20131219

Kebaktian Natal Persekutuan Kelei, Kamis 19 Desember 2013 Pdt. Bernard Legontu

Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.


Amos 4:4-5
4:4 "Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi, dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga!
4:5 Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?" demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Bahasa yang diucapkan oleh nabi Amos ini adalah bahasa galau dari Tuhan yang sudah tidak tahan lagi melihat umat Israel beribadah. Mereka beribadah tetapi selalu berperilaku yang jahat sehingga Tuhan mempersilahkan mereka melanjutkan perbuatan mereka seperti apa yang mereka sukai, tetapi bukan berarti tanpa hukuman. Mengapa kita beribadah? Karena kita menyadari bahwa kita ini adalah umat tebusan Tuhan. Bangsa Israel adalah umat tebusan Tuhan. Tuhan yang menebus mereka maka mereka menjadi miliknya Tuhan. Mereka beribadah tetapi malah berbuat jahat dan bukannya mengurangi tetapi malah menambah bobot kejahatan mereka.

Ada dua tempat yang disebutkan di sini yaitu Betel dan Gilgal.  Di kedua tempat ini ada pengalaman yang indah bagi umat Israel mulai dari nenek moyang mereka sampai pada zaman nabi Amos. Bagi gereja Tuhan kondisi seperti ini nampak di permukaan. Tidak menutup kemungkinan pribadi kita bisa seperti Betel dan Gilgal. Ada sisi negatifnya dan ada sisi positifnya. Sisi negatifnya itulah yang diangkat oleh nabi Amos dan inilah yang membuat hati Tuhan tidak senang lagi karena mereka datang ke Betel bukan untuk mengharapkan penampilan Firman untuk menyucikan tetapi hanya ibadah ceremony belaka yang malah menambah bobot dosa/ kejahatan mereka.

Bukan ini sebenarnya yang Tuhan inginkan. Bukan itu maksud Tuhan sehingga kita ditebus dan dibawa masuk dalam ibadah. Tuhan mengatakan seakan-akan “tambah lagi” ini sebenarnya menunjuk amarah Tuhan yang begitu besar dan tinggal menunggu waktu untuk pembalasan. Ancaman ini jangan terjadi dalam kehidupan kita.

1.      Betel
Betel ini berawal ketika Abraham mendapat panggilan dari gelap datang kepada terang, dari Ur-Kasdim Mesopotamia dia dipanggil ke Kanaan. Sekalipun ketika itu Tuhan belum mengungkap ke mana Abraham akan dibawa tetapi dia tidak bertahar-tahar terhadap panggilan Tuhan. Bagi Abraham untuk panggilan Tuhan hanya satu jawabannya yaitu “iya”. Sekalipun dalam suasana yang seperti tidak mampu untuk kita tangani tetapi kalau yakin ada Tuhan Yesus maka pasti segala masalah akan teratasi. Itulah pengalaman dari Abraham.

Ketika Abraham dipanggil keluar dari  Ur-Kasdim ke negeri yang tidak dia ketahui, dia pertama kali membangun mezbah di Betel. Inilah yang dikatakan Tuhan kepada umat Israel bahwa nenek moyang mereka begitu menghargai Tuhan. Abraham beribadah dan ibadahnya itu benar-benar ibadah yang dihayati karena Abraham menyadari bagaimana suara Tuhan dalam panggilannya. Ada sesuatu yang disandang bagi setiap pribadi yang dipanggil oleh Tuhan.
Tujuannya: Kejadian 12:1-3
12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Kejadian 12:7-8
12:7 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.
12:8 Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN.

Untuk kita terserap menjadi anak Abraham tentu ada syarat-syarat yang tidak boleh kita langkahi dan harus kita isi. Abraham membuat mezbah di Betel artinya dia membuat ibadah di rumah Tuhan karena Betel artinya rumah Allah. Maksudnya dia beribadah yang ada hubungan dengan rumah Tuhan. Ada orang beribadah tetapi tidak ada hubungannya dengan rumah Tuhan/ tubuh Kristus,
Efesus 2:20-22
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

kebalikkannya ada yang mengaku rumah Tuhan tetapi tidak beribadah. Kalau kita ini anak Abraham sudah jelas ibadah kita ada hubungan dengan Tuhan kemudian dihubungkan dengan rumah Tuhan/ tubuh Kristus yang sempurna.

Bagaimana mungkin seseorang beribadah kepada Tuhan tetapi mengacaukan isi rumah Tuhan dan merusak suasana rumah Tuhan. Itulah yang ada dalam Amos pasal 4.

Ibadah ada hubungannya dengan rumah Tuhan dan rumah Tuhan tidak bisa lepas dengan ibadah. Tujuan ibadah adalah untuk mengikis segala perbuatan yang jahat dan najis. Tetapi yang ditemukan dalam kitab nabi Amos mereka malah ke Betel untuk melakukan perbuatan jahat dan ke Gilgal untuk memperhebat perbuatan jahat.
Amos 4:4
4:4 "Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi, dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga!

Bahasa ini bukan bahasa yang menyejukkan, ini sama seperti bahasa Tuhan kepada Bileam. Bileam didatangi oleh utusan Balak untuk mengutuki bangsa Israel. Tuhan mengatakan jangan pergi dan jangan mengutuki sebab bangsa itu Tuhan yang berkati. Tetapi karena pandangan Bileam tertuju pada apa yang dibawa oleh utusan Balak untuk kedua kalinya yang mana utusan yang datang adalah orang yang lebih terpadang dan apa yang mereka bawa lebih mulia maka Bileam kembali bertanya pada Tuhan padahal sebelumnya Tuhan sudah menjawab. Akhirnya Tuhan membiarkan dia pergi.  Bahasa ini sebenarnya tidak enak untuk telinga orang yang rohani, tetapi ini enak bagi telinga orang yang mau menggalakkan kejahatan.

Ibadah ada hubungannya dengan rumah Tuhan dan rumah Tuhan ada hubungannya dengan ibadah. Berarti suasana rumah Tuhan bukan suasana kegaduhan, bukan suasana kejahatan dan kecemaran tetapi bersuasana kesucian. Secara rohani tubuh kita ini adalah Bait Allah. Kita harus menjaga suasananya dan menjaga kondisinya. Apakah kita beribadah dan malah melakukan perbuatan jahat atau yang jahat itu ditekan sampai habis semuanya, artinya penyucian berjalan dalam rumah Tuhan. Ingat ibadahmu ada di rumah Tuhan, ibadahmu bersuasana rumah Tuhan, kita harus menjaga suasana rumah Tuhan yaitu kekudusan.

Mari kita perhatikan apakah kita ini benar-benar adalah anak Abraham.
Galatia 3:6-9
3:6 Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
3:7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati."
3:9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.

Bila berbuat sesuatu di luar iman itu adalah dosa.
Roma 14:23
14:23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Kita harus yakin bahwa kita ini sudah direkrut menjadi anak Abraham oleh sebab itu kita harus bertindak dengan iman. Kalau bersandar pada kekuatan berarti tidak beriman, terkutuklah orang yang bersandar pada kekuatannya.
Yeremia 17:5
17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Bila tindakan seseorang tidak berdasarkan iman maka tidak akan dipercaya Tuhan rahasia Firman.

Kita adalah anak Abraham. Keteladanan yang ditinggalkan oleh Abraham ini yang harus merasuki kehidupan anak Tuhan. Abraham tidak diberitahukan mana tanah yang akan diberikan kepadanya tetapi dia tetap mengikuti Tuhan. Setelah Tuhan mengatakan bahwa tanah itu akan diberikan kepada keturunannya maka Abraham membangun mezbah.
Kejadian 12:7
12:7 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.

Kita sudah dijanjikan oleh Tuhan bahwa ada negeri yang Tuhan sediakan bagi kita itulah Yerusalem Baru. Apakah kita menggalakkan ibadah dan kita hiasi ibadah itu dengan suasana rumah Tuhan? Suasana rumah Tuhan bukanlah perselisihan, perbantahan dan sebagainya. Ini yang harus kita kikis habis sebab kalau tidak kita akan menerima bahasa Tuhan yang membiarkan kita seperti dalam Amos 4:4,
Yeremia 15:2
15:2 Dan apabila mereka bertanya kepadamu: Ke manakah kami harus pergi?, maka jawablah mereka: Beginilah firman TUHAN: Yang ke maut, ke mautlah! Yang ke pedang, ke pedanglah! Yang ke kelaparan, ke kelaparanlah! dan yang ke tawanan, ke tawananlah!

kalau sudah ulang berulang Tuhan berusaha menghentikan perbuatan-perbuatan kita yang tidak terpuji. Bukan nanti berzinah atau membunuh baru itu dosa, tidak beriman itu juga dosa. Demikian juga dengan melanggar Firman Tuhan. Inilah cacat cela yang harus dibersihkan dari gereja Tuhan.

2.      Gilgal
Artinya adalah lingkaran. Dalam pengertian yang positif ini menunjuk kasih yang tidak berakhir. Dalam pengertian yang negatif dalam pelayanan penggembalaan hanya terputar-putar di situ dan tidak pernah maju.

Di Gilgal terjadi penyunatan yang kedua kali.
Yosua 5:2-3
5:2 Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Buatlah pisau dari batu dan sunatlah lagi orang Israel itu, untuk kedua kalinya."
5:3 Lalu Yosua membuat pisau dari batu dan disunatnyalah orang Israel itu di Bukit Kulit Khatan.
Penyunatan yang kedua ini dilakukan kepada generasi baru yang lahir di padang belantara sebab yang keluar dari Mesir semuanya sudah mati dan sisa Yosua dan Kaleb. Yang digunakan untuk menyunat adalah pisau dari batu. Pisau ini harus tajam dan batu itu menunjuk pribadi Tuhan Yesus. Jadi penyunatan yang kedua ini adalah penyucian yang paling mendalam dan terus menerus di dalam nikah rumah tangga dan jemaat. Tetapi umat Israel dalam zaman nabi Amos tidak mengalami penyucian malah melakukan kejahatan dan kenajisan yang bertambah-tambah.

Yosua 5:4-5,8-9
5:4 Inilah sebabnya Yosua menyunat mereka: semua orang yang keluar dari Mesir, yakni yang laki-laki, semua prajurit, telah mati di padang gurun di tengah jalan, setelah mereka keluar dari Mesir.
5:5 Sebab, semua orang yang keluar dari Mesir itu telah bersunat, tetapi semua orang yang lahir di padang gurun dalam perjalanan sejak keluar dari Mesir, belum disunat.
5:8 Setelah seluruh bangsa itu selesai disunat, maka tinggallah mereka di tempatnya masing-masing di perkemahan itu, sampai mereka sembuh.
5:9 Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu." Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.

Dikatakan ditekankan cela Mesir dan bukannya dosa Mesir. Ini hubungannya dengan kesempurnaan. Jadi Gilgal ini ada hubungannya dengan pekerjaan penyucian. Namun dalam Amos mereka ke Gilgal untuk memperhebat perbuatan jahat padahal seharusnya ke Gilgal untuk memperhebat penyucian. Setelah sekian lama kita dalam pengajaran apakah ada proses penyucian dalam diri kita? Jangan sampai penyucian itu terhenti dan bahkan kejahatan yang bertambah-tambah. Buktikan bahwa saudara adalah kehidupan yang ada di Gilgal. Satu waktu Tuhan akan melarang untuk ke Gilgal, tidak ada lagi proses penyucian.

Ada penyunatan pertama ada penyunatan terakhir. Jadi penyucian itu sifatnya berganda.
II Petrus 3:11-12
3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

Tuhan sudah gambarkan di depan mata kita apa yang akan terjadi. Namun sebelum itu terjadi, pada gereja Tuhan akan ada penyunantan yang lebih mendalam. Bukan lagi kulup tetapi sunat hati.
Ulangan 10:16-17
10:16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
10:17 Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap;

Tegar tengkuk inilah yang membuat kehidupan kita bukannya mengalami penyucian tetapi perbuatan jahat justru semakin meningkat.
Ulangan 30:6
30:6 Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup.

Jadi ada pembuktian bahwa seseorang itu mengalami sunat hati atau proses penyucian yaitu dia mengasihi Tuhan. Prakteknya dia tidak akan tanggung-tanggung untuk berkorban baik korban harta, tenaga dan juga waktu. Kehidupan yang tidak disunat hatinya nantinya akan bertindak sewenang-wenang, dia akan terang-terangan menantang orang yang dipakai oleh Tuhan.
Kisah Para Rasul 7:51
7:51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.

Kehidupan yang keras hati selalu menghambat pekerjaan Roh Kudus dalam dirinya sehingga Firman Tuhan yang dia dengarkan hanya lewat begitu saja dan tidak membekas dalam hatinya karena tidak di meterai oleh Roh Kudus. Kalau ketika mendengar Firman Allah malah tersinggung itu juga tanda masih keras hati.
Kisah Para Rasul 7:54
7:54 Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.

Di Gilgal ini manna berhenti dan mereka mulai makan jagung bakar yang tumbuh di Kanaan, mereka langsung menikmati lemaknya Kanaan. Kalau penyucian semakin mendalam maka berkat Kanaan Samawi, berkat Yerusalem Sorgawi akan saudara nikmati. Ini yang Tuhan janji kepada kita.
Yosua 5:10-12
5:10 Sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho.
5:11 Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga.
5:12 Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.

Yosua 5:10-12 (Terjemahan lama)
5:10 Maka tatkala bani Israel berhenti di Gilgal disediakannya Pasah pada empat belas hari bulan itu, pada petang hari, di padang-padang Yerikho.
5:11 Maka kemudian dari pada Pasah, pada keesokan harinya, makanlah mereka itu roti fatir dari pada hasil tanah itu dan jagung yang dibakar pada hari itu juga.
5:12 Maka pada keesokan harinyapun berhentilah manna itu setelah sudah mereka itu makan dari pada hasil tanah itu, tiada lagi manna bagi bani Israel, melainkan dimakannya hasil tanah Kanaan pada tahun itu juga.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar