20171119

Kebaktian Umum, Minggu 19 November 2017 Pdt. Bernard Legontu




Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 4:1-4
4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.
4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.
4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.
4:4 Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

Untuk masuk melalui pintu yang sudah Tuhan buka yaitu untuk melihat apa aktivitas di dalam sorga, lebih dahulu harus melewati pasal 2 dan pasal 3 yaitu penyucian. Tidak ada seorangpun yang bisa memandang wajah Tuhan tanpa kesucian. Makanya perlu penyucian. Khotbah Yesus di atas bukit, salah satunya disebutkan tidak ada yang memandang wajah Tuhan tanpa kesucian.
Matius 5:8
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Yohanes diundang untuk masuk dalam kerajaan Sorga untuk melihat aktivitas sorga. Sebelum melihat hal-hal yang akan terjadi ke depan, lebih dahulu Yohanes diperlihatkan aktivitas di dalam kerajaan Sorga.

Dalam pasal 4 ini saudara lihat di sana masih ada ungkapan siang dan malam. Seakan-akan di sorga itu masih ada malam. Padahal pada pasal 21 ayat 25 dikatakan tidak ada malam, hanya siang.
Wahyu 4:8; 21:25
4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
21:25 dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana;

Jadi Sorga yang diperlihatkan oleh Tuhan kepada Yohanes pada pasal 4 itu, adalah suatu pembelajaran bagi gereja Tuhan untuk beraktivitas siang dan malam. Kalau namanya sorga yang sesungguhnya tidak ada lagi malam di sana sebab di sana terang benderang.

Sebelum Tuhan memperlihatkan kepada Yohanes hal-hal yang akan terjadi ke depan, lebih dahulu diperlihatkan aktivitas sorga. Untuk apa diperlihatkan? Untuk menjadi pembelajaran yang harus kita teladani. Tentu tujuannya bukan hanya kepada Yohanes tetapi kepada kita, utamanya kita yang hidup pada akhir zaman. Kitab Wahyu atau apokalupsi artinya mengangkat atau membuka tutupnya untuk melihat segala sesuatu yang ada di dalamnya.

Yang diundang naik untuk menyaksikan suasana atau aktivitas sorga ini agar kita mendapat teladan di dalamnya adalah rasul Yohanes. Itu menggambarkan hamba-hamba Tuhan yang telah menerima koreksi lewat tujuh kali percikan darah yang ada pada pasal dua dan tiga. Jadi tujuh percikan darah di depan tabut perjanjian ini, kami harus rela menerima. Imam-imam dan pelayan Tuhan harus menerima, tidak boleh mengelak. Dalam arti kita harus masuk dalam peran Firman pengajaran yang menyucikan. Bila kita ada niat untuk mengalami penyucian maka Imam Besar akan mendampingi saudara. Begitu ada pengakuan dari diri saudara maka bukan darah domba tetapi darah Imam Besar itu sendiri yang dipercikan kepada kita, sehingga pengampunan segera kita terima dan penyucian itu berjalan terus.

Jangan sampai kita merasa biasa saja beribadah atau menggampang-gampangkan saja untuk beribadah, bukan seperti itu. Bagaimana kelak Yesus datang pada kali yang kedua kemudian kita tidak ada dalam tanda kesucian. Apakah bisa kita memandang Tuhan?
Matius 5:8
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Ini bukan hanya sekedar dibaca sebagai pengisi upacara ibadah justru harus masuk dalam praktek. Mulai dari kami hamba Tuhan. Kami harus merasakan pekerjaan penyucian Firman sehingga benar-benar kami meletakkan hidup kami di atas dua belah tangan Tuhan, mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan.

Kalau seorang pelayan Tuhan masih punya pekerjaan sambilan, dia tidak bisa memberitakan Firman secara penuh, sekalipun keluar dari mulutnya mengatakan Injil Sepenuh. Sebenarnya hanya mulutnya yang bicara tetapi prakteknya beda, itu mendustai umat Tuhan! Untuk melegalkan pandangannya maka dia memakai ayat-ayat seperti rasul Paulus membuat kemah. Ingat, ketika Paulus mengerjakan itu, dia tidak bisa memberitakan Firman sepenuhnya. Setelah dia melapaskan itu baru dia bisa memberitakan Firman sepenuhnya.
Kisah Para Rasul 18:5
18:5 Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.

Rasul Paulus pun melatih dirinya.
I Korintus 9:27
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Setelah pintu terbuka maka Yohanes mendengar suara yang pernah dia dengar. Jadi ini adalah pembelajaran bagi kita bahwa apa yang dulu kita dengar dan yang sekarang kita dengar, tidak boleh dirubah, kita harus menangkap jelas suara itu dan dilanjutkan.

Wahyu 4:1-3
4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.
4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.
4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

Ini yang dilihat oleh Yohanes, pertama takhta kemudian Dia yang duduk di takhta yang seperti permata Yaspis. Yaspis artinya kerinduan yang berkobar-kobar atau menyala-nyala. Jadi aktivitas sorga itu berkobar-kobar, menyala-nyala. Bukan aktivitas tidur ngorok, bukan aktivitas banyak otak-atik handphone, bukan aktivitas saling gonggong menggonggong. Tetapi berkobar-kobar dan menyala-nyala di dalam aktivitas kesucian, ini harus ada di dalam gereja Tuhan.

Yang pertama adalah takhta. Kita sudah mengikuti tentang takhta, tetapi kali ini Tuhan akan lebih mantapkan supaya kita tetap ingat sehingga apa yang kita lihat di sorga, kiranya itu mempengaruhi aktivitas kita. Kalau aktivitas kita tidak dikemudikan oleh perkara yang suci, tidak mungkin kita melihat takhta ini. Apalagi kalau dikemudikan dengan perkara yang cemar alias najis, maka orang itu nanti akan jatuh pada takhta iblis.

Takhta ini bukan baru ada ketika dilihat oleh Yohanes. Mari kita melihat suasana dan isi takhta itu.
Mazmur 145:13
145:13 Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

Tidak mungkin ada kerajaan tanpa takhta. Kalau ada kerajaan tentu ada takhta, itu sudah suatu yang tidak bisa dipisahkan. Takhta ini yang dilihat oleh Yohanes dan di sana diceritakan bahwa Tuhan setia dalam perkataanNya. Tuhan sendiri setia dengan apa yang sudah Dia utarakan. Tuhan tidak merubah ketetapanNya, janji-janjiNya. Kemudian Tuhan penuh kasih setia dalam segala perbuatanNya. Itu suasana Sorga, aktivitas Sorga yang menyala-nyala dan berkobar-kobar.

Tuhan setia dalam apa yang sudah Dia sampaikan itu. Berarti Tuhan ingin umat yang mendengar juga harus setia pada perkataan Tuhan itu sebagaimana Tuhan setia pada perkataanNya. Tuhan tidak membohongi umat Tuhan.

Kalau kita tidak setia pada perkataan Tuhan tetapi setia pada buah bibir kita sendiri. Itu yang membuat penyucian itu tidak berjalan, bagaimana mau memandang Tuhan dalam kesucianNya.

Dia setia dalam perkataanNya, Dia setia dalam FirmanNya, setia dalam sabdaNya. Berarti apa yang Dia Firmankan kepada kita pasti akan Dia genapkan karena Dia setia. Tuhan mengajar hamba Tuhan itu bekerja sepenuh kepada Tuhan.
Mazmur 89:35
89:35 Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

Harus kita percaya dan kita imani apa yang diucapkan Tuhan karena Tuhan setia dan tidak pernah berubah. Apalagi saya sebagai hamba Tuhan, Tuhan sudah pasang badan “Aku pusakamu” masakan aku mau ragu. Imam-imam tidak boleh punya pusaka karena Tuhanlah pusakanya. Apa yang mau saya ragukan lagi, Dia yang punya langit dan bumi. Jadi bumi, langit dan segala isinya itu Tuhan yang punya. Kapan waktunya Tuhan percayakan kepada kita yah kita nikmati. Kalau belum Tuhan percayakan juga kita nikmati apa yang ada. Tuhan tahu apa yang untuk kelancaran pekerjaanNya. Itu sebabnya dalam diriku tidak perlu ada kekuatiran. Saya percaya ini dan jemaat juga harus yakini.

Tuhan segera akan datang menjemput mempelaiNya. Bukan mempelai yang berantakan tetapi yang sudah digarap oleh Firman Tuhan sehingga hidup dalam tanda kesucian. Makanya diperlihatkan takhta dengan maksud “inilah tempat kita duduk bersama.

Wahyu 3:21
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Diperlihatkan takhta itu supaya ada kerinduan, supaya saudara tertarik. Bukan hanya dipajang Tuhan tetapi supaya saudara timbul kerinduan pada tempat yang dijanjikan Tuhan. Tuhan tidak berubah janjinya.

Kenapa kita manusia yang hina dina ini mau didudukan setakhta dengan Tuhan, alangkah tidak bijaknya kalau tidak rindu ke sana. Ada peluang Tuhan mau membawa ke sana tetapi tidak mau, itu bodoh sekali. Saya katakan ini bagi diriku, tetapi kalau saya lempar kepada saudara, betapa bodohnya kita kalau tidak rindu.
Roma 9:28
9:28 Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

Sudah tiba saatnya sekarang karena Tuhan bicara lebih dahulu pada ayat 27 tentang sisa Israel, itu menunjuk akhir zaman.
Roma 9:27
9:27 Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.

Betapa bodohnya kita yang mendengar ini kemudian tidak merindu.

Takhta ini bersuasana di dalamnya ada roh setia dalam segala sabda Allah. Jangankan dalam perkataan dari Kejadian sampai Wahyu, bagi kita untuk ibadah saja masih kadang-kadang bolong. Itu berarti kita masih jauh dari selera Tuhan. Kecuali memang dalam suasana yang tidak bisa dielakkan. Tetapi kalau karena sengaja, betapa merananya kelak hidup itu.

Biarlah kita setia, sebab Tuhan punya takhta yang suasananya setia terhadap segala perkataannya. Karena di takhta Tuhan itu selalu ada kitab yang tertulis. Di takhta raja Israel, harus ada salinan kitab di sampingnya, sehingga setiap saat di baca oleh raja. Siapa yang menyalin kitab itu? Itulah tangan imam-imam. Kalau imam-imam menerima dari Musa, berarti imam-imam yang lebih dahulu bersentuhan dengan Firman.
Ulangan 17:18-19
17:18 Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi.
17:19 Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya,

Firman itu dibaca agar ada rasa takut kepada Tuhan. Jangankan itu, pemazamur saja mengatakan “badanku gemetar karena takut akan Tuhan”. Makanya dia berkata “aku bersegera untuk melakukan Firman”.
Mazmur 119:120,60
119:120 Badanku gemetar karena ketakutan terhadap Engkau, aku takut kepada penghukuman-Mu.
119:60 Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.

Yang berbicara ini adalah manusia yang sama dengan kita yang makan roti, makan nasi, makan ubi kayu. Masakan kita berkata “saya tidak bisa seperti itu”. Kita harus ada roh kesetiaan.

Ulangan 17:20
17:20 supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel."
Bukti orang yang berpegang pada Firman adalah rendah hati. Bukannya tinggi hati. Kalau rendah hati dia menerima nasihat, menerima apa kata Firman. Tetapi bagaimana kalau diberitahu langsung balik serangan mendadak. Sebaliknya kalau kita ditegur dengan keras, sambutlah dengan rendah hati.
II Timotius 4:2
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Titus 1:13
1:13 Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman,

Jangan dijadikan alasan situasi dan kondisi sehingga marah kalau ditegur. Kita harus belajar memegang perkataan Tuhan karena di dalamnya ada kuasa untuk meredam segala sesuatu yang kurang berkenan dalam diri kita.

Selanjutnya ada kasih setia dalam segala pebuatannya, artinya kasih setia dalam pelayanannya. Kalau itu ada maka itu bukan hanya mencukupkan kebutuhan orang tetapi untuk menaikan puji dan syukur oleh karena pelayanan kasih setia dari saudara dan saya.
II Korintus 9:10
9:10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Semuanya datang dari Tuhan. Dia sediakan benih bagi penabur dan sediakan roti. Kalau benih Tuhan beri berarti menunjuk pemeliharaan Tuhan akan datang. Berarti saudara dijamin Tuhan untuk memelihara saudara yang akan datang dan itu janji Tuhan, Tuhan tidak akan ingkar. Tetapi harus diawali ayat 9 yaitu ada keinginan dari saudara untuk memungut roti manna, berarti untuk mendapatkan Firman. Kemudian diberikan roti, itu pemeliharaan Tuhan sekarang.

Kalau kita sudah diberikan roti untuk pemeliharaan sekarang dan diberikan benih untuk pemeliharaan yang akan datang, jangan kita makan sendiri, ingat juga orang lain. Orang lain tidak punya roti berarti tidak ada pemeliharaan sekarang dan tidak ada benih berarti tidak ada pemeliharaan yang akan datang.

II Korintus 9:11
9:11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

Jadi tokoh sentral di sini adalah pelayan Tuhan. Kalau pelayan Tuhan tidak murah hati, tidak punya roti dan tidak punya benih, mau apa. Itu sebabnya kami hamba Tuhan lebih dahulu harus punya roti dan punya benih. Itu berawal dari ayat 7 yaitu ada minat untuk memungut roti manna, artinya ada  keinginan untuk mendapatkan kelimpahan Firman. Sampai kelimpahan roti manna hari keenam yaitu dua gomer roti manna untuk satu hari. Sekarang kita ada ujung akhir zaman, harus memungut dua menjadi satu, itu menunjuk Kabar Mempelai. Bagaimana saudara mau mendapat pemeliharaan sekarang dan yang akan datang kalau tanpa roti dan tanpa benih.

II Korintus 9:12-13
9:12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.
9:13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang,

Saya soal memberi dibandingkan isteriku, saya masih kalah dengan isteri kalau soal memberi. Kadang kala saya masih sewot. Orang yang tidak bisa berbuat dalam kelimpahan, pasti tidak bisa berbuat dalam kekurangan. Tetapi orang yang bisa berbuat dalam kekurangan, dia bisa lebih lagi berbuat dalam kelimpahan.

Saya tidak mau menjadi hamba Tuhan dalam kekeringan, tidak ada roti dan tidak ada benih. Mau apa kalau saya sebagai hamba Tuhan seperti itu, percuma kita ada di sini!

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

Ditunjukkan apa yang terajdi sesudah ini, berarti hamba Tuhan itu dilengkapi agar ada apa yang dia sampaikan kepada umat Tuhan. Sebab bagaimana kalau hamba Tuhan kosong roti dan benih.

Dikatakan di takhta itu ada seorang yang duduk bagaikan permata Yaspis. Jadi yang duduk di atas takhta itu adalah Pribadi yang berkobar-kobar dan menyala-nyala. Bila dibandingakan Wahyu 21:11, Mempelai Wanita Tuhan sudah persis sama seperti itu.
Wahyu 21:11
21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

Yang duduk di takhta seperti permata Yaspis, Yerusalem Baru juga seperti permata Yaspis. Apa yang diperlihatkan di sini supaya  kita memiliki kerinduan hati yang mendalam. Berarti Mempelai Wanita yang digambarkan seperti Yerusalem Baru berarti sama dengan Mempelai Laki-laki Sorga yang berkobar-kobar dan  menyala-nyala. Walaupun pada pasal 3 di akhiri dengan jemaat Laodikia, tetapi masih ditawari duduk setakhta dengan Tuhan.

Bagaimana kita bisa mendapatkan suasana yang berkobar-kobar itu?
Lukas 24:32
24:32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

Supaya hati saudara berkobar-kobar dan menyala-nyala, jangan jauh dari api Firman. Dalam Tabernakel, di halamam ada api, di ruangan suci ada api. Di kaki dian ada api, di meja roti ada api, di mezbah dupa emas ada api. Tiga macam alat ini menunjuk tiga macam ibadah. Tiga macam ibadah itu akan membuat saudara berkobar-kobar.

Dua orang yang ke Emaus itu berbincang tentang kematian dan kebangkitan Kristus. Mereka bertukar pikiran dalam perjalanan dan mendadak Yesus ada di samping mereka. Mereka ini anak Tuhan yang dalam kesibukan apapun masih memberikan sela dan kesempatan untuk memperbincangkan apa itu Firman. Kedua orang ini bertukar pikiran tentang Firman. Bukan bertukar pikiran dalam pengertian berbantah-bantah. Karena apa yang mereka perbincangan tentang Yesus maka Yesus hadir. Dua tiga orang berhimpun karena nama Tuhan maka Tuhan Yesus hadir. Tetapi kalau diperbincangkan hal-hal yang justru menyayat hati Tuhan maka Yesus tidak hadir (menjauh). Tetapi kalau kita perbincangkan kebenaran Firman maka segera Yesus menyatakan “Aku hadir di sana”.

Jadi perbincangan kita tentang Firman, di situlah lokasi kita dibuat berkobar-kobar, dibuat untuk bernyala-nyala sehingga kita tampil beda dengan yang lain. Jangan kita hanya menjadi gereja Lea yang mengejar jumlah, tetapi Rahel mengejar kualitas. Jangan bangga sebagai gereja umum yang mengejar jumlah tetapi di dalamnya ada penipuan yang dikemas dalam adat istiadat. Mengapa Lea bisa menikah dengan Yakub? Karena ada penipuan Laban yang dikemas dengan adat istiadat. Tetapi Rahel mengejar mutu.

Yusuf tampil gambaran gereja Mempelai. Ketika Yusuf berhadapan dengan Benyamin sesudah dia memperkenalkan diri kepada 11 saudaranya, Yusuf menyapa dia “anakku”. Itu sebabnya Yusuf menggambarkan sidang mempelai dan Benyamin anak laki-laki dalam Wahyu 12:4.

Yang dikejar oleh gereja Tuhan di akhir zaman ini penekanannya adalah mutu. Sekalipun sedikit tetapi kalau berbobot maka itu berkenan di hadapan Tuhan. Jumlah itu urusannya Tuhan, tetapi bobot rohani itu yang harus kita kejar.

Apa sebenarnya yang kita kejar. Yang harus kita kejar adalah penyucian supaya kita bisa melihat wajah Mempelai Laki-laki Sorga. Dikatakan sekarang kita hanya melihat di cermin, kelak kita harus melihat aslinya.
1 Korintus 13:12
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

Jangan kita bertahan dalam situasi kondisi kita sendiri dan tidak ada upaya untuk maju membersihkan diri kita dari perbuatan-perbuatan tercela. Kita harus melepaskan diri dari apa yang disebut dalam Kolose pasal 3 itu, sampai wujud Ilahi itu nampak.
Kolose 3:10
3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Efesus 4:17-18
4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.

Sekalipun semua dikemas bagus, tetapi semua itu dibuat dalam kebodohan.
Efesus 4:19-24
4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Kita dihadapkan dengan dua suasana yang bertolak belakang:
1.      Berkat Tuhan kepada gerejaNya yang dicurah dalam kelimpahannya.
2.      Hukuman Tuhan kepada dunia.
Itu yang diperlihatkan Tuhan kepada Yohanes ketika dia naik ke sorga menghadap Tuhan.

Kepada bapa orang beriman yaitu Abraham, Tuhan berkata “tahun depan engkau akan menggendong seorang bayi laki-laki”. Mendengar itu Sara tertawa. Kemudian diceritakan lagi kepada Abraham nasib Sodom dan Gomora. Karena Sodom dan Gomora yang menggambarkan dunia ini akan dihukum oleh Tuhan? Itu juga yang ditunjukkan Tuhan kepada Abraham.

Ada 5 ciri khas Sodom dan Gomora.
Yehezkiel 16:49-50
16:49 Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya perempuan, tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin.
16:50 Mereka menjadi tinggi hati dan melakukan kekejian di hadapan-Ku; maka Aku menjauhkan mereka sesudah Aku melihat itu.
1.      Sodom ini congkak, berarti tinggi hati, angkuh sombong.
II Korintus 10:5
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Kalau menghalang-halangi orang lain untuk mengenal Tuhan dengan benar maka dalam diri orang itu ada roh angkuh, sombong, congkak. Berarti roh Sodom ada dalam diri orang itu. Makanya jangan halang-halangi dirimu beribadah, jangan sengaja cari-cari alasan. Padahal dalam ibadah Tuhan dipaparkan gambaran Yesus seperti begini, isi hati Yesus begini, rencanaNya begini, keputusanNya begini lewat Firman dalam pelayanan hamba Tuhan yang Tuhan ungkapkan rahasia Firman karena hamba Tuhan yang bergaul karib dengan Tuhan. Di situ kita mengerti apa bahayanya kalau kita congkak, makanya diajarkan untuk rendah hati.

2.      Makanan yang berlimpah-limpah, berarti tidak merasa ada kekurangan. Ini sama dengan jemaat Laodikia.
Wahyu 3:17
3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Tidak merasa ada kekurangan itu berarti ada roh Sodom dan Gomora.

3.      Hidup bersenang-senang
Kalau bertemu orang yang tidak ada gairah ibadah dan hanya mencari kesenangan untuk dirinya maka sadar atau tidak sadar orang itu adalah penduduk Sodom dan Gomora.

4.      Tidak punya belas kasihan. Ini jangan ada pada kita sebab itu ciri Sodom
Matius 9:13
9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

5.      Melakukan kekejian, ini dosa Sodom dan Gomora.

Tuhan izinkan Yohanes masuk dalam alam kerajaan Sorga. Dia melihat aktivitas dalam kerajaan Sorga supaya dia sampaikan kepada umat Tuhan. Sekarang di penghujung akhir zaman kita mendengar apa yang dilihat oleh Yohanes ini. Ayo, apakah sekarang ini kita ada tanda berkobar-kobar atau tanda berdingin-dingin, bersuam-suam?.

Roma 12:11
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Melayani Tuhan dengan roh menyala-nyala dan kerajinan tidak kendor. Ini yang dicari oleh Tuhan. Kita memacu diri karena waktu segera akan berakhir.

Apa yang diperlihatkan di sini untuk kita semua. Rasul Yohanes melihat ini bagi dirinya lalu dia sampaikan untuk umat Tuhan dan siang ini juga untuk kita bersama. Alangkah indahnya kita melihat Dia duduk di takhta dan kita juga ada di sana. Saya juga sangat mendambakan itu, saya rindu menjadi Mempelai WanitaNya. Biarlah kita semua menjadi kehidupan bagaikan gereja Rahel. Gereja Rahel menunjuk gereja yang dapat menampilkan sidang Mempelai.

Tuhan Memberkati.



GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
JADWAL IBADAH
Rabu   :          Ibadah Pendalaman Alkitab dan
Perjamuan Suci → Pk. 17.00
Sabtu    :         Ibadah Doa Penyembahan → Pk. 16.30
Minggu :         Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 07.30
            Ibadah Raya → Pk. 09.00
            Ibadah Kaum Muda Remaja → Pk. 16.00
 



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar