20180124

Kebaktian PA Imamat, Rabu 24 Januari 2018 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Imamat 21:18
21:18 karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,

Imamat pasal 21 ini kena meja roti pertunjukkan yang berbicara tentang persekutuan kita dengan Yesus lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci. Tuhan memberikan persyaratan, sebagai umat Tuhan yang telah ditebus, kita telah dijadikan imam-imam. Dalam sidang jemaat inti adalah gembala, kemudian meningkat kepada tua-tua atau pembantu-pembantu mimbar. Terus berkembang kepada pemain musik, singer, paduan suara. Dan berkembang secara menyeluruh kepada seluruh umat Tuhan yang digembalakan.

Jadi ketika kita hadir di dalam ibadah pelayanan, kita datang bagaikan membawa santapan kepada Tuhan. Yang kita bawa adalah diri kita (tubuh, jiwa dan roh) kita. Ibadah pelayanan tidak hanya sebatas ketika kita menggelar ibadah. Misalnya untuk kita di sini ibadah pendalaman Alkitab pada hari rabu, ibadah doa penyembahan pada hari sabtu dan ibadah raya pada hari minggu. Namanya ibadah pelayanan itu seluruh kehidupan kita, sepanjang umur kita, seluruh waktu yang kita lewati, itu masuk dalam kategori ibadah.

Pelayanan kita tidak nanti di mimbar. Di rumah, baik suami, isteri dan anak-anak, semua tindakan kita harus diwarnai Firman karena itu termasuk ibadah. Termasuk pekerjaan untuk rumah Tuhan secara fisik itu termasuk ibadah.

Kalau saudara tahu nilai ibadah pelayanan itu mahal harganya sebab yang memberi kesempatan untuk kita bisa menjadi imam yang beribadah dan melayani itu dibayar mahal oleh Yesus di Golgota, sekaligus dia menjadi Imam Besar dalam ibadah-ibadah yang kita gelar. Kita sebagai imam-imam adalah orang-orang yang siap dikomando oleh Imam Besar, yang selalu siap membantu pelayanan pekerjaan Tuhan. Bukan berarti nanti kita membantu baru perkerjaanNya berhasil, namun kita diberi kesempatan untuk terlibat.

Syarat untuk membantu pekerjaan Tuhan, tidak boleh:
1.      Buta. Dulu buta jasmani, sekarang buta rohani.
2.      Timpang. Dulu timpang jasmani sekarang timpang rohani.
3.      Cacat muka. Dulu cacat muka jasmani sekarang cacat muka rohani.
Cacat muka ini dibagi dua yaitu sumbing bibir dan sumbing telinganya.
Imamat 21:18 (Terjemahan Lama)
21:18 Maka dari pada segala orang yang berkecelaan itu seorangpun jangan datang hampir, baik orang yang buta atau yang timpang atau yang sumbing bibirnya atau telinganya,

a)      Orang sumbing bibirnya secara lahiriah kata-katanya tidak jelas. Orang yang sumbing bibir rohaninya adalah orang-orang yang tidak jelas berbicara tentang Firman pengajaran yang dia sampaikan. Jadi kalau di dalam gereja mulai dari saya sebagai hamba Tuhan, kalau pelajaran yang saya sampaikan tidak jelas, ngawur, ngelantur, tidak sesuai dengan Firman, maka di muka Tuhan saya sumbing bibir secara rohani. Itu sebabnya dikoreksi oleh Tuhan agar saat kita melayani umat Tuhan, kita harus berupaya agar pelayanan kita cocok dengan kebenaran Firman. Ucapan dan perkataan kita harus kita cocokan dengan kebenaran Firman. Kalau tidak nanti kita keliru.
Yesaya 8:20
8:20 "Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Bintang fajar itulah Yesus.
Wahyu 22:16 (Terjemahan Lama)
22:16 "Aku ini Yesus sudah menyuruhkan malaekat-Ku hendak menyaksikan segala perkara ini kepadamu bagi segala sidang jemaat, Akulah Akar dan Benih Daud, dan Bintang fajar yang gilang-gemilang itu."

Tidak jumpa dengan bintang fajar, berarti kehidupan seperti ini tidak bisa jumpa dengan Tuhan Yesus pada kedatanganNya pada kali yang kedua. Kalau dia hamba Tuhan sumbing maka jemaat juga akan seperti itu. Bagaimana mau melayani kalau sumbing bibirnya, nantinya orang itu mendapat penolakan dari Tuhan.

Kita harus waspada hari-hari terakhir ini, kita hidup menjelang kedatangan Yesus pada kali yang kedua. Jangan sampai pengajaran yang kita terima dalam gereja, dalam ibadah kita jangan sampai tidak sesuai dengan kebenaran. Sebab kalau tidak resikonya tidak akan terbit fajar baginya.
Yesaya 8:20
8:20 "Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Firman Tuhan menyuruh kita mencari pengajaran dan kesaksian. Jangan berpikir “pokoknya saya sudah beribadah”. Apakah saudara menemukan orang yang menyapaikan pengajaran itu sesuai dengan perkataan Firman. Kalau saudara ke sini dan tidak menemukan pengajaran dan kesaksian maka rugi anda datang. Kalau Firman tidak punya sasaran yang jelas maka akibatnya baginya tidak terbit fajar.

Bicara fajar itu berarti pagi-pagi sekali. Kebangkitan Yesus terjadi dini hari. Kedatangan Yesus diibaratkan bagaikan fajar gilang gemilang.
Wahyu 22:16
22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."
22:16 "Aku ini Yesus sudah menyuruhkan malaekat-Ku hendak menyaksikan segala perkara ini kepadamu bagi segala sidang jemaat, Akulah Akar dan Benih Daud, dan Bintang fajar yang gilang-gemilang itu." (TL).

Saya gembala bertanggung jawab di hadapan Tuhan, jangan sampai kita salah langkah. Kita mau ketemu Yesus, kita sudah rindu berjumpa dengan Dia karena dunia ini penuh kemelut. Kelak akan datang pribadi manusia yang lebih buas dari binatang buas, yang akan memberi cap 666, itulah antikristus/ si dajal.

Apa isi perkataan yang tidak dapat diragukan? Bagaimana warna perkataan yang tidak dapat diragukan? Ini menyangkut kesaksian, berarti kita sudah harus ada pada level kesaksian yang terakhir, kesaksian puncak. Kalau kesaksian puncak dibeberkan kepada kita berarti yang menyaksikan itu tidak sumbing bibirnya.
Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Siapa Anak Domba Allah? Itulah Yesus. Waktu Yohanes melihat Yesus datang, dia langsung menunjuk dan berkata “tengok Anak Domba Allah yang menghapus dosa isi dunia”. Walaupun pekerjaan pelayanan Yesus untuk seluruh dunia, tetapi ternyata dunia menolak dan hanya sebagian yang menerima. Puji Tuhan kalau saudara menerima. Sebab yang bisa menghapus dosa kita tidak bisa datang dari diri kita. Biarpun kita tidur di atas paku, berjalan 1 km dengan merangkak, tidak bisa menghapus dosa kita. Hanya Korban Kristus yang bisa menghapus dosa. Setelah dosa kita dihapus maka kita mengucap syukur lewat ibadah pelayanan. Diselamatkan dulu baru kita beribadah dan melayani.

Kesaksian puncak yang dibicarakan dalam Yesaya 8:20. Sekian lama kita ikut Tuhan bagaimana kesaksian-kesaksian apakah sudah mewarnai hidup kita?, tetapi inilah kesaksian puncak. Bagaimana saudara dan saya mau mencapai kesaksian yang puncak kalau kesaksian kita sekarang ini bobrok dan hancur. Mengapa? Ada kemungkinan yang kita terima adalah pelayanan yang sumbing bibirnya. Penyebab yang kedua adalah telingamu yang sumbing! Tidak bisa menerima pengajaran, tidak bisa menangkap Firman pengajaran yang menyucikan sehingga akhrinya lari kepada dongeng-dongeng. Hasilnya najis karena telinga yang mendengar sumbing. Mungkin yang menyampaikan tidak sumbing, tetapi yang mendengar yang sumbing. Tetapi bisa juga dua-duanya. Yang menyampaikan Firman bibirnya sumbing dan sekaligus telinganya sumbing. Repot kalau seperti ini, bagaimana mau membawa santapan kepada Tuhan. Tidak akan mungkin dia bisa bertemu dengan Tuhan Yesus, bahkan ditolak oleh Tuhan.

Wahyu 22:6
22:6 Lalu Ia berkata kepadaku: "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi."

Bahasa Firman Tuhan yang tepat dan benar itu kena mengena ujung perjalanan kita. Israel dulu 40 tahun mengembara dari Mesir sampai Kanaan. 40 yobel x 50 tahun = 2000 tahun. Kita sekarang berada pada yobel ke 40, bahkan kita sudah ada pada tahun bonus, sudah mau masuk Kanaan yaitu kerajaan 1000 tahun. Bagaimana kalau kita melayani dengan bibir dan telinga sumbing? Gawat! Itu sebabnya Tuhan memberikan persyaratan supaya kita menaruh perhatian dan kita membenahi diri lewat Firman yang benar dan tidak perlu kita ragukan.
Wahyu 22:7
22:7 "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"

Bukan kitab yang lain, tetapi Alkitab. Berbahagia yang menuruti perkataan Alkitab. Yesus sudah mau datang, tanda-tanda makin jelas. Tanda khusus kedatangan Tuhan kepada gereja Tuhan itulah pembukaan rahasia Firman Tuhan.

Rasul Paulus membutuhkan dukungan doa dari sidang jemaat supaya bisa berbicara perkataan yang benar, berarti supaya jangan sumbing bibirnya.
Efesus 6:18-19
6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

Jadi perkataan yang benar ini ada hubungannya dengan pembukaan rahasia Firman Tuhan. Pembukaan rahasia Firman Tuhan itu ada di penghujung akhir zaman untuk mempersiapkan pertemuan Tuhan Yesus dengan gerejaNya. Itu rahasia dan itu perkataan yang benar.

Ayo kita semua, mulai dari hamba-hamba Tuhan, berkembang kepada pembantu mimbar, pemain musik, paduan suara dan semuanya, mari kita semua beri diri supaya dibenahi oleh Tuhan agar kelak kita bertemu Yesus, diterima oleh Dia, artinya tidak ditolak.

Kalau bibir saya sumbing, hanya memberitakan yang menyenangkan telinga saudara karena telinga saudara sumbing, maka gawatlah kita. Saya tidak mau seperti itu dan saya juga tidak mau saudara sumbing telinga. Maka kita cari penggembalaan yang benar, bukan penggembalaan asal.

Rasul Paulus, rasul spesial yang diangkat oleh Tuhan untuk kita bangsa kafir. Ini kesaksian rasul Paulus di pengadilan. Dia mengangkat bahasa Tuhan ketika dia disergap saat dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap umat Tuhan.
Kisah Para Rasul 22:14
22:14 Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.

Berarti telinganya tidak boleh sumbing dan mulutnya tidak boleh sumbing. Ini tidak hanya untuk dia sendiri, dia ingin penerusnya untuk mengkopi dirinya.
I Korintus 4:16; 11:1
4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

Dia berani bicara karena dia ditetapkan Tuhan untuk melihat dan mendengar yang benar. Khusus Tuhan melantik Paulus untuk saudara dan saya, apa lagi yang mau kita ragukan.

Filipi 3:17
3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

Jadi permintaan Paulus dalam Efesus 6:19 yaitu supaya didukung dalam doa, itu bukan hanya untuk dia. Tetapi itu akan berkesinambungan. Akan ada estafet sampai pada kita hari ini.

Jangan sumbing bibir, jangan sumbing telinga. Kalau dengar kata-kata gampang tersinggung itu berarti sumbing telinga saudara, tidak tahan mendengar Firman penyucian. Ini gawat! Saya tidak mau kita semua di sini ditolak oleh Yesus ketika Dia datang. Kenapa gampang sekali kita sumbing telinga? Sebab diganggu oleh dunia, iblis dan daging.

Filipi 4:9
4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Makanya Tuhan tunjukkan kalau sumbing bibir dan telinga maka nanti ditolak oleh Tuhan. Sekarang kesempatan kita dibenahi Tuhan. Kenapa kita sudah bertahun-tahun dalam Firman pengajaran tetapi masih juga sumbing bibir dan telinga. Kita diajak oleh Tuhan untuk mempersiapkan diri bertemu dengan Yesus di mana Yesus sebagai Mempelai Laki-laki Sorga dan kita Mempelai WanitaNya. Kita diibaratkan wanita yang sedang bertunangan dengan seorang Laki-laki (Kristus).
II Korintus 11:2
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.

Tuhan sendiri berkata “Aku suamimu”.
Yesaya 54:5
54:5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Mari kita belajar, mulai dari saya, jangan sampai sumbing bibir. Bicaranya tidak jelas, artinya pengajarannya tidak jelas, hari ini bicara A, besok sudah berubah lagi. Kita harus bicara sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan. Bicara yang jelas dan tepat yang sesuai dengan Firman itu hanya kita peroleh lewat perkataan Kristus. Itu sebabnya rasul Petrus mengatakan pada Tuhan Yesus “mau ke mana kami pergi. Tidak ada yang lain. Karena hanya perkataanMu yang ada hidup kekal”. Perkataan Yesus yang ada kekekalan.
Yohanes 6:67
6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"

Banyak orang yang telinganya sumbing, tidak bisa mendengar perkataan Yesus yang keras, akhirnya ramai-ramai mereka meninggalkan Yesus. Yesus menguji telinga murid-muridNya. Namun Petrus menjawab:
Yohanes 6:68
6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;

Petrus tidak mau pergi. Kalau dia pergi berarti menolak kekekalan, menolak sorga. Menolak sorga berarti masuk neraka.

Yohanes 6:69-71
6:69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."
6:70 Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis."
6:71 Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.

Ternyata ada yang bibir sumbing dan telinga sumbing di sini, yaitu Yudas Iskariot. Jadi yang menjual, menyerahkan dan mengkhianati Yesus adalah orang bibir dan telinga sumbing.

Makanya jangan tolak Yesus, menolak Yesus sama dengan menolak hidup yang kekal. Menolak Yesus prakteknya menolak perkataan Yesus. Menolak perkataan Yesus sama dengan membelakangi pengajaran yang benar. Lebih baik kita membelakangi pengajaran yang tidak benar dari pada membelakangi pengajaran yang benar.

Kita sudah belajar tentang 7 jemaat di Asia Kecil. 7 sidang jemaat ini menggambarkan sidang jemaat di seluruh dunia. Hanya tinggal Smirna dan Filadelfia yang bertahan. 29% bertahan dan 71% yang goyah. Bila ini diterapkan secara pribadi, raba dirimu. Jangan sampai tinggal 29% yang rohani dalam diri saudara dan 71% tidak rohani. Ini jangan sampai terjadi. Fifty fifty saja tidak boleh! Tidak boleh 50% rohani, 50% duniawi.

Eden
Sorga
100%
Jalan Salib (Prinsip Salib)
Wilayah
Daging


Wilayah
Rohani
 



Sayangnya jemaat-jemaat di Asia Kecil, yang rohani tinggal 29%, yang jasmani tinggal 71%. Apakah ini pantas mempersembahkan santapan untuk Tuhan? Artinya layakkah dia ketemu Tuhan Yesus? Itu sebabnya Tuhan datang dengan Firman, Roh dan kasihNya supaya kita berakhir dengan 100% yang rohani. Ketika datang pada salib Golgota, kita menyatakan diri bertobat dan dibaptis berarti kita mulai pada titik nol dan melangkah ke sorga. Yang daging pelan-pelan di iris sampai nol.

Jangan sampai telinga dan mulut kita sumbing. Sialnya lagi kalau saya gembala sumbing bibir, tidak jelas pengajaran yang saya sampaikan kepada suadara, tidak tepat seperti kehendak Tuhan, tidak tepat sesuai yang dirindukan oleh Tuhan, tidak sesuai dengan  isi hati Tuhan, tidak sesuai dengan pikiran Tuhan, tidak sesuai dengan perasaan Tuhan. Jika sudah sesuai dengan kehendak, isi hati Tuhan, pikiran Tuhan, kerinduan hati Tuhan kemudian disampaikan, jangan sampai telinga saudara yang sumbing. Jangan terlalu mudah daging ini tersinggung. Tuhan sudah mau datang, kita dengar katakan “puji Tuhan, ini adalah berkat buat saya”. Jangan malah bereaksi yang negatif, kita harus sadari dan bertobat. Kalau masih tersinggung itu membuktikan telinganya sumbing.

Dua jemaat yang masih bertahan ini, diganggu oleh jemaat iblis. Yudas tadi dikatakan sebut Yesus sebagai iblis. Iblis berusaha mengganggu Smirna dan Filadelfia yang masih bertahan itu dengan bibir sumbing yaitu kedua jemaat ini hadapi roh fitnah.
Wahyu 2:9
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

Ada jemaah berarti ada malaikat. Malaikat apa itu? Malaikat iblis! Malaikat iblis ini adalah orang yang suka melempar fitnah. Ini yang bahaya di akhir zaman ini.

Perkataan ini menyangkut Firman pengajaran, itu harus cocok.
Mazmur 145:13
145:13 Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

Yesus setia pada perkataanNya dan ini dihubungkan dengan kerajaanNya. Kita ini adalah orang yang ada di bawa pemerintahanNya, kita ini ada dibawa kekuasanNya. Tuhan tidak sedikitpun sumbing bibir. Jaga jangan sampai kita sumbing bibir. Mulai dari dalam nikah kita harus kita hiasi, terimalah pembenahan dari Tuhan lebih dahulu dari diri kita sendiri.

Kidung Agung 5:16
5:16 Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.

Itu bahasa Sulamit, gambaran gereja dari bangsa kafir. Dia mengaku bahwa perkataan Yesus itu manis semata-mata berarti bibirnya tidak sumbing. Prakteknya dalam nikah, jangan sampai di luar kata-katanya manis tetapi di dalam rumah kata-katanya sudah tidak manis. Begitu juga anak muda, jangan sampai di rumah manis tetapi di luar sudah seperti kuda terlepas dari kandang, sudah melawan Firman. Atau di luar manis tetapi di dalam berontak sama orang tua.

Kidung Agung 7:9
7:9 Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!
Kata-katanya bagaikan anggur yang mengalir  ke bibir yang orang sedang tidur artinya isteri tidak akan manis kalau dia tidak tunduk. Namun bermula juga dari suami. Jangan sampai nikah Lamekh, balas membalas. Masing-masing praktek bagiannya. Tidur artinya isteri yang menyerah kepada kepemimpinan suami (berserah sepenuh kepada Tuhan). Kadang-kadang hal yang kecil-kecil saya isteri ragu terhadap suami, bagaimana dia bisa percaya.

b)      Orang yang sumbing telinga adalah orang yang sulit atau mengelak untuk menerima perkataan yang benar. Perkataan yang tidak benar itu yang dia terima. Pengajaran yang tidak benar itu yang digandrungi, padahal sudah jelas pengajaran itu salah. Mengapa hal itu bisa terjadi? Sebab ada kesalahan, ada dosa, ada pelanggaran yang ditutup-tutupi sehingga dia cenderung untuk mendengar yang tidak cocok dengan perkataan Tuhan. Berarti dia tidak sadar bahwa dia menolak kekekalan sorga dan dia terjun bebas ke neraka.

Orang yang sumbing telinganya sulit mendengar pengajaran yang benar yang sifatnya keras dan gampang sekali tersinggung. Kalau sudah tersinggung akan terjadi perlawanan. Padahal kita sementara dibenahi supaya apa yang kita persembahkan diterima oleh Tuhan. Apakah saudara mau beribadah dan melayani kemudian hasilnya sia-sia? Tentu tidak. Kita beribadah dan melayani supaya hasilnya diterima oleh Tuhan.

Siapakah yang benar yang patut kita dengar dan terima?
Kisah Para Rasul 3:14
3:14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.

Yang Kudus dan Benar itulah Yesus. Justru mereka bersekutu dengan pembunuh karena hadiah, berarti lebih senang bersekutu dengan roh kebencian. Bahkan mereka mengkhianati yang benar dan mengupayakan agar alami kehancuran bagi yang benar.
Kisah Para Rasul 7:52-53
7:52 Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh.
7:53 Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya."

Tidak menuruti berarti teling rohaninya sumbing. Akibatnya pengkhianatan dan pembunuhan. Kita jaga, jangan sampai yang benar kita khianati, jangan sampai pemberita benar kita benci. Karena apa? Karena telinga sumbing, tidak bisa menerima koreksi Firman Tuhan. Akhirnya dikhianati bukan hanya utusan tetapi yang mengutusnya yaitu Yesus.

Mengapa terjadi seperti itu? Karena tidak memahami maksud dan tujuan ibadah dan pelayanan. Sialnya kita sudah tahu maksud dan tujuan ibadah pelayanan kita tetapi belum juga dalam praktek.

Supaya tidak sumbing telinga kita maka baca baik-baik ayat ini.
Lukas 8:18
8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

Makanya raba baik-baik, jangan sampai telinga rohanimu sumbing. Mendengar Firman gampang marah, gampang menolak karena sumbing. Makanya perhatikan caramu mendengar. Untuk apa? Supaya kita mengerti. Kalau mengerti, maka ibarat orang memasak, dia tahu meracik bumbu-bumbu. Sehingga orang yang lewat di situ, mampir mau makan karena enak masakannya.
II Timotius 2:7
2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Kalau memperhatikan perkataan Firman Tuhan yang disampaikan oleh hamba-hamba Tuhan maka kita diberikan pengertian. Kalau kita diberi pengertian berarti hidupmu bagaikan lahan yang subur, lahan yang baik. Kita tahu dalam Matius pasal 13, Markus pasal 4 dan Lukas 8 hubungannya dengan perumpamaan penaburan di empat jenis tanah. Orang yang mendengar dan memperhatikan sehingga mengerti, adalah tanah yang baik yang mengelurkan hasilnya 30, 60 sampai 100 kali lipat. Memperhatikan ini tujuannya agar jangan sampai telinga kita sumbing supaya kita menjadi lahan tanah yang baik, tanah subur.
Matius 13:23
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Kalau mengerti kita dikelompokkan sebagai tanah yang baik. Angka 30 adalah angka korban Kristus, penyerahan diri Yesus. Yesus dijual 30 keping perak oleh Yudas. Angka 30 juga adalah angka terlibat dalam melayani, sebab imam yang melayani harus berusia 30 sampai . Angka 30 juga adalah angka lebarnya bahtera Nuh, banyak pengertian angka 30.

Kalau sudah mendengar dan mengerti maka ada harapan masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah yang disebut pesta pondok daun-daunan, itu menunjuk penyingkiran gereja sudah dekat. Begitu antikritus datang maka gereja Tuhan yang mengerti Firman, tidak sumbing telinganya, yang hidup dalam praktek Firman, dia akan disingkirkan dan masuk dalam pesta pondok daun-daunan. Apakah saudara tidak rindu disingkirkan/ dilindungi oleh Tuhan? Awas, antikristus sudah mau datang.

Nehemia 8:3-4
8:3 Lalu pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti.
8:4 Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu.

Jadi harus ada perhatian, umat itu dengan penuh perhatian mendengar pembacaan kitab Taurat itu. Dulu terjadi di zaman Nehemia, sekarang secara luar biasa dibacakan kepada kita.

Nehemia 8:9
8:9 Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti.

Dibaca dengan jelas berarti tidak sumbing bibirnya, sehingga orang bisa mengerti. Bagaimana akhirnya?
Nehemia 8:13
8:13 Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka.

Akhirnya mereka masuk dalam pesta pondok daun-daunan.
Perikop Nehemia pasal 8: Pembacaan kitab hukum Hari raya Pondok Daud

Kita mau dihentar Tuhan masuk dalam pesta pondok daun-daunan/ penyingkiran gereja. Silahkan datang antikristus, manusia yang tidak punya peri kemanusiaan itu. Tetapi bagi saudara yang mendengar dari sekarang, tidak sumbing telinga sehingga mengerti, maka kita sudah diterbangkan ke tempat yang sudah Tuhan sediakan.

Makanya kalau mengerti dan mendengar firman, belajar takut akan Tuhan. Saya mau beribadah dan melayani Tuhan pekerjaan apapun. Tanpa diminta menawarkan diriku untuk melayani. Seperti peristiwa dalam Hakim-hakim pasal 5. Banyak yang menawarkan diri untuk bekerja membantu Balak dan Debora. Kalau kita jangankan menawarkan diri, diminta saja tidak mau! Kenapa? Karena telinganya sumbing. Jadilah sukarelawan dalam pekerjaan Tuhan, dalam ibadah pelayanan kita.

Hakim-hakim 5:1-4,9
5:1 Pada hari itu bernyanyilah Debora dan Barak bin Abinoam, demikian:
5:2 Karena pahlawan-pahlawan di Israel siap berperang, karena bangsa itu menawarkan dirinya dengan sukarela, pujilah TUHAN!
5:3 Dengarlah, ya raja-raja! Pasanglah telingamu, ya pemuka-pemuka! Kalau aku, aku mau bernyanyi bagi TUHAN, bermazmur bagi TUHAN, Allah Israel.
5:4 TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, juga awan tiris airnya;
5:9 Hatiku tertuju kepada para panglima Israel, kepada mereka yang menawarkan dirinya dengan sukarela di antara bangsa itu. Pujilah TUHAN!

Tetapi ada yang dikutuki yaitu kota meros. Meros artinya mengungsi. Mereka ini merasa sudah mau disingkirkan.
Hakim-hakim 5:23
5:23 "Kutukilah kota Meros!" firman Malaikat TUHAN, "kutukilah habis-habisan penduduknya, karena mereka tidak datang membantu TUHAN, membantu TUHAN sebagai pahlawan."

Apakah Tuhan perlu dibantu baru berhasil? Tidak! Tetapi Tuhan membuka lapangan kerja untuk kita melayani Dia. Saya takut sama Tuhan karena hari-hari terakhir ini sangat luar biasa, Tuhan sangat melimpahkan kasihNya kepada saudara, jangan sampai Dia pindahkan kasihnya kepada orang lain kalau kita tidak mau mendengar. Semoga kita semua mau mendengar dan menaruh perhatian, mau menjadi pahlawan.

Ini yang Tuhan cari dari gereja Tuhan. Tidah usah basa-basi, kerjalah, ayo beribadah, melayani Tuhan dan berdoalah. Tuhan buka peluang untuk kita kerja, apakah kita mau jadi pahlawan, mau mengabdi kepada Tuhan. Itulah orang yang tidak sumbing telinga, mendengar dan mengerti.

Kalau sudah sumbing telinganya, akhirnya ke mana dia pergi?
II Timotius 4:1-4
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Ini yang membuat orang tidak suka kalau ditunjuk kesalahannya, inilah orang yang sumbing telinganya. Karena sudah sumbing telinga maka mereka justru menabrak saja apa yang dilarang oleh Tuhan.
I Timotius 4:7
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

Tahyul dan dongeng ini yang dilarang tetapi malah itu yang disuka oleh telinga yang sumbing. Mereka beribadah tetapi pengajaran yang disampaikan di situ yang memuaskan telinganya, tidak mau lagi ditegur dan ditunjuk kesalahannya. Akhirnya dongeng dan tahyul yang mereka suka. Inilah bukti telinganya sumbing.

Hamba Tuhan kalau sudah seperti ini yaitu menyenangkan telinga orang yang mendengar, berarti sudah sumbing bibirnya. Yang mendengar sumbing telinganya. Sialnya lagi kalau guru dan hamba Tuhan dua-duanya sumbing telinga dan bibirnya.

Kalau hamba Tuhan sumbing bibir dia tidak berani lagi menyampaikan kemurniaan ketajaman Firman. Dia akan berkata “semua sama saja. Pokoknya pengajaran kita sama, cuma beda pendapat” itulah bibir sumbing! Kalau jemaat suka dengar yang begitu berarti telinga sumbing. Jangan harap diterima oleh Tuhan, mereka akan ditolak oleh Tuhan. Mereka tidak akan masuk dalam penyingkiran gereja.

Hawa mendengar Firman Tuhan dari Adam dan itu perkataan yang benar. Namun Hawa mendengar perkataan iblis sehingga telinganya jadi sumbing. Lalu dia teruskan pada Adam akhirnya Adam sumbing juga telinga dan bibirnya, sehingga ikut makan buah yang dilarang.

Abraham mendengar Firman dari Tuhan pada Kejadian pasal 15 dan dia mempersembahkan korban yang luar biasa kepada Tuhan, karena dia mau mendapatkan anak dari keturunannya sendiri. Namun telinganya menjadi sumbing karena mendengar suara dari Sara yang sumbing bibirnya. Akhirnya Abraham kena sehingga mengambil Hagar menjadi gundiknya dan lahirlah Ismael. Ismael ini digambarkan seperti kuda liar yang suka berperang, tidak senang dengan wilayah tetangga. Itulah yang terjadi.

Salomo orang paling berhikmat di dunia, tidak ada tandingannya. Tetapi karena mendengar suara isteri akhirnya Salomo juga hancur. Makanya hati-hati isteri-isteri, mesti mendengar nasihat Tuhan.

Maukah kita mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan yaitu tubuh, jiwa dan roh kita yang diteria oleh Tuhan atau mau ditolak. Makanya anak muda remaja dengarkan Firman. Jangan sampai manis di gereja dan di rumah tetapi di luar aduhai.

Lihat kenajisan terjadi di mana-mana! Karena roh kenajisan ada di mana-mana. Katakan kepada Tuhan “tolong saya, beri saya kemampuan yang ajaib menghadapi itu”. Beri Roh Kudusmu Tuhan, beri kasihMu, beri FirmanMu melimpah. Terima kalau kita ditunjuk kesalah kita oleh hamba Tuhan yang ada penyataan Allah dan mengerti kerajaan Allah.

Kalau Tuhan tidak memagari hidupku, memagari nikahku dan buah nikahku, saya tidak tahu apa yang terjadi. Kalau Tuhan tidak memagari umat Tuhan yang telah Tuhan beli dengan harga tunai dengan darahMu lalu dititip dalam penggembalaan, bagaimana nasib kita.

Jangan sampai mulut kita tidak bicara sesuai Firman, pengajaran yang tidak sesuai pengajaran Tuhan. Telinga tidak mau mendengar yang benar, suka mendengar tahyul dan dongeng, yang justru dilarang oleh Tuhan malah ditabrak saja. Kalau seperti itu akibatnya terjadi penolakan Tuhan. Ini jangan terjadi pada diri kita.

GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar