20131207

Kebaktian Doa, Sabtu 7 Desember 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amos 4:1-3
4:1 "Dengarlah firman ini, hai lembu-lembu Basan, yang ada di gunung Samaria, yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin, yang mengatakan kepada tuan-tuanmu: bawalah ke mari, supaya kita minum-minum!
4:2 Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya: sesungguhnya, akan datang masanya bagimu, bahwa kamu diangkat dengan kait dan yang tertinggal di antara kamu dengan kail ikan.
4:3 Kamu akan keluar melalui belahan tembok, masing-masing lurus ke depan, dan kamu akan diseret ke arah Hermon," demikianlah firman TUHAN.

Kita sudah mendengar bagaimana Tuhan merebut daerah Basan dari penduduk asli dan diberikan kepada suku Ruben, Gad dan setengah suku Manasye. Namun kalau kita melihat orang Samaria yang digambarkan di sini bagaikan lembu-lembu Basan ini tidak mengenal diri, mereka tidak melihat bahwa apa yang mereka miliki adalah pemberian Tuhan sehingga tampil dengan keangkuhan, kesombongan, kecongkakan hati dan ketinggian hati. Mereka hidup dengan menginjak orang lemah dan memeras orang miskin serta berkata kepada majikan orang-orang itu marilah kita minum-minum. Bahasa “minum-minum” ini adalah bahasa yang mau menyenangkan daging dan benar-benar berseberangan dengan Tuhan, tidak sejalan lagi dengan Tuhan. Ini menunjukkan begitu keras hati mereka di hadapan Tuhan, mereka tidak mau peduli siapa itu Tuhan.
Yesaya 48:4
48:4 Oleh karena Aku tahu, bahwa engkau tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu,

Namun kita melihat pribadi Tuhan terlalu baik bagi mereka. Memang kita melihat hukuman yang dikatakan dalam Amos 4:2-3 benar terjadi, tetapi dalam sejarah kehidupan orang Samaria ternyata waktu kegerakan hujan awal di Yerusalem terjadi maka wilayah sesudah Yudea disentuh justru Samaria. Ketika Tuhan Yesus melayani di dunia, dua kali Tuhan Yesus berkesempatan untuk berkunjung ke wilayah Samaria. Sekalipun orang Samaria sudah tidak tahu berterima kasih tetapi Tuhan masih tetap mencari dan memberi perhatian kepada mereka.

Bila kita terapkan dalam hidup kita, bagaimana keadaan kita di masa-masa silam? Acap kali kita bersikap seperti orang Samaria yang disebut lembu-lembu Basan ini yang tidak mau tahu lagi tentang Tuhan, tidak mau peduli lagi dengan apa yang diprogramkan Allah dalam diri kita. Tetapi kalau kita masih disayang oleh Tuhan dan diberikan kesempatan untuk kembali mendengarkan Firman itu adalah kemurahan Tuhan yang limpah, wajarlah kita untuk berterimakasih dan mengucap syukur. Itu berarti kita diajar oleh Tuhan seperti keledai untuk belajar pada antukan batu yang pertama sehingga tidak lagi terantuk pada batu yang sama. Jadi keadaan kita masa lampau harus kita ambil hikmahnya sebagai pembelajaran Tuhan dalam kehidupan kita. Ini yang harus kita perhatikan.

Dalam pelayanan Tuhan Yesus di Samaria ini Dia menabrak tembok, artinya tembok pemisah Ia hancurkan. Sebab sebelum itu bila orang Yahudi mau ke Galilea dia harus berputar jauh, mereka tidak mau melewati wilayah Samaria sebab mereka menganggap orang Samaria itu orang kafir yang najis. Tetapi Tuhan Yesus mengupayakan untuk lewat di situ, ini adalah peduli Tuhan kepada orang Samaria. Seandainya Tuhan menyimpan di hati perbuatan mereka maka Dia tidak akan peduli lagi dengan orang Samaria tetapi Tuhan itu pengampun. Lawatan Tuhan kepada orang Samaria ini adalah lawatan kasih.
Yohanes 4:4-5,9-10
4:4 Ia harus melintasi daerah Samaria.
4:5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
4:10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."

Kasih karunia atau anugerah Allah adalah kasih Allah dalam aksi untuk menolong dan menyelamatkan manusia dari ancaman kebinasaan dosa. Jadi Tuhan Yesus datang dengan kasih Allah dalam aksi untuk menolong orang Samaria dan menyelamatkan dari ancaman dosa. Jadi sebenarnya kalau Tuhan mau melewati hati pikiran kita itu adalah kasih karunia Allah.

14 surat rasul Paulus semua dibuka dengan kasih karunia dan ditutup dengan kasih karunia, kecuali kitab Ibrani yang tidak dibuka dengan kasih karunia tetapi ditutup dengan kasih karunia. Dengan demikian karena Paulus adalah rasul untuk kita bangsa kafir maka kita sebenarnya diberi oleh Tuhan kasih karunia, hanya anugerah Tuhan. Keterlaluan kita kalau tidak menghargai anugerah Tuhan.

Sejahtera adalah menghubungkan kedua pihak yang tadinya tercerai.
Rahmat adalah perhatian yang istimewa dan pertolongan Allah yang segera pada manusia yang sengsara tepat pada waktunya.

Inilah yang di alami oleh orang Samaria ini. Ancaman Tuhan dalam Amos pasal 4 memang benar terjadi ketika mereka dihancurkan oleh orang-orang Babel, mereka menembusi lobang tembok dan lari lurus. Namun pelajaran yang mereka alami yang dituliskan dalam kitab nabi Yeremia akhirnya membuat mereka sadar bahwa Tuhan sesungguhnya mencintai dan mengasihi mereka, diwakili orang-orang Samaria yang ada di Sikhar.

Sikhar artinya mabuk. Yang tersirat dalam Yohanes pasal 4 adalah mabuk seks, mabuk kenajisan. Perempuan yang ditemukan Tuhan di tepi sumur benar-benar mabuk kenajisan, dia mengumbar nafsunya. Tetapi dalam keadaan seperti itu Tuhan menawarkan kasih karunia Allah, itu berarti kasih Allah ditepi sumur Yakub sedang beraksi untuk menolong perempuan yang mabuk seks ini.

Kalau melihat hidup kita di masa lampau kita mendekati keadaan perempuan ini bahkan mungkin melampaui, tetapi kalau kita masih mendengarkan Firman hargailah kasih karunia Tuhan.

Dikatakan orang Yahudi ini tidak bergaul dengan orang Samaria itu sebabnya perempuan itu kaget ketika Tuhan Yesus berbicara dengannya. Selama ini orang Samaria disisihkan oleh orang Yahudi, untuk melihat saja tidak tetapi Tuhan Yesus menghampiri mereka walapun hanya sekilas. Tuhan Yesus hanya melintasi Samaria. Artinya lawatan Tuhan kepada kita bangsa kafir hanya sekilas setelah itu Tuhan kembali kepada orang Yahudi. Jangan tunggu Tuhan sudah kembali kepada orang Yahudi baru kita sadar. Mumpung Tuhan sedang melawati kita, tanggapilah dengan serius lawatan Tuhan ini.

Proses penyelamatan Tuhan kepada perempuan ini bertahap, tidak seperti makanan yang instan yang langsung siap saji. Ini menunjukkan Tuhan Yesus sedang memproses wanita ini. Hal yang sama kita alami sekarang, Tuhan Yesus sedang memproses kita. Sebagai gembala saya hanya merintih menangis di kaki Tuhan ketika melihat anak Tuhan yang masa lalunya sudah amburadul tetapi masih bersikap tidak terpuji kepada Tuhan dan tidak merasakan apa-apa.

Hanya seketika kita dilawati Tuhan. Memang bila dilihat dalam sejarah ada waktu 2000 tahun tetapi berdasarkan usia kita manusia, berapa banyak usia kita? Itulah kesempatan Allah melintasi dan melawat kita, kita patut untuk menghargai.

Akhirnya terjadi kegerakan di Sikhar yang mengubahkan dari kehidupan yang mabuk seks, mabuk harta dan mabuk minuman keras menjadi mencintai Tuhan.
Yohanes 4:39
4:39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."

Berarti masih ada juga yang tidak percaya kepada Tuhan. Persoalan percaya ini tidak dapat dipaksakan, tergantung dari orang itu apakah merasa berbahagia ketika dilawati dan ditolong oleh Tuhan dari ancaman dosa maka dia pasti percaya. Tetapi kalau merasa tidak apa-apa dengan dosanya dan malah mau berbuat dosa lebih banyak maka dia tidak menghargai kemurahan Tuhan.

Perempuan yang dekadensi moral itu bertobat kemudian tatanan hidupnya berubah dan bahasanya mengandung kuasa sehingga telinga orang yang mendengar menjadi percaya karena melihat kesaksiannya. Jadi tidak ada yang mustahil, walaupun kehidupan masa silam kita hitam pekat tetapi ketika kita disentuh lawatan Tuhan walaupun hanya sekilas maka ada kuasa yang merubah dan untuk itu kita harus bersaksi. Jangan malu untuk kita bersaksi.
Yohanes 4:40
4:40 Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya.

Tadinya Tuhan Yesus hanya mau melintasi wilayah mereka tetapi ternyata malah tinggal dua hari di sana. Tadinya murid-murid disuruh membeli roti sekarang orang Sikhar yang menyiapkan akomodasi dan konsumsi. Ini terjadi karena mereka merasakan lawatan Tuhan yang luar biasa, cinta kasih Tuhan yang beraksi dalam kehidupan mereka, mereka rasakan. Mereka dibendung oleh Tuhan dari ancaman dosa yang mau membinasakan mereka. Inilah yang harus menjadi pemikiran kita.

Yohanes 4:41-42
4:41 Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
4:42 dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

Akhirnya orang Samaria mempunyai keyakinan yang dalam bahwa Yesus adalah juruselamat dunia. Walaupun masih terbatas sampai di situ bukan berarti mereka tidak maju. 
Begitu Roh Kudus turun wilayah kedua yang dilawati adalah Samaria, sesuai dengan pesan Tuhan Yesus kepada mereka untuk menjadi saksi di Yerusalem, di Samaria, di Yudea dan sampai ke seluruh dunia. Kisah Para Rasul 8:4-5
8:4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.
8:5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.

Filipus arti namanya adalah penggemar kuda. Dia bukan penggemar kuda dalam pengertian daging tetapi dia adalah penggemar Roh Kudus. Jadi atas gerakan Roh Kudus Filipus pergi menginjil ke kota di Samaria.
Kisah Para Rasul 8:6
8:6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.

Dalam Yohanes pasal 4 belum dikatakan bulat hati tetapi di sini mereka betul-betul bulat hati, hati mereka tidak bercabang.

Dalam pelayanan Filipus di Samaria ini yang tertolong adalah seorang tukang sihir yang bernama Simon. Kisah Para Rasul 8:9
8:9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting.

Tukang sihir ini merubah wujud tetapi isinya tetap sama. Kalau hanya berubah wujud tetapi karakter tidak berubah itu namanya kena sihir. Kalau kita hanya berubah kemasan tetapi isinya tidak berubah itu berarti menjadi orang Kristen tukang sihir. Mohon kepada Tuhan supaya kita diberi kekuatan untuk berubah.

Kisah Para Rasul 8:10,18
8:10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar."
8:18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka,

Pelayanan tukang sihir ini adalah untuk mendapatkan uang, mendapatkan perkara-perkara yang jasmani. Banyak pelayanan yang tampil seperti membawa kuasa Allah padahal dia adalah tukang sihir, pelayanan yang hanya luar dirubah itu pelayanan tukang sihir.

Kepada Simon ini masih diberi kesempatan untuk dia bertobat. Simon ada pemahaman bahwa dosa itu membawa pada kebinasaan dan dia bertobat.
Kisah Para Rasul 8:19-23
8:19 serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus."
8:20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.
8:21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah.
8:22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini;
8:23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan."
8:24 Jawab Simon: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu."

Jadi pada zaman Tuhan Yesus Samaria dilawati, zaman kegerakan gereja Tuhan hujan awal dilawati dan akhir zaman ini tetap ada lawatan Tuhan bagi kehidupan-kehidupan yang seperti kondisi wanita di tepi sumur dan Simon si tukang sihir.

Mesias yang melewati hati, pikiran, telinga dan mata kita biarlah kita izinkan untuk membongkar keadaan hidup kita. Kalau kita tidak mau mengizinkan Tuhan membongkar berarti kita membiarkan Tuhan Yesus melewati kita tetapi kita tidak merasakan apa-apa. Biarlah kita memperhatikan semuanya ini bahwa Kristus Yesus sungguh-sungguh mengasihi kita.

Kisah Para Rasul 1:8
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Setelah dari Samaria Filipus melayani ke Etiophia dan selanjutnya pelayanan itu terus sampai ke ujung dunia. Dalam peta penginjilan Bili Graham ujung bumi adalah Papua karena masih banyak orang yang primitif di sana. Ilham tentang pengajaran Tabernakel juga Tuhan berikan kepada pemberita Kabar Mempelai yaitu Pdt. Van Gessel yang dikuburkan di Papua.

Mari kita umat Tuhan memperhatikan lawatan Tuhan kepada kita di hari-hari terakhir ini. Jangan berpikir kita sudah tidak ada harapan, lihat perempuan Samaria dan Simon yang masih ditolong oleh Tuhan. Separah bagaimanapun keadaan kita kalau kita masih menyambut lawatan Tuhan berarti kita masih diberi kesempatan untuk di tolong oleh Tuhan.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar