20141029

Kebaktian PA Yehezkiel, Rabu 29 Oktober 2014 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yehekiel 47:6-12
47:6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
47:7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
47:10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.
47:11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.
47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Kita kembali melihat pergerakan air ini, yaitu sungai yang disebut berbual-bual. Air yang membual-bual ini merubah suasana kematian menjadi suasana kehidupan. Kita diperlihatkan oleh Tuhan keajaiban dari sungai ini.

Tumbuh berbagai jenis pohon pada sisi sini dan sisi sana dari sungai itu, bukan hanya satu macam pohon tetapi berbagai jenis pohon. Ini menunjukkan kepada kita bahwa umat Tuhan yang disentuh oleh pergerakan air sungai ini maka entah umat Tuhan itu berasal dari suku atau bangsa apapun, dia dituntut oleh Tuhan supaya ada keseimbangan.

Keseimbangan itu berwujud, setiap bulan ada buah yang baru, berarti tiap 30 hari ada buah yang baru. Buahnya dimakan dan daunnya menjadi obat. Daun itu berbicara aktifitas. Kalau seseorang terlibat dalam aktifitas maka rohaninya sehat. Tetapi kalau seseorang bermalas-malasan maka dapat dikategorikan rohaninya sakit. Biarlah kita menikmati dan dinikmati oleh orang lain, kemudian kita terlibat dalam aktifitas yang menyehatkan rohani.

Untuk mengacu ke sana maka harus ada dasarnya. Kita tidak langsung berada di sana, tetapi ada yang lebih dahulu menjadi dasar. Itulah yang disebut buah-buah pertobatan. Untuk mencapai buah yang disebut dalam Yehezkiel pasal 47, kita tidak akan sampai di sana kalau tidak ada buah pertobatan. Ada tiga jenis buah pertobatan. Ini yang harus lebih dahulu kita bicarakan untuk bisa mencapai buah yang disebutkan dalam Yehezkiel 47:12.

Kalau kita tidak tepat meletakkan dasar maka Alkitab mengatakan kapak sudah tersedia pada akar pohon itu.
Lukas 3:8
3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

Pertobatan itu ada buah, buktikan bahwa saudara sudah bertobat. Ada 3 macam buah pertobatan sebagai bukti bahwa saudara sudah bertobat sehingga ancaman kapak yang tersedia pada akar pohon itu tidak terjadi dalam dirimu.
Lukas 3:9
3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."

1.      Lukas 3:10
3:10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"
3:11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."

Di sini ada dua helai baju, satu helai baju dilepaskan pada orang yang tidak punya. Dikatakan orang itu tidak punya, secara logika tidak mungkin orang itu tidak punya, masakan dia telanjang. Siapa orang yang tidak punya ini yang kepadanya kita menyerahkan sehelai sebagai bukti bahwa kita bertobat dan mengeluarkan buah pertobatan kita? Maksudnya di sini kita tidak harus berpikir bahwa orang itu punya.
Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya
Firman ini berorientasi pada penggembalaan.
Galatia 6:6
6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.

Saudara bertobat dan memberikan sehelai, itu berarti saudara mempercayakan dirimu pada penggembalaan. Jadi kalau berkata bertobat tetapi tidak suka masuk dalam pengembalaan dan tidak menghargai gembala itu berarti tidak bertobat. Hargai gembala jangan berbicara sembarang tentang gembala sebab gembala itu memelihara jiwamu! Apa yang saudara berikan itu nantinya bukan untuk dimakan oleh gembala tetapi gembala menyimpan sehingga saudara kembali untuk mendapatkan “dua tetapi satu”. Sedemikian rupa gembala menangani saudara sehingga saudara berhasil masuk dalam “dua menjadi satu” artinya masuk dalam pesta kawin Anak Domba Allah.

Berat pergumulan gembala untuk mempertaruhkan nyawa jemaat! Tetapi seringkali jemaat itu mengentengkan penggembalaan dan hanya memandang dengan sebelah mata. Begitu saudara bertobat dan saudara mengalihkan sehelai kepada gembala maka nyawa saudara dipegang dan dipelihara oleh gembala. Itu tugas gembala yang tidaklah ringan. Saudara datang beribadah bukan hanya sekedar datang ibadah dan mendengar Firman dengan asal saja. Tetapi tujuan saudara beribadah supaya ditangani oleh gembala bersama Tuhan Yesus Imam Besar supaya saudara yang tadinya sudah tercerai kembali lagi menjadi satu dengan Tuhan. Kalau gembala itu tidak dipercayakan rahasia Firman maka rugi saudara datang beribadah. Tetapi kalau ada bukti nyata Tuhan mempercayakan rahasia Firman Allah kepada gembala dan saudara tidak menghargai maka saudara juga yang rugi.

Apa yang diberikan oleh jemaat kepada gembala bukan hanya sekedar diberikan tetapi supaya jemaat itu diingat. Seperti Tuhan mengingat Nuh.
Kejadian 8:1
8:1 Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.

Setelah bertobat dan menunjukkan buah pertobatan dengan menyerahkan sehelai/ sebagian kepada orang lain yang tidak memiliki yaitu gembala maksudnya supaya kehidupan itu selalu diingat oleh Tuhan, bahwa dia benar-benar sudah bertobat dan menghasilkan buah pertobatan sehingga itu menjadi dasar dia berangkat untuk menikmati sentuhan air yang berbual-bual dan bagaikan kehidupan yang memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan.

Galatia 6:6-8
6:6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.
6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Dengan saudara memberi sehelai/ sebagian berarti yang satu itu ada pada tangan gembala, yang sehelai itu ada pada tangan gembala sebagai bukti kehidupan itu bertobat. Gembala tidak akan berdiam diri  terhadap kehidupan yang ada bukti pertobatan. Sehingga ketika kehidupan itu mengalami gangguan maka gembala akan berdoa dengan ratap tangis menangisi orang yang tadinya memiliki sehelai kain yang dia korbankan, supaya jangan sampai anak Tuhan itu jatuh ke tangan iblis dan anak Tuhan itu tetap ada di tangan Tuhan.

Gembala memelihara jemaat tujuannya agar jemaat itu menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Buah yang diserahkan itu tidak akan hilang tetapi akan dikembalikan. Tadinya dua helai pakaian itu ada pada jemaat dan sehelai diserahkan kepada gembala, kemudian gembala mengelola jemaat itu dan akhirnya dikembalikan dua menjadi satu yaitu menjadi mempelai wanita Tuhan. Awalnya dua menjadi satu dalam suasana mati akhirnya dikembalikan dua menjadi satu dalam suasana hidup.

Yang dibicarakan dalam Yehezkiel pasal 47 wujudnya adalah:
Wahyu 22:1-2
22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

Mustahil kita akan ada di sana kalau kita tidak menghasilkan buah pertobatan. Olehnya kita harus membuktikan ada buah pertobatan dengan menyerahkan hidup di dalam penggembalaan Firman Allah yang sehat. Gembalalah yang akan mengatur kehidupan saudara di hadirat Tuhan lewat Firman pengajaran dan urapan Roh Kudus. Berbahagia saudara kalau jatuh di tangan gembala yang paham akan rencana Allah.

Gembala berusaha agar umat meraih kesenangan bersama Tuhan.
Roma 15:2-3
15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.
15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."

Karena usaha Tuhan untuk menyenangkan umatNya malah membuat Tuhan mendapat cercaan, padahal maksud Tuhan supaya umatNya itu meraih kesenangan bersama dengan Tuhan. Demikian juga hamba Tuhan yang berupaya menyenangkan umat tetapi gembala yang berupaya itu malah dicerca. Tetapi itulah konsekuensi kami sebagai seorang hamba Tuhan karena teladan kami adalah Tuhan Yesus.

Sebaliknya jemaat juga harus berupaya agar bersama dengan hamba Tuhan meraih kesenangan bersama dengan Tuhan. Itu namanya imbang, sama seperti pohon yang ada di sebelah sana dan yang ada di sebelah sini.

2.      Lukas 3:12-13
3:12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?"
3:13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."

Buah pertobatan yang kedua yang mau Tuhan lihat dari kehidupan kita adalah jangan kita merugikan orang lain. Kalau berupaya merugikan orang lain itu berarti belum memiliki buah pertobatan yang kedua. Jangan kita merugikan orang lain, lebih baik kita yang rugi. Buah ini yang masih seringkali kempes, buah yang ini yang masih banyak berulat. Ini koreksi Tuhan yang tajam buat kita semua agar kita mengupayakan supaya orang lain jangan kita rugikan, atau dengan kata lain orang lain kita untungkan Kita banyak kali bersikap hanya untuk keuntungan kita sendiri dan tidak melihat orang sekitar kita.

3.      Lukas 3:14-15
3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."
3:15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,

Lukas 3:14 (Terjemahan Lama)
3:14 Maka ada beberapa laskar pula menanya dia, katanya, "Apakah yang wajib kami ini perbuat?" Maka katanya kepada mereka itu, "Jangan kamu merampas, dan jangan kamu membawa aduan yang palsu ke atas barang seorang pun; melainkan padalah kamu dengan gajimu."

Buah yang ketiga adalah jangan melakukan kekerasan untuk mendapatkan keuntungan diri sendiri.
Ayub 17:5
17:5 Barangsiapa mengadukan sahabatnya untuk mencari keuntungan, mata anak-anaknya akan menjadi rabun.

Artinya kehidupan itu hanya akan melihat yang duniawi dan tidak akan bisa melihat perkara yang rohani. Kalau saya sebagai hamba Tuhan mengadukan sahabat saya demi mencari keuntungan maka  anak-anak saya akan rabun dan jemaat yang saya layani juga akan rabun. Jadi orang yang suka mengadukan sahabatnya akan tertampak dari anak-anaknya dan jemaat yang hanya melihat perkara-perkara yang jasmani dan tidak akan melihat perkara yang di atas yang jauh di seberang sana.

Mengapa bisa seperti itu? Sebab rohaninya tidak bertumbuh.
II Petrus 1:5,8-10
1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.
1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.
1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

Buta dan picik itu sama dengan rabun sehingga hanya melihat apa yang ada di sekitarnya. Kehidupan yang ada pada buah yang ketiga ini membawa kehidupan itu tidak akan mudah tersandung. Sandungan memang ada tetapi orang yang bertambah-tambah ini tidak akan mudah tersandung.
Apa yang ditulis dalam Lukas 3:8-15 adalah contoh konkrit 3 buah pertobatan yang dipraktekkan oleh seorang pemungut cukai yang badannya kerdil bernama Zakheus.
Lukas 19:8
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Separuh miliknya dia serahkan kepada orang miskin, Tuhan Yesus kaya rela menjadi miskin. Itu berarti dia mempercayakan dirinya kepada Tuhan, dia mau digembalakanm, itu buah yang pertama. Kepada yang telah dia peras dia kembalikan empat kali lipat, itu adalah buah yang kedua dan yang ketiga.

Apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus melihat hal ini?
Lukas 19:9
19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.

Akhirnya Zakheus dikaitkan dengan Abraham. Tadinya Zakheus hanya berupaya untuk melihat Tuhan Yesus tetapi karena dia pendek maka dia tidak bisa melihat Tuhan Yesus di antara orang banyak sehingga dia naik ke atas pohon ara. Melihat ada orang yang berupaya untuk melihat wujudnya Yesus maka Tuhan Yesus tidak tinggal abaikan. Kalau ada dalam hati saudara ingin mengenal Tuhan Yesus maka Dia tidak akan menelantarkan saudara dan akan Dia pertemukan bahkan Dia rela masuk dalam kehidupan saudara, terpergantung bagaimana saudara menyambutNya?

Zakheus mau mengembalikan empat kali lipat, ini menunjuk dia adalah tanah yang baik walaupun orang lain yang melihat dia sebagai pemungut cukai mengatai dia ini dan itu.

Untuk mencapai kematangan, buah ini ada prosesnya dan tidak terjadi begitu saja. Sudah ada buah pertobatan tetapi belum matang. Dalam jangka waktu menanti kematangan inilah kita harus waspada. Kenapa? Sebab buah yang tidak matang inilah yang diincar oleh angin pengajaran permainan palsu manusia.
Wahyu 6:13
6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

Menuju pada kematangan ini ada musuh besar yang harus kita hadapi.
Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Untuk mematangkan buah ini harus ada karakteristik yang harus kita tumbuh kembangkan. Kalau buah ini sudah matang maka akan dibawa ke lumbung. Untuk membuat buah itu matang maka dibutuhkan suatu karakter yang harus dibangun dalam diri kita yaitu membangun roh ketekunan. Jangan sampai kita tidak tekun. Kalau kita tidak tekun dalam pengajaran maka awas  angin pengajaran lain akan menghancurkan.
Yakobus 1:4
1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.

“Ketekunan memperoleh buah yang matang” berarti kematangan itu menjadi utuh/ sempurna.

Lukas 8:15
8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Untuk bisa matang butuh ketekunan. Jangan berkata sudah bertobat tetapi tidak ada ketekunan. Ketekunan ini dituntut oleh Tuhan, itulah yang membuat buah pertobatan kita menjadi matang.

Jangan sampai buah kita tidak matang sebab akan ditolak Tuhan. Apalagi kalau buah tidak matang lalu ada angin pengajaran palsu lalu saudara malah menyambut begitu saja. Sadar atau tidak sadar sasaran dari angin pengajaran palsu adalah buah pertobatan yang tidak matang dalam diri saudara yang mau dihancurkan. Apakah saudara rela, buah pertobatan sudah ada pada saudara kemudian membuka diri pada pengajaran palsu sehingga buah itu akhirnya gugur, padahal seharunya saudara tekun dalam pengajaran untuk mematangkan buah pertobatan.

Hasil dari buah yang matang adalah dibawa ke lumbung.
Lukas 3:17
3:17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Dalam ayat di atas ada dua suasana yang pertama/ yang matang akan dibawa ke lumbung berarti aman dalam persekutuan dengan Tuhan. Yang lain akan masuk dalam kesusahan yang besar untuk selama-lamanya. Mengapa harus ke sana? Karena tidak tekun. Kita tentu tidak mau bermuara pada api yang tidak terpadamkan tetapi biarlah kita ada pada lumbungnya Tuhan.

Tugas gembala untuk menjaga jemaat dari angin pengajaran asing.
Yesaya 32:1-2
32:1 Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan,
32:2 dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus.

Gembala atau hamba Tuhan adalah tempat perteduhan dari angin dan perlindungan dari angin ribut. Gembala menjaga sidang jemaat supaya jangan dimasuki pengajaran lain. Kalau gembala ada pandangan seperti itu dan saudara dijaga serta dipelihara maka betapa indah kehidupan saudara. Itu sebabnya topang dan dukunglah hamba Tuhan seperti itu sebab dia pasang badang menghadapi angin pengajaran yang lain.

Salah satu angin yang mau masuk adalah Gnostik. Gnostik ini adalah gabungan dari aliran stoa dan epikuris yang digabungkan dengan injil. Gnostik inilah embrio dari teologia. Sekarang ini banyak sekali teologia antara lain teologia liberal, teologia prestisinasi dan yang paling dicinta adalah teologia kemakmuran. Teologia ini berbicara tentang kemakmuran yang sifatnya jasmani, berarti mengajar jemaat untuk binasa sebab yang disampaikan adalah yang jasmani, yang jasmani itu fana dan yang fana itu akan binasa.

Tekunilah pengajaran yang sehat, jangan kita gugur di tengah jalan dan tidak masuk ke dalam lumbungnya Tuhan. Masuk ke dalam lumbung berarti bersekutu dengan Tuhan Yesus.

Dengan adanya mata air yang membual, itu menciptakan batang sungai yang mengalir dari En-Gedi sampai ke En-Eglaim. Mata Tuhan ada memperhatikan batang sungai ini.
Kidung Agung 5:9
5:9 -- Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, hai jelita di antara wanita? Apakah kelebihan kekasihmu dari pada kekasih yang lain, sehingga kausumpahi kami begini?

Putri Sion paham persis dengan Kekasihnya ini, tetapi putri Yerusalem tidak paham dan malah putri Yerusalem disumpahi. Saudara ada di kelompok yang mana, putri Sion atau putri Yerusalem. Putri Sion ini hubungannya dengan Mempelai Laki-laki Sorga begitu kuat, tetapi putri Yerusalem tidak ada. Kita harus mengambil sikap sekarang ini! Sion adalah bagian kecil dari Yerusalem, berarti putri Sion menunjuk pilihan. Banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih. Kalau saudara paham siapa itu Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga maka saudara tergolong putri Sion.

Kidung Agung 5:10-12
5:10 -- Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang.
5:11 Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak.
5:12 Matanya bagaikan merpati pada batang air, bermandi dalam susu, duduk pada kolam yang penuh.

Mata Tuhan melihat gerak gerik kita dan cara hidup kita kalau kita ada pada batang sungai dari En-Gedi sampai En-Eglaim. Dia serius terhadap batang sungai karena putri Sion ada di sana dan Tuhan memeliharanya. Pemeliharaan Tuhan terhadap kita tidak perlu kita ragukan. Mata Tuhan dari En-Gedi sampai ke En-Eglaim. Di sana ada para penangkap ikan, di sana ada yang menjemur pukat, dan itu Tuhan lihat. Tidak ada aktifitas dari En-Gedi sampai En-Eglaim yang tidak mendapat perhatian yang serius dari Tuhan.

En-Gedi artinya pancaran anak Domba. Tuhan Yesus adalah Anak Domba.
Yohanes 1:29
1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

En-Eglaim artinya pancaran anak Lembu. Lembu menunjuk korban Kristus yang membawa pada kesempurnaan.

Dari pancaran Anak Domba berarti dari dasar pertobatan, sampai pancaran anak lembu yaitu kesempurnaan, itulah ruas jalan sungai yang kita lewati dan di situlah mata Tuhan memperhatikan kita.
Ibrani 9:12-14,24
9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.

Semua Tuhan Yesus lakukan untuk kepentingan kita.
Efesus 5:25,27
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya (En-Gedi)
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. (En-Eglaim)

Di antaranya ada ayat 26 di mana Tuhan memandikan dan menyucikan kita.
Efesus 5:26
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

Mata Tuhan Yesus tidak pernah terlelap memperhatikan kita. Apakah kita sekarang sudah menerima En-Gedi? Sejak kita bertobat. Apakah kita sudah sampai pada En-Eglaim, sudah sampai pada kesempurnaan? Jelas kita belum sampai ke sana, itu sebabnya kita harus mandi air Firman Allah.

Sadar atau tidak sadar iblis akan meniru. Iblis itu peniru yang paling ulung, itu sebabnya sadar atau tidak sadar jangan kita terlibat dengan tipuan iblis. Kalau kita cermati dapat kita ketahui mana yang asli dan mana tiruan.
Habakuk 1:14-17
1:14 Engkau menjadikan manusia itu seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada pemerintahnya?
1:15 Semuanya mereka ditariknya ke atas dengan kail, ditangkap dengan pukatnya dan dikumpulkan dengan payangnya; itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai.
1:16 Itulah sebabnya dipersembahkannya korban untuk pukatnya dan dibakarnya korban untuk payangnya; sebab oleh karena alat-alat itu pendapatannya mewah dan rezekinya berlimpah-limpah.
1:17 Sebab itukah ia selalu menghunus pedangnya dan membunuh bangsa-bangsa dengan tidak kenal belas kasihan?

Ada pelayan-pelayan lain di sini yang tampil dalam kondisi seperti ini. Pelayan-pelayan seperti ini merasa bahwa begitu dia ada hasil tangkapan maka dia mempersembahkan korban karena pukatnya bukan karena Tuhan! Begitu ada hasil tangkapan, begitu ada jiwa baru maka dia merasa itu dia punya. Orang ini tidak akan cintai damai sebab dia merasa keberhasilan itu dari dirinya.

Yehezkiel 47:10
47:10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.

Ada kemiripan yang harus kita waspaidai hari-hari terakhir ini. Kami hamba Tuhan harus memahami bahwa jemaat itu adalah Tuhan punya. Kami dipertanggung jawabkan untuk menjaga, memelihara dan mengarahkan jemaat untuk masuk dalam lumbung. Untuk masuk dalam lumbung jemaat itu harus matang dan untuk mempertahankan perjalanan sampai pada kematangan maka diajarkan tentang ketekunan dan hamba Tuhan itu harus pasang badan melihat angin pengajaran yang mau mengganggu kerohanian jemaat.

Ada mata air yang berbual-bual dan ada sungai yang mengalir. Sungai itu bermuara pada satu tempat berarti menjadi danau. Ini yang telah Tuhan janji kepada umat Israel. Secara lahiriah ini dinikmati oleh orang Israel tetapi secara rohani saudaralah yang menikmati.
Ulangan 8:7
8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung;

Negeri itu dikawal oleh Tuhan. Kita ini ada mata air, ada sungai dan ada danau, mata Tuhan juga mengawal kita. Perjalanan kita dari En-Gedi sampai En-Eglaim dikawal oleh Tuhan. Pengawalan Tuhan tidak langsung saudara lihat tetapi lewat wujud hamba Tuhan yang Tuhan percaya, hamba Tuhan itu menyatakan isi hati Tuhan sekaligus mewanti-wanti kita terhadap hal yang membahayakan kita. Hamba Tuhan ini memasang badan untuk menjaga saudara.

Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar