20171127

Kebaktian Pelepasan Jenasah Pdt. Petrus Mangera Senin, 27 November 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
                                                            
Yohanes 5:24-29
5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

Kebangkitan orang mati siapapun dia ditentukan oleh Kristus Yesus. Orang yang menerima perkataan, dia pindah dari maut kepada hidup. Semua orang yang mati kelak akan mendengar suara Tuhan Yesus.

Kalau kita membaca Daniel pasal 12, seakan-akan kebangkitan itu hanya satu paket, baik orang yang dibenarkan oleh Yesus maupun orang yang tidak dibenarkan oleh Tuhan Yesus. Tetapi menurut peta zaman itu terbagi dua.

Yang sudah menerima perkataan Tuhan walaupun sudah mati seperti hambaNya ini, dia akan bangkit begitu masuk kerjaan 1000 tahun. Tetapi yang tidak menerima perkataan Tuhan, dia akan bangkit sesudah kerajaan 1000 tahun. Jadi tidak satu paket. Supaya kita masuk dalam kerajaan 1000 tahun maka kita harus menerima perkataan Tuhan. Dikatakan “berbahagialah mereka yang bangkit pada kebangkitan pertama” sebab mereka akan masuk dalam kerajaan 1000 tahun.

Kebangkitan orang mati itu arahnya ditentukan bagaimana kita mendengar perkataan Tuhan. Kalau dari sekarang kita suka mendengar perkataan Tuhan, maka dapat dijamin oleh Tuhan sekalipun meninggal, kita akan dibangkitkan ketika masuk dalam kerajaan 1000 tahun damai. Kristus Yesus datang ke dunia ini datang menyelamatkan orang yang takut akan maut. Tetapi banyak sekali kehidupan yang tidak takut akan maut.

Selama hidupnya hamba Tuhan ini sudah mendengar suara Tuhan sehingga dia pindah dari maut kepada hidup. Itu juga yang dia beritakan supaya orang lain juga mendengar suara Tuhan berpindah dari maut kepada hidup.

Apakah kita juga takut kepada maut? Yang bisa memindahkan kita dari maut kepada hidup hanya perkataan Kristus.
Ibrani 2:14-15
2:14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

Penyelamatan Kristus Yesus hanya berlaku kepada orang yang takut akan maut. Ketika kita masih dalam cengkraman maut berarti hamba dosa, hobi yang kita kerjakan adalah melakukan dosa kejahatan dan kenajisan. Dan itu dipertanyakan lewat monolog rasul Paulus “apakah untungnya ketika kamu adalah hamba dosa” dijawab sendiri oleh rausl Paulus “hanya memalukan kamu”. Olehnya berbahagia kalau kita dipindah dari cengkraman maut lewat pekerjaan Korban Kristus. Tadinya kita adalah hamba dosa, sekarang kita pindah kepada hamba kebenaran.
Roma 6:17
6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

Dulu hamba dosa, tetapi syukur kepada Tuhan, sekarang telah mentaati perkataan Ilahi yaitu Firman Tuhan. Yang diberi penekanan di sini adalah pengajaran yang telah diteruskan kepada kamu. Jadi pengajaran yang sudah kita terima dari pendahulu kita teruskan, bukan untuk dibengkokkan. Itulah orang yang berbahagia dan bersyukur. Sehingga satu ketika sekalipun dia meninggal, ketika mendengar suara dikumandangkan oleh Tuhan Yesus maka dia dibangkitkan pada paket pertama untuk masuk dalam kerajaan 1000 tahun.

Ketika rasul Paulus masuk di Asia Kecil, Alkitab mengatakan mereka seperti masuk dalam hukuman mati untuk merebut jemaat Efesus dan sebagainya. Perjuangan hamba Tuhan tidak enteng, tetapi kadang jemaat tidak melihat penderitaan batin hamba Tuhan sehingga sesukanya saja memperlakukan hamba Tuhan. Stop kalau ada anak Tuhan seperti itu.

Di mana kita bisa mendengarkan perkataan Kristus kalau tidak ada langkah yang datang menemui kita yaitu langkah hamba Tuhan yang diutus oleh Tuhan.
Roma 10:13-14
10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Karena Tuhan ingin merebut saudara dari ancaman maut kepada hidup maka saudara mendengar suara Tuhan yang penuh kuasa untuk memindahkan kita dari kematian kepada hidup yang kekal.

Rasul Paulus tingkatkan pada ayat 16, dia angkat Firman Tuhan dari kitab nabi Yesaya.
Roma 10:16
10:16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"

Perkataan itu bukan sekedar perkataan tetapi pengajaran yang sudah diterima dan diteruskan. Di manapun hamba Tuhan ini dikubur, dia akan mendengar suara Tuhan dalam kuasa kebangkitan untuk masuk bersama Yesus di dalam kerajaan 1000 tahun. Yang lain akan bangkit sesudah kerajaan 1000 tahun. Dan itu semua ditentukan oleh suara Yesus.
Kisah Rasul 17:31
17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."

Itu sebabnya hari-hari terakhir ini mari kita tekuni pengajaran.
Roma 6:17-18
6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Ini adalah situasi kita, kondisi kita, pelayanan kita. Apakah kita benar mendengarkan suara itu? Dulu kita mati tetapi karena mendengar suara itu maka dari maut kita dipindahkan pada hidup. Awas ada maut yang berikutnya.
Wahyu 20:14-15
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Dalam Yohanes pasal 11, di sana ada orang yang dikasihi oleh Yesus. Maria dan Marta mengirim utusan kepada Yesus yang ada di kota lain dengan pesan “segera datang, dia yang Engkau kasihi sedang sakit”. Tetapi Yesus tidak segera memberi jawaban. Apakah Dia terlambat? Tidak. Dia mau membuktikan bahwa wibawa suara Yesus bisa membangkitkan orang dari dalam kubur. Ini menubuatkan tentang apa yang akan terjadi di depan ini.

Kita ada pada kebangkitan pertama atau kedua. Kebangkitan pertama itu sesudah aniaya antikristus dan segera masuk kerajaan 1000 tahun damai. Kerinduan kami supaya tidak melalui kematian seperti ini. Kalau Tuhan izinkan kita tidak usah melalui kematian. Henokh dan Elia manusia seperti kita dan mereka tidak mati. Jadi jangan sampai kita mengatakan semua manusia antri untuk ke kubur. Justru nanti akan banyak manusia yang tidak mati tetapi akan masuk pada penyingkiran menjelang aniaya antikrist. Ini yang harus kita upayakan yaitu selalu mendengarkan pengajaran yang kita terima, supaya masuk pada penyingkiran.

Ketika Yesus mendengar pesan dari Marta dan Maria, seperti Dia abaikan.
Yohanes 11:5-6,3
11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
11:6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
11:3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."

Kenapa dia dikasihi Yesus namun Yesus tidak datang dibiarkan hal ini terjadi. Maria adalah kakak tertua dari Marta dan Lazarus. Maria ini adalah orang yang sangat menaruh perhatian pada perkara di atas. Ketika Yesus datang di rumah mereka, Maria ini suka duduk di samping Yesus mendengarkanNya menyampaikan perkataan Firman dan Marta sibuk di dapur.

Ketika Yesus datang, Marta lebih dahulu menemui pribadi Yesus.
Yohanes 11:25
11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

Yesus hanya berbicara tetapi penampilan ekspresiNya tidak berubah. Kemudian orang memberitakan kepada Maria bahwa Yesus datang, lalu Maria menemui Yesus. Ketika Yesus melihat Maria yang menangis maka Yesus menjadi masgul dan menangis. Yohanes 11:33-35
11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
11:35 Maka menangislah Yesus.

Kepada orang yang mencintai Firman, Yesus berubah sikap, Dia menjadi masygul dan menangis. Orang yang mencintai Firman itu mengetuk hati Tuhan.

Yesus tidak berbisik di muka kubur tetapi Dia bersuara nyaring, artinya terang-terangan. Tetapi iblis, ketika malam terakhir murid-murid bersama Yesus dan Yesus sedang mencuci kaki mereka, maka iblis berbisik kepada Yudas. Bahasa iblis suka berbisik tetapi bahasa Yesus lantang, keras seperti bunyi sangkakala. Itu bunyi suara dari sorga.
Yohanes 13:2, 27
13:2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

Tindakan Tuhan Yesus untuk bangkitkan Lazarus.
Yohanes 11:41
11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.

Bahasa Bapa di sini menunjuk kepemimpinan Bapa terhadap anak dan Yesus menghormatiNya. Yesus tidak pernah mengerjakan sesuatu kalau tidak melihat yang dikerjakan Bapa. Itu keharmonisan antara Bapa dengan Anak.

Yohanes 11:42-43
11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"

Yesus tampil dengan suara keras untuk menghadapi pekerjaan maut, tidak berbisik-bisik.

Yohanes 11:44
11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Memang orang itu sudah dibangkitkan lewat kuasa sorga, tetapi ikatan-ikatan itu harus dilepaskan oleh hamba Tuhan. Sesudah dibuka oleh tangan hamba Tuhan ini, tidak ada tindakan tangan besi di sini, dikatakan “biarkan ia pergi”.

Markus 10:41-42
10:41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.
10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.

Ini pemerintahan dunia dan ini juga mulai masuk dalam organisasi. Kalau dalam organisasi bergerak seperti ini, itu sudah ambang bahaya.
Markus 10:43-45
10:43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
10:44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Teladannya adalah Yesus dan ini adalah sistem sorga.

Setelah Lazarus bangun dan dibuka segala ikatannya maka dibiarkan dia pergi. Lazarus tidak salah pilih, dia pergi ke Baitani. Baitani adalah rumah perjanjian, rumah persinggahan. Jadi Lazarus ke rumah persinggahan karena dia hanya transit di dunia ini. Dunia bukanlah tempat untuk dipertahankan.

Alkitab mencatat 32.500 janji Tuhan dan itu dikaruniakan kepada kita. Janji yang terbesar adalah II Petrus 1:4 yaitu menerima tabiat Ilahi yang tidak dapat layu dan tidak bisa binasa.
II Petrus 1:4
1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Baitani disebut rumah perhentian. Biarlah kita menikmati perhentian damai sejahtera dengan Tuhan di dunia ini. Walaupun dihadapkan banyak tantangan.

Sekali lagi, jangan menggunakan tangan besi. Bisa saja Yesus berkata “kau sudah bangkit, harus ke sana, kalau tidak Saya tendang!”. Tidak seperti itu. Yesus adalah datang dengan belas kasih, Dia Mempelai Laki-laki yang sangat mengasihi Mempelai WanitaNya.

Almarhum Petrus Upa Mangera, menekuni perkataan Tuhan terus menerus. Adapun kekurangan manusia memang masih ada karena belum ada manusia yang sempurna. Tetapi jangan sampai pengajaran salah, sebab kalau pengajaran salah, siapa lagi yang akan merubah kita.

Maria dan Marta harus kena cambuk, saudara mereka, tumpuan hidup mereka yaitu Lazarus mati tetapi akhirnya dibangkitkan.
Wahyu 20:5
20:5 Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.

Tidak bangkit berarti tidak diperkenankan masuk dalam kerajaan 1000 tahun bersama Yesus di bumi ini. Kenapa harus diganjar 1000 tahun? Sebab kalau kurang dari itu berarti belum adil bagi Metusalah yang hidup 969 tahun. Jadi sengsaranya masih diganjar dengan 1000 tahun, berarti lebih 31 tahun. Ayub mengatakan semua manusia yang dilahirkan oleh seorang wanita hidup dalam peperangan dan berpuas dengan sengsara. Makanya Tuhan berikan kerajaan 1000 tahun. 
Wahyu 20:6
20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Apa syaratnya masuk dalam kebangkitan pertama? Terima/percayakan diri kepada Tuhan supaya dipindahkan dari hamba dosa kepada hamba kebenaran, dia dibebaskan dari belenggu maut maka dia melayani dan mengasihi Tuhan. Jangan masuk dalam kelompok kebangkitan kedua. Ikuti persyaratan supaya kita masuk pada kebangkitan yang pertama dan kita berkerajaan bersama Yesus selama 1000 tahun, masih di dunia ini kelak.

GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
Telp: (0458) 21415
HP: 085241270477
Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar