20160310

Kebaktian di Malewuko, Kamis 10 Maret 2016 Pdt. Bernard Legontu


Salam sejahtera di dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.

Lukas 8:8-9
8:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
8:9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.

Ada empat macam tanah dalam perumpamaan tentang penabur:
1.      Tanah di tepi jalan
2.      Tanah yang berbatu-batu
3.      Tanah yang bersemak duri
4.      Tanah yang baik

Ternyata kalau Tuhan mengklasifikasi semua ini, Tuhan tidak pernah keliru. Ini adalah koreksi bagi kita, adakah kita seperti tanah di tepi jalan, atau seperti tanah yang berbatu-batu atau tanah yang ada semak duri atau kita adalah tanah yang baik. Ini koreksi supaya kita ada pada tanah yang baik. Kita harus bergumul supaya kita seperti tanah yang baik.

Tanah yang baik menghasilkan buah 30 kali lipat, 60 kali lipat dan 100 kali lipat. Pelipat gandaan ini bukan hanya sekedar kita baca tetapi apa artinya bagi kita.
ü  30 kali lipat
Angka 30 ini melekat pada pribadi Tuhan Yesus. Karena angka 30 inilah Yesus akhirnya harus menanggung salib ke Golgota dan mengakhiri hidup pelayananNya di Golgota sebagai manusia yang sengsara.
Ayub 36:15
36:15 Dengan sengsara Ia menyelamatkan orang sengsara, dengan penindasan Ia membuka telinga mereka.

Jadi kesimpulannya angka 30 adalah angka Korban Kristus, pelayanan Tuhan Yesus untuk kita. Ini ciri tanah yang baik. Jadi tanah yang baik adalah orang Kristen yang sadar bahwa dia ada karena ditebus oleh Tuhan. Bukan hanya sadar tetapi ditambahkan dalam kehidupannya, dia menghargai Korban Kristus dan dia mengupayakan untuk tidak mengkhianati atau menyakiti hati Tuhan Yesus yang telah berkorban dengan dibayar 30 keping perak.

Angka 30 pertama kita jumpai ketika Nuh membangun bahtera. Disebutkan panjangnya 300 hasta, lebarnya 50 hasta dan tingginya 30 hasta. Menunjuk tinggi itu adalah vertikal, garis tegak lurus. Orang yang masuk di dalam bahtera dijamin dia selamat.

Tuhan memberikan angka 30 hasta sebagai tinggi bahtera. Kalau melihat sesuatu yang tinggi maka pandangan kita tidak horizontal tetapi pandangan kita ke atas. Kalau kita mau selamat dan diberkati Tuhan dalam pengertian yang rohani, maka pandangan kita harus ke atas sekaligus landasan kita menghargai Korban Kristus.

Jangan menjadi orang Kristen pemabuk, itu tidak menghargai Korban Kristus. Jangan menjadi orang Kristen penjudi, berarti pandangannya tidak ke atas dan dia tidak menghargai arti pengorbanan Kristus. Kenapa? Karena dia sendiri menghina pekerjaan penyelamatan itu. Jangan kiranya hal itu ada pada kita.

Kiranya pandangan kita secara vertikal. Kalau pandagan kita ke atas, berarti kita tersembunyi di dalam Allah bersama Kristus.
Kolose 3:1
3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Kenapa dikaitkan dengan kebangkitan Kristus? Karena Kristus kena angka 30 dan Korban Kristus ini dasarnya. Mencari perkara di atas berarti pandangan kita ke atas seperti tinggi bahtera itu 30 hasta.

Kalau memandang sesuatu yang tinggi tidak mungkin kita berkata saya memandang ke bawah kecuali kita naik pesawat.
Kolose 3:2
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Ini yang harus dominan, sebagai anak Tuhan yang ada angka 30 dalam dirinya, pandangannya terkatrol ke atas. Jangan berkata “kalau begitu tidak perlu kita membuka lahan untuk bekerja”, bukan itu yang dimaksud. Artinya yang kita pikirkan lebih dari segala-galanya adalah di mana Tuhan Yesus ada, supaya kitapun berpengharapan ke sana.
1 Yohanes 3:2-3
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Kolose 3:3
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
Kalau pandangan kita ke atas maka kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Siapa yang bisa mempecundangi kita kalau tersembunyi bersama Kristus? Virus boleh ada tetapi kalau pandangan kita ke atas maka kita tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah. Apalagi ketika muncul antikristus maka saudara yang tersembunyi tidak akan didapati oleh dia. Jauh dari mata ular.
Wahyu 12:14 (Terjemahan lama)
12:14 Maka dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.

Ini tujuan kita beribadah. Bukan hanya melaksanakan upacara belaka kemudian kita mengatakan “saya sudah beribadah, saya sudah baca Firman”. Kami hamba Tuhan punya tanggung jawab sebab di depan kita ini diperhadapkan sengsara yang besar. Tetapi puji Tuhan kalau kita tersembunyi di dalam Allah.

Kolose 3:4
3:4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Apa yang dimiliki oleh Tuhan Yesus di dalam kemuliaan itu juga yang akan kita miliki asalkan pandangan kita ke atas dan sebagai tanah yang baik dasarilah kehidupan kita dengan angka 30.

Markus 4:8
4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."

Orang yang digambarkan seperti tanah yang baik, rohaninya tidak merosot. Jangan rohani kita beralun-alun. Hari ini menggebu-gebu, besoknya dingin. Hari ini panas, besok beku. Ini tidak stabil namanya. Kita bukan hanya stagnan atau bertahan tetapi harus bertambah-tambah.

ü  60 kali lipat
Lipat dua dari 30 menjadi 60. Kita sudah melihat angka 30 yang menunjuk Korban Kristus. Korban Kristus itu sebenarnya untuk apa? Tidak berhenti hanya sampai untuk menyelamatkan kita tetapi ada tujuan akhirnya. Angka 60 ini masih pertengahannya.
Kidung Agung 3:7-8
3:7 Lihat, itulah joli Salomo, dikelilingi oleh enam puluh pahlawan dari antara pahlawan-pahlawan Israel.
3:8 Semua membawa pedang, terlatih dalam perang, masing-masing dengan pedang pada pinggang karena kedahsyatan malam.

Jadi 60 adalah angka mengawal tempat tidur, artinya mengawal nikah, mengawal persekutuan mulai yang paling kecil yaitu persekutuan nikah. Kenapa harus dikawal? Karena berhadapan dengan kegelapan malam. Keadaan dunia makin runyam hari-hari terakhir ini. Kita harus punya pengawalan menghadapi kegelapan malam di depan ini.

Dosa semakin memuncak, manusia makan minum, kawin-mawin, pesta pora dan dosa kenajisan dengan persoalan seks. Inilah kegelapan, itu sebabnya harus dikawal dengan pengawal yang memegang pedang terhunus dan terlatih dalam perang. Jadi yang mengawal adalah kami hamba Tuhan, kami harus terlatih. Bagaimana kami dilatih?  Lewat Firman pengajaran kami dilatih untuk kami teruskan kepada jemaat sehingga jemaat terlatih menghadapi kegelapan malam dan bukan asal.

Kalau saya sebagai gembala saya tidak terlatih maka saya tidak akan mendapatkan hasil pelatihan. Arena pelatihan ada dalam ibadah dan inilah hasilnya:
Ibrani 5:14
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Bagaimana bisa terlatih? Karena lewat mimbar gereja dia mendapatkan makanan keras dan bukan bubur.

Di mana kita dilatih?
I Timtius 4:7
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
Bagaimana kalau dalam gereja hanya bercerita tentang dongeng-dongeng? Kalau nenek menceritakan dongeng pada cucunya maka cucu itu akan tidur. Jadi kalau hanya dongeng-dongeng maka itu tanda orang itu tidurr rohaninya.

I Timotius 4:8
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Ibadah itu berguna dalam segala hal baik untuk belangamu, berguna bagi dompetmu, berguna bagi sapimu dan terlebih lagi dari itu berguna bagi hidup yang kekal. Saya tidak hanya membatasi berkat-berkat jasmani, tetapi bagaimana dengan yang rohani.

Ibadah itu mengandung janji dan Tuhan tidak pernah membohongi dan mendustai kita. Dia memberi janji sekarang dan juga janji yang akan datang. Ini yang kita dapatkan lewat ibadah yang harus dikawal.
2 Korintus 7:1
7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Ini ciri khas tanah yang baik. Biarlah kita umat Tuhan bukan menjadi tanah berbatu-batu atau tanah yang ada semak duri dan tanah yang di tepi jalan. Untuk tanah di tepi jalan dan di semak duri, menjelang pesta kawin Anak Domba Allah, mereka masih dicari, masih diberi kesempatan yang terakhir.

Mungkin sekarang kita seperti tanah di tepi jalan atau tanah di semak duri, tetapi kalau kita masih ada dalam gereja maka satu saat kita akan dicari menjelang pesta nikah Anak Domba Allah. Barangkali ini adalah kesempatan terakhir buat kita semua, jangan kita membuang-buang waktu. Kesempatan yang terakhir ini perlu kita perhatikan.

Lukas 14:22-24 (Perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih)
14:22 Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
14:24 Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."

Lukas 14:23 (Terjemahan Lama)
14:23 Maka kata tuan itu kepada hambanya: Keluarlah engkau pergi ke jalan-jalan raya dan tempat semak, dan ajaklah orang masuk, supaya rumahku penuh.

Semuanya diundang supaya pesta nikah itu tidak kosong. Artinya Tubuh Kristus harus lengkap.

ü  100 kali lipat
Pengertian angka 100:
a)      Dalam Alkitab, angka 100 adalah angka keberkatan secara utuh dan penuh.
Matius 19:28-29
19:28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

Tidak sia-sia kalau kita tengadah ke atas kepada Tuhan Yesus sebab ada keberkatan secara penuh. Keberkatan secara penuh ini jangan hanya kita asumsikan karena tong tempat beras kita selalu penuh, dompet tidak hanya isi angin tetapi ada dollar di dalamnya. Apa artinya dompet gemuk dan tong penuh tetapi suami isteri berantam terus, itu bukan keberkatan penuh.

Katakanlah kita makan nasi dengan gedi rebus, itu tidak menjadi masalah. Itu sudah berkat dari Tuhan dan keberkatan penuh kalau rumah tangga diisi dengan sukacita dan damai sejahtera. Itu sebabnya angka 100 juga adalah angka nikah.

b)      Angka nikah/angka kelengkapan Tubuh Kristus
Untuk Daud menikah dengan anak raja Saul maka dia harus membayar dengan 100 kulit khatan orang Filistin. Kalau 100 anak domba terhilang 1, maka dia akan berupaya mencari supaya tetap 100. Ini artinya kelengkapan Tubuh. Tuhan mengkhendaki agar gerejaNya lengkap menjadi Tubuh Kristus.

Jadilah tanah yang baik. Tanah yang baik tidak pernah kurang volumenya, dia bertambah-tambah. Jangan naik turun, jangan menjadi orang Kristen yang beribadah berdeklamasi. Ketika natal baru datang beribadah. Kalau deklamasi intonasinya selalu naik turun.

Kita lihat 3 tanah yang lain:
1.      Tanah yang berbatu-batu
Jangan kita menjadi tanah yang berbatu-batu. Tanah yang berbatu-batu sebetulnya bisa bertahan tanaman di sana bila disiram terus.
Lukas 8:6
8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.

Tetapi karena tidak disiram maka akhirnya dia mati karena panas terik matahari. Itu sebabnya Alkitab tidak mengatakan bahwa ketika pesta akan digelar orang yang di tanah yang berbatu-batu masih dicari, orang Kristen yang hatinya seperti tanah berbatu-batu tidak dicari lagi. Kenapa? Sebab ada kata murtad di sana. Berarti orang Kristen tanah berbatu-batu mudah murtad. Itu yang menyebabkan sehingga tidak disuruh untuk dicari.

Tetapi yang di tepi jalan dan di semak-semak masih dicari menjelang pesta Anak Domba digelar. Kenapa yang berbatu-batu tidak disinggung-singgung? Karena murtad ini sama sekali tidak bisa ditolong lagi dan Tuhan tidak punya niat untuk menolong. Oleh sebab itu kita harus waspada.
Ibrani 6:5-6
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Dalam terjemahan aslinya murtad adalah apostasya. Ada 4 artinya:
a)      Meninggalkan ajaran sehat. Berarti meninggalkan kebenaran Firman yang murni
b)      Berkhianat
c)      Memberontak
d)      Mengundurkan diri dari apa yang pernah dia miliki yaitu kebenaran Firman yang murni

4 hal ini jangan sampai terjadi pada kita. Kalau sudah murtad maka orang itu kenyang dengan jalannya sendiri dan tidak peduli sama sekali dengan apa yang disampaikan di gereja. Sekalipun ada lonceng gereja atau gong dari gereja atau rumah siput besar yang ditiup supaya datang ke gereja, orang itu sudah tidak peduli.

Tanpa ada loncengpun, kalau sudah dekat jam ibadah harus sudah bergegas beribadah, ini berarti kita ingin dikenyangkan dengan Firman bukan kenyang dengan jalan kita sendiri.
Amsal 14:14
14:14 Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya, dan orang yang baik dengan apa yang ada padanya.

Sudah susah bertobat karena dia sudah merasa kenyang, sudah merasa nyaman dengan keadaannya. Padahal tinggal menunggu Tuhan mau membakar dia di dalam neraka.

2.      Tanah di semak belukar
Lukas 8:14
8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Tanah di semak-semak ini adalah orang:
a)      Yang ada kekuatiran.
b)      Karena dipikat oleh kekayaan
c)      Karena dipikat kenikmatan daging.

Orang itu selalu kuatir sehingga Amsal mengatakan orang itu bungkuk. Orang kuatir disebut bungkuk. Tetapi jangan saudara berkata “nenek saya sudah bungkuk berarti kuatir”, bukan itu yang dimaksud.
Amsal 12:25
12:25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Orang penuh kekuatiran matanya mengarah ke bawah. Orang Kristen bungkuk sulit untuk menengadah ke atas. Namun masih ada kesempatan terakhir bagi orang kuatir, mungkin inilah kesempatan terakhir bagi kita, makanya cepatlah berubah. Jangan berlarut-larut. Cepatlah mengapresiasi Firman dan mengantisipasi apa yang akan terjadi di depan.

Orang ini menerima benih Firman, benih Firman itu tumbuh tetapi ditekan oleh kekuatiran, oleh kekayaan dan oleh kenikmatan dunia sehingga sukar untuk berbuah. Tetapi masih dicari pada saat yang terakhir.

3.      Yang di tepi jalan
Berarti Tuhan itu adil, bukan hanya pada tanah baik diberi benih. Tergantung bagaimana kita menanggapi.
Matius 13:19
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

Dalam persoalan apa yang disebut tidak mengerti? Sifat benih itu adalah mati dulu baru hidup.
Yohanes 12:24
12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Berarti yang tidak dimengerti oleh kehidupan yang seperti tanah di tepi jalan adalah dia tidak mengerti sifat benih yang mati dan bangkit.

I Korintus 15:36
15:36 Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.

Jadi pengertian mati dan bangkit yang tidak dimengerti oleh orang percaya atau orang Kristen yang kena sentuhan Firman adalah tidak mengerti bahwa sifat benih itu harus mati dan bangkit. Kehidupan yang tidak paham tentang mati dan bangkit itulah model tanah di tepi jalan. Gawat saudara kalau seperti itu. Jangan kita berbangga sudah menjadi orang percaya dan pengikut Kristus. Tetapi apakah ada pengertian kita bahwa mati dan bangkit itu adalah sifat benih.

Sifat mati dan bangkit yang disebutkan dalam Yohanes 12:24 menunjuk pribadi Tuhan Yesus, Dialah Firman itu. Kita ini satu dengan Dia, jangan sampai kita tidak mengerti karena tidak memberi diri kita mati bersama Yesus dan bangkit bersama Yesus. Di mana prakteknya? Lewat baptisan air.
Roma 6:3-4
6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Kita harus paham bahwa kita harus berada pada sifat benih yang mati dulu baru tumbuh.
I Korintus 15:36
15:36 Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
Maksudnya adalah baptisan air yang tidak mereka pahami.

Inilah yang diberi contoh dalam Yohanes 12:24. Supaya bisa mengerti harus diberikan pemahaman dan pengertian. Tanah di tepi jalan ini membutuhkan penerangan supaya dia mengerti. Jangan dia terus tidak mengerti pengertian mati dan bangkit.
Kisah Para Rasul 8:26-28
8:26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.
8:27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.
8:28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.

Filipus ini disuruh oleh Tuhan ke jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza karena ada orang yang seperti tanah di tepi jalan, dia membaca tetapi tidak mengerti. Orang Etiopia ini sudah masuk dalam kelompok kaum proselit yaitu orang kafir yang sudah menganut agama Yahudi.

Kisah Para Rasul 8:29-31
8:29 Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!"
8:30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?"
8:31 Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

Perlu ada orang yang membimbing untuk memberikan pengertian.
Kisah Para Rasul 8:32-36
8:32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.
8:33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.
8:34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"
8:35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"

Inilah pengertian mati dan bangkit. Baptisan air itu adalah pengalaman mati dan bangkit. Ini yang tidak dimengerti oleh tanah di tepi jalan jika tidak diberi penjelasan.
Kisah Para Rasul 8:37-28
8:37 [Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."]
8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.
Apa itu mati dan bangkit?
Roma 6:3-4
6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Ini yang tidak dimengerti, sifat benih yang harus mati baru bangkit. Ini bukan sesuatu yang dijadikan bahan debat atau kita jelek-jelekkan karena itu adalah ketetapan Tuhan bahwa sifat benih itu mati dan bangkit. Itulah yang disebut tanah yang baik memahami, tanah yang di semak-semak memahami, tanah di batu-batu memahami cuma  hanya seketika lalu dia murtad. Tetapi tanah di tepi jalan tidak memahami.

Kalau kita mau masuk pesta pondok daun-daunan kita harus mengerti Firman Allah.
Nehemia 8:3-4,9
8:3 Lalu pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti.
8:4 Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu.
8:9 Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti.

Itulah tugas kami hamba Tuhan supaya tanah di tepi jalan bisa mengerti, tanah berbatu-batu bisa mengerti. Tetapi ingat jangan hanya seketika, sebab kalau murtad habislah kesempatan. Tanah di semak belukar juga mengerti tetapi masih terganggu pertumbuhannya.

Nehemia 8:13
8:13 Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka.

Ini janji Tuhan kepada kita. Tidak lama lagi gereja Tuhan yang mengerti akan diundang dan masuk ke sana. Sekalipun awalnya kita tidak mengerti tetapi ada upaya dari hamba-hamba Tuhan untuk beri pengertian supaya kita bisa masuk dalam pesta nikah Anak Domba Allah, masuk dalam pesta  pondok daun-daunan, masuk dalam penyingkiran gereja agar terhindar dari antikristus.
Sebab itu: 2 Timotius 2:7
2:7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Sida-sida itu mengerti setelah diberi pengertian oleh Filipus. Kami hamba Tuhan bertanggung jawab untuk membimbing umat Tuhan agar kita semua masuk dalam pesta pondok daun-daunan. Betapa celakanya kehidupan kalau tidak masuk dalam pesta pondok daun-daunan.

Olehnya itu marilah kita umat tuhan yang hadir pada saat ini, mungkin kita seperti tanah di tepi jalan yang belum mengerti sifat dari benih yang mati dan bangkit. Artinya belum mengerti mengapa kita harus dibaptis. Itu adalah sifat benih yang mati dan bangkit dan kita harus seperti itu.

Ada tanah yang berbatu-batu, jangan kita seperti itu sebab itu adalah orang murtad. Tidak dibuka baginya kesempatan berikutnya.

Kiranya kita semua yang hadir dalam ibadah ini dapat mengerti karena Roh Kudus ada di antara kita memberikan pengertian.

Tuhan Memberkati.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar