20131202

Kebaktian Natal Persekutuan Tolambo, Senin 2 Desember 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam Sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Matius 2:4-6
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

Ini adalah kisah kedatangan Tuhan pertama kali ke dunia yang fana ini untuk menyelamatkan umat manusia dari cengkraman iblis lewat daging, dunia dan berbagai hal kita sudah alami. Kurang lebih 400 tahun setelah ditulis kitab Maleakhi setelah itu baru ada Injil Matius. Cukup lama Tuhan tidak berbicara kepada manusia. Perbandingannya adalah 400 tahun bangsa Israel di Mesir. Selama di Mesir mereka tidak pernah membangun mezbah, artinya mereka terputus hubungan dengan Allah Abraham, Ishak dan Yakub. 400 tahun bangsa Israel dijajah oleh bangsa Mesir baik jasmani mereka diperbudak dan secara rohani mereka dijejali dengan penyembahan berhala orang Mesir.

Dalam masa dari perjanjian lama ke perjanjian waktu yaitu selama 400 tahun manusia mengalami keadaan seperti bangsa Israel ketika berada di Mesir bahkan lebih lagi, terutama kita bangsa kafir. Ketika orang Israel di Mesir benar-benar tersiksa luar dan dalam. Batin mereka dijajah oleh berhala orang Mesir, jasmani mereka dijajah oleh kekerasan Firaun.  Itu terjadi karena mereka tidak ada lagi hubungan dengan Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Itu sebabnya Musa begitu kesulitan ketika diutus untuk memperkenalkan Allah Abraham, Ishak dan Yakub kepada bangsa Israel. Untuk meyakinkan seseorang terhadap kebenaran Ilahi itu bukan pekerjaan yang enteng. Untuk memperkenalkan Allah pencipta langit dan bumi ini kepada orang Israel begitu berat bagi Musa apalagi untuk berbicara supaya mereka bebas dari Mesir.

Ketika Musa dan Harun menghadap Firaun, Firaun malah berkata “Siapa itu Allah, aku tidak kenal Dia”. Bahasa ini sebenarnya sudah berakar juga dalam benak orang Israel karena selama 400 tahun mereka tidak pernah beribadah kepada Tuhan. Jadi akar dari penyembahan berhala sudah luar biasa dalam kehidupan bangsa Israel.

Setiap sudut wilayah Mesir dikuasai oleh berhala-berhala dan itulah yang sudah menguasai bangsa Israel. Ini menunjukkan kepada kita bahwa di setiap sudut dunia ini ada berakar berhala-berhala. Itulah yang sudah menghadirkan buah pikiran nenek-nenek moyang kita dan berakar sedemikian rupa sehingga sulit untuk dimasuki injil Kerajaan Allah. Manusia secara umum sudah dikungkung oleh penyembahan berhala. Untuk membebaskan dan melepaskan manusia dari hal ini bukanlah hal yang enteng.

Ketika Musa dan Harun menghadap Firaun, Firaun malah membuat beban bangsa Israel semakin berat. Orang Israel yang mengalami penindasan yang semakin berat menuding Musa dan Harun sebagai penyebabnya. Jadi niat baik Tuhan melalui Harun dan Musa dituding salah. Kadang kala niat suci Allah lewat seorang hamba Alalh yang ingin membebaskan kita dari belenggu ketidakbenaran seringkali diartikan salah.

Kedatangan Musa dan Harun untuk berjumpa Firaun tidak membuat Israel menjadi nyaman tetapi justru menyebabkan bertambah beratnya penderitaan mereka.
Keluaran 5:1-3; 19-21
5:1 Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun."
5:2 Tetapi Firaun berkata: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi."
5:3 Lalu kata mereka: "Allah orang Ibrani telah menemui kami; izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, supaya jangan nanti mendatangkan kepada kami penyakit sampar atau pedang."
5:19 Maka mengertilah para mandur Israel, bahwa mereka ada dalam keadaan susah, karena dikatakan kepada mereka: "Kamu tidak boleh mengurangi jumlah batu bata pada tiap-tiap hari."
5:20 Waktu mereka meninggalkan Firaun berjumpalah mereka dengan Musa dan Harun, yang sedang menantikan mereka,
5:21 lalu mereka berkata kepada keduanya: "Kiranya TUHAN memperhatikan perbuatanmu dan menghukumkan kamu, karena kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk membunuh kami."
Kadang kita tidak paham bahwa sesungguhnya dibalik itu ada kasih Tuhan yang tertuju kepada kita namun kita malah ada tuduhan terselubung di dalam hati (insinuasi). Bila ditelusuri sebenarnya Allah mau membenahi dan merenovasi langkah yang keliru.

Sebenarnya tujuan Tuhan supaya orang Israel keluar dari Mesir. Setelah keluar dari Mesir 50 hari kemudian Musa menerima 2 loh batu dan selama setahun mereka ada di bawah kaki gunung Torsina untuk membangun rumah Allah/ Tabernakel. Tidak mungkin rumah Allah dibangun ketika mereka masih ada di Mesir. Tidak mungkin kita bisa membangun Tubuh Kristus kalau kita masih dijajah/ terikat oleh dunia ini. Biarlah kita melepaskan diri dari cengkraman Firaun (iblis), ada Yesus yang datang melepaskan kita supaya kita bisa membangun Tubuh Kristus. Sekalipun mengatakan diri orang Kristen tetapi kalau penyembahan berhala ini masih ada jangan berpikir bahwa mengatakan diri anggota Tubuh Kristus.

Kehadiran Tuhan Yesus di dalam dunia yang fana ini adalah untuk membebaskan kita dari belenggu daging, dari belenggu dunia dan iblis agar kita dibangun menjadi Bait Allah (Tubuh Kristus/ Mempelai Wanita Tuhan).
Keluaran 25:8-9
25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.
25:9 Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

Tujuan Tuhan meminta membangun Tabernakel agar Tuhan mempunyai hubungan mesra dengan umatNya. Membangun Kemah Suci atau Tabernakel bukan menurut imajinasi Musa atau orang yang lain tetapi itu datang dari instruksi Sorga, pemikirnya adalah Allah. Tabernakel harus dibangun sesuai yang diilhamkan Tuhan kepada Musa. Begitu juga dalam pembangunan Bait Allah yang dibangun Salomo, itu dibangun sesuai ilham Tuhan kepada Daud.
1 Tawarikh 28:19
28:19 Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

Ketika menggangu gugat apa yang Tuhan berikan itu sama dengan merasa diri lebih pandai dari Tuhan sehingga merubah. Berani merubah yang Tuhan beri sama dengan mengedepankan diri lebih pandai dari Tuhan. Ini adalah pelecehan terhadap Tuhan.
Bilangan 15:30-31
15:30 Tetapi orang yang berbuat sesuatu dengan sengaja, baik orang Israel asli, baik orang asing, orang itu menjadi penista TUHAN, ia harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya,
15:31 sebab ia telah memandang hina terhadap firman TUHAN dan merombak perintah-Nya; pastilah orang itu dilenyapkan, kesalahannya akan tertimpa atasnya."

Dulu pembangunan Kemah Suci secara fisik, untuk kita sekarang adalah pembangunan Tubuh Kristus.
Efesus 2:20-22
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Tujuan akhir dari gereja Tuhan adalah kita dibangun menjadi Bait Allah yang bahasa akhirnya disebut Mempelai Wanita untuk Kristus Mempelai Laki-laki Sorga. Itulah tujuan hakiki dari Tuhan kepada gereja Tuhan, bukan hanya sekedar  kita percaya Yesus dan masuk Sorga. Kita menjadi orang Kristen bukan hanya sekedar untuk beribadah gegap gempita. Kalau tidak masuk dalam program pembangunan Tubuh Kristus pasti tertinggal dalam masa 3,5 tahun aniaya antikristus. Kita sudah tahu masa penyingkiran gereja sudah dekat tetapi seringkali kita tidak membawa diri untuk dibangun rohani supaya menjadi Mempelai Tuhan.

Dalam injil Matius kita melihat bagaimana Tuhan hadir di dunia ini untuk membangun BaitNya. Tuhan tampil sebagai pemimpin untuk memimpin mega proyek Allah itulah Tubuh Kristus dan sebagai gembala untuk melindungi, memelihara dan mensuplai makanan dan minuman domba-dombaNya yang adalah anggota Tubuh Kristus.

Tuhan Yesus dalam Injil Matius disebut sebagai tunas Raja. Dalam Injil Markus Tuhan Yesus digambarkan sebagai tunas Hamba. Injil Lukas menampilkan Tuhan Yesus sebagai tunas manusia dan Injil Yohanes menampilkan Tuhan Yesus sebagai tunas Kudus. Tunas Raja ini yang perintah untuk membangun. Kalau kita mau terlibat dalam pembangunan Tubuh Kristus harus ada persepakatan dengan sang Tunas, artinya kita harus tunduk kepada sang Tunas Raja. Bukan Dia yang harus mengikuti kita. Masakan pemimpin harus tunduk kepada bawahan.


Zakharia 6:12
6:12 katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait TUHAN.

Bait Allah adalah gambaran Tubuh Kristus. Berbicara Tubuh Kristus itu menunjuk istri Anak Domba Allah sebab dalam nikah tubuh adalah istri dan kepala adalah suami. Alkitab mengatakan Tuhan Yesus adalah kepala dan gereja adalah tubuh.

Tugas Tuhan Yesus sebagai Raja yang ditulis dalam injil Matius adalah untuk membangun Bait Allah. Injil Matius berisi 28 pasal menampilkan Tuhan Yesus sebagai Raja yang adalah Kepala gereja. Dalam Perjanjian Baru ada Kisah Para Rasul yang juga berisi 28 pasal dan mengkisahkan tentang gereja Tuhan yang masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus.

Zakharia 6:13
6:13 Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.
Kalau kita mau membangun kita harus sepakat dengan Tuhan artinya kita harus tunduk kepadaNya. Bukannya kita yang memaksa Tuhan untuk sepakat dengan kita, untuk mengikuti mau kita, ini keliru!

Bait Allah yang dibangun ini disebut keagungan Tuhan. Tubuh Kristus yaitu Mempelai Wanita Tuhan disebut keagungan Tuhan Yesus. Kita berbahagia bila melihat kebesaran Firman Allah yang mendorong kita untuk kelak menjadi keagungannya Tuhan. Mari kita tapaki hidup yang ada ini dengan bebas dari ikatan dosa, jangan diikat oleh berhala yaitu keras hati dan serakah.
Yesaya 60:7
60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

Rumah Tuhan itulah TubuhNya, itulah Mempelai Wanita Tuhan, itulah keagungan Tuhan. Mengapa kita tidak berupaya ke sana sementara Tuhan merindu kita digarap untuk menjadi keagunganNya.

Zakharia 6:13
6:13 Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.
Seseorang di sini menunjuk imam-imam dalam satu kesatuan. Biarlah kita menjadi hamba Tuhan yang mempunyai pandangan yang tunggal yang sepakat dengan Tuhan.

Zakharia 6:14
6:14 Dan mahkota itu akan tetap tinggal dalam bait TUHAN sebagai tanda peringatan akan Heldai, Tobia, Yedaya dan akan Yosia bin Zefanya.

Empat orang ini mewakili manusia yang berada di empat penjuru dunia yang mempunyai pengalaman masa lalu yang sama yaitu pernah mengalami pembuangan. Kita ini adalah manusia yang pernah terbuang dari hadirat Tuhan. Kita orang yang sudah terbuang yang bagaikan air yang sudah tercurah di tanah dan tidak mungkin untuk dikumpulkan lagi tetapi Tuhan sanggup mengumpulkan air yang sudah tercurah, Tuhan sanggup untuk mengangkat kita orang yang sudah terbuang. Itu sebabnya Tuhan Yesus datang ke dunia untuk memungut kita yang sudah terbuang mengapa kita sudah dikumpul kemudian mau mengkhianati Dia lagi!
II Samuel 14:14
14:14 Sebab kita pasti mati, kita seperti air yang tercurah ke bumi, yang tidak terkumpulkan. Tetapi Allah tidak mengambil nyawa orang, melainkan Ia merancang supaya seorang yang terbuang jangan tinggal terbuang dari pada-Nya.

Ayat ini berkisah tentang Absalom yang dibuang dan dipanggil kembali  tetapi dalam hatinya ada niat jahat untuk mengkhianati Daud, bapanya yang sudah mengangkat dia kembali. Akhirnya Absalom mati tergantung antara langit dan bumi. Tuhan Yesus harus tergantung antara langit dan bumi untuk menolong kita. Kita ini kehidupan yang sudah terbuang dan dikumpulkan kembali, mengapa kita harus mengkhianati kehidupan yang sudah menolong kita?

Heldai, Tobia, Yedaya dan Yosia adalah orang yang punya pengalaman dibuang. Kemudian mereka kembali ke Israel dan satu atap di rumah Yosia bin Zefanya. Akhirnya apa yang mereka korbankan menjadi peringatan kekal selama-lamanya.


Zakharia 6:10
6:10 "Pergilah pada hari ini juga ke rumah Yosia bin Zefanya dan pungutlah persembahan dari pihak orang-orang buangan, yaitu dari Heldai, Tobia dan Yedaya, semuanya orang-orang yang sudah datang kembali dari Babel,

Keempat orang ini disuruh berkorban dan korban mereka kemudian dijadikan mahkota dan mahkota ini dikenakan di kepala imam besar Yosua bin Yoyada. Imam besar Yosua menggambarkan pribadi Tuhan Yesus. Mahkota itu disimpan di dalam Bait Allah dan itu menjadi peringatan untuk selama-lamanya bagi orang yang berkorban. Itulah pengorbanan orang yang sadar dia pernah terbuang kemudian kembali dan berada dalam satu atap lalu memiliki program yang sama di bawah pimpinan Tuhan, kehidupan seperti itu tidak akan dilupakan dia akan menjadi bagian dari Bait Allah. Bagaikan kehidupan yang disebut :
Wahyu 3:12
3:12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

Zakharia 6:15
6:15 Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu."

Kita bangsa kafir inilah orang yang dahulu jauh.
Efesus 2:12-15
2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Kolose 1:21
1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Bisa saja kita mengatakan Zakharia ini mengedepankan dirinya, tetapi sebenarnya tidak. Sebagai bukti dia diutus oleh Tuhan ada penampilan Firman Tuhan. Dalam ayat 9 Firman Tuhan ditampilkan dan dalam ayat 15 hamba Tuhan ditampilkan.
Zakharia 6:9,15
6:9 Datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya:
6:15 Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu."

Jadi Firman dan hamba Tuhan tidak boleh terpisah dan di dalam koridor hamba Tuhan dan Firman inilah gereja Tuhan dibangun. Kita tidak bisa mengecilkan Firman dan mengagungkan hamba Tuhan, kita tidak bisa mengecilkan hamba Tuhan dan hanya mengagungkan Firman Allah.
Sebab: 1 Tesalonika 5:12
5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;

1 Timotius 5:17
5:17 Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.

Misi Tuhan Yesus datang ke dunia adalah untuk membangun TubuhNya yaitu Mempelai WanitaNya yang disebut Istri Anak Domba Allah. Jangan kita sekedar menjadi orang Kristen tetapi kita mau dibangun menjadi Tubuh Kristus. Siapapun yang mau terlibat dalam mega proyek maka ada syaratnya:
1.      Ada kesepakatan dengan Tuhan.
Zakharia 6:13
6:13 Dialah yang akan mendirikan bait TUHAN, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.

2.      Mengikuti jalan yang sudah Tuhan tentukan.
3.      Melakukan tugas yang Tuhan berikan
Zakharia 3:7
3:7 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.

Tabernakel ada di Sorga, orang yang menghina Tabenakel berarti menghina Sorga. Inilah yang dihujat oleh antikris.
Wahyu 15:5; 9:13; 11:19
15:5 Kemudian dari pada itu aku melihat orang membuka Bait Suci -- kemah kesaksian -- di sorga.
9:13 Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah,
11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

Jangan menghujat Tabernakel, jangan bicara salah tentang program Allah ini. Ada contoh dalam Alkitab bangsa yang jauh yang ikut terlibat dalam perjuangan melawan musuh-musuh Allah.
Hakim-hakim 5:22
5:22 Ketika itu menderaplah telapak kuda, karena berpacu lari kuda-kudanya.

Ayat ini menubuatkan akhir zaman sebab ada hubungannya dengan perang Harmagedon. Megido artinya tempat pemusatan bala tentara yang kemudian akan terjadi perang Harmagedon.
Hakim-hakim 5:19
5:19 Raja-raja datang dan berperang, pada waktu itu raja-raja Kanaan berperang dekat Taanakh, pada mata air di Megido, tetapi perak sebagai rampasan tidak diperoleh mereka.

Yang dituliskan dalam Zakharia 6:9-15 adalah cara untuk menghadapi Zakharia 6:1-8 yaitu kuda-kuda yang dilepaskan oleh Tuhan. Ada bencana yang akan menimpa seluruh dunia, maut ditebar di seluruh dunia.

Hakim-hakim 5:23
5:23 "Kutukilah kota Meros!" firman Malaikat TUHAN, "kutukilah habis-habisan penduduknya, karena mereka tidak datang membantu TUHAN, membantu TUHAN sebagai pahlawan."
Apakah Tuhan harus dibantu baru bisa menyelesaikan? Tanpa dibantu Tuhan tetap bisa mengerjakan. Tetapi bahasa ini memberi kesempatan untuk kita terlibat dalam pembangunan tubuh Kristus (bait Allah).

Hakim-hakim 5:24-25
5:24 Diberkatilah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, melebihi perempuan-perempuan lain, diberkatilah ia, melebihi perempuan-perempuan yang di dalam kemah.
5:25 Air diminta orang itu, tetapi susu diberikannya; dalam cawan yang indah disuguhkannya dadih.
Meros tidak mau mengikuti program Allah tetapi ada bangsa kafir yang mau ikut terlibat yaitu orang Keni. Orang Keni ini sebenarnya membaur dengan Amalek. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir orang Amalek memerangi orang Israel namun orang Keni ini menyambut orang Israel. Artinya ada orang-orang yang mau coba menghambat rencana Allah tetapi ada yang mau terlibat dalam rencana Allah. Kita berada pada posisi yang mana?
I Samuel 15:6
15:6 Berkatalah Saul kepada orang Keni: "Berangkatlah, menjauhlah, pergilah dari tengah-tengah orang Amalek, supaya jangan kulenyapkan kamu bersama-sama dengan mereka. Bukankah kamu telah menunjukkan persahabatanmu kepada semua orang Israel, ketika mereka pergi dari Mesir?" Sesudah itu menjauhlah orang Keni dari tengah-tengah orang Amalek.

Orang Keni tidak melihat umat Israel sebagai musuh tetapi mereka melihat di dalam diri orang Israel ada rencana Allah sehingga mereka menyambut. Orang Amalek melihat orang Israel adalah musuh sehingga mereka perangi dan membuat Musa harus mengangkat tangan sampai lelah lalu dibantu oleh Harun dan Hur. Orang Amalek dan orang Keni adalah bangsa kafir namun orang Keni adalah gambaran bangsa kafir yang terlibat membantu dalam program Allah. Dalam sajak Bileam dia berkata tentang orang Amalek dan orang Keni. Orang Amalek dikutuk tetapi orang Keni diberkati.
Bilangan 24:20-21
24:20 Ketika ia melihat orang Amalek, diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Yang pertama di antara bangsa-bangsa ialah Amalek, tetapi akhirnya ia akan sampai kepada kebinasaan."
24:21 Ketika ia melihat orang Keni, diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Kokoh tempat kediamanmu, tertaruh di atas bukit batu sarangmu,

Mari kita bangsa kafir memposisikan diri sebagai Keni, jangan memposisikan diri sebagai bangsa kafir yang melawan rencana Allah. Karena kalau melawan Allah yang terjadi adalah penghukuman dan kebinasaan.

Zakharia 6:15
6:15 Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu."

Kalau kita ada pada posisi seperti orang Keni tidak usah peduli dengan apa yang orang lain katakan tentang dirimu yang penting kita sepakat dengan Tuhan. Dan kesepakatan ini dibarengi dengan mengikuti jalan yang Tuhan tunjuk dan melakukan apa yang Tuhan tunjuk itu. Harus hidup menurut jalan yang Tuhan tunjuk, jangan membuat jalan sendiri. Gereja Tuhan jangan membangun jalan sendiri, jangan membangun opini sendiri, jangan membangun pendapat sendiri. Selanjutnya lakukan tugas yang Tuhan beri jangan melakukan yang tidak disuruh.
Zakharia 3:7
3:7 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini.

Wahyu 19:7; 21:9
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

Tuhan membangun proyekNya yang besar yaitu Mempelai WanitaNya, itulah gereja Tuhan yang dibenarkan, disucikan dan disempurnakan. Ketika Tuhan sudah memangku jabatan sebagai Raja dan istriNya sudah siap maka ada orang yang marah.
Wahyu 11:18
11:18 dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi."

Sudah memangku jabatan dan memiliki mempelaiNya masih ada juga yang marah, apalagi selama masih dalam proyek. Apalah artinya kalau kita tidak setuju dengan proyek pembangunan rencana Allah, apalagi pembukaan rahasia Firman begitu deras di hari-hari terakhir ini. Jangan sampai kita tersisih dari pembangunan Tubuh Kristus untuk selama-lamanya karena tetap mempertahankan amarah. (Pumohi= amarah yang meledak-ledak).

Jadilah bangsa Keni di akhir zaman yang mempunyai tempat yang kokoh. Asyur mau datang menghapus Keni tetapi tidak bisa. Jangan sampai kita menghambat rencana Allah dalam diri kita dan selaku gembala jangan menjadi penghambat rencanan Allah di dalam sidang jemaat. Bangsa Keni adalah bangsa yang taat dan dengar-dengaran.

Firman ini adalah bagian lawatan Tuhan. Kalau saudara memahami ini adalah bagian lawatan Tuhan maka anda berbahagia.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar