20171108

Kebaktian PA Imamat, Rabu 8 November 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.

Baptisan air itu bukan hanya ceremony dan berkata “yang penting di adakan”. Tidak boleh seperti itu. Betapa pentingnya baptisan air sehingga Tuhan mengutus spesial seorang nabi besar hanya untuk menangani baptisan air itulah Yohanes Pembaptis. Karena ini adalah landasan start kita untuk ibadah pelayanan kita maka kalau merasa baptisan air saudara kurang pas maka harus dibenahi. Jangan berpikir “yang penting ada pendeta yang mencemplungkan saya” harus lihat dulu tahbisannya. Ada juga yang hanya ikut ramai, ada yang dipaksa oleh orang tua, dipaksa suami, dipaksa oleh isteri, itupun kurang memenuhi syarat.

Imamat 21:16-24
21:16 TUHAN berfirman kepada Musa:
21:17 "Katakanlah kepada Harun, begini: Setiap orang dari antara keturunanmu turun-temurun yang bercacat badannya, janganlah datang mendekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya,
21:18 karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,
21:19 orang yang patah kakinya atau tangannya,
21:20 orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.
21:21 Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya.
21:22 Mengenai santapan Allahnya, baik persembahan-persembahan maha kudus maupun persembahan-persembahan kudus boleh dimakannya.
21:23 Hanya janganlah ia datang sampai ke tabir dan janganlah ia datang ke mezbah, karena badannya bercacat, supaya jangan dilanggarnya kekudusan seluruh tempat kudus-Ku, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka."
21:24 Demikianlah Musa menyampaikan firman itu kepada Harun serta anak-anaknya dan kepada semua orang Israel.

Tidak hanya khusus imam, tetapi didengar oleh umat Israel secara umum. Pada waktu kita mendengar Firman, kadang kita belum merasa bahwa Firman itu suatu kebutuhan, Firman itu adalah uluran tangan Tuhan untuk menolong kita. Tetapi kalau kita mempraktekkan Firman dan punya minat untuk mendengar Firman, ketika ada masalah di depan baru kita merasakan “inilah maksud Firman minggu lalu, bulan lalu atau tahun lampau yang saya dengar”.

Contoh konkrit, ketika Maria duduk di kaki Tuhan mendengar Firman, dia dipersalahkan oleh Marta. Karena mereka belum melihat apa yang terjadi kelak. Tetapi ketika terjadi musibah yaitu Lazarus meninggal, maka Martha yang tadinya tidak mendengarkan Firman, Yesus bukan tidak gubris, tetapi Yesus tidak respon kepadanya. Tetapi ketika Maria yang banyak duduk di kaki Tuhan saat dia datang, maka Yesus melihatnya dan Yesus menangis lalu pertolongan terjadi.

Jadi mendengar Firman jangan anggap biasa, harus kita apresiasi, harus dengar dengan serius. Karena satu saat Firman yang kita dengar itu menjadi uluran tangan yang menolong kita ketika menghadapi masalah dalam kehidupan. Ini kesalahan yang banyak dilakukan oleh anak Tuhan bahkan hamba-hamba Tuhan. Mereka merasa Firman hanya sebagai mengisi upacara ibadah sehingga tidak memperhatikan dengan serius. Sebenarnya ketika mendengar Firman, itu sudah uluran tangan Tuhan kepada kita. Kita belum merasakan pertolongan Tuhan. Tetapi Firman yang kita dengar saat itu, bisa besok atau lusa kita lihat hasilnya.

Seperti pengalaman Marta dan Maria. Tuhan tidak peduli kepada Marta, tidak ada ekspresi dalam kehidupan Yesus saat Marta datang. Tetapi kepada Maria yang suka mendengar dan menaruh perhatian kepada Firman, begitu Yesus melihatnya Yesus masgul dan menangis. Itulah salah satu contoh bahwa mendengar Firman bukan sekedar kita duduk mendengar. Ada maksud Tuhan di dalam kehidupan kita kalau kita memperhatikan.

Alkitab ini berbicara kepada kita syarat dari penampilan imam atau hamba Tuhan yang akan melayani. Ini secara umum. Karena ayat 10 sampai 15 itu penampilan imam besar. Ayat 1 sampai ayat 14 itu bicara imam dan ditambah ayat 16 sampai 24.

Syarat dari penampilan hamba Tuhan atau imam yang melayani tidak boleh tampil cacat. Ini bukan secara lahiriah, kita harus melihat nilai rohaninya. Ini adalah syarat rohani yang ada dalam diri kita.

Syarat pertama seorang pelayan Tuhan tidak boleh buta rohani. Sebab kalau dia buta maka tidak bisa membedakan warna. Orang buta adalah orang yang hanya ikut-ikutan. Kalau yang memimpin dia ke kanan maka dia ikut ke kanan, kalau yang memimpin dia melompat dia ikut melompat, kalau yang memimpin jongkok dia ikut jongkok. Itulah orang buta.

Termasuk dasar pelayanan kita. Kalau kita hanya ikut-ikutan seperti soal baptisan tadi, itu belum melek mata, itu sama dengan masih buta. Orang buta itu mudah dipermainkan. Makanya kalau hamba Tuhan yang buta maka angin pengajaran palsu mudah mempermainkan dia.
Efesus 4:14
4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
Mudah dilihat orang yang buta, condong ke kanan atau condong ke kiri, dia tidak punya ketegasan dalam memegang pengajaran. Orang seperti ini gampang di tarik sana tarik sini. Olehnya hamba Tuhan tidak boleh buta warna. Makanya kalau saudara melihat perjalanan Israel, kemah secara umum orang Israel itu monoton warnanya, tetapi Tabernakel punya warna khusus. Coba kalau orang buta mana bisa dia bedakan. Oh ini Tabernakel, kemah suci, kemah sembayang, tidak bisa dia bedakan. Dia akan berpandangan pukul rata semua sama. Sebetulnya orang yang masih pukul rata sama itu rohaninya masih buta, dia tidak bisa membedakan warna.

Itu sebabnya dalam Tabernakel mulai dari pintu gerbang mulai diperlihatkan warna. Sehingga dia bisa membedakan ini proyek pembangunan Tubuh Kristus atau terkait dengan pembangunan Tubuh Kristus.

Saya bicara di sini bisa dikategorikan Tuhan buta kalau saya tidak bisa membedakan warna. Ini Tabernakel atau proyek pembangunan Tubuh Kristus. Ini yang harus kita gandoli, ini yang harus lebih kita apresiasi, bukan kemah-kemah umum.

Kalau buta, tidak bisa membedakan warna mana hitam, putih, merah, kuning sama saja. Sehingga pandangan orang buta itu akan memukul rata “sama saja gereja, sama saja pengajaran”. Itu sebenarnya masih dalam kategori buta rohani. Betapa beratnya kalau kehidupan seperti itu memimpin jemaat mungkin 10, 100 atau 1000. Boleh bangga kita memimpin jemaat banyak, tetapi kalau masih buta sama dengan menyeret mereka ke dalam lubang. Oleh sebab itu jaga jangan sampai buta rohani.

Bicara buta dalam Alkitab, ada 10 penyebab manusia buta. Angka 10 adalah angka Firman sepenuh. Berarti buta melawan Firman sepenuh. Ini yang harus kita jaga hari-hari terakhir mulai dari diriku. Jangan sampai kita ada dalam kategori buta. Satu saja jiwa kita pimpin, kalau kita buta maka kita menyeret dia ke lubang. Lebih berat lagi kalau memimpin ratusan atau ribuan, semuanya diseret ke lubang.

Orang buta itu mudah dipermainkan. Makanya kalau gembala buta maka siapa saja akan dia panggil karena dia tidak bisa membedakan. Pokoknya minggu ini si A, minggu depan dia cari lagi siapa. Ini nilai penggembalaan yang tidak jelas. Ini yang berbahaya di akhir zaman ini. Jemaat ketujuh (Laodikia) di Asia Kecil itu disebut buta oleh Firman.

Jadilah seperti Maria, serius mendengar Firman. Jangan seperti Marta. Yesus tidak tertarik dengan Marta tetapi kepada Maria. Maria datang tersungkur di kaki Tuhan, Marta tidak tersungkur karena tidak belajar mendengar Firman. Memang ucapan Maria sama dengan sikap Marta, tetapi sikap Maria yang sudah digarap oleh Firman Tuhan membuat Yesus masgul, langsung tersentak pikiran dan perasaanNya lalu Dia menangis. Mari kita menghargai Firman. Kalau bisa saat mendengar Firman, jangan keluar masuk. Supaya tidak mengganggu yang lain karena saudara keluar masuk ruang ibadah. Sebab ada yang menilai kita saat mendengarkan Firman/ beribadah.

Ada 10 penyebab orang buta di dalam Alkitab.
1)      Karena datang pada persekutuan yang tidak wajar
Kejadian 19:5,8,11
19:5 Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka."
19:8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku."
19:11 Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, sehingga percumalah orang-orang itu mencari-cari pintu.

Besar kecil tua muda dibuat buta. Mengapa? Sebab tindakan orang Sodom dan Gomora ini adalah nikah yang tidak wajar. Bicara nikah itu bicara persekutuan. Berarti persekutuan yang tidak wajar ini yang membuat orang Sodom buta, dibutakan oleh malaikat Tuhan. Kita jaga persekutuan kita, nikah kita.

Masuk akhir tahun 2017 saya merasa ribet sekali. Kenapa? Saya diperhadapkan persoalan hal seperti ini. Saya bilang kepada beberapa kekasih yang datang. Ini gereja A dan ini gereja B. Masa persoalan gereja A mau ditangani oleh gereja B. Makanya kalau sudah namanya anak Tuhan, sudah anggota jemaat gereja A, maka yang menangani adalah gereja setempat, jangan orang lain.

Makanya dengar bapa ibu kekasih dalam Tuhan, bila anda mau masuk dalam persekutuan apalagi dalam nikah, maka perbuatan dan tindakanmu harus banyak konsultasi dengan gembalamu sebab dia pemelihara jiwamu.
I Petrus 2:25
2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Jangan entengkan gembala sebab dia diangkat oleh Roh Kudus untuk memelihara jiwa saudara.
Kisah Para Rasul 20:28
20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

Bukan dipelihara secara sesaat tetapi dikawal dan dilindungi untuk masuk dalam persekutuan yang sempurna, nikah dengan Kristus. Bila ada maksud menikah, berarti masuk dalam persekutuan kecil, banyaklah konsultasi dengan gembala. Jangan menjauhi gembala! Anda nanti akan menyesal. Anda akan seperti Marta yang tidak ditanggapi serius oleh Tuhan Yesus.

Masa jemaat gereja B mau ditangani gereja A. Segala-galanya harus dari gereja B. Esok lusa kalau saudara mau menikah lalu orang luar berkata “harus begini dan begitu” katakanlah “kami ada gembala, kami mau diatur gembala kami”. Agar masuk dalam nikah yang wajar, bukan pada nikah yang tidak wajar.

Kalau yang lain itu memang tidak tahu apa tujuan persekutuan nikah ini, makanya asal saja. Tetapi kita sudah tahu. Sebab Firman makin diungkap bukakan kepada saudara, tanda sayang Tuhan kepada saudara. Makanya jangan tepis tanda sayang Tuhan, nanti saudara tidak disambut oleh Tuhan.

Lukas 10:39
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

Untuk apa terus mendengar Firman? Sebab Firman itu punya kuasa bukan sesaat, tetapi ke depan memberi pertolongan.

Yohanes 11:33-35
11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
11:35 Maka menangislah Yesus.

Yesus menangis itu berarti Dia ambil alih masalah saudara. Itu sebabnya ketika kita mendengar Firman, mungkin kita belum merasa nilainya. Tetapi satu saat kita akan mengerti inilah maksudnya kita mendengar Firman, inilah tujuan kita mendenar Firman dan segala masalah kita diambil alih oleh Tuhan. Inilah yang dibutuh gereja Tuhan di akhir zaman ini.

Maria datang langsung tersungkur, tetapi Marta tidak.
Yohanes 11:32, 21-24, 26-27
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
11:21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
11:22 Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
11:23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
11:24 Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
11:27 Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

Marta memberi jawab tetapi tidak ada sikap tersungkur. Dan Yesus tidak tergerak untuk berbuat apa-apa, tidak dikatakan Yesus masgul hatiNya.

Ketika kita mendengar Firman dan ada perhatian serius mendengar Firman maka satu saat saudara akan melihat hasil dari mendengarkan Firman itu. Saya banyak mengalami arti mendenar Firman. Kita bisa berkata “untung ada Firman”. Tuhan sudah mendahulu dengan Firman dan satu waktu itu akan kita rasakan.

Penyebab buta yang pertama adalah nikah yang tidak wajar atau persekutuan yang tidak wajar. Hurufiahnya laki-laki bersekutu dengan laki-laki atau perempuan bersekutu dengan perempuan. Bukan berarti tidak usah ada persekutuan kaum wanita, jangan saudara membias ke sana.

Coba baca, sudah tidak wajar apa yang mau mereka lakukan.
Kejadian 19:9-11
19:9 Tetapi mereka berkata: "Enyahlah!" Lagi kata mereka: "Orang ini datang ke sini sebagai orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan menganiaya engkau lebih dari pada kedua orang itu!" Lalu mereka mendesak orang itu, yaitu Lot, dengan keras, dan mereka mendekat untuk mendobrak pintu.
19:10 Tetapi kedua orang itu mengulurkan tangannya, menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu.
19:11 Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, sehingga percumalah orang-orang itu mencari-cari pintu.

Di dalamnya terjadi penganiayaan, kesewenang-wenangan. Bisa kita lihat dalam lingkup oraganisasi. Kalau organisasi sudah sewenang-wenang berarti roh Babel sudah masuk.

Saya ingat pada tahun 1974 digelarlah mukernas di Makasar. Waktu itu saya masih hamba Tuhan muda, saya pikir hamba-hamba Tuhan ini sudah hati malaikat. Waktu rapat saya ikut dan melihat dengan mata kepala. Ketika ada yang menyampaikan usul dan yang lain tidak menerima maka ada yang angkatkan kursi lalu dia lempar. Hati-hati sekarang, kita disusupi hal-hal semacam ini, kita harus waspada.

Termasuk dalam mendengarkan Firman, jangan sampai ada ugut-ugutan didalamnya. Hamba Tuhan menyampaikan Firman bukan untuk menyenangkan telinga yang mendengar tetapi menyenangkan hati Tuhan. Yang mendengar ini jangan ugut-ugutan. Hasilnya tidak menguntungkan bahkan kerugian besar. Sebenarnya kalau buta maka itu kerugian besar. Dan orang buta kejatuhannya berat. Kejatuhan orang buta rohani utamanya hamba Tuhan, dia akan jatuh dalam persoalan keuangan. Dia akan duduk di tepi jalan dengan tangan meminta-minta. Itu ciri orang buta dan itu sudah kejatuhan. Kalau ini ada maka kita harus waspada.

Contoh konkritnya adalah Bartimeus. Bar artinya anak, berarti anak dari Timeus. Timeus artinya haram atau dicemarkan. Bayangkan kalau saya gembala sebagai bapa rohani kemudian jemaat yang adalah anak rohani dicemarkan oleh bapa yang haram. Kalau saya sebagai bapa rohani mencemarkan saudara sebagai anak rohani, bagaimana nasib kita? Tetapi syukur Yesus lewat dan itu dimanfaatkan oleh Bartimeus ini.

Selama ini tangannya ditadakan untuk meminta-minta. Tetapi kali ini yang dia minta “melekkan mata saya” dia tidak minta uang yang banyak. Dalam seruannya dia berkata “Yesus Anak Daud”. Berarti anak raja, tentu banyak duitnya. Tetapi bukan itu yang dia minta, yang dia minta supaya dicelikkan mata.

Alkitab mengatakan dia mengikuti Yesus sepanjang jalan. Orang yang melek matanya pasti akan mengikuti Yesus sepanjang jalan.
Markus 10:52
10:52 Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Ke mana Yesus pergi? Ke Yerusalem.
Markus 11:1
11:1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya

Orang yang melek mata, sasarannya Yerusalem Baru. Jadi kalau tidak melek mata, jangan bicara Yerusalem, tidak bisa orang itu sampai. Dia tidak akan sampai ke sana. Itu sebabnya mari kita mohon kepada Tuhan supaya melek mata kita, utamanya saya sebagai hamba Tuhan. Benar-benar harus melek mata. Melek mata berarti memandang ke atas karena mereka menuju Yerusalem, berarti pandangannya ke atas. Apakah perjalanan kita seperti itu sekarang? Mengikuti Yesus ke manapun Dia pergi yaitu ke Yerusalem.

Dalam Lukas pasal 18, di sana ada cerita orang yang kaya. Kemudian dalam pasal yang sama ada cerita Bartimeus yang miskin. Kemudian pasal 19 berbicara tentang Zakheus yang kaya. Jadi Bartimeus ini diapit oleh orang yang kaya dan Zakheus yang kaya. Setelah Bartimeus melek mata, dia tidak miskin lagi namun menjadi rohaninya kaya bahkan lebih kaya dari Zakheus dan orang muda yang kaya itu.

Katakanlah kita buta, katakanlah “saya buta Tuhan, saya butuh jamahan tanganmu supaya saya melek”. Kalau saudara melek mata maka saudara akan lebih kaya dari Zakheus dan orang yang kaya.
Bartimeus mendengar orang bersorak-sorai “hosana bagi anak Daud” lalu dia mengikut Yesus. Bartimeus atau anak timeus, itu adalah masa lalunya. Tetapi mengikut Yesus itu masa depan yaitu ke Yerusalem. Sebabnya jangan kita sampai buta rohani.

Kita tahu mata itu masuk pada pancaindera. Berarti seperlima inderanya yang tidak berfungsi. Tuhan tidak menginginkan hanya 4/5, Tuhan ingin utuh. Saya mendengar, ok berarti tidak tuli. Saya merasa, ok berarti ada peraba. Ok kalau bisa mencium, tetapi kalau satu saja tidak berfungsi panca indera maka Tuhan tidak akan membawa ke Yerusalem Baru.

Firman yang kita dengar mungkin saat ini kita merasa belum terasa apa-apa tetapi satu waktu kita akan berkata “masalah saya diselesaikan oleh Firman yang saya dengar tanggal 8 bulan 11”.

Tuhan tolong jangan sampai mata saya buta. Melekkan mata saya. Kalau mata melek, maka saya akan mengikuti Yesus secara kontinue. Ke mana arah Yesus berjalan? Ke Yerusalem. Jangan kita hanya jingkrak-jingkrak memuji Tuhan “di satu kota tanpa malam” tetapi kemudian kita tidak sampai.

Buta itu berarti tidak bisa membedakan warna, sama dengan tidak bisa membedakan mana ajaran sehat dan mana ajaran tidak sehat. Kalau sudah buta seperti ini, itu berarti kerugian besar, itu merugikan diri. Kalau saya sebagai gembala maka saya sudah merugikan diri, bahkan jemaat ikut rugi bersama gembala.

Ini teguran rasul Paulus kepada orang Yahudi.
Roma 2:17-20
2:17 Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah,
2:18 dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak,
2:19 dan yakin, bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan,
2:20 pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran.

Inilah keberadaan si pengajar, si penuntun itu yaitu menuntun orang buta. Tetapi kalau dia sendiri buta berarti sama saja dengan yang dituntun.

Penyebab buta yang disebut pertama adalah nikah yang tidak wajar, termasuk persekutuan yang tidak wajar. Gereja sekarang membangun persekutuan, bukan berarti itu salah, tetapi kita perhatikan nilai di dalamnya bagaimana. Kalau persekutuan hanya sekedar bertemu satu dengan yang lain, nilai rohaninya di mana.

Apakah seperti Bartimeus? Begitu dia dibebaskan dari kebutaan maka dia terus mengikuti Yesus. Dia diapit oleh orang yang kaya dan Zakheus yang kaya.  Bartimeus sudah miskin, buta lagi. Puji Tuhan dia ditolong oleh Tuhan. Orang muda yang kaya tertinggal, tidak ikut Tuhan Yesus bahkan membelakangi. Zakheus tertolong tetapi kekayaannya dikuras. Ini jangan sampai terjadi pada diri kita. Ketika Yesus lewat maka Bertimeus berteriak “Yesus Anak Daud, tolong saya”.

Lukas 18:18-21,35-41
18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
18:19 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja.
18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."
18:21 Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
18:35 Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
18:36 Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?"
18:37 Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat."
18:38 Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
18:39 Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
18:40 Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
18:41 "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"

Ini permohonan Bartimeus. Sesudah dia ditolong dan disembuhkan maka dia mengikut ke mana Yesus pergi yaitu ke Yerusalem.

2)      Keluaran 23:8
23:8 Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar.

Ulangan 16:19
16:19 Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.

Buta di sini prakteknya memutar balikkan fakta, sama dengan roh Amon. yang benar dia jadikan salah, yang salah dia benarkan. Seringkali kita hanya terbentur pada orang yang menyampaikan Firman, kita tidak melihat kebenaran yang dia sampaikan. Kalau misalnya dia menyampaikan “kamu sudah memutar balikkan fakta” itu bukan berarti menghina orang itu, tetapi agar orang itu tertolong karena berdiri di tanah yang labil dan akan jatuh di jurang yang ada di bawahnya. Tetapi seringkali bahasa ini disalah tafsirkan. Ketika mendengar bahasa seperti itu maka orang itu menjadi tersinggung, padahal sebenarnya dia ingin ditolong oleh Tuhan.

Praktek buta poin yang kedua ini adalah memutar balikkan fakta. Kalau saya memutar-balikkan fakta saya menjadi rugi karena saya tidak akan mengalami pekerjaan penyucian. Yang salah  saya bilang benar, yang benar saya bilang salah. Akhirnya saya rugi besar karena ada kecenderungan membenarkan diri sendiri. Tolong Tuhan jangan ini sampai terjadi. Ini adalah sikap yang tidak akan bisa membawa ke Yerusalem Baru.

Apa motivasi memutar balikkan fakta? Supaya orang lain menghormati saya dan kekuranganku tidak terlihat. Paling berbahaya bagi diriku kalau melakukan seperti itu. Itu sebabnya kita butuh roh kerendahan diri. Kenapa? Karena matanya melihat.

3)      Berjalan pada jalan kebinasaan
Bilangan 22:1
22:21 Lalu bangunlah Bileam pada waktu pagi, dipelanainyalah keledainya yang betina, dan pergi bersama-sama dengan pemuka-pemuka Moab.

Perjalanan Bileam menuju Moab ini satu rombongan dengan utusan Balak. Tetapi yang diceritakan buta di sini hanya Bileam. Anehnya pemuka-pemuka Moab ini juga buta karena mereka tidak berkomentar. Apakah mereka tidak melihat malaikat yang mengacungkan pedang. Jadi semuanya mereka buta! Tetapi mata keledai justru melihat.
Bilangan 22:31
22:31 Kemudian TUHAN menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat TUHAN dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.

Kenapa Bileam buta? Dari pada susah payah buat pisang goreng atau jual pecel, lebih baik saya terima pemberian Balak ini. Itu namanya buta.

Bilangan 22:32
22:32 Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: "Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.

Sebenarnya Bileam disayang oleh Tuhan karena dia menempuh jalan kebinasaan bukan jalan Tuhan. Kehidupan yang mengikuti jalan kebinasaan itu buta. Kenapa dia mengikuti jalan kebinasaan? Karena genggaman raja Balak besar.

Bilangan 22:33-34
22:33 Ketika keledai ini melihat Aku, telah tiga kali ia menyimpang dari hadapan-Ku; jika ia tidak menyimpang dari hadapan-Ku, tentulah engkau yang Kubunuh pada waktu itu juga dan dia Kubiarkan hidup."
22:34 Lalu berkatalah Bileam kepada Malaikat TUHAN: "Aku telah berdosa, karena aku tidak mengetahui, bahwa Engkau ini berdiri di jalan menentang aku. Maka sekarang, jika hal itu jahat di mata-Mu, aku mau pulang."

Ada pengakuan tetapi hanya berhenti pada ucapan. Ternyata ini adalah pengakuan dusta.

Bilangan 22:35
22:35 Tetapi Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: "Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan." Sesudah itu pergilah Bileam bersama-sama dengan pemuka-pemuka Balak itu.

Sampai pada kalimat di atas Bileam masih mengikut apa yang dikatakan malaikat, tetapi hatinya masih melekat pada tawaran Balak. Memang ucapannya  baik, tetapi ternyata Bileam ditipu oleh hatinya sendiri. Dari jualan pecel atau ikan lele, tawaran Balak ini luar biasa, saya bisa ongkang kaki berapa tahun. Tetapi itu jalan kebinasaan. Jangan kena tawaran-tawaran seperti ini sehingga akhirnya menghempaskan jalan Tuhan dan mengikuti jalan kebinasaan, meninggalkan jalan kebenaran dan mengikuti jalan yang salah.

Kita lihat bagaimana jalannya Tuhan itu?
Yesaya 35:8
35:8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.

Kalau Timeus tidak bisa lewat di sini kalau tidak ditolong oleh Tuhan. Yang pandir ini justru gembala. Kalau saya gembala pandir, tidak bisa berjalan di jalan yang kudus ini. Orang pandir tangan kanannya mati, tidak berfungsi.
Zakharia 11:15-17
11:15 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Ambillah sekali lagi perkakas seorang gembala yang pandir!
11:16 Sebab sesungguhnya, Aku akan membangkitkan di negeri ini seorang gembala yang tidak mengindahkan yang lenyap, yang tidak mencari yang hilang, yang tidak menyembuhkan yang luka, yang tidak memelihara yang sehat, melainkan memakan daging dari yang gemuk dan mencabut kuku mereka.
11:17 Celakalah gembala-Ku yang pandir, yang meninggalkan domba-domba! Biarlah pedang menimpa lengannya dan menimpa mata kanannya! Biarlah lengannya kering sekering-keringnya, dan mata kanannya menjadi pudar sepudar-pudarnya!"

Mau apalagi pelayan seperti ini, apalagi yang kena tangan kanan dan mata kanan. Orang seperti ini tidak bisa jalan di jalan kudus, tidak bisa jalan di jalannya Tuhan. Ini teguran Tuhan kepada saya, saya tidak mengatakan saudara, hanya saudara mendengar. Syukurlah kalau saudara merasa tidak ditegur karena lebih baik dari saya.

Kalau tidak mendengar bisa lengannya kering sekering-keringanya.
Mazmur 137:5
137:5 Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!

Kalau tangan kering maka tidak bisa seperti Bartimeus mengikuti Tuhan Yesus. Ini jangan sampai terjadi pada diriku.

Yesaya 35:9-10
35:9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,
35:10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Bukankah ini tujuan kita beribadah, bukankah ini maksud kita hadir dalam ibadah persekutuan yaitu merindukan sukacita abadi, merindukan kegirangan abadi dan kedukaan serta keluh kesah akan menjauh.  

Di sini Bileam sudah salah. Itu sebabnya kita melihat bagaimana gerakan Bileam. Dia buta karena mengikut jalan kebinasaan, bukan jalan Tuhan. Kalau sudah cenderung pada pemberian Balak, itu sudah jalan kebinasaan. Tetapi kalau mengikuti jalan Tuhan berarti mengikuti Tuhan yang empunya langit, bumi bersama segala isinya, masakan kita dibiarkan mati kelaparan. Pasti Tuhan akan mengisi kita dengan Firman Tuhan, mengisi kita dengan apa yang kita butuhkan dalam keseharian.

Contoh berjalan dalam kebutaan karena matanya melihat pada genggaman Balak. Di sisi lain Bileam ini mengikuti apa Tuhan katakan, bahkan sempat debat hangat dengan Balak. Tetapi karena hatinya melekat ke sana maka satu ketika apa yang tersembunyi dalam hati akan terungkap di permukaan. Bagaimanapun kita menyembunyikan diri, apa yang ada dalam hati kita satu ketika akan nampak di permukaan. Dan kalau nampak di permukaan dan Tuhan yang mengungkap maka berarti sudah siap orang itu tewas dibunuh oleh musuh. Itu yang terjadi pada Bileam.

4)      Melawan utusan Tuhan yang bicara keselamatan yang akan datang.
II Raja-raja 6:11-12
6:11 Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: "Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?"
6:12 Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: "Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu."

Pelayanan hamba Tuhan yang bernama Elisa ini untuk menyelamatkan umat Tuhan. Pelayan seperti itu mau dibunuh! Dia tidak disenangi.
II Raja-raja 6:13,18
6:13 Berkatalah raja: "Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia." Lalu diberitahukanlah kepadanya: "Dia ada di Dotan."
6:18 Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: "Butakanlah kiranya mata orang-orang ini." Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.

Penyebab buta yang keempat yang ada di dalam Alkitab adalah melawan utusan Allah yang justru pelayanannya untuk menyelamatkan umat Tuhan, sebab dia merasa dirugikan. Niat hamba Tuhan ini untuk menyelamatkan umat Tuhan. Tetapi di sisi lain ada orang merasa seperti dirugikan. Karena merasa dirugikan maka dia punya niat jahat mau membunuh utusan Tuhan yang dipakai untuk menyelamatkan. Apa yang akhirnya terjadi? Semua pasukan dibuat buta oleh doa Elisa.

Kita dengar dulu apa berita yang disampaikan si A, apakah mengandung keselamatan untuk kita ke depan atau tidak. Kalau si A memberitakan Firman demi keselamatan kita yang di depan saat terjadi aniaya besar datangnya antikristus, jangan kita berniat jahat kepadanya. Kami hamba Tuhan berupaya supaya umat Tuhan diselamatkan dari apa yang akan menimpa dunia akhir zaman. Hamba Tuhan yang berbicara demi keselamatan akan menunjuk “ini yang bisa mencelakakanmu ke depan kalau engkau tidak lepaskan. Kalau meneruskan apa yang saudara lakukan maka selamat di depan tidak akan saudara alami”. Jangan berniat salah kepada pemberita itu. Kalau tanggapan kita salah berarti kita buta rohani.

Memang sakit ketika didongkel dan diiris oleh pedang Firman Allah. Tetapi di balik itu untuk keselamatan kita, apanya kita dirugikan. Tetapi raja Aram ini merasa dirugikan. Olehnya kita harus waspada akhir zaman ini. Jangan sampai terjadi salah kaprah, salah menanggapi berita yang disampaikan Elisa.

Elisa tidak ada unsur dendam dan dia tidak ikut bahasa raja Israel “bapa kenapa membiarkan mereka hidup”. Malah dia menyuruh menyembelih domba, kambing, lembu dan membuat perjamuan besar lalu musuh-musuh diberi makan. Yang diniati mau dibunuh adalah Elisa, bukannya raja. Tetapi yang terancam mau dibunuh ini justru menggelar perjamuan bagi orang yang berniat jahat kepadanya. Inilah perbedaan hamba Tuhan yang mengerti nilai pelayanannya bahwa untuk keselamatan. Sebenarnya berita yang disampaikan utusan Tuhan mengandung nilai keselamatan, tidak merugikan kita.
Kebutaan yang keempat ini penyebabnya karena melawan utusan Tuhan yang berbicara tentang keselamatan yang akan datang. Kalau hamba Tuhan memberitakan keselamatan yang akan datang, tidak usah hamba Tuhan takut sebab pasti ada perlindungan Tuhan.

Kita harus mengerti mana persekutuan wajar, mulai dari masuk baptisan air. Baptisan air jangan sampai salah, karena itu adalah landasan pertama untuk masuk dalam persekutuan Tubuh Kristus.
Bukan berarti orang yang sudah dibaptis oleh Petrus dan Paulus itu mulus-mulus saja. Contohnya Demas, dia pergi ke Tesalonika meninggalkan Paulus. Bahkan satu saat tidak ada lagi orang yang suka dengan dia, semua orang meninggalkan Paulus. Tetapi Paulus berkata “Tuhan tidak meninggalkan aku”. Sampai tiga kali dia berkata “aku diselamatkan sekalipun ditinggalkan oleh semua orang”. Apapun yang dia alami, dia tetap berserah sepenuh kepada Tuhan.

II Timotius 4:16-17
4:16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku -- kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka --,
4:17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.

Kata lepas di sini menggunakan kata harpaso = melepaskan dengan cepat.

II Timotius 4:18
4:18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Rasul Paulus tidak mengeluh ketika ditinggalkan. Sampai Demas meninggalkan Paulus lalu pergi ke Tesalonika. Bahkan Markus juga pernah meninggalkan mereka. Tetapi puji Tuhan, Paulus tetap bertahan dan dia maju. Karena dia tahu ada tangan Tuhan mau melepaskan dia.

Kita gereja Tuhan hari-hari terakhir ini tidak usah gentar memberitakan kebenaran apapun akibatnya. Mungkin saudara ditinggalkan, tetapi beritakan sebab tujuannya demi keselamatan orang yang mendengar itu. Untuk apa memberitakan Firman untuk cari gara-gara. Tujuannya bukan untuk cari gara-gara tetapi demi keselamatan agar kita tidak seperti Bileam atau seperti tentara-tentara raja Aram ini.

Ini yang kita rindukan di penghujung akhir zaman. Sebabnya perhatikan baik-baik ke mana kita mengayunkan langkah. Apapun resiko jangan kita surut langkah, beritakan Firman Tuhan demi keselamatan orang yang kita layani. Biarlah mata kita jangan buta, kita pandang Golgota.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar