20170225

Kebaktian Doa, Sabtu 25 Februari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Yohanes 1:35-39
1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
1:39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Yohanes adalah seorang nabi dan sekaligus seorang guru. Ada dua hal yang Yohanes ajar:
1.      Yohanes mengajar murid-muridnya bagaimana berdoa.
Lukas 11:1
11:1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."

Ternyata Yohanes Pembaptis ini adalah pengajar dalam hal berdoa, bagaimana seharusnya berdoa. Dua murid yang mengikut Tuhan Yesus itu adalah antara lain dari murid Yohanes yang mendapatkan pengajaran tentang berdoa.

Tuhan Yesus juga mengajar murid-murid, tetapi itu permintaan murid-muridNya. Doa yang diajar oleh Tuhan Yesus ada pada Matius pasal 6. Kita tidak melihat dalam Alkitab bagaimana Yohanes mengajar murid-muridnya berdoa. Contoh yang paling tepat dalam Alkitab kita lihat bagaimana Yesus mengajar murid-muridNya untuk berdoa.

2.      Yohanes mengajar murid-muridnya bagaimana seharusnya berpuasa.
Markus 2:18
2:18 Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"

Jadi mengajar berdoa dan berpuasa ini ternyata satu poin yang penting dalam Alkitab. Sebab Yohanes sebagai nabi mengajar muridnya berdoa dan berpuasa.
Mari kita lihat bagaimana Yesus mengajar untuk berdoa. Ini adalah contoh yang paling tepat, sebab tidak ada secuil kata bagaimana Yohanes mengajar murid-muridnya berdoa. Hanya dikatakan bahwa dia mengajar murid-muridnya berdoa.
Matius 6:5
6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Ini doa dan ibadah yang dipertontonkan, dipromosikan, itu tidak wajar di hadapan Tuhan.

Matius 6:6
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
Jadi berdoa itu bukan sesuatu yang seperti reklame.

Matius 6:7-9
6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

Ini ajaran Tuhan:
1.      Bapa
Kedudukan orang yang berdoa memposisikan diri sebagai anak yang bermohon kepada Bapa. Itu hubungan kekeluargaan. Berarti orang yang berdoa ini adalah orang yang ada pada posisi sebagai anak alias sudah lahir baru di dalam keluarga Allah. Bagaimana orang memanggil saya bapa kalau saya tidak tahu orang itu dari mana, anaknya siapa.

Makanya kalau kita berdoa kita harus paham dulu, apakah orang yang berdoa itu sudah terserap dalam keluarga Allah atau belum. Biarpun berteriak “Bapa” Tuhan akan berkata “kapan Aku melahirkan engkau”. Jadi kalau kita berdoa kita harus memposisikan diri benar-benar sebagai anak, berarti telah dilahirkan kembali. Ini yang penting yang harus kita jabarkan dalam diri kita.

Kadang kita berteriak, tetapi kita belum menjadi anggota keluarga Allah, kita masih orang asing. Kalau sifat kita bagaikan orang asing, cirinya suka memakan bangkai. Dia itu bukan anak. Sekarang kita mengatakan “saya anak”. Tetapi kalau warna hidupmu suka bersekutu dengan bangkai berarti anak yang berandal, anak yang nakal. Sudah anak tetapi mengkonsumsi barang-barang yang tidak patut, barang-barang yang terlarang dalam keluarga Allah. Jangan kita mengkondisikan diri sebagai anak Tuhan tetapi praktek hidupnya malah seperti orang asing.

Ulangan 14:21
14:21 Janganlah kamu memakan bangkai apa pun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya."
                                                                                                                                                                                                                                                      
Jadi praktek anak yaitu tidak mengkonsumsi bangkai. Kalau masih orang asing, suka mengkonsumsi bangkai, berarti mengkonsumsi hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Sebelum kita mengenal Tuhan kita ini orang asing, kita bagaikan bangkai di hadapan Tuhan karena kita mati.
Efesus 2:1
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Apapun yang indah pada diri kita di mata manusia, katakanlah itu suatu kepujian di mata manusia, tetapi kalau saat itu kita masih dalam suasana asing, belum menjadi keluarga Allah berarti kita kafir. Setelah kita menjadi keluarga Allah mengenakan lagi hal-hal itu, maka orang itu dikategorikan binatang memamah biak tetapi berkuku ganjil atau berkuku genap tetapi tidak memamahbiak. Berarti dia orang Kristen tetapi kafir. Orang seperti ini sulit untuk masuk dalam pembentukan Tubuh Kristus.

Kalau kita mengatakan anak Bapa di Sorga maka kita harus mengkonsumsi apa yang ada di meja Bapa, jangan makan bangkai, jangan bersekutu lagi dengan dunia yang menghentar dalam kematian. Apa yang kita lakukan sebelum mengenal Tuhan itu adalah perilaku asing, pakaian asing, tatanan asing, hiasan asing (kafir).

Kita harus memperhatikan apakah benar kita sebagai anak yang ada hubungan dengan Bapa di Sorga. Dalam artian genetika Bapa di sorga itu turun kepada kita. Berarti karakter Bapa di Sorga pelan tetapi pasti akan terlihat pada anakNya.
1 Petrus 3:15a
3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan!

2.      Kami
Setelah menyebut “Bapa” disambung dengan kata “kami”. Berarti kita tidak sendiri. Lihat kiri, kanan, muka, belakang, ada saudaramu yang sejawat, yang sama-sama lahir baru yang serempak serta ada kesehatian satu dengan yang lain, saling peduli satu dengan yang lain.

Jangan sesama anggota jemaat bersama-sama mengatakan “Bapa kami” tetapi bertengkar terus. Itulah yang menjadi penyebab apa yang kita pohonkan kepada Bapa itu jawabannya lambat. Atau bisa saja terjadi seperti Ulangan pasal 24, langit bagikan tembaga, artinya tidak ada jawaban apa-apa. Bahkan sekalipun jawaban doa sudah dikirim oleh Tuhan, toh masih ada yang menghalang-halangi jangan datang jawaban doa itu, itulah yang dialami Daniel.

Dia berdoa dan berpuasa 21 hari, nanti tanggal 24 baru dapat jawaban. Berarti dia mulai berdoa dari tanggal 3 bulan 1. Besoknya sudah mau masuk pada minggu pertama di mana Yesus disiapkan untuk disalib, Domba itu sudah disendirikan. Jawaban doanya turun tanggal 24, itu perbandingannya adalah saat kedua kali Tuhan Yesus menampakan diri kepada murid-murid dan sudah masuk Tomas di dalamnya.

Jadi doa puasa kita harus terkait dengan Anak Domba Allah. Kita menyebut Bapa, dari mana kita punya peluang untuk menyebut Tuhan itu Bapa kita? Dari Anak Domba yang tersembelih. Kalau Anak Domba Allah tidak tersembelih maka kita tetap orang asing. Kalau oleh karena korban sembelihan Anak Domba ini membuka peluang kita lahir dalam keluarga Allah, maka hargailah Korban Kristus.

Daniel berdoa 3 minggu:
a)      Minggu pertama kena persiapan Anak Domba.
b)      Minggu kedua kena kebangkitan Tuhan Yesus.
c)      Minggu ketiga kena Tuhan Yesus menampakkan diri kepada sebelas muridNya.

Kalau saudara menyapa Tuhan itu Bapamu maka ingat ada peluang saudara menyebut Dia Bapa karena ada Anak Domba yang disembelih. Kalau sudah menghargai Anak Domba maka saudara tidak akan berat untuk masuk dalam kelahiran baru atau baptisan air. Kalau sudah dibaptis jangan lagi kita mengkonsumsi hal-hal yang dulu kita konsumsi sebelum menjadi anak Tuhan. Hal ini harus kita jiwai.
Ibrani 10:25
10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Saya sebagai hamba Tuhan sangat pilu dan sedih kalau melihat ada anak Tuhan yang sudah lahir baru tetapi masih suka hidup dengan cara asing, cara kafir, kasihan nanti hidup itu. Karena saya melihat dengan mata rohani di balik apa yang dia lakukan itu ada bahaya maka saya menyampaikan Firman yang berisi teguran dan nasihat. Supaya orang itu tidak jatuh pada pelukan iblis/ pelukan antikristus binatang buas itu. Tetapi tergantung tiap-tiap pribadi.

Sifat Bapa itu memang suka memberi. Tetapi walaupun sudah siap memberi, Dia ingin orang yang mau diberi itu ada kesiapan hati. Dia tidak beri begitu saja tanpa orang itu tidak siap, sebab itu bisa menjadi bencana bagi orang itu sendiri.

Kata “kami” berarti ada toleransi satu dengan yang lain. Suami isteri, kakak beradik, sesama anggota Tubuh Kristus utama satu sidang jemaat. Tidak usah kita bicara sidang jemaat yang lain. Antara sidang jemaat Smirna atau Filadelfia dulu. Masing-masing kita lihat toleransi kita bagaimana. Apakah saudara melihat sesama yang duduk sebangku mendengarkan Firman itu termasuk bagian dari kata “kami”. Memperhatikan sesama sidang jemaat itu adakah praktek dari kata kami. Jangan saling menggigit, gila hormat, saling menelan dan akhirnya binasa.
Galatia 5:26,15
5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.
5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Kalau kata kami dipraktekkan maka tidak akan ada seperti ayat ini. Indah kalau kita mengerti nilai doa yang diajar oleh Tuhan Yesus.
Galatia 6:10
6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

3.      Yang di Sorga
Bapa kita itu ada di Sorga. Sorga itu suasananya kebenaran, kekudusan. Kalau menyebut Bapa kami dalam kerajaan Sorga, berarti kita tahu suasana kesucian. Bapa yang di Sorga itu melihat ke bawah, apakah kita ada dalam perjuangan, ada dalam pergumulan, ada upaya untuk hidup di dalam kebenaran dan kekudusan? Baru upaya saja Tuhan sudah melihat apalagi kalau kita sudah hidup dalam kekudusan. Dari pihak kita harus ada upaya, kalau ada upaya maka Tuhan akan menopang memberikan kekuatan dan kemampuan untuk bisa ada dalam kekudusan.
1 Petrus 1:15-16
1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Betapa indahnya kalau dalam nikah rumah tangga, suasana kebenaran dan kekudusan itu ditransfer dari sorga. Kita belum masuk sorga tetapi sudah merasakan sorga mini dalam rumah tangga.

Kalau kita ada niat dan kemauan untuk hidup dalam kekudusan maka segera Tuhan akan memberikan kemampuan yang ajaib baginya. Tetapi kalau orang itu cuek, acuh dan tidak punya niat maka Tuhan juga tidak mempedulikan. Langkah pertama itu kita punya, langkah kedua dan seterusnya itu Tuhan punya urusan. Olehnya ayo buktikanlah bahwa saudara adalah orang-orang yang diajar oleh Mempelai Laki-laki Sorga, bagaimana kita berdoa

Kata “tersembunyi” dalam Matius pasal 6 ini ada 6 kali juga dikaitkan dengan doa dan sedekah. Sedekah ini adalah untuk kemuliaan nama Tuhan dan bagaimana untuk menolong orang lain.
Matius 6:4,6,18
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan 1tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang 2tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat 3tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang 4tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat 5tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang 6tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Berarti di manapun kita berada, di tempat yang tersembunyipun, di situ Tuhan melihat. Kata tersembunyi ini ada dua hal pengertiannya. Bagi Tuhan, Tuhan melihat di mana kita tersembunyi. Yang kedua supaya jangan kita berulah menyembunyikan sesuatu sebab memang Tuhan melihat.

4.      Dikuduskanlah namaMu
Bagaimana supaya kita menguduskan nama Tuhan?
Yesaya 43:7
43:7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Dikuduskanlah namaMu itu akan terasa dalam diri kita bahwa kita dicpta oleh Tuhan, dibentuk dan dijadikan, berarti ada perubahan. Jangan mengatakan “dikuduskanlah namaMu tetapi tidak ada perubahan hidup. Tidak menikmati pekerjaan Tuhan mencipta, membentuk dan menjadikan kita.

Ini sama dengan menyebut Bapa di Sorga tetapi bohong. Ajaran Tuhan tentang doa ini jangan hanya dilafalkan, tetapi mana prakteknya. Benarkah orang itu Tuhan ciptakan, bentuk dan dijadikan. Jangan sampai kita tidak ada perubahan dari anak muda remaja, menikah, usia pertengahan bahkan sampai lansia tetap tidak ada perubahan. Contoh dari kecil sudah belajar minum minuman keras dan merokok, ketika sudah besar tetap seperti itu. Mana bukti penciptaan dalam dirinya. Mana bukti kita berucap “dikuduskanlah namaMu”.

Yohanes mengajar muridnya berdoa dan orang Farisi juga mengajar berdoa. Tetapi ternyata doa orang Farisi itu disebut munafik. Ini yang tidak boleh ada pada kita. Katakanlah “Bapa” berarti kita sudah dilahirkan dalam keluarga Allah. “Kami” berarti saya melihat saudara di sekitarku, berarti saling membutuhkan satu dengan yang lain, ada toleransi satu dengan yang lain. Bukan toleransi kucing dan tikus. Waktu kucing masih kecil, dia toleransi terhadap tikus yang besar. Tetapi setelah kucing sudah besar, tikus itu dimangsanya.

Jaga toleransi kita, bahu membahu dengan bibir yang bersih.
Zefanya 3:9-10
3:9 "Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.
3:10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku.

Berarti Tuhan yang beraksi, pekerjaan membentuk, menciptakan dan menjadikan itu telah selesai. Karena bangsa-bangsa sudah memiliki bibir yang bersih.

Bahu membahu berarti ada praktek kata kami di situ. Bibir yang bersih berarti ada nilai kata kudus di situ. Akhirnya terjadi persekutuan Tubuh Kristus, semoga ini semua kita jalani. Sekarang ini semua itu masih proses “Kubentuk, Kujadikan, Kuciptakan”. Untuk menciptakan itu harus menerima Firman kebenaran yang sungguh. Jangan kita jatuh pada yang salah.
Efesus 4:22-24
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Ada kekudusan tetapi tidak sesungguhnya, jangan kita tertipu. Kenapa tidak sesungguhnya? Karena kebenaran Tuhan dicampur dengan kebenaran manusia. Apa lagi kalau kebenaran manusia yang dominan. Itu bukan kekudusan yang sesungguhnya.
Roma 10:1-3
10:1 Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.
10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

Kebenaran yang sesungguhnya itu murni pekerjaan Firman Tuhan, tidak ada campur kebenaran manusia. Itu kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Tuhan yang menciptakan, membentuk dan menjadikan, apa yang Tuhan ciptakan, dibentuk dan dijadikan itu motivasinya untuk kemuliaan nama Tuhan.
Kolose 3:10
3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Doa-doa yang kita naikan jangan hanya sekedar dilafalkan. Jangan hanya indah terdengar tetapi hanya mulut dan hatinya jauh dari Tuhan. Ini jangan terjadi pada kita. Mari kita mau belajar kepada doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.
Murid Yohanes diajar oleh Yohanes bagaimana berdoa. Orang Farisipun diajar oleh guru-gurunya bagaimana berdoa dan mereka lakukan tetapi seperti bentuk ajaran mereka sehingga perilaku mereka seperti apa yang diajarkan oleh gurunya. Kalau kita diajar oleh Tuhan Yesus bagaimana kita berdoa maka kita akan hidup seperti guru kita yang mengajar, berarti menjadi Mempelai Wanita untuk Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Jangan kita takut, sampai soal makanpun disisipkan dalam doa itu. Artinya jaminan jasmanipun, dalam doa Bapa kami, disisipkan oleh Tuhan. Apa lagi yang mau kita ragukan karena kita adalah anakNya.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar