20170211

Kebaktian Doa, Sabtu 11 Februari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Yohanes 1:35-40
1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
1:39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
1:40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

Ini terjadi pada hari yang ketiga. Hari pertama ada pada ayat 19 sampai ayat 28. Hari yang kedua ada pada ayat 29 sampai 34. Hari yang keempat ada pada ayat 43 dan seterusnya. Ini semua ada hubungannya dengan pasal 2. Masuk pada hari yang keenam digelar pesta nikah. Ini bukan kebetulan.

Yohanes pasal 1 ini ada pertanyaan “apa yang kamu cari”. Menjelang pasal yang terakhir yaitu pasal 20 Yesus juga berkata “apa yang kamu cari”. Ini menunjukkan kepada kita manusia, selama hidup di dunia ini sesungguhnya ada yang kita cari. Cuma yang kita cari itu tidak mengarah pada yang kekal. Ada yang mencari supaya pendidikan tinggi, supaya pangkatnya tinggi, supaya kedudukannya tinggi, supaya kekayaannya berlimpah, supaya umur panjang. Tetapi yang Tuhan ingin dapatkan dari kita manusia, adakah manusia mencari Dia. Sebab Dia bertanya baik dalam kitab Mazmur, kitab nabi Yesaya dan kitab nabi Hosea. Tuhan bertanya kepada manusia “tidak ada yang mencari Aku”. Ini keprihatinan Tuhan karena manusia hatinya tidak cenderung untuk mencari Tuhan.

Buktinya ketika manusia jatuh dalam dosa dia tidak mencari Tuhan, kebalikannya justru Tuhan yang mencari mereka. Di sinilah kita menemukan besarnya kasih Tuhan kepada manusia. Kalau saja waktu yang kita pakai hanya untuk hal-hal yang akan berakhir di bumi ini, mari kita ruba sekarang dengan mencari Tuhan. Dia harus lebih utama dalam segala perkara.
Kolose 1:15-17
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.

Ini yang mestinya kita cari yaitu Sang Pencipta. Manusia lebih cenderung mencari apa yang diciptakan oleh Tuhan. Sedikit yang mencari Sang Pencipta. Bahkan Tuhan sendiri mengatakan “tidak ada yang mencari Aku”. Itulah manusia. Kalau kita mencari Pencipta sesungguhnya segala sesuatu ada pada Dia. Sebetulnya tidak sulit mencari yang fana, yang sifatnya terbatas, tetapi lebih dahulu mencari Dia karena segala sesuatu ada pada Dia.

Kolose 1:18
1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.

Ini yang harus kita cari. Bukan hanya hamba Tuhan, umat Tuhan juga harus ada di sini. Dia harus dominan. Mencari Tuhan, mencari Firman, mencari kekekalan ini harus lebih besar dari pada yang lain-lain. Kalau seperti ini maka kita beruntung. Ini sebenarnya kehendak Tuhan, ini suatu keberuntungan bukan kerugian.

Satu dari 12 anak Yakub mendapat berkat ini. Saat dia diberkati dikatakan “dia yang utama”. Mengapa? Karena dari sejak kecil dia mencari Tuhan. Sehingga apa yang dia peroleh itu semua diberi oleh Tuhan. Tidak ada orang asing yang ada di Mesir yang bisa menduduki kedudukan perdana menteri, hanya Yusuf. Walaupun bukan itu yang dia cari.

Kalau ada orang berkata “semua kita ini mencari makan dan mencari duit”. Saya tidak respon dengan perkataan seperti itu dan berkata “saya mencari Tuhan sehingga bukan saya yang mencari duit dan mencari makan tetapi duit dan makanan yang mencari saya”. Banyak anak Tuhan yang sungguh-sungguh akhirnya bukan dia yang mencari order tetapi order yang mencari dia kalau dia pengusaha.

Kalau hal ini dibalik dan mengikuti pikiran kita manusia makanya peras keringat terus tetapi hasilnya nihil. Tuhan tidak ingin kita seperti itu. Tuhan mau kita mencari Dia sehingga yang lain itu mengikuti. Ini bukan ABC, asal bapa cenang.

Ulangan 33:13-16
33:13 Tentang Yusuf ia berkata: "Kiranya negerinya diberkati oleh TUHAN dengan yang 1terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah;
33:14 dengan yang 2terbaik dari yang dihasilkan matahari, dan dengan yang 3terbaik dari yang ditumbuhkan bulan;
33:15 dengan yang terutama dari gunung-gunung yang sejak dahulu, dan dengan yang 4terbaik dari bukit-bukit yang berabad-abad,
33:16 dan dengan yang 5terbaik dari bumi serta segala isinya; dengan perkenanan Dia yang diam dalam semak duri. Biarlah itu semuanya turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya.

5 kali disebutkan yang terbaik dan 1 kali yang terutama dan yang teristimewa. Apakah Yusuf punya jari 12? Atau rambutnya lain dari kita atau kakinya 3? Dia sama dengan kita tetapi dari sejak awal dia mencari Tuhan. Bukti dia mencari Tuhan, dia takut akan Tuhan sehingga semua yang terbaik itu yang dia miliki. Kalau saudara mencari Tuhan yakinilah pasti segala sesuatu yang terbaik akan Tuhan berikan.

Sebenarnya bagi kita umat Tuhan, Tuhan sudah membuka pintu, tinggal saudara mau melangkah atau tidak. Kuncinya adalah ayo kita mencari. Makanya Injil Yohanes dibuka dengan perkataan Tuhan Yesus “apa yang kamu cari?” dan pada pasal 20 ditutup juga dengan perkataan “Siapa yang engkau cari?”.
Yohanes 20:13-15
20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."

Apakah yang dicari Maria itu berakhir kosong? Tidak! Dia menemukan pribadi Tuhan Yesus. Apakah yang dicari oleh murid-murid pada pasal 1 itu berakhir nihil? Tidak! Mereka menemukan pribadi Guru yaitu Tuhan Yesus. Inilah yang harus kita cari sebab Dia pemilik seluruh isi dunia ini. Namun taruhannya adalah iman, kadang kita kalah di situ.

Tudung Tabernakel itu terdiri dari dua bagian tenda yang disambung menjadi satu. Sambungan dari kedua bagian tenda itu tepat jatuh di atas pintu tirai dan ada 50 kaitannya. Ada 5 tenda-tenda yang dijadikan satu pada bagian pertama, itu menutup ruangan suci, itu menunjuk iman. Ada 5 tenda-tenda yang dijadikan satu pada tenda bagian kedua, itu menutup ruangan maha suci, itu menunjuk perbuatan iman.

Kita ini bisa dikatakan beriman, tetapi di mana perbuatan iman. Di sinilah seringkali kegagalan kita. Iman dan perbuatan iman itu melekat pada pintu tirai, jadi iman dan perbuatan iman kena pada korban Kristus. Pintu tirai itu menunjuk pribadi Yesus yang dikoyak itulah Korban Kristus. 50 kaitan emas itu menunjuk pekerjaan Roh Kudus. Jadi untuk menguatkan iman dan perbuatan iman kita adalah Korban Kristus yang kita renungkan dan urapan Roh Kudus yang memampukan kita.

Yohanes 1:38
1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"

Guru ini ada hubungannya dengan Firman pengajaran. Mereka berdua ini menubuatkan kepada kita 2 saksi yang rindu Firman pengajaran yang benar, contoh bagi kita apalagi kita sudah di ujung akhir zaman.

Banyak kali kita mengatakan beriman tetapi susah untuk mempraktekkan/melakukan perbuatan iman. Padahal perbuatan iman itu adalah lanjutan dari iman. Kalau ada iman tetapi tidak ada perbuatan maka itu mati. Sebab iblis juga percaya Tuhan Yesus bahkan dia takut dan gemetar.

Kalau ada perbuatan iman maka saudara akan melakukan ibadah dan pelayanan, itu antara lain perbuatan iman. Juga ada korban waktu, korban tenaga dan korban harta, itu juga perbuatan iman. Di sinilah banyak kegagalan kita.

Yohanes 1:39
1:39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Pukul empat berarti sudah petang, tinggal 2 jam lagi matahari akan terbenam. Zaman akhir ini seperti kita ada dalam suasana menjelang malam sehingga butuh untuk kita benar-benar berupaya dan memikirkan jumpa dengan pribadi Yesus Mempelai Pria Sorga.

Pukul empat ini berarti sudah satu jam sembayang, sebab jam sembayang adalah jam 3.
Kisah Para Rasul 3:1
3:1 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.

Matius 26:40
26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Berarti gereja Tuhan sudah harus masuk dalam ibadah penyerahan penuh, atau ibadah penyembahan. Kalau seperti itu berarti hidup saudara benar-benar menikmati berkat Tuhan. Ini pesan Tuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan bobot sembayangmu. Mari semakin kita galakkan. Kornelius juga didatangi Tuhan saat sembayang jam tiga.

Penyembahan dan pengajaran jangan kita lepas. Pengajaran tanpa penyembahan membuat saudara tidak mampu melanjutkan. Penyembahan tanpa pengajaran itu akan salah sasaran.

Murid yang diyakinkan mula-mula adalah Andreas. Andreas tidak mencari yang lain tetapi dia mencari kakaknya yaitu Petrus. Berarti kalau kita mencari Yesus kemudian kita ada dalam Firman pengajaran, maka Firman pengajaran itu akan bergerak lebih dahulu di dalam nikah. Sebab mereka sekandung/ lahir dalam satu nikah. Kemudian besoknya Filipus mencari Natanael, mereka bukan kakak beradik. Jadi pertama kesaksian Firman pengajaran itu ke dalam baru keluar.
Yohanes 1:43-45
1:43 Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
1:44 Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.
1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Artinya kalau kita sudah menerima Tuhan Yesus dalam bentuk Firman pengajaran maka yang lebih dahulu dibina adalah di dalam nikah, kakak beradik yang satu kandungan setelah itu baru bersaksi keluar.  Kalau bersaksi keluar kemudian nikah kita amburadul, tidak mempan kesaksian kita, malah dicemooh. Itu sebabnya Firman pengajaran ini membina, menggodok dan mengarahkan kita pada poin-poin yang tepat guna. Kita umat Tuhan yang Tuhan percayakan berada dalam penggembalaan di mana Firman dibukakan, mari kita lebih antusias menggunakan waktu untuk mencari pengajaran Firman. Izinkan pekerjaan Firman membenahi, membentuk dan menggodok kita mulai dari dalam nikah, mulai dari kakak beradik. Ini yang Tuhan ajarkan kepada kita di sore hari ini.

Ada sesuatu yang unik di sini. Yohanes Pembaptis tidak kurang hati, sedih hati dan meraju sekalipun dia ditinggal oleh dua muridnya yaitu Yohanes dan Andreas. Tidak seperti sekarang ini. Gereja merasa bahwa jemaat itu miliknya. Kalau jemaat itu pergi ke tempat lain, komunitas yang lain malah marah.

Cari Tuhan, cari pengajaran maka Tuhan akan tunjukkan.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar