus. Ini sama dengan Saduki. Saduki ini adalah satu kelompok di zaman Yesus yang merupakan orang-orang intelek.
Kisah Para Rasul 17:18,31
17:18 Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: "Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?" Tetapi yang lain berkata: "Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing." Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitan-Nya.
17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."

Dunia akan dihakimi oleh Yesus, yang mana sekarang Dia banyak dihinakan, banyak ditolak. Bahkan pengikut Kristus dibunuh di mana-mana.

Kisah Para Rasul 17:32-33
17:32 Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu."
17:33 Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.

Orang yang tidak percaya tentang kebangkitan, sama dengan tidak percaya tentang kelahiran baru, sama dengan tidak memberi diri untuk dibaptis dalam air dan Roh, mereka nanti ditinggalkan Tuhan.

Kisah Para Rasul 17:34
17:34 Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.

Ternyata ada juga yang percaya, tetapi yang tidak percaya itu ditinggal. Artinya kehidupan yang berbantah-bantah dengan kebenaran Firman, Tuhan tinggalkan. Dengan Paulus meninggalkan mereka berarti Tuhan meninggalkan mereka. Kapan lagi Paulus ada di Athena? Tidak pernah!

Olehnya bapak ibu yang diberkati Tuhan, kita jabarkan dalam diri kita hari-hari terakhir ini. Buktikan bahwa saudara menerima kelahiran baru. Karena kelahiran baru saudara dibayar mahal lewat kematian dan kebangkitan Kristus. Setelah saudara sudah lahir baru, apakah sudah cukup berhenti sampai di situ? Belum cukup. Rasul Paulus mengatakan “aku berusaha hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia”. Artinya supaya lestari kelahiran baru kita dan ada tindak lanjut kelahiran baru kita maka dijaga lewat Firman pengajaran. Firman pengajaran inilah yang membentuk hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan di hadapan manusia. Di hadapan Tuhan berarti di hadapan Mempelai Laki-laki Sorga dan di hadapan manusia berarti dihadapan sesama anggota Tubuh Kristus.
Kisah Para Rasul 24:15-16
24:15 Aku menaruh pengharapan kepada Allah, sama seperti mereka juga, bahwa akan ada kebangkitan semua orang mati, baik orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar.
24:16 Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

Dia belajar hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah/ Kepala dan manusia/ anggota Tubuh Kristus. Dia sudah berbuat begitu, tetapi toh dia tidak nyaman.
Kisah Para Rasul 24:5
24:5 Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani.

Bayangkan, orang mau belajar hidup murni di hadapan Tuhan dan manusia, percaya tentang kebangkitan, memberitakan tentang kebangkitan dan kelahiran baru tetapi dicap pembawa penyakit sampar. Dia tidak disenangi. Jadi untuk memberitakan kebangkitan Yesus dari antara orang mati dan memberitakan tentang kebangkitan orang mati, rasul Paulus mendapat label yang tidak enak. Dia dicap pembawa virus, dicap menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang beradab. Jadi mereka merasa beradab. Rasul Paulus mau hidup dengan hati nurani yang murni tetapi dia dibilangi tidak beradab, pembawa penyakit sampar dan dicap menimbulkan kekacauan. Itulah resikonya.

Kalau kita percaya Yesus bangkit dari antara orang mati maka beri dirimu dilahirkan kembali. Sesudah dilahirkan kembali, berusalah hidup dengan hati nurani yang murni. bawalah dirimu digembalakan agar menyenangkan Tuhan itulah kepala dan menyenangkan sesama anggota Tubuh Kristus. Harus ada tindak lanjut dari kehidupan kita.

Orang Saduki adalah orang yang tidak percaya tentang kebangkitan orang mati.
Kisah Para Rasul 23:6-8
23:6 Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: "Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati."
23:7 Ketika ia berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki dan terbagi-bagilah orang banyak itu.
23:8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

Namun untuk menyeret Paulus, orang Saduki dan orang Farisi ini kerja sama.

Ini sistem Tuhan bagaimana sesungguhnya mau menjangkau baik orang Farisi maupun orang Saduki. Tetap orang Saduki ini memang keras hati, karena mereka jalan dengan pikiran sendiri. Orang Saduki ini adalah kelompok yang memisahkan diri karena mereka terdiri dari orang cendekia, orang pandai-pandai.

Kalau di Athena ada golongan Stoa dan Epikuros. Mereka punya keyakinan bahwa Tuhan itu abstrak dan tidak konkrit. Makanya rasul Paulus melihat pada mezbah mereka tertulis “kepada Allah yang tidak kami kenal”. Makanya rasul Paulus memperkenalkan siapa Tuhan itu. Itulah Yesus yang dibangkitkan dari antara orang mati dan Tuhan sudah menyediakan satu hari untuk menghukum atau mengadili manusia di dunia ini. Jadi kebangkitan ini bukan hal yang bisa dientengkan/ diremehkan.

Untuk kita biarlah kita membuktikan bahwa kita menghargai kuasa kebangkitan.
Bilangan 15:37-38
15:37 TUHAN berfirman kepada Musa:
15:38 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan.

Ungu kebiru-biruan menunjuk kuasa kebangkitan Kristus. Kita sudah mendapat jubah kebenaran karena kebangkitan Kristus. Karena kebangkitan Kristus maka kita dibenarkan dan diberikan pakaian keselamatan dan jubah kebenaran.
Bilangan 15:39
15:39 Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN.

Berarti ada yang biasa tidak setia. Lama-lama jadi terbiasa. Padahal Tuhan berikan pakaian keselamatan dan jubah kebenaran (berarti ada kuasa kebangkitan) supaya jangan lagi kita biasa meninggalkan Tuhan.
Bilangan 15:40
15:40 Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu.

Jadi di ujung jumbai pakaian keselamatan dan jubah kebenaran itu ada tanda kebangkitan. Kita mendapatkan pintu terbuka untuk dilahirkan kembali oleh kebangkitan Kristus. Kalau itu sudah kita lakukan maka lihat sekelilingmu ada jubah yang saudara kenakan, ada pakaian yang saudara pakai ada tanda warna biru. Berarti ingat kelahiran kita di dalam Kristus itu karena kuasa kebangkitan Kristus mengelilingi engkau.  

Warna biru itu tanda kebangkitan. Karena kebangkitan Kristus maka saya bisa memiliki pakaian keselamatan dan jubah kebenaran. Maka kita harus selalu ingat Tuhan, selalu merenungkan untuk hidup berkenan kepadaNya.

Seperti Paulus mengatakan “aku berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia”. Kalau pun mati, kita akan dibangkitkan pada kebangkitan gelombang pertama. Jika tidak masuk dalam kebangkitan gelombang pertama maka pasti masuk dalam kebangkitan gelombang kedua. Kalau masuk dalam kebangkitan gelombang kedua berarti akan mengalami kematian selamanya (hukuman selama-lamanya).

Untuk mencapai kebangkitan gelombang pertama, ayo milikilah pakaian keselamatan, jubah kebenaran. Begitu saudara melangkah, lihat benang biru, ada tanda kebangkitan Kristus yang menyertai kita. Karena kebangkitan Kristus maka saudara ada di sini, karena kebangkitan Kristus maka kita bisa beribadah. Setelah itu belajarlah hidup suci dan kudus di hadapan Tuhan. Kalau itu ada, sekalipun usia tidak mencapai kedatangan Yesus pada kali kedua maka kebangkitan gelombang pertama sudah pasti saudara alami.

Oleh sebab itu hargailah kebangkitan Kristus, hargai kelahiran baru. Bukan hanya sampai kepada kelahiran baru, tetapi bagaimana merawat hati nurani kita yang murni. Yaitu lewat firman pengajaran.

Tuhan Memberkati.

GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar