20141012

Kebaktian Umum, Minggu 12 Oktober 2014 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Zakharia 9:11-12
9:11 Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair.
9:12 Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!

Kembali kita dibawa Tuhan kepada dua ayat ini untuk memahami isi hati Tuhan dan apa pandangan Tuhan kepada kehidupan yang ada di dalam tawanan. Tawanan ini disimpan di lobang yang tidak berair atau di sumur buta.
Zakharia 9:11 (Terjemahan Lama)
9:11 Maka akan dikau, yang punya orang tawanan sudah Kulepaskan dari dalam perigi buta oleh karena darah perjanjian,

Jadi tawanan itu ada di dalam suasana di sekitar sumur buta, berarti lumpur, airnya tidak bisa dinikmati. Tuhan tidak tega melihat ada umatNya, pada waktu itu orang Israel, yang menanti untuk mati sebab tenggelam di dalam lobang yang namanya sumur buta, lobang yang tak berair. Bukan berarti sumur itu benar-benar sudah kering, tetapi ada air namun bercampur lumpur.

Banyak kali, sadar atau tidak sadar, kita seperti tawanan yang berada di lubang yang tidak berair. Artinya berada dalam persekutuan, berada dalam ibadah tetapi minus air Firman Allah. Itu bagaikan kehidupan yang ditawan. Kalau beribadah dan berhimpun lalu seperti dikungkung dan tidak menikmati minum air sebab hanya tercampur lumpur di dalamnya, maka kehidupan itu bagaikan tawanannya iblis. Itu sebabnya Tuhan tidak menginginkan kita menjadi seorang tawanan. Orang yang menjadi tawanan sadar atau tidak sadar berada di lobang yang tidak berair, artinya dia ada di dalam suatu lingkup persekutuan yang tanpa Firman pengajaran. Ini jangan terjadi dalam diri kita.

Zakharia pasal 9 ini adalah pasal penyembahan, pasal permohonan sekaligus penyerahan. Tuhan ingin menemukan gereja Tuhan yang hidup dalam penyembahan. Menyembah Tuhan menjadi benar kalau ada meja roti (Firman pengajaran) dan kaki dian emas (Roh Kudus). Jangan kita menyembah tanpa ditopang dan didorong oleh Firman pengajaran yang benar dan perjamuan kudus.
Yohanes 4:23-24
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Menyembah itu ditunjukkan oleh alat Mezbah Dupa Emas.
Roh ditunjukkan oleh alat Kaki Dian Emas.
Kebenaran ditunjukkan oleh alat Meja Roti Sajian.

Penyembahan baru benar kalau ada Firman dan Roh Kudus. Tuhan Yesus sudah mau datang, kita harus waspada.

Seorang tawanan disuplai makanan dengan serba terbatas. Jadi kalau di dalam gereja makanan Firman Allah dan minuman Roh Kudus dibatasi, waktu ibadah dibatasi, berarti persis seperti orang tawanan. Ini jangan sampai terjadi. Sebagai gembala saya yang berkepentingan tentang hal itu dan saya tidak sudi hal itu terjadi dalam diri kita. Itu juga memang kehendak Allah supaya kita keluar dari tawanan. Jangan biarkan diri kita ditawan oleh peraturan, tetapi biarlah kita ditawan oleh peraturan Firman bukan peraturan manusia. Peraturan Firman justru membebaskan kita sehingga kita bisa beraktifitas sesuai alam Firman.

Kalau Tuhan datang melawati, datang untuk memulihkan, kita harus menyambut dengan legowo, jangan malah menutup diri dan tidak peduli bahwa itu adalah lawatan Tuhan terhadap kita. Ada maksud indah dari Tuhan, tidak mungkin Tuhan melepaskan kita dari tawanan kalau tidak ada maksud untuk kita. Ada berkat khusus yang akan Tuhan berikan kepada kehidupan yang mau keluar dari tawanan itu. Kepadanya Tuhan sudah jamin akan memberikan berkat dua kali lipat. Dua berkat untuk satu orang, berarti dua menjadi satu. Itu adalah bahasa mempelai. Jadi kalau saudara keluar dari tawanan dan mau dipulihkan oleh Tuhan dan tidak tinggal di tempat yang dibatasi ruang gerak oleh organisasi dan liturgi gereja, maka kalau saudara membuka diri saudara akan menerima dua untuk saudara sendiri. Itu tujuan Tuhan, Tuhan mau menjadikan saudara Mempelai WanitaNya. Kita menjadi orang Kristen bukan hanya sekedar menjalankan upacara ibadah, jangan berehenti di situ.

Kepada orang yang mau keluar dari tawanan, kepadanya Tuhan memberikan rahasia.
Zakharia 9:12
9:12 Kembalilah ke kota bentengmu, hai orang tahanan yang penuh harapan! Pada hari ini juga Aku memberitahukan: Aku akan memberi ganti kepadamu dua kali lipat!

Bukan sekedar kita beribadah. Kalau kita salah arah digembalakan maka bukan ketemu Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga tetapi malah bertemu dengan antikristus yang bukannya akan memeluk saudara tetapi akan menyiksa orang yang percaya kepada Tuhan Yesus selama 3,5 tahun. Sehebat-hebatnya kita, kalau nanti seluruh komponen di dunia ini dikuasai antikristus siapa yang akan menolong saudara? Saat itu Tuhan tidak akan campur tangan lagi sebab Tuhan sudah bersama gerejaNya yang menerima dua menjadi satu yang telah disingkirkan Tuhan ke padang belantara.

Sasaran ibadah kita supaya bisa tampil sebagai Mempelai Wanita Tuhan yang digambarkan seperti wanita hamil dalam Wahyu pasal 12. Itu terdiri dari para pemabuk yang sudah bertobat, di sana ada para pelacur yang sudah bertobat yang mau dibersihkan, disucikan dan disempurnakan lalu bergabung dengan yang orisinil. Jadi ada kesempatan serusak bagaimanapun saudara. Jangan berkata tidak ada harapan, ada harapan asalkan saudara menerima air Firman Allah! Itu sebabnya terimalah pemulihan.

Dalam kitab Ayub dikatakan walaupun pohon sudah mati dan akarnya busuk di tanah tetapi bila dia mencium bau air maka dia akan bertumbuh kembali, bersemi, berbunga dan berbuah. Kalau dilihat secara manusia mana ada harapan sebab sudah terlalu hancur, sudah terlalu bejat, sudah terlalu rusak, tetapi kalau dia masih mau berdamai dengan Tuhan lewat air Firman Allah maka ada harapan. Kalau mau mencium bau air, berarti menerima Firman pengajaran, maka ada harapan.
Ayub 14:7-9
14:7 Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh.
14:8 Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu,
14:9 maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai.

Kembalilah ke kota bentengmu” artinya kembalilah kepada bentuk pemeliharaan Tuhan, sebab Tuhan itu adalah tanduk keselamatan dan kota benteng kita. Maksudnya di sini jangan kita ada di luar kota benteng. Kalau ada di luar bisa kembali lagi ke lobang tak berair. Berarti kalau kembali ke kota benteng kita tidak berada dalam suasana sumur buta. Kembali ke kota benteng berarti kembali ke koridor Firman Allah, jangan ada di luar  bingkai Firman Allah. Tujuannya supaya jangan terjebak lagi di sumur yang sama.

Kita telah melihat sumur-sumur yang mengkisahkan pertemuan jejaka dan gadis sehingga akhirnya terjadi pernikahan (2 menjadi 1). Kali ini kita akan melihat koreksi-koreksi yang ada di sumur-sumur ini, walaupun ada airnya tetapi perlu ada koreksi. Namun sumur yang satu  hampir-hampir tidak ada koreksi lagi karena itu sumur yang menghasilkan pasangan yang sempurna adanya.

1.      Sumur Lahai-Roi
Yang ditonjolkan di sini adalah sifat-sifat Ribka. Ribka akhirnya menjadi istri Ishak. Ishak adalah gambaran Tuhan Yesus dan Abraham adalah gambaran Allah Bapa. Sifat Ribka ini harus menjadi teladan bagi kita. Sifat yang ditonjolkan adalah:
a)      Kerendahan hati dari Ribka .
b)      Ribka yang tidak mau dihalang-halangi oleh siapapun (ketaatannya).

Sifat ini harus kita tumbuh kembangkan ketika kita bertemu dengan Ishak kita di sumur Lahai-Roi, artinya pandangan hidup. Alkitab adalah sumurnya Tuhan tempat kita menimba air. Gereja Tuhan yang selalu meminum air dari sumur ini disebut bagaikan mata air tertutup, mata air termeterai.
Kidung Agung 4:12
4:12 Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai.

Ribka yang tampil dengan dua sikap itu akhirnya menjadi penghibur hati Ishak.
Kejadian 24:67
24:67 Lalu Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.

Jadi selama itu Ishak 3 tahun berada dalam duka karena kepergian ibunya. Dengan tampilnya Ribka maka hati Ishak dipenuhi sukacita dan terhibur. Seringkali anak Tuhan datang beribadah dan memuji Tuhan lalu pulang mengatakan dirinya puas tetapi sebenarnya Tuhan Yesus sedih terus sebab pujian yang dipersembahkan berangkat dari hati yang tidak disucikan! Bagaimana Tuhan Yesus bisa terhibur. Bagaimana kita bisa membuat hati Tuhan Yesus girang? Dengan kita datang memuji Tuhan tetapi lebih dahulu mengizinkan Firman pengajaran menyucikan hati kita sehingga kita tampil menggirangkan hati Tuhan Yesus, Ishak kita yang kita nanti-nantikan akan kembali.

Jadikanlah pertemuan-pertemuan dalam ibadah kita menjadi saranan kita dibenahi oleh Tuhan sehingga kelak kita bisa membuat hati Tuhan Yesus girang gembira melihat kita, seperti Ishak ketika melihat Ribka membuat hatinya terhibur. Biarlah kita bisa membawa diri kita dan nikah kita menjadi penghibur Tuhan Yesus sebab sampai saat ini Tuhan Yesus tidak mempunyai tempat meletakkan kepalaNya berarti tidak mempunyai tubuhNya. Ketika Tuhan Yesus menemukan tubuhNya berarti menemukan mempelai wanitaNya berarti sudah ada yang menghibur Tuhan Yesus. Ini yang mau Tuhan dapatkan pada kita.

Kita berbicara tentang sumur yang menjadi tempat pertemuan antara seorang jejaka dan seorang gadis yang akhirnya menjalin suatu ikatan nikah. Jadi pertemuan kita di dalam setiap ibadah adalah untuk menjalin saudara kepada suatu sasaran yaitu nikah yang rohani dengan Kristus Yessu.
Wahyu 19:7; 21:9
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

Di sini dipertontonkan Mempelai Wanita untuk Anak Domba. Begitu senang hati Tuhan mempertontonkan MempelaiNya. Seperti di zaman raja Ahasyweros, begitu senang hatinya untuk mempertontonkan kecantikan ratu Wasti. Tetapi ratu Wasti tidak mau bahkan dia membuat pesta saingan. Karena ketidaktundukan wasti ini akhirnya salah satu dari tujuh sida-sida memberi usul kepada raja Ahasyweros. Tujuh sida-sida ini menggambarkan tujuh roh Allah yang ada di hadapan Allah. Salah satu dari 7 sida-sida itu berbicara supaya memecat Wasti dan mengganti dengan yang lain. Jadi gereja yang tidak mau tunduk kepada Tuhan Yesus itu akan dibuang, tidak masuk ke dalam Tubuh Kristus dan akan dicari yang tunduk kepada Kristus. Saat Wasti jatuh maka Ester muncul.

2.      Sumur tempat pertemuan Yakub dan Rahel
Ada sesuatu yang perlu dibersihkan di sini dan hal ini sudah mengakar di sumur ini. Yang mengakar adalah ketika Yakub datang ada sekumpulan gembala dan domba-dombanya sudah mengelilingi sumur itu tetapi tidak ada yang membuka sebab mereka sudah terikat dengan tradisi. Sumur yang membawa pertemuan Yakub dan Rahel ini adalah sumur yang sudah terikat dengan tradisi. Tetapi puji Tuhan ketika Yakub datang maka tradisi itu dia rubah.

Sumur itu bersuasana korupsi waktu. Masih ada waktu menggembala tetapi mereka sudah berhenti dan datang ke sumur itu. Biarlah kita melepaskan tawanan yang membuat kita korupsi waktu. Rahel adalah gambaran gereja hujan akhir. Ketika Rahel muncul semuanya berubah dan Yakub bergerak membuka sumur itu. Begitu gereja hujan akhir muncul maka rahasia Firman Allah dibukakan.

Dalam 1 minggu kita beribadah 3 kali dan setiap ibadah kurang lebih 2,5 jam. Jadi total 7,5 jam untuk beribadah dan masih ada 160,5 jam untuk saudara. Mana yang lebih banyak, untuk saudara atau untuk Tuhan? Biarlah kita jujur kepada Tuhan.

Kehidupan yang mau menerima koreksi Firman Allah, itulah kehidupan yang diizinkan Tuhan mendengarkan rahasia Firman Allah. Tujuan pembukaan rahasia Firman Allah adalah untuk membawa kita dua menjadi satu, untuk membentuk nikah Kristus dengan gerejaNya.
Efesus 5:32
5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

Ini adalah rahasia yang paling besar dalam Alkitab. Luar biasa kalau kita ada dalam kegenapan rahasia Allah yang besar ini. Kegenapan ini bukan hanya terjadi di Sorga tetapi di bumi ini, kita akan berkerajaan 1000 tahun dengan Tuhan Yesus.
Roma 9:28
9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

Untuk sampai ke sana kita harus rela menerima pemulihan-pemulihan. Rahel adalah gereja hujan akhir yang akan melahirkan Yusuf. Gereja hujan akhir inilah yang akan menampilkan sidang Mempelai yang akan melahirkan anak laki-laki (Benyamin). Marilah kita melayani Tuhan dengan tulus hati, sebagaimana Tuhan dengan tulus hati membukakan rahasia FirmanNya kepada kita.

Setelah Rahel berjumpa dengan Yakub, dia melapor kepada ibu dan bapanya. Akhirnya Yakub tinggal di rumah Rahel dan diberikanlah Rahel kepadanya. Tetapi ada permainan di sana. Orang tuanya malah memberikan Lea kepada Yakub. Setelah pagi maka Yakub melihat bahwa itu bukan Rahel tetapi Lea lalu dia mengajukan protes. Itu terjadi karena mereka masih terikat dengan adat istiadat kebiasaan mereka. Anak-anak Lea adalah kehidupan yang selalu terlibat dalam soal itu. Ini jangan terjadi dalam kehidupan kita.

3.      Sumur tempat Yusuf dijebloskan ke dalam
Ini adalah benar-benar sumur buta tempat Yusuf dijebloskan. Ketika kafilah Ismael lewat, saudara-saudaranya menjualnya kepada kafilah itu. Ketika Yusuf sedang berjalan ditarik oleh unta maka ketika itu lehernya sedang dijepit dengan besi, sadis Yusuf diperlakukan. Dapat saudara bayangkan bagaimana pedihnya Yusuf.
Mazmur 105:18
105:18 Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi,

Seringkali anak Tuhan yang ada di sumur buta, lehernya sudah dijepit sehingga tidak bisa makan Firman tetapi masih merasa gagah. Jangan leher dijepit, biarlah kita bebas untuk makan Firman. Inilah akibat sumur buta membuat tidak bebas untuk makan Firman.

Yang muncul di sini adalah kebencian dan kebencian yang dialami oleh Yusuf akibat sumur buta ini ada dua yaitu kebencian di ladang dan di rumah.
a)      Kebencian di ladang
Kejadian 37:5-7
37:5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
37:6 Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:
37:7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."

Di ladang pelayanan kita tidak bisa menutup diri, pasti akan ada roh kebencian. Orang yang memiliki kebencian adalah tanda bahwa dia dekat dengan sumur yang buta. Ladang itu adalah tempat aktifitas pelayanan, ingat jangan kita munculkan roh kebencian di sana.

Saya tidak menuduh saudara, tetapi ini perlu kita koreksi. Jangan-jangan ketika ada di ladang, ada pada aktivitas pelayanan ada hati yang penuh kebencian pada orang lain. Saya paham akan hal ini karena sudah saya nikmati. Kalau engkau tidak ada kesalahan dan menerima kebencian itu maka kita harus tetap menerima sebab dunia juga akan membenci kita bahkan sampai tujuh kali dikatakan. Apakah kita harus balas membenci sampai mendendam? Tentu tidak.

b)      Kebencian di rumah
Kejadian 37:9
37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."

Ini adalah kebencian dalam nikah rumah tangga. Ini perlu dibersihkan dari kita. Mungkin suami istri masih satu rumah, masih satu tempat tidur tetapi ada dendam suami kepada istri atau dendam istri kepada suami yang masih terselubung. Dendam ini masih tersimpan tetapi bagaikan api dalam sekam yang suatu saat akan muncul. Kenapa bisa ada perceraian? Sebab sudah ada persoalan yang lama terjadi tetapi tidak pernah diselesaikan. Inilah sumur buta yang menyengsarakan anak Tuhan.

Lebih sial lagi setelah bercerai kemudian dilegalkan lagi oleh gereja untuk menikah lagi. Kapan bisa sempurna kalau seperti itu? Bagaimana bisa siap menyambut Tuhan Yesus yang kedatanganNya sudah diambang pintu?

Dalam Kejadian pasal 37 ini tidak ada diceritakan tentang pernikahan. Yusuf ini dijepit lehernya dan dipasung kakinya. Ketika sampai di Mesir dia dijual pada Potifar dan di sana dia mendapat fitnaan sehingga dijebloskan dalam penjara. Tetapi puji Tuhan, karena dalam diri Yusuf ada rencana Allah maka tidak ada satu setan pun yang bisa menggagalkan. Kalau dalam diri saudara ada rencana Allah maka tidak ada satu tangan setan yang bisa menggagalkan saudara. Kalau dalam diri saya ada rencana Allah maka tidak ada satu tangan manusiapun yang bisa menggagalkan saya.




4.      Sumur tempat pertemuan Musa dan Zipora bersama saudara-saudaranya, anak imam di Midian.
Ketika Zipora dan saudara-saudaranya datang ke sumur itu maka gembala-gembala yang ada di situ marah dan mengusir mereka. Jadi yang harus dikoreksi dari sumur ini adalah ada kekerasan di sumur itu.

Keluaran 2:17
2:17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.

Dipandangan mereka Musa adalah orang Mesir. Musa tidak tahan melihat ada kekerasan di situ. Di sumur ini kita temukan ada kekerasan yang dimuati oleh kepentingan diri sendiri. Musa mengakhiri pelayanannya di Mesir dengan menolong saudaranya orang Israel. Tetapi caranya dia menolong dengan kekerasan. Akhirnya orang yang berkelahi dengan orang Mesir ini Musa bunuh. Ketika dia masuk ke Midian dia tidak lagi membunuh, dia menolong tetapi tidak lagi dengan kekerasan. Dia sudah dirubah oleh Tuhan sehingga dia menolong anak-anak imam di Midian ini tidak dengan kekerasan lagi.

Sikap negatif yang bisa kita lihat di sumur ini adalah orang yang ditolong malah menelantarkan yang menolong. Orang yang menolong malah tidak dihargai. Ketika mereka pulang lebih cepat, bapa mereka bertanya kenapa pulang cepat dan mereka menceritakan ada orang Mesir yang sudah menolong mereka. Yitro, ayah mereka menyuruh mereka segera kembali ke sumur itu dan jangan menelantarkan orang yang telah menolong mereka agar diajak datang ke rumah.

Seringkali orang menolong malah itu yang tidak disenangi. Akhir zaman ini kadang kala muncul hal seperti ini. Kekerasan ini bernuansa mementingkan diri, akhirnya yang menolong malah balik diludahi. Jangan kita biarkan hal ini terjadi. Itu sebabnya sumur ini harus dibersihkan. Jangan biarkan/ diterlantarkan orang yang menolong kita, paling tidak kita harus mengucapkan terima kasih.

5.      Sumur tempat pertemuan Tuhan Yesus dengan perempuan bermoral bejat
Perempuan ini mau dipulihkan oleh Tuhan tetapi bernuansa di sumur yang sangat dalam. Untuk menolong kehidupan yang seperti wanita ini yang sudah tidak karu-karuan hidupnya dibutuhkan sumur yang paling dalam, dibutuhkan pembukaan rahasia Firmn yang paling dalam. Ada dua sisi yang Tuhan Yesus koreksi di sini.
a)      Koreksi nikah arahnya rahasia nikah
Efesus 5:32
5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

Ketika sudah terjalin komunikasi yang baik antara mereka Tuhan Yesus menyuruhnya memanggil suaminya.
Dia mengatakan tidak bersuami. Maka Tuhan Yesus berkata benar engkau tidak bersuami karena yang keenam ini juga bukan suamimu.

b)      Koreksi ibadah arahnya rahasia ibadah
1 Timotius 3:16
3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Wanita itu berkata “kamu beribadah di Yerusalem dan kami di gunung Gerizim ini”. Lalu Tuhan berbicara bahwa menyembah di dalam roh dan kebenaran itulah yang benar. Tuhan Yesus menunjukkan bagaimana ibadah yang berkenan yaitu sesuai dengan yang apa Tuhan tetapkan. Ibadah yang benar sekaligus menghentar nikah yang tadinya tidak benar untuk bertemu dengan Tuhan Yesus.

Yohanes 4:25
4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

Mesias itu datang membukakan rahasia Firman. Ketika wanita ini mau dikoreksi nikah dan ibadahnya maka muncullah pikirannya bahwa Mesias akan datang. Maka Tuhan Yesus tidak menutup diri dan langsung menampilkan bahwa dirinya adalah Mesias. Mesias yang benar bergerak untuk membenahi nikah dan ibadah, bukan malah menghancurkan nikah.

Jadi sumur yang terakhir ini adalah sumur tempat pertemuan Tuhan Yesus dengan perempuan ini untuk membenahi nikah dan ibadah. Jadi akhir dari perjalanan hidup kita supaya tidak terjebak lagi dalam lubang yang tidak berair maka Tuhan menyuruh kita pergi ke kota benteng. Di sana Tuhan akan memberitahukan kepada mereka bahwa Tuhan akan memberi “dua menjadi satu”. Wanita ini ada peluang untuk ke sana, untuk menjadi mempelai wanita Tuhan. Mungkin saudara berkata sudah terlalu kronis dan sudah menahun masalah tentang nikah. Tetapi ada harapan asalkan saudara mau terima Firman Pengajaran dengan koreksi-koreksinya, maka Tuhan akan menolong saudara.

Marilah kita bangkit di hari-hari terakhir ini. Jadilah umat Tuhan yang makin mendalam dalam pendalaman Alkitab sehingga makin meresapi kasih Tuhan kepada kita dan merasa diri sebenarnya tidak layak dan tidak pantas. Jangan bersikap seperti ini:
Kisah Para Rasul 13:46
13:46 Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

Sebenarnya kita juga tidak layak tetapi jangan kita menolak. Jangan seperti orang Yahudi, ketidaklayakkan mereka itu adalah penolakkan. Jangan kita menolak kasih Tuhan.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar