20131228

Kebaktian Doa, Sabtu 28 Desember 2013 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amos 4:4-5
4:4 "Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi, dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga!
4:5 Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?" demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Ibadah Israel dikatakan ibadah jahat, mereka beribadah tetapi ibadah mereka adalah suatu kejahatan di hadapan Tuhan. Mengapa ibadah mereka justru dinilai oleh Tuhan sebagai suatu kejahatan? Karena tujuan ibadah sudah diselewengkan. Tujuan ibadah adalah untuk membuat hubungan kita dengan Tuhan makin indah, bahkan sampai pada suatu tingkat yang paling harmonis adalah kemesraan antara gereja dengan Tuhan dan hal ini tentu dasarnya adalah ibadah yang ditandai dengan kasih. Jadi ibadah yang tidak ditandai dengan kasih adalah suatu kejahatan. Ibadah kita didasari oleh korban Kristus yang mana suasananya ialah kasih.
Filipi 2:1-2
2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,
2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

Ini yang dicari oleh Tuhan. Jadi bukan hanya satu orang saja tetapi orang-orang yang beribadah. Ibadah bukan dilakukan sendiri tetapi digelar secara bersama-sama. Di dalam kebersamaan inilah ada kasih mesra dan ciri dari kasih mesra itu sehati, sejiwa dan sepikir. Arahnya adalah sukacita yang mengarah pada kesempurnaan.

Jangan sampai ibadah kita dinilai oleh Tuhan seperti dalam Amos 4:4-5 di mana mereka menggelar ibadah tetapi Tuhan malah menilai ibadah mereka adalah ibadah jahat. Bagaimana bila kita pergi kepada seseorang yang lebih dari kita lalu mulut kita menyanjungnya tetapi tangan dan kaki kita merusak milik orang tersebut, itu adala suatu kejahatan. Hal ini pernah terjadi dan di akhir zaman akan terjadi lebih hebat lagi.
II Timotius 3:1
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.

Masa sukar di akhir zaman ini diisi dengan 18 karakter yang muncul dari kehidupan orang yang beribadah. Yang dicatat di sini adalah orang yang beribadah, bukan yang tidak beribadah, tetapi yang muncul malah sifat yang jahat di mata Tuhan.
II Timotius 3:2-5
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

18 dosa di akhir zaman:
1.      Manusia kan mencintai diri sendiri
Tubuh Kristus tidak dapat dipisahkan, tidak berjalan sendiri tetapi adalah tubuh yang saling mencintai bahkan dalam Filipi 2:1-2 dikatakan saling mencintai dalam kasih yang mesra. Dapat dikatakan ini kasih seperti seorang jejaka kepada kekasihnya atau kebalikannya. Harusnya saling mencintai bukannya mencintai diri sendiri. Kalau kita tidak mementingkan diri sendiri maka Tuhan akan mengetuk hati orang lain untuk mengalirkan berkat jasmani kepada kita dan secara rohani Firman yang kita dengar dapat kita serap dan nikmat. Tetapi kalau mementingkan diri sendiri hanya akan sekedar mendengar tetapi habis begitu saja, tidak dinikmati berkatnya

2.      Menjadi hamba uang
Hamba mamon berarti menduakan Tuhan dengan mamon. Salah satu kriteria gembala tidak boleh menjadi hamba uang.

3.      Mereka akan membual
Membual sama dengan cerita omong kosong.

4.      Menyombongkan diri
Yang paling ditekankan Tuhan pada akhir zaman adalah adanya aktifitas untuk menentang pengenalan akan Tuhan.
2 Korintus 10:5
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

Apa yang sudah Tuhan berikan adalah sarana untuk gereja Tuhan mengenal Tuhan tetapi ada yang menantang bahkan mengubah. Orang yang mengubah pengajaran yang benar itu sama dengan menyombongkan diri. Kalau merasa Firman yang disampaikan itu berasal dari diri pelayan itu sendiri maka dia pasti marah ketika Firman itu ditentang. Tetapi kalau merasa dia hanya diutus oleh Tuhan untuk menyampaikan maka dia tidak akan marah karena dia hanya disuruh dan yang mempunyai Firman adalah Tuhan.
Yohanes 7:18
7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.

5.      Mereka akan menjadi pemfitnah
Memfitnah dalam terjemahan aslinya disebut diabolos, iblis disebut juga diabolos. Orang yang suka menfitnah ini beribadah tetapi sebenarnya bergabung dengan iblis. Iblis itu adalah bapa pembunuhn dan bapa pembohong. Jadi orang yang suka menfitnah yaitu mengatakan hal yang tidak benar tentang orang lain berarti dia melakukan pekerjaan iblis.

6.      Mereka akan berontak terhadap orang tua
Ada banyak hal di sini yang bisa kita lihat. Orang tua menunjuk para pendahulu. Kalau apa yang kita telah terima dari pendahulu kita rombak maka sadar atau tidak sadar itu sama dengan berontak kepada orang tua.

Efesus 6:1-3
6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu -- ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Yang ditaruh pada urutan pertama di sini adalah orang tua secara rohani itulah gembala sebab gembala inilah yang memelihara jiwa.
I Petrus 2:25
2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Kemudian yang harus dihormati adalah ayah dan ibu. Kalau ada kesalahan ayah dan ibu ketika mengasuh dan merawat kita itu urusannya dengan Tuhan, yang harus kita lakukan adalah menghormati orang tua.

Poin 1-6 ada kaitannya dengan perlawanan terhadap Bapa Sorgawi.

7.      Tidak tahu berterima kasih
Yang utama kita harus berterima kasih kepada Tuhan yang rela berkorban dan menyerahkan PutraNya yang tunggal. Tuhan datang ke dunia ini bukan untuk bersenang-senang tetapi dari kelahiran sampai kematianNya ditandai dengan derita sengsara. Ini menunjukkan dunia ini dari kita dilahirkan sampai ujung usia kita (kalau kita harus melalui kematian jasmani), hidup kita memang dilingkupi dengan warna-warni derita sengsara. Orang dunia berupaya supaya derita sengsara itu minim sekali.

Dunia ini hanya tempat kita singgah. Kalau kita mengalami banyak permasalahan yang menyayat hati dan tidak mengenakkan daging kita biarlah kita nikmati saja sebab kita hanya transit di dunia ini. Kalau kita tahu kita hanya mampir sebentar di dunia ini untuk apa kita mengisinya dengan murung-murung dan tidak sejahtera hati? Jangan sampai karena warna hidup kita ketika transit di dunia ini menyebabkan kita tidak berhasil untuk sampai ke tujuan yang sebenarnya. Penentuan kita untuk menyeberang ke sana adalah prilaku kita selama kita transit di dunia.

Dunia ini adalah tempat kita dibenahi oleh Tuhan. Ketika kita dilahirkan oleh ibu kita di dunia ini kita hanya cocok untuk hidup di dunia tetapi tidak cocok untuk hidup di Sorga. Untuk itu karena kita hanya cocok hidup di dunia maka kita harus mengambil sikap yang benar ketika kita transit di dunia ini dengan lahir baru. Setelah lahir baru kita tidak cocok lagi hidup di dunia dan cocok hidup di Sorga. Karena kita sudah cocok hidup di Sorga maka kita harus mempertahankan itu karena iblis berupaya untuk merusak citra kita sehingga akhirnya kembali tidak cocok untuk hidup di Sorga. Di mana kita mempertahankan? Di dalam ibadah. Di dalam ibadah inilah kita menjaga kemesraan hubungan kita dengan Tuhan.

Jangan sampai hanya karena persoalan dunia ini membuat kita gagal sampai di sana. Oleh sebab itu kita harus tahu berterima kasih. Banyak kali kita tidak sadar sudah ditipu oleh iblis sehingga yang tadinya sudah cocok hidup di Sorga menjadi kembali tidak cocok.

8.      Tidak mempedulikan agama
Kekristenan itu sebenarnya bukan agama tetapi sudah dikemas dalam bentuk agama. A artinya tidak, gama artinya kacau, berarti tidak kacau. Jadi tidak mempedulikan agama sama dengan selalu menimbulkan kekacauan. Apalah guna beribadah tetapi selalu menimbulkan kekacauan dan tidak berupaya bagaimana untuk menjalin hidup itu sehingga hubungan secara horisontal dan vertikal menjadi indah. Dalam nikah rumah tangga jangan selalu dibuat kacau. Jangan membuat ibadah dan rumah tangga kita malah jadi rumit.

9.      Tidak tahu mengasihi
Jangankan mengasihi orang lain, mengasihi diri sendiri saja tidak bisa. Awalnya kita bisa mengasihi orang lain adalah mengasihi diri sendiri. Kalau tidak bisa berterima kasih kepada Tuhan akan perkara-perkara yang bermuara pada diri sendiri bagaimana bisa berterima kasih kepada orang lain dan memberi pelayanan pada yang lain. Begitu kita bisa melihat bagaimana diri kita ini hanyalah orang hina yang seharusnya sudah dihukum oleh Tuhan kemudian kita dikasihi oleh Tuhan, maka kita bisa berterima kasih karena kita dikasihi oleh Tuhan. Ini akan menjadi bekal untuk kita bisa mengasihi orang lain mulai dari istri kepada suami, suami kepada istri, orang tua kepada anak, anak kepada orang tua dan sampai anggota Tubuh Kristus secara umum. Kita harus lebih dahulu mengasihi diri karena dikatakan “kasihilah sesamamu seperti diri sendiri”.

10.  Tidak mau berdamai
Kalau tidak mau berdamai berarti sama dengan kita menghina sarana yang Tuhan berikan kepada kita itulah darah Yesus. Darah Yesus adalah sarana yang tidak ada gantinya untuk mendamaikan kita dengan Tuhan dan sesama. Tidak ada korban ketebusan yang lain yang dapat mengganti darah Yesus. Ketika kita tidak mau berdamai berarti kita mau mengganti sarana dari Tuhan itu dengan yang lain tetapi tidak ada yang dapat mengganti darah Yesus.
Mazmur 49:8-9
49:8 Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,
49:9 karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya --

Kalau kita menghayati pengorbanan Yesus maka itu akan mendorong kita untuk bisa berdamai dengan sesama sehingga ibadah kita tidak dicap oleh Tuhan “ibadahmu jahat” karena kita memiliki roh perdamaian. Kita tidak bisa menutup diri untuk tidak dibenci orang lain. Tetapi ketika kita dibenci jangan kita balas dengan membenci.

11.  Suka menjelekkan orang
Ini beda tipis dengan menfitnah. Kita diberi kesempatan membela diri tetapi jangan sampai membuka rahasia orang lain.
Amsal 25:9
25:9 Belalah perkaramu terhadap sesamamu itu, tetapi jangan buka rahasia orang lain,

12.  Tidak dapat mengekang diri
Orang seperti ini tidak bisa mengendalikan diri, tidak bisa mengendalikan nafsunya. Dikatakan kekang itu ada pada mulut kuda. Kuda menunjuk hawa nafsu yang besar.
Yakobus 3:3
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Firman itulah yang menjadi kekang, firman itu yang mengendalikan kita. Firman yang didengar jangan hanya lalu begitu saja dan dianggap sebagai hiasan ibadah sehingga yang tampil angkara murka.

13.  Garang
Ini adalah sifat binatang buas, hanya menang sendiri.

14.  Tidak suka yang baik
Apa itu yang baik?
Lukas 10:41-42
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Duduk di kaki Tuhan dan mengizinkan dirinya disiram oleh air Firman Allah adalah ibadah yang baik bukannya ibadah yang jahat. Tentu ini yang kita rindukan sehingga kita tidak rugi beribadah dan melayani Tuhan.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar