20180121

Kebaktian Umum, Minggu 21 Januari 2018 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.

Ada tiga obyek atau tiga hal yang dilihat dan didengar oleh rasul Yohanes.
1.      Kilat keluar dari takhta
2.      Bunyi guruh
3.      Obor yang menyala-nyala

Apakah tidak cukup disebutkan dia melihat obor menyala, tetapi bahasa Alkitab mengatakan obor yang menyala-nyala. Itu adalah aktivitas sorga yang berganda. Tidak hanya sebatas menyala, tetapi menyala-nyala. Itu suatu aktivitas yang berkesinambungan yang berlipat ganda. Itu obor yang menyala-nyala. Disebut tujuh obor yaitu tujuh roh Allah.

Ini yang Tuhan perlihatkan kepada rasul Yohanes tentang apa yang akan terjadi kemudian. Dalam hal ini adalah berlipat gandanya pekerjaan Roh Kudus. Kalau sumbernya demikian maka dalam gereja Tuhan yang memang adalah sasaran dari Tuhan, maka kita akan ditarik oleh Tuhan dalam suatu pelayanan yang bagaikan obor menyala-nyala, berlipat-lipat ganda. Itulah kerinduan hati Tuhan bagi gereja Tuhan.

Kejarlah pendidikan setinggi-tingginya, berupayalah berhasil dalam segala aktifitas, tetapi jangan anak tirikan persoalan ibadah pelayanan. Karena semua yang kita capai di dunia ini secara jasmani, baik intelektual, kedudukan dan sebagainya, itu tidak menjamin keselamatan. Tetapi dengan Tuhan dalam ibadah pelayanan, itu yang ada jaminan keselamatan.

Kita sudah menjelang garis finish. Kalau tidak menomorsatukan Tuhan maka orang itu akan tertinggal dalam 3,5 tahun aniaya antikristus. Apakah bisa engkau bertahan? Keuanganmu, hartamu maupun posisimu di dunia ini tidak akan menolong anda lagi kalau engkau tertinggal. Malah tinggal mengikuti dengan mata semua itu dirampas oleh antikristus.

Pdt. Totaijs mengatakan “jangan sampai harap rekeningmu melimpah di bank. Kalau itu ada pakailah mencari Firman”. Sebab kalau tidak maka saudara tinggal ikut dengan mata uang itu dipakai oleh antikristus dan bukan engkau lagi yang pakai”.
1.      Dia melihat kilat keluar dari takhta
Kilat itu adalah efek dari pekerjaan awan yang mengandung air. Kalau awan putih bersih tanpa ada butir-butir air, dia mudah ditiup oleh angin. Kelihatan putih, kelihatan benar tetapi tidak tetap pendirian, itulah awan yang tidak ada butir-butir air.

Aksi di sorga ini dihubungkan dengan aksi di bumi ini yang ada hubungan dengan takhta sorga. Kalau seorang hamba Tuhan punya hubungan emosional dengan takhta Tuhan maka dia pasti bagaikan awan yang dimuati air. Tetapi kalau hamba Tuhan tidak ada hubungan emosional, hubungan batin, hubungan perasaan dengan apa yang dipikirkan oleh sorga maka dia tampak seperti awan putih tetapi tidak bermanfaat.

Persoalan awan ini dikaitkan dengan akhir zaman, sebab akhir zaman ada kilat.
Lukas 10:17
10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."

70 adalah angka keberhasilan, angka kemenangan. Ini memang hubungannya dengan akhir zaman. Dulu ini terjadi di zaman rasul-rasul, namun hal ini bernubuat untuk akhir zaman ini.

Lukas 10:18
10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

Sementara ada keberhasilan, di satu sisi Tuhan mengatakan “Aku melihat iblis seperti kilat yang jatuh”. Ini yang sangat berbahaya di akhir zaman ini. Kejatuhan-kejatuhan yang diibaratkan seperti kilat tetapi iblis, memang Alkitab mengatakan bahwa 1/3 bintang-bintang diseret oleh ekor naga dan dihempaskan ke bumi. Itu justru terjadi menjelang penyingkiran gereja.

Dalam Kejadian pasal 1, antara ayat 1 dan ayat 2 adalah kejatuhan dari iblis. Mengapa itu Yesus angkat padahal itu sudah terjadi ribuan tahun yang lalu. Langit dan bumi yang diciptakan oleh Tuhan itu sempurna, tetapi kenapa pada ayat 2 bumi rusak? Itu karena kejatuhan iblis. Kejatuhan iblis itu diceritakan dalam Yesaya pasal 14. Lucifer atau iblis itulah yang merusak. Dia puya cara kerja, menjelang kedatangan Tuhan pada kali yang kedua dia tampil seperti ular naga tua yang akan berupaya menyeret 1/3 pelayan-pelayan Tuhan sehingga jatuh ke bumi. Padahal tadinya mereka sudah naik, tetapi di tengah jalan dia merasa tidak menjanjikan pelayanannya maka dia tinggal dekat ekor, makanya dia dihempaskan oleh ekor ular naga.

Ini harus kita waspadai sebab ada kilat yang lain dan bunyi guruh yang lain.
Wahyu 16:17-18
16:17 Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
16:18 Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.

Mungkin kita berkata “saya awan yang ada air, efek pelayanan saya ada kilat”. Tetapi yang kita baca di sini ada kilat, ada guruh yang lain. Ada kilat berarti awan ini ada air, namun air yang bagaimana. Ini yang berbahaya, mengaku ada Firman bagaikan awan yang ada titik-titik air tetapi dalam pemberitaannya yang menjadi penekanan adalah perkara yang jasmani. Ini adalah kilat yang salah, ini guruh yang salah.

Kalau gembala dalam penyajian Firman di belakang mimbar ini bicara ada pengajaran bagaikan ada muatan air tetapi kalau penekanannya hanya berkat-berkat jasmani maka itu kilat yang lain, itu guruh yang lain.

Di pemberitaan sekarang ini isinya berkat-berkat. Kalau tidak ada berkat mana ada lagi rasa takut akan Tuhan, malah dia menista Tuhan. Begitu tersumbat berkatnya, dia mengomel dan Tuhan yang dia nista. Tetapi kalau penekanannya yang rohani, demi keubahan, pembaharuan hidup, pemulihan diri, supaya kita menjadi Mempelai Wanita Tuhan maka apapun yang terjadi, kita tetap takut akan Tuhan dan tidak takut dengan situasi. Barisan pertama yang antri ke neraka adalah penakut yaitu takut pada hal yang lain sehingga tidak takut akan Tuhan.

Saya tidak mau menjadi kilat tetapi isinya hanya bicara soal berkat-berkat jasmani. Ketika berkat itu mampet maka Tuhan dinista. Karena apa? Karena yang dia sampaikan hanya berkat-berkat jasmani. Memang kelihatan aktif, ada kegiatan, menyala-nyala tampaknya, tetapi orientasinya hanya berkat-berkat jasmani. Kehidupan seperti itu tidak akan tangguh menghadapi pencobaan.

Ayub 37:11
37:11 Awan pun dimuati-Nya dengan air, dan awan memencarkan kilat-Nya,

Awan ini bicara penampilan hamba Tuhan, dimuati air berarti diisi dengan Firman. Awan yang ada air itu memancarakan kilat.

Ayub 37:12
37:12 lalu kilat-Nya menyambar-nyambar ke seluruh penjuru menurut pimpinan-Nya untuk melakukan di permukaan bumi segala yang diperintahkan-Nya.

Jadi awan yang gambaran hamba Tuhan ini ada dibawah komando dari takhta sorga. Bukan dia yang komando dirinya sendiri, tetapi dia harus ada dibawah komando sorga.

Yesus adalah Firman itu sendiri dan Dia adalah hamba Tuhan. Yesus tunduk kepada komando.
Yohanes 14:31
14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."

Jadi seorang hamba atau seorang anak yang mengasihi Bapa, dia tunduk kepada komando Bapa. Ketika hamba Tuhan itu tunduk kepada komando maka ada aktivitas berkelanjutan, tidak diam. Yesus teladan, Dia tunduk pada komando Bapa di sorga. Apalagi hanya saya, kalau saya tidak tunduk pada komando sorga, tidak ada bukti saya mengasihi Bapa. Tidak ada arti ucapan saya mengasihi Bapa kalau saya tidak tunduk pada perintah ke mana saya harus memancar. Ini yang harus kita pahami, utamanya saya sebagai hamba Tuhan.

Wahyu 16:17-18
16:17 Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
16:18 Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.

Ini yang tidak taat pada komando. Komando dari atas ini bagaimana menghentar jemaat menjadi Mempelai supaya dipersembahkan kepada Kristus Yesus. Tetapi yang terjadi di sini, dia lari dari komando dan hanya menekankan berkat-berkat jasmani. Ini yang bahaya dalam dunia Kristen sekarang.

Ayub 37:13
37:13 Ia membuatnya mencapai tujuannya, baik untuk menjadi pentung bagi isi bumi-Nya maupun untuk menyatakan kasih setia.

Ternyata yang menuruti komando itu pasti mencapai tujuan. Saya tidak meragukan hal ini, makanya kalau mau berfellowship harus mencari fellowship yang benar. Saya tidak asal mengikuti persekutuan. Jangan sampai jatuh dalam persekutuan yang justru menambah dosa. Jangan sampai hal ini terjadi pada diri kita.
Yesaya 30:1; 8:11-13
30:1 Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,
8:11 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku, ketika tangan-Nya menguasai aku, dan ketika Ia memperingatkan aku, supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini:
8:12 "Jangan sebut persepakatan segala apa yang disebut bangsa ini persepakatan, dan apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar melihatnya.
8:13 Tetapi TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar.

Pertama dia dipercaya untuk menghukum dunia.
II Korintus 10:6
10:6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.

Bila ketaatan menjadi sempurna, itulah yang dimaksud dengan menyatakan kasih setia.
Ayub 37:13
37:13 Ia membuatnya mencapai tujuannya, baik untuk menjadi pentung bagi isi bumi-Nya maupun untuk menyatakan kasih setia.

Kasih setia ini adalah kehidupan gereja Tuhan yang justru jauh dari hukuman, malah dipercaya untuk menghukum dunia ini. Jangan sampai teman yang duduk sebangku dengan engkau, itu yang nanti menghukum engkau. Seharusnya kita bareng menghukum orang durhaka.
Contoh: Ibrani 11:7
11:7 Karena iman, maka Nuh -- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Awan itu harus ada muatan air, sebab kilat terjadi karena awan ada muatan air. Kalau air itu turun maka tanaman bisa tumbuh dan mekar. Tetapi kalau hujan tidak turun maka apa yang akan tumbuh? Di dalam gereja Tuhan kalau Firman pengajaran disepelehkan maka apa yang akan tumbuh?
Yesaya 5:6
5:6 Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.

Bila hujan tidak turun maka yang tumbuh di sana adalah semak-semak dan puteri malu. Jadi kalau ada hamba Tuhan yang membawa air Firman pengajaran tetapi Tuhan tidak izinkan menyampaikan Firman di situ maka yang akan tumbuh adalah puteri malu, semak dan rumput. Apa yang akan berkembang di sana kalau yang tumbuh semak dan puteri malu?
Yesaya 34:13
34:13 Duri-duri akan tumbuh di puri-purinya, rumput dan puteri malu di tempat-tempatnya yang berkubu, sehingga menjadi tempat kediaman serigala, dan lapangan bagi burung unta.

Pikirnya “aku punya kubu, aku punya benteng”, karena Pengkhotbah 7:11-12 berkata bahwa perlindungan hikmat itu sama dengan pelindungan uang, tetapi berbahagialah orang yang memiliki perlindungan hikmat. Orang yang ditumbuhi puteri malu karena tidak turun hujan Firman pengajaran, dia berpikir bahwa kekayaan itu adalah kubunya, bentengnya, perlindungannya.

Burung unta adalah burung yang tidak ada kasih, ketika anaknya menetas dan mau mengikuti induknya, induknya menendang anaknya itu. Yang berkumpul dan berkembang di sana adalah populasi yang jahat dan yang najis.
Yesaya 34:14; 13:21-22
34:14 Di sana berpapasan binatang gurun dengan anjing hutan, dan jin bertemu dengan temannya; hantu malam saja ada di sana dan mendapat tempat perhentian.
13:21 tetapi yang akan berbaring di sana ialah binatang gurun, dan rumah-rumah mereka akan penuh dengan burung hantu; burung-burung unta akan diam di sana, dan jin-jin akan melompat-lompat;
13:22 anjing-anjing hutan akan menyalak di dalam puri-purinya, dan serigala-serigala di dalam istana-istana kesenangan. Waktunya akan datang segera, dan usianya tidak akan diperpanjang.

Akibat tidak ada Firman pengajaran maka aksinya seperti itu, yaitu melompat-lompat, itu persekutuan jin-jin. Kalau ini yang terjadi maka waktunya sudah akan berakhir. Bila kilat yang muncul karena awan sarat dengan air, maka tidak akan seperti itu, malah akan teratasi hal-hal itu, kita akan tertolong. Disayangkan kalau saudara dilawati oleh Tuhan lewat hamba Tuhan yang bagaikan awan yang sarat dengan air, namun muncul hal seperti ini, itu berarti hatimu tertutup. Perhatikan, biarlah hati kita yang melonjak-lonjak. Terserah kalau orang mau melompat-lompat beribadah, tetapi apakah ada awan yang mengandung air di situ. Baguslah kalau ada awan yang mengandung air, namun kalau ibadah hanya menekankan eksen-eksen saja, semua itu sia-sia.

Sambut pelayan Tuhan yang bagaikan awan ada muatan air dan dia terkait dengan takhta Allah. Ada hubungan batin, ada hubungan emosionil dengan takhta Tuhan, karena dia rindu jemaat Tuhan dibawa untuk setakhta dengan Tuhan. Itu kerinduan hati Tuhan dan itu ditaruh di dalam hati yang dimuati dengan air, hati hamba Tuhan yang dimuati air, ada niat suci bagaimana supaya umat Tuhan setakhta dengan Tuhan.

Jangan salah kita berfellowship, biarpun orang katakan macam-macam tentang kita, tidak usah perduli. Yang penting fellowship kita benar. Kita jaga ke mana kita berfellowship. Jangan sampai kita berfellowship di tempat orang berjingkrak-jingkrak padahal itu adalah fellowship jin-jin. Atau kelihatan ada air padahal beritanya hanya berkat-berkat jasmani.

Yesaya 13:21-22
13:21 tetapi yang akan berbaring di sana ialah binatang gurun, dan rumah-rumah mereka akan penuh dengan burung hantu; burung-burung unta akan diam di sana, dan jin-jin akan melompat-lompat;
13:22 anjing-anjing hutan akan menyalak di dalam puri-purinya, dan serigala-serigala di dalam istana-istana kesenangan. Waktunya akan datang segera, dan usianya tidak akan diperpanjang.

Kalau itu sudah menjadi warna gereja Tuhan sekarang ini, maka usianya tidak akan diperpanjang berarti waktunya segera akan datang bahwa gereja yang fellowshipnya benar akan bertemu dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga dan yang fellowshipnya tidak benar akan bertemu dengan antikristus.

2.      Bunyi guruh yang menderu
Ø  Bunyi guruh yang menderu ini ada hubungannya dengan pembukaan rahasia Firman.
Wahyu 6:1
6:1 Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"

Jadi selain melihat kilat, isi dari awan yang ada air itu sekaligus diwranai dengan pembukaan rahasia Firman. Betapa sialnya hidup ini kalau tidak dipercaya Tuhan pembukaan rahasia Firman. Tetapi betapa bahagianya hidup ini kalau dipercayai pembukaan rahasia Firman dan itu ada hubungannya dengan takhta. Pembukaan rahasia Firman itu mengalir dari takhta. Kalau gereja Tuhan dan hamba Tuhan dipercaya rahasia Firman Tuhan dan gereja Tuhan dilayani oleh pelayan seperti itu berarti kita dikaitkan dengan takhta sorga. Kalau tidak seperti itu maka ibadah pelayanan mubazir, tidak ada arti apa-apa.

I Korintus 4:1
4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.

Di sini tidak gila hormat rasul Paulus. Kata kami di sini bukan dimonopoli oleh rasul Paulus tetapi ada pelayan-pelayan Tuhan yang lain yang seperti itu.

I Korintus 4:2
4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

Kalau saya mau dipercaya oleh Tuhan maka saya harus paham apa tuntutan Tuhan. Berarti saya harus membawa diri untuk dipercaya oleh Tuhan. Bagaikan gerbong kereta api yang syarat muatan.

Bunyi guruh ini ada hubungannya dengan pembukaan rahasia Firman.
Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6:2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Pembukaan rahasia Firman diikuti kegerakan Roh, Firman dan kasih Tuhan. Ada yang mengatakan ini antikristus, itu sangat keliru. Ini menunjuk kegerakan Roh Kudus pada akhir zaman.

Wahyu 19:11
19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Ada kegerakan di sana yang labelnya “Yang Setia dan Yang Benar. Kalau saudara terekrut dengan gerakan dari takhta sorga maka jangan kita lupakan bahwa kita harus setia dan benar. Jangan tunggu Yang Setia dan Benar ini sudah masuk dalam pesta nikah baru ada bunyi guruh yang lain.

Ø  Bunyi guruh itu adalah bunyi guruh penghukuman.
Wahyu 8:5
8:5 Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Ini jangan sampai terjadi pada kita. Sementara penyembahan anak Tuhan menghentar anak Tuhan masuk dalam persekutuan nikah dengan Kristus, di pihak lain ada hukuman bagi dunia. Guruh dan halilintar berbunyi di sana, ada gempa bumi, tanah goyang, itulah hukuman bagi manusia.

Kalau saudara adalah pribadi yang banyak menyerah kepada Tuhan (sembahyang) maka itu bagaikan asap dupa yang menghentar saudara untuk setakhta dengan Tuhan, berarti masuk dalam nikah, setengah jam terjadi persekutuan intim Kristus dengan gereja Tuhan. Tetapi di pihak lain menerima barah api yang dicurah ke dunia. Yang mana saudara pilih.

Ø  Bunyi guruh ada hubungannya dengan inti Tubuh Kristus
Wahyu 14:2
14:2 Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.

Mereka bernyanyi bagaikan desau air bah, bagaikan bunyi guruh yang dahsyat ketika mereka berdiri bagaikan zangkoor raksasa.

Ayo pertahankan yang sudah ada dan kita tingkatkan karena hari Tuhan sudah dekat. Makin meningkat kegiatan-kegiatan dosa kejahatan dan kenajisan hari-hari terakhir ini, sesuai dengan Yesaya 34 tadi. Mengapa? Sebab hujan tidak turun, tidak turun pengajaran. Sebaliknya kalau pengajaran sudah turun tetapi seseorang dosanya tetap meningkat berarti itu sudah salah orang itu sendiri.

Yang 144.000 orang itu adalah inti Tubuh Kristus yang adalah murni orang Yahudi. Untuk kita bangsa kafir tidak terbilang jumlahnya, itu rahasia Tuhan.
Roma 11:25
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

Roma 11:25 (Terjemahan Lama)
11:25 Karena tiada aku suka, hai saudara-saudaraku, bahwa kamu tiada mengetahui rahasia ini, (supaya jangan kamu sangkakan dirimu itu pandai), yaitu bahwa kekerasan itu menimpa sebahagian bani Israel, sehingga genap bilangan orang kafir pun masuk iman.

Kalau kita sudah masuk dalam bilangan ini, jangan lagi longgar lehermu, jangan berenjut-enjut tidak tetap pendirian. Tadi malam kita sudah dengar bahwa ibadah yang murni yang tidak ada cacat celanya adalah melawat yatim piatu dan janda-janda. Jadi ibadah yang murni dan tidak ada cacat celanya adalah ibadah yang mengoreksi jangan sampai hidupmu yatim piatu berarti tidak ada hubungan dengan Bapa di Sorga. Juga jangan sampai hidupmu dan hidupku bagaikan janda rohani berarti tidak ada hubungan dengan Suami di Sorga. Ibadah yang sejati dan murni adalah melawati, berarti memperbaiki, jangan kita tinggal yatim piatu rohani dan jangan kita janda rohani.

Ø  Bunyi guruh hubungannya dengan pesta nikah Anak Domba Allah.
Wahyu 19:6
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

Sorga berucap haleluya dan bumi juga berucap haleluya, berarti sorga dan bumi (gereja) sudah satu bahasa.  Bunyi guruh ini adalah suara yang kuat dan dahsyat keluar dari takhta Allah yang muatannya pembukaan rahasia Firman dan kedua memperlihatkan inti Tubuh Kristus, ketiga menghentar kita masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah.

Bagaimana, apakah hidup saudara sedang terbenahi atau tidak. Kita sudah mendengar bunyi guruh. Jangan sampai menerima bunyi guruh yang lain yaitu penghukuman. Kenapa bisa meneria bunyi guruh yang lain? Karena penekanan pemberitaannya hanya soal-soal jasmani.

3.      Obor yang menyala-nyala
Apakah tidak cukup sorga berkata “aku melihat obor menyala” tetapi disebut “menyala-nyala”. Ini disebut tujuh roh Allah. Jadi menunjukkan kepada kita aktivitas pelayanan yang tidak kunjung padam, pelayanan yang berlipat ganda.

Inilah waktu yang terakhir. Mengapa kita harus padam, jangan kunjung padam. Menyala-nyalalah, berkobar-kobarlah, itu contoh teladan sorga. Selamat tinggal dunia yang penuh kemelut dan tipuan ini, tetapi saya akan bersama dengan Tuhan

Salah satu roh itu adalah roh hikmat. Dikatakan roh hikmat itu berseru-seru di jalan-jalan. Kemudian tidak hanya berseru-seru di jalan-jalan tetapi juga di lapangan-lapangan. Disebutkan juga dia berseru-seru di tembok-tembok. Dan yang terakhir dia berseru-seru di pintu-pintu gerbang. Itulah aktivitas yang tidak kunjung padam! Itulah aktivitas roh hikmat yang bagaikan api yang menyala-nyala

Kita mendapatkan pembukaan rahasia Firman sebagai manifestasi dari roh hikmat. Saudara dilayani oleh pembukaan rahasia Firman Tuhan, jangan sampai kita padam. Ayo kita menyala-nyala.
Amsal 1:20-21
1:20 Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya,
1:21 di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.

Berarti aktivitas sorga sampai sekarang tetap menyala-nyala dan tidak akan padam. Biarlah kita meneladani itu karena kita mau dibawa setakhta dengan Tuhan. Manfaatkanlah apa yang ada padamu untuk mencari Firman. Kita butuh mandi air Firman untuk mencapai kehidupan yang sempurna.


Tuhan Memberkati.













GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
JADWAL IBADAH
Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan
Perjamuan Suci → Pk. 17.00
Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30
Minggu :         Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 07.30
            Ibadah Raya → Pk. 09.00
            Ibadah Kaum Muda Remaja → Pk. 16.00
 



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar