20170212

Kebaktian Umum, Minggu 12 Februari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Hamba Tuhan bukan dipanggil untuk mencari uang dan mencari makan tetapi untuk melayani jiwa-jiwa. Bedanya hamba Tuhan dengan yang lain, bukan dia yang mencari uang dan makanan tetapi uang dan makanan yang mencari dia. Kalau motivasi pelayanan itu untuk mencari uang dan mencari makan maka jangan harap dia bisa membawa sidang jemaat menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Pelayan yang seperti itu tidak akan ada lagi pergumulan untuk keselamatan sidang jemaat, apalagi kalau yang dia lakukan tinggal melihat-lihat handphone. Mana lagi ada waktu untuk menyelidik Firman Tuhan.

Wahyu 2:8-11
2:8 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
2:11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Asal surat ini ada dua keadaan yang Dia perlihatkan walaupun dari satu oknum:
1.      Dari Yang Awal dan Yang Akhir
2.      Yang telah mati dan hidup kembali

Tuhan tampil sesuai keadaan sidang jemaat Smirna. Smirna berasal dari kata mur. Mur ini adalah getah kayu. Kulitnya disayat dan keluar getah yang namanya getah mur dan itu pahit rasanya.

Sidang jemaat Smirna yang diperlihatkan Tuhan kepada kita ini memang kondisinya selalu diperhadapkan dengan pengalaman pahit. Apalagi di sini mereka diperhadapkan dengan dua masalah, itulah keadaan pahit dari Smirna.
1)      Yang pertama berasal dari lingkup saudara-saudara dan sahabat-sahabat mereka sendiri yang menfitnah. Jadi dalam sidang jemaat ini ada roh fitnah. Itu menyakitkan hati gembala dan sebagian dari sidang jemaat Smirna. Ini yang membuat mereka sakit dan pahit. Memfitnah ini sama dengan mengadukan dan pengaduan-pengaduan atau fitnah mereka ini tidak beralasan. Itu berangkat dari kecemburuan, iri hati dan kebencian.

Mestinya sidang jemaat yang digembalakan oleh satu gembala, memiliki rohani yang seragam. Sekalipun itu saudara, sekalipun itu sahabat, sekalipun itu teman, di antara mereka ada perkumpulan-perkumpulan kecil. Bila mereka bertemu mereka hanya memfitnah temannya. Si A mengadu pada si B, si B mengadu pada si C. Sehingga sirkulasi dalam kelompok ini isinya hanya fitnah sehingga mereka disebut jemaat iblis, sekalipun mereka digembalakan oleh pribadi yang sama. Ini yang harus kita waspadai hari-hari terakhir ini.

Kita ini mengaku sebagai anggota Tubuh Kristus. Sebagai anggota Tubuh Kristus semestinya bila ada keprihatinan satu dengan yang lain. Begitu yang satu menderita kita harus ada impati kepadanya. Tetapi dalam sidang jemaat Smirna ini tidak begitu, ternyata di dalamnya ada kelompok kecil dan Tuhan memberi nama “jemaat iblis”. Tepatlah kalau Tuhan mengatakan jemaat iblis karena fitnah dalam bahasa aslinya diabolos, iblis juga dalam bahasa gerika disebut diabolos. Makanya pemfitnah ini ada dalam rangkulan iblis. Ini tidak wajar dalam anggota tubuh Kristus. Ini jangan sampai ada pada kita. Pengaduan-pengaduan itu sama dengan fitnah.
Ayub 17:5
17:5 Barangsiapa mengadukan sahabatnya untuk mencari keuntungan, mata anak-anaknya akan menjadi rabun.

Fitnah itu sebenarnya motivasinya karena keuntungan jasmani. Banyak keuntungan di sini bisa secara finansial, harta bahkan keuntungan popularitas. Kalau pemfitnah ini adalah seorang bapak atau ibu maka mata anaknya menjadi rabun. Rabun berarti matanya hanya bisa melihat sebatas di sekitarnya saja dan tidak bisa melihat jauh. Karena bapak ibunya hanya melihat yang duniawi, tidak bisa melihat ke atas, tidak bisa melihat rencana Tuhan, akhirnya anaknya seperti itu.

Kalau saya gembala seperti itu maka jemaat akan jadi seperti itu, karena jemaat itu anak rohani gembala. Betapa beratnya tanggung jawab gembala. Gembala itu ada dalam dua kepribadian, sebagai ibu dan sebagai bapak. Kalau saya seperti itu kasihan sidang jemaat, fatal saya dan fatal sidang jemaat. Akhirnya dari mimbar hanya bicara yang jasmani, jemaat hanya didorong untuk mencari yang jasmani dan lupa perkara yang kekal. Ini berbahaya! Makanya saya yang duluan ditegur Tuhan. Andaikata kami suami isteri hanya melihat yang jasmani, untuk apa kami datang melayani di sini. Sebab sudah diberkati secara jasmani di Makasar.

Jangan sampai ada roh suka mengadu sehingga akhirnya hidup itu menjadi rabun, artinya hanya melihat yang ada di sekitarnya, hanya melihat dunia. Orang seperti itu tidak akan tahan terhadap sandungan.
II Petrus 1:9
1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

Buta dalam hal ini adalah rabun.

II Petrus 1:10
1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.

Orang yang rabun dan picik inilah yang seringkali tersandung, tidak sanggup menerima Firman pengajaran. Ini jangan sampai terjadi pada diriku, sebab akan berimbas pada jemaat yang digembalakan. Untung jemaat di Smirna tidak semua seperti itu, tetapi ada kelompok kecil yang seperti itu.

Ayub 17:5,9
17:5 Barangsiapa mengadukan sahabatnya untuk mencari keuntungan, mata anak-anaknya akan menjadi rabun.
17:9 Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.

Kalau kita punya sifat melawan apa yang ada pada ayat 5 maka ayat 9 menjadi karakter saudara. Kita bukannya akan bertambah lemah tetapi bertambah-tambah kuat. Kenapa? Sebab orang ini ada di kemah Tuhan, ada di gunung Tuhan. Tetapi yang rabun, yang pikirannya penuh dengan fitnah, pengaduan, kebencian dan iri hati, Alkitab mengatakan mereka tidak bisa ada di gunung Tuhan dan tidak bisa ada di kemah Tuhan.

Mazmur 15:1
15:1 Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?

Untuk sementara kita hanya sebagai penumpang, tetapi lama kelamaan kita menjadi penghuni yang asli. Untuk itu kita harus masuk dalam ujian. Kalau masuk dalam satu perusahaan, tiga bulan pertama masih percobaan. Kalau tidak lolos maka dikeluarkan kembali. Itu sebabnya tadi disebutkan lebih dahulu seperti penumpang.

Mazmur 15:2
15:2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,

Dia menyampaikan kebenaran, tidak peduli diterima atau tidak, sebab dia ada di gunungnya Tuhan. Gunung Tuhan adalah tempatnya Firman pengajaran, di situ juga rumahnya Tuhan.
Yesaya 2:1
2:1 Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.

Orang seperti ini mengatakan kebenaran dengan segenap hati, tidak peduli dia akan dilawan atau tidak.

Mazmur 15:3
15:3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;

Orang yang suka menyebarkan fitnah ini tidak akan mengerti Firman pengajaran. Sulit dia cerna, sulit dia menerima Firman pengajaran. Jemaat Smirna diuji oleh Tuhan karena di dalam mereka ada diabolos, ada pemfitnah, kaki tangan iblis.

Yeremia 9:4
9:4 Baiklah setiap orang berjaga-jaga terhadap temannya, dan janganlah percaya kepada saudara mana pun, sebab setiap saudara adalah penipu ulung, dan setiap teman berjalan kian ke mari sebagai pemfitnah.

Ini kita jaga, ternyata ada kelompok kecil dalam jemaat Smirna ini. Sebenarnya si pemfitnah ini sama dengan menista anggota Tubuh Kristus dan menjelek-jelekkan pengajaran berarti menjelek-jelekkan Kepala.

Sebagai hamba Tuhan saya harus bergumul, jangan sampai pengajaran saya jelek-jelekkan dan jangan sampai saya memfitnah sesama anggota Tubuh Kristus.

Yeremia 9:3,5
9:3 Mereka melenturkan lidahnya seperti busur; dusta dan bukan kebenaran merajalela dalam negeri; sungguh, mereka melangkah dari kejahatan kepada kejahatan, tetapi TUHAN tidaklah mereka kenal.
9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorang pun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

Lawan dari ayat di atas adalah:
Mazmur 15:2-3
15:2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
15:3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;

Akhir zaman ini kiprah iblis begitu luar biasa untuk menjatuhkan kita. Banyak lubang jebakan iblis yang ditaruh di tengah jalan supaya kita terjebak. Olehnya kita harus hati-hati, sayapun sebagai hamba Tuhan harus waspada. Tetapi Ayub tadi mengatakan bahwa kita akan bertambah kuat asal tetap pada jalurnya. Siapa yang tidak merindukan seperti ini? Pertama saya yang merindukan ini yaitu tetap pada jalur yang benar dan bertambah kuat.

Tetap di kemah Tuhan berarti melekat pada Tubuh Kristus. Walaupun ketika masuk dalam proses diuji bisa saja satu waktu terpental. Tetapi kalau kita tetap kuat berarti kita tidak lepas dari kemah Tuhan.

Orang yang bersih tangannya artinya pelayanannya dalam tahbisan yang benar, Tuhan akan memfasilitasi bahkan roti dan airnya disediakan Tuhan. Itu harus menjadi kerinduan kita yang mendalam.
Yesaya 33:15
33:15 Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,

Pemfitnah itu sejalan dengan penumpahan darah.
Yehezkiel 22:9
22:9 Padamu berkeliaran orang-orang pemfitnah dengan maksud mencurahkan darah dan orang makan daging persembahan di atas gunung-gunung; kemesuman dilakukan di tengah-tengahmu.

Orang yang diam di kemahnya Tuhan tidak suka melihat kejahatan. Melihat saja yang jahat dia tidak suka apalagi melakukan kejahatan.
Yesaya 33:16
33:16 dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.

Apalagi yang kita harus risaukan, apalagi yang membuat kita galau kalau roti dan air disediakan oleh Tuhan. Artinya kita akan kelimpahan roti Firman dan kelimpahan air Roh Kudus yang menyegarkan.

Tetapi kenapa yang dialami justru kebalikannya? Karena tidak serius dengan Tuhan, tidak menanggapi kebenaran Firman Tuhan, tidak melangkah pada jalan Tuhan sehingga bukannya bertambah kuat malah bertambah lemah. Alangkah ironisnya kalau saya semakin lemah dalam pengajaran. Mengapa? Karena mata sudah rabun dan hanya melihat yang dekat. Beginilah kalau pandangan kita hanya terarah pada apa yang nampak di depan dan tidak melihat jauh, tidak bisa melihat kekayaan Sorga. Akhirnya akan menjadi sperti itu.

Hal inilah yang dihadapi jemaat Smirna, ini yang menggangu mereka. Tuhan mengatakan mereka kaya padahal mereka miskin.
Wahyu 2:9
2:9 Aku tahu (pekerjaanmu) kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

Wahyu 2:9 (Terjemahan English)
2:9 I know thy works, and tribulation, and poverty, (but thou art rich) and I know the blasphemy of them which say they are Jews, and are not, but are the synagogue of Satan.

Mereka miskin jasmani tetapi kaya rohani. Kata miskin yang digunakan di sini adalah penes artinya miskin dalam arti pas-pasan. Kalau kata miskin yang digunakan untuk jemaat Laodekia adalah putoheia artinya miskin dan melarat sekali. Padahal secara jasmani terlihat kaya tetapi rohaninya ambruk. Kekayaan jasmani hanya berakhir di kubur. Tetapi kekayaan rohani akan terus sampai jumpa dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Kebalikan jemaat Smirna adalah jemaat Laodekia. Laodekia ditaruh pada urutan terakhir dan inilah kondisi gereja di akhir zaman ini. Ini diperlihatkan Tuhan dan jangan terjadi pada kita.

Jemaat Smirna ini kelihatan sederhana tetapi mereka kaya kemurahan, kaya iman, kaya belas kasihan. Itu kaya dalam arti rohani. Itu sama dengan jemaat-jemaat di Makedonia, di sana ada Tesalonika, ada Filipi, ada Kolose. Walaupun secara jasmani miskin, tetapi mereka kaya rohani. Mereka malah berbuat lebih dari kesanggupan mereka. Itulah yang kaya rohani.

Pemfitnah itu sejalan dengan penumpahan darah. Orang seperti ini sulit dapat jaminan Tuhan dengan roti. Kalau selalu ada niat penumpahan darah artinya ada kebencian maka Tuhan tidak akan percayakan roti, tidak akan percayakan pembukaan rahasia Firman. Sebab membenci itu sama dengan membunuh.

Kalau orang dunia difitnah maka karakternya dihancurkan serta karirnya semakin hancur dan yang memfitnah itu yang semakin kuat dan mendapat posisi yang baik karena dia menyebar pengaduan. Tetapi kalau kita di dalam Tuhan dan ada pada ranah yang rohani yang terjadi sebaliknya, silahkan orang memfitnah kita maka kita yang akan diberkati dan semakin kuat, sedangkan yang memfitnah kita yang akan hancur.
Matius 5:11
5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Kalau kita mau mempertahankan yang rohani yaitu kebenaran Firman, pertahankanlah dengan serius. Kalau kita difitnah, dicaci, diumpat, dinista, itu terserah mereka. Daud itu kenyang dengan nistaan oleh Saul, dia difitnah macam-macam serta mau dibunuh, tetapi Daud semakin kuat dan Saul semakin lemah. Apakah kita takut dinista, takut dicaci, takut difitnah, takut dimaki, takut dikata-katai karena Tuhan? Kalau kita menerima itu semua maka kita tambah kuat, tetapi kalau takut maka hancurlah saudara.

Yehezkiel 22:9
22:9 Padamu berkeliaran orang-orang pemfitnah dengan maksud mencurahkan darah dan orang makan daging persembahan di atas gunung-gunung; kemesuman dilakukan di tengah-tengahmu.

Fitnah, pencurahan darah atau kebencian, makan daging persembahan berhala dan kenajisan, itu adalah ciri Babel. Saudara lihat nasibnya Babel, apakah dia tambah kuat dan tambah jaya? Tidak! Dalam tempo satu jam dia dibakar oleh Tuhan. Olehnya jangan kita ada kebencian, makan daging persembahan berhala, melakukan kemesuman atau kenajisan sebab nantinya akan dibakar Tuhan. Olehnya itu kita berbahagia sebab ada pengajaran Tuhan tampil mengoreksi kita.

Pengajaran Firman Tuhan dan penampilan Mempelai Wanita Tuhan identik dengan gunung.
Yesaya 2:2-3
2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
2:3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Di gunung Tuhan ada roti dan ada air. Siapa yang bisa ke sana? Yang bersih tangannya, yang tidak ada niat penumpahan darah dan tidak ada kemesuman di dalamnya karena dibersihkan oleh Firman Tuhan.

Gereja Tuhan disebut seperti kota di atas gunung.
Wahyu 21:9-10
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

Matius 5:14
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Kota di atas gunung ini adalah gambaran sidang Mempelai Wanita Tuhan. Dia tidak bakal tersembunyi karena memancarkan sinar kemuliaan Tuhan. Mungkin sekarang kita tidak dilirik orang dan orang tidak peduli, tetapi tidak akan tersembunyi dan satu saat akan mencuat. Makanya jangan takut dengan fitnah. Kita berbahagia dan bersyukur kepada Tuhan sebab kalau difitnah, kita akan tambah kuat bahkan bertambah jaya karena kita ada di atas gunung.

2)      Mereka dihadapkan pencobaan 10 hari. Angka 10 ini adalah angka Firman sepenuh. Sebab pada dua loh batu tertulis 10 hukum. Pada loh batu pertama ada 4 hukum berisi kasih kepada Allah, loh batu kedua ada 6 hukum berisi kasih kepada sesama. Tuhan Yesus mengatakan pada dua hukum ini tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Matius 22:40
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Jemaat Smirna ini diberikan Tuhan motivasi agar jangan sampai menjadi lemah rohaninya dan merasa berat masuk dalam ujian iman.
Wahyu 2:10
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Dipenjara berarti dirampas hak hidup, dirampas kebebasan dalam Firman dan Roh Kudus. Mahkota akan Tuhan berikan kepada kehidupan yang tangguh menghadapi Firman sepenuhnya.

Dulu Smirna dikuatkan oleh Tuhan, sekarang untuk kita umat Tuhan. Smirna ini sepertinya berat kakinya melangkah untuk melakukan Firman, tetapi Tuhan katakan “jangan takut”. Nampaknya hak-haknya akan dirampas. Hak apa? Sebenarnya hak itu adalah keinginan daging kita. Itu mau diganti dengan kemuliaan Sorga.

Kapan penderitaan 10 hari atau penyucian Firman itu berhenti?
Yesaya 28:28-29
28:28 Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur.
28:29 Dan ini pun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan.

Tidak mungkin saudara masuk dalam proses penyucian kemudian saudara hancur lumat dan tidak bisa berdiri lagi. Tuhan tahu kapan penyucian itu berakhir, Tuhan tahu kapan berhenti mencambuk kita.

Kita semua jangan berputus asa “kenapa saya harus seperti ini”. Jemaat Kristus Penebus dan jemaat Gosyen Diora, tidak usah putus asa. Tuhan tahu keputusanNya, Dia tahu kapan menghentikan proses penyucian itu kalau yang Dia cari sudah Dia dapatkan dari kehidupan saudara. Dia akan menemukan kehidupan kita sudah pantas menjadi Mempelai Wanita Tuhan= sebab berhasil dalam penyucian.

Berat ujian-ujian yang kami hadapai mulai dari diriku, isteriku dan anak-anakku. Tetapi melihat tangan Tuhan selalu terulur menghadapi sidang jemaat, maka kami melihat keputusan Tuhan tidak pernah salah.

Marilah kita kuat berada di kemah Tuhan, kita bertahan di dalam gunung Tuhan. Alias kita bertahan dalam persekutuan tubuh Kristus, bertahan dalam Firman pengajaran sehingga ketika Tuhan datang, Dia menemukan kita tetap berada di sana. Jangan takut dengan fitnahan orang.

Amsal 26:20
26:20 Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran.

Berarti dalam sidang jemaat Smirna itu ada masalah di dalamnya karena ada pemfitnah dan itu menimbulkan pertengkaran entah besar atau kecil. Apalagi kalau yang difitnah itu benar kelihatan masuk dalam kesusahan, pasti yang memfitnah itu bersorak. Tetapi kalau saudara mau habis pemfitnah itu maka kayu harus dibakar. Artinya kedagingan kita harus dibakar dengan api Firman. Karena Firman adalah api yang menghanguskan. Berarti hawa nafsu daging kita dibakar oleh api Firman Tuhan.
Yeremia 23:29
23:29 Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

Jemaat Smirna tentu ada masalah baik kecil ataupun besar karena ada pemfitnah. Apalagi kalau pemfitnah ini melihat yang dia fitnah masuk dalam ujian, tentu dia bersorak “baru dia rasa!”. Jangan kita seperti itu.

Mazmur 73:1-14
73:1 Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.
73:2 Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.
73:3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
73:4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;
73:5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.
73:6 Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan.
73:7 Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.
73:8 Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati.
73:9 Mereka membuka mulut melawan langit, dan lidah mereka membual di bumi.
73:10 Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka, mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah.
73:11 Dan mereka berkata: "Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?"
73:12 Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang selamanya!
73:13 Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.
73:14 Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi.

Jadi jangan dulu kita katakan kalau melihat ada orang kena tulah berarti memang dia tidak benar. Jangan cepat kita menyebarkan fitnah.

Mazmur 73:15-16
73:15 Seandainya aku berkata: "Aku mau berkata-kata seperti itu," maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu.
73:16 Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku,
73:17 sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.
73:18 Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.
73:19 Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!

Yang lenyap dalam sekejap mata itu adalah Babel. Itu sebabnya jangan saudara terlibat seperti itu, menjadi pilu hati dan berkata “kenapa ikut Tuhan malah begini rasanya”. Sebenarnya pada kita disiapkan sesuatu yang paling indah.

Tadinya Asaf membandingkan dirinya dengan pemfitnah. Akhirnya dia akhiri dengan perkataan:
Mazmur 73:25
73:25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

Berarti dia menempatkan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga di atas segala-galanya. Dia tidak risau melihat 10 hari penderitaan yang harus dia alami karena mau melakukan kebenaran Firman Tuhan.

Mari kita lebih menempatkan Yesus di atas segala-galanya walaupun yang terjadi itu diluar yang saudara inginkan. Tetapi yakinlah bahwa saudara siap dijadikan sebagai Mempelai WanitaNya.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar