20171115

Kebaktian PA Yeremia, Rabu 15 November 2017 Pdt. Bernard Legontu




Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Kita bersama ada di tempat ini untuk beribadah, termasuk beberapa rekan hamba Tuhan. Tadinya dua minggu sekali rekan-rekan hamba Tuhan hadir, namun akhirnya berkembang menjadi setiap rabu. Itupun bukan dari rekayasa seseorang, tetapi itu terjadi saya yakin dari Tuhan. Walaupun kadang karena kesibukan dan hal-hal yang lain sehingga tidak rutin kita bersama.

Rasul Paulus pernah ditinggalkan oleh semua rekan-rekannya padahal dia membutuhkan sebab dia ada di dalam penjara. Tetapi rasul Paulus bersaksi bahwa Tuhan tidak membiarkan dia dan Tuhan akan melepaskan dia.
II Timotius 4:16-18
4:16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku -- kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka --,
4:17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.
4:18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Dulu banyak yang berkata “untung ada orang tua yang teguh dalam pengajaran, kalau tidak, tidak tahu bagaimana kita ini”. Tetapi orang yang berucap itu justru berbalik menikam dari belakang, tidak tahu dia ada di mana sekarang. Tetapi Puji Tuhan, kita tetap jalan terus bersama dengan Tuhan.

Yeremia 3:19-25
3:19 Tadinya pikir-Ku: "Sungguh Aku mau menempatkan engkau di tengah-tengah anak-anak-Ku dan memberikan kepadamu negeri yang indah, milik pusaka yang paling permai dari bangsa-bangsa. Pikir-Ku, engkau akan memanggil Aku: Bapaku, dan tidak akan berbalik dari mengikuti Aku.
3:20 Tetapi sesungguhnya, seperti seorang isteri tidak setia terhadap temannya, demikianlah kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel, demikianlah firman TUHAN.
3:21 Dengar! Di atas bukit-bukit gundul kedengaran tangis memohon-mohon dari anak-anak Israel, sebab mereka telah memilih jalan yang sesat, dan telah melupakan TUHAN, Allah mereka.
3:22 Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu." "Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.
3:23 Sesungguhnya, bukit-bukit pengorbanan adalah tipu daya, yakni keramaian di atas bukit-bukit itu! Sesungguhnya, hanya pada TUHAN, Allah kita, ada keselamatan Israel!
3:24 Tetapi berhala yang memalukan itu menelan segala hasil jerih lelah nenek moyang kita dari masa muda kita; kambing domba mereka dan lembu-lembu mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka.
3:25 Maka biarlah kita berbaring dengan perasaan malu, dan biarlah noda kita menyelimuti kita, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN, Allah kita, yakni kita dan nenek moyang kita dari masa muda kita sampai hari ini; dan kita tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kita."

Bapa berkata “Aku telah memberikan tanah yang paling baik”. Itu sifat Bapa Sorgawi kepada anak sulungNya yaitu bangsa Israel.
Keluaran 4:22
4:22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;

Tuhan memberikan tanah yang paling permai berarti tanah pilihan Tuhan. Kalau tanah pilihan Tuhan, berarti itu tanah yang paling baik. Tanah yang paling baik ini kita tahu dari perumpamaan penaburan. Jangankan tanah yang paling baik, tanah yang baik saja mengeluarkan 30, 60 dan 100 kali lipat. Apalagi tanah yang paling baik.

Dengan harapan tidak terlalu berlebih-lebihan, Tuhan hanya ingin mereka menyapa Tuhan itu bapa. Dalam terjemahan aslinya adalah phater atau patria. Patria suasananya adalah Tuhan menginginkan suasana yang harmonis antara Bapa dan anak di dalam kepemimpinan Bapa. Tuhan menjamin memberi yang terbaik, masa hubungan anak dan Bapa tidak dijamin harmonis. Itu kerinduan dari Bapa kepada anak sulungnya dengan harapan anak sulung ini ada pada suasana hubungan yang harmonis dengan Bapa di dalam kepemimpinan Bapa. 

Sebenarnya hamba Tuhan yang hidup di akhir zaman ini sudah dilengkapi Tuhan dengan fasilitas untuk mempermudah kita bisa memahami gerakkan Firman Tuhan mau ke mana.

Patria adalah suasana yang harmonis antara Bapa dan anak di dalam kepemimpinan Bapa. Bapa sudah memberikan teladan, memberi yang terbaik kepada anak tetapi anak ini yang tidak baik, tidak berterima kasih. Sudah diberi yang terbaik, malah Tuhan tunggu-tunggu supaya ada keharmonisan bapa dan anak tetapi tidak muncul-muncul. Bahkan mereka melupakan Bapa.
Yeremia 3:19
3:19 Tadinya pikir-Ku: "Sungguh Aku mau menempatkan engkau di tengah-tengah anak-anak-Ku dan memberikan kepadamu negeri yang indah, milik pusaka yang paling permai dari bangsa-bangsa. Pikir-Ku, engkau akan memanggil Aku: Bapaku, dan tidak akan berbalik dari mengikuti Aku.

Ternyata mereka justru melupakan Bapa. Coba pindahkan dalam alam pikiran saudara, bagaimana perasaan bapa secara jasmani kemudian anak melupakannya. Seperti kita lihat dalam tayangan televisi ada anak yang membunuh bapanya, ada ibu yang membunuh anaknya, benar-benar secara kasat mata dunia ini sudah rusak. Tetapi ada yang tidak kasat mata yaitu gereja Tuhan banyak yang sudah melupakan Bapa Sorgawi, tidak peduli lagi pada Bapa Sorgawi sehingga melupakan Bapanya. Padahal Bapa ini punya niat suci kepada gereja Tuhan. Niat suci ini Tuhan dinyatakan dengan memberikan pengajaran. Sesudah diajar oleh Bapa, Bapa ini punya tujuan akhir untuk membawa gereja Tuhan yang diajar oleh Bapa, kepada Yesus Mempelai Laki-laki Sorga, bukankah itu jauh lebih baik dari pada tanah yang permai.
Yohanes 6:45
6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.

Jadi mau datang kepada Yesus berarti bukan lagi tanah yang permai tetapi kekasih yang permai, suami yang luar biasa. Itu sebabnya Bapa punya gagasan, punya rencana membangun gereja Tuhan, membentuk kita gereja Tuhan, membentuk umat Tuhan agar umat Tuhan dibina oleh Tuhan yang memposisikan diri sebagai Bapa agar karakter Bapa turun sehingga anak yang dibina ini akhirnya Bapa merasa pas. Ini umatKu yang Ku bina, yang Ku ajar, mau Saya bawa kepada Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Apakah ini tidak lebih baik dari hanya sekedar tanah yang permai. Ini nubuatan Firman kepada kita.

Itu sebabnya sesudah Tuhan bicara hubungan bapa dan anak, masuk pada ayat 20 Tuhan bawa pada alam hubungan suami isteri di mana isteri. Gereja Tuhan dalam status anak, banyak anak-anak Tuhan yang melupakan Tuhan. Setelah Tuhan angkat dalam hubungan suami isteri, Tuhan juga mendapatkan hal yang lebih perih yaitu isteri tidak setia kepada suami.

Kita hidup pada akhir zaman ini, kita ada pada waktu kegenapan Firman ini. Olehnya itu jangan sampai kita dikategorikan anak melupakan Bapa, dikategorikan isteri atau tunangan yang tidak setia kepada suami atau kepada tunangan.

Padahal itu berawal dari kerinduan Bapa memberikan Firman pengajaran kepada anak.
Yohanes 6:45,44
6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Cara Bapa menarik dia lewat pengajaran. Itu sebabnya jangan saudara lihat pengajaran dengan sebelah mata. Kita harus penuh, kita harus tenggelam di dalamnya. Sebab perpanjangan tangan Bapa itu adalah hamba Tuhan, adalah gembala. Dia dipercaya oleh Tuhan untuk menangani persoalan ini. Makanya Tuhan katakan “Aku titipkan mereka kepadamu”. Itulah orang-orang yang telah dibeli dengan harga tunai.
Kisah Para Rasul 20:28
20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

I Timotius 4:16
4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Jadi gembala harus paham/ mengerti persoalan ini. Kita melayani, saya melayani bukan tujuannya supaya kita bisa hidup secara jasmani, rubah pikiran seperti itu! Tetapi tujuan dipercayakan jemaat untuk dipersembahkan kepada Yesus.

Olehnya itu sidang jemaat, hubunganmu sebagai anak kepada Bapa harus harmonis dan harus rela dipimpin. Itu contoh yang digambarkan oleh Tuhan dalam Yeremia 2:13. Ada bapa di dalam sidang jemaat yaitu gembala. Harus ada hubungan harmonis antara jemaat sebagai anak rohani terhadap gembala sebagai bapa rohani. Tanda hubungan harmonis itu adalah mau dipimpin, tidak melawan, melainkan dengar-dengaran.

Gembala itu adalah perwalian dari Bapa Sorgawi untuk membawa saudara kepada Yesus Mempelai Laki-laki Sorga. Saya harus paham ini. Jadi sebagaimana pilu hati gembala sebagai bapa rohani, begitu juga pilu hati Bapa segala roh yaitu Bapa Sorgawi, bila jemaat tidak dengar-dengaran.

Makanya dari sekarang belajarlah taat dengar-dengaran kepada bahasa Firman yang disajikan gembala. Tidak dengan maksud menyusahkan tetapi supaya umat itu layak diterima oleh Tuhan Yesus menjadi Mempelai. Apakah ini masih kurang sehingga orang Israel melupakan Bapanya, sehingga isteri Tuhan ini tidak setia kepada temannya. Kenapa Tuhan pakai kata teman? Sebab isteri itu adalah teman pewaris. Jadi disebut teman supaya kita sama-sama mewarisi yang dimiliki oleh Suami yang adalah Mempelai Pria Sorga.
I Petrus 3:7
3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Untuk mendapatkan tanah permai itu Tuhan berjuang, itu dikatakan dalam Mazmur. Untuk mendapatkan waris sorga, Yesus berjuang mati-matian. Kenapa kita tidak hormat kepada Bapa. Kenapa kita lupa Bapa. Mestinya kita bisa mempersembahkan yang terbaik karena kita menerima tanah yang baik, berarti kita dicipta menjadi tanah yang baik. Mestinya kita mempersembahkan angka 30 berarti menghargai korban Kristus setinggi-tingginya. Mestinya kita mempersembahkan angka 60 berarti mengawal nikah supaya arahnya jelas, serta kita mempersembahkan angka 100 berarti masuk dalam kelengkapan tubuh/angka nikah.
Mestinya ini  yang harus kita persembahkan. Tetapi Israel tidak mempersembahkannya, akhirnya mereka menangis di bukit-bukit gundul. Mestinya mereka mengingat bahasa Bileam di bukit gundul. Yang sebenarnya bahasa kutuk tetapi Tuhan rubah menjadi berkat. Tetapi syukur mereka masih sadar dan mereka menangis. Mereka sadar sebab mengikuti berhala, berarti mengikuti kekerasan hati, ternyata itu hanya merugikan. Semua yang mereka miliki habis tertelan karena kekerasan hati.

Yeremia 3:23
3:23 Sesungguhnya, bukit-bukit pengorbanan adalah tipu daya, yakni keramaian di atas bukit-bukit itu! Sesungguhnya, hanya pada TUHAN, Allah kita, ada keselamatan Israel!

Kadang kala keramaian yang kita gandoli dan kita rasa sudah baik ternyata hanya tipu muslihat. Kita pikir sudah baik tetapi sebenarnya keras hati kepada pengajaran, tidak mau tunduk pada kepala, tidak mau tunduk pada suami, tidak tunduk pada Kabar Mempelai, akhirnya tertipu.

Yeremia 3:24
3:24 Tetapi berhala yang memalukan itu menelan segala hasil jerih lelah nenek moyang kita dari masa muda kita; kambing domba mereka dan lembu-lembu mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka.

Akhirnya segala-galanya yang sudah dimiliki dan masih didambakan tertelan habis oleh berhala, kekerasan hati. Kambing domba dan lembu tertelan berarti ibadah tidak ada hasil. Anak-anak lelaki tertelan berarti tidak ada lagi warisan. Anak perempuan tertelan berarti kesenangan tertelan.

Mau apa kalau sudah seperti itu. Kita sudah ada di ujung perjalanan kita, jangan kita keras hati, sebab nanti kita tertelan. Dipikir ada kambing, domba dan lembu sapi, ibadahnya baik, tetapi semua tertelan oleh tipu daya iblis. Dipikir ada waris dan kesenangan abadi tetapi ternyata semua habis tertelan. Sebagai hamba Tuhan saya tidak mau keras hati. Saya rindu bersama isteri dan anak-anak bareng bertemu Tuhan Yesus.

Jangan kita tinggal terus pada kekerasan hati sebab nanti semua tertelan. Kambing domba lembu sapi menggambarkan ibadah, ibadah tertelan. Hilang percuma pelayanmu dan pelayanku kalau kita keras hati.

Saya menikmati Firman Tuhan hari-hari terakhir ini makin deras Tuhan bukakan rahasianya. Sudah keterlaluan kalau kita lupa Tuhan dan tidak setia kepada Tuhan. Pembalasan Tuhan tidak tanggung-tanggung, sangat mengerikan nantinya.

Itu sebabnya saudara jangan lupa Bapa Sorgawi. Biarlah serahkan dirimu dalam kepemimpinanNya dan diwakilkan pada gembala sebagai bapa rohani. Tuhan menitip umat di situ. Tuhan tidak pernah salah titip. Yesus saja sudah ada di salib, begitu melihat ibuNya dan Yohanes, Dia menitipkan ibuNya kepada Yohanes. Yesus masih peduli pada keluargaNya.

Apakah kita mau diam hari-hari terakhir ini atau kita berjalan terus, finish sudah di depan, kenapa kita belum juga sadar! Nantinya akan terjerat seperti:
Pengkhotbah 9:12
9:12 Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

Ini jangan sampai terjadi, jangan kena kepada kita. Perhatikanlah Firman Tuhan hari-hari terakhir ini.

Bicara Bapa dan anak berarti ada kelahiran.
Titus 3:3
3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.

Itulah sifat kafir sebelum kenal Yesus, sebelum dilahirkan kembali, kita tersesat.
Titus 3:4-5
3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Rahmat adalah perhatian Tuhan yang istimewa bagi orang berdosa tepat pada waktunya. Jadi ayat 5 ini adalah pekerjaan pembaharuan. Di sinilah kita memanggil Tuhan itu Bapa. Di situlah kita diberi peluang memanggil Tuhan itu Bapa.

Jadi, sebelum kita dilahirkan baru, kita tidak ada hubungan dengan Bapa, tidak ada hubungan dengan Tuhan. Apapun yang kita lakukan itu nyata kita memang jahil, kita sesat. Sekarang kita menjadi anak berarti tidak sesat lagi. Tidak lagi menjadi hamba hawa nafsu. Masakan setelah lahir baru masih membawa atribut dalam ketidak taatan kita, kesesatan kita, dalam kejahilan kita. Ini yang mengerikan.

Hari-hari terakhir ini ada bermunculan pengajaran baru yang merusak citra ini. Ada yang mengatakan adat istiadat itu tidak apa-apa. Ini meremehkan Firman, dia akan tanggung akibatnya! Selain itu dia sudah legalkan kemudian dia berkata “coba lihat zangkoor itu lebih banyak kaum wanita, berarti wanita bisa mengajar” dia makin tambah rusak! Kalau digembalakan oleh model seperti ini hancur kita, sebab dia masih membawa atribut kesesatan. Sudah lahir baru tetapi kenapa masih membawa atribut kesesatan. Ini karena tidak dibukakan rahasia Firman sehingga mereka buta.

Titus 3:5
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Bapa menyelamatkan kita bukan karena kita berbuat baik tetapi karena baiknya Bapa kepada kita.

Titus 3:6
3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,

Sudah dilimpahkan kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, apalagi yang kurang. Dia dalam status Mempelai Laki-laki Sorga.

Titus 3:7
3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Bukan hanya diberikan tanah permai tetapi hidup kekal, apakah kita tidak ada pengharapan seperti itu. Kalau ada pengharapan seperti itu maka kita mau disucikan.

Titus 3:8-9
3:8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.
3:9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.

Rasul Paulus melihat bahwa ada orang-orang yang berkanjang pada ibadah lama. Ibadah lama itu sudah dekat pada kemusnahannya.
Ibrani 8:13
8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Titus 3:10-11
3:10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.
3:11 Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri.

Ternyata kembali muncul seperti ini. Bidat ini tidak nanti satu komunitas, tetapi bisa saja perorang. Ini yang harus kita waspadai di akhir zaman ini. Yang muncul ini kita harus berusaha menghindari.

Bidat atau haivetichos adalah seseorang atau kelompok yang berkuat diri menentang apa yang benar, berkuat diri melawan kebenaran. Ini yang harus kita waspadai. Jangan kita melawan kebenaran. Dulu kita sesat, tidak taat, jahilia, kemudian atribut itu dibawa dalam terang. Itu berarti menantang kebenaran Firman. Tanpa sadar kita dicap oleh Tuhan bidat, seseorang yang menentang kebenaran. Jangan bekata “gereja ini bidat”. Bisa saja dalam satu rumah tangga ada yang berkuat diri melawan kebenaran, orang itu berarti kena cap bidat. Ini yang kita waspadai di akhir zaman ini agar jangan sampai terjadi.

Di dalam kitab Yeremia, kita diatur oleh Tuhan. Kalau keras hati maka semua sirna. Ibadah habis, segala sesuatu habis, benar-benar mengalami kerugian besar.

Setelah kita sudah dilahirkan kembali maka Bapa tetap menangani kita. Apalagi seperti rasul Paulus. Rasul Paulus dikatakan seperti anak yang lahir belum waktunya. Belum 9 bulan sudah nongol, Paulus seperti itu. Kalau anak prematur pasti ditangani khusus. Kita ini diberi oleh  Tuhan rasul khusus bagi bangsa kafir ialah Paulus si anak prematur itu. Kalau Paulus rasul bagi bangsa kafir ditangani khusus oleh Tuhan maka gereja Tuhan asal bangsa kafir juga ditangani khusus oleh Tuhan.

Ketika Paulus bersama Barnabas bertemu dengan Petrus, Yohanes dan Yakobus di Yerusalem maka kata-kata terakhir mereka Paulus dan Barnabas pergi kepada bangsa kafir lalu Petrus, Yohanes dan Yakobus kepada bangsa Yahudi. Pesan mereka tetapi jangan lupa orang-orang kudus di Yerusalem. Kalau sudah melayani bangsa kafir dan bangsa kafir itu mendapat berkat dari orang Yahudi, jangan lupa orang kafir itu untuk mengingat orang Yahudi.

Kita bangsa kafir ditangani khusus oleh orang yang ditangani Tuhan secara khusus. Jangan saudara membias dan berkata semua sama. Ingat kita ditangani khusus! Di tengah-tengah kita beribadah, saya tidak bicara berlebihan, saudara dan saya ditangani khusus oleh Tuhan. Hargai itu. Setelah kita lahir baru kita panggil Dia Bapa, kenapa kita khianati Dia.

Untuk Yudas Iskariot sampai Tuhan katakan “alangkah baiknya tidak dilahirkan”. Bahasa untuk kita sekarang lebih baik tidak lahir baru dari pada mengkhianati Tuhan.

Malaikat Gabriel datang kepada Maria dan berkata “Anak yang engkau kandung itu adalah Anak dari Allah Yang Maha Kudus”. Setelah Yesus sudah dilahirkan dan dibaptis maka terdengar suara “inilah AnakKu yang Ku kasihi, kepadanNyalah Aku berkenan”. Jadi ketika kita dilahirkan kembali di dalam keluarga Allah maka sorga mengklaim bahwa saudara adalah anakNya. Maka saudara menyapaNya Bapa Sorgawi.

Sebelum Yesus masuk dalam medan pelayanan, Dia dipertemukan dulu dengan pemberita yang tidak benar. Siapa dia? Iblis! Ini pemberita tidak benar. Kita tidak mengatakan “si A itu iblis”. Tetapi setiap pemberita periksa tahbisannya, kalau si A itu tahbisannya tidak benar, jangan kita pasang hati, nanti kita salah.

Lihat dan perhatikan siapa yang berbincang dengan kita, apakah dia serius untuk ditingkatkan tahbisannya atau merasa sudah begitu-begitu saja. Yesus pemberita benar dikonfrontir oleh pemberita tidak benar. Hal ini jalan sampai sekarang.

Setelah Yesus tidak lama lagi akan masuk pada penyaliban maka Dia dipermuliakan di atas bukit. Ucapan yang dulu didengar ketika Dia dibaptis terdengar lagi tetapi ada tambahan “dengarlah olehmu akan Dia”. Jadi jangan hanya sampai lahir baru, kalau saudara mau dipermuliakan sama dengan Dia dengarlah olehmu akan Dia.

Jangan mau dilayani oleh pemberita yang tahbisannya tidak benar. Lihat dulu apakah ditunjang dengan II Timotius 4:1? Paling tidak ini harus ada.
II Timotius 4:1
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

Dalam pelajaran Tabernakel, Keluaran pasal 29 berbicara bagaimana menahbiskan imam harus ada lembu jantan, domba jantan pertama dan domba jantan kedua. Lembu jantan kena pada I Timotius, domba jantan pertama kena II Timotius, domba jantan kedua kena Titus. Keluaran pasal 28 bicara pakaian imam, itu kena I dan II Tesalonika. Ini harus kita tahu.

Sekarang kita lihat bagaimana II Timotius. Itu adalah bagian penyerahan dari hamba Tuhan itu. Sebab II Timotius kena domba jantan pertama, itu menunjuk penyerahan sepenuh, penyerahan 100%, tidak punya pekerjaan sambilan. Dia ada kriteria khusus.
II Timotius 4:1
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:

Tidak tanggung-tanggung rasul Paulus memberi pesan yaitu demi penyataanNya dan kerajaanNya. Apakah kurang penyataan Tuhan kepada rasul Paulus. Apakah kurang penyataan Tuhan kepada Timotius?

Galatia 1:12, 2:2
1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.
2:2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

I Korintus 14:6
14:6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?

Saya tidak meragukan orang itu kalau ada penyataan Tuhan sebab I Korintus 12:7 mengatakan penyataan itu kepada seseorang demi kepentingan bersama. Jadi bukan hanya untuk dia tetapi untuk kepentingan bersama.
I Korintus 12:7
12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

Kalau melihat si B ada penyataan berarti itu demi kepentingan saya juga. Sebab hiasan-hiasan Tuhan di dalam membenahi dan mendandani anak-anakNya untuk menjadi Mempelai Wanita agar layak bertemu dengan Yesus pasti ada hiasan-hiasan seperti itu. Kalau di antara kita ada penyataan Tuhan, saya yakin itu untuk kepentingan saya juga. Inilah ciri orang yang lahir baru dan terus menerus mengalami keubahan. Tujuan mendengarkan Firman Tuhan adalah untuk mengalami penyucian, tandanya mengalami keubahan hidup terus menerus. Di situ kita didandani oleh Tuhan lewat pelayanan hamba Tuhan yang kriterianya antara lain ada penyataan Tuhan kepadanya dan paham kerajaan Tuhan yaitu Tabernakel.

Sebab  itu rekan-rekanku hamba Tuhan tekunilah pelajaran Tabernakel sebab itu ciri khusus Kabar Mempelai. Tekunilah itu maka saudara akan menikmati.

Yeremia 3:19
3:19 Tadinya pikir-Ku: "Sungguh Aku mau menempatkan engkau di tengah-tengah anak-anak-Ku dan memberikan kepadamu negeri yang indah, milik pusaka yang paling permai dari bangsa-bangsa. Pikir-Ku, engkau akan memanggil Aku: Bapaku, dan tidak akan berbalik dari mengikuti Aku.

Ini hubungan bapa dan anak berarti suasana kelahiran namun anak melupakan bapanya. Ayat 20 itu hubungan suami dan isteri, berarti suasana kepala dan tubuh atau hubungan nikah. Iblis akan berupaya dengan berbagai cara untuk mengganggu hubungan saya dan saudara dengan Bapa dalam status kita sebagai anak. Kemudian iblis akan berupaya mengganggu hubungan saudara dengan Tuhan sebagai kepala dan kita tubuh.

Setelah umat Israel ini sadar, terjadi perubahan sikap, pemikiran dan tindakan mereka menjadi berubah.
Yeremia 3:21
3:21 Dengar! Di atas bukit-bukit gundul kedengaran tangis memohon-mohon dari anak-anak Israel, sebab mereka telah memilih jalan yang sesat, dan telah melupakan TUHAN, Allah mereka.

Ada penyesalan, ada perubahan sikap yang sangat tajam. Apakah Tuhan tidak tanggapi? Sangat serius Tuhan. Tuhan tidak katakan “sudah itu kau, dulu kurang ajar!” lalu ditendang. Tuhan malah menyambut kita. Kalau kita sering terlalu berlebih-lebihan. Orang yang sudah salah kemudian sadar tidak mau kita sambut dan memberi nasihat dengan lembut, namun malah kalau bisa dicaci maki.

Yeremia 3:22
3:22 Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu." "Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.

Kalau ada orang yang mengajak kita ke rumah Tuhan, jangan kita keras hati, katakanlah “Tuhan sekarang kaki kami berdiri di muka pintu”.
Mazmur 122:1
122:1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."

Apa tujuan ke rumah Tuhan? Melihat kemurahanNya.
Mazmur 27:4
27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Mazmur 122:2
122:2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.

Berarti orang yang diajak ini tidak keras hati, tidak kepala batu, dia langsung menerima ajakan.

Anak ini sudah sesali perbuatannya, dia sadar perbuatan dulu sudah sesat.
Yeremia 3:22-25
3:22 Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu." "Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.
3:23 Sesungguhnya, bukit-bukit pengorbanan adalah tipu daya, yakni keramaian di atas bukit-bukit itu! Sesungguhnya, hanya pada TUHAN, Allah kita, ada keselamatan Israel!
3:24 Tetapi berhala yang memalukan itu menelan segala hasil jerih lelah nenek moyang kita dari masa muda kita; kambing domba mereka dan lembu-lembu mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka.
3:25 Maka biarlah kita berbaring dengan perasaan malu, dan biarlah noda kita menyelimuti kita, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN, Allah kita, yakni kita dan nenek moyang kita dari masa muda kita sampai hari ini; dan kita tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kita."

Ini pengakuan seperti anak bungsu. Kalimat yang sudah dia konsep di kandang babi sudah tidak lagi terucap dan langsung bapa potong pengakuannya. Anak bungsu melihat babi lahap makan sementara perutnya seperti gitar, sudah keroncongan. Dia melihat babi maka terkenanglah dia akan rumah bapa. Di rumah bapa banyak makanan. “sekarang aku mau pulang dan aku akan berkata kepada bapa ‘aku telah berdosa kepada sorga dan kepada bapa. Jadikanlah aku seperti salah seorang hamba bapa”. Belum sempat dia katakan kalimat yang kedua, langsung bapa potong.
Kasih sayang Tuhan kepada orang yang sadar akan dosanya, akan salahnya, Tuhan langsung sambut. Tetapi anak sulung yang kelihatan setia, akhirnya ketika pesta digelar dia ada di luar. Anak bungsu justru dibuatkan pesta. Anak sulung yang kelihatan setia malah mengomel di luar mempersalahkan Bapa dan adiknya.

Ini pelajaran bagiku dan bagimu. Ini nubuatan bagi gereja Tuhan akhir zaman. Terjadi perubahan sikap karena mereka mengoreksi diri. Mereka mengevaluasi diri. Kalau kita kadang, kita tidak mengevaluasi kejadian-kejadian masa lampau. Kita tidak mau melihat itu. Padahal itu indah, itu termasuk koreksi. Oh ini sikap saya tidak baik. Dia evaluasi, dia koreksi dan dia datang dengan ratap tangis. Ini namanya perubahan sikap, perubahan pikiran. Kalau pikiran berubah pasti semua akan berubah.

Jangan sampai kita mempertahankan ayat 24. Ini yang membuat mereka merasa benar-benar hancur.
Yeremia 3:24
3:24 Tetapi berhala yang memalukan itu menelan segala hasil jerih lelah nenek moyang kita dari masa muda kita; kambing domba mereka dan lembu-lembu mereka, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka.

Kenapa sudah berjerih lelah, berupaya sedemikian rupa tetapi semua hilang lenyap begitu saja. Bicara kambing domba itu bicara ibadah. Orang Israel itu tidak bisa lepas dengan ternak kalau beribadah. Semua hilang, apalagi lembu sudah hilang. Karena giatnya lembu maka ada gandum.
Amsal 14:4
14:4 Kalau tidak ada lembu, juga tidak ada gandum, tetapi dengan kekuatan sapi banyaklah hasil.

Kalau lembu lenyap maka tidak ada gandum, artinya tidak ada Firman. Tidak ada kambing domba berarti tidak ada pengampunan sebab tidak ada korban bakaran.

Israel sadar, mereka datang dengan menangis, mereka berbaring dengan malu, kenapa mempertahankan kekerasan hati dan kedegilan, ternyata ini hasilnya.

Tuhan memberkati.

GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar