20131215

Kebaktian Umum, Minggu 15 Desember 2013 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Zakharia 6:15
6:15 Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu."

Ada 3 poin yang bisa kita temukan dalam ayat ini yang ditujukan kepada orang yang datang dari jauh yaitu kita bangsa kafir:
1.      Paham tugas kita yang dipanggil dari jauh untuk membangun bait Allah atau Tubuh Kristus.
2.      Dari jauh menjadi dekat berarti melayani di dalam tanda roh perdamaian.
3.      Mendengar baik-baik suara Tuhan (Firman Penggembalaan).
Yohanes 10:3-4, 16
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Efesus 2:13-15
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

1.      Paham tugas kita yang dipanggil dari jauh untuk membangun bait Allah atau Tubuh Kristus
Tugas tanggung jawab yang Tuhan percayakan di atas pundak kita adalah membangun bait Allah. Dalam pembangunan secara fisik, bahan-bahan itu masing-masing masih pada onggokannya, bahan kayu pada onggokan kayu, bahan batu pada onggokan batu dan sebagainya. Tetapi setelah dibangun bahan-bahan itu menjadi satu dan tidak terpisahkan lagi.

2.      Dari jauh menjadi dekat berarti melayani di dalam tanda roh perdamaian
Bukan berarti kita menutup diri untuk tidak dimusuhi, tetapi sekalipun kita dimusuhi kita tidak menaruh dendam dan sakit hati. Itulah orang yang dipercaya membangun bait Allah.

Kita yang jauh dahulu adalah musuh Allah dan Tuhan yang menawarkan perdamaian kepada kita. Ini bukan inisiatif dari kita tetapi Tuhan yang menaruh simpati karena kita terancam dalam jeratnya dosa yang membinasakan kita.
Roma 5:6-7
5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar -- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati --.

Tuhan Yesus rela mati bagi kita orang yang jauh (bangsa kafir) yang jelas adalah orang yang jahat. Tidak bisa kita menutup diri dan mengatakan kita orang baik sekalipun sesama manusia melihat kita baik tetapi di mata Tuhan kita ada dalam coreng morengnya dosa dan kejahatan berarti kita orang jahat.
Roma 5:8
5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Untuk merekrut kita bangsa kafir yang jauh, yang tadinya bergelimang dengan dosa untuk dilibatkan dalam pembangunan Tubuh Kristus maka Tuhan Yesus rela mati. Dikatakan Tuhan Yesus mendobrak tembok pemisah. Tembok ini bukanlah sesuatu yang mudah didobrak sebab di situ ada ular. Ketika Tuhan Yesus merubuhkan tembok pemisah Dia dipagut ular. Ini menggenapi nubuatan dalam Kejadian.
Kejadian 3:15
3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Ada perseteruan antara ular dan benih dari perempuan yaitu Tuhan Yesus. Ular akan memagut tumitNya dan Dia akan meremukkan kepala ular.
Pengkhotbah 10:8
10:8 Barangsiapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan barangsiapa mendobrak tembok akan dipagut ular.

Masakan kita sudah ditolong oleh Tuhan dan tidak membawa diri untuk dibangun menjadi bait Allah, menjadi Tubuh Kristus (Mempelai Wanita untuk Kristus). Hargai pekerjaan pendamaian Tuhan yang merekrut kita bangsa kafir untuk kita dibangun menjadi bait Allah bersama dengan orang Yahudi yang masih sisa yang dipilih oleh Tuhan.

Roma 5:9-10
5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Ini menunjukkan keselamatan yang akan datang yaitu penyingkiran gereja. Roh dan Firman Allah itu kehidupan. Roh dan Firman akan bekerja untuk menyelamatkan saudara dan menyingkirkan kita jauh di padang belantara. Sekuat apapun kita tidak akan mungkin mampu menghadapi antikristus yang akan memusatkan seluruh balatentara (kekuatannya). Ketika itu Tuhan sudah berada bersama mempelai wanitaNya di padang belantara, tidak ada lagi yang akan menolong orang Kristen yang tertinggal.
Yohanes 6:60-63
6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
6:62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Roh dan perkataan Tuhan (Firman Tuhan) itulah yang memberi hidup. Itu sebabnya gereja Tuhan jangan tolak Roh dan Firman Tuhan sebab itulah yang menghidupkan.
Roma 5:11
5:11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Di sinilah kemenangan bagi kita umat Tuhan bila kita melayani di dalam pembangunan Tubuh Krsitus disertai dengan roh perdamaian. Tuhan menjamin kita oleh kematianNya bila kita meninggal sekarang maka kita selamat, tetapi bagaimana ketika zaman antikris berkuasa, apakah kita masuk dalam penyingkiran gereja atau tidak? Firman dan Roh Kuduslah yang akan membawa kita terbang ke padang belantara.
Wahyu 12:14
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Kalau meninggal bukan dalam suasana berbuat dosa maka selamat tetapi kalau meninggal dalam dosa contohnya karena minuman keras bagaimana bisa masuk ke Sorga sebab tubuhnya yang mau dibangun oleh Tuhan untuk menjadi bait Allah saja tidak dia hargai. Jangan main-main dengan Tuhan, Tuhan tidak biarkan diriNya dipermainkan.
Galatia 6:7
6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Biarlah kita benar-benar menahbiskan diri kepada Tuhan dengan serius. Kita dipanggil dari antara bangsa kafir untuk membangun Bait Allah dan lewat kematianNya dibukit Golgota Tuhan Yesus mati untuk mendamaikan kita, dilanjutkan oleh Tuhan lewat kita mandi air Firman Allah.
Efesus 5:26
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
Hasilnya: Efesus 5:27
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
3.      Mendengar baik-baik suara Tuhan (Firman Penggembalaan)
Zakharia 6:15
6:15 Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu."

Umat Tuhan akan ada pada poin pertama dan kedua bila kita berpijak pada poin yang ketiga ini. Mungkin kita berpikir sudah mendengar suara Firman maka kita akan baik-baik saja. Tetapi bangsa Israel tidak begitu, mereka sudah mendengar suara Allah dan sudah melihat mujizat Tuhan, segala-galanya sudah mereka saksikan tetapi mereka tidak menikmati dan tidak mengakar dalam suara Allah.

Bilangan 14:22
14:22 Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku,

Mereka tidak mau mendengar suara Tuhan, tidak mau digembalakan. Mereka mengikuti maunya sendiri. Padahal Tuhan Yesus yang adalah gembala baik ketika dipermuliakan di atas gunung terdengar suara “dengarkanlah akan Dia”.

Ketika Tuhan Yesus dibaptis terdengar suara dari sorga.
Matius 3:17; 17:5
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."

Suara “dengarkanlah Dia” dihubungkan dengan kemuliaan. Jadi kalau kita mendengarkan suara Firman berarti kemuliaan itu akan permanent dalam hidup kita, bukan hanya sekedar melihat kemuliaan. Apa yang dijanjikan oleh Tuhan sebelum dunia diciptakan untuk dimiliki oleh gereja Tuhan menjadi kenyataan dalam diri kita.
I Korintus 2:7
2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.

Ini adalah kemuliaan penuh, itulah kemuliaan mempelai. Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga berdoa di taman getsemani kepada Bapa agar kemuliaan yang Dia miliki dimiliki juga oleh gerejaNya.

Langkah awal bagi kita untuk mendengar suaraNya adalah kita beri diri masuk dalam baptisan air dan untuk mempermanensikan kemuliaan kita harus mendengarkan Dia. Tujuan akhir hidup kita adalah dipermuliakan bersama Yesus.

Tidak lanjut dari apa yang Tuhan Yesus sudah ucapkan maka ada suara yang harus kita dengar di padang belantara dunia ini.
Lukas 3:4
3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.

Jadikanlah hatimu bagaikan jalan yang dijalani oleh Tuhan. Jangan membelenggu Firman Tuhan. Biarkan Firman dan Roh Kudus bebas bergerak dalam hatimu sehingga kita bisa melihat lorong-lorong itu mulai diluruskan. Lorong adalah jalan yang diapit oleh rumah-rumah. Supaya lorong bisa lurus maka rumah yang harus dibenahi, ditempatkan pada posisi yang sebenarnya. Lorong diluruskan berarti nikah dibenahi. Kalau nikah sudah terbenahi itu tanda memberi prasarana untuk Tuhan. Itu bukti mendengar suara Tuhan yang memakai hamba-hambaNya yang berseru-seru di padang gurun.
Pengkhotbah 10:2-3
10:2 Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.
10:3 Juga kalau ia berjalan di lorong orang bodoh itu tumpul pikirannya, dan ia berkata kepada setiap orang: "Orang itu bodoh!"

Kita sudah mendengar Firman, tetapi awalnya kita harus membuka hati kita seluas-luasnya supaya Firman dan Roh Kudus bebas bergerak di dalam diri kita. Jaga hidup nikah karena nikah kita menuju pada nikah yang rohani dengan Kristus Yesus Mempelai Pria Sorga. Kita boleh memiliki apapun di dunia ini tetapi hanya untuk usia beberapa tahun setelah itu tidak kita miliki lagi. Lebih baik kita bisa berpikir jauh bahwa sekalipun usia kita hanya terbatas namun nikah yang rohani menjadi bagian saudara, kemuliaan kekal selama-lamanya bersama Mempelai Laki-laki Sorga dan tidak ada lagi yang menggangu gugat lagi.

Lembah harus ditimbun. Lembah adalah tempat orang Amalek. Di sana ada juga ada orang Keni tetapi ketika orang Amalek memerangi orang Israel orang Keni tidak mau melibatkan diri. Mengapa? Sebab ipar Musa salah satunya dari orang Keni yang namanya Hoba. Karena pertalian inilah orang Keni tidak mau memerangi orang Israel. Orang Amalek ini yang suka berperang dan mereka menyerang dari belakang. Yang ada pada barisan belakang orang Israel adalah suku Dan, mereka inilah yang paling banyak diserang oleh Amalek. Itu sebabnya gereja Tuhan jangan sampai terkebelakang rohaninya.

Amalek itu gambaran keinginan daging.
Keluaran 17:8-9,14
17:8 Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim.
17:9 Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
17:14 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit."

Pertama kali Tuhan menyuruh menulis Firman adalah ketika menang dalam peperangan melawan Amalek. Artinya Tuhan mengingatkan bahwa keinginan nafsu daging itu yang terlalu kuat untuk mengalahkan kita.

Gunung dan bukit diratakan. Kalau ada gunung atau bukit kita tidak bisa melihat siapa yang ada di balik sana. Kalau gunung dan bukit diratakan maka kita bisa melihat yang ada di sebelah sana. Artinya kita harus membuka mata siapa sesama anggot tubuh Kristus, siapa teman kita. Jangan sampai kita bergaul dengan musuh kita.
Amsal 13:20
13:20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Jangan berkata kita kuat. Tuhan memberi batasan seperti ini sebab Tuhan tahu kita tidak mampu. Bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, bergaul dengan orang jahat kita pasti terlibat.

Jalan yang bengkok diluruskan. Kehidupan yang tidak mau membenahi diri dan tidak mau mendengarkan suara Firman Allah maka Tuhan juga akan berlaku jahat kepadanya.
II Samuel 22:26-27
22:26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,
22:27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.

Jadi suara itu perlu kita dengar baik-baik. Kita tadinya dari jauh sekarang sudah dekat. Tetapi ada orang yang sudah dekat dengan Tuhan tetapi hanya bibirnya, hatinya jauh. Ini merugikan anak Tuhan sebab itu jangan kita pertahankan itu.
Matius 15:7-8
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.

Apa penyebabnya?
Matius 15:13-14
15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

Sebab mempertahankan tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa. Apa tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa? Itulah adat istiadat. Kalau ada adat istiadat maka bibir saja yang dekat tetapi hati jauh dari Tuhan. Kita gereja Tuhan adalah ladang Allah dan di ladang Allah tidak boleh ditabur dua macam benih.
Imamat 19:19b
19b janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

Bila Tuhan mengatakan akan mencabut berarti kita harus berpihak kepada Tuhan. Memang ketika Tuhan mengatakan itu ada yang marah.
Matius 15:12-14
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"
15:13 Jawab Yesus: "Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

Lobang yang dimaksud di sini adalah bustanos yaitu lobang yang penuh kotoran. Orang yang menggalakkan adat istiadat sukar untuk hidup dalam kekudusan dan selalu hidup dalam kenajisan. Di tempat orang yang menggalakkan adat istiadat kalau diperhatikan yang mereka cerita adalah perkara najis bahkan tidak malu-malu lagi sebab itu mengundang tawa. Itu sama seperti Sodom dan Gomora. Itulah bustanos, gereja Tuhan bukan untuk dicemarkan sebab orang yang penuh dengan kenajisan mengarah pada abustos yaitu lubang yang tidak terduga dalamnya.
Wahyu 20:3 (Terjemahan Lama)
20:3 dan mencampakkan dia ke dalam lubang yang tiada terduga dalamnya itu, lalu menutup lubang itu, dan membubuh meterai di atasnya, supaya tiada ia menyesatkan segala bangsa lagi, sehingga genap seribu tahun itu; kemudian daripada itu tak dapat tiada ia akan dilepaskan kelak sedikit masa lamanya.

Memang ada budaya yang baik yang boleh kita lakukan tetapi banyak budaya yang merusak. Biarlah kita mempertahankan kesucian, yang kotor kita benahi (buang).

Bait Allah yang dibangun itu menjadi keagungan Tuhan.
Yesaya 60:7
60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

Tidak ada seorangpun yang dapat mengganggu gugat kalau Tuhan menyemarakkan gerejaNya. Di sanalah arah perjalanan kita. Selagi ada suara yang kita dengar yang dikumandangkan oleh hamba Tuhan mari kita mendengarkan. Jangan seperti zaman Yeremia di mana umat Tuhan sudah tidak mendengar lagi suara Firman Tuhan sehingga dia harus mengutuk hari kelahirannya. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Yeremia dicemooh oleh orang Israel.
Yeremia 20:7-12
20:7 Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku.
20:8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari.
20:9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
20:10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!"
20:11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!
20:12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Akibat tidak mendengarkan suara penggembalaan dan hanya dengan bibir menyebut Tuhan tetapi hatinya jauh dari Tuhan:
Yeremia 43:11; 15:1-2
43:11 Dan apabila ia datang, ia akan memukul tanah Mesir: Yang ke maut, ke mautlah! Yang ke tawanan, ke tawananlah! Yang ke pedang, ke pedanglah!
15:1 TUHAN berfirman kepadaku: "Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku, hati-Ku tidak akan berbalik kepada bangsa ini. Usirlah mereka dari hadapan-Ku, biarlah mereka pergi!
15:2 Dan apabila mereka bertanya kepadamu: Ke manakah kami harus pergi?, maka jawablah mereka: Beginilah firman TUHAN: Yang ke maut, ke mautlah! Yang ke pedang, ke pedanglah! Yang ke kelaparan, ke kelaparanlah! dan yang ke tawanan, ke tawananlah!

Marilah kita melangkah pasti menuju pada kehidupan yang kekal bersama dengan Dia. Tuhan Yesus sudah menyelamatkan dan Dia juga yang memberi hidup kepada kita. Biarlah kita berjalan di dalam kebenaran dan melepaskan diri dari apa yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar