20170226

Kebaktian Umum, Minggu 26 Februari 2017 Pdt. Bernard Legontu



Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.


Wahyu 2:8-11
2:8 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali:
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
2:11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Smirna itu berasal dari kata mur, artinya pahit. Dalam suasana Smirna berjemaat mereka merasakan suasana pahit. Tidak dapat disangkal mengiring Tuhan pasti ada sengsara.
Kisah Para Rasul 14:22
14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

Filipi 1:29
1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

II Timotius 3:12
3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

Dikatakan oleh Firman, mengikut Tuhan pasti ada sengsara. Lebih baik sengsara seperti ini yang wujudnya dalam Wahyu 12:1-2 dari pada sengsara 3,5 tahun aniaya antikristus.

Jangan sampai saudara dan saya yang sudah lama di dalam Tuhan akhirnya jadi terkebelakang. Lebih parah lagi bukan hanya terkebelakang tetapi hilang dari hadirat Tuhan. Mengapa? Sebab tidak sanggup menerima percikan darah. Percikan darah itu bukan hanya 1 kali tetapi sampai 7 kali. Artinya percikan darah itu harus sampai sempurna kita alami. Sempurna dalam arti menghasilkan kehidupan yang tanpa cacat cela dan kerut. Karena percikan darah itu bermakna menyucikan kehidupan kita. Persiapan ini harus kita jaga.

Percikan darah di depan Tabut Perjanjian ini adalah persiapan menghadapi sengsara besar.
Yehezkiel 5:9
5:9 Oleh karena segala perbuatanmu yang keji akan Kuperbuat terhadapmu yang belum pernah Kuperbuat dan yang tidak pernah lagi akan Kuperbuat.

Daniel 7:25
7:25 Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Matius 24:21
24:21 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

Markus 13:19
13:19 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

Lukas 21:24
21:24 dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu."

Tiga penginjil di dalam Injil menceritakan tentang kesusahan besar dan ini mulai terasa hari-hari terakhir ini. Mulai tergambar di depan mata saudara bagaimana kalau kita tidak masuk dalam persiapan untuk membawa diri kita disucikan supaya terhindar dari kesusahan yang besar ini maka apa boleh buat saudara akan masuk ke sana. Saya tidak mau masuk ke sana.

Tuhan menghibur jemaat Smirna ini “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” Mereka akan dikaruniakan mahkota kehidupan. Untuk mendapatkan mahkota kehidupan ini perlu pergumulan. Dalam hal ini peperangan menghadapi iblis, menghadapi daging dan dunia. Trio ini yang hebat menerjang kehidupan kita dan harus kita perangi.

Bila kita memperoleh mahkota itu ada hubungannya dengan pernikahan. Jadi kalau mau masuk dalam pernikahan, pesta nikah Anak Domba Allah, maka hiasan kemuliaan yang harus ada diibaratkan seperti mengenakan mahkota. Tentu hasil kemenangan dalam perang.

Mahkota yang dikenakan ini adalah mahkota karena pergumulan. Ada orang yang special menggumuli sidang jemaat. Bukan berarti karena sudah ada orang yang menggumuli kemudian jemaat tinggal pangku kaki, tidak demikian.
Kidung Agung 3:11
3:11 puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.

Jadi mahkota itu kena mengena dengan pernikahan. Yang menjadi pendoa syafaat sehingga raja Salomo memakai mahkota, yang memegang peran adalah ibunya. Ini gambaran untuk kita. Untuk masuk dalam pernikahan, pesta nikah Anak Domba Allah ada yang menjadi pendoa syafaat kita. Anak Domba Allah telah berjuang dan mendapatkan kemuliaan
Yohanes 17:4-6
17:4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
17:5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

Salomo mendapatkan mahkota karena ada yang berjuang untuk itu. Untuk kita sekarang ada orang-orang tertentu yang berjuang, ibarat Betsyeba menaikan doa syafaat bagi Salomo. Di dalam penggembalaan, kami gembala harus bergumul untuk menjadi pendoa syafaat sebab yang kita doakan itu terancam oleh musuh (iblis).

Salomo saat itu terancam nyawanya tetapi dia tidak tahu sebab umurnya baru 16 tahun. Nabi Natan yang tahu bahwa nyawa mereka terancam. Kita ini juga kalau tidak paham dan tidak mengerti, serta tidak menelusuri dan mendalami Firman, kita bisa berpikir dunia ini aman-aman saja padahal kita sedang terancam. Sebab ada persepakatan yang lain yang dipimpin oleh Adonia. Di sana menggabung panglimanya Daud yaitu Yoab, di sana juga ada imam besar Abyatar. Setelah mereka selesai menggelar pesta perayaan pelantikan Adonia menjadi raja sudah dapat dipastikan yang akan temui ajal adalah Betsyeba, nabi Natan, Yoyada dan Salomo.

Nabi Natan sebagai seorang nabi, membaca situasi yang gawat di depan. Ada bencana di depan sehingga dia datang kepada Betsyeba dan berkata “bukankah tuan baginda sudah berjanji bahwa anakmu Salomo yang akan duduk di atas takhta?”. Artinya gembala itu harus ada persekutuan dengan nabi, maksudnya harus mengerti Firman nubuatan, apa yang akan terjadi ke depan. Kalau gembala tidak mengerti bahwa umat sedang terancam maka celakan kita yang digembalakan.

Sidang jemaat Smirna dibukakan matanya oleh Tuhan bahwa ada ancaman dari jemaat iblis. Dalam konteks peristiwa Salomo ini yang adalah jemaat iblis adalah Adonia. Di sana ada imam besar Abyatar, ada panglima perang yaitu Yoab. Adonia adalah anak dari Daud dari isteri yang bernama Hagit. Tetapi tidak pernah dia mendapatkan pengajaran dari bapanya. Jadi yang akan menjadi musuh yang paling berat bagi gereja Tuhan yang punya Firman pengajaran bukanlah dunia luar tetapi gereja yang tanpa Firman pengajaran.

Kalau kami sebagai hamba Tuhan tidak jeli mata, tidak ada persekutuan dengan Firman nubuatan, tidak paham hal-hal yang akan terjadi maka bencana bagi gereja. Malaikat (gembala) itu harus tahu kondisi Yerusalem dan mengerti kondisi Babel.
Wahyu 21:9
21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."

Dia harus tahu dua hal ini supaya umat Tuhan itu digiring oleh malaikat itu jangan ke Babel sebab dia sudah tahu akhir nasibnya. Dia harus menggiring umat Tuhan ke Yerusalem Baru sebab nasibnya itu istimewa, kemuliaan kekal.

Betsyeba sudah pegang janji dari Daud = ajaran pendahulu

I Raja-raja 1:5
1:5 Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: "Aku ini mau menjadi raja." Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya.

Ini gambaran yang disebutkan dalam surat Tesalonika bahwa ada yang mau meninggikan diri di dalam Bait Allah, itulah antikristus.
II Tesalonika 2:4
2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

I Raja-raja 1:6
1:6 Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: "Mengapa engkau berbuat begitu?" Ia pun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom.

Adonia tidak pernah mendapatkan hajaran dari bapa, dia tidak paham bahwa meninggikan diri itu berlawanan dengan ajaran bapa.

I Raja-raja 1:11,30
1:11 Lalu berkatalah Natan kepada Batsyeba, ibu Salomo: "Tidakkah engkau mendengar, bahwa Adonia anak Hagit, telah menjadi raja, sedang tuan kita Daud tidak mengetahuinya?
1:30 pada hari ini aku akan melaksanakan apa yang kujanjikan kepadamu demi TUHAN, Allah Israel, dengan sumpah ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku menggantikan aku."

Jemaat Smirna memiliki janji, tetapi janji itu bisa batal kalau ibu (gembala) disitu tidak menjadi pendoa syafaat. Gembala itu memiliki dua kepribadian dalam sidang jemaat yaitu sebagai ibu dan sebagai bapa.

Itu sebabnya begitu bisikan datang lewat nabi Natan, berarti Firman Pengajaran dan Firman nubuatan diinjeksikan kepada ibu Salomo sehingga dia jadi paham Firman nubuatan tentang apa yang akan terjadi maka segera dia masuk dalam istana. Betsyeba datang berlutut di samping tempat tidur Daud memohon-mohon kepada Daud dan menagih janji. Kemudian nabi Natan masuk dan singkatnya Daud berkata “ambil anakku Salomo dan ambil bagal betinaku. Naikkan Salomo ke atas bagal betinaku. Biarlah nabi Natan, Yoyada, imam Zadok berjalan di depan bersama orang Kreti dan Pleti. Dan tiuplah nafiri, berserulah daulat raja Salomo”.

Jadi Salomo bisa menggunakan mahkota raja dan sekaligus bisa masuk dalam nikah sebab ada yang pegang peran yaitu ibunya. Jadi ibunya ini memposisikan diri sebagai pendoa syafaat menuntut janji. Untuk gereja Tuhan, kami para gembala harus memposisikan diri sebagai seorang ibu dan seorang bapa yang menuntut janji kepada Tuhan supaya mahkota itu dikaruniakan kepada umat Tuhan.

Sekali-kali umat Tuhan jangan coba entengkan gembala yang memberi penyahutan di hadapan Tuhan. Sebab anda bisa menggunakan mahkota dan masuk pesta nikah karena ada yang berseru siang malam memberikan penyahutan kepada Tuhan. Olehnya itu jangan dilihat sebelah mata, jangan dientengkan, jangan diremehkan! Sebab posisinya berat, dia mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk menggiring jemaat supaya masuk Yerusalem Baru dan jangan sampai masuk ke Babel. Ini tugas seorang hamba Tuhan dan dia rela bayar harga. Sekalipun kita diberikan Tuhan janji, kalau tidak ada yang memberikan doa penyahutan setiap saat kepada Tuhan, kita bisa gagal.
Ibrani 13:17
13:17 Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Itu bagaikan Betsyeba yang bertanggung jawab demi keselamatan anaknya yaitu Salomo. Seandainya Betsyebab tidak melakukan hal seperti itu, maka setelah mereka makan dan minum, habislah puteri dan puteri Daud disambar oleh pedang Adonia. Tetapi karena adanya Betsyeba maka berbalik arah. Yang kena pedang adalah Adonia dan Yoab lalu Abyatar dipecat.

Ibrani 13:7
13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.

Tentu yang dicontohi adalah yang memberikan teladan yang benar sampai akhir hidup mereka. Contohi dan teladanilah iman mereka. Alangkah ironisnya anda hadir di sini kemudian saya sebagai hamba Tuhan tidak memberikan keteladanan soal iman. Kalau seperti itu rugi kita, rugi saudara datang di sini.

Saya mengatakan “Tuhan itu Yehova Jireh mengadakan dari yang tidak ada menjadi ada” kemudian saya memimpin saudara membangun bangunan fisik tetapi dengan cara dunia (kredit). Itu berarti saya tidak ada keteladanan iman. Bagaimana saya bisa menjadi pendoa syafaat, bagaimana bisa kita duduk bersama dengan Kristus mengenakan mahkota dalam kemuliaan kalau kami suami isteri tidak ada keteladanan iman.

Itupun tidak ada unsur paksaan. Kalau saudara mau melangkah ke sana sini itu terserah saudara. Kalau melihat teladan dari gembala yang suka ke kebun bekerja mencari nafkah maka itu teladan yang bagus untuk menggiring saudara ke Babel! Kalau melihat teladan dari gembala yang suka kredit dan utang yang tidak dibayar-bayar, jangan ikuti itu sebab sudah pasti membawa ke Babel!

Saya bertanggung jawab bagaimana sidang jemaat diberikan mahkota untuk masuk dalam pesta nikah. Ini bukan tanggung jawab yang enteng. Ini bukan mengkultus invidukan diriku tetapi supaya memberikan pemahaman agar jangan salah melangkah.

Ada dua arah yang ditempuh, kalau bukan melangkah ke Yerusalem Baru, pasti ke Babel. Kondisi kedua kota ini harus dipahami oleh pendoa syafaat yang memberikan penyahutan yaitu hamba Tuhan.

Ada 5 mahkota yang dijanjikan oleh Tuhan kepada gereja Tuhan. Kelima hal ini, warna hidupnya harus mewarnai saudara.
1.      Mahkota kehidupan
Tentu kita dapat dari Firman kehidupan. Kita tidak akan peroleh mahkota kehidupan tanpa Firman kehidupan. Itu sebabnya dalam Wahyu 2:10 disebutkan:
Wahyu 2:10
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Berarti setia dalam persekutuan dengan Firman kehidupan maka otomatis mahkota kehidupan kita peroleh. Setia sampai mati, berarti setia dalam Firman kehidupan.
Yohanes 6:60
6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"

Mereka ketika mendengar Tuhan Yesus berbicara tentang kehidupan. Bersekutu dengan dagingNya itu makanan sesungguhnya dan bersekutu dengan darahNya itu adalah minuman yang sesungguhnya. Berarti rela masuk dalam persiapan sengsara. Yesus bicara pada pasal yang keenam ini tentang persiapan masuk dalam sengsara. Walaupun sengsara itu baru ada pada pasal 18. Untuk kita gereja Tuhan, persiapan sengsara yang dimaksud adalah menerima Firman pengajaran walaupun itu keras dan tidak dapat diselami oleh akal manusia, padahal di dalamnya mengandung kehidupan.

Yohanes 6:63
6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Perkataan keras itu justru di dalamnya terkandung roh dan kehidupan. Inilah persiapan supaya jangan kita masuk dalam sengsara yang besar.

Yohanes 6:67-68
6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"
6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;

Ini yang tidak bisa diterima oleh manusia daging, oleh Kristen daging makanya seperti ini yang terjadi:
Yohanes 6:66
6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Bagaimana bisa memakai mahkota kehidupan kalau undur diri dari perkataan yang di dalamnya ada roh dan kehidupan. Namun Petrus dan teman-temannya tetap bertahan.

Pasal 6 ayat 66 menceritakan murid-murid yang undur. Jadi orang yang menolak perkataan Kristus Yesus karena merasa itu keras, berarti mereka sudah siap menerima cap 666 oleh antikristus, masuk dalam aniaya 3,5 tahun antikristus. Justru dari sinilah Tuhan berupaya menghindarkan saudara. Makanya kita butuh Firman kehidupan dan Firman kehidupan ini yang membuat kita memiliki mahkota kehidupan. Sebabnya mari kita junjung Firman kehidupan ini.

Filipi 2:16
2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Filipi 2:16 (Terjemahan Lama)
2:16 sambil menjunjung firman yang memberi hidup itu, supaya aku megah pada Hari Kristus, sebab aku tiada melakukan yang sia-sia dan tiada berusaha dengan sia-sia.
Menjunjung itu berarti ditaruh di atas kepala. Bagaimana kita bisa mendapatkan mahkota kehidupan untuk masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah kalau mulai dari kami hamba Tuhan tidak menjunjung Firman kehidupan. Firman itu adalah kehidupan kita, masakan Firman yang dikatakan kehidupan kita kemudian Firman itu gagal mengadakan Rp 1.000 atau Rp 2.000 atau Rp. 100.000. Kalau menjunjung Firman kehidupan tidak mungkin saudara mati kelaparan. Anakmu pasti berpakaian dan pasti makan. Tetapi yang menjadi kesalahan karena tidak menjunjung Firman kehidupan, tidak mau berpegang pada Firman kehidupan. Bagaimana mau menerima mahkota kehidupan. Kehidupan seperti itu bisa gagal masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah.

Kami sebagai hamba Tuhan harus bergumul berdoa syafaat untuk menggumuli agar umat Tuhan luput dari ancaman Adonia dan bisa duduk di takhtanya Daud. Takhta Daud itulah takhtanya Tuhan Yesus. Salomo didatangi oleh ratu negeri Syeba yang mengatakan bahwa Salomo berbahagia karena duduk di takhta Allah. Dia tidak mengatakan takhta Salomo atau takhta Daud. Kita berbahagia karena akan duduk setakhta dengan Tuhan Yesus.
II Tawarikh 9:8
9:8 Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta-Nya sebagai raja untuk TUHAN, Allahmu! Karena Allahmu mengasihi orang Israel, maka Ia menetapkan mereka untuk selama-lamanya, dan menjadikan engkau raja atas mereka untuk melakukan keadilan dan kebenaran."

Kalau kita lebih mendalami isi hati Tuhan, Tuhan mau mendudukan kita ditakhtaNya. Jemaat Laodekia itu jemaat paling hancur rohaninya tetapi Tuhan tawarkan untuk duduk setakhta dengan Tuhan. Sehancur apapun kita, kalau masih ada yang mengingatkan, ada yang menggumuli, ada yang memberi tahu Firman nubuatan dan Firman pengajaran, sekaligus menjadi pendoa syafaat untuk kita, berarti masih ada harap untuk kita duduk setakhta dengan Tuhan, tinggal tergantung tanggapan saudara bagaimana.

Berpeganglah pada Firman kehidupan. Tidak mungkin menerima mahkota kehidupan tanpa Firman kehidupan.
I Yohanes 1:1
1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu.

Hamba Tuhan ini sudah mendengar, sudah melihat dan sudah dia praktekkan karena meraba artinya mempraktekkan. Ini baru benar nilainya 100 kalau dia sudah mendengar, lihat dan raba. Itulah Firman hidup yang diberitakan.

Olehnya kita gereja Tuhan mau didorong ke sana berarti ada yang memberi keteladanan. Keteladanan ini yang dituntut dari pribadi hamba-hamba Tuhan yaitu keteladanan iman. Sidang jemaat yang meneladani teladan iman hamba Tuhan maka mahkota kehidupan sudah jelas di tangannya.

2.      Mahkota kepermaian
Yesaya 28:5
28:5 Pada waktu itu TUHAN semesta alam akan menjadi mahkota kepermaian, dan perhiasan kepala yang indah-indah bagi sisa umat-Nya,

Tuhan semesta alam berarti Kehidupan yang memiliki kehidupan, itu yang menjadi mahkota saudara.

Bicara sisa Israel itu menunjuk akhir zaman, waktu kita sekarang ini. Bagaimana bisa menerima mahkota kepermaian kalau Tuhan tidak kita tempatkan di atas segala-galanya. Apalagi ini menyentuh kehidupan kita yang ada pada akhir zaman.  Ini membutuhkan pergumulan, membutuhkan pergulatan, membutuhkan pergulatan melawan keinginan daging yang begitu banyak disodorkan oleh dunia akhir zaman ini. Manusia tanpa Firman pengajaran pasti hancur dan tidak bisa lagi memperoleh mahkota kepermaian di kepalanya. Tuhan adalah mahkota kepermaian dan perhiasan yang indah-indah.

Berarti nabi Yesaya sudah melihat ada umat Tuhan yang seperti dalam Yesaya 28:5. Semoga kita yang mengisi hal ini, jangan sampai kita gagal karena tidak menempatkan Tuhan itu sebagai mahkota kepermaian kita, tidak menempatkan Tuhan sebagai perhiasan yang indah di atas kepala kita.

Kalau tidak menempatkan Firman di atas segala-galanya maka orang itu pasti gagal. Tetapi Yesaya dengan mata rohani sudah melihat 2700 tahun yang akan datang bahwa akan ada yang mengisi kerinduan hati Tuhan ini. Makanya kita harus bergumul supaya jangan sampai kita gagal.

Sebelum tidur saya berdoa kepada Tuhan “bangunankan saya pada waktu yang tepat”. Tuhan bangunkan saya sembayang karena saya tidak mau lepas dengan mahkota yang permai itulah Tuhan, saya tidak mau kehilangan perhiasan yang indah-indah.

Tuhan tidak mengatakan bahwa Dia menyediakan mahkota kepermaian tetapi yang menjadi mahkota adalah diriNya sendiri. Biarlah Tuhan menjadi segala-galanya bagi kita. Saudara bertindak, saudara bekerja, saudara bergerak, harus selalu dengan Tuhan. Pada pagi hari biarlah kita mulai dengan Tuhan. setelah kita sepanjang hari bekerja dan mau beristirahat, kembalikan puji syukur kepada Tuhan. Saat ada waktu-waktu ibadah yang telah kita program, isilah itu sebagai bukti saudara menjadikan Tuhan itu mahkota kemuliaanmu.

Hal ini justru menyentuh akhir zaman sebab disebut Israel yang sisa. Orang Israel yang sisa yang ada di luar tanah mereka, sekarang kembali. Tuhan mempersiapkan umatNya yang sisa, termasuk kita gereja Tuhan di akhir zaman. Itu sebabnya kita harus berdoa, saya sebagai gembala juga harus menaikan doa syafaat kepada Tuhan untuk sidang jemaat. Jangan sampai ada yang melangkah keluar, sebab itu bencana besar.

Kalau dulu Yudas Iskariot mengkhianati Tuhan Yesus karena persoalan perut. Tetapi sekarang ini banyak orang Kristen meninggalkan Tuhan Yesus bukan karena persoalan perut tetapi hanya karena daging sepotong, meninggalkan pengajaran yang benar hanya karena kenikmatan seks! Mereka sangat menghina Tuhan Yesus!

3.      Mahhkota Abadi
I Korintus 9:25
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Mahkota Abadi ini adalah mahkota kekal. Semuanya mahkota ini ada hubungannya dengan Firman. Apalagi yang dikatakan kekal, hanya Firman Tuhan yang kekal.

I Yohanes 2:16
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Orang yang ada keinginan daging, keinginan mata, dia sedang berlayar menuju kebinasaan.

I Yohanes 2:17
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Jadi selalu dikaitkan dengan Firman. Zaman sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa itu adalah zaman kekekalah. Setelah manusia jatuh dalam dosa baru ada perhitungan waktu. Sampai kerajaan 1000 tahun, ada ruang dan waktu yang membatasi. Tetapi setelah masuk dalam 1000 tahun damai itu sudah zaman kekal. Sebab setelah 1000 tahun kita pindah di langit dan bumi yang baru. Berarti kita bersama dengan yang kekal, itulah Firman Tuhan.

Sekarang yang dituntut oleh Tuhan bahwa persekutuan kita dengan Firman Tuhan harus intensif, harus terus menerus. Begitu longgar maka ada iblis untuk masuk dan akan menyikut masuk sehingga jarak semakin jauh dengan Firman Tuhan sehingga akhirnya tidak peduli lagi dengan Firman karena sudah keenakan dengan daging dan dunia.
Amsal 14:14
14:14 Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya, dan orang yang baik dengan apa yang ada padanya.

Kita telah dilahirkan dalam benih Firman yang kekal itu.
I Petrus 1:22-23
1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Kita sudah dilahirkan di dalam Firman. Karena Firman yang kekal dan abadi itu yang membawa kita pada kelahiran baru, kemudian kita mencabut diri. Apakah ini tidak mencelakakan kehidupanmu? Ini karena kelicikan iblis yang menipu hamba Tuhan dan umat Tuhan sehingga mencabut diri dari kelahiran baru (murtad).

I Petrus 1:24-25
1:24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

Tuhan tolong kita sebagai anak Tuhan. Jangan sampai kita meremehkan Firman yang akan memahkotai kita dengan mahkota abadi. Olehnya sidang jemaat upayakan untuk bersekutu dengan Firman. Tidak sedikit hamba Tuhan yang nanti mau melayani baru baca Firman. Tuhan tolong saya jangan sampai seperti itu. Saya harus belajar terus menerus bersekutu dengan Firman sebab itu yang kekal.

4.      Mahkota kebenaran
II Timotius 4:6-8
4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Kebenaran itu menyucikan, kebenaran itu memerdekakan, kebenaran itu membuka belenggu. Mengenai mahkota kebenaran ini, rasul Paulus menyinggung soal iman karena lewat kebenaran Firman maka iman itu bertumbuh.

Mahkota kebenaran itu bukan hanya diberikan kepada rasul Paulus tetapi kepada semua orang yang merindu kedatangan Tuhan pada kali yang kedua. Karena orang itu ada kerinduan hati bertemu dengan Tuhan maka dia selalu tenggelam dalam proses penyucian. Dia tidak main-main dalam ibadah, bagaimana dia disucikan untuk dipersiapkan bertemu Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Yohanes mengatakan bahwa sekarang melihat Tuhan dalam bentuk samar-samar tetapi kelak akan melihat Tuhan dalam wujud yang sesungguhnya.
1 Korintus 13:12
13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

Orang yang berpengharapan seperti itu menyucikan dirinya. Mahkota kebenaran yang dijanji oleh Tuhan mengarahkan kita untuk lebih serius dalam penyucian dan prilaku hidup kita dibina oleh Firman.

5.      Mahkota Kemuliaan
I Petrus 5:4
5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Kemuliaan ini sudah Tuhan siapkan untuk kita sebelum dunia diciptakan. Biarlah kita mengidam akan kemuliaan Tuhan. Coba kalau isteri mengidam, dia akan dorong suaminya supaya keinginannya terpenuhi.

Kalau saudara rindu mendapatkan mahkota kemuliaan Tuhan berarti saudara rindu untuk memandang wajahNya.
I Yohanes 3:2-3
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Mahkota kemuliaan ini, mari kita isi dengan kerinduan hati bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus, Mempelai Laki-laki Sorga, belahan jiwa saudara. Saudara pasti mencintaiNya kalau saudara merasa Dia adalah belahan jiwa saudara, tunangan saudara. Pasti saudara rindu bertemu dengan Dia. Bahkan membaca suratNya saja saudara sudah berbahagia, Alkitab ini surat cintanya Tuhan Yesus. Dalam ibadah kita mendengarkan Firman Tuhan itu dipaparkan oleh hamba Tuhan dan kita diarahkan melangkah. Tuhan Yesus tolong kami supaya kami berjuang sampai tetes darah yang terakhir untuk bertemu dengan Tuhan Yesus Mempelai Laki-laki Sorga.

Saya rindu bertemu dengan Yesus, saya ingin memandang wajahNya.

Tuhan Yesus Memberkati. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar