20170219

Kebaktian Umum, Minggu 19 Februari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Wahyu 2:8-11
2:8 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
2:11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Smirna artinya pahit. Smirna itu berasal dari kata mur. Walaupun pahit, mur itu mencegah pembusukan dan menahan pendarahan dari luka yang terjadi pada tubuh manusia. Berarti ada daya yang ampuh di dalamnya untuk menghambat kematian. Ini ada pada jemaat Smirna. Jemaat ini diperhadapkan dengan orang-orang yang ada di dalamnya yang disebut saudara-saudara palsu. Mereka itu ada di dalam jemaat Smirna tetapi disebut jemaat iblis. Inilah yang menimbulkan kesengsaraan bagi jemaat Smirna. Karena saudara-saudara palsu inilah yang membuahkan Smirna ada dalam derita sengsara.

Kita perhatikan ini agar kita tidak mengkondisikan diri seperti saudara-saudara palsu ini. Mereka menyapa, beribadah bersama-sama, bekerja bersama-sama tetapi mulut mereka tidak digembok. Padahal dalam Mazmur dikatakan agar Tuhan menjadi penunggu bibirku. Itu adalah seruan atau doa dari raja Daud.
Mazmur 141:3
141:3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!

Mazmur 141:3 (Terjemahan Lama)
141:3 Ya Tuhan! taruhlah kiranya suatu penunggu di hadapan mulutku dan tunggui apalah akan pintu bibirku.

Berarti saudara-saudara palsu ini, mulutnya tidak ada hubungan dengan Tuhan. Sementara ucapan itu adalah cermin hati. Berarti ada dalam sidang jemaat Smirna, tetapi hatinya jauh dari Tuhan.

Alkitab mengkisahkan bahwa umat Israel menghampiri Tuhan tetapi hatinya jauh. Ini adalah nasihat Tuhan untuk saya terlebih dahulu. Jangan sampai kami ada dalam persekutuan tetapi bisa ada saudara palsu. Makanya perlu percikan darah, harus ada percikan darah. Kalau tidak menikmati atau merasakan percikan darah, hidup itu hanya menunggu hukuman. Dia ada di situ hanya menunda hukuman baginya tetapi sebenarnya Tuhan sudah merancang hukuman baginya dan tinggal menunggu waktu.

Saudara palsu itu banyak bicara namun hatinya tidak benar. Antara lain yang menyebabkan jemaat Galatia yang tadinya sudah ada dalam kondisi ruangan suci tetapi kembali ke halaman. Ada di halaman berarti akan masuk dalam sengsara besar.
Galatia 2:4
2:4 Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita.

Mereka selalu berulah, mengganggu, supaya menderita jemaat Smirna. Tujuannya untuk memperhamba. Maksudnya mereka ini adalah daging, bagian lain adalah umat Tuhan. Jadi supaya sama dengan mereka, maka mereka juga menginginkan agar yang lain ini juga diperhamba oleh daging. Manusia itu hanya sebatas daging kalau tanpa Tuhan. Kalau diperhamba oleh manusia itu sama dengan diperhamba oleh daging. Ini keadaan sebagian jemaat Smirna.

Secara lahiriah mereka disebut penesh, artinya miskin. Tetapi walaupun dalam keadaan dihimpit, ternyata bagian yang lepas dari jemaat iblis itu, rohaninya tetap melejit sehingga mereka dikatakan kaya rohani. Jadi himpitan, tantangan, cobaan, bukan itu yang akan membendung rohani kita. Kadang laju perjalanan rohani kita terhambat karena ada himpitan dan tantangan. Tetapi cermin Firman Tuhan kepada kita tentang sidang jemaat Smirna, tidak ada yang bisa mengempang rohani mereka untuk melejit walaupun ada yang menghimpit.

Jadi ukuran kaya rohani bukan karena segala sesuatu aman dan tenang sehingga dia beribadah tetapi dia disebut kaya rohani kalau dia berhasil menentang hal-hal yang menghimpit dia dan dia bisa lepas dari itu, lolos dari himpitan. Orang seperti itu yang kaya rohani.

Saudara palsu itu menyelundup masuk dalam sidang jemaat sebenarnya hanya menunda penghukuman bagi mereka, sebenarnya mereka sudah siap untuk dihukum.
Yudas 1:4
1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Yang dipikirkan jemaat iblis ini hanyalah bagaimana melampiaskan hawa nafsu daging mereka. Tidak ada pemikiran yang rohani tetapi mereka ada dalam jemaat. Kemudian mereka tidak mau dipimpin oleh Tuhan, bagi mereka tidak ada manfaatnya Tuhan menjadi Kepala, mejadi Penguasa bagi mereka. Jangan sampai kita berperilaku seperti itu.

Kalau kita adalah umat Tuhan berarti Yesus adalah Tuhan kita. Kalau ditujukan pada manusia disebut Tuan, berarti Dia adalah Majikan kita. Kalau Dia adalah majikan dan kita adalah hamba, kita adalah abdi maka pantaslah kita tunduk kepada Penguasa dan taat kepada Majikan kita. Itu bukti bahwa kita mengaku Yesus adalah Kepala kita. Tetapi jemaat iblis merasa tidak butuh namun mereka ada dalam jemaat hanya menunda penghukuman. Penghukuman sudah dirancang oleh Tuhan, hanya menunggu waktu. Ini jangan terjadi pada kita.

Kalau Tuhan bekerja, Tuhan tidak akan bekerja separuh jalan, Tuhan akan bekerja sampai sempurna. Semoga tahun yang kita sebut tahun kegerakan kemuliaan Firman pengajaran akan menjadi kenyataan di hari-hari terakhir ini.

Wahyu 2:8-11 ini adalah percikan darah yang kedua di depan Tabut Perjanjian. Ini adalah pra aniaya karena di depan akan ada aniaya besar. Penerapan gereja Tuhan masuk dalam pra aniaya ini bukan berarti saudara berhadapan dengan ujung bedil atau parang atau badik atau tali yang menjerat saudara. Penerapan pra aniaya bagi gereja Tuhan adalah penyucian lewat Firman Pengajaran dalam urapan Roh Kudus.

Jadi supaya kita tidak mengayunkan langkah masuk dalam aniaya antikristus maka dari sekarang kita sudah harus masuk dalam pra aniaya atau percikan darah di depan tabut perjanjian. Penerapannya adalah pekerjaan Firman yang menyucikan saudara, ini jangan ditolak. Kita membutuhkan pekerjaan Firman dalam urapan Roh Kudus untuk menggarap saya dan saudara, untuk menyucikan kita dari perilaku-perilaku yang tidak senonoh di hadapan Tuhan.

Tidak hanya sekali percikan darah atau dua kali tetapi kita harus menerima tujuh kali percikan darah. Artinya penyucian darah yang kita alami dalam setiap ibadah harus mencapai kesempurnaan. Itu tujuan Tuhan dalam kehidupan saya dan saudara.

Dalam hal ini Smirna berhadapan dengan saudara palsu. Roh saudara palsu ini yang harus dibersihkan dari dalam diri saudara. Jangan sampai ada roh lain dalam diri saudara karena itu adalah roh yang mengganggu pertumbuhan rohani kita. Jangan sampai indikasi roh saudara palsu itu masuk. Jangan tunjuk orang lain, roh saudara palsu ini bisa masuk pada siapa saja termasuk diri saudara sendiri. Makanya Tuhan mau bersihkan dan menyucikan kita, itulah yang namanya percikan darah.

Tidak menutup kemungkinan suami dan isteri keduanya saudara palsu. Tidak menutup kemungkinan dalam isteri ada roh kepalsuan, atau dalam suami ada roh kepalsuan. Itu yang harus dibersihkan. Bukan orang itu yang dibuang, tetapi roh yang ada di dalamnya ini yang harus dibersihkan.

Perilaku saudara palsu yaitu jemaat iblis ini pikirannya memenjarakan orang.
Wahyu 2:10
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Di sini kita raba apakah ada roh yang memenjarakan dalam diri kita atau tidak. Orang yang memenjarakan itu disebut jahat.
Matius 18:30
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

Ini orang yang sudah diampuni oleh raja tetapi ketika bertemu dengan temannya yang berhutang padanya, dia menangkap dan menagih hutangnya. Dia lupa utangnya yang banyak itu sudah dimaafkan oleh raja dan dianggap lunas. Karena orang itu tidak membayar maka dia seret dan dia masukan ke penjara.

Matius 18:31-32
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.

Tidak memberi pengampunan itu sama dengan memenjarakan orang. Itu sangat jahat di mata Tuhan. Makanya jemaat iblis yang menyusup masuk dalam sidang jemaat Smirna itu karakternya jahat.

Matius 18:33-35
18:33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Ini sebenarnya petunjuk bahwa orang itu saudara palsu, dia tidak melepas pengampunan, yang ada hanya dendam dan kebencian. Itu jahat di mata Tuhan! Kejahatannya lebih jahat lagi sebab sudah tidak mengampuni lalu menyebar fitnah.

Orang yang difitnah harus memberi pengampunan kepada orang yang memfitnah, bahkan Alkitab mengatakan harus menjawab dengan ramah. Biarlah dia menyebar fitnah, itu tanggung jawabnya di hadapan Tuhan, biarlah dia memenjarakan orang lain, tidak mengampuni dalam hatinya. Tetapi bagi saudara dan saya kita harus menyapa orang itu dengan ramah, namun bukan bicara ramah padahal munafik. Itulah percikan darah yang berat yang harus kita terima dari pada kita harus masuk dalam aniaya antikristus. Sudah dapat dipastikan saudara dan saya tidak akan sanggup kalau dilempar dalam 3,5 tahun aniaya antikristus.

Lebih baik sekarang kita mendapat percikan darah, walaupun difitnah kita sambut dengan ramah, tidak membalas dengan sakit hati dan dendam. Walaupun orang yang memfinah itu berangkat dari hati dendam dan sakit serta penuh benci sehingga tidak ada pengampunan. Apalagi yang difitnah itu tidak melakukan seperti yang dia fitnahkan, itu lebih berat lagi. Ayo kita terima percikan darah, kita berikan pengampunan dan kita sambut dengan ramah tamah.
I Korintus 4:13
4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

Rasul Paulus memakai kata “kami” berarti bukan Paulus sendiri tetapi bersama dengan kawan-kawannya satu ide, satu pandangan, satu arah pelayanan, yang berjalan dengan dia dalam pembangunan Tubuh Kristus.

Menjawab dengan ramah orang yang memfitnah kita itu memang berat, bahkan berat sekali, tetapi itu harus disucikan dari dalam diri kita. Itu adalah himpitan yang akan menguji apakah rohani kita kaya atau tidak.

Jemaat iblis ini mengaku dirinya adalah orang Yahudi tetapi sebenarnya tidak demikian.
Wahyu 2:9
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.

Roma 2:28-29
2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.
Yahudi yang sebenarnya adalah orang yang telah beriman kepada Yesus Kristus dan lahir baru.
Roma 9:6-8
9:6 Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,
9:7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
9:8 Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

Kita yang dikatakan “anak perjanjian” lewat pribadi Yesus Anak Perjanjian itu, maka sekarang ini kita telah dihisapkan sebagai orang Yahudi asli karena ada tanda beriman kepada Yesus dan dilahirkan baru di dalam Tuhan. Kalau seperti itu maka saudara adalah Yahudi asli, bukan Yahudi palsu yang mengaku mereka adalah Yahudi.

Surat untuk jemaat Smirna itu adalah surat dari Tuhan yang ditulis oleh
rasul Yohanes. Tuhan mengatakan sebenarnya mereka bukan orang Yahudi tetapi jemaat iblis. Itu sebabnya ketika Yohanes Pembaptis melaksanakan sakramen baptisan air, dia melihat banyak orang yang datang dibaptis, dia berkata “hai keturunan ular beludak”. Semestinya Yohanes berkata pada mereka “hai keturunan Abraham”. Berarti dari keturunan Abraham, dari jalur benih perempuan telah beralih pada jalur keturunan ular beludak. Ini yang memprihatinkan saya, jangan sampai kita merasa ada pada jalur benih perempuan, ternyata pindah posisi menjadi keturunan ular beludak
(jalur iblis).

Biarlah kita menjadi orang percaya, orang Kristen yang mengaku keturuan Abraham. Karena kita meneladani iman Abraham maka kita disebut keturunan Abraham.

Matius 3:7
3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Ketajaman perkataan Yohanes Pembaptis sebenarnya bisa membuat yang mendengar itu panas kupingnya. Ini sebenarnya termasuk percikan darah bagi mereka kalau mereka menerima. Ternyata dalam Yohanes pasal 12 dikatakan banyak orang Farisi dan ahli Taurat akhirnya mengikuti Yesus, termasuk Nikodemus, dia adalah guru besar.

Kalau model kita sekarang ini, jika bahasa seperti ini disampaikan oleh hamba Tuhan, kita bisa mengamuk. Mungkin sampai menunjukkan pantatnya kepada gembala.

Saat itu kalau disebut group Farisi, orang mengacungi jempol. Termasuk Paulus, sebelum menjadi rasul dia adalah orang Farisi.
Filipi 3:4-5
3:4 Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,

Ada tujuh kebanggaan dari rasul Paulus, salah satunya dia orang Farisi. Ternyata ada orang Farisi yang menerima perkataan yang tajam itu, sekalipun ada yang menolak.

"Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?”. Ada 21 murka yang akan menimpa dunia di depan ini. Kita tidak akan sanggup untuk menerima hukuman itu. Dengan pemahaman bahwa kita tidak sanggup maka kita harus rela masuk dalam percikan darah walaupun kita disebut ular beludak. Dari pada kena hukuman yang di depan lebih baik kita menerima penyucian sekarang ini. Ini bukan untuk membuat kita hancur tetapi justru membawa kita untuk menyadari bahwa kita hanya cacing yang hina di mata Tuhan tetapi perhatianNya besar untuk mengangkat kita pada kemuliaan sama seperti Dia.

Makanya percikan darah harus kita terima, jangan kita tolak. Sekeras bagaimanapun Firman harus kita terima. Pekerjaan Firman dan Roh Kudus itu membawa kita pada standar rohani yang lebih tinggi yang disebut tidak ada cacat dan cela.

Dalam Keluaran pasal 12, di dalam rumah ada domba yang disembelih, tetapi di luar pintu ada percikan darah pada ambang pintu. Domba itu sudah disembelih, Yesus sudah rela disembelih/ di salib di Golgota. Kita ini tinggal menerima percikan darah di luar untuk menangkal malaikat maut. Olehnya itu harus kita terima.

Setajam bagaimanapun Firman, itu bertujuan mulia, itu adalah percikan darah dalam diri kita.

Matius 3:8
3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Ada 3 buah pertobatan, itu disebut buah terang.
Efesus 5:9
5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

Matius 3:9-10
3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Ayat 10 ini adalah murka Tuhan. Jadi untuk menyadarkan mereka yang mengaku orang Yahudi, berarti mengaku keturunan Abraham, Yohanes Pembaptis mengangatakan hal itu.

Kalau Tuhan beracara, tidak ada yang mustahil. Kalau kita mengeraskan hati dan tidak mau disapa Firman dengan ketajamannya, kita bisa terpental dari rencana Tuhan dan terbuang. Katakanlah dalam hatimu ada kepalsuan, ayo, izinkan Firman Tuhan yang bersihkan dan sucikan. Mulai dari dalam nikah rumah tangga jangan ada roh sakit hati dan dendam, juga di antara sesama jangan ada karena itu jahat di mata Tuhan. Ini jangan sampai terjadi dalam diri kita.

Secara manusia, sidang jemaat Smirna sangat memprihatinkan, tetapi rohani mereka luar biasa. Karena apa?
Wahyu 2:10
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Kalau secara hurufiah ini bisa saja dijalani karena hanya 10 hari di penjara. Tetapi kita lihat ini dari sisi rohani. Pekerjaan angka 10 ini tidak tanggung-tanggung. Rasanya seperti membendung ruang gerak kita. Sebab angka 10 ini adalah angka Firman sepenuhnya dan ini pantas kita terima, kita hayati, tidak ada jalan lain. Ketika Yesus dikatakan “mana hukum yang utama” maka Yesus mengatakan kasihilah Tuhan Allahmu dan kasih kepada sesama dan pada dua hukum itu bergantung semua kitab para nabi. Jadi pada 10 hukum bergantung semua Firman.

Maka untuk mencapai kadar rohani sepenuhnya, kita bagaikan dipenjara oleh Firman Tuhan. Terima itu jangan takut sebab itu bukan untuk menyengsarakan kita. Seandainya saya sebagai hamba Tuhan tidak mau menerima ini maka sudah lama saya angkat kaki kalau mau mengikuti keinginan daging. Di dalam Tuhan hanya ada ya. Jadi ya dan tidak ini tidak boleh digabung. Ya terhadap Firman dan tidak terhadap dosa. Untuk menggenapi ini rasanya seperti kita dilempar dalam penjara.

Memang terasa berat untuk melakukan Firman, katakan “Tuhan saya tidak sanggup kalau Tuhan tidak menolong saya”. Tuhan sudah siap menolong saudara dengan formulaNya, asalkan kita punya minat. Orang dunia saja mengatakan “di mana ada kemauan pasti ada jalan”. Kalau di dalam Tuhan kita ada kemauan Tuhan sudah menyiapkan jalan, tinggal kita menjalani.

Hal ini memang berat, kita akan dilempar dalam penjara, angka 10 harus kita terima, hal ini tidak bisa kita elakkan.

Percikan darah di atas tutup pendamaian itu sudah Tuhan Yesus alami supaya kita jangan kena percikan darah itu. Yang menjadi bagian kita adalah percikan darah di depan tabut perjanjian, berarti tidak kena tabut. Penerapannya bagi kita sekarang adalah penyucian. Kalau kita minat untuk disucikan supaya yang dikatakan dalam Efesus 5:27 yaitu tampil tanpa cacat dan kerut itu menjadi kenyataan dalam diri saudara maka mari kita sekarang berlomba-lomba untuk masuk dalam penyucian, termasuk melepaskan pengampunan.

Efesus 5:25
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Yesus sudah menjadi teladan dengan menyerahkan nyawa bagi kita. Ini Suami jempolan yang harus kami teladani. Ayat 25 ini adalah percikan darah pada tutup pendamaian. Ayat 26 ini adalah percikan darah di depan tabut perjanjian. Ini untuk saudara dan saya yang kita terima ketika mandi air Firman Tuhan
Efesus 5:26
5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

Hasilnya ada pada ayat 27.
Efesus 5:27
5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Mari kita berlomba untuk masuk dalam penyucian Firman. Ini yang jemaat iblis tidak mau karena mereka hanya cara menyelinap tetapi hukuman sudah disiapkan. Mereka hanya menggalakkan hawa nafsu dan tidak takluk kepada Penguasa yaitu Tuhan. Jangan ada di antara kita menjadi jemaat iblis.

Wahyu 2:10
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Setia sampai mati ini memang harus dilakukan secara hurufiah. Secara rohani ini juga harus kita lakukan, artinya kita harus setia sampai daging kita mati, setia sampai daging tidak bersuara karena pekerjaan Firman. Bagi yang setia sampai dagingnya mati ini dikaruniakan mahkota kehidupan. Mahkota yang dimaksud di sini bukan makhota diadema yaitu mahkota yang diterima karena papanya adalah raja maka anaknya mendapat mahkota menggantikan ayahnya. Mahkota yang ditawarkan Tuhan di sini adalah mahkota stapanos yaitu mahkota yang diperoleh karena direbut dalam perjuangan. Inilah mahkota kehidupan.

Amsal 12:4; Amsal 31:10
12:4 Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.
31:10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.

Secara lahiriah memang isteri itu adalah mahkota suami. Secara rohani gembala itu adalah suami bayangan bagi jemaat dan jemaat adalah isteri bayangan dari suami bayangan. Jadi tujuan kami gembala adalah untuk membawa sidang jemaat supaya menjadi mahkota untuk Yesus suami yang sesungguhnya. Dalam pelayanan di bumi ini, jemaat itu adalah mahkota gembala dan gembala itu suami bayangan dari jemaat. Bagaimana saudara mau dipindahkan menjadi mahkotanya Tuhan Yesus kalau gembala sendiri merasa “jemaat ini tidak pantas”. Jadi yang merasakan lebih dahulu adalah gembala.

Filipi 4:1
4:1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Ini bahasa Tuhan menggunakan rasul Paulus. Jadi jemaat itu adalah mahkota sukacita. Kapan Tuhan girang, kapan Tuhan gembira? Ketika Mempelai WanitaNya tampil di depan.
Yesaya 62:5
62:5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

I Tesalonika 2:19-20
2:19 Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?
2:20 Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.

Alangkah pilu hati gembala kalau jemaat yang dia layani ditolak oleh Tuhan. Berarti dia pribadi yang tidak berhasil. Kenapa? Pelayanannya hanya mengikuti kemauannya dan tahbisannya tidak betul. Jangan sampai jemaat Kristus Penebus ditolak oleh Tuhan. Biarlah sidang jemaat ini menjadi mankotaNya Tuhan Yesus. Efeknya, kami duluan yang rasakan.

Mulai anak-anak muda, tunjukkanlah perilaku yang terpuji di hadapan orang tua dan di hadapan Tuhan. Jangan kita main-main di hadapan Tuhan karena kita ini digiring oleh Tuhan menjadi isteri Anak Domba Allah dan menjadi kesukaanNya, kegiranganNya.

Olehnya satu kemegahan seorang pelayan Tuhan kalau jemaat itu berhasil walaupun hanya satu atau dua. Apalagi kalau semuanya disambut oleh Tuhan. Alangkah bahagianya kalau saudara disambut oleh Tuhan.


I Petrus 5:4
5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Jadi gembala mendapat mahkota dan jemaat juga mendapat mahkota. Terima pekerjaan Firman sekalipun kita seperti di penjara. Sebenarnya kita bukan dipenjara tetapi sedang digodok untuk menjadi belahan jiwanya Tuhan.


Tuhan Memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar