20131214

Kebaktian Doa, Sabtu 14 Desember 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amos 4:1-3
4:1 "Dengarlah firman ini, hai lembu-lembu Basan, yang ada di gunung Samaria, yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin, yang mengatakan kepada tuan-tuanmu: bawalah ke mari, supaya kita minum-minum!
4:2 Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya: sesungguhnya, akan datang masanya bagimu, bahwa kamu diangkat dengan kait dan yang tertinggal di antara kamu dengan kail ikan.
4:3 Kamu akan keluar melalui belahan tembok, masing-masing lurus ke depan, dan kamu akan diseret ke arah Hermon," demikianlah firman TUHAN.

Ini adalah ancaman Tuhan bagi jemaat yang tidak tahu berterima kasih. Terhadap kerajaan Israel dari 10 suku, awalnya Tuhan berlaku secara halus tetapi akhirnya harus diburu dengan keras. Inilah balas dari Tuhan kepada umat Tuhan yang tidak tahu berterima kasih. Dapat dikatakan kasih Tuhan kepada orang Samaria ini tidak pernah sirna dan selalu terulur. Terlebih lagi ketika mereka dikepung oleh Benhadad raja Aram. Benhadad artinya ruang yang terpagar.

Keadaan Samaria ketika itu secara logika tidak ada jalan keluar lagi. Di luar dikepung oleh ribuan tentara Aram sehingga mereka tidak bisa keluar dan di dalam ada kelaparan yang berat sekali sampai ibu-ibu terpaksa memakan anak mereka. Inilah tanda-tanda kelaparan di dalam gereja Tuhan. Berbicara ibu yang memakan anaknya secara rohani menunjuk gembala yang memakan jemaatnya. Kelaparan ini terjadi karena jalur logistik sudah diempang oleh raja Aram. Gereja Tuhan di akhir zaman ini ada kemiripan dengan keadaan Samaria ketika itu. Ini kontras dengan rencana Tuhan, itulah bukti gereja Tuhan dalam suasana lapar. Mengapa bisa lapar? Sebab dipagari oleh organisasi, tidak ada kebebasan untuk mencari makanan.

Oleh kemurahan Tuhan mereka dilepaskan oleh Tuhan. Ini pertanda bahwa kasih Tuhan tidak pernah pupus/ tidak pernah berakhir. Tetapi apa balasan mereka? Balasan mereka kepada Tuhan malah tidak ada rasa terima kasih terhadap perbuatan kasihnya Tuhan. Padahal harus imbang antara Tuhan dan umat. Dalam hal ini Tuhan diwakili oleh hamba Allah dan umat harus ada rasa syukur kepada Allah dan terima kasih buat penggembalaan.

Dari sisi ini Tuhan melihat bahwa mereka telah melakukan kejahatan sehingga Tuhan ancam bahwa mereka akan membuat lubang di tembok dan dari situ mereka akan lari lurus ke depan. Hal ini sudah diperagakan oleh nabi Yehezkiel dan benar-benar terjadi.
Yehezkiel 12:1-2,4-13
12:1 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
12:2 "Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak, yang mempunyai mata untuk melihat, tetapi tidak melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar, tetapi tidak mendengar, sebab mereka adalah kaum pemberontak.
12:4 Bawalah barang-barangmu itu ke luar seperti barang-barang seorang buangan pada siang hari di hadapan mata mereka; dan engkau sendiri harus keluar pada malam hari di hadapan mata mereka, seperti seorang yang harus keluar dan pergi ke pembuangan.
12:5 Di hadapan mata mereka perbuatlah sebuah lobang di tembok dan keluarlah dari situ.
12:6 Di hadapan mata mereka taruhlah barang-barangmu ke atas bahumu, dan bawalah itu ke luar pada malam gelap; engkau harus menutupi mukamu, sehingga engkau tidak melihat tanah; sebab Aku membuat engkau menjadi lambang bagi kaum Israel."
12:7 Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku: aku membawa pada siang hari barang-barang seperti barang-barang seorang buangan dan pada malam hari aku membuat dengan tanganku sebuah lobang di tembok, pada malam gelap aku keluar dan di hadapan mata mereka aku menaruh barang-barangku ke atas bahuku.
12:8 Pada hari besoknya datanglah firman TUHAN kepadaku:
12:9 "Hai anak manusia, bukankah ditanya oleh kaum Israel, kaum pemberontak itu kepadamu: Apakah yang kaulakukan ini?
12:10 Katakanlah kepada mereka: beginilah firman Tuhan ALLAH: Ucapan ilahi ini mengenai raja di Yerusalem dan seluruh kaum Israel yang tinggal di sana.
12:11 Katakanlah: Aku menjadi lambang bagimu; seperti yang kulakukan ini begitulah akan berlaku kepada mereka: sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan.
12:12 Dan raja yang di tengah-tengah mereka akan menaruh barang-barangnya ke atas bahunya pada malam gelap dan akan pergi ke luar; orang akan membuat sebuah lobang di tembok supaya ada baginya jalan keluar; ia akan menutupi mukanya supaya ia tidak akan melihat tanah itu.
12:13 Aku akan memasang jaring-Ku untuk menangkap dia dan di dalam perangkap-Ku dia akan terjebak dan Aku akan membawa dia ke Babel, tanah orang Kasdim, tetapi tanah itu sendiri tidak akan dilihatnya; ia akan mati di sana.

Ini adalah perlakuan Tuhan terhadap manusia yang tidak tahu berterima kasih apalagi untuk orang Samaria yang telah ditolong oleh Tuhan. Dalam pelayanan Tuhan, langkah demi langkah Tuhan telah menolong mereka. Dalam Yohanes 4 Tuhan sudah membenahi nikah yang paling rusak. Kemudian Tuhan membenahi ibadah orang Samaria. Tuhan membenahi ibadah karena ibadah mereka adalah ibadah campur.

Kalau melakukan ibadah campur itu tanda kehidupan tersebut tidak berada pada penciptaan tangan Tuhan. Kalau gereja Tuhan menggalakkan ibadah campur maka sekalipun terlihat gegap gempita tetapi tidak merasakan pekerjaan tangan Tuhan yang mencipta.
Kejadian 1:2 (Terjemahan Lama)
1:2 Maka bumi itu lagi campur baur adanya, yaitu suatu hal yang ketutupan kelam kabut; maka Roh Allah berlayang-layang di atas muka air itu.

Yeremia 4:22-23
4:22 "Sungguh, bodohlah umat-Ku itu, mereka tidak mengenal Aku! Mereka adalah anak-anak tolol, dan tidak mempunyai pengertian! Mereka pintar untuk berbuat jahat, tetapi untuk berbuat baik mereka tidak tahu."
4:23 Aku melihat kepada bumi, ternyata campur baur dan kosong, dan melihat kepada langit, tidak ada terangnya.

Kita harus mengambil sikap untuk menyambut Firman Allah walaupun awalnya ragu-ragu seperti Wanita yang dikisahkan dalam Yohanes pasal 4. Awalnya wanita ini ada kecurigaan tetapi Tuhan dengan hikmatNya menghentar wanita ini perlahan-lahan pada langkah satu kepada langkah berikutnya sehingga akhirnya sadar bahwa dia adalah pelaku ibadah campur.
II Raja-raja 17:33
17:33 Mereka berbakti kepada TUHAN, tetapi dalam pada itu mereka beribadah kepada allah mereka sesuai dengan adat bangsa-bangsa yang dari antaranya mereka diangkut tertawan.

Ada tangan Tuhan yang menciptakan kehidupan yang beribadah.
Efesus 4:22-24
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Ketidakmampuan kita untuk berterima kasih kepada Tuhan adalah bagian dari praktek bahwa kita ini masih campur dengan daging. Seringkali terlalu kurang rasa terima kasih kita kepada Tuhan, kita belum bisa memberikan rasa terima kasih kita kepada Tuhan secara penuh karena masih disibukkan dengan mamon.

Banyak yang harus kita syukuri kepada Tuhan. Nikah kita yang dahulu rusak Tuhan benahi lewat kabar yang besar, ibadah kita yang dahulu ibadah campur telah Tuhan benahi, tetapi mana terima kasih kita peada Tuhan? Mari kita menunjukkan rasa terima kasih kita kepada Tuhan. Lebih lagi kelimpahan pembukaan Firman Tuhan telah kita terima. Rasa terima kasih kita bukan hanya sekedar kata-kata terima kasih tetapi harus diwujudkan dengan pelayanan kita karena Tuhan sudah melayani kita luar biasa.

II Korintus 8:8-9
8:8 Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.
8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

Tuhan tidak akan mungkin berdusta. Kekayaan yang kita terima sekarang adalah kekayaan Firman dan kalau kita bisa menyatakan rasa terima kasih maka imbasnya kita juga akan diberkati secara jasmani.  Tuhan tidak akan membiarkan kita menjadi miskin kalau kita melayani Tuhan. Tetapi bukan itu penekanannya, kekayaan yang terbesar yang kita terima adalah kelimpaan Firman. Kelimpahan Firman memberikan kita pakaian keselamatan dan jubah kebenaran.
Yesaya 61:10
61:10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.

II Korintus 8:10-14
8:10 Inilah pendapatku tentang hal itu, yang mungkin berfaedah bagimu. Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu mulai melaksanakannya dan mengambil keputusan untuk menyelesaikannya juga.
8:11 Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu.
8:12 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.
8:13 Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.
8:14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan.

Ini yang dimaksud oleh Tuhan, jadi tidak ada yang dirugikan. Pelayanan kita sebagai anggota tubuh kepada Allah secara vertikal kita praktekkan secara horisontal kepada sesama.

Inilah yang diancamkan Tuhan kepada orang-orang Samaria karena pikiran mereka benar-benar hanya tertarik pada kemilauan benda-benda dunia. Tuhan sudah datang kepada mereka secara halus tetapi tidak mereka terima akhirnya Tuhan datang dengan cara kasar, mereka dikejar diburu oleh pemburu-pemburu.
Amos 4:3
4:3 Kamu akan keluar melalui belahan tembok, masing-masing lurus ke depan, dan kamu akan diseret ke arah Hermon," demikianlah firman TUHAN.

Lari lurus ke depan dengan kata lain yang mengejar tidak ada kesulitan untuk menangkap mereka. Jangan itu menjadi pengalaman kita, kita mau disingkirkan oleh Tuhan dengan dua sayap yang besar itulah Firman dan Roh Kudus. Dengan sekali sentak kita sudah ada di padang belantara karena kuasa Firman dan Roh Kudus, ini yang harus kita ucapkan terima kasih kepada Tuhan karena rencana Tuhan terlalu indah bagi kita.

Sikap yang paling mendasar bahwa mereka ini tidak mengerti apa-apa walaupun sudah berulang-ulang Tuhan benahi adalah rasa sentimen yang masih terlalu tinggi. Rasa tidak senang kepada Yesus karena dianggap orang Yahudi masih terlalu nampak. Ketika Tuhan Yesus mengarahkan perjalananNya menuju Yerusalem di sanalah semakin tertampak.
Lukas 9:51-53
9:51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Ketika kita diarahkan oleh Firman untuk ke Yerusalem Baru disitulah tertampak banyak perlawanan. Bukan kita tidak suka ke Yerusalem Baru tetapi ada kendala-kendala dalam diri kita yang tidak mau kita lepas, sebab untuk menuju Yerusalem Baru kita harus alami kelepasan sepenuh.

Dalam pelayanan harus disertai dengan tanda darah/ derita sengsara agar pelayanan kita diterima oleh Tuhan.
Lukas 16:10-12
16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Yang menjadi ikatan adalah mamon ini yang mengikat orang-orang Samaria. Bila dalam persoalan mamon yang adalah perkara kecil tidak setia maka tidak mungkin bisa dipercayakan harta orang lain. Orang lain yang dimaksud di sini adalah Tuhan.
Lukas 16:13
16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Dalam ayat di atas ada kata “membenci” dan “mengasihi”. Ini tidak bisa berjalan bersama-sama, tidak bisa kita mengasihi sambil membenci. Kita membodohi diri sendiri kalau mau berbuat sesuatu padahal kita membenci. Kalau bersikap seperti itu maka akan dicap oleh Tuhan “memberontak”. Perkataan Tuhan ini kena kepada orang-orang Farisi.
Lukas 16:14
16:14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.

Tidak mungkin kita memiliki kebencian dan memiliki kasih, ini namanya pelayanan ibadah campur, ini tidak berkenan kepada Tuhan.
Zefanya 1:2-3
1:2 "Aku akan menyapu bersih segala-galanya dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN.
1:3 Aku akan menyapu manusia dan hewan; Aku akan menyapu burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut. Aku akan merebahkan orang-orang fasik dan akan melenyapkan manusia dari atas muka bumi, demikianlah firman TUHAN.

Di sini Tuhan menunjukkan kekuasaanNya yang tidak terbatas. Tritunggal iblis disapu bersih yaitu iblis di udara, antikris di laut dan nabi palsu serta pengikut-pengikutnya termasuk daging yang ada di bumi.
Zefanya 1:4-6
1:4 Aku akan mengacungkan tangan-Ku terhadap Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal dan nama para imam berhala,
1:5 juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi Dewa Milkom,
1:6 serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya."

Kalau ayat 3 berbicara secara umum maka ayat 4 secara khusus kepada orang Kristen. Mengapa mereka juga disapu bersih? Karena orang Kristen yang beribadah campur. Milkom atau Molokh artinya raja.
Imamat 18:21
18:21 Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.

Zefanya 1:7
1:7 Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat. Sungguh TUHAN telah menyediakan perjamuan korban dan telah menguduskan para undangan-Nya.

Kita sedang diundang oleh Tuhan dan sedang disucikan oleh Tuhan sehingga kita bisa berada dalam pesta kawin Anak Domba Allah. Karena kita mau dikuduskan maka kita luput dari apa yang dikatakan pada ayat 2 sampai 6.

Kalau sekarang ini kita tidak mau disucikan maka ke depan ini akan lebih tidak mampu lagi sebab penyucian ini semakin deras menjelang kedatangan Tuhan kedua kali.

Orang yang ada dalam ibadah campur berarti ada di ruang yang dipagar. Yang bisa memagari kita adalah daging kita, juga organisasi gereja termasuk juga lingkungan di mana kita berada bisa menjadi pagar sehingga ruang kita untuk menerima kebesaran Firman Allah terhimpin oleh pagar ini. Untung ada Elisa yang mengatakan Firman bahwa besok akan ada kelimpahan. Kelimpahan Firman inilah yang akan membawa kita untuk menjadi mempelai wanita istri Anak Domba Allah. Biarlah kita tetap maju, tidak peduli dengan apa yang manusia katakan tetapi biarlah kita peduli dengan apa yang Tuhan lakukan. Jangan kita seperti orang Israel yang lari lurus sehingga mudah ditangkap oleh yang mengejar. Tetapi ketika saat itu terjadi kita diterbangkan oleh Tuhan kepadang gurun.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar