20171122

Kebaktian PA Imamat, Rabu 22 November 2017 Pdt. Bernard Legontu




Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Imamat 21:16-24
21:16 TUHAN berfirman kepada Musa:
21:17 "Katakanlah kepada Harun, begini: Setiap orang dari antara keturunanmu turun-temurun yang bercacat badannya, janganlah datang mendekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya,
21:18 karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,
21:19 orang yang patah kakinya atau tangannya,
21:20 orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.
21:21 Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya.
21:22 Mengenai santapan Allahnya, baik persembahan-persembahan maha kudus maupun persembahan-persembahan kudus boleh dimakannya.
21:23 Hanya janganlah ia datang sampai ke tabir dan janganlah ia datang ke mezbah, karena badannya bercacat, supaya jangan dilanggarnya kekudusan seluruh tempat kudus-Ku, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka."
21:24 Demikianlah Musa menyampaikan firman itu kepada Harun serta anak-anaknya dan kepada semua orang Israel.

Ada 10 keadaan yang tidak diizinkan Tuhan untuk mempersembahkan santapan kepada Tuhan.
1.      Yang buta
2.      Yang timpang
3.      Yang sumbing bibir dan telinganya
4.      Yang patah tangan dan kakinya
5.      Yang berbongkol, sekalipun tidak bungkuk tetapi ada beban di belakangnya.
6.      Yang kerdil
7.      Yang bular matanya atau mata tidak berseri
8.      Berkadal
9.      Berkurap
10.  Rusak buah pelirnya.

Ini orang-orang yang tidak diizinkan untuk mempersembahkan korban santapan kepada Tuhan. Namun bukan yang jasmani, tetapi yang rohani. Bagi kita gereja Tuhan bila keadaan seperti ini akan terjadi penolakan dari Tuhan.
Dua rabu yang lalu kita sudah mendengar tentang buta, ada 10 penyebab buta yang disebut dalam Alkitab.
1.      Persekutuan yang salah
Kejadian 19:5-8,11
19:5 Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka."
19:6 Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya,
19:7 dan ia berkata: "Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat.
19:8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku."
19:11 Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, sehingga percumalah orang-orang itu mencari-cari pintu.

Kalau saudara memasuki satu persekutuan dan persekutuan itu terbalik atau tidak benar di hadapan Tuhan maka kehidupan itu buta akan rencana Tuhan. Jangan asal saja masuk dalam persekutuan tanpa diperiksa apakah persekutuan itu ada hubungan dengan jalur yang jelas atau tidak. Kalau tidak berarti kita memasuki jalur persekutuan yang salah, yang becacat, yang buta. Sebab menghalangi rencana Allah.

Tuhan mau memperbaiki kehidupan kita jangan sampai buta. Olehnya jangan sembarang masuk dalam persekutuan hanya untuk menyenangkan sesama manusia. Kalau persekutuan itu tidak jelas hubungannya ke atas/ vertikal maka itu persekutuan yang menyeleweng, berarti buta.
Kolose 3:1-2
3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Kejadian 19:5-8,11 ini adalah suasana Sodom. Ini menceritakan bagaimana orang Sodom datang ke rumah Lot kemudian malaikat di rumah Lot membuat mereka buta sehingga mereka tidak bisa melihat pintu rumah Lot. Di dalam surat rasul Petrus dikatakan Lot adalah orang benar yang disimpan oleh Tuhan sehingga tidak kena hukuman. Berarti orang buta tidak akan melihat pintu kebenaran.
II Petrus 2:7
2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --

Bicara nikah itu bicara persekutuan. Persekutuan yang tidak benar (tidak wajar), tidak dapat melihat pintu. Pintu gerbang Sodom bisa mereka lihat tetapi pintu rumah orang benar tidak bisa mereka lihat. Sekali lagi saya katakan, kehidupan yang salah masuk dalam persekutuan, sama dengan matanya buta melihat pintu kebenaran.
Poin buta yang pertama ini adalah kenajisan. Ini persekutuan yang warnanya banyak ditandai kenajisan di dalamnya. Karena surat Yakobus 4:4 mengatakan bersekutu dengan dunia itu sama dengan zinah.
Yakobus 4:4
4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

4:4 Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? Sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah. (TL)

Kalau ada persekutuan tetapi hanya bicara tentang yang duniawi maka di dalamnya berarti persekutuan yang najis.

2.      Karena suap
Suap ini menunjuk kejahatan. Karena suap sehingga memutabalikkan yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Hari-hari terakhir ini menonjol sekali dan itu terjadi karena persoalan uang. Mungkin disuap dengan uang, dengan sapi, dengan sebidang tanah. Akhirnya orang itu gembira sebab merasa beruntung persoalan dagingnya tetapi buta tentang perkara rohani.
Keluaran 23:8
23:8 Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar.

Ulangan 16:19
16:19 Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.

Contoh suap
Matius 28:11-15
28:11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
28:12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
28:13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
28:14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
28:15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Karena suap maka serdadu yang menjadi saksi mata melihat secara langsung dan merasakan goncangan gempa bumi, akhirnya bisa memutarbalikkan fakta tentang kebangkitan Yesus. Mereka mengatakan Yesus hanya dicuri dan itu dipercaya sampai sekarang.

3.      Orang yang berjalan di jalan kebinasaan
Bilangan 22:21, 31-35
22:21 Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab.
22:31 Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.
22:32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: "Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.
22:33 Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup."
22:34 Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: "Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang."
22:35 Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: "Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan." Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.

Bileam tidak mengikuti jalan kebenaran tetapi dan mengikuti jalan kebinasaan. Dia tidak melihat malaikat Tuhan yang menyandang pedang. Untung keledai itu menyingkir sehingga dia tidak kena pedang. Itu karena jalan Tuhan dia tidak lihat, maka dia menempuh jalan kebinasaan. Itu kata Malaikat kepada Bileam.

Jangan sampai kita melangkah-melangkah, kita tidak sadar padahal di depannya itu kebinasaan. Alkitab mengatakan “ada jalan yang disangka orang benar padahal ujungnya maut”. Jadi kita harus memperhatikan jalan kita atau pemahaman kita, jangan sampai salah.
Amsal 14:12; 16:25
14:12 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
16:25 Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Apa sebabnya jalan Bileam disebut jalan kebinasaan, bukan jalan kebenaran? Karena motivasi. Kita mengatakan mengikuti Yesus jalan kebenaran dan hidup tetapi tesnya adalah motivasinya apa, kita melangkah itu tujuannya apa. Jangan sampai perjalanan saya dan saudara punya motivasi hanya soal benda dunia (kemakmuran jasmani).

Apa yang terjadi dengan Bileam? Kakinya dihimpit oleh keledai di tembok. Berarti pendiriannya yang dikoreksi karena motivasinya salah. Karena sakitnya kaki Bileam dihimpit di tembok maka dia mau membunuh keledainya dan keledainya berbicara.

Jadi jalan kebinasan itu adalah pikiran hanya pada upah. Sebabnya apa yang kita tempuh sekarang? Apakah saya sebagai gembala bertanggungjawab dalam tugas mengangkat sidang jemaat agar disambut oleh Tuhan bagaikan santapan yang lezat. Kalau motivasi seperti itu maka yang lain yaitu urusan yang duniawi itu menjadi urusan Tuhan. Yang penting kita mengupayakan bagaimana jemaat yang Tuhan percayakan itu berhasil menjadi santapan Yesus, berarti masuk dalam persekutuan Tubuh Kristus. Kalau itu ada maka kita tidak dikategorikan buta. Tetapi kalau itu tidak menjadi motivasi kita maka kita dicap oleh Tuhan buta.

4.      II Raja-raja 6:11-13,18
6:11 Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: "Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?"
6:12 Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: "Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu."
6:13 Berkatalah raja: "Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia." Lalu diberitahukanlah kepadanya: "Dia ada di Dotan."
6:18 Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: "Butakanlah kiranya mata orang-orang ini." Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.

Ini bangsa Aram dengan tentaranya mau menangkap seorang hamba Tuhan yang dalam pelayanannya benar-benar punya Firman dan Roh, itulah Elisa. Berarti hamba Tuhan yang tahbisan yang benar ini selalu diniati untuk dibunuh, selalu dilawan, kalau bisa sampai hancur. Kehidupan yang seperti itu berarti buta di hadapan Tuhan.

Elisa adalah kehidupan yang punya Firman dan punya Roh Kudus.
II Raja-raja 2:11-12,15; 3:12
2:11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.
2:12 Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.
2:15 Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: "Roh Elia telah hinggap pada Elisa." Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah.
3:12 Berkatalah Yosafat: "Memang padanya ada firman TUHAN." Sesudah itu pergilah raja Israel dan Yosafat dan raja Edom kepada Elisa.

Kalau saudara memperhatikan tentang kisah Elisa maka saudara akan menemukan betapa Elisa ini penuh Firman dan Roh Kudus. Kehidupan ini yang direncanakan untuk dibunuh oleh raja Aram, sehingga mengirim pasukan mengepung Dotan di mana Elisa berada.

Elisa selalu mengingatkan ada bahaya di depan supaya umat Tuhan selamat. Elisa berkata “jangan kamu turun di situ ada tentara Aram mengahadang” sehingga umat Tuhan itu selamat. Kenapa? Sebab Firman dan Roh Kudus tidak mungkin salah mengarahkan orang. Kalau kehidupan itu ada Firman berarti dia ada tahbisan. Kalau ada Roh Kudus maka ada kekuatan untuk menghadapi apapun di depannya.

Ini yang membuat raja Aram marah. Dia berpikir siapa yang memberitahu, jangan-jangan salah satu dari ratusan pasukan itu ada yang membelot. Tetapi seorang berkata bahwa tidak ada yang membelot, namun di antara Israel ada nabi Allah, ada utusan di situ.

Kalau hamba Tuhan sebagai utusan Tuhan ada Firman berarti ada tahbisan yang benar dan ada Roh Kudus, maka saya takut menghadapi orang seperti itu, takut untuk berbicara salah. Tetapi hari-hari terakhir ini tidak ada rasa takut dan gentar. Sudah jelas dilihat ada orang yang punya Firman dan Roh Kudus tetapi diniati untuk dihancurkan. Ini berarti buta.

Jangan sampai saudara menghadapi utusan Tuhan yang ada Firman dan Roh Kudus di dalamnya kemudian saudara jengkel, saudara sakit hati dan tidak suka. Saya pun kalau tahu seseorang itu ada Firman, tahu tahbisan dan Roh Kudus maka saya harus hati-hati pada orang itu sebab dia mempunyai tahbisan yang mahal seharga korban Kristus, itu minyak dari Tuhan. Saya tidak berani usik.

Namun yang terjadi di penghujung akhir zaman ini justru kebalikan. Berani niatnya mau menghancurkan orang itu. Ini berarti sadar atau tidak sadar, kehidupan yang punya niat seperti itu buta. Kalau dia mengaku hamba Tuhan berarti dia adalah hamba Tuhan buta. Ini yang jangan terjadi pada diri kita.

Kalau ini disampaikan, kadang-kadang kita tidak respek. Seharusnya kita sadar bahwa kita sudah melakukan yang salah. Tetapi selesai ibadah malah lempar sana lempar sini supaya makin dimarahi dan makin dibenci. Ini sebenarnya bukan kelakuan yang terpuji. Ini bukan pelayan Tuhan, kalau pelayan Tuhan harus saling dukung mendukung. Apalagi kalau dia tahu ini adalah pelayan Tuhan yang jelas ada pemakaian Tuhan kepadanya.

5.      Matius 15:12-14
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

Ini yang sudah diremehkan. Berani meremehkan Firman akan menanggung akibatnya.
Amsal 13:13
13:13 Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.

Bahasa Tuhan Yesus dianggap batu sandungan bagi orang Farisi, sebab waktu itu Tuhan bicara tentang adat istiadat. Lobang yang dimaksud pada ayat 14 adalah bustanos, artinya lubang yang ada kotoran di dalamnya.

Dalam konteks apa Tuhan bicara tentang buta ini? Saudara bisa baca dalam Matius 15:1-20. Ini adalah tentang orang yang bersikukuh mempertahankan adat. Padahal kalau dilihat di sini hanya persoalan kecil tetapi sudah bernuansa adat dan itu Tuhan tidak setuju. Di sini hanya persoalan mencuci tangan.

Adat ini muncul dalam zaman raja-raja sehingga kebenaran Firman ditambah dan ada yang dikurangi. Dulu ketika mereka kembali dari pasar apalagi pulang dari pemakaman maka di pintu gerbang mereka masuk, di situ ada tempayan diisi untuk mencuci tangan dan kaki. Pertama ada dua butir telur ayam yang sudah kosong diisi air lalu airnya dituang ke jari tangan dibiarkan mengalir sampai siku. Setelah itu baru cuci tangan bersih-bersih.

Bukan berarti Yesus jorok tidak mencuci tangan sebelum makan, jangan saudara salah kira.Yesus dan murid-muridnya pasti cuci tangan, apalagi kalau baru selesai kerja. Masakan dengan tangan berlumpur langsung makan.

Itu hal yang kecil sepeleh tetapi Tuhan sudah tidak benarkan, apalagi kalau yang besar! Mereka disebut oleh Yesus sebagai pemimpin buta. Sekarang sudah ada yang berkata tentang adat “tidak apa-apa”. Itu berarti sudah meremehkan Firman dan dia tanggung akibatnya nanti! Jangan harap umat yang dipimpin oleh hamba Tuhan seperti itu akan selamat, semua akan menuju ke lubang yang ada kotoran (najis).

Perikop matius 15:1-20: Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi.

Apakah saudara bisa menandingi rasul Paulus.
Galatia 1:14
1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.

Makanya Saulus adalah pemimpin eksekusi Stefanus. Salah satu otak pembunuhan Stefanus, karena Stefanus menentang adat istiadat Yahudi.

Paulus awalnya sedemikian kasar terhadap umat Tuhan yang mengikuti jalan kebenaran, tetapi kemudian dia bertobat. Dan dia bersaksi bahwa tidak mau membangun lagi apa yang sudah dia rombak.
Galatia 2:18
2:18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat.

Bukan hanya melanggar adat tetapi melanggar hukum Firman Tuhan.

Mengapa manusia terlalu mudah berkata “tidak apa-apa itu adat”. Hei, berat sekali nanti hukumanmu di hadapan Tuhan. Kami dulu di selatan, walaupun kami masih di GPDI, keras sekali pemimpin kami persoalan ini. Kalau dia tahu pendeta itu pakai adat, jangan harap dia izinkan melayani di mimbarnya.

Kita lihat dulu bagaimana manusia atau bangsa-bangsa itu.
Kisah Para Rasul 14:16
14:16 Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing,

Mengikuti jalannya masing-masing, bukan pemberian Tuhan, bukan suplainya Tuhan. Tuhan biarkan mereka mengikuti jalannya masing-masing. Ada tatanan hidup menurut bangsa itu sendiri yang mereka ikuti sedemikian rupa. Tetapi setelah mendapatkan Kristus Yesus, mereka tidak seperti itu lagi (tinggalkan jalan lama/ adat istiadat).

Rasul Paulus bersaksi dalam Galatia 1:14. Dia adalah seorang Farisi, seorang ahli Taurat yang ditangkap oleh Tuhan menjadi alatnya Tuhan. Dia berkata “aku ini bagaikan anak prematur, anak yang lahir sebelum waktunya”. Kalau anak prematur berarti ditangani khusus. Jadi rasul Paulus ini ditangani khusus oleh Tuhan untuk melayani bangsa kafir. Berarti bangsa yang mendapat pelayanan rasul Paulus dan mengerti pelayanan rasul Paulus, ada bangsa yang ditangani oleh pribadi yang khusus. Berarti yang dilayani itu juga orang yang dikhususkan oleh Tuhan. Kalau saudara mengerti persoalan ini berarti saudara adalah orang yang dikhususkan oleh Tuhan seperti rasul Paulus yang ditangani khusus oleh Tuhan.

Kalau kita ditangani oleh kehidupan yang ditangani khusus oleh Tuhan, berarti kitapun ditangani khusus oleh Tuhan, maka melihat rasul Paulus yang menulis 14 surat dalam Perjanjian Baru, berarti kita juga adalah kehidupan yang mau direkrut oleh Tuhan bagaikan persembahan khusus karena ditangani oleh orang yang dikhususkan Tuhan. Semoga kita memahami ini.

Dalam kehidupan masa lampau sesungguhnya kita ini orang sesat.
Titus 3:3
3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.

Masakan perangkat-perangkat kesesatan kita mau kita bawa kepada terang Allah.

Titus 3:5
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Kita sudah lahir baru, maka yang sesat dahulu jangan dibawa lagi.

Imamat pasal 21 ini juga berbicara tentang bersekutu dengan yang mati.
Efesus 2:1-2
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

Jadi yang memotivasi pikiran masa lalu adalah penguasa angkasa yang di udara.

Efesus 2:1-2 (Terjemahan Lama)
2:1 Maka kamu pun dahulu sudah mati oleh sebab segala kesalahan dan dosamu,
2:2 yang dahulu kamu lakukan menurut istiadat dunia ini, ialah menurut kuasa penguasa di udara, yaitu roh yang lagi bekerja di dalam hati anak-anak durhaka.

Jalan dunia itu adalah adat istiadat. Jadi jalan dunia atau adat istiadat itu adalah ciptaan penguasa di udara, bukan dari Tuhan! Kenapa bisa berdoa “Terima kasih Tuhan sudah memberikan kami adat istiadat”. Padahal itu pemberian demon-demon dan iblis. Tetapi kalau saudara tetap lakukan, terserah saudara! Nanti saudara akan bertemu dengan Siapa kita beribadah. Saya tidak mau mengulangi hal-hal yang pernah mencelakakan.

6.      Kisah Para Rasul 13:6
13:6 Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu.

Bar artinya anak. Baryesus berarti anaknya Yesus. Timeus artinya haram, Bartimeus berarti anak haram. Dia ini mengaku anaknya Yesus tetapi tukang sihir dan nabi palsu. Ini sama dengan Bileam, ini kebohongan.
Kisah Para Rasul 13:7-9
13:7 Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah.
13:8 Tetapi Elimas -- demikianlah namanya dalam bahasa Yunani --, tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya.
13:9 Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia,

Tidak segan Paulus langsung menatap matanya. Mengaku anak Yesus padahal tidak betul, mengaku anak Yesus tetapi tukang sihir. Kira-kira saudara senang kalau datang satu hamba Tuhan dan mengatakan pada saudara “hai anak iblis!” apalagi dipermalukan di depan sahabatnya. Kadang kita bisa sewaktu-waktu berhadapan dengan hal seperti ini.

Kisah Para Rasul 13:10-12
13:10 dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?
13:11 Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari." Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia.
13:12 Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan.

Sergius itu orang pandai. Dia bukan takjub karena melihat mujizat Paulus. Dia takjub karena ajaran Tuhan. Ajaran Tuhan yang benar ini yang dibelokkan oleh si tukang sihir.

Memang tukang sihir bisa merubah bentuk tetapi tidak bisa merubah karakter. Tukang sihir ini, si tukang sulap, si tukang hipnotis ini, kalau tidak bertobat maka dia adalah penghuni Babel.

Yesaya 47:9
47:9 Kedua hal itu akan menimpa engkau dalam sekejap mata, pada satu hari juga. Kepunahan dan kejandaan dengan sepenuhnya akan menimpa engkau, sekalipun banyak sihirmu dan sangat kuat manteramu.

Kalau hamba Tuhan buta maka jalan Tuhan dibelokkan. Yang lurus itu dibelok-belokkan dan berkata “tidak apa-apa” maka orang itu adalah bagian Babel si tukang sihir.
Wahyu 18:23
18:23 Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan."

Jangan kita berkata “oh tidak apa-apa untuk mengejar nasabah”. Memang dunia ini otomatis bergerak dengan sihir. Pedagang bergerak dengan sihir, dengan hipnotis.

Yesaya 47:8-10
47:8 Oleh sebab itu, dengarlah ini, hai orang yang hidup bermanja-manja, yang duduk-duduk dengan tenang, yang berkata dalam hatimu: "Tiada yang lain di sampingku! Aku tidak akan jadi janda dan tidak akan menjadi punah!"
47:9 Kedua hal itu akan menimpa engkau dalam sekejap mata, pada satu hari juga. Kepunahan dan kejandaan dengan sepenuhnya akan menimpa engkau, sekalipun banyak sihirmu dan sangat kuat manteramu.
47:10 Engkau tadinya merasa aman dalam kejahatanmu, katamu: "Tiada yang melihat aku!" Kebijaksanaanmu dan pengetahuanmu itulah yang menyesatkan engkau, sehingga engkau berkata dalam hatimu: "Tiada yang lain di sampingku!"

Wahyu 18:23
18:23 Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan."

Ada suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan. Jadi berita tentang mempelai ini juga ada di Babel. Berarti kita harus berhati-hati dengan berita mempelai, jangan sampai berita mempelai bernuansa Babel. Mereka berkata kabar mempelai tetapi membelokkan jalan Tuhan, itu Babel.

Jangan cuma mendengar “mempelai laki-laki, mempelai perempuan” tetapi lihat, jangan sampai Firman dia belok-belokkan! Jemaat Galatia dibuka oleh rasul Paulus dan mereka patuh kepada Tuhan serta menerima Roh Kudus. Tetapi mereka kena sihir!
Galatia 3:1
3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

Mempesona ini adalah menyihir.
Galatians 3:1
3:1 O foolish Galatians, who hath bewitched you, that ye should not obey the truth, before whose eyes Jesus Christ hath been evidently set forth, crucified among you?

Begitu jelas rasul Paulus menggambarkan Yesus yang disalibkan itu tetapi mereka berbalik kepada Taurat.
Galatia 3:2-3
3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

Jadi sihir itu adalah warna daging. Tadinya jemaat Galatia sudah melek mata, melihat Yesus yang sudah disalibkan, mereka dipenuhi Roh Kudus, tetapi kenapa kena lagi sihir! Tidak ada yang kebal, kalau kita tidak mahir dalam pengajaran maka bisa kena.

Jadi jangan saudara ukur karena saya bicara bahasa Roh berarti sudah benar. Apalagi hari-hari terakhir ini muncul pengajaran yang lebih ngeri lagi, mereka mengatakan jangan menyebut nama Tuhan dan jangan menyebut nama Yesus.

Perjanjian baru dimulai dengan injil Matius memperkenalkan nama Yesus dan dikunci dalam Wahyu 22:21 dengan nama Yesus. Jadi perjanjian baru dibuka dengan nama Yesus dan dikunci dengan nama Yesus.
Matius 1:1,21,25
1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Jadi, Yesus menyelamatkan umat manusia.

Wahyu 22:20-21,16
22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.
22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

Jadi perjanjian baru dibuka dengan nama Yesus dan dikunci dengan nama Yesus. Ini surat terakhir dari Sorga yang ditunjukkan kepada umat Tuhan khusus akhir zaman ini.

Sebabnya ayo, jangan sampai Baryesus yang saudara ikuti, tetapi yang harus diikuti adalah Yesus Juruselamat.

Si tukang sihir ini tidak bisa masuk sorga. Sekalipun dia adalah anak Tuhan atau hamba Tuhan, kalau penyihir tidak bisa masuk sorga.
Wahyu 21:8,15
21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
22:15 Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.
Jangan pakai alasan boleh ini dan itu. Jangan sampai kami menyihir sidang jemaat. Siapa yang menyihir jemaat Galatia? Pendeta! Sehingga jemaat kena sihir terpesona mendengar berita yang disampaikan padahal sudah menyimpang.

7.      II Petrus 1:5,9
1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

II Petrus 1:9 (Terjemahan Lama)
1:9 Karena orang yang tiada padanya segala perkara itu, ialah bermata kabur, tampak hanya benda yang dekat sahaja, dan terlupa ia akan kesucian daripada dosanya yang lama itu.

Dia hanya melihat apa yang dekat di sekitarnya, tidak bisa melihat jauh ke depan. Apa yang dekat dengan mata ini? Yang bendawi, harta dunia. Tetapi yang rohani tidak bisa dia lihat. Itu buta! Saya takut ini jangan sampai terjadi dalam kehidupan kita. Mengapa? Karena imannya tidak bertambah-tambah. Setiap ibadah hanya bicara berkat jasmani, tidak bertambah-tambah. Mestinya ditambah dengan kebajikan, pengetahuan, kesalehan dan sebagainya.

Berarti iman tidak bertumbuh itu = buta. Kalau saya pendeta iman saya tidak bertumbuh berarti saya buta maka celakalah saya dan celakah jemaat. Olehnya kita perhatikan, iman kita harus bertumbuh.

Coba kalau iman tidak bertumbuh, saudara lihat celakanya.
Hosea 4:6-9
4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
4:7 Makin bertambah banyak mereka, makin berdosa mereka kepada-Ku, kemuliaan mereka akan Kutukar dengan kehinaan.
4:8 Mereka mendapat rezeki dari dosa umat-Ku dan mengharapkan umat-Ku itu berbuat salah.
4:9 Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya.

Ini berbahaya, itu sebabnya jangan sampai buta. Iman itu harus dikembangkan, iman itu harus bertumbuh. Tujuannya supaya mencapai kesempurnaan.
Efesus 4:13
4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Efesus 4:13 (Terjemahan Lama)
4:13 sehingga kita sekalian sampai kepada persatuan iman dan makrifat Anak Allah, dan menjadi orang yang sudah akil balig, sehingga bertambah-tambah sempurna sama dengan Kristus,

Tujuan iman bertambah supaya kita menjadi sama dengan Kristus.

Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

Begitu lihai iblis, dia memanfaatkan pelayan Tuhan. Dia belokkan pelayan Tuhan lebih dahulu sehingga pelayan Tuhan yang sudah dibelokkan itu mengajarkan pengajaran yang dibelokkan sehingga tidak mencapai kesempurnaan. Inilah yang membuat iman tidak bertumbuh, padahal iman itu harus bertumbuh.

II Petrus 3:18
3:18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

8.      Memiliki roh kebencian
I Yohanes 2:11
2:11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Buta karena benci. Kalau membenci, lihat nanti apa yang selalu dia sampaikan. Bukan kebenaran Firman lagi yang dia sampaikan. Kalau buta karena membenci maka kebenaran Firman dia abaikan.

II Timotius 4:2
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Menegor dan menunjuk kesalahan itu bukan membenci! Kalau saja kekasih itu menyampaikan Firman menegur saya, itu bukan karena benci saya tetapi karena sayang saya supaya tidak ada dalam kondisi seperti itu, saya berterima kasih.

Yang membenci raja Daud itu terlalu banyak, sampai tidak bisa dihitung. Jadi jangan takut kalau kita dibenci, terserahlah orang itu.
Mazmur 69:5
69:5 Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang-orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa untuk mengembalikan apa yang tidak kurampas.

Bayangkan, siapa yang bisa menghitung rambut. Dia dipaksa mengembalikan apa yang tidak dia rampas. Penekanannya untuk kita di ujung akhir zaman ini banyak sekali. Banyak pengertiannya di sini, dipaksa “cabut semua yang kau katakan itu mulutmu kotor!” padahal benar yang dia sampaikan. Saya harus menerima, terserah penilaian saudara terhadap kebenaran Firman ini.

Saya ngeri melihat hari-hari terakhir ini. Kadangkala kita tidak melihat pelayanan kita senin kamis. Hidup segan mati tak mau. Saya harus koreksi diri, harus melihat kehidupanku, jangan sampai saya melayani hidup segan mati tak mau. Sudah berat pelayaan tetapi merasa melayani. Itu tidak sadar dan itulah yang namanya membenci tanpa alasan.

Puji Tuhan kalau kita tidak melakukan seperti itu. Kalau kita hamba Tuhan, lihatlah pelayanan kita. Saya harus melihat pelayanku, apakah Tuhan menyertai saya atau tidak. Hal-hal yang tidak benar segera dievaluasi dan jangan diteruskan.

9.      II Korintus 4:3-4
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Seandainya malam ini rasul Paulus di sini berbicara kemudian saya duduk di sana, kira-kira saya bisa tersinggung atau tidak kalau Paulus mengatakan seperti ini. Bisa saja kita tersinggung!

Mereka tidak melihat lagi cahaya injil kemuliaan Kristus, gambar Allah. Padahal gereja Tuhan mau dibawa segambar dengan Tuhan, tetapi dia sudah tertipu dengan ilah akhir zaman. Ilah akhir zaman ini bisa menyelinap masuk kepada siapa saja. Kalau penekanannya mamon maka penyajian beritanya hanya berkisar terus tentang Mamon. Kalau sudah seperti itu berarti sudah buta.

Mamon itu bahasanya mamonas, artinya:
1)      Kepercayaan
Kalau mamonas itu membutakan berarti sudah itu kepercayaan. Kalau saya menaruh kepercayaan pada mamon maka saya memakai Firman untuk mencapai harta duniawi bagi diriku. Itu bisa saja terjadi di mana-mana.

2)      Mendewakan
Kalau harta dunia sudah menjadi dewanya, menjadi ilahnya maka ini adalah suatu kekeliruan. Misalnya jangan sampai belanganya penyok, kalau sampai penyok bisa marah. Bukan berarti barang-barang itu dibanting saja, tetapi jangan sampai harta itu menjadi dewa (ikatan).

3)      Kekikiran
Kalau harta sudah jadi kepercayaan dan didewakan maka jangan harap orang itu bisa memberi, dia pasti kikir luar biasa. Saya memuji Tuhan, Tuhan memberi hati untuk selalu punya tangan terbuka. Saya memuji Tuhan diberi isteri yang mendampingi pelayananku, lebih kalah saya kalau soal memberi.

Kalau orang katakan “om gembala (B.Legontu) itu kikir” saya mau katakan mulutnya orang itu yang kotor!

10.  Seperti jemaat Laodikia, merasa tidak ada kekurangannya. Merasa tidak ada kekurangannya artinya merasa tidak perlu mengakui kesalahan. Tetapi jangan mengaku karena terpaksa. Kadangkala kita mendengar Firman ada kesalahan-kesalahan yang kita perbuat. Kita hanya melihat terbatas pada si pemberita itu, tidak melihat siapa yang melatar belakangi dia, siapa yang menyuruh dia bicara. Itu sebabnya si pembicara itu lebih dahulu harus melihat pada dirinya. Karena dia selalu sasaran tidak disenangi.

Kita perhatikan ini baik-baik supaya jangan kita sudah salah tetapi tidak mau mengaku salah. Kalau saya tahu itu salah maka saya harus minta ampun. Tetapi kalau kesalahan itu menurut ukuran orang lain bukan Firman Allah, maka saya tidak mau akui.

Kesalahan itu jangan sampai dibuat-buat. Misalnya si A menyampaikan Firman dan menegur saya dengan keras. Kalau itu benar, apa salahnya kalau kita mengaku.

Buta dimulai dengan persekutuan yang salah. Dari 10 poin yang tidak diperkenankan Tuhan untuk mempersembahkan korban santapan, dibuka dengan persekutuan yang salah dan ditutup dengan rusak buah pelir. Rusak buah pelir itu juga menunjuk persekutuan yang tidak benar .

Rusak buah pelir berarti:
1.      Tidak produktif, tidak menghargai persekutuan yang benar. Rusak buah pelir ini berarti laki-laki yang tidak tegas dalam memberitakan Firman Tuhan, tidak tegas menunjukkan di mana persekutuan yang benar atau nikah yang benar.
2.      Tidak jantan, tidak berani memberitakan kebenaran Firman pengajaran yang benar.

Jadi dibuka dengan memasuki persekutuan yang salah dan dikunci dengan tidak menghargai persekutuan yang benar.

Efesus 6:19
6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

Memberitakan Firman harus berani, harus jantan. Kenapa harus berani? Karena menghadapi tantangan dua arah yaitu dari luar dan dari dalam. Tantangan dari luar itu ringan rasanya. Tetapi tantangan dari dalam, dari kehidupan orang Kristen sendiri, dari hamba-hamba Tuhan itu yang berat.

Ini tugas kami. Kalau saya tahu ini tugas saya, saya tidak peduli orang tidak mau terima, orang mau tersinggung, orang tidak mau hargai, terserah! Saya harus laki-laki, saya harus jantan memberitakan Injil. Sebab Tuhan sudah berkemurahan membukakan rahasia Firman. Rahasia Firman itu bukan karena dikejar oleh seseorang tetapi karena curahan kemurahan Tuhan. Kalau saya mengejar rahasia Firman maka saya keliru. Yang saya harus kejar adalah menyenangkan hati Tuhan, yang saya kejar adalah meraih tahbisan yang benar.
Efesus 1:8-10
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Walaupun resikonya berat, harus jantan, harus laki-laki, harus berani. Saya berbahagia Tuhan berikan saya keberanian walaupun resikonya saya dibenci, dimarah dan dilawan orang. Yang penting jangan Tuhan tinggalkan saya.

Tuhan memberkati.

GPT “Kristus Penebus”
Jl. Langgadopi No.4 Tentena
Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, 94663
HP: 085241270477
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar