Salam
damai sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Sekarang
kita akan masuk Keluaran pasal 16, secara
keseluruhan ini kena meja roti sajian. Di atas meja roti sajian ada 2 susun
roti, tiap susun 6 roti. Ini menunjuk persekutuan dengan Firman pengajaran yang
benar. Roti menunjuk Firman Tuhan dan meja menunjuk hati dan pikiran kita. Hati
dan pikiran kita harus diisi dengan Firman pengajaran yang benar.
Imamat 24:5-6
24:5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua
belas roti bundar dari padanya, setiap roti bundar harus dibuat dari dua
persepuluh efa;
24:6 engkau harus mengaturnya menjadi dua susun, enam buah sesusun, di atas
meja dari emas murni itu, di hadapan TUHAN.
Dalam
Perjanjian Lama angka 12 ini kita temukan dalam perjalanan bangsa Israel,
menunjuk perjalanan rohani kita. Dulu bangsa Israel menuju Kanaan, sekarang
kita menuju Yerusalem Baru. Dalam perjalanan bangsa Israel dari Mesir sampai
Kanaan ditandai dengan angka 12. Di awal perjalanannya mereka menemukan 12 mata
air. Ketika mereka mau mencapai Kanaan, sudah sampai di tapal batas Kanaan,
mereka mendirikan 12 batu peringatan. Jadi diawal dan diakhir perjalanan mereka
ditandai angka 12.
Keluaran
15:27
15:27
Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan
tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.
Yosua
4:3 (Perikop: kedua belas batu peringatan)
4:3 dan
perintahkanlah kepada mereka, demikian: Angkatlah dua belas batu dari
sini, dari tengah-tengah sungai Yordan ini, dari tempat berjejak kaki para imam
itu, bawalah semuanya itu ke seberang dan letakkanlah di tempat kamu akan
bermalam nanti malam."
Dulu
dalam arti jasmani, sekarang kita bicara penggenapan nubuatannya. Semua yang
dilakukan orang Israel ini bernubuat bagi kita di akhir zaman ini. 12 mata air
ini menunjuk 12 rasul hujan awal. 12 orang yang dipilih untuk menyertai
perjalanan Yesus, di luar Yudas karena Yudas sudah diganti oleh Matius. Itu
awal pelayanan Yesus dan awal berdirinya gereja mula-mula. Petrus berkhotbah
kemudian terjadi kegerakan 3.000 jiwa dibaptis. Dan terus berkembang gereja
Tuhan, para rasul memberitakan Injil sekalipun mereka semua mati martir kecuali
rasul Yohanes.
12
batu peringatan menunjuk 12 rasul hujan akhir. Kita tidak usah cari tahu siapa
orangnya, siapa yang akan menjadi rasul itu, tetapi yang akan kita pelajari mengenai pengajarannya. Rasul kaitannya
dengan Firman pengajaran. Kalau dalam kita beribadah ada Firman pengajaran,
berarti ada roh rasul. 12 rasul hujan akhir menunjuk 12 bintang di atas kepala
mempelai wanita Tuhan. Kepala yang mengontrol hidup kita. Jadi artinya Firman
pengajaran yang benar yang menuntun hidup kita sampai pada kesempurnaan.
Angka
12 secara rohani menunjuk persekutuan. Jadi tidak perlu cari tahu siapa 12 orang
yang akan menjadi rasul hujan akhir, yang penting selama kita hidup kita
dituntun oleh Firman pengajaran yang benar sehingga kita dituntun masuk kota
Yerusalem Baru. Di dalam kota Yerusalem Baru ada banyak angka 12.
1. Wahyu 21:14
21:14 Dan tembok kota itu
mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas
nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
Tembok kota Yerusalem
Baru terdiri dari 12 batu dasar dan di atas setiap batu tertulis nama 12 rasul
hujan awal.
2. Wahyu 4:10
4:10 maka tersungkurlah kedua
puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan
mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan
mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
Ada 24 tua-tua duduk di
sekeliling takhta Tuhan. 24 tua-tua ini adalah 12 rasul hujan awal ditambah
dengan 12 rasul hujan akhir. Ini yang membawa kita sampai duduk di takhta
Tuhan. Gereja mula-mula yang terbentuk di Yerusalem itu dibina oleh Firman
pengajaran yang benar. Kita disebut gereja hujan akhir karena berada di
penghujung akhir zaman, juga dibina oleh pengajaran. Jadi sama, gereja hujan
awal dibina oleh Firman pengajaran yang benar, gereja hujan akhir juga dibina
oleh Firman pengajaran yang benar. Kalau orang Kristen tidak mau dibina Firman
pengajaran yang benar, tidak akan pernah sampai ke takhta Tuhan. Biarlah kita
selalu mau disucikan oleh Firman pengajaran yang benar.
24 tua-tua yang adalah 12
rasul hujan awal dan 12 rasul hujan akhir juga menunjuk bahwa Firman pengajaran
itu tidak berubah-ubah dulu, sekarang sampai selama-lamanya. Makanya kita
manusia tidak boleh mengutak atik, tidak boleh mengubah-ubah apa yang telah
disampaikan oleh Tuhan. Saya gembala meneruskan pelayanan orang tua di sini, beliau memberitakan Firman pengajaran
yang benar. Saya juga meneruskan Firman pengajaran yang benar, jangan
diotak-atik, jangan diubah-ubah!
Ibrani 13:7-8
13:7 Ingatlah akan
pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu.
Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
13:8 Yesus Kristus tetap sama,
baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Tuhan Yesus tidak
berubah, pengajaran jangan diubah. Jangan sampai besok-besok untuk dapat jodoh
atau untuk dapat pekerjaan sehingga korbankan Firman pengajaran, jangan! Firman
pengajaran tidak boleh dikorbankan, tidak boleh diubah-ubah, harus
dipertahankan kemurniannya.
3.
12
pintu gerbang
Wahyu 21:12,21
21:12 Dan temboknya besar lagi
tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu
gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua
belas suku Israel.
21:21 Dan kedua belas pintu gerbang
itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu
mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.
4.
Ada
12 malaikat di atas pintu, masing-masing pintu 1 malaikat.
Jadi, untuk masuk Yerusalem Baru kita
harus memiliki angka 12 secara rohani. Bukti kita memiliki angka 12 secara
rohani:
a.
Kita
bertekun dalam penggembalaan yang dibina oleh Firman pengajaran yang benar.
Mulai dari gembala bertekun menggembalakan, jemaat juga bertekun untuk
tergembala. Tiap pintu terdiri dari 1 malaikat, artinya masing-masing gembala
bertanggung jawab terhadap penggembalaannya sendiri, urus penggembalaannya
sendiri, jangan urus penggembalaan yang lain. Termasuk kita yang tergembala, fokuslah dalam
penggembalaannya masing-masing,
tidak usah urus domba-domba yang tergembala di tempat lain.
Kenapa
seringkali timbul keributan, pertengkaran dan lain-lain? Karena gembalanya
tidak mau urus domba-domba yang Tuhan percayakan untuk dia gembalakan, tetapi malah
mau urus domba-domba yang ada di penggembalaan yang lain. Atau jemaat yang
sudah tergembala di satu tempat mau ikut campur urusan jemaat yang tergembala
di tempat yang lain. Masing-masing kita bertekun pada penggembalaan sendiri.
Saya urus jemaat yang ada di Tentena, di Tonusu, di Diora, yang ada di Palu.
Kalau
kita bertekun dalam penggembalaan yang dibina Firman pengajaran yang benar maka
kita disucikan. Ketekunan itu menghasilkan kesucian. Kita disucikan secara
terus menerus terutama hati kita disucikan karena hati ini sarangnya dosa,
sarang itu tempat berkembang biak. Ada 12 dosa yang berdiam di hati dan pikiran.
Markus
7:21-22
7:21 sebab
dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, 1percabulan,
2pencurian, 3pembunuhan,
7:22 4perzinahan,
5keserakahan, 6kejahatan, 7kelicikan,
8hawa nafsu, 9iri hati, 10hujat,
11kesombongan, 12kebebalan.
7:23 Semua
hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
Dengan
kita bertekun dalam penggembalaan yang dibina oleh Firman pengajaran yang benar
maka hati dan pikiran kita disucikan dari 12 dosa yang bersarang di situ. 12
dosa ini dikunci dengan kebebalan. Kalau dosa sudah bersarang, sudah beranak
pinak disitu, orang itu jadi bebal. Orang bebal sulit dinasihati. Orang seperti
ini akan terpisah dari Tubuh Kristus! Orang bidat yang sudah 1, 2 kali dinasihati harus dijauhi.
Titus
3:10
3:10
Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.
Dijauhi
artinya tidak bisa masuk persekutuan Tubuh Kristus. Persekutuan Tubuh Kristus
mulai dari dalam rumah tangga. Kita kaum muda, ada orang tua, ada saudara,
kalau sulit ditegur, sulit dinasihati, akan terpisah dari keluarga, tidak bisa
menyatu dengan keluarga. Apalagi kalau ditegur malah marah, tambah jauh!
Seringkali kalau orang tua menegur dan mengingatkan, masih bisa diterima kalau
soal study dan pekerjaan. Tetapi kalau dinasihati soal jodoh bisa marah! Malah
ujung-ujungnya bisa kabur tinggalkan orang tua. Koq tega, baru bertemu dengan orang yang 1 2 bulan dia
kenal, sudah bisa meninggalkan orang tua yang sudah belasan tahun bahkan puluhan tahun menjaga dia!
Dari bayi dipelihara sampai sudah remaja, sudah dewasa, tetapi cuma gara-gara
perempuan atau laki-laki, dia tinggalkan orang tua. Kaum muda jangan seperti
itu, kasihan orang tua! Tangisan orang tua dibawah kaki Tuhan didengar Tuhan!
Mungkin dia paksakan menikah tetapi nikahnya tidak akan diberkati Tuhan,
nikahnya itu hanya bersuasana neraka! Tuhan tolong jangan terjadi dalam
kehidupan kita.
b.
Rasul
itu jabatan pelayanan. Jadi kita harus memiliki jabatan pelayanan untuk dipakai
dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus. Dari mana mendapatkan jabatan itu?
Jabatan itu Tuhan yang berikan, bukan manusia, bukan pendeta.
Efesus
4:11-12
4:11 Dan Ialah
yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita
Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk
memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus,
Hamba Tuhan hanya menganjurkan dan mengarahkan. Kalau sudah digerakan oleh Firman
Tuhan silahkan ambil formulir dan diisi untuk melayani Tuhan. Tetapi yang
memberikan jabatan itu adalah Tuhan. Diberikan kepada siapa? Diberikan kepada
orang yang disucikan. Inilah pentingnya angka 12 yang pertama, bertekun dalam
penggembalaan, dibina oleh Firman pengajaran, kita disucikan secara terus
menerus. Hati dan pikiran disucikan, itu ibarat remote kontrol hidup kita, maka
Tuhan berikan jabatan. Tuhan berikan jabatan pelayanan, Tuhan berikan juga
karunia, kemampuan yang ajaib. Karena kekuatan daging kita ini terbatas dalam
melayani Tuhan. Seperti om sebagai gembala harus melayani paling sedikit 1 hari
2 kali, pagi sore khotbah untuk melayani di 4 tempat. Kekuatan terbatas, tetapi
Tuhan yang memberikan kemampuan yang ajaib untuk melayani Tuhan. Kemampuan yang
ajaib itu dari Roh Kudus.
Efesus
4:7
4:7 Tetapi
kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran
pemberian Kristus.
Jabatan
Tuhan yang berikan, karunia-karunia itu dari Roh Kudus, hargailah! Kalau di
dunia kerja masuk tidak masuk pasti dipecat. Kalau tidak serius kerja di dunia
dipecat, apalagi kalau dalam pekerjaan rohani.
5.
Ada
12 mutiara. Mutiara = harta yang terpendam.
Matius 13:44-46
13:44 "Hal Kerajaan Sorga
itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu
dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh
miliknya lalu membeli ladang itu.
13:45 Demikian pula hal
Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
13:46 Setelah ditemukannya
mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu
membeli mutiara itu."
Hal kerajaan sorga
seumpama pedagang yang mencari mutiara yang indah. Jadi mutiara ini menunjuk
perkara sorga, perkara yang rohani. Jadi 12 mutiara ini artinya bagi kita
adalah rela mengorbankan perkara yang jasmani untuk mendapatkan perkara yang
rohani. Salah satunya meninggalkan pekerjaan untuk bekerja melayani Tuhan
sepenuhnya. Sama dengan perhatian utama kita adalah pada perkara yang rohani. Prakteknya perkara
jasmani kita manfaatkan untuk mendapatkan perkara yang rohani. Perkara yang
rohani itu ibadah, Firman Tuhan, manfaatkan itu untuk dapat perkara yang
rohani. Tuhan kasih kesehatan, kekuatan untuk jalan berkilo-kilo, yah datang
jalan kaki beribadah kalau tidak ada kendaraan. Kita beli kuota untuk ibadah.
Segala pengorbanan kita
untuk kerajaan Sorga tidak akan sia-sia, malah kita bisa masuk kerajaan Sorga.
Kita korbankan semua, semua tidak sia-sia, sebab dengan kita mengorbankan
perkara jasmani untuk mendapatkan perkara yang rohani maka kita akan menemukan
jalan untuk menuju ke kerajaan Sorga.
Jalan untuk masuk ke Kerajaan
Sorga:
Ø Kisah Para Rasul 14:22
14:22 Di
tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya
mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam
Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.
Jalan
pertama bertekun dalam iman. Prakteknya:
a)
Tetap
percaya Yesus, beriman kepada Yesus apapun yang dihadapi. Banyak kaum muda
menggadaikan imannya karena pekerjaan, karena jodoh dan lain-lain.
b)
Iman
itu kebenaran. Jadi praktek berikutnya tetap hidup benar apapun yang dihadapi,
apapun yang dikorbankan, apapun resikonya. Dipaksa untuk berbuat jahat dan
najis, tidak mau! Saya mau tetap hidup suci sekalipun dibilangi kuno. Terserah
kalau mau bilang tidak gaul. Yang penting kita bergaul dengan Tuhan, kita tidak
mau bergaul dengan belalang-belalang yang keluar dari lubang jurang maut, itu
roh jahat dan roh najis! Sekarang ini di media sosial, di pergaulan dunia
nyata, begitu jahat begitu najis!
c)
Tetap
pegang teguh Firman pengajaran apapun yang dihadapi. Terutama kami hamba Tuhan.
Kalau gembalanya saja tidak teguh pengajaran, bagaimana dengan jemaatnya!.
Ø Jalan salib. Kalau ikut Tuhan lalu
sengsara itu sudah betul! Untuk ikut Tuhan memang mengalami banyak sengsara.
Orang Kristen sekarang diajar di gereja hanya senang-senang daging. Ada yang
masuk gereja hanya diajar kalau ikut Tuhan kita diberkati. Memang betul kita
diberkati, tetapi bukan itu yang menjadi faktor utama kita mengikut Yesus. Ikut
Yesus itu pikul salib, jalan salib!
Memang
Tuhan tahu kita tidak mampu, karena daging itu cenderung mau yang enak dan
nyaman bagi dagingnya! Tuhan tahu kita tidak mampu, tetapi kalau kita mau
melewati jalan salib, Tuhan berikan Roh Kudus.
I
Petrus 4:12-13
4:12 Saudara-saudara
yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu
sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam
penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada
waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
Roh
Kudus ini memberikan penghiburan, Roh Kudus memberikan kekuatan menghadapi
salib, Roh Kudus membaharui. Kita menghadapi sengsara, beribadah menghadapi
sengsara, dihina, diejek, diolok tetapi kita tetap kuat karena ada Roh Kudus.
Sekalipun sengsara, menderita, teman-teman menjauhi karena kita tidak mau
menyontek atau tidak mau ikut korupsi di tempat kerja, kita tetap kuat karena
Roh Kudus. Dan Roh Kudus membaharui kehidupan kita.
Ø Jalan ibadah pelayanan atau jalan
panggilan dan pilihan Tuhan.
II
Petrus 1:10-11
1:10 Karena
itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan
pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah
tersandung.
1:11 Dengan
demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal,
yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.
Jadi, jabatan atau panggilan pilihan Tuhan
itu adalah hak penuh untuk masuk dalam Kerajaan Sorga, Yerusalem Baru.
Ibaratnya itu karcis atau tiketnya. Sudah sampai tujuan, tinggal tunjukan
tiketnya. Ini tiketnya, oh gembala setia melayani di Tentena, Tonusu, Diora,
Palu, silahkan masuk. Dilihat lagi oh pemain musik di Tentena dan di Diora,
setia sampai garis akhir, silahkan masuk. Ini ruas jalan akhir panggilan
pilihan Tuhan, jalan ibadah pelayanan.
Praktek
untuk masuk Kerajaan Sorga menempuh jalan ibadah pelayanan:
Tetap
setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Kita sudah dipanggil dan dipilih
Tuhan sebagai pemaian musik, sebagai anggota paduan suara, sebagai gembala, sebagai
pengerja, sebagai apa saja pelayanan kita, tetap setia berkobar-kobar sampai
garis akhir. Memang tidak bisa kita pungkiri dalam pengikutan kepada Tuhan ada
naik turunnya, kadang setia, kadang merosot, bahkan ada yang sampai terhilang.
Tetapi kembali lagi seperti Yohanes Markus yang menulis Injil Markus. Di awal
pelayanan dia setia sebagai pembantunya Paulus dan Barnabas di dalam pelayanan.
Kalau sekarang sebagai pengerja, bersih-bersih gereja, cuci piring, menyapu,
ngepel. Dalam pelayanan di awal dia tekun, tetapi di tengah jalan dia
tinggalkan pelayanan, tidak tahu masalahnya apa. Tetapi akhirnya kembali lagi
melayani, kembali pada panggilan dan pilihan dan dia dipercaya Tuhan untuk
menulis Injil Markus yang menampilkan Tuhan Yesus sebagai hamba.
Kisah
Para Rasul 13:5; 15:37-39
13:5 Setiba di Salamis mereka memberitakan firman
Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka
sebagai pembantu mereka.
15:37
Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;
15:38
tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang
telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama
dengan mereka.
15:39 Hal
itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas
membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.
Namun
akhirnya Paulus mengakui bahwa pelayanan Markus sangat berguna. Tadinya dia
sudah tidak berguna, dia tinggalkan panggilan dan pilihan Tuhan, tetapi
akhirnya dia mau sadar kembali pada panggilan dan pilihan Tuhan dan dia dipakai
oleh Tuhan.
Kolose
4:10
4:10 Salam
kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan
Barnabas — tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila
dia datang kepadamu --
Orang
yang sudah tinggalkan pelayanan kalau dia mau kembali, terima! Dia masih bisa dipakai oleh Tuhan.
II
Timotius 4:11
4:11 Hanya
Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari,
karena pelayanannya penting bagiku.
Jadi
kalau ada yang sudah tinggalkan pelayanan jangan dihakimi, tetapi didoakan.
Bersaksi, nasihati, dekati, siapa tahu dapat kemurahan dia kembali melayani
Tuhan. Dan pelayanannya berguna, dibandingkan Barnabas. Di dalam Alkitab tidak
ada Injil Barnabas, tetapi dalam Alkitab ada Injil Markus. Markus dipakai
menulis Injil, Barnabas tidak.
Jangan
hina yang lain, merasa saya hebat, saya dipakai, yang lain tidak, yang ini
penghuni neraka! Jangan! Orang yang kita bilangi penghuni neraka kalau dia
bertobat sungguh-sungguh dan dipakai Tuhan bisa lebih dari kita yang
menghakimi.
Semoga
kita mau setia, berkobar, melayani Tuhan sampai garis akhir. Kalau kita tidak
setia, bahkan tinggalkan jabatan pelayanan, Tuhan tidak pernah menyesali
panggilan dan pilihanNya kepda kita. Sekali Tuhan panggil, sekali Tuhan pilih,
Dia rindu kita terus melayani sampai garis akhir kehidupan kita. Kalau sempat
kita tidak setia, kembalilah setia melayani Tuhan.
Roma
11:29
11:29 Sebab
Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.
Tuhan
saja tidak menyesali panggilan dan pilihanNya kepada kita. Ayo kita layani
Tuhan dengan sungguh-sungguh sampai garis akhir kita, sampai kita bisa mencapai
Yerusalem Baru.
Ini
sudah ruas jalan terakhir, jangan kita pernah menyesal sudah dipanggil dan dipilih
Tuhan. Saya dipanggil dan dipilih Tuhan menjadi hamba Tuhan, jangan menyesal,
sampai garis akhir sampai Tuhan Yesus datang tetap melayani Tuhan. Memang
secara daging sudah tidak bisa lagi seperti teman-teman yang lain bisa santai,
bisa rekreasi ke mana-mana. Saya tiap hari harus melayani, harus persiapan
Firman, harus berdoa menyembah Tuhan, itu pekerjaan tiap hari. Kalau tidak ada
Roh Kudus rasanya mau setres. Pekerjaan yang paling membuat stres adalah
pendeta, dia sudah punya pergumulan lalu menggumuli lagi masalah jemaat, tetapi karena ada Roh Kudus bisa mampu.
Kita
percaya Tuhan sudah memanggil dan memilih kita, Dia akan membawa kita mencapai
Yerusalem Baru. Kaum muda remaja yang sudah melayani dalam bidang apapun,
jangan menyesali panggilan dan pilihan Tuhan, sebab Tuhan tidak pernah
menyesali panggilan dan pilihanNya kepada kita.
Layani
Tuhan sampai garis akhir dan Tuhan pasti memberkati kita, Tuhan menjadikan
semuanya indah pada waktunya. Sampai garis akhir, yang terindah kita menjadi
Mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Tuhan
Memberkati.
JADWAL IBADAH
Rabu : Ibadah Pendalaman Alkitab dan
Perjamuan
Suci → Pk.
17.00
Sabtu : Ibadah
Doa Penyembahan → Pk.
16.30
Minggu : Ibadah Raya → Pk. 10.00
Ibadah Sekolah Minggu → Pk. 16.00
|