20170222

Kebaktian PA Imamat, Rabu 22 Februari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.


Imamat 19:20-22,29
19:20 Apabila seorang laki-laki bersetubuh dengan seorang perempuan, yakni seorang budak perempuan yang ada di bawah kuasa laki-laki lain, tetapi yang tidak pernah ditebus dan tidak juga diberi surat tanda merdeka, maka perbuatan itu haruslah dihukum; tetapi janganlah keduanya dihukum mati, karena perempuan itu belum dimerdekakan.
19:21 Laki-laki itu harus membawa tebusan salahnya kepada TUHAN ke pintu Kemah Pertemuan, yakni seekor domba jantan sebagai korban penebus salah.
19:22 Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu dengan domba jantan korban penebus salah di hadapan TUHAN, karena dosa yang telah diperbuatnya, sehingga ia beroleh pengampunan dari dosanya itu.
19:29 Janganlah engkau merusak kesucian anakmu perempuan dengan menjadikan dia perempuan sundal, supaya negeri itu jangan melakukan persundalan, sehingga negeri itu penuh dengan perbuatan mesum.

Kesimpulan dari empat ayat ini memberi penekanan dosa kenajisan. Ayat 20 sampai 22 menceritakan seorang laki-laki yang merusak seorang perempuan yang masih dalam status hamba, yang belum ditebus atau belum dimerdekakan. Berarti laki-laki ini adalah orang yang sudah ditebus (dimerdekakan), alias orang yang sudah di dalam Tuhan. Mestinya dia harus menjadi pembawa sinar, pembawa cahaya atau pembawa terang bagi orang lain, utama bagi yang belum dimerdekakan atau belum mengalami pekerjaan penebusan. Namun yang terjadi di sini justru dia yang menjadi pelaku sehingga dia menjadi penyebab sandungan bagi orang yang belum mengenal atau belum mengalami penebusan atau kemerdekaan.

Kita mengetahui bahwa kebenaran itulah yang memerdekakan kita, kebenaran itulah yang telah mengerjakan penebusan bagi kita.
Yohanes 8:32,36
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."

Laki-laki itu sudah dimerdekakan oleh Tuhan dan perempuan itu belum. Jadi ayat yang dibaca dalam Imamat 19:20-22 adalah peringatan Tuhan atau arahan Tuhan kepada kita yang sudah ditebus alias sudah dimerdekakan oleh pekerjaan kebenaran, oleh Anak yaitu Tuhan Yesus Kristus. Supaya kita tidak berbuat seperti itu.

Tugas tanggung jawab kita bukan menghalangi atau menjadi sandungan bagi yang belum ditebus. Di sini justru laki-laki itu yang membawa kerusakan bagi perempuan yang belum mengenal kebenaran. Mestinya dia yang menarik perempuan itu untuk mengenal kebenaran yang memerdekakan seperti yang sudah dia alami.

Saudara sudah mengalami pekerjaan penebusan berarti sudah dibebaskan dari perhambaan dosa. Maka di dalam benak saudara, sebagaimana saudara nikmati indahnya ditebus oleh Tuhan, maka saudara juga harus meraih orang lain, menjadi saluran berkat bagi orang lain. Itu tugas kita. Kalau saudara mengatakan saya sudah ditebus, sudah dibebaskan dan dimerdekakan oleh kebenaran dari belenggu dosa, maka pantaslah dan wajarlah saudara menolong yang lain yang masih ada dalam perhambaan dosa.

Namun dalam Imamat 19:20-22 justru terjadi kebalikannya. Mestinya ini jangan terjadi bagi kehidupan yang sudah dimerdekakan, seharusnya dia menyampaikan kebenaran itu bagi orang lain. Sebab orang yang dirusak oleh laki-laki tadi adalah orang yang masih berada pada zaman jahiliah dan bagi yang merusak, dia juga seperti itu dahulu. Sekarang laki-laki itu sudah dimerdekakan. Tentunya sebagaimana rasanya dia dimerdekakan maka wajarlah meneruskan berkat itu kepada orang yang masih ada pada zaman jahiliah (perhambaan).

Kisah Para Rasul 17:30
17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat.

Kisah Para Rasul 17:30 (Terjemahan Lama)
17:30 Segala zaman jahiliah itu dialpakan juga oleh Allah, tetapi sekarang ini segala orang di mana-mana pun disuruhnya bertobat.

Laki-laki itu sudah bertobat, seharusnya bukannya dia mendrop yang tidak benar kepada perempuan itu. Ini kesalahan yang banyak dilakukan oleh orang yang mengaku Kristen, mengaku sudah dibebaskan. Tadi ditekankan orang itu belum ditebus, belum dimerdekakan, kenapa dirusak. Berarti manusia yang satu itu egois, dia mementingkan diri sendiri, maunya dia sendiri yang selamat, dia rusak yang belum selamat. Dulunya dia juga sama seperti orang itu, alias sama-sama ada pada zaman jahiliah.
Titus 3:3
3:3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.

Ini keadaan kita dahulu. Coba direnungkan ini, seandainya Tuhan tidak menawarkan pekerjaan penebusan, kita sama seperti orang itu. Tetapi puji syukur kita sudah terima pekerjaan penebusan. Apa sebenarnya yang harus kita lakukan adalah menyatakan rasa syukur kita kepada Tuhan dengan menolong orang lain.

Makanya dalam pembagian dalam Imamat pasal 19, poin yang kedua tentang rasa syukur dipersembahkan kepada Tuhan. Rasa syukur kepada Tuhan kita praktekkan dengan menolong orang lain. Bukan hanya datang ke gereja dan berkata “saya mengucap syukur”. Tetapi dimana prakteknya kita mengucap syukur. Kenapa kita mesti menjadi sandungan bagi orang lain yang belum mengenal Tuhan!.

Israel itu adalah pelaku kejahatan sehingga nama Tuhan dihujat karena ulah mereka.
Roma 2:24
2:24 Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain."

Sebetulnya kita harus membawa kemuliaan Tuhan kepada orang lain di sekitar kita, tetapi laki-laki itu malah merusak tetangganya, merusak saudaranya padahal dulu dia juga mengalami seperti itu. Ini tidak wajar! Di mana rasa syukur dan terima kasihnya kepada Tuhan.

Imamat pasal 19 ini ada tujuh pembagiannya. Poin kedua adalah soal mempersembahkan syukur kepada Tuhan. Itu sudah diawali oleh Tuhan, tetapi ditemukan dalam ayat 20,21 dan 22 ada praktek kehidupan yang mengaku sudah ditebus, sudah dimerdekakan oleh Tuhan tetapi perilakuknya bertentangan dengan pekerjaan penebusan dan kemerdekaan dari Tuhan.

Bagi yang sudah dirusak itu masih Tuhan berikan kesempatan dan bagi pelaku, bagi yang menjadi sandungan, Tuhan masih membuka jalan yang kedua. Maka laki-laki yang merusak itu harus mengambil seekor domba jantan yang tidak bercela, tentu untuk menjadi korban. Berarti Tuhan masih izinkan sekali lagi agar dia kembali bersekutu dengan Korban Kristus.

Tuhan memberi sarana, tinggal bagaimana kita menggunakan sarana itu. Tetapi acap kali Tuhan berikan sarana untuk menyelesaikan persoalan dengan kembali kepada Korban Kristus, tetapi yang dilakukan oleh banyak orang Kristen dan juga banyak pelayan Tuhan yaitu membangun jalan sendiri. Tidak kembali kepada Korban Kristus dan mengaku kesalahannya. Yang banyak terjadi bukan mengaku kesalahannya tetapi mencari biang keladinya siapa atau berbicara mempersalahkan “karena situasi dan kondisi sehingga terjadilah seperti itu”. Mestinya jangan cari itu, tetapi carilah Korban Kristus dan selesaikan dosa lewat kembali menghargai korban Kristus.

Tidak usah kita mencari kambing hitam lalu berkata “saya terantuk karena situasi dan kondisi” sehingga akhirnya menjadi salah bukan kembali kepada Korban Kristus, itu solusi paling tepat tidak ada jalan lain. Kembali kepada Korban Kristus dan mengaku saja tanpa mencari-cari kesalahan yang lain! Tuhan sudah berikan jalan yang sangat praktis, tidak berbelit-belit.
Imamat 19:21
19:21 Laki-laki itu harus membawa tebusan salahnya kepada TUHAN ke pintu Kemah Pertemuan, yakni seekor domba jantan sebagai korban penebus salah.
Ada solusi yang Tuhan beri yaitu domba jantan itulah Korban Kristus. Hanya karena kita manusia daging sehingga begitu sukar untuk mengaku dosa. Padahal begitu praktis Tuhan membuka jalan tetapi kenapa begitu sulit. Sebab berpikir mempersalahkan orang lain karena ini dan itu sehingga akhirnya sulit mengaku dan akhirnya makin jauh dengan Tuhan dan sesama.

Ingat, korban karena dosa dan karena salah itu ada tiga pokok utama:
1.      Salah pada diri sendiri (Imamat 5:14-19)
Tidak ada korelasinya pada yang lain tetapi pada diri sendiri, untuk apa lagi kita mencari kambing hitam mempersalahkan orang lain. Kalau kita salah pada diri sendiri tidak usah kita persulit, tidak usah lagi kita persalahkan orang lain atau mempersalahkan situasi dan kondisi sebagai penyebabnya. Alangkah indahnya kita kembali pada domba jantan yang tidak bercela itu yaitu Korban Kristus. Tuhan tidak mempersulit saudara, Tuhan buka jalan yang paling praktis dan simple yang Tuhan sediakan.

Mengapa kita masih cari jalan lain? Karena ditipu oleh iblis. Karena pintu tirai yaitu daging kita sendiri sulit untuk dirobek. Bukannya tidak mau tetapi mempertahankan dagingnya. Sebenarnya kalau rela dirobek, kemuliaan di ruangan maha suci sudah menanti saudara.

2.      Salah kepada Tuhan (Imamat 5:14-19)
Berarti salah kepada Kepala, salah kepada Mempelai Laki-laki Sorga. Tuhan juga tidak akan mempersulit karena Dia tahu beratnya hukuman di depan, itu sebabnya Dia mencegah jangan sampai kita jatuh pada hukuman itu. Solusinya juga dari Tuhan, makanya jangan kita mencari solusi yang lain.   Tuhan sudah sediakan ada Korban Anak Domba Jantan, Korban Yesus Kristus. Dia sudah rela sengsara mulai dari taman Getsemani, melalui jalan Via Dolorosa sampai disalib di Golgota. Dia lakukan ini karena Dia mau mencegah saudara jangan jatuh dalam hukuman kekal. Jangan dulu hukuman kekal, menghadapi antikristus saja kita sudah kepayahan.

3.      Salah kepada sesama (Imamat 6:1-7)

Laki-laki itu sudah parah sekali. Dia merusak kegadisan perempuan itu, tetapi perempuan itu belum ditebus dan belum dimerdekakan. Artinya merusak persekutuan untuk membawa terang kepada lain orang yang perlu diterangi karena mereka belum ditebus dan belum dimerdekakan.

Ayo kita manfaatkan Korban Kristus. Tuhan sudah tawarkan solusinya yaitu datang kepada Korban Kristus, Tuhan selalu mengampuni kita asal kita akui. Coba bayangkan Israel yang 10 suku itu sudah Tuhan sebut perempuan sundal, yang dua suku disebut perempuan tidak setia, kepada keduanya sudah Tuhan kirim surat cerai. Tetapi kembali Tuhan merenung dan menyuruh Yeremia berkata kepada mereka “Aku tidak akan muram untuk selama-lamanya, kembalilah kepadaKu asal akui kesalahanmu”.
Yeremia 3:12-13
3:12 Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.
3:13 Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Mengakui kesalahan itu berarti kembali kepada Korban Kristus. Ini jalan yang paling praktis yang Tuhan sediakan bagi kita, tidak berbelit-belit. Yang membuat berbelit-belit adalah diri kita sendiri penyebabnya.

Yesaya 59:14-16
59:14 Hukum telah terdesak ke belakang, dan keadilan berdiri jauh-jauh, sebab kebenaran tersandung di tempat umum dan ketulusan ditolak orang.
59:15 Dengan demikian kebenaran telah hilang, dan siapa yang menjauhi kejahatan, ia menjadi korban rampasan. Tetapi TUHAN melihatnya, dan adalah jahat di mata-Nya bahwa tidak ada hukum.
59:16 Ia melihat bahwa tidak seorang pun yang tampil, dan Ia tertegun karena tidak ada yang membela. Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia.

Kita melihat bahwa kebenaran sudah tersandung di muka umum. Berarti jalan Tuhan yang lurus yang memerdekakan kita jadi terhambat. Di mana? Di tempat umum. Ini yang tanpa kita sadari membuahkan kita menjadi sulit. Banyak hal yang seharusnya tidak kita rasakan tetapi akhirnya kita rasakan karena ulah kita sendiri.

Oleh sebab itu jangan kita mencari kambing hitamnya. Karena situasi dan kondisi maka saya terjepit atau karena ulah si A dan si B. Sebenarnya ini adalah intriknya iblis untuk membuat saudara tidak selesai persoalanmu dengan Tuhan. Padahal jalannya tidak sulit:
Imamat 19:22
19:22 Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu dengan domba jantan korban penebus salah di hadapan TUHAN, karena dosa yang telah diperbuatnya, sehingga ia beroleh pengampunan dari dosanya itu.

Kenapa saya katakan di sini kesulitannya? Anda tidak mau ditangani oleh imam! Merasa sepertinya terusik kalau ditangani orang lain. Di sini masalahnya, padahal kita sudah melewati.
Imamat 16:32-33
16:32 Dan pendamaian harus diadakan oleh imam yang telah diurapi dan telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam menggantikan ayahnya; ia harus mengenakan pakaian lenan, yakni pakaian kudus.
16:33 Ia harus mengadakan pendamaian bagi tempat maha kudus, bagi Kemah Pertemuan dan bagi mezbah, juga bagi para imam dan bagi seluruh bangsa itu, yakni jemaah itu.

Kadang kala karena merasa sebagai imam maka tidak mau ditangani oleh orang lain. Padahal itu memang cara sorga. Kalau saya sudah melakukan kesalahan maka saya harus akui dan meminta doa kepada sesama hamba Tuhan untuk didoakan supaya lepas dari kesalahan saya. Di sinilah masalahnya yaitu tidak mau ditangani oleh orang lain.

Tujuan utama ibadah pelayanan kita sebenarnya supaya kita luput dari hukuman yang akan datang. Tuhan tidak tega kita terhuyung-huyung dalam 3,5 tahun aniaya antikristus. Makanya Tuhan tawarkan solusi “engkau sudah melakukan dosa, sekarang Aku tawarkan pendamaian”.
I Yohanes 2:1
2:1 Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.

Kata “kita” berarti sudah umat Tuhan dan Tuhan tawarkan korban pendamaian (hilasmos) supaya kembali kita dilepaskan dari belenggu tadi.

Yang dituntut di sini adalah laki-laki itu sebab dia sudah tahu korban ketebusan. Yang perempuan itu jangan dihukum karena dia belum tahu.
I Yohanes 2:2
2:2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

Kata “kita” di sini mewakili kehidupan yang sudah dimerdekakan dan ditebus tetapi terlibat kembali berbuat dosa. Ditawarkan kembali oleh Tuhan selagi dia masih hidup. Kecuali dia sudah menista dan menghina Korban Kristus serta tidak percaya, itu sudah lain masalah.

Tuhan anjurkan kepada pelaku, kepada perusak ini supaya kembali menyelesaikan masalahnya. Sebenarnya tidak ribet, tidak sukar. Tetapi yang membuat menjadi sukar karena tidak mau ditangani oleh imam yang Tuhan percaya, baik menangani sidang jemaat dan juga menangani sesama imam.

Kita ini tidak luput dari perbuatan yang salah, kalau kita menyadari kesalahan datanglah kepada teman kita seorang imam lalu mengaku dan minta didoakan. Supaya selesai masalah dan tidak berlarut-larut. Solusinya sudah disediakan Sorga, tinggal anda memanfaatkan atau tidak.

Laki-laki ini ditangani oleh Tuhan karena dia sudah menjadi penyebab sandungan.
Lukas 17:1
17:1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.

Lukas 17:1 (Terjemahan Lama)
17:1 Maka bertuturlah Tuhan kepada murid-murid-Nya, "Tak dapat tiada akan jadi beberapa perkara yang mendatangkan kesalahan; tetapi celakalah atas orang, yang menyebabkan kesalahan itu!

Kata celaka ini mengerikan, tetapi sekalipun itu mengerikan, Tuhan tunjukkan solusinya. Lebih dahulu dibuat dia takut akan hukuman supaya kembali pada jalannya Tuhan.

Lukas 17:2-3
17:2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.
17:3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

Masalah menegur ini yang sulit. Siapa yang akan menegur kita? Apakah langsung suara dari sorga berbicara “hai hambaKu, engkau sudah berbuat salah”. Bukan seperti itu! Ada yang dipakai Tuhan untuk menegur sebab melihat dengan mata rohani bahwa hal itu mencelakakan kehidupan orang itu. Kalau Tuhan katakan kita diampuni, berarti Tuhan sudah siap mengampuni.

Lukas 17:4
17:4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."

Mengaku ini yang berat. Itu sebabnya ketika 12 rasul itu mendengar hal ini, mereka berseru “Tuhan tambahkan iman kami!”.
Lukas 17:5
17:5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"

Ini solusi yang Tuhan berikan kepada kita. Apakah saudara sanggup bila ditegur? Ditegur karena ada salah dan akibat kesalahannya itu berbahaya. Tuhan tidak tega melihat saudara cempulung dalam 3,5 tahun aniaya atau langsung cemplung ke neraka. Dia rela sebagai Anak Domba Allah tersembelih di Golgota semata-mata untuk menangani agar hubungan saudara dengan Tuhan terjalin indah. Ada jalan yang Dia karuniakan kepada kita.

Banyak jiwa yang menantikan pelayanan kita, jangan kita menjadi sandungan, jangan jadi batu antukan. Akhirnya itu tidak elok, nantinya yang menjadi sandungan itu lehernya akan diikat dengan batu kilangan. Kalau batu kilangan sudah digantung di leher, bagaimana lagi bisa mendapatkan roti, sebab tidak bisa lagi menghasilkan tepung untuk membuat roti. Sesudah itu dilemparkan ke dalam laut. Berarti menjadi satu dengan roh Babel. Tuhan tidak tega melihat saudara harus menggabung dengan roh Babel.
Lukas 17:2
17:2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.

Tuhan perlihatkan bahwa besar resiko kalau kita tidak selesaikan. Untuk tidak membahayakan saudara maka Tuhan siapkan domba jantan. Untuk itu Tuhan siapkan korban penebusan. Oleh sebab itu kita upayakan jangan jadi sandungan bagi orang lain. Suami jangan menjadi sandungan bagi isteri, isteri jangan menjadi batu sandungan bagi suami, anak jangan menjadi batu sandungan bagi orang tua, orang tua jangan menjadi batu sandungan bagi anak.

Tuhan ingin batu kilangan itu berfungsi supaya ada roti yang bisa kita makan. Kalau sudah diikat di leher mana lagi ada roti. Itu sebabnya orang yang menjadi sandungan tidak lagi mendapatkan pembukaan rahasia Firman.
II Korintus 6:3
6:3 Dalam hal apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

Kita jangan menjadi sandungan supaya jangan pelayanan kita dicela orang. Dicela di sini maksudnya karena melakukan kesalahan. Kalau kita dicela karena ikut kebenaran, apa boleh buat, itu harus kita tanggung. Tetapi kalau kesalahan pada diri sendiri, salah kepada Tuhan dan salah kepada sesama, itu harus diselesaikan.

Imam harus siap menangani. Memang itu resiko, tetapi harus terima saja karena itu panggilan. Kalau disambut dengan sukacita, puji Tuhan. Kalau disambut dengan muka mengkal, puji Tuhan, karena itulah resiko hamba Tuhan.

Keluaran 14:31
14:31 Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

Bagi sidang jemaat, saudara percaya kepada Tuhan tetapi jangan curiga kepada hamba Tuhan. Harus percaya juga pada pelayanannya. Tuhan dan hamba Tuhan itu mitra, mereka bekerja sama.
I Korintus 3:9
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Keluaran 19:9
19:9 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.

2 Tawarikh 20:20
20:20 Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!"

Jadi dua-duanya harus kita percayai. Tentu lebih dahulu Tuhan pecaya kepada hambaNya ini. Tidak mungkin Tuhan menjadikan hambaNya ini mitraNya kalau tidak dipercaya oleh Tuhan. Kalau hambaNya ini menyenangkan hatiNya, tentu Tuhan percaya kepadanya. Bukti bahwa hamba Tuhan itu dipercaya oleh Tuhan, hasil pelayanannya dimasuk dalam daftar doa Tuhan Yesus. Kalau saja hamba Tuhan itu tidak dipercaya oleh Tuhan maka hasil pelayanannya tidak akan ikut dalam daftar doa Tuhan Yesus.
Yohanes 17:20
17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

Dalam doa Tuhan Yesus sudah tidak termasuk lagi Yudas di dalamnya. Karena dalam Yohanes pasal 13 Yudas telah bergabung dengan imam-imam kepala dan ahli Taurat untuk merancang penyaliban Yesus.

Jadi hamba Tuhan yang dipercaya oleh Tuhan, jiwa yang dia layani masuk dalam daftar doa Tuhan Yesus. Alangkah sialnya saudara kalau saya sebagai hamba Tuhan yang melayani saudara tidak dipercaya oleh Tuhan, berarti saya dan saudara tidak masuk dalam daftar doanya Tuhan Yesus.

Makanya di sini saya harus waspada jangan sampai saya bersalah kepada diriku, jangan sampai bersalah kepada Tuhan dan jangan sampai bersalah pada orang lain, itu semua harus segera diselesaikan. Supaya saya dipercaya oleh Tuhan sehingga saya bersama dengan sidang jemaat yang saya layani masuk dalam daftar doa Tuhan Yesus.

Mari kita hamba Tuhan bawa diri supaya dipercaya oleh Tuhan. Kalau kita membawa diri dipercaya oleh Tuhan maka berapa jiwa yang kita layani ada di bawah perhatian Tuhan, Yesus akan membawanya dalam daftar doa. Saat Tuhan Yesus berdoa itu, belum ada jiwa yang dimenangkan oleh murid-muridNya, tetapi sudah dimasukan dalam daftar doa. Berarti Yesus sudah bernubuat bahwa dalam pelayanan hamba Tuhan yang dipercaya oleh Tuhan ini akan ada jiwa yang dilayani. Oleh sebab itu di manapun kita melayani muliakanlah/ agungkan Tuhan maka pasti akan ada jiwa Tuhan percayakan kepada kita.

Makanya saya harus berupaya supaya dapat dipercaya oleh Tuhan. Sebab banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus tetapi Dia tidak mempercayakan diriNya kepada mereka.
Yohanes 2:23-24
2:23 Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.
2:24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,

Jadi bagaimanapun kita selubungi hati kita, Tuhan lebih tahu apa yang tersembunyi dalam hati kita. Alangkah indahnya kalau kita percaya kepada Tuhan dan Tuhan juga mempercayakan diriNya kepada kita sebab Tuhan melihat hati kita. Sejauh mana kejujuran pelayanan dan ibadah kita.

Laki-laki dalam Imamat 19:20 itu, dengan mendapat anjuran mengambil seekor domba, maka itu koreksi bagi dirinya. Supaya jangan sampai dia menjadi pengkhianat akan rencana Tuhan. Sebab rencana Tuhan adalah membangun TubuhNya, membangun Mempelai WanitaNya. Jangan sampai dia menjadi pengkhianat atau penghalang pembangunan Tubuh Kristus sebab masih ada jiwa yang akan dibawa.

Olehnya dia disuruh mengambil seekor domba jantan, berarti dirusuh mengoreksi diri. Begitu mengoreksi diri berarti dia mengakui kesalahan. Sebab dia sudah bersalah kepada Tuhan (Kepala) dan bersalah kepada sesama berarti tubuh. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut berarti dia dan orang lain terkendala untuk masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus. Dia menjadi kendala bagi dirinya dan juga menjadi kendala bagi orang lain.

Bukan berarti Tubuh Kristus tidak akan terbangun, tetapi alangkah sialnya kalau orang itu tidak masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus dan orang yang dia rusak juga tidak ikut masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus.

Imamat 19:20
19:20 Apabila seorang laki-laki bersetubuh dengan seorang perempuan, yakni seorang budak perempuan yang ada di bawah kuasa laki-laki lain, tetapi yang tidak pernah ditebus dan tidak juga diberi surat tanda merdeka, maka perbuatan itu haruslah dihukum; tetapi janganlah keduanya dihukum mati, karena perempuan itu belum dimerdekakan.

Laki-laki lain ini dalam bahasa rohaninya menunjuk iblis. Dia masih ada dalam genggaman iblis, bagaimana kita menawarkan kemerdekaan. Mestinya kita membawa dia kepada kebenaran malah dirusak, kita dorong terus dia berada dalam kuasa laki-laki itu (iblis).

Dia belum dimerdekakan, dia perlu ditolong. Dia bagaikan masuk dalam hukuman, tetapi sebenarnya bukan lagi dia yang dihukum. Ada satu Pribadi yang sudah dihukum, itulah Anak Domba Allah, itulah Yesus. Maksudnya supaya dia renungkan kembali, kalau saja Domba itu tidak rela disembelih maka kita yang dihukum. Tetapi itu semua sudah diambil alih oleh Anak Domba Allah, itulah Yesus. Tegakah kita mengkhianati Dia!

Imamat 19:21
19:21 Laki-laki itu harus membawa tebusan salahnya kepada TUHAN ke pintu Kemah Pertemuan, yakni seekor domba jantan sebagai korban penebus salah.

Datang ke pintu kemah berarti memanggil Tuhan menjadi saksi “lihatlah Tuhan keadaanku begini”. Di sorga ada saksi dan ada saksi lain di bumi itulah Imam.
Imamat 19:22
19:22 Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu dengan domba jantan korban penebus salah di hadapan TUHAN, karena dosa yang telah diperbuatnya, sehingga ia beroleh pengampunan dari dosanya itu.

Dia mendapat pengampunan, seharusnya dia yang dihukum. Seharusnya kita yang disalib. Orang yang disalib di sebelah Yesus berkata kepada temannya “kita layak disalib karena memang kita bersalah. Tetapi Dia disalib bukan karena Dia bersalah”. Kemudian dia katakan “Tuhan, ingatlah akan aku pada waktu Engkau datang sebagai Raja”. Walaupun dalam waktu yang sangat singkat, tetapi matanya sudah melihat kedatangan Tuhan Yesus sebagai Raja. Tuhan Yesus langsung menjawab “hari ini engkau bersama Aku di Firdaus”. Tidak sulit sebenarnya, langsung pengampunan dia peroleh, langsung pelayanan penebusan dia peroleh. Makanya tidak usah dibuat ribet, tidak usah dipersulit.

Seharusnya kita yang dihukum, makanya jangan kita khianati lagi Yesus. Katakanlah “aku mencintai Engaku Yesus”. Seharusnya kita yang dihukum tetapi Yesus yang dihukum. Seandainya domba itu ketika sudah diambil dan kena pisau di lehernya lalu dipotong-potong dan dibakar sebagai korban penghapus dosa dan korban penghapus salah, lalu dia ditanya “kenapa engkau diperlakukan seperti itu”. Maka domba itu akan menunjuk orang yang bersalah itu “karena dia itu”. Yesus mati karena engkau, untuk mengampuni dosamu.

Mestinya begitu laki-laki itu mengambil satu ekor domba jantan, dia melihat bahwa domba itu yang menanggung dosanya. Dia yang seharusnya dihukum tetapi domba itu yang disembelih. Kalau sekarang ini kita menyadari bahwa memang wajar dan pantas kita dihukum maka lihatlah Yesus di Golgota, Dia yang menanggung dosa kita. Makanya jangan kita khianati Dia. Cintailah Yesus kekasihmu, belahan jiwamu.

Domba itu diambil dan disembelih, kemudian dipotong-potong dan dibakar sebagai korban penghapus dosa dan penghapus salah. Seandainya domba itu ditanya “kenapa kau rela disembelih, kenapa kau rela dipenggal-penggal dan dipanggang di situ”. Andaikata dia bisa menjawab maka dia akan berkata “karena dia itu”. Coba bayangkan bagaimana bahasa Tuhan ketika saudara datang minta ampun “Aku gantikan engkau dan Aku ampuni dosamu”.

Jangan membangun jalan sendiri, jangan kita lempar kesalahan pada orang lain. Jangan kita sudah salah kemudian mengkambinghitamkan situasi dan kondisi, kita tidak akan mendapatkan hilasmos, tidak akan mendapatkan pendamaian kalau kita tetap bersikap seperti itu. Makanya tidak akan dipercayai Tuhan kehidupan seperti itu. Sekalipun dia gigih mencari jiwa, dia akan mendapatkan jiwa untuk dirinya sendiri tetapi tidak masuk dalam daftarnya doanya Tuhan, berarti tidak masuk dalam persekutuan Tubuh Kristus.

Sidang jemaat, hargailah Korban Kristus. Bila salah katakanlah “Tuhan Yesus, aku salah” dan datanglah kepada imam untuk menanganinya dan dia akan mendoakan serta mendamaikan dengan Bapa di Sorga lewat Korban Kristus. Jangan dibuat ribet, jangan dibuat sulit. Jalan yang paling simple kita datang mengaku.
Yeremia 3:11-12
3:11 Dan TUHAN berfirman kepadaku: "Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu.
3:12 Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.

Manfaatkan kemurahan Tuhan. Manfaatkan korban pendamaian. Manfaatkan darah Anak Domba jantan.

Yeremia 3:13
3:13 Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Tidak mendengarkan suaraKu, berarti tidak mendengarkan perkataan hamba Tuhan. Sebab suara Tuhan itu lewat hamba Tuhan.

Tuhan selalu menawarkan solusi, tinggal kita yang mau memanfaatkan ini atau tidak. Supaya Tuhan percaya kita biarlah kita berdamai dengan Tuhan. Kalau kami hamba Tuhan berdamai dengan Tuhan maka 2000 tahun yang lampau nama jiwa yang kita layani itu sudah masuk dalam daftar doa Tuhan Yesus. Sekarang Tuhan Yesus ada di hadapan Bapa menjadi pengantara, menjadi pendoa syafaat untuk kita sekalian.


Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar