20171125

Kebaktian Doa, Sabtu 25 November 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
                                                            
Yohanes 3:3-6
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

I Korintus 15:50
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Arti ayat ini, kehidupan yang masih kedagingan tidak bisa melihat kerajaan Allah.

Nikodemus artinya menang atas orang banyak. Dalam suasana gelap dia datang kepada Yesus yang adalah terang. Hal ini memberikan petunjuk kepada kita kenapa dia datang pada malam hari. Bukan hanya semata karena dia takut nanti dilihat orang. Memang itulah keadaan manusia. Sekalipun dia seorang pemimpin agama tetapi hidupnya ada dalam status malam atau gelap. Itu sebabnya dia datang kepada Yesus yang Alkitab katakan adalah terang. Yesus adalah terang, Firman itu adalah terang, Roh Kudus adalah terang.

Untuk mengatasi kegelapan mulai dari pemikiran manusiawi seperti Nikodemus ini, maka kita harus datang kepada terang. Karena gereja Tuhan yang datang kepada terang, satu saat tidak ada kegelapan setitikpun. Itu ada dalam Wahyu 12:1.
Wahyu 12:1
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Tidak ada kegelapan sedikitpun dalam kehidupan yang disebut Mempelai Wanita sebab baik di kepala, di sekeliling tubuhnya dan di bawah kakinya, semua terang.

Untuk mengatasi kegelapan dalam kehidupan kita tidak instan, tetapi lewat proses. Proses itu dimulai dengan baptisan air dan roh, yang disimpulkan dalam Yohanes pasal 3 disebut lahir baru. Itulah dasarnya dan dari sinilah proses dimulai hingga benar-benar tidak ada lagi kegelapan dalam diri kita.

Coba kita raba diri kita. Apakah proses terang ini sedang berjalan dalam kehidupan saya dan saudara atau kembali undur/ menukik. Padahal dalam Wahyu pasal 12 dikatakan alamat Mempelai Wanita Tuhan itu tidak di muka bumi tetapi ada di angkasa. Itu berarti rohani yang benar-benar tidak ada setitikpun gelap dalam dirinya. Gravitasi bumi, daging dan darah tidak dapat lagi menarik dia.

Yang banyak membuat rohani kita berantakan adalah daging dan dunia, sehingga bukan terang bertambah terang. Alkitab mengatakan jalan orang benar makin terang sampai rembang siang. Jadi ada proses bertambah-tambah sampai siang, jam 12, tidak ada lagi gelap. Itulah yang Tuhan dambakan dari kehidupan kita semua.

Alangkah disesali bila proses yang sedang berjalan dalam hidup saudara, yang tadinya terang itu sudah nyata, kenapa jadi pudar kembali. Kehidupan yang jadi pudar dan tidak ada lagi minat untuk meroket, ini sudah siap untuk masuk dalam kegelapan yang paling gelap, itulah zaman antikristus.

Kita ini dari gelap. Nikodemus dari gelap. Dia datang pada waktu malam karena memang dia ada dalam keadaan gelap, dia datang kepada terang. Untuk ini Yesus mulai bicara dari dasar yaitu lahir baru. Lahir baru adalah permulaan orang masuk dalam terang sampai rembang tengah hari.
Amsal 4:18
4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Kekasih yang diberkati oleh Tuhan, perhatikan. Penampilan Mempelai Wanita dalam Wahyu 12:1 itu sudah dekat. Bertanyalah pada dirimu, apakah saudara ada di situ.

Kita ini umat Tuhan bukan supaya tambah gelap tetapi supaya tambah terang. Cepatlah beranjak menuju pada terang yang ajaib itu. Jangan berkanjang pada kegelapan sementara saudara sudah tahu apa tujuan Tuhan dalam mengerjakan penebusan di Gologota yaitu untuk mendapatkan saudara. Saudara sudah tahu tetapi kenapa saudara sengaja kembali pada kegelapan? Hati-hati! Itu akan berakhir kehidupan itu satu waktu menolak terang. Mungkin saudara tidak dengan kata-kata menolak terang, tetapi dengan perbuatan kita sudah menyangkal terang itu. Ini jangan sampai terjadi.
Titus 1:16
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Saya sebagai hamba Tuhan mengupayakan bagaimana untuk membawa hidup ini untuk meraih status wahyu 12:1. Sebab itulah yang akan disingkirkan dalam Wahyu 12:14.
Wahyu 12:14
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Yang tertinggal adalah anak-anak Tuhan yang tidak mau diterangi, dia bertahan dalam kegelapan, bertahan dalam kanak-kanak rohani.

Status gereja Tuhan yang terang ada di atas gunung. Tidak dikatakan “kamu terang dunia yang ada di lembah” atau “kamu terang dunia yang ada di dalam gua”. Ini khotbah Yesus di atas bukit, salah satu bahasa yang Dia ucapkan adalah:
Matius 5:14
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Pada waktu Yerusalem di pertontonkan dalam kitab Wahyu, justru tampil di atas gunung. Nikodemus masih dalam kegelapan dan dia datang kepada Yesus yang adalah terang. Ini menggambarkan kepada kita yang dari gelap datang kepada terang, dan satu ketika kita akan menjadi terang di atas gunung, berarti tidak tersembunyi.

Untuk naik ke gunung membutuhkan kekuatan ekstra. Jadi gereja Tuhan yang menjadi terang yang ditunjukkan ada di atas gunung adalah anak Tuhan yang berupaya mulai dari kaki gunung dan mendaki sampai ke puncak gunung.

Nikodemus menjadi contoh kepada kita, dia mengupayakan datang kepada Yesus. Dia datang kepada terang dan melepaskan segala gelap. Dia tidak tersinggung kalau secara kasar dikatakan pemimpin bodoh.
Yohanes 3:10
3:10 Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?

Yesus sedang menyorotkan terang dan terang itu untuk mengangkat kita. Dia mengkatrol kita supaya bisa ada di atas gunung. Kita harus ada upaya untuk beranjak ke atasg gunung, berarti ada kekuatan ekstra.

Makanya ketika Yesus di permuliakan bukan di lembah, tetapi Dia membawa tiga muridNya ke atas gunung yang tinggi. Di sanalah Skhina Gloria dipertontonkan. Di sanalah terang itu dipertontonkan sehingga Petrus, Yahones dan Yakobus tidak tahan melihatnya. Ke sanalah rencana Tuhan membawa kita naik ke gunung Tuhan.

Tiga penginjil yaitu Matius, Markus dan Lukas bersaksi bahwa di atas gunung kemuliaan itu, bukan di lereng gunung atau di bawah gunung. Coba saudara bayangkan kalau kita tidak ada upaya untuk naik ke gunung tingkatkan rohani, maka kita akan dibabat oleh kuasa kegelapan nantinya.

Matius 17:1
17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

Gunung itu sudah tinggi, tetapi disebut lagi tinggi. Siapa yang dibawa oleh Tuhan di sini:
Ø  Yakobus mewakili iman
Ø  Petrus mewakili pengharapan dan kesucian
Ø  Yohanes mewakili kasih

Jadi iman, pengharapan dan kasih harus ada pada kita. Apakah saudara beriman, punya pengharapan dan kasih, itulah orang yang akan dipertontonkan Tuhan dalam kemuliaanNya. Itulah gereja Tuhan yang ada di atas gunung.

Markus 9:1-2
9:1 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa."
9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,

Lukas 9:28
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.

Kalau kesaksian ini lebih dari satu berarti Tuhan ingin menarik perhatian saya dan saudara bahwa kemuliaan itu ada di atas gunung yang tinggi, dan itu dimulai dari dasar yaitu kelahiran baru.

Ini suatu titipan ajaran Tuhan lewat Nikodemus ini. Dia keluar dari gelap mau datang kepada Yesus sumber terang. Dia bagaikan orang yang mendaki gunung untuk merobek dagingnya. Ini upaya keras untuk menembusi kegelapan yang ada pada dirinya. Mata orang bisa melihat dia, tetapi dengan penuh keberanian dia datang. Kita telah melihat dalam Injil Yohanes pasal 7 dan pasal 19, Nikodemus ini ada. Berarti benar-benar menanjak rohaninya.

Jangan rohani kita pasang surut. Sudah pasang kemudian surut lagi. Surutnya banyak tetapi pasangnya hanya satu-satu kali. Kalau kita bermain beralun-alun seperti itu, sama dengan kita mempermainkan Yesus, mempermainkan Firman. Satu saat kita akan gigit jari dan juga menderita karena berhadapan dengan penguasa gelap. Kenapa berhadapan dengan penguasa gelap? Karena cinta kegelapan.

Ayo, marilah kita mengupayakan diri di ujung akhir zaman ini, jangan kita main-main. Sangat mengerikan, kalau melihat keadaan hamba-hamba Tuhan, saya malah takut. Tahu bicara Yesus akan datang, tetapi tidak ada upaya untuk persiapkan diri. Malah upayanya hanya horizontal melihat ke bumi, tidak vertikal. Kalau hamba Tuhan seperti itu, kasihan sidang jemaat. Jangan sampai hal itu terjadi pada kita!

Kata kemuliaan artinya sesuatu yang tidak ada lagi cacat cela dan kerut. Bukankah ini yang sedang kita buru, kita kejar, kita upayakan. Kecuali kalau saudara tidak punya minat dan gairah ke sana, sehingga ibadahmu kelak menjadi sia-sia dan jangan salahkan siapa-siapa.

Kemuliaan Tuhan adalah sesuatu keadaan yang tidak ada lagi cacat cela dan kerut. Bagaimana untuk mencapai ini? Ada patokan dalam Firman mulai dari lahir baru. Dalam Efesus sudah diakumulasi di dalamnya.
Efesus 5:25
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Bagaimana tanggapan saudara terhadap Yesus menyerahkan diri untuk kita? Ayat 25 ini kesimpulan dan nafasnya menunjuk pengorbanan Kristus buat kita. Kalau kita tahu ini pengorbanan Kristus untuk mendapatkan saya, maka tanggapan saya harus bertobat dan lahir baru.

Efesus 5:26
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

Dia menguduskan. Jadi sesudah kita melihat korban Kristus pada ayat 25 kemudian kita tanggapi sepenuh hati dengan serius, lalu kita percaya, bertobat dan memberi diri dibaptis, maka harus lanjut, jangan diam, jangan merasa cukup. Mandi terus air oleh firman (disucikan terus).

Jangan berkata proses itu tidak ada ujungnya, pasti ada ujungnya. Ini ujungnya:
Efesus 5:27
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Inilah kemuliaan, ini tujuan kita. Jadi datang dulu kepada terang, terang itu adalah Yesus. Dia sudah berkorban bagi kita. Jangan remehkan/ mengolok-olok pengorbanan Kristus dengan perilaku yang tidak terpuji. Sayangkan kalau hidup kita seperti itu, tidak pernah sadar. Bahkan merasa “tidak apa-apa, tabrak saja”. Namun Tuhan mengatakan “apakah engkau tahu, bagaimana kesudahannya kelak?”.

Ketika hidup ini berserah kepada Tuhan dalam doa penyahutan, terlalu banyak derai air mata. Seringkali saya bermasa bodoh, kenapa menangisi jiwa orang lain, tidak menangisi jiwamu sendiri. Memang Yesus pernah berucap itu ketika Dia mau disalib, dia berkata kepada wanita-wanita “jangan menangisi Aku, tangisilah dirimu”. Dalam kapasitas seorang hamba Tuhan, dia menangisi bukan hanya untuk dirinya sendiri namun menangisi domba yang ada dibelakangnya agar domba-domba ini bisa berhasil berada di gunung yang tinggi.

Kita belajar untuk mendaki, walaupun susah payah hadir dalam beribadah, itu berarti saudara sedang mendaki ingin digodok oleh air oleh Firman Tuhan ketika kita beribadah sehingga kita tampil tanpa cacat cela dan kerut. Saya menyadari setiap kita beribadah memang suatu pergumulan, tetapi jangan sampai sia-sia kehadiran saudara karena tidak diimbangi dengan praktek. Di dalam gereja terang tetapi di luar gelap. Bagaimana mau jadi kehidupan seperti itu. Yesus mengatakan model kehidupan seperti itu, Aku Yesus bukan Tuhannya. Ini yang jangan terjadi pada kita.

Kita sudah dibeli oleh Tuhan. Yesus berkorban bagi saudara. Dia telah menyerahkan nyawa untuk membeli kita.
Efesus 5:25
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Penyerahan nyawaNya karena mengasihi kita. Di mana rasa terima kasih kita. Ada satu Pribadi yang menyerahkan nyawa bagi kita, itulah Yesus. Jangan sampai kita tega mengkhianati Dia. Nikodemus maju dan maju terus. Sampai hati saudara jika mengkhianati Yesus yang sudah berkorban nyawa bagi kita.

Berapa kali kita mengkhianati Orang yang pernah menyerahkan nyawa bagi kita dengan cara tidak setia. Bagaimana kita mau mencapai kemuliaan kalau mengkhianati Pribadi yang sudah menyerahkan nyawa bagi kita. Proses kelahiran baru mungkin sudah dilalui, tetapi jangan sampai berbalik lagi mengkhianati Yesus. Ketika Yesus melihat Yudas Iskariot, Dia berkata “alangkah baiknya orang ini tidak dilahirkan”. Artinya alangkah baiknya saudara tidak dilahirkan baru dari pada mengkhianati Kepala yaitu Yesus dan mengkhianati Tubuh yaitu anggota gereja.

GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar